of 32 /32
KONJUNGTIVA, PALPEBRA, APPARATUS LAKRIMALIS, SKLERA, KORNEA Disampaikan oleh: Dr Endang Purwanti, Sp.M.,M.Kes

Kuliah - Konjungtiva, Palpebra, Apparatus Lakrimalis, Sklera, Kornea - Dr. Endang

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kuliah

Text of Kuliah - Konjungtiva, Palpebra, Apparatus Lakrimalis, Sklera, Kornea - Dr. Endang

KONJUNGTIVA

KONJUNGTIVA, PALPEBRA, APPARATUS LAKRIMALIS, SKLERA, KORNEADisampaikan oleh:Dr Endang Purwanti, Sp.M.,M.KesPEMERIKSAAN MATA1. Anamnesis riwayat penyakit2. Pemeriksaan phisik3. Pemeriksaan penunjang

ANAMNESAUmur PekerjaanGejala : a. Penurunan Visus: brp.lama, terjadinya, ka/ki b. Perubahan Visus: - bentuk obyek - perubahan warna - Halo - Bayangan - field defects 4. Rasa sakit / discomfort- eye-eche- rasa panas dan gatal- Photophobia

PEMERIKSAAN- Pembengkaan/oedema- Tumor- Perubahan letak/ posisi- Perubahan warnaDIPLOPIAEKSUDAT / EPIPHORAINSPECTION EXTERNAL OCULAR STRUCTURES - kelopak mata, konjungtiva, kornea, sklera, appratus lacrimal - pupil - posisi bola mataOPHTHALMOSCOPIKAMPUSVISITONOMETRIPALPEBRAPEMERIKSAANPERUBAHAN WARNA : kulit dan silia- kemerahan: RADANG- putih : sikatrik, jamur,vitiligo- biru : hematom- kuning : timbunan lemak/xantelesmaPERUBAHAN BENTUK: bengkak, retraksi,paralise- simitris/tidak, tepi kelopak, gerakan (n 5-10 detik)PALPASI: nyeri,benjolan,panas, kripitasi

KELAINAN KONGENITALKOLOBOMA: hilangnya sebagian kulit atau adnexa mataEPIKANTUS: lipatan kulit vertikal pada sisi hidung(normal pada ras mongoloid)ENTROPIONEKTROPIONBLEPHAROKALASISPTOSISLAGOFTHALMOS

INFEKSIHORDEULUM peradangan supurativ pada glandula Meibom (hordeulum internum) / Zeis Moll ( H. eksternum)Bakteri staphilococus paling seringGejala rasa sakit , pembengkaan.Terapi: kompres hangatABInsisiKomplikasi celulitis, abses

2. KALASION- Granulomatous inflammation- Kausa tidak diketahui (abstruksi)-Kalau terinfeksi --> Hordeulum- Tidak ada rasa sakit- Apabila sangat besar mengganggu Visus- Terapi: insisi/curettage 3. Blepharitis- Dua tipe: ulceratif & non ulceratif (seborrheic)- Gejala: merah, gatal, rasa panas- Komplikasi: - conjungtivitis - keratitis- Terapi: ABsteroidHerpes Zoster OftalmikusINFEKSI HZ VIRUSGANGLION GASSERISERING TERJADI PADA ORANG TUA (> 50 Th)BERHUBUNGAN DENGAN GIZI BURUK , AIDSUKK pada ujung hidung --> n. nasosiliaris ( tandaHUTCHINSON) --> uveitisPENGOBATAN:- anti viral- steroid- analgetikKOMPLIKASI: keratitis, uveitis, glaukoma sekunderSISTEM LAKRIMALFUNGSI AIR MATA : membasahi kornea dan konjungtivapH 7 (7,35)REFLEX SEKRESI : Dasar : 5-10 detik, kendali n parasimpatis (n. fasialis)Stimulasi: akibat benda asing (sensoris n. trigeminus)

SISTEM SEKRESI: KEL. LAKRIMAL UTAMA (95%)KEL. LAKRIMAL TAMBAHAN (5%)- Krause, wolfering- Meibome- Moll- Zeis- sel GobletSISTEM EKSKRESIALIRAN:PRODUKSI BERKEDIP : diratakan EKSKRESI (perubahan tekanan pada sakus dari positip--> negatip)

PUNCTUM LAKRIMALE SUP/INF --> KANALIKULI--> SAKUS --> DUKTUS NASO LAKRIMALE --> MEATUS NASI INF --> NASOPHARING --> LAMBUNG

LAPISAN AIR MATA1. LAPISAN SUPERFISIAL: lapisan lipid (penguapan)2. LAPISAN TENGAH: - Paling tebal ( seperti air)- Memberi oksigen- Anti bakteri- Serat optik3. LAPISAN DALAM: lapisan musin-Membuat kornea halus

PEMERIKSAAN- Tes Regurgutasi : penekanan pada sakus

- Tes fluorecin: ditetesi, diminta untuk beringus/bersin

- Tes Anel: dimasukkan cairan garam fisiologis lewat pungtum, jika cairan keluar melalui pungtum superior berarti terdapat sumbatan.Bila cairan terasa masuk dalam hidung atau mulut berarti duktus nasolakrimalis normal.

- Sonde: mengetahui obstruksi permanen / tidak

- Dakriositografi: Foto Ro dengan kontras DACRYOCYSTITIS- Infeksi pada sakus lakrimalis- acut / kronis, unilateral- orang tua, menopause- Penyebab flora di daerah mata-Gejala klinis: - nrocos, discharge - pembengkaan- Terapi: - AB, kompres hangat - Tindakan operatipCANALICULITIS infeksi pada ecretory duct gld. LakrimalisDACRYOADENITIS infeksi pada kelenjar lakrimalisOBSTRUKSI DUKTUS NASOLAKRIMALIS

- Pada bayi karena belum terbukanya duktus nasolakrimalis.- Pada orang tua karena berkurangnya serabut elastis.

