Click here to load reader

KONTRIBUSI PEMBELAJARAN AKHLAK TASAWUF e- M... · PDF filetasawuf memberikan kontribusi terhadap adversity quotient mahasiswa IAIN Salatiga dibuktikan dengan pembentukan sikap dan

  • View
    235

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of KONTRIBUSI PEMBELAJARAN AKHLAK TASAWUF e- M... · PDF filetasawuf memberikan kontribusi...

i

KONTRIBUSI PEMBELAJARAN AKHLAK TASAWUF

TERHADAP ADVERSITY QUOTIENT

MAHASISWA IAIN SALATIGA TAHUN 2017

Oleh

FATHIMAH MUNAWAROH

NIM. 12010150045

Tesis diajukan sebagai pelengkap persyaratan

untuk gelar Magister Pendidikan

PROGRAM PASCASARJANA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA

2017

ii

iii

iv

v

ABSTRAK

Judul : Kontribusi Pembelajaran Akhlak Tasawuf Terhadap Adversity Quotient

Mahasiswa IAIN Salatiga.

Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui (1) Praktik Pembelajaran Akhlak

Tasawuf. (2) Adversity Quotient (AQ) mahasiswa IAIN Salatiga. (3) Kontribusi

Pembelajaran Akhlak Tasawuf Terhadap Adversity Quotient (AQ) Mahasiswa

IAIN Salatiga. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode wawancara,

pengamatan (observasi), dan dokumentasi.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa, pertama, pebelajaran akhlak tasawuf

di IAIN Salatiga termasuk kategori pembelajaran yang memenuhi komponen

pembelajaran akhlak tasawuf, diantaranya menggunakan pendekatan pengalaman

langsung dengan menggunakan metode proyek, dilengkapi dengan media dan

sumber belajar yang relevan, memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk

mengembangkan potensi dan memiliki tujuan marifatullah. Kedua, kecerdasan

adversity mahasiswa yang menunjukan kategori tinggi. Hal ini dibuktikan dengan

tingginya rata-rata skor mahasiswa dalam penilaian sikap dan perilaku sesuai

indikator AQ yang menunjukan skor 15 sampai 20. Ketiga, pembelajaran akhlak

tasawuf memberikan kontribusi terhadap adversity quotient mahasiswa IAIN

Salatiga dibuktikan dengan pembentukan sikap dan perilaku optimis, percaya diri,

mampu berbesar hati, mampu menahan cela, bercita-cita besar, menerima kritik

dan mampu mencapai target.

Kata kunci : Pembelajaran Akhlak Tasawuf, Adversity Quotient

vi

ABSTRACT

Title: The Contribution of Learning Moral Sufism to the Adversity Quotient of

IAIN Salatiga Students.

This study aims to know (1) Practice learning moral sufism. (2) Adversity

Quotient (AQ) of IAIN Salatiga students. (3) The contribution of Learning moral

sufism to the adversity quotient of IAIN Salatiga students. The type of this

research is qualitative with interview method, observation, and documentation.

The result of this research shows that, firstly, moral sufism in IAIN Salatiga has

component of sufism morality, such as using direct experience approach using

project method, equipped relevant media and learning resources, motivating

students to develop potential and has the purpose ma'rifatullah. Second, the

student's adversity intelligence that shows the high category. This is evidenced by

the high average student scores in the assessment of attitudes and behaviors

according to the AQ indicator that score is 15 to 20. Third, learning character of

moral sufism contributes to the adversity quotient of IAIN Salatiga students is

evidenced by the formation of attitude and optimistic behavior, confident , able to

be heartened, able to withstand reproach, aspire big, accept criticism and able to

reach the target.

Keywords: Learning of Moral Sufism, Adversity Quotient

vii

viii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................. iii

HALAMAN PERNYATAAN ......................................................................................... iv

ABSTRAK ............................................................................................................ v

PRAKATA .......................................................................................................... vii

DAFTAR ISI .................................................................................................................. viii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ................................................................................... 4

C. Signifikansi Penelitian ............................................................................ 4

D. Kajian Pustaka ........................................................................................ 5

E. Metode Penelitian .................................................................................. 18

F. Sistematika Penulisan ............................................................................ 27

BAB II PEMBELAJARAN AKHLAK TASAWUF DI IAIN SALATIGA . 22

A. Profil IAIN Salatiga .............................................................................. 22

B. Praktik Pembelajaran Akhlak Tasawuf di IAIN Salatiga ..................... 23

BAB III ADVERSITY QUOTIENT MAHASISWA IAIN SALATIGA ........ 34

A. Kemampuan Menghadapi Kesulitan ..................................................... 34

ix

B. Mampu Mengejar Target ...................................................................... 35

C. Memiliki Cita-Cita Besar ...................................................................... 36

D. Mampu Berbesar Hati ........................................................................... 37

E. Mampu Menahan Cela dan Menerima Kritik ....................................... 37

F. Memiliki Kepercayaan Diri ................................................................... 39

BAB IV PEMBENTUKAN SIKAP DAN PERILAKU SEBAGAI

KONTRIBUSI PEMBELAJARAN AKHLAK TASAWUF TERHADAP

ADVERSITY QUOTIENT MAHASISWA IAIN SALATIGA ........... ...........41

A. Pembentukan Sikap............................................................................... 41

B. Pembentukan Perilaku........................................................................... 45

BAB V PENUTUP ............................................................................................. 49

A. Simpulan ............................................................................................... 49

B. Saran...................................................................................................... 50

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... x

LAMPIRAN ....................................................................................................... xiii

RIWAYAT HIDUP PENULIS ........................................................................... lvi

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Krisis identitas diri, krisis managemen jodoh, krisis managemen profesi dan

masih banyak yang lain merupakan bagian dari permasalahan mahasiswa

yang kerap menjadi pemicu gejala penyakit rohani. Dikatakan sebagai

penyakit, karena permasalahan tersebut memiliki solusi yang terkadang sulit

ditemukan, sehingga tidak sedikit mahasiswa yang mengalami stres.1 Setiap

manusia tidak akan pernah terlepas dari segala permasalahan hidup, begitu

pula mahasiswa. Masalah yang mereka alami merupakan ujian untuk

menaikan derajatnya.

Manusia di era teknologi ini, dengan kerumitan hidupnya memiliki

tingkat stres yang lebih besar. Hal tersebut disebabkan karena adanya pola

sosialisasi dan komunikasi yang semakin tidak real dan adanya

ketergantungan terhadap fasilitas teknologi. Keterpisahan manusia dengan

teknologi dianggap suatu yang berdampak pada terjadinya depresi. Di sisi

lain, teknologi merupakan alat untuk mengatasi permasalahan hidup tetapi di

sisi yang lain dapat menciptakan permasalahan yang lebih kompleks.2

Generasi muda seperti para mahasiswa merupakan generasi yang sangat

melek teknologi dan tidak bisa terpisahkan dari fasilitas teknologi khususnya

teknologi komunikasi. Tuntutan gaya hidup, pekerjaan, kebutuhan primer,

1Ahmad Sultoni, Sang Maha-Segalanya Mencintai Sang Maha Siswa, Salatiga: STAIN

Salatiga Press, 2007, 12-16. 2 Ikhsan Kurnia dan Eva Dania, Transcendental Adversity Management, Yogyakarta:

Pustaka Ilmu, 2017, 6-7.

2

sekunder dan tersier di era teknologi semakin menuntut manusia memiliki

daya juang yang tinggi agar tetap bertahan dalam segala kesulitan dan tidak

mudah menyerah dengan keadaan.

Di zaman yang serba instan seperti sekarang banyak anak muda yang

menginginkan segala sesuatu dapat diraih secara instan tanpa harus banyak

mengeluarkan tenaga, waktu, biaya, dan pengorbanan. Hal tersebut

mengakibatkan pandangan terhadap pentingnya usaha sedikit bergeser.

Segala permasalahan memiliki solusi dan besar kecilnya permasalahan

tergantung bagaimana cara menyikapinya. Apakah dengan menyalahkan diri

sendiri, orang lain, keadaan, serta takdir, atau fokus terhadap solusi

penyelesaian masalah. Diperlukan adanya kemampuan b

Search related