askep konjungtiva

  • View
    78

  • Download
    6

Embed Size (px)

Text of askep konjungtiva

  • ASUHAN KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN

    ASUHAN KEPERAWATAN

    PADA KLIEN PADA KLIEN PADA KLIEN

    PADA KLIEN

    DENGAN GANGGUAN KONJUNGTIVA

    Ns. INDRIANA N.I.

  • KONJUNGTIVITISKONJUNGTIVITISKONJUNGTIVITIS

    KONJUNGTIVITIS

    Konjungtivitis adalah infeksi atau inflamasi pada konjungtiva mata dan biasa dikenal sebagai pink eye.Konjungtivitis biasanya tidak ganas dan bisa sembuh sendiri. Dapat juga menjadi kronik dan hal ini mengindikasikan perubahan degeneratif atau kerusakan akibat serangan aakut yang berulang.Klien sering datang dengan keluhan mata merah. Pada konjungtivitis didapatkan hiperemi dan injeksi konjungtiva, sedangkan pada iritasi konjungtiva hanya injeksi konjungtiva dan biasanya terjadi karena mata lelah, kurang tidur, asap, debu dll.

  • PENYEBAB

    Konjungtivitis inflamasi dapat terjadi karena terpapar alergen / iritan dan tidak menular.Konjungtivitis infeksi lebih banyak disebabkan oleh infeksi bakteri / virus dan mudah menular.Penyebab tersering meliputi bakteri, virus dan chlamydia. Sedangkan penyebab yang kurang sering adalah alergi, penyakit parasit dan yang jarang adalah infeksi jamur atau occupational irritant. Bentuk idiopatik dapat berhubungan dengan penyakit sistemik tertentu seperti eritema multiformis dan penyakit tiroid.

  • JENIS - JENISKonjungtivitis Alergi/Konjungtivitis Vernal.Konjungtivitis Alergi/Konjungtivitis Vernal.Konjungtivitis Alergi/Konjungtivitis Vernal.

    Konjungtivitis Alergi/Konjungtivitis Vernal.

    Musiman, berhub dgn sensitivitas thd serbuk, protein hewani, bulu, mknn/zat-2 ttt, gigitan serangga &/atau obat (atropin & antibiotik golongan Mycin).

    Dpt tjd stlh terpapar zat kimia (hair spray, make up, asap rokok). Asma, demam kering & eksim juga berhub dgn conjunctivitis alergi.

    Simptom : oedem konj. ringan berat, sensasi terbakar & injeksi vaskuler. Tdp lesi-2 hiperemis dgn bag tengah avaskuler (papila/cobblestone appearance) terut pd tarsus superior. Lakrimasi kdg tjd. Rasa gatal adl yg plg parah pd bentuk konj. ini. Kdg-2 didptkan sekret spt air.

  • FIGURE 11. Toxic conjunctivitis secondary to topical neomycin therapy and characterized by a lymphoid follicular reaction of the tarsal conjunctiva.

  • Konjungtivitis Infektif/bakteriKonjungtivitis Infektif/bakteriKonjungtivitis Infektif/bakteri

    Konjungtivitis Infektif/bakteri

    ...

    .

    Juga berhub dgn pink eye & mudah menular.

    Wabah pink eye dpt tjd pd populasi yg padat & dgn standard kesehatan yg rendah.

    Penyebab : Staphilococcus aureus. Dpt tjd stlh terpapar Haemophilus influenza, pneumokok atau N. Gonorhoea. Dpt bersamaan dgn morbili, parotitis epidemika, blefaritis, obstruksi duktus nasolakrimalis, krn penyinaran cahaya (= konjungtivitis elektrika).

    Simptom : Dilatasi pb drh dgn prdrhn mirip pita dr pemb-2 drh konjungtiva, edema konj. ringan, epifora & sekret pd awalnya encer akibat epifora ttp bertahap mjd lbh tebal/ mukus & mjd purulen yg menyebabkan kelopak mata menyatu dlm posisi tertutup terut saat bangun tidur pagi.

    Eksudasi lebih berlimpah pada konjungtivitis jenis ini.

    Kerusakan kecil pada epitel kornea bisa didapatkan.

  • Neonatal hyperacute purulent conjunctivitis caused by Neisseria gonorrhoeae. Acute bacterial conjunctivitis caused by

    Streptococcus pneumoniae

  • Konjungtivitis Viral.Konjungtivitis Viral.Konjungtivitis Viral.

    Konjungtivitis Viral.

    Akibat infeksi human adenovirus (plg sering adlh keratokonjungtivitis epidemika) /dr pnykt virus sistemik spt mumps & mononucleosis.

    Biasanya disertai dgn pbtkan folikel shg dsbt juga konjungtivitis folikularis.

    Simptom : pbesaran kelj limfe pre auricular, fotofobia & sensasi benda asing pd mata. Epifora simptom terbanyak. Konjungtiva dpt

    mjd kemerahan & bs tjd nyeri periorbital.

  • FIGURE 10. Bilateral acute adenovirus conjunctivitis.FIGURE 9. Acute adenovirus conjunctivitis with subconjunctival hemorrhage.

  • Diagnosis dan TreatmentDiagnosis dan TreatmentDiagnosis dan Treatment

    Diagnosis dan Treatment

    Diagnosis :Smears konjungtiva menunjukkan :Predominant monocyte jika disebabkan oleh virus.Sel PMN (neutrofil) jika disebabka oleh bakteri.Eosinofil jika disebabkan oleh alergi.Kultur dan test sensitivitas dilakukan untuk menentukan terapi.

  • Terapi :Bakteri : Antibiotik/sulfonamide topicalVirus : Sulfonamide/Antibiotika tetes mata spectrum luas untuk mencegah infeksi sekunder.Alergi : Vasokonstriktor tetes seperti naphazoline, kompres dingin dan antihistamin oral.

  • PatofisiologiPatofisiologiPatofisiologi

    Patofisiologi

    Konjungtiva tpapar bnyk mikroorg. & faktor lingk. lain. Mek. perlindungan : Unsur berair film air mata mengencerkan materi infeksi, mucus menangkap debris & pemompaan palp. mhanyutkan air mata ke duktus air mata & air mata mengandung substansi anti mikroba termasuk lisozym. Agen perusak cedera epitel konj. diikuti edema epitel, kematian sel & eksfoliasi, hipertrofi epitel / granuloma. Bs jg tdpt edema pd stroma konj. (kemosis) & hipertrofi lapis limfoid stroma (pbtkan folikel). Sel-2 radang bermigrasi dr stroma konj. mell epitel ke permk bergabung dgn fibrin & mucus dr sel goblet, mbtk eksudat konj. perlengketan tepian palpebra saat bangun tidur.Peradangan dilatasi pb-pb konj. post. hiperemi (plg nyata pd fornix & ke arah limbus) biasanya didptkan oedem & hipertrofi papilla yg sering disertai sensasi benda asing, tergores/panas/gatal mergsg sekresi air mata. Tran- sudasi ringan jg timbul dr pb drh yg hiperemi & menambah jml air mata. Jika klien mengeluh sakit pd iris/badan silier berarti kornea terkena.

  • Proses KeperawatanProses KeperawatanProses Keperawatan

    Proses Keperawatan

    PengkajianPengkajianPengkajian

    Pengkajian

    AnamnesaKaji gejala yang dialami klien sesuai dengan jenis konjungtivitis yang terjadi, meliputi :Gatal dan rasa terbakar pada alergi.Sensasi benda asing pada infeksi bakteri akut dan infeksi virus.Nyeri dan fotofobi jika kornea terkena.Keluhan peningkatan produksi air mata.Pada anak-anak dapat disertai dengan demam dan keluhan pada mulut dan tenggorokan.Kaji riwayat detail dari masalah sekarang dan catat riwayat injury atau terpapar lingkungan yang tidak bersih.

  • Proses KeperawatanProses KeperawatanProses Keperawatan

    Proses Keperawatan

    Pemeriksaan Fisik (Inspeksi) :Hiperemi konjugtiva yg tampak paling nyata pd fornix & mengurang ke arah limbus.Kemungkinan adanya sekret :

    mukopurulen & berlimpah pd infeksi bakteri kelopak mata lengket Berair/encer pada infeksi virus.

    Oedem konjungtivaBlefarospasmeLakrimasi.Konjungtiva palpebra : merah, kasar spt beludru krn ada oedema & infiltrasi.Konjungtiva bulbi : injeksi konjungtival banyak, kemosis, dpt ditemukan pseudo membrane pd infeksi pneumokok. Kdg-kdg disertai prdrhn sub konjungtival kecil-2 baik di konj. palp./bulbi yg biasanya disebabkan pneumokok/virus.

    Pemeriksaan Laboratorium

    Pemeriksaan Visus : kaji visus klien & catat derajad pand. perifer klien krn bila tdpt sekret yg menempel pd kornea dpt menimbulkan kemunduran visus/ melihat halo.

  • DIAGNOSA KEPERAWATAN

    Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan edema dan iritasi konjungtiva ditandai dengan peningkatan eksudasi, fotofobia, lakrimasi dan rasa nyeri.

    Resiko tinggi penularan penyakit pada mata yang lain atau pada orang lain berhubungan dengan keterbatasan pengetahuan klien tentang penyakit.

    Resiko injury berhubungan dengan penurunan lapang pandang.

  • INTERVENSI & IMPLEMENTASIGangguan rasa nyaman berhubungan dengan .

    Tujuan : Klien akan :Melakukan tindakan untuk mengurangi nyeri/ fotofobi/eksudasi.Menunjukkan perbaikan keluhan.

    Intervensi :Kompres tepi palpebra (mata dalam keadaan tertutup) dengan larutan salin selama kurang lebih 3 menit.Rasional : melepaskan eksudat yang lengket pada tepi palpebra.Usap eksudat secara perlahan dengan kapas yang sudah dibasahi salin dan setiap pengusap hanya dipakai satu kali.Rasional : membersihkan palpebra dari eksudat tanpa menimbulkan nyeri dan meminimalkan penyebaran mikroorganisme.Beritahu klien agar tidak menutup mata yang sakit.Rasional : mata yang tertutup merupakan media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme.Anjurkan klien menggunakan kacamata (gelap).Rasional : Pada klien fotofobi, kacamata gelap dpt me cahaya yg masuk pd mata shg sensitivitas thd cahaya . Pd konj.alergi, kacamata mengurangi ekspose thdp allergen/mencegah iritasi lingk.

  • Anjurkan klien wanita dgn konj.alergi agar menghindari /mengurangi penggunaan make up hingga semua gejala konjungtivitis hilang. Bantu klien mengident sb allergen yg lain. Tekankan pentingnya kacamata pelindung bagi klien yg bekerja dgn bahan kimia irritant.Rasional : Mengurangi ekspose allergen atau irritant.Kaji kemampuan klien menggunakan obat mata dan ajarkan klien cara menggunakan obat tetes mata atau salep mata.Rasional : mengurangi resiko kesalahan penggunaan obat mata.Kolaborasi dalam pemberian :

    AntibiotikRasional : mempercepat penyembuhan pada konjungtivitis infektif dan mencegah infeksi sekunder pada konjungtivitis viral.Tetes mata diberikan pada siang hari dan salep mata diberikan pada malam hari untuk mengurangi lengketnya kelopak mata pada pagi hari.Analgesic ringan seperti asetaminofenRasional : mengurangi nyeri seperti nyeri periorbital pada konjungtivitis viral.Vasokonstriktor seperti naphazolineRasional : mengurangi dilatasi pembuluh darah pada konjungtivitis alergi. Antihistamin oral

  • Resiko tinggi penularan penyakit pd mata yg lain/pd orang lain berhub dengan .

    Tujuan : Klien akan :Mempunyai pengetahuan yang adekuat tentang tindakan pencegahan penularan.Melakukan tindakan pencegahan penularan penyakit.Tidak terjadi penularan penyakit pada mata yang lain atau orang lain.

    Intervensi :Beritahu klien utk cegah pertukaran sapu tangan, handuk & bantal dgn angg kelg yg lain. Sebaiknya gunakan tissue sekali pakai, bukan saputangan.Rasional : Meminimalkan resiko penyebaran infeksi.Ingatkan klien utk tdk menggosok mata yg sakit /kontak sembarangan dgn mata.Rasional : Menghindari peyebaran infeksi pada mata yang lain dan pada orang lain.Beritahu klien tehnik cuci tangan yang tepat. Anjurkan klien mencuci tangan sblm & ssdh melakukan pengobatan & gunakan saputangan/handuk bersih. Beritahu klien untuk menggunakan tetes atau salep mata dengan benar tanpa menyentuhkan ujung botol pada mata/bulu mata klien.Rasional : Prinsip higienis perlu ditekankan pada klien untuk mencegah replikasi kuman sehingga penyebaran infeksi dapat dicegah.Bersihkan alat yang digunakan untuk memeriksa klien.Rasional : Mencegah infeksi silang pada klien yang lain.

  • TRACHOMABtk konjungtivitis dgn scar bilateral, kronik & disebabkan oleh Chlamidia Trachomatis.Mrpkn penyebab utama kebutaan.Tdpt pd banyak daerah di Afrika, bbrp daerah Asia, suku Aborigin & Brazil Utara.Prevalensi & keparahan penykt tgtg standard hidup klien, personal hygiene, iklim, usia saat terkena serta frek. & jenis infeksi bacterial mata yg sdh ada. Insiden lbh tinggi tercatat di iklim panas, lembab praktek kebersihan di bwh standard.Dapat mengenai semua umur terut remaja & anak-anak.Ms inkubasi 514 hr. Btk akut lbh infeksius drpd btk sikatriks.Menyebar mell kontak langsung/bhn kontak. Umumnya dr angg kelg yg lain. Vektor serangga tu lalat dpt berperan sbg penular.Simptom : epifora, fotofobia, edema palp. & konj., drainase berlebihan, scar palp. & palp. berputar ke dlm abrasi kornea. Tdpt btk folikel pd konj. palp. dekat tarsus superior & pd limbus kornea. Iritasi merangsang pannus (membran fibrovaskuler yg timbul dr limbus dgn lengkung2 vaskuler meluas ke atas kornea), pertumbh pb drh baru dr limbus.

  • Komplikasi Komplikasi Komplikasi

    Komplikasi

    Parut konjungtiva mengubah lapisan air mata entropion & trikiasis ulkus kornea, inf. bacterial kornea & parut kornea.

    Manajemen KolaboratifManajemen KolaboratifManajemen Kolaboratif

    Manajemen Kolaboratif

    Kultur & smears utk menentukan organisme penyebab.Terapi : oral tetracyclin / eritromycin 3 4 mgg diikuti obat topikal jk obat sistemik tdk dpt digunakan/ditoleransi klien.Scar konjungtiva menutup akses sistem lakrimalis mengubah lapisan air mata infeksi & ulserasi kornea.Koreksi trikiasis utk mencegah parut trachoma lanjut.Fokus intervensi kprwtn memperbaiki kondisi sanitary :

    Kontrol fly population (populasi sekitar).Gunakan air hangat untuk membersihkan muka dan mata.Jangan bertukar baju mandi/handuk dan cuci dengan air panas.Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh mata (terutama jika terdapat sekret).Jika drainase keras mjd masalah, gunakan kompres hangat lembab.Cegah memasuki tempat ramai sblm infeksi sembuh.

  • Soal :Soal :Soal :

    Soal :

    Kasus : An B, 16 th datang ke Poli Mata dgn keluhan mata kiri terasa gatal, & rasa terbakar setelah makan udang. Hasil pemeriks : oedem, hiperemi konjungtiva & keluar sekret encer.

    Dari kasus di atas :Tentukan jenis konjungtivitis yang terjadi pada An. B. beserta alasannya !Lakukan pengkajian/pengelompokan data yang ada pada An. B. !Rumuskan diagnosa keperawatan yg terjadi berdasarkan hasil pengelompokan data !Susun rencana beserta rasional tindakan dari salah satu diagnosa keperawatan yang terjadi pada An. B. !Sebutkan implementasi dari rencana tindakan yang telah disusun !