Gejala klinis: ---epifora - keluar sekret tidak berespon terhadap pengobatanPemeriksaan: penekanan pada sakus lakrimalis, diamati ada tidaknya regurgitasi pus atau mucusKONJUNGTIVAPEMERIKSAAN ANAMNESA : keluhan, rwuayat penyakit, obat yg dipakai,, lama sakitnyaCARA: melihat kebawah, membalikkan palpebra superior .NORMAL: merah muda, tipis, halus, basah, mengkilatSEKRET: serosa mukoid purulenETIOLOGIABACTERIALA.1.PURULENDIPLOCOCCUS, STAPHILOC., GONOCOC.,HEMOPHILUS A.2.NON PURULENTBC, CORYNEBACTERIUM DIPHTHERIEBVIRAL TRACHOMA, HERPES, ADENOVIRUSCALLERGIVERNAL, PHLYCTENULAL CONJUNGIVITISDPHYSICAL CORPUS ALIENUM (ASAM/BASA)EMETABOLIC KERATOCONJUNGTIVITIS SICCAFFUNGAL CANDIDA ALBICAN, GPARASITIC FILARIA, CACINGHSPIROCHETAL TRIPONEMA PALIDUMIUNKNOW ETIOLOGYCONJUNCTIVITISPaling sering terjadi disebabkan virus, sangat menularGejala khas: - discharge - mata merah, edema, sakitBilateralTerapi : - self limited - AB - SteroidKomplikasi: KeratitisTRACHOMASering terjadi pada daerah yg sanitasi kurang baikMudah menular lewat contactPathology: merupakan lymphocytic reactio yang berakhir menjadi necrosis dan cicatrization didaerah palpebra superior dan limbus konea superior.Gejala Klinis: gatal dan rembes / banyak discharge bila terjadi secunder infeksiStadium :1. TF trakoma folikel folikel konj. tarsal2. TI trakoma infiltrasi ifiltrasi difuse3. TS trakoma sikatrik - parut 4. TT trakoma trikiasis5. CO corneal opacityTerapi:- preparat Tetrasiklin topikal- tetrasiklin / eritromicin sistemis- pengobatan terhadap komplikasi - trasplantasi kornea, plastic surgeryCHEMICAL CONJUNGTIVITIS Dibedakan ASAM dan BASA ASAM : menimbulkan precipitate protein jaringan sehingga kerusakan dapat terlokalisir.BASA : tidak menimbulkan precipitate protein sehingga kerusakan jaringan meluas dan mendalam Gejala: rasa sakit, mata merah, kabur, blepharospasmeTerapi: irigasi tidak harus diberikan antidotumnyaDEGENERASIPINGUIKULA-Sering terjadi pada orang dewasa-Nodule berwarna kekuningan didaerah rima terutama bagian nasal- Degenerasi hyalin

PTERYGIUMBiasanya bilateral, paling sring di bagian nasalMerupakan perluasan jaringan fibrovaskuler subkonjungtiva ,berbentuk segitiga dengan puncak pada korneaPenyebab faktor iritasi yang terus menerus, banyak diderita petani/nelayanTerapi: operasi bila menutupi pupilDefrensial Diagnosa: - Pseudopterigium - Simblepharon - Flap (pterigium artefisial)KORNEAKERATITISDifinisi: peradangan di korneaGejala: - perikorneal injeksi - penurunan visus - terdapat infiltrat pada kornea - blepharospasmePatofisiologi:- infeksi eksogen- infeksi endogen /reaksi alergi- perluasan infeksi dari konjungtiva/sklera/uvea

Pemeriksaan:- Tes Placido: - mrintis --> oedem/infiltrat - terputus --> defek epitel - mleyok --> sikatrikTerapi : - ABULKUS KORNEADefinisi: infeksi kornea disertai proses nekrose sehingga terdapat hilangnya sebagian jaringan kornea.Gejala : hampir sama dengan keratitis akan tetapi lebih berat, kadang-kadang disertai sekret.Patofisiologi: - infeksi eksogen didahului kerusakan kornea kecuali infeksi gonococcus. - Kondisi yang memungkinkan bakteri normal menjadi patogen: - penggunaan steroid yang lama - keratomalaciaSKLERAEPISKLERITIS- Berbentuk noduler, unilateral, diaerah temporal- Etiologi: tidak diketahui.- Gejala: sakit, photophobia, tenderness, injection.- Terapi: steroid tts mata-Sering kambuhSKLERITIS- peradangan non spesifik, kausa tidak diketahui- kejadian jarang- Berbentuk diffus- Gejala: rasa sakit terutama saat menggerakan mata, photophobi- Terapi: resisten terhadap semua pengobatanDAFTAR KEPUSTAKAAN

Bedford, M.A. 1986 A Colour Atlas of Ophthalmology Diagnosis, 2 nd ed. Wolfe Medical Publications Ltd., LondonKanski, J.J. 1989 Clinical Optahalmology, 2nd ed.Butterworth & Co Publiser Ltd., HongkongSuhardjo, hartono 2007. Ilmu Kesehatan Mata, Bagian Ilmu Penyakit Mata FKUGM. Yogyakarta

Vaughan D. Asbury T. Riordoan-Eva P. 1992. General ophthalmology, 9 th. Ed . Lange Medical Publication, Los Altos, California