Click here to load reader

DESKRIPSI PENYESUAIAN DIRI TERHADAP TEMAN SEBAYA …

  • View
    2

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of DESKRIPSI PENYESUAIAN DIRI TERHADAP TEMAN SEBAYA …

Microsoft Word - i-xiv.docxDESKRIPSI PENYESUAIAN DIRI TERHADAP TEMAN SEBAYA PADA SISWA
YANG POPULER DAN TIDAK POPULER DI KALANGAN SISWA SMP KELAS VII
PANGUDI LUHUR I TAHUN AJARAN 2010/2011 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP
USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Bimbingan dan Konseling
Oleh : Veronika Desi Dwi Setyani
NIM : 051114013
YOGYAKARTA 2011
DESKRIPSI PENYESUAIAN DIRI TERHADAP TEMAN SEBAYA PADA SISWA
YANG POPULER DAN TIDAK POPULER DI KALANGAN SISWA SMP KELAS VII
PANGUDI LUHUR I TAHUN AJARAN 2010/2011 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP
USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Bimbingan dan Konseling
Oleh : Veronika Desi Dwi Setyani
NIM : 051114013
YOGYAKARTA 2011
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
“ Jika Anda tidak menyukai suatu hal, rubahlah hal itu; jika Anda tidak dapat
merubahnya, rubahlah cara Anda memandang hal itu “ (Anonim)
Skripsi ini ku persembahkan untuk :
• Tuhan Yesus Kristus, atas segala bentuk kasih-NYA yang tidak
berkesudahan,
v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak
memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam
kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.
Yogyakarta, 8 Juni 2011
UNTUK KEPENTINGAN UMUM
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata
Dharma Yogyakarta:
Nomor Mahasiswa : 051114013
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, karya ilmiah saya yang berjudul:
“ DESKRIPSI PENYESUAIAN DIRI TERHADAP TEMAN SEBAYA DARI
SISWA YANG POPULER DAN TIDAK POPULER DI KALANGAN SISWA
SMP KELAS VII PANGUDI LUHUR I TAHUN AJARAN 2010/2011 DAN
IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN”
beserta perangkat yang diperlukan (bila ada).
Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas
Sanata Dharma Yogyakarta, hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk
media lain, mengelolahnya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara
terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk keperluan
akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada
saya, selama tetap mencantumkan saya sebagai penulis.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di Yogyakarta
Yang menyatakan,
ABSTRAK DESKRIPSI PENYESUAIAN DIRI TERHADAP TEMAN SEBAYA PADA
SISWA YANG POPULER DAN TIDAK POPULER DI KALANGAN SISWA SMP KELAS VII PANGUDI LUHUR I TAHUN AJARAN
2010/2011 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN
Veronika Desi D.S
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyesuaian diri terhadap teman sebaya pada siswa yang populer dan tidak populer di kalangan siswa SMP VII Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2010/2011 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang berjumlah 160 siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner penyesuaian diri yang berjumlah 54 item yang telah diujicobakan terlebih dahulu dan dikatakan memiliki koefisiensi reliabilitas sangat tinggi (0,95). Memilih penyesuaian diri karena subjek penelitiannya adalah siswa kelas VII SMP dan topik yang tepat untuk dijadikan topik penelitian ataupun bimbingan bagi siswa kelas VII SMP salah satunya adalah penyesuaian diri. Karena siswa kelas VII SMP pasti memiliki masalah penyesuaian diri, karena mereka memasuki lingkungan sekolah yang baru, teman-teman baru dan guru-guru baru. Hasil penelitian ini menunjukkan penyesuaian diri terhadap teman sebaya pada siswa yang populer dalam kategori “tinggi” ada 3 siswa, dalam kategori “sedang” ada 25 siswa, dan tidak ada yang masuk dalam kategori “rendah”. Penyesuaian diri pada siswa yang tidak populer dalam kategori “tinggi” ada 7 siswa, dalam kategori “sedang” ada 125 siswa, dan tidak ada siswa yang termasuk dalam kategori “rendah”. Berdasarkan hasil penelitian dari item-item penyesuaian diri, item-item yang capaiannya belum optimal (kategori rendah dan sedang) diusulkan sebagai topik-topik bimbingan sebagai implikasi dari hasil penelitian.
viii
ABSTRACT
DESCRIPTION OF ADJUSTMENT TO PEERS AMONG POPULAR AND UNPOPULAR STUDENTS OF CLASS VII OF PANGUDI LUHUR I
JUNIOR HIGH SCHOOL, YOGYAKARTA, SCHOOL YEAR 2010/2011 AND ITS IMPLICATIONS FOR THE PROPOSED GUIDANCE TOPICS
Veronika Desi D.S
This study aimed to know the level of adjustment to peers among popular
and unpopular students of class VII of Pangudi Luhur 1 Junior High School, Yogyakarta, School Year 2010/2011 and its implications for the proposed guidance topics.
The subjects of this study were 160 students of class VII of Pangudi Luhur I Junior High School, Yogyakarta. The instrument used in this study was a questionnaire on adjustment that consisted of 54 items. This questionnaire showed a high reliability coefficient (0.95).
The topic of adjustment was chosen considering that the subjects of the study were students of class VII and that this topic seemed to be appropriate both to be a research topic and for guidance topic as well. Students of class VII of Junior High School showed adjustment problems, since they entered a new school environment and met new friends and teachers.
The result of the study indicated that 3 students were categorized as having high adjustment level, 25 students were in medium level, and no one was on low level in terms of adjustment. The result also showed that among the unpopular students, 7 students were on high level, 125 students were on medium level, and no one was on low level in terms of adjustment.
Based on the items that did not indicate optimum result (items that were in low and medium category), some guidance topics were proposed as the implications of research results.
ix
penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
Diucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan
masukan, dukungan dan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Secara khusus ucapan terima kasih ditujukan kepada :
1. Dr. M.M. Sri Hastuti, M.Si., sebagai Ketua Program Studi Bimbingan dan
Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata
Dharma Yogyakarta.
2. Dr. Gendon Barus, M.Si, sebagai dosen pembimbing skripsi, yang telah
memberikan banyak bantuan dengan penuh kesabaran dan perhatian
selama proses penulisan skripsi ini.
3. Drs. R.H. Dj. Sinurat, M.A., dan A. Setyandari, S.Pd., S.Psi., Psi., M.A.,
sebagai dosen penguji yang memberi masukan yang sangat berguna untuk
penyempurnaan skripsi ini.
4. Dra. C. Bekti Susilowati sebagai Kepala Sekolah Menengah Pertama
Joannes Bosco Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk melakukan
uji coba alat.
5. Br. Valentinus Mario, FIC., M.Pd., sebagai Kepala Sekolah Menengah
Pertama Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk
melakukan penelitian.
6. Siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang telah
bekerjasama sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
x
7. Orang tua dan kakak terkasih, dengan kesabarannya selalu memberi kasih
sayang, motivasi dan doa selama proses penulisan skripsi ini.
8. Hendra dan kiyunk sebagai teman diskusi yang baik selama ini.
9. Teman-teman di Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2005,
yang telah menorehkan kenangan yang luar biasa dalam kehidupan
penulis.
Semoga skripsi ini dapat berguna bagi semua pihak, khususnya dalam
bidang Bimbingan dan Konseling.
10. Anak-anak kos tutul 20 B yang banyak memberi tawa, dan yang memberi
motivasi tersendiri dalam menyelesaikan skripsi.
