Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Komitmen ... · PDF fileKOMITMEN ORGANISASIONAL PADA KARYAWAN PT. X ... adalah gaya kepemimpinan dalam organisasi atau ... anggota yang

  • View
    217

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Komitmen ... · PDF fileKOMITMEN ORGANISASIONAL...

  • HUBUNGAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN

    KOMITMEN ORGANISASIONAL PADA KARYAWAN PT. X JAKARTA

    OLEH

    BERNADHUS PANJI WIBISONO

    802011051

    TUGAS AKHIR

    Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Guna Memenuhi Sebagian Dari Persyaratan Untuk

    Mencapai Gelar Sarjana Psikologi

    Program Studi Psikologi

    FAKULTAS PSIKOLOGI

    UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

    SALATIGA

    2015

  • i

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan

    transformasional terhadap komitmen organisasional pada karyawan khususnya bagian promoter di

    PT. X Jakarta. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh

    dengan jumlah partisipan sebanyak 51 karyawan bagian promoter di PT. X Jakarta. Peneliti

    mengambil data gaya kepemimpinan transformasional dengan menggunakan Transformasional

    Leadership styles scale yang merupakan bagian dari Multifactor Leadership Questionnaire yang

    mempunyai empat dimensi yang dikemukakan oleh (Bass 1985) dan skala komitmen

    organisasional diambil dari teori Meyer dan Allen (1997) yang diadaptasi oleh penulis ke dalam

    bahasa Indonesia. Teknik analisa data menggunakan Spearman rho. Hasil yang diperoleh adalah

    r = 0,351 dengan sig. 1-tailed = 0,006 (p < 0,05). Hal ini berarti menyatakan adanya korelasi positif

    antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap komitmen organisasional pada karyawan

    bagian promoter PT. X Jakarta.

    Kata kunci: kepemimpinan transformasional, komitmen organisasional

  • ii

    Abstract

    The purpose of this study was to determine the relationship between transformational leadership

    on organizational commitment to employees, especially in the promoter staff PT. X Jakarta. 51

    employees of the staff promoter in PT. X Jakarta were recruited to participate in this study using

    saturate sampling method. Researchers took the data of transformational leadership style using

    Transformational Leadership styles scale that is part of a multifactor Leadership Questionnaire

    which has four dimensions proposed by (Bass 1985) and as well as the scale of organizational

    commitment is taken from the theory of Meyer and Allen (1997), which was adapted by the

    researchers into bahasa. The result shows r = 0,351 with sig. 1-tailed = 0,006 (p < 0,05). This

    means there is positive correlation between transformational leadership style and organizational

    commitment on employee PT. X promoter Jakarta.

    Keywords: transformational leadership style, organizational commitment

  • 1

    PENDAHULUAN

    Di jaman globalisasi seperti ini, para pelaku bisnis dan organisasi semakin

    kencang bersaing demi merebut posisi yang lebih baik di hati para konsumen dan

    bertahan dari gempuran pihak organisasi lain yang juga ingin merebut hati para

    konsumen. Kondisi demikian menuntut para pelaku bisnis atau organisasi berbenah

    diri dan menentukan strategi-strategi guna mempertahankan keutuhan oranisasinya,

    serta mendongkrak nama baik organisasinya, salah satunya dengan menciptakan dan

    mengelola sumber daya manusia (SDM) secara maksimal yang terdapat dalam

    organisasi tersebut.

    SDM menjadi aset yang berharga bagi suatu organisasi atau perusahaan.

    Sumber daya manusia atau karyawan harus selalu diperhatikan, dijaga dan

    dipertahankan, serta dikembangkan oleh organisasi (Killian, dalam Siagian, 1995).

    Oleh karena itu, karyawan merupakan aset berharga yang dimiliki oleh perusahaan

    dalam perkembangan produktifitas perusahaan, sehingga perusahaan membutuhkan

    penanaman sebuah komitmen organisasional dalam diri karyawan.

    Komitmen organisasi didefinisikan oleh Steers (1985) sebagai sifat hubungan

    antara individu dengan organisasi kerja, dimana individu mempunyai keyakinan diri

    terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi kerja, adanya kerelaan untuk menggunakan

    usahanya secara sungguh-sungguh demi kepentingan organisasi kerja serta

    mempunyai keinginan yang kuat untuk tetap menjadi bagian dari organisasi kerja.

    Dalam hal ini individu mengidentifikasikan dirinya pada suatu organisasi tertentu

    tempat individu bekerja dan berharap untuk menjadi anggota organisasi kerja guna

    turut merealisasikan tujuan-tujuan organisasi kerja. Meyer dan Allen (1997)

  • 2

    merumuskan suatu definisi mengenai komitmen dalam berorganisasi sebagai suatu

    konstruk psikologis yang merupakan karakteristik hubungan anggota organisasi

    dengan organisasinya dan memiliki implikasi terhadap keputusan individu untuk

    melanjutkan keanggotaannya dalam berorganisasi.

    Komitmen organisasi sangat berdampak positif bagi sebuah organisasi

    (Colquitt, LePine dan Wesson, 2011) karena mampu menghindari biaya pergantian

    pegawai yang tinggi, meringankan atau mengurangi supervisi pegawai, meningkatkan

    efektifitas organisasi (seperti kinerja tinggi, tingkat pergantian karyawan yang rendah,

    dan tingkat ketidakhadiran yang rendah.). Dan komitmen organisasi pada seorang

    karyawan akan menjadi tolak ukur loyalitas seorang karyawan kepada organisasi atau

    perusahaannya, dengan demikian dari loyalitas itu sendiri akan muncul semangat

    dalam bekerja dan optimisme dalam mencapai target yang ingin dicapai.

    Salah satu faktor penentu tinggi rendahnya suatu komitmen organisasional

    adalah gaya kepemimpinan dalam organisasi atau perusahaan tersebut. Sebagai bagian

    dari organisasi, kepemimpinan ikut mempengaruhi komitmen melalui hubungan

    antara atasan dengan bawahan antara karyawan dengan pemimpinnya (Meyer & Allen,

    1997). Gaya kepemimpinan dijelaskan sebagai suatu proses, perilaku atau hubungan

    yang membentuk pola tertentu yang menyebabkan suatu kelompok untuk bertindak

    secara bersama-sama atau bekerja sama sesuai dengan aturan dan atau tujuan bersama

    (Sarwono, 1999).

    Bass (dalam Wutun, 2001), menyatakan bahwa gaya kepemimpinan

    transformasional cenderung membangun kesadaran para bawahannya mengenai

    pentingnya nilai kerja dan tugas mereka untuk membangun komitmen organisasi

  • 3

    menjadi lebih kuat. Pemimpin berusaha memperluas dan meningkatkan kebutuhan

    melebihi minat pribadi serta mendorong perubahan tersebut ke arah kepentingan

    bersama termasuk kepentingan organisasi. Bass (dalam Wutun, 2001) menambahkan

    bahwa kepemimpinan transformasional adalah bagaimana pemimpin mengubah (to

    transform) persepsi, sikap, dan perilaku bawahan terlepas dari meningkat-tidaknya

    perubahan yang terjadi. Secara konseptual, kepemimpinan transformasional (to

    transform) adalah sebagai kemampuan pemimpin dalam mengubah lingkungan kerja,

    motivasi kerja, komitmen organisasi, pola kerja, dan nilai-nilai kerja bawahan

    sehingga bawahan akan lebih mengoptimalkan kinerja untuk mencapai tujuan

    organisasi dan hal-hal tersebut bertujuan membuat komitmen organisasi menjadi lebih

    kuat dan terikat bagi perusahaannya.

    Penerapan gaya kepemimpinan transformasional dilakukan oleh seorang

    atasan kepada para bawahannya untuk mengkomunikasikan visi dan misi perusahaan

    secara jelas dan mampu memotivasi para bawahannya agar dapat membangun sebuah

    kepercayaan dan kenyamanan dalam bekerja, dengan demikian keharmonisan dalam

    bekerja akan terbentuk (Thamrin, 2012). Selain itu para pemimpin memperdayakan

    kemampuan para pegawai secara optimal dan produktif, dengan cara stimulasi

    intelektual dan memperhatikan pegawai sebagai individu yang berbeda. Hal tersebut

    membuat pengaruh positif terhadap komitmen pegawai terhadap perusahaan (Bushra,

    2008).

    Adapun penelitian-penelitian sebelumnya juga telah menemukan adanya

    hubungan antara kepemimpinan transformasional, Hubungan antara kepemimpinan

    transformasional dengan komitmen organisasi yang memiliki hubungan yang positif

  • 4

    dan signifikan (Rizadinata, 2013). Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh

    signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja karyawan sementara kepuasan kerja

    karyawan berpengaruh signifikan dan positif terhadap komitmen organisasi, di sisi

    lain, gaya kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh tidak langsung terhadap

    komitmen organisasi (Dewi, 2013). Hasil yang berbeda ditemukan dalam penelitian

    Kaihatu dan Rini (2007) yang menemukan bahwa kepemipinan transformasional tidak

    mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi. Kepemimpinan

    transformasional bukan menjadi pengaruh yang mendasar dalam terbentuknya

    komitmen organisasional. Komitmen pada diri karyawan bisa terbentuk dari kepuasan

    kerja, motivasi dalam bekerja, dan sebagainya.

    Situasi kebutuhan akan komitmen organisasi juga dialami oleh PT. X di

    Jakarta. PT. X merupakan anak perusahaan dari X Financial Service Co., Ltd., yang

    saat ini beroperasi di Jepang dan 12 negara lain di Asia, dan merupakan bagian dari X

    Group, retailer terbesar di Jepang. Mulai beroperasi di Indonesia sejak tahun 2006,

    dengan fokus bisnis berbasis pada pusat belanja skala besar yang melayani

    komunitasnya dengan pelayanannya, yang meliputi toko ritel GMS (General

    Merchandise Store - Toko Barang Dagangan Umum), supermarket, apotek, toko

    penjual alat-alat rumah tangga, toko penjual kebutuhan sehari-hari, toko penjual

    kebutuhan khusus, pembangunan pusat belanja/mall, layanan keuangan, hiburan,

    makanan dan lainnya. Melalui hasil wawancara dan observasi di