of 20 /20
LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM METODE DAN TEKNIK ANALISIS LINGKUNGAN AIR TANAH DAN AIR KRAN Dos en P embimb ing : Dr . Eko Pra set yo Kun coro, ST. DEA Asisten Dosen : Ni Made Pertiwi Jaya (080810757) Oleh : Kelompok VII Pandu Aditya (080911002) Bakhtiar Vandy R. (080911009) Febri Eko W. (080911010) Stephanie Yuliana (080911013) Yuanita Arum P. (080911030)  Nazar Fahmi A S (080911048) Mirqotul Aliyah (080911050) PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN DEPARTEMEN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA 2010

Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

Embed Size (px)

Text of Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    1/20

    LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM

    METODE DAN TEKNIK ANALISIS LINGKUNGAN

    AIR TANAH DAN AIR KRAN

    Dosen Pembimbing : Dr. Eko Prasetyo Kuncoro, ST. DEA

    Asisten Dosen : Ni Made Pertiwi Jaya (080810757)

    Oleh :

    Kelompok VII

    Pandu Aditya (080911002)

    Bakhtiar Vandy R. (080911009)

    Febri Eko W. (080911010)

    Stephanie Yuliana (080911013)

    Yuanita Arum P. (080911030)

    Nazar Fahmi A S (080911048)

    Mirqotul Aliyah (080911050)

    PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN

    DEPARTEMEN BIOLOGI

    FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

    UNIVERSITAS AIRLANGGA

    2010

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    2/20

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    3/20

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang

    Air merupakan hal terpenting penunjang kehidupan. Segala aspek kegiatan

    memerlukan air sebagai bahan pokok dalam melakukan kegiatan-kegiatan

    tersebut. Selain itu tubuh makhluk hidup sebagian besar adalah air sehingga tubuh

    sangat bergantung dengan air. Air di bumi sangat melimpah, hal ini dapat dilihat

    dengan begitu luas lingkungan perairan di bumi dan lebih dari 98% air yang ada

    di bumi terdapat di bawah permukaan tanah di bawah pori-pori batuan.

    Air yang letaknya berada di bawah permukaan tanah biasa disebut dengan

    air tanah. Contoh air tanah seperti sumur bor, sumur gali, dan sumur patek. Selain

    air tanah, ada juga air permukaan. Air permukaan merupakan air yang berada di

    atas permukaan tanah misalnya danau dan sungai.

    Kehidupan makhluk hidup bergantung dengan pasokan air yang berada di

    atas maupun di bawah permukaan tanah. Jika air tersebut terkontaminasi dengan

    zat-zat berbahaya maka proses kehidupan serta berbagai kegiatan akan terganggu.

    WHO memperkirakan 80% penyakit di dunia bersinggungan dengan sanitasi dan

    air yang tidak layak (Anonim1, 2008).

    Karena begitu pentingnya air bagi kehidupan manusia maka sangat

    diperlukan adanya sampling air terutama air tanah yang merupakan air di bawah

    permukaan dan air kran yang merupakan sampel air di atas permukaan untuk

    mengetahui kadar dan jenis air sehingga dapat diketahui apakah air tersebut

    mengandung zat berbahaya atau tidak serta mengetahui seb erapa besarkandungan-kandungan zat pada air sehinga air-air tersebut dapat digolong-

    golongkan menurut fungsi dan manfaatnya.

    1.2. Tujuan

    1. Dapat melakukan teknik sampling dengan benar sesuai jenis sampel

    (air sumur dan air kran).

    2. Untuk mengetahui kualitas air sumur dan tanah sesuai parameter yang

    diukur.

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    4/20

    1.3. Rumusan Masalah

    1. Bagaimana melakukan teknik sampling dengan benar sesuai jenis

    sampel (air sumur dan air kran)?

    2. Bagaimana kualitas air sumur dan tanah sesuai parameter yang diukur?

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    5/20

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1. Air Tanah

    Air tanah merupakan air yang berada di bawah tanah sebanyak 98 %.

    Karena jumlah air tanah banyak maka air tanah memegang peranan penting dalam

    sirkulasi air alami (Seyhan, 1977). Seperti yang telah diketahui sirkulasi air

    sederhana meliputi adanya evaporasi di laut yang menimbulkan uap air

    membentuk awan. Awan tersebut berjalan terhembus angin dan di darat, uap air

    tersebut turun menjadi tetes-tetesan air lalu air tersebut kembali meresap ke tanah

    dan kembali ke laut. Waktu rata-rata yang diperlukan untuk suatu tetes hujan

    berjalan dari hujan ke laut adalah lebih dari 400 tahun (Gelhar, 1972).

    Air tanah merupakan sumber air tawar terbesar di planet bumi, mencakup

    kira-kira 30% dari total air tawar atau 10,5 juta km3. Akhir-akhir ini pemanfaatan

    air tanah meningkat dengan cepat, bahkan di beberapa tempat tingkat

    eksploitasinya sudah sampai tingkat yang membahayakan. Air tanah biasanya

    diambil, baik untuk sumber air bersih maupun untuk irigasi, melalui sumur

    terbuka, sumur tabung, spring, atau sumur horisontal. Kecenderungan memilih air

    tanah sebagai sumber air bersih, dibanding air permukaan, mempunyai

    keuntungan sebagai berikut:

    a. Tersedia dekat tempat yang memerlukan, sehingga kebutuhan bangunan

    pembawa/distribusi lebih murah.

    b. Debit (produksi) sumur biasanya relatif stabil.

    c. Lebih bersih dari bahan cemaran (polutan) permukaan.

    d. Kualitasnya lebih seragam.e. Bersih dari kekeruhan, bakteri, lumut, atau tumbuhan dan binatang air.

    Cara pengambilan air tanah yang paling tua dan sederhana adalah dengan

    membuat sumur gali (dug wells) dengan kedalaman lebih rendah dari posisi

    permukaan air tanah. Jumlah air yang dapat diambil dari sumur gali biasanya

    terbatas, dan yang diambil adalah air tanah dangkal. Untuk pengambilan yang

    lebih besar diperlukan luas dan kedalaman galian yang lebih besar. Sumur gali

    biasanya dibuat dengan kedalaman tidak lebih dari 58 meter di bawah

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    6/20

    permukaan tanah. Cara ini cocok untuk daerah pantai di mana air tawar berada di

    atas air asin. Perlu diperhatikan untuk sumur di daerah pantai lengkung penurunan

    permukaan (depression cone) air tanah harus sekecil mungkin untuk menghindari

    tersedotnya air asin ke dalam sumur (intrusi).

    Untuk pengambilan air tanah dengan jumlah cukup besar, misalnya untuk

    daerah industri, cara yang banyak dipakai adalah dengan membuat sumur dalam

    (deep wells) yang pada umumnya terbuat dari pipa, dan air yang diambil adalah

    air tanah.

    Teknik sampling air tanah terbagi atas dua cara yaitu cara pengambilan

    contoh untuk pengujian kualitas air secara umum dan cara pengambilan contoh

    untuk pengujian kandungan oksigen terlarut. Untuk cara pengambilan contoh

    untuk pengujian kualitas air secara umum dibutuhkan alat pengambil sampel

    sesuai dengan jenis air yang akan diuji.

    Pertama-tama alat tersebut dibilas dengan contoh yang akan diambil

    sebanyak 3 kali lalu dilakukan pengambilan sampel sesuai dengan peruntukan

    analisis dan dimasukkan ke dalam wadah yang sesuai. Setelah itu segera

    dilakukan pengujian untuk parameter suhu, kekeruhan, daya hantar listrik, dan pH

    yang dicatat dalam buku catatan khusus.

    Sedangkan untuk cara pengambilan contoh untuk pengujian kandungan

    oksigen terlarut diperlukan sarung tangan lateks yang harus terus dipakai (tidak

    boleh mengggunakan sarung tangan plastik atau sintetis). Dalam pengambilan

    sampel untuk analisa kandungan oksigen terlarut, sampel tidak boleh terkocok

    untuk menghindari aerasi yang akan menyebabkan kandungan oksigen terlarut

    menjadi bertambah sehingga hasil analisa tidak representatif.

    2.2. Air Kran

    Peraturan pemerintah No.20 tahun 1990 mengelompokkan kualitas air

    menjadi beberapa golongan menurut peruntukannya. Adapun penggolongan air

    menurut peruntukannya adalah sebagai berikut: (Effendi, 2003)

    1. Golongan A, yaitu air yang dipergunakan sebagai air minum

    secara langsung, tanpa pengolahan terlebih dahulu.

    2. Golongan B, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku air

    minum.

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    7/20

    3. Golongan C, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan

    perikanan dan peternakan.

    4. Golongan D, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan

    pertanian, usaha di perkotaan, dan pembangkit listrik tenaga air.

    Air yang keluar dari kran/ ledeng pada umumnya berasal dari perusahaan

    penyuplai air (PDAM). Air baku sebagai sumber air yang digunakan PDAM

    terdiri dari air tanah dalam, mata air, dan sungai. Air tanah dalam dan mata air

    biasanya berkualitas baik dan hanya memerlukan pengolahan sederhana untuk

    dapat digunakan sebagai air minum yang memenuhi syarat, sedangkan air

    permukaan biasanya memerlukan pengolahan lengkap agar dapat mencapai

    standar fisika, kimia maupun bakteriologis dari air minum. Sebagai contoh yaitu

    sumber air baku yang digunakan oleh PDAM DKI saat ini berasal dari sungai

    antara lain sungai Ciliwung, Krukut, Pesanggrahan, Saluran Sekunder Bekasi

    Tengah serta Banjir Kanal 2. Sedangkan sumber air baku PDAM Depok berasal

    dari sungai Ciliwung dan mata air Ciburial, Tangerang berasal dari sungai

    Cisadane dan sumur pompa yang berasal dari tanah dalam, Bekasi berasal dari

    waduk Jatiluhur yang dialirkan melalui Sungai Kalimalang (Raini et al., 2004).

    Air baku telah melalui sebuah proses fisik, kimia, dan biologi sehingga air

    tersebut memenuhi standar baku mutu (air golongan B). Air yang telah memenuhi

    standar baku mutu maka akan didistribusikan kepada masyarakat yang

    mempunyai instalasi pipa PDAM.

    Teknik sampling air kran terbagi atas dua cara yaitu cara pengambilan

    contoh untuk pengujian kualitas air secara umum dan cara pengambilan contoh

    untuk pengujian kandungan oksigen terlarut. Untuk cara pengambilan contohuntuk pengujian kualitas air secara umum dibutuhkan alat pengambil sampel

    sesuai dengan jenis air yang akan diuji.

    Pertama-tama buka kran dan biarkan air mengalir selama 3 menit lalu bilas

    alat dengan contoh yang akan diambil sebanyak 3 kali. Debit kran yang masuk ke

    dalam tempat sampel diatur sesuai dengan diameter mulut tempat sampel lalu

    ambil contoh sesuai dengan peruntukan analisis dan masukkan ke dalam wadah

    yang sesuai. Setelah itu segera dilakukan pengujian untuk parameter suhu,

    kekeruhan, daya hantar listrik, dan pH lalu dicatat dalam buku catatan khusus.

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    8/20

    Sedangkan untuk cara pengambilan contoh untuk pengujian kandungan

    oksigen terlarut diperlukan sarung tangan lateks yang harus terus dipakai (tidak

    boleh mengggunakan sarung tangan plastik atau sintetis). Dalam pengambilan

    sampel untuk analisa kandungan oksigen terlarut, sampel tidak boleh terkocok

    untuk menghindari aerasi yang akan menyebabkan kandungan oksigen terlarut

    menjadi bertambah sehingga hasil analisa tidak representatif.

    2.3. Parameter Kualitas Air Kran

    Pengujian parameter lapangan yang dapat berubah dengan cepat,

    dilakukan langsung setelah pengambilan contoh. Parameter tersebut antara lain:

    (Anonim3, 2008)

    a. pH

    b. suhu

    c. daya hantar listrik

    d. klor bebas

    e. oksigen terlarut

    2.4. Standar Air Minum dan Air Bersih

    2.4.1. Standar Air Minum

    Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No.907/MenKes/SK/VII/2002 yang

    dapat disebut sebagai air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat

    kesehatan dan dapat langsung diminum. Kualitas air harus memenuhi syarat

    kesehatan yang meliputi persyaratan mikrobiologi, fisika, kimia, dan radioaktif.

    Parameter-parameter yang sering diuji dan kandungan maksimum yang diizinkan

    dapat dilihat pada tabel berikut ini: (Chen, 2008)

    No. Parameter Satuan Maksimum

    A.FISIKA

    01. Bau - Tidak berbau

    02. TDS (Total Zat Padat

    Terlarut)

    mg/l 1000

    03. Kekeruhan Skala NTU 5

    04. Rasa - Tidak Berasa

    05. Warna Skala TCU 15

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    9/20

    B.KIMIA

    a. Kimia Anorganik

    01. Air Raksa (Hg) mg/l 0.001

    02. Aluminium (Al) mg/l 0.2

    03. Arsen (As) mg/l 0.05

    04. Besi (Fe) mg/l 0.3

    05. Kesadahan (CaCO3) mg/l 500

    06. Klorida mg/l 250

    07. Mangan (Ma) mg/l 0.1

    08. Nitrat sebagai N (NO3) mg/l 10

    09. Nitrit sebagai N (NO2) mg/l 1.0

    10. PH - 6.5 s/d 8.511. Sianida (Si) mg/l 0.1

    12. Sulfat (SO4) mg/l 400

    13. Tembaga (Cu) mg/l 1.0

    14. Timbal (Pb) mg/l 0.05

    b. Kimia Organik

    01. Benzene mg/l 0.01

    02. Chloroform mg/l 0.03

    03. DDT mg/l 0.03

    04. Detergen mg/l 0.05

    05. Pestisida Total mg/l 0.10

    06. Zat Organik (KMnO4) mg/l 10

    C. MIKROBIOLOGI

    01. E-Coli koloni/100

    ml

    0

    02. Total Koliform koloni/100

    ml

    0

    D. RADIOAKTIF

    01. Gross Alpha Activity Bq/l 0.1

    02. Gross Beta Activity Bq/l 1.0

    Keterangan: mg= miligram, ml= mililiter, l= liter, Bq= Bequerel, NTU =

    Nephelometrik Turbidity Units, TCU= True Colour Units.

    2.4.2. Standar Air Bersih

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    10/20

    Mengutip Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor

    1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja

    Perkantoran dan Industri terdapat pengertian mengenai air bersih yaitu air yang

    dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan

    kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

    dan dapat diminum apabila dimasak.

    Air bersih di sini dikategorikan hanya untuk yang layak dikonsumsi, bukan

    layak untuk digunakan sebagai penunjang aktifitas seperti untuk MCK. Karena

    standar air yang digunakan untuk konsumsi jelas lebih tinggi dari pada untuk

    keperluan selain dikonsumsi. Ada beberapa persyaratan yang perlu diketahuimengenai kualitas air tersebut baik secara fisik, kimia, dan juga mikrobiologi.

    1. Syarat fisik, antara lain:

    a. Air harus bersih dan tidak keruh

    b. Tidak berwarna apapun

    c. Tidak berasa apapun

    d. Tidak berbau apaun

    e. Suhu antara 10o-25o C (sejuk)

    f. Tidak meninggalkan endapan

    2. Syarat kimiawi, antara lain:

    a. Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun

    b. Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan

    c. Cukup yodium

    d. pH air antara 6,5 9,2

    3. Syarat mikrobiologi, antara lain:

    Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus,

    kolera, dan bakteri patogen penyebab penyakit (Anonim2, 2010).

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    11/20

    (Halaman ini sengaja dikosongkan)

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    12/20

    BAB III

    METODOLOGI

    3.1 Waktu dan Tempat Praktikum

    Praktikum ini dilakukan pada tanggal 28 September 2010 pada pukul

    10.30-12.10 di rumah penduduk daerah

    3.2. Bahan dan Alat

    3.2.1. Alat

    - Meteran

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    13/20

    - Tongkat Kayu

    - Alat pengambil sampel

    - Wadah penyimpan sampel

    - Botol KOB

    - DO meter

    3.2.2 Bahan

    - Air tanah

    - Air kran

    3.3. Prosedur Kerja Air Tanah

    3.3.1. Cara Pengambilan Contoh Untuk Pengujian Kualitas Air Secara

    Umum

    3.3.2. Cara Pengambilan Contoh Untuk Pengujian Oksigen Terlarut

    Menyiapkan alat pengambil contoh air tanah

    Membilas alat dengan air tanah

    Mengambil contoh air tanah untuk analisis

    Membilas alat dengan air tanah

    Melakukan dengan segera pengujian untuk parameter suhu,

    kekeruhan, daya hantar listrik dan pH

    Mencatat hasil pengujian parameter

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    14/20

    3.4. Prosedur Kerja Air Kran

    3.4.1. Cara Pengambilan Contoh Untuk Pengujian Kualitas Air Secara

    Umum

    Menggunakan sarung tangan lateks

    Membilas alat den an air tanah

    Mengambil contoh air tanah untuk analisis

    Memasukkan ke dalam wadah dengan hati-hati

    tanpamenimbulkan aerasi

    Melakukan dengan segera pengujian untuk kadungan oksigen

    terlarut

    Mencatat hasil en u ian arameter

    Menyiapkan alat pengambil contoh air kran

    Membuka air kran dan membiarkannya selama 3 menit

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    15/20

    3.4.2. Cara Pengambilan Contoh Untuk Pengujian Oksigen Terlarut

    Membilas alat dengan air kran sebanyak 3 kaliMengatur debit kran yang masuk ke dalam tempat sampel

    sesuaidengan diameter mulut tutup sampel

    Mengambil serta memasukkan air ke dalam wadah untukanalisis

    Melakukan dengan segera pengujian untuk parameter suhu,

    kekeruhan, daya hantar listrik dan pH

    Mancatat hasil analisa arameter

    Menggunakan sarung tangan lateks

    Mengambil contoh air tanah untuk analisis

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    16/20

    (Halaman ini sengaja dikosongkan)

    Membilas alat dengan air kran

    Memasukkan ke dalam wadah dengan hati-hati

    tanpamenimbulkan aerasi

    Melakukan dengan segera pengujian untuk kadungan oksigen

    terlarut

    Mencatat hasil en u ian arameter

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    17/20

    BAB IV

    4.1 Analisis dan Pembahasan

    Pada praktikum ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yaitu

    melakukan sampling air yang benar dan mengetahui parameter yangmempengaruhi kualitas air sampel. Parameter yang harus diukur yaitu suhu,

    kekeruhan, pH, dan DO (kadar oksigen yang terlarut dalam air. Hal ini sangat

    penting untuk diketahui karena jika tidak memenuhi standar nasional Indonesia

    (SNI) maka air tersebut belum layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Sampel

    air yang diambil adalah air tanah dan air kran yang terletak di daerah

    Pengambilan sampel air tanah dilakukan di sebuah sumur dengan cara

    mengukur kedalaman sumur terlebih dahulu dengan tali yang dipasangi pemberat.

    Menurut SNI, sampel air sumur yang diambil adalah setengah dari kedalaman

    sumur tersebut kemudian memasukkan alat pengambil sampel

    air ke dalam sumur hingga botol pada alat tersebut terisi penuh oleh air. Setelah

    itu, mengangkat alat tersebut dan memasukkan sampel air ke dalam wadah. Syarat

    wadah untuk pengambilan sampel air harus memenuhi syarat-syarat sebagai

    berikut yaitu:

    1. Terbuat dari bahan gelas atau plastic poli etilen (PE) atau poli propilen

    atau Teflon (Poli Tetra Fluoro Etilen, PTFE)

    2. Dapat ditutup dengan kuat dan rapat;

    3. Besih dan bebas kontaminan

    4. Tidak mudah pecah5. Tidak berinteraksi dengan contoh

    Wadah yang akan digunakan harus dibersihkan terlebih dahulu, agr tidak

    terkontaminasi dengan sampel lapangan, karena sangat mempengaruhi hasil dari

    analisis dan juga harus membawa jumlah yang lebih dari yang dibutuhkan serta

    menjamin kualitasnya. Dalam memasukkan sampel harus melewati..

    agar tdak terjadi aerasi. Aerasi adalah sebelum

    memasukkan sampel, wadah terlebih dahulu dibilas dengan air sampel,

    pembilasan ini dilakukan untuk membuat wadah memiliki kondisi seperti sampel

    dan data analisis sampel lebih akurat.

    Sampel air kran yang diambil berasal dari PDAM yang didistribusikan

    melalui jaringan pipa. Namun beberapa distribusi yang dilakukan PDAM kurang

    memenuhi standar kualitas air yang layak untuk dikonsumsi. Hal ini disebabkan

    karena PDAM mengolah air sungai yang kotor menjadi air bersih dengan cara

    penjernihan (koagulasi) menggunakan bahan kimia yaitu CaCI2 (Kalium klorida).

    Prinsip koagulasi yaitu menggumpalkan kotoran yang berupa molekul makro.

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    18/20

    pH

    Pengaruh pH terhadap kualitas air, menyebabkan baku mutu air untuk lyak

    dikonsumsi. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI), air yang layak

    dikonsumsi memiliki pH....................................

    Pada praktikum ini, pengukuran pH sampel menggunakan pH meter. pH meter

    harus dikalibrasi terlebih dahulu dengan menggunakan akuades sebagai trayek pH

    normal yaitu pada sekitar pH yang akan diukur, Kalibrasi dengan buffer standard

    pH 4,01 untuk sistem asam, buffer standar pH 7,00 untuk sistem netral, dan buffer

    standar pH 10,01 untuk sistem basa. Setelah itu, mengukur sample air yang telah

    diambil.(air tanah dan air kran) dengan cara mencelupkan kabel indikator. Pada

    layar pH meter akan terlihat angka hasil pengukuran. Dari praktikum ini,

    didapatkan pH air kran sebesar

    Kekeruhan

    Kekeruhan adalah Ukuran yang menggunakan efek cahaya sebagai dasar

    untuk mengukur keadaan air baku dengan skala NTU (nephelo metrix turbidity

    unit) atau JTU (jackson turbidity unit) atau FTU (formazin turbidity unit),

    kekeruhan ini disebabkan oleh adanya benda tercampur atau benda koloid di

    dalam air. Hal ini membuat perbedaan nyata dari segi estetika maupun dari segi

    kualitas air itu sendiri.

    Pengukuran turbiditas pada sample air (air tanah dan air kran)

    menggunakan turbidimeter. Dalam praktikum ini air kran memiliki niilai

    kekeruhan yang lebih tinggi daripada air tanah yaitu . NTU. Sebagaimana

    yang telah diketahui bahwa semakin tinggi turbiditas maka semakin keruh sampel

    air tersebut. Kekeruhan pada air kran tersebut diakibatkan karena sumber air yang

    diolah oleh PDAM merupakan air sungai setempat yang kemudian dijernihkan

    dengan tawas. Secara kimia, penjernihan dengan tawas tidak dapat mengkoagulasi

    kotoran yang mikro, sehingga kekeruhan air masih tidak dapat dihilangkan.

    Sedangkan air tanah memiliki turbiditas yang lebih rendah karena air tanah telahmengalami proses filtrasi alamiah oleh lapisan batuan di bawah permukaan tanah.

    Suhu

    Suhu adalah satuan

  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    19/20

    Dari praktikum telah didapatkan suhu air kran sebesar.

    DAFTAR PUSTAKA

    Anonim1. 2008.Newsletter Inisiatif. NTT.

    Anonim2. 2010. Seperti Apa Standar Air Bersih.

    http://www.kamusilmiah.com/kesehatan/seperti-apa-standar-air-bersih/

    Diakses tanggal 27 September 2010.

    Anonim3. 2008. SNI 6989.58:2008, Air dan Air Limbah-Bagian 58: Metoda

    Pengambilan Contoh Air Tanah. Standar Nasional Indonesia, Jakarta.

    Chen, Ngadi. 2008. Standar Air Minum.

    http://airmurniro.wordpress.com/2008/11/15/air-minum/

    Diakses tanggal 27 September 2010.

    Effendi, Hefni. 2003. Telaah Kualitas Air: Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan

    Lingkungan Hidup . Yogyakarta: Kanisus.

    Gelhar, W.R. 1972. The Aqueous Underground. Technology Review. MIT.

    Raini, M, et al. 2004.Kualitas Fisik dan Kimia Air PAM di Jakarta, Bogor,

    Tangerang, Bekasi Tahun 1999 2001. Media Litbang Kesehatan Volume

    XIV No.3 Tahun 2004.

    Seyhan, E. 1977.Dasar-dasar Hidrologi. Yogyakarta: Gajah Mada University

    Press.

    http://www.kamusilmiah.com/kesehatan/seperti-apa-standar-air-bersih/http://airmurniro.wordpress.com/2008/11/15/air-minum/http://www.kamusilmiah.com/kesehatan/seperti-apa-standar-air-bersih/http://airmurniro.wordpress.com/2008/11/15/air-minum/
  • 7/23/2019 Lap. Pendahuluan Air Tanah Dan Air Kran

    20/20

    Widyoleksono, T. et al. 2010. Petunjuk Praktikum Metode dan Teknik Analisis

    Lingkungan.