Penulis
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH
UNTUK KEPENTINGAN UMUM ............................................................ .... vi
B. Rumusan Masalah ......................................................................... .... 4
C. Tujuan Penelitian .............................................................................. .... 5
D. Manfaat Penelitian ........................................................................ .... 5
E. Definisi Operasional ...................................................................... .... 6
A. Penyesuaian Diri ........................................................................... .... 8
2. Karakter Individu yang Memiliki Penyesuaian Diri Positif ...... 10
3. Penyesuaian Diri Remaja terhadap Teman Sebaya .................. 12
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri Remaja .. 14
B. Status dan Pola Hubungan Sosial pada Remaja ................................. 21
C. Penyesuaiain Diri Siswa terhadap Teman Sebaya pada Status Kelompok
Sosial ............................................................................................ ..... 24
A. Jenis Penelitian .............................................................................. ..... 32
B. Subjek Penelitian ............................................................................ ..... 32
C. Instrumen Penelitian ....................................................................... ..... 34
2. Validitas Kuesioner .............................................................. ..... 35
3. Reliabilitas Kuesioner .......................................................... ..... 38
1. Tahap Persiapan .................................................................. ..... 39
2. Tahap Pelaksanaan ............................................................... ..... 40
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .............................. 43
A. Hasil Penelitian ............................................................................. ..... 43
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta ......................................... 45
2. Deskripsi Butir-butir Penyesuaian Diri terhadap Teman Sebaya.. 48
BAB V : PENUTUP .................................................................................. ..... 53
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Rincian Jumlah Siswa Kelas VII Pangudi Luhur 1 Yogyakarta
Tahun Ajaran 2010/2011 ....................................................... 33
Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Analisis Uji Validitas ................................. 38
Tabel 4 Penggolongan Skor Subjek dan Skor Item dalam
Tiga Kategori ........................................................................ 42
Tabel 5 Tingkat Penyesuaian Diri Siswa Kelas VII Pangudi Luhur 1
Yogyakarta Tahun Ajaran 2010/2011 ....................................... 43
Tabel 6 Rincian Status Sosial Siswa Kelas VII ..................................... 44
Tabel 7 Tingkat Penyesuaian Diri Siswa di SMP Kelas VII
Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada Siswa yang
Populer dan Tidak Populer ...................................................... 44
Tabel 8 Hasil Kategori Penyesuaian Diri Per item Pada Siswa Kelas VII
Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2010/2011 ............. 45
Tabel 9 Usulan Topik-topik Bimbingan sebagai Implikasi Hasil Penelitian 51
xiv
Lampiran 3. Kuesioner Penelitian ................................................... 61
Lampiran 4. Tabulasi Data Status Sosial dalam Sosiometri ................ 65
Lampiran 5. Tabulasi Data Penyesuaian Diri Siswa .......................... 73
Lampiran 6. Satuan Pelayanan Bimbingan ....................................... 89
1
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional.
A. Latar Belakang Masalah
menimbulkan interaksi antar individu-individu yang berada di dalamnya.
Individu yang berada dalam lingkungan sosial harus menyesuaikan diri
terhadap lingkungan dengan cara berinteraksi sebaik mungkin antara
individu yang satu dan individu yang lainnya. Penyesuaian diri merupakan
perilaku yang ditunjukkan untuk memenuhi tuntutan kelompok. Manusia
hidup dalam masyarakat, maka tingkah lakunya tidak saja merupakan
penyesuaian diri terhadap tuntutan fisik lingkungannya, melainkan juga
merupakan penyesuaian diri terhadap tuntutan sosial.
Manusia harus sanggup menyesuaikan diri terhadap sekelilingnya
untuk dapat melancarkan kehidupan sosialnya. Remaja awal sebagaimana
warga masyarakat pada umumnya harus mampu menyesuaikan diri.
Remaja akan dihadapkan pada permasalahan penyesuaian sosial,
diantaranya adalah problematika pergaulan teman sebaya. Salah satu tugas
perkembangan remaja ialah membina hubungan sosial dengan teman
sebayanya. Tugas perkembangan itu dapat dipenuhi jika remaja mampu
2
salah satu tugas perkembangan remaja menjadi sedikit sulit karena remaja
harus menyesuaikan diri dengan orang lain di luar lingkungan
keluarganya, menyesuaikan dengan lawan jenis dalam hubungan yang
mungkin sebelumnya belum pernah ada.
Pada lingkungan sekolah, anak belajar membina hubungan dengan
teman-teman sekolahnya yang datang dari berbagai keluarga dengan status
dan warna sosial yang berbeda. Kehadiran remaja di sekolah merupakan
perluasan lingkungan sosialnya dan sekaligus merupakan lingkungan baru
yang sangat menantang dan mencemaskan bagi remaja (Ali & Asrori,
2005 : 96). Siswa berada dalam lingkungan sekolah dan harus
menyesuaikan diri dengan teman sebayanya, karena sebagian besar
waktunya mereka habiskan bersama-sama teman sebayanya di sekolah. Di
lingkungan sekolah dalam menuntut ilmu, siswa bersama dengan teman-
temannya yang sebaya berinteraksi dalam kebersamaan. Melalui interaksi
siswa di lingkungan sekolah lambat laun siswa menyadari dirinya sebagai
pribadi yang berada dalam kelompok.
Para siswa kelas VII di SMP ialah mereka yang baru lulus dari
bangku Sekolah Dasar (SD), dan besar kemungkinan bahwa mereka
merasakan suasana baru dalam berteman. Mereka bertemu dengan teman-
teman di kelasnya yang tidak mereka kenal sebelumnya. Ada anak yang
mampu melaksanakan penyesuaian diri dengan baik, tetapi ada anak yang
mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan teman sebayanya
3
tingkah laku yang ditunjukkan setiap individu.
Melalui interaksi dengan teman sebaya, remaja dapat memperoleh
informasi baru tentang lingkungan diluar keluarga. Pembentukan sikap,
tingkah laku dan perilaku sosial remaja banyak ditentukan oleh pengaruh
lingkungan ataupun teman sebaya. Apabila lingkungan sosial remaja
memberi peluang secara positif, maka remaja akan mencapai
perkembangan sosial secara matang. Sebaliknya, jika lingkungan sosial
memberi peluang negatif, maka perkembangan sosial remaja dapat
terhambat. Selain itu melalui kelompok teman sebaya, kebutuhan remaja
akan penghargaan dan cara bergaul dapat terpenuhi. Sebaliknya, jika
penyesuaian anak kurang baik, tentu kegiatan belajar menjadi terganggu,
tugas perkembangan anak pun menjadi terhambat. Menurut Ali & Asrori
(2005 : 96) selama tidak ada pertentangan, selama itu pula anak tidak akan
mengalami kesulitan dalam menyesuaiakan dirinya. Anak akan
menyesuaiakan diri dengan kelompok dimana dirinya dapat diterima
dengan baik.
sehingga kelompok status sosial juga berbeda. Ada siswa yang menjadi
populer diantara teman – temannya, dan ada juga yang terisolir atau tidak
populer. Siswa yang mampu menyesuaikan diri dengan teman sebayanya
dapat bergaul baik, memiliki banyak teman atau lebih populer diantara
teman - temannya. Siswa yang kurang mampu menyesuaikan diri dengan
4
terlihat tidak memiliki teman yang banyak.
Ketidakberhasilan remaja dalam melakukan penyesuaian diri
disebabkan karena ketidakmampuannya dalam mengatasi masalah –
masalahnya, seperti tidak tahu cara menjalin relasi dengan teman
sebayanya ataupun tidak mampu mengatasi rasa malu. Kesulitan dalam
melaksanakan penyesuaian diri dengan teman sebaya tentu dapat
menimbulkan masalah, karena remaja dapat merasa tidak gembira, muncul
perasaan ditolak, sehingga remaja menjadi tidak semangat dalam
menjalankan kegiataannya di sekolah. Tugas perkembangan remaja pun
menjadi terhambat.
1. Bagaimanakah tingkat penyesuaian diri siswa terhadap teman sebaya
pada siswa yang populer dan tidak populer di kalangan siswa kelas VII
SMP Pangudi Luhur 1 tahun ajaran 2010/2011?
2. Elemen-elemen penyesuaian diri manakah yang terindentifikasi masih
kurang, yang implikatif untuk diusulkan sebagai topik-topik bimbingan
di SMP Pangudi Luhur 1?
5
1. Mendeskripsikan penyesuaian diri terhadap teman sebaya pada siswa
yang populer dan tidak populer di kalangan siswa kelas VII SMP
Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2010/2011.
2. Mengidentifikasi elemen-elemen penyesuaian diri yang capaiannya
belum memadai (kategori rendah dan sedang), yang implikatif untuk
diusulkan sebagai topik-topik bimbingan di SMP Pangudi Luhur 1.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
menjadi sumbangsih bagi ilmu pengetahuan dan memperkaya
pengetahuan khususnya tentang penyesuaian diri terhadap teman
sebaya pada siswa yang populer dan tidak populer di kalangan siswa
kelas IX di SMP Pangudi Luhur 1 tahun ajaran 2010/2011.
Untuk memberikan sumbangan yang positif bagi
pengembangan ilmu pengetahuan khususnya bimbingan dan konseling
berkaitan dengan penyesuaian diri terhadap teman sebaya.
2. Manfaat Praktis
informasi tentang deskripsi penyesuaian diri siswa terhadap teman
sebaya pada siswa yang populer dan tidak populer di kalangan
6
siswa kelas VII di SMP Pangudi Luhur 1, sehingga guru BK dapat
memberikan layanan bimbingan yang tepat.
b. Bagi peneliti, penelitian ini dapat memberi tambahan informasi
tentang penyesuaian diri siswa terhadap teman sebaya pada siswa
yang populer dan tidak populer.
c. Pagi peneliti lain, penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi
dan pembanding dalam melakukan penelitian lain yang relevan.
E. Definisi Operasional
kematangan emosional, kematangan intelektual, kematangan sosial,
dan tanggungjawab dalam mengikuti tuntutan perubahan sosial di
sekitarnya.
banyak teman sebaya di lingkungan sekitarnya.
3. Status sosial tidak populer adalah cerminan kurang diterimanya
seseorang oleh banyak teman di lingkungan sekitarnya.
4. Siswa kelas VII di SMP Pangudi Luhur I adalah para siswa di kelas
VII yang menempuh pendidikan di SMP Pangudi Luhur I tahun
ajaran 2010/2011.
waktu tertentu untuk meningkatkan penyesuaian dirinya.
8
masalah penelitian yaitu penyesuaian diri, status dan pola hubungan sosial
pada remaja, penyesuaian diri siswa terhadap teman sebaya pada status
kelompok sosial, dan program bimbingan pribadi-sosial.
A. Penyesuaian Diri
terhadap lingkungan, memberikan reaksi yang tepat terhadap peristiwa
yang dialami. Ada berbagai rumusan penyesuaian diri. Penyesuaian
diri dalam artinya yang pertama disebut juga penyesuaian diri yang
autoplastis (auto = sendiri, plastis = dibentuk), sedangkan penyesuaian
diri yang kedua juga disebut penyesuaian diri yang aloplastis (alo =
yang lain). Jadi, menurut Gerungan (1988: 55) penyesuaian diri ada
artinya yang “pasif”, dimana kegiatan kita ditentukan oleh lingkungan,
dan ada artinya yang “aktif”, dimana kita dipengaruhi lingkungan.
Hurlock (1978: 252) mengungkapkan bahwa penyesuaian diri adalah
perilaku yang ditunjukkan untuk memenuhi tuntutan kelompok. Hal ini
mencerminkan kemauan individu untuk menyesuaikan perilaku, sikap,
dan nilainya sesuai dengan tuntutan kelompok. Menurut Gerungan
9
(Mappiare, 1982: 156) penyesuaian diri itu merupakan suatu usaha dan
kemampuan individu dalam mengikuti tuntutan perubahan sosial di
sekitarnya.
mencakup respons-respons mental dan tingkah laku yang
diperjuangkan individu agar dapat berhasil menghasilkan kualitas
keselarasan antara tuntutan dari diri individu dengan tuntutan dunia
luar atau lingkungan tempat individu berada (Ali & Asrori, 2005: 175).
Sears (1991: 13) mengemukakan bahwa penyesuaian sosial merupakan
alasan seseorang untuk menyesuaikan dirinya karena ingin diterima di
dalam kelompok dan untuk menghindari celaan, jadi penyesuaian
sosial sebenarnya adalah penyesuaian diri dengan orang lain. Dari
berbagai pengertian penyesuaian diri oleh beberapa ahli, maka dapat
disimpulkan penyesuaian diri adalah suatu kebutuhan agar seseorang
dapat berhasil untuk menyesuaikan diri dengan orang lain dan terhadap
kelompok, sehingga mampu mengikuti tuntutan perubahan sosial di
sekitarnya.
sanggup menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitarnya. Ada
individu yang dapat menyesuaikan diri secara positif, namun ada
individu yang melakukan penyesuaian yang salah atau negatif.
Menurut Desmita (2009: 194) dalam beberapa hal, reaksi penyesuaian
diri dapat dipandang efisien, bermanfaat atau memuaskan, yang tidak
10
dapat menyelaraskan tuntutan dalam dirinya dengan tuntutan
lingkungannya dengan cara-cara yang dapat diterima lingkungannya.
Sebaliknya, jika reaksi-reaksinya tidak efisien, tidak memuaskan,
maka bisa dikatakan sebagai penyesuaian diri yang kurang baik.
2. Karakteristik Individu yang Memiliki Penyesuaian Diri Positif
Menurut Desmita (2009: 195) penyesuaian diri yang baik
berkaitan erat dengan kepribadian yang sehat. Penyesuaian diri yang
sehat lebih merujuk pada konsep “sehatnya” kehidupan pribadi
seseorang, baik dalam hubungannya dengan diri sendiri, dengan orang
lain, maupun dengan lingkungannya. Menurut Desmita (2009: 195)
penyesuaian diri yang sehat dapat dilihat dari empat aspek kepribadian
yaitu sebagai berikut:
1) Kemampuan untuk santai, gembira dan menyatakan
kejengkelan.
sendiri.
1) Kemampuan memahami orang lain dan keragamannya.
2) Keterbukaan dalam mengenal lingkungan.
c. Kematangan sosial yang mencakup:
11
2) Keakraban dalam pergaulan.
3) Kesediaan kerja sama
d. Tanggungjawab yang mencakup:
2) Kemampuan bertindak independen.
dikatakan memiliki kemampuan penyesuaian diri yang baik jika
mampu melakukan respons-respons yang matang, efisien,
memuaskan dan sehat. Dikatakan efisien artinya mampu
melakukan respons dengan mengeluarkan tenaga dan waktu
sehemat mungkin. Dikatakan sehat artinya bahwa respons-respons
yang dilakukannya sesuai dengan hakikat individu, lembaga atau
kelompok.
Asrori, 2005:178) dapat ditunjukkan sebagai berikut:
a. Kemampuan menerima dan menilai kenyataan lingkungan
di luar dirinya secara obyektif sesuai dengan pertimbangan-
pertimbangan rasional dan perasaan.
Bertindak sesuai dengan potensi-potensi positif yang layak
12
lingkungan.
kaku sehingga menimbulkan rasa aman, tidak dihantui
kecemasan atau ketakutan.
bertindak toleran, selalu menunjukkan rasa hormat serta
mengerti dan menerima keadaan orang lain.
e. Kesanggupan merespon frustasi, konflik, dan stres secara
wajar, sehat sehingga dapat memperoleh manfaat tanpa
harus menerima kesedihan yang mendalam.
f. Kesanggupan bertindak secara terbuka dan sanggup
menerima kritik sehingga sanggup memperbaiki tindakan-
tindakan yang tidak sesuai.
lingkungannya serta selaras dengan hak dan kewajibannya.
h. Secara positif ditandai oleh kepercayaan terhadap diri
sendiri, orang lain, dan segala sesuatu di luar dirinya
sehingga tidak merasa tersisih dan kesepian.
3. Penyesuaian Diri Remaja terhadap Teman Sebaya
Remaja awal baik laki-laki maupun perempuan memiliki
kebutuhan dasar dalam berhubungan, antara lain menemukan teman
13
yang tepat, yaitu teman yang memberikan rasa aman, pengertian dan
tempat mendiskusikan masalahnya. Kebutuhan rasa aman menurut
kamus besar indonesia, teman sebaya diartikan sebagai kawan, sahabat
atau orang yang bekerja bersama-sama. Menurut Santrock (2003:227)
dunia teman sebaya merupakan salah satu dari berbagai pengalaman
bertemu dengan orang lain, berinteraksi dengan remaja-remaja lain
yang tidak begitu mereka kenal dan dengan orang yang mereka kenal.
Papalia, Olds & Feldman (2009: 95) menjelaskan bahwa kelompok
teman sebaya adalah tempat untuk membentuk hubungan dekat yang
berfungsi sebagai latihan bagi hubungan yang akan mereka bina
dimasa dewasa.
dimana terjadi pembentukan peran dan standar sosial yang
berhubungan dengan pekerjaan dan prestasi Santrock (2003:257).
Menurut Peers (Santrock, 2003:219) yang merupakan teman sebaya
adalah anak atau remaja dengan tingkat usia atau tingkat kedewasaan
yang sama. Jadi, teman sebaya dapat diartikan sebagai sekelompok
orang yang saling berinteraksi dengan tingkat usia yang sama.
Pada masa kanak-kanak, relasi terbatas hanya dengan orang tua
dan anggota keluarga. Kemudian meningkat dalam relasi dengan
tetangga dan teman-teman sekolah. Remaja mulai belajar bergaul dan
berinteraksi dengan orang lain yang bukan anggota keluarganya.
Remaja tidak lagi puas bermain sendirian atau melakukan kegiatan-
14
sebayanya menjadi sangat penting. Hal ini dilakukan remaja agar
mereka mendapat pengakuan dan penerimaan dari kelompok teman
sebayanya sehingga tercipta rasa aman. Pada banyak remaja, pendapat
atau pandangan teman sebaya tentang dirinya menjadi aspek yang
penting. Remaja akan melakukan apapun agar diterima dalam
kelompok teman sebayanya (Santrock, 2003: 219).
Penerimaan dan penolakan dari teman sebaya bagi remaja
dapat membuat pengaruh besar bagi pikiran, sikap, perasaan dan
penyesuaian diri remaja. Akibat langsung dari penerimaan teman
sebaya ialah rasa berharga dan perasaan berarti bagi kelompoknya. Hal
ini akan menimbulkan rasa senang, gembira dan puas. Sarafino (1994:
102) menjelaskan bahwa dukungan sosial yang diperoleh dari teman
sebaya dapat berupa kesenangan yang dirasakan, perhatian,
penghargaan, atau bantuan dari kelompoknya.
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri Remaja
Menurut Desmita (2009: 195) faktor-faktor yang mempengaruhi
penyesuaian diri dapat dilihat dari konsep psikogenik. Psikogenik
memandang bahwa penyesuaian diri dipengaruhi oleh riwayat
kehidupan sosial individu, terutama pengalaman khusus yang
membentuk perkembangan psikologis. Pengalaman khusus ini lebih
banyak berkaitan dengan latar belakang kehidupan keluarga, terutama
menyangkut aspek-aspek:
dalam keluarga, apakah hubungan tersebut bersifat demokratis atau
otoriter yang mencangkup:
2) Perlindungan dan kebebasan yang diberikan kepada anak.
3) Sikap dominatif-integratif (permisi atau sharing).
4) Pengembangan sikap mandiri-ketergantungan.
keluarga memberikan kemudahan bagi perkembangan intelektual
anak, pengembangan berpikir logis atau irrasional, yang
mencangkup:
gagasan.
3) Pengembangan kemampuan memecahkan masalah.
4) Pengembangan hobi.
c. Iklim emosional keluarga, yang merujuk pada sejauhmana stabilitas
hubungan dan komunikasi di dalam keluarga terjadi, yang
mencangkup:
2) Hubungan persaudaraan dalam keluarga.
3) Kehangatan hubungan ayah-ibu.
konsep sosiopsikogenik, penyesuaian diri dipengaruhi oleh faktor
lembaga sosial dimana individu terlibat di dalamnya. Bagi peserta
didik, faktor sosiopsikogenik yang dominan mempengaruhi
penyesuaian diri adalah lingkungan sekolah, yang mencakup:
a. Hubungan guru-siswa, yang merujuk pada iklim hubungan
sosial dalam sekolah, apakah hubungan tersebut bersifat
demokratis atau otoriter, antara lain mencakup:
1) Penerimaan-penolakan guru terhadap siswa.
2) Sikap dominatif (otoriter, kaku, banyak tuntutan) atau
integratif (sharing, menghargai dan mengenal
perbedaan individu).
ketegangan.
perlakuan guru terhadap siswa dalam memberikan kemudahan
bagi perkembangan intelektual siswa sehingga tumbuh
perasaan kompeten, antara lain mencakup:
1) Perhatian terhadap perbedaan individual siswa.
2) Intensitas tugas-tugas akhir.
pada siswa.
mempengaruhi hubungan sosial antara lain :
a. Lingkungan Keluarga
Rasa aman meliputi perasaan aman secara material dan
mental. Perasaan aman secara material berarti pemenuhan
kebutuhan pakaian, makanan, dan sarana lain yang
diperlukan sejauh tidak berlebihan dan tidak berada di luar
kemampuan orangtua. Perasaan aman secara mental berarti
pemenuhan oleh orangtua berupa perlindungan emosional,
menjauhkan ketegangan, membantu dalam menyelesaikan
masalah yang sedang dihadapi, dan memberikan bantuan
dalam menstabilkan emosinya.
b. Lingkungan Sekolah
lingkungan sosialnya dalam proses sosialisasinya dan
sekaligus merupakan faktor lingkungan baru yang sangat
menantang atau bahkan mencemaskan dirinya. Para guru
18
kemudian menjadi semacam lingkungan norma bagi
dirinya. Para guru dan teman-teman sekelas membentuk
suatu sistem yang kemudian menjadi semacam lingkungan
norma bagi dirinya. Selama tidak ada pertentangan, selama
itu pula anak tidak akan mengalami kesulitan dalam
menyesuaikan dirinya. Namun, jika salah satu kelompok
lebih kuat dari lainnya, anak akan menyesuaikan dirinya
dengan kelompok dimana dirinya dapat diterima dengan
baik.
dilalui oleh anak selama membangun hubungan sosialnya,
yaitu sebagai berikut :
menghargai dan menghormati hak orang lain.
b) Anak dididik untuk menaati peraturan-peraturan dan
menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok.
c) Anak dituntut untuk menaati peraturan-peraturan
dan menyesuaikan diri dengan norma-norma
kelompok.
melakukan interaksi sosial berdasarkan asas saling
memberi dan menerima.
Keempat tahap proses penyesuaian diri berlangsung
dari proses yang sederhana ke proses yang semakin
kompleks dan semakin menuntut penguasaan sistem
respons yang kompleks pula. Selama proses
penyesuaian diri, sangat mungkin terjadi anak
menghadapi konflik yang dapat berakibat pada
terhambatnya perkembangan sosial mereka.
proses sosialisasinya adalah bahwa tidak jarang masyarakat
bersikap tidak konsisten terhadap remaja. Di satu sisi
remaja dianggap sudah beranjak dewasa, tetapi
kenyataannya di sisi lain mereka tidak diberikan
kesempatan atau peran penuh sebagaimana orang yang
sudah dewasa. Untuk masalah-masalah yang dipandang
penting dan menentukan, remaja masih sering dianggap
anak kecil atau paling tidak dianggap belum mampu
sehingga sering menimbulkan kekecewaan atau kejengkelan
pada remaja. Keadaan semacam ini seringkali menjadi
penghambat perkembangan sosial remaja.
sekolah maka iklim kehidupan dalam masyarakat yang
20
mengarungi perjalanan masa mencari jati diri sehingga
faktor keteladanan dan kekonsistenan sistem nilai dan
norma dalam masyarakat juga menjadi sesuatu yang sangat
penting.
baik ialah kemampuan menjalin hubungan dengan teman-teman
sebayanya. Isolasi sosial atau ketidakmampuan untuk masuk ke dalam
suatu jaringan sosial, berkaitan dengan berbagai bentuk masalah dan
gangguan seperti depresi, oleh karena itu penyesuaian diri remaja
menjadi sangat berarti. Pada suatu penelitian Roff, Sells & Golden
(Santrock, 2003: 220) menjelaskan hubungan teman sebaya yang
buruk pada masa anak-anak berkaitan dengan berhenti dari sekolah dan
kenakalan remaja lainnya. Pada penelitian lain oleh Hightower
(Santrock, 2003: 220) hubungan teman sebaya yang harmonis pada
masa remaja berhubungan dengan kesehatan mental yang positif.
Pada masa remaja, persahabatan terutama dengan teman-teman
sebaya lebih didasari oleh rasa solider. Remaja memang membutuhkan
lingkungan pergaulan sebaya yaitu sahabat dan teman-teman barunya
karena sesuai dengan kebutuhan perkembangan kerpibadian (Mulyono,
1986:20).
21
dengan teman sebaya memainkan peranan yang penting dalam
perkembangan psikososial anak diantaranya:
keterampilan-keterampilan tertentu. Sahabat mengajarkan
remaja memperoleh pengalaman belajar untuk mengenali
kebutuhan dan minat orang lain, serta bagaimana bekerjasama dan
mengelola konflik dengan baik.
dengan individu lain, karena remaja biasanya menilai dirinya
berdasarkan perbandingan dengan remaja lain.
c. Persahabatan mendorong munculnya rasa memiliki terhadap
kelompok. Remaja menemukan sebuah organisasi sosial yang tidak
hanya terdiri atas sekumpulan individu, tetapi juga mencakup
adanya peran-peran, dan dukungan kelompok untuk melakukan
aktivitas-aktivitas kelompok.
Saat beranjak remaja, sistem sosial teman sebaya menjadi lebih
rumit dan bervariasi (Papilia, Olds & Feldman, 2009: 95). Walaupun
remaja tetap memiliki hubungan pertemanan satu lawan satu, klik, atau
geng, stuktur kelompok pertemanan yang melakukan berbagai hal
22
berkembang karena adanya dorongan rasa ingin tahu terhadap segala
sesuatu yang ada di dunia sekitarnya. Hubungan sosial diartikan sebagai
cara - cara individu bereaksi terhadap orang - orang disekitarnya dan
bagaimana pengaruh hubungan itu terhadap dirinya (Ali & Asrori, 2005:
85).
anggota kelompok yang lepas dari kegiatan tertentu (Winkel & Hastuti,
2004: 297).
sosiometri yaitu suatu teknik penelitian yang digunakan untuk menentukan
status sosial dan penerimaan sosial anak diantara teman sebayanya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sosiometri kemudian status
sosial dibedakan menjadi dua kelompok yaitu anak yang populer dan anak
yang tidak populer.
Menurut Mappiare (1982: 170) dalam kelompok teman sebaya,
adalah sebuah kenyataan bahwa ada remaja yang dapat diterima dan ada
juga yang mengalami penolakan, yang disebabkan oleh beberapa faktor
23
diterima dalam kelompok teman sebaya antara lain menyangkut :
1. Penampilan (Performance) dan perbuatan meliputi;
tampang yang baik atau rapi serta aktif dalam urusan-
urusan kelompok.
inisiatif, banyak memikirkan kepentingan kelompok dan
mengemukakan buah pikirannya.
memperhatikan orang lain, penyabar atau dapat menahan
marah jika berada dalam keadaan yang tidak
menyenangkan dirinya, suka menyumbangkan
kelompok yang bersangkutan.
bertanggungjawab dan suka menjalankan pekerjaannya,
mampu menyesuaikan diri secara tepat dalam berbagai
situasi dan pergaulan sosial.
tidak langsung membuat remaja ditolak oleh kelompok teman sebayanya,
tetapi keadaan tersebut menyebabkan remaja diabaikan atau kurang
diterima dalam kelompok. Semakin banyak ciri-ciri tersebut tidak dipunyai
maka membuat remaja semakin terabaikan. Lebih lanjut Mappiare (1982:
24
kelompoknya, antara lain menyangkut :
menentang, pemalu, dan senang menyendiri.
2. Kemampuan berfikir tidak terlalu baik.
3. Sikap, sifat meliputi; suka melanggar norma dan nilai-nilai
kelompok, suka menguasai, suka memaksakan kemauan
sendiri.
penolakan status sosial dapat digali melalui sosiometri yang bertujuan
untuk mengetahui pilihan, komunikasi, pola interaksi dan struktur
hubungan antar individu dalam suatu kelompok atau menyelidiki status
sosial masing-masing anggota kelompok. Melalui sosiometri, guru BK
mendapatkan tambahan informasi mengenai keadaan para siswa dan
diharapkan ada tindak lanjut khususnya bagi para siswa yang tergolong
terisolir.
Kelompok Sosial
sebagian besar di sekolah. Sekolah adalah tempat dimana remaja dapat
belajar dan dapat bergaul dengan teman sebayanya. Perkembangan sosial
pada masa remaja lebih melibatkan teman sebayanya dibanding orang
25
dihabiskan di sekolah bersama teman-teman. Menurut Mappiare (1982:
157) kelompok teman sebaya merupakan lingkungan sosial pertama
dimana remaja belajar untuk hidup besama orang lain yang bukan anggota
keluarganya.
lingkungan sosial. Remaja harus membuat penyesuaian diri untuk
mencapai tujuan sosialisasi di lingkungan teman sebayanya yang baru.
Remaja harus menyesuaikan diri dengan teman sebaya yang belum pernah
dikenal sebelumya.
individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Remaja dengan
penyesuaian diri yang baik akan cenderung memperoleh penerimaan sosial
yang baik. Penerimaan sosial yang baik membawa remaja masuk pada
status kelompok sosial yang diterima. Sebaliknya remaja yang tidak
diterima oleh teman-temannya cenderung kurang memiliki penyesuaian
diri yang baik, sehingga cenderung masuk ke dalam status kelompok
sosial yang terabaikan atau tidak diterima.
Anak yang populer atau popularitas seorang anak ditentukan oleh
berbagai kualitas pribadi yang dimilikinya. Anak yang populer adalah
anak yang ramah, suka bergaul, bersahabat, sangat peka secara sosial, dan
26
mudah bekerjasama dengan orang lain . Anak yang tidak populer dapat
dibedakan atas dua tipe, yaitu: anak-anak yang ditolak (rejected children),
dan anak-anak yang diabaikan (neglected children). Anak-anak yang
diabaikan adalah anak yang menerima sedikit perhatian dari teman-teman
sebaya mereka, tetapi bukan berarti mereka tidak disenangi oleh teman-
teman sebayanya. Anak-anak yang ditolak adalah anak-anak yang tidak
disukai oleh teman-teman sebaya mereka. Mereka cenderung bersifat
mengganggu, egois, dan mempunyai sedikit sifat-sifat positif (Desmita,
2009: 226).
mempertahankan komunikasi yang baik dan terbuka dengan teman sebaya,
mereka bahagia, dan percaya diri tanpa menjadi sombong. Remaja yang
populer bila dibandingkan dengan yang tidak populer lebih dapat
berkomunikasi secara jelas dengan teman sebaya mereka, dan mampu
mempertahankan percakapan dengan teman sebaya (Santrock , 2003: 223).
Parker & Asker (Santrock, 2003: 223) berpendapat bahwa anak yang
diabaikan menerima perhatian yang sedikit dari teman sebaya mereka.
Anak yang ditolak adalah anak yang tidak disukai oleh teman sebaya.
Mereka tampak lebih mengganggu dibandingkan dengan rekannya yang
terabaikan. Remaja yang ditolak sering memiliki masalah penyesuaian
pada masa yang akan datang dibandingkan dengan anak yang diabaikan.
27
mempunyai pengaruh yang kuat terhadap pikiran, sikap, perasaan,
perbuatan, dan penyesuaian diri remaja. Akibat langsung dari penerimaan
teman sebaya bagi seorang remaja adalah adanya rasa berharga dan berarti
yang dapat menimbulkan rasa senang dan rasa percaya diri yang besar,
sehingga dapat membuatnya populer (Mappiare, 1982: 173). Hal yang
sebaliknya terjadi bagi remaja yang diabaikan ataupun ditolak oleh
kelompoknya. Adanya frustasi yang menimbulkan rasa kecewa akibat
penolakan ataupun pengabaian itu yang membuat remaja bertingkahlaku
menarik diri.
remaja, ketika keinginan untuk diterima secara sosial mencapai puncaknya
(Hurlock, 1978: 253). Penyesuaian diri tersebut jelas terjadi pada para
siswa yang baru meninggalkan bangku Sekolah Dasar (SD) dan masuk ke
lingkungan teman-teman baru di Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pengalaman masuk sekolah para siswa kelas VII di SMP, merupakan saat-
saat penyesuaian diri dengan lingkungan sekolah baru termasuk dengan
teman-teman barunya. Mengingat sebagian besar waktu dihabiskan remaja
bersama teman-teman sebayanya di sekolah, maka penyesuaian diri
terhadap teman sebaya menjadi sangat penting khususnya pada awal
masuk sekolah.
akan menimbulkan perasaan bahagia, nyaman serta merasa diterima di
28
di sekolah dan menjadi populer diantara teman sebayanya. Rasa bahagia
dan nyaman mampu memudahkan para siswa untuk melaksanakan
kegiatan di sekolah dengan baik, karena didukung oleh penerimaan yang
baik di lingkungan teman sebayanya. Penyesuaian diri yang baik dengan
teman sebaya juga mampu membuat remaja semakin berkembang,
mengingat salah satu fungsi teman sebaya adalah sebagai sumber
informasi dan pembanding tentang lingkungan di luar keluarga.
D. Bimbingan
1992, bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa
dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan
dan merencanakan masa depan (Winkel & Hastuti, 2004: 43).
Bimbingan dalam rangka menemukan pribadi dimaksudkan agar
peserta didik mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri.
Menurut Prayitno & Amti (1999: 99) bimbingan adalah proses
bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau
beberapa individu, agar orang yang dibimbing dapat
mengembangkan kemampuan dirinya sendiri.
dimaksudkan agar peserta didik mengenal secara objektif
29
mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusan tentang
masa depan dirinya sendiri, baik menyangkut pendidikan, karier,
maupun budaya/ keluarga/ kemasyarakatan.
bimbingan menyediakan unsur - unsur di luar individu yang dapat
dipergunakannya untuk memperkembangkan diri. Melalui
bimbingan individu dibantu agar memiliki kepribadian yang
memadai dan terlatih dengan baik untuk mengatur kegiatan
hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri dan menanggung
bebannya sendiri.
tertentu, misalnya satu tahun ajaran (Winkel & Hastuti, 2004: 91).
Program bimbingan dan konseling dapat dilihat dari empat fungsi,
yaitu fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan
pengendalian. Pelayanan bimbingan di lembaga pendidikan formal
terlaksana dengan mengadakan sejumlah kegiatan bimbingan.
Penyusunan program bimbingan dan konseling perlu
didasarkan atas kebutuhan-kebutuhan nyata di lapangan
30
program bimbingan dan konseling misalnya yang tersusun dalam
topik-topik bimbingan (Sukmadinata, 2007: 135).
Pelayanan bimbingan terutama diberikan kepada siswa,
dengan membantu mereka mengenali diri sendiri, memberikan
serta memilih program-program studi yang sesuai,
mengembangkan tujuan dalam hidupnya berdasarkan cita-cita.
Selain itu, membantu siswa menyusun rencana yang tepat untuk
mencapai tujuan, mengatasi masalah yang timbul berkaitan dengan
akademik, hubungan dengan orang lain, dan pelaksanaan rencana
masa depan. Adanya pelayanan bimbingan disekolah memberikan
jaminan bahwa semua peserta didik mendapat perhatian sebagai
seorang pribadi yang berkembang serta mendapat bantuan dalam
menghadapi semua tantangan, kesulitan dan masalah yang
berkaitan dengan mereka.
menghadapi keadaan batin, mengatasi berbagai pergumulan,
mengatur diri, pengisian waktu luang, serta bimbingan dalam
membina hubungan kemanusiaan dengan sesama di berbagai
lingkungan atau pergaulan sosial (Winkel & Hastuti, 2004: 118).
31
sosial yang diberikan melalui bimbingan kelompok dan bimbingan
individual mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
a. Informasi tentang fase atau tahap perkembangan yang
sedang dilalui oleh siswa, antara lain tentang konflik batin
dan tentang tata cara bergaul yang baik.
b. Penyadaran akan keadaan masyarakat yang semakin
berkembang ke arah masyarakat modern, antara lain ciri-ciri
kehidupan modern dan tentang makna ilmu pengetahuan
dan teknologi bagi kehidupan manusia.
c. Pengaturan diskusi kelompok mengenai kesulitan yang
dialami oleh kebanyakan siswa. Diskusi kelompok ini dapat
mendorong siswa untuk menghadapi bimbingan, guna
membicarakan suatu masalah secara pribadi.
d. Pengumpulan data yang relevan untuk mengenal
kepribadian siswa, misalnya sifat-sifat kepribadian yang
nampak dalam tingkah laku.
Bab ini memuat beberapa hal yang berkaitan dengan metode penelitian,
antara lain jenis penelitian, subjek penelitian, instrumen penelitian, dan teknik
pengumpulan data.
survei. Penelitian deskriptif dirancang untuk memperoleh informasi
tentang status gejala saat penelitian dilakukan (Furchan, 2004: 447).
Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang
deskripsi penyesuaian diri terhadap teman sebaya pada siswa yang populer
dan tidak populer di kalangan siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1
Yogyakarta tahun ajaran 2010/2011.
B. Subjek Penelitian
Subjek untuk uji coba adalah para siswa kelas VII SMP Joannes
Bosco Yogyakarta kelas VII Apreciation dan VII Peace, sedangkan subjek
penelitian adalah para siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta
tahun ajaran 2010/2011.
Menurut Sugiyono (2008: 118) sampel adalah bagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi, oleh sebab itu penelitian ini
33
populasi itu (Sugiyono, 2008: 120).
Sampel acak sederhana atau simple random sampling ialah
pengambilan sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit
penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan
yang sama dipilih sebagai sampel (Singarimbun, Masri & Effendi, Sofian
1997 : 155). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP
Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2010/2011, yang terdiri dari
kelas A, B, C, dan D.
Tabel 1. Rincian Jumlah Siswa Kelas VII Pangudi Luhur 1
Yogyakarta Tahun Ajaran 2010/2011
1. VII A 22 22 44
2. VII B 22 20 42
3. VII C 20 21 41
4 VII D 15 28 43
5. VII E 16 14 30
6. VII F 12 18 30
Jumlah 107 123 230
penyesuaian diri dari Desmita (2009: 195). Kuesioner ini adalah
kuesioner dalam bentuk tertutup. Kuesioner tertutup berisi pertanyaan-
pertanyaan atau pernyataan-pernyataan yang disertai dengan pilihan
jawaban untuk pertanyaan atau pernyataan tersebut (Furchan, 2004:
260). Kuesioner ini terdiri dari dua bagian yaitu : bagian pertama
memuat kata pengantar, petunjuk, dan identitas siswa. Bagian kedua
memuat 54 butir item pernyataan.
Kuesioner dilengkapi dengan skala yang terdiri dari empat opsi
atau alternatif jawaban yaitu: Sangat Sesuai (SS) = 4, Sesuai (S) = 3,
Tidak Sesuai (TS) = 2, Sangat Tidak Sesuai (STS) = 1, untuk pernyataan
favorable. Sangat Sesuai (SS) = 1, Sesuai (S) = 2, Tidak Sesuai (TS) = 3,
Sangat Tidak Sesuai (STS) = 4, untuk pernyataan unfavorable.
35
No Aspek Indikator No Item Favorable Unfavorable
1. Kematangan emosional
1.2 Sikap dan perasaan terhadap kemampuan dan kenyataan diri sendiri.
1-3
4-6
7-9
10-12
2.2 Keterbukaan dalam mengenal lingkungan.
13-15
16-18
19-21
22-24
3.2 Keakraban dalam pergaulan
4.2 Kemampuan bertindak independen.
suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2007: 5).
Validitas yang dipakai dalam penelitian ini adalah validitas isi (content
validity). Validitas isi adalah validitas yang mempertanyakan bagaimana
36
diperiksa dengan validitas isi (content validity), dikarenakan penyusunan
instrumen didasarkan pada kisi-kisi yang sesuai dengan aspek tujuan,
bahan/deskripsi bahan, indikator dan jumlah pernyataan per indikator.
Pemeriksaan keterpenuhan validitas isi didasarkan pada
pertimbangan yang dilakukan seorang ahli yaitu dosen pembimbing
skirpsi, guna menelaah kualitas konstruk secara logis setiap butir item
pernyataan kuesioner penyesuaian diri para siswa, yang bertujuan agar
setiap item pernyataan yang dibuat secara logis tepat /sesuai dengan
konstruk kisi-kisinya (Nurgiyantoro, 2009:339).
keterpenuhan kriteria konsistensi internal setiap item terhadap aspeknya.
Teknik uji yang digunakan untuk memeriksa keterpenuhan kriteria
konsistensi internal terhadap aspeknya adalah dengan cara
mengkorelasikan skor-skor item terhadap skor-skor aspek melalui
pendekatan analisis korelasi product moment Pearson.
Keterangan :
X : skor item tertentu yang akan diuji validitasnya
Y: skor aspek dari seluruh item
37
menggunakan patokan atau batasan koefisian korelasi minimal 0,30.
Semua item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 dianggap
memenuhi konsistensi internal dan jika kurang dari 0,30 item tersebut
dianggap tidak memenuhi konsistensi internal, maka perlu diperbaiki
atau dinyataan gugur. Pemeriksaan konsistensi internal dilakukan
dengan komputer melalui program SPSS (Statististical Package for
Social Science).
kuesioner diperoleh 54 item yang taraf koefisien korelasinya ≥ 0,30.
Hasil uji validitas dapat dilihat pada lampiran 1. Rekapitulasi hasil
analisis uji validitas alat ukur disajikan dalam tabel 3.
38
No. Aspek-aspek Indikator Jumlah Item Valid
Jumlah Item Tidak Valid
1.4 Sikap dan perasaan terhadap kemampuan dan kenyataan diri sendiri.
12 -
2.2 Keterbukaan dalam mengenal lingkungan.
12 -
3.5 Keakraban dalam pergaulan
4.2 Kemampuan bertindak independen.
dalam mengukur apa yang di ukurnya. Menurut Masidjo (1995: 209)
reliabilitas suat alat ukur adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu
menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam
taraf ketepatan dan ketelitian hasil. Pendekatan yang digunakan untuk
memeriksa reliabilitas kuesioner pada penelitian ini adalah teknik Alpha
Cronbach melalui program SPSS (Statististical Package for Social
Science).
39
koefisien reliabilitas yaitu koefisien reliabilitas yang besarnya 0,91 –
1,00 sangat tinggi, 0,71 - 0,90 tinggi, 0,41 - 0,70 cukup, 0,21 - 0,40
rendah, dan yang besarnya 0,20 - negatif dianggap rendah. Berdasarkan
perhitungan koefisiensi reliabilitas dengan teknik Alpha Cronbach
melalui bantuan SPSS menghasilkan angka 0,959 yang termasuk dalam
koefisien reliabilitas sangat tinggi. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada
lampiran 2.
penelitian ini dapat dipercaya untuk pengambilan data penelitian. Setelah
kuesioner ini diuji coba dan dilihat validitas dan reliabilitasnya maka
kuesioner disusun kembali menjadi sebuah alat yang siap dipakai untuk
penelitian. Kuesioner penelitian dapat dilihat pada lampiran 3.
D. Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data
1. Tahap Persiapan
a. Peneliti meminta surat ijin penelitian kepada sekretariat
Program Studi Bimbingan dan Konseling guna melaksanakan
uji coba dan penelitian.
b. Peneliti mendatangi SMP Pangudi Luhur 1 dan bertemu Kepala
Sekolah untuk bertanya kemungkinan diadakannya penelitian di
sekolah ini.
bersama oleh pihak sekolah.
Bosco Yogyakarta kelas VII Apreciation dan VII Peace tahun ajaran
2010/2011, sedangkan pengambilan data untuk penelitian dilaksanakan
di SMP Pangudi Luhur 1 kelas VII tahun ajaran 2010/2011 dengan
membagikan kuesioner kepada responden.
3. Teknik Analisis Data
untuk diolah lebih lanjut.
Sesuai = 4, Sesuai = 3, Tidak Sesuai = 2, Sangat Tidak Sesuai
= 1. Alternatif jawaban unfavorable, Sangat Sesuai = 1, Sesuai
= 2, Tidak Sesuai = 3, Sangat Tidak Sesuai = 4.
c. Membuat tabulasi data, menghitung skor total dari masing-
masing subjek dan item kuesioner, kemudian menghitung skor
rata-rata subyek maupun rata-rata butir.
41
1) Menghitung koefisiensi korelasi skor item dengan skor total
aspek dari seluruh item dengan mengunakan teknik korelasi
product moment dari Pearson dengan menggunakan
bantuan program komputer SPSS.
program SPSS.
teoritisnya yang berdistribusi menurut model normal, yang
terbagi atas enam bagian atau enam satuan deviasi standar
yaitu, tiga bagian berada di sebelah kiri mean (bertanda negatif)
dan tiga bagian berada di sebelah kanan mean (bertanda
positif). Data penelitian ini memiliki skor rentang minimum
yaitu 1 dan skor maksimum yaitu 4, sehingga luas jaraknya
adalah 4-1=3, dengan demikian deviasi standarnya (sd) adalah
3:6=0,5. Mean teoritisnya (X) adalah (1+4):2=2,5. Berdasarkan
nilai-nilai tersebut dan berpedoman pada kriteria dalam Azwar
(1999: 109) penggolongan subjek dimasukkan ke dalam 3
kategori seperti pada tabel 4 .
42
Tiga Kategori
Klasifikasi
2. (X-1,0 sd) ≤ X < (X+1,0 sd)
≥ 2,00 – < 3,00 Sedang
f. Menggolongkan status sosial para siswa dengan menggunakan
teknik sosiometri sehingga diperoleh status sosial menjadi dua
kelompok yaitu anak yang populer dan tidak populer
berdasarkan perhitungan mean data (mean empirik) dengan
formula= (pilihan maksimun+pilihan minimum): 2. Kelas VII
A= (7+0):2, kelas VII B= (5+0):2, kelas VII C= (6+0):2, kelas
VII D= (6+0):2.
skor-skor penyesuaian diri per item menurut Aswar (1999:
107). Data penelitian ini memiliki skor rentang minimum yaitu
1 dan skor maksimum yaitu 4, sehingga luas jarak adalah 4-1=
3, dengan demikian deviasi standarnya (sd) adalah 3:6= 0,5.
Mean teoritisnya (x) adalah (1+4):2= 2,5; (2) mengidentifikasi
item-item penyesuaian diri yang termasuk kategori kurang
memadai (sedang dan rendah).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini memuat beberapa hal yang berkaitan dengan hasil penelitian dan
pembahasan.
Tingkat penyesuaian diri siswa dihitung dengan mengkategorikan
subjek menurut kriteria Azwar (1999: 109) yang dapat dilihat pada tabel 4.
Penggolongan subjek dimasukkan ke dalam 3 kategori. Hasil
penggolongan tingkat penyesuaian diri siswa kelas VII di SMP Pangudi
Luhur 1 tahun ajaran 2010/2011 dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5. Tingkat Penyesuaian Diri Siswa Kelas VIII Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2010/2011
Retata Skor Frekuensi Presentase Kategori
< 2,00 0 0% Rendah ≥ 2,00 – < 3,00 150 93,75 % Sedang
≥ 3,00 10 6,25 % Tinggi
Pada tabel 5 terlihat bahwa tidak ada siswa kelas VII SMP Pangudi
Luhur 1 Tahun Ajaran 2010/2011 yang memperoleh kualifikasi “rendah”
dalam penyesuaian diri, 150 siswa (93,75 %) memiliki penyesuaian diri
“sedang”, dan 10 siswa (6,25 %) memiliki penyesuaian diri yang “tinggi”.
Rincian hasil analisis status sosial di semua kelas VII SMP Pangudi Luhur
1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2010/2011 dapat dilihat pada tabel 6. Hasil
44
lampiran 4.
Tabel 6. Rincian status sosial siswa kelas VII
Status sosial Populer Tidak populer Jumlah Kelas VII A 4 36 40 VII B 13 27 40 VII C 9 29 38 VII D 2 40 42
Jumlah 28 132 160
Hasil penggolongan penyesuaian diri siswa terhadap teman sebaya
di SMP kelas VII Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2010/2011
berdasarkan tingkat status sosial populer dan tidak populer dapat dilihat
pada tabel 7.
Tabel 7. Tingkat Penyesuaian Diri Siswa di SMP Kelas VII Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada Siswa yang Populer dan Tidak Populer Tingk.Penyesuaian Diri Tinggi Sedang Rendah Jumlah
Status Sosial Populer 3 25 - 28 Tidak Populer 7 125 - 132 Jumlah 10 150 - 160
Kategori penyesuaian diri per item diolah dengan menggunakan
formula dalam Azwar (1999: 107) dengan dimasukkan ke dalam 3
kategori seperti pada tabel 4. Hasil perhitungan per item menjadi acuan
dalam menyusun butir-butir penyesuaian diri yang teridentifikasi
capaiannya belum memadai (kategori masih rendah dan sedang), yang
implikatif untuk diusulkan sebagai topik-topik bimbingan di SMP Pangudi
Luhur 1 tahun ajaran 2010/2011. Hasil kategori penyesuaian diri per item
45
pada siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Tahun Ajaran
2010/2011 dapat dilihat pada tabel 8.
Tabel 8. Hasil Kategori Penyesuaian Diri Per Item pada Siswa Kelas VIII Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2010/2011 No. Kategori No. Item Jumlah 1. Rendah - - 2. Sedang 1,3,4,5,6,7,8,9,11,12,13,16,17,18,19,20,
21,22,23,24,25,26,27,28,29,30,31,32,33,34,3 5,36, 37,38,39,40,41,42,44,45,46,47,48,50,51,52,5 3,54
B. Pembahasan
SMP Pangudi Luhur 1 Tahun Ajaran 2010/2011.
Hasil perhitungan tingkat penyesuaian diri siswa kelas VII SMP
Pangudi Luhur 1 Tahun Ajaran 2010/2011 menunjukkan bahwa tidak
terdapat siswa yang memperoleh kualifikasi “rendah” dalam
penyesuaian diri, 150 siswa (93,75 %) memiliki penyesuaian diri
“sedang”, dan 10 siswa (6,25 %) memiliki penyesuaian diri yang
“tinggi”. Kenyataan bahwa sebagian besar siswa kelas VII SMP
Pangudi Luhur 1 Tahun Ajaran 2010/2011 memiliki penyesuaian diri
yang “sedang” (93,75 %), menandakan bahwa sebagian besar siswa
46
kelas VII SMP Pangudi Luhur 1 belum mencapai penyesuaian diri
yang optimal atau dengan capaian yang tinggi.
Tingkat penyesuaian diri siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1
Tahun Ajaran 2010/2011 terhadap teman sebaya, dari 28 siswa yang
populer terdapat 3 siswa yang penyesuaian dirinya “tinggi” dan 25
siswa penyesuaian dirinya “sedang”. Hal tersebut menunjukkan bahwa
penyesuaian diri terhadap teman sebaya pada siswa yang populer
belum mencapai capaian yang optimal atau tinggi. Dari 132 siswa
yang tergolong tidak populer terdapat 7 siswa dengan tingkat
penyesuaian diri “tinggi” dan 125 siswa dengan tingkat penyesuaian
diri “sedang”. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa tingkat
status sosial populer dan tidak populer ternyata tidak condong
menentukan tingkat penyesuaian diri seseorang.
Kenyataan bahwa walaupun penyesuaian diri terhadap teman
sebaya di kelas VII SMP Pangudi Luhur 1 Tahun Ajaran 2010/2011
yang tergolong populer, ternyata tidak terlalu membuat mereka
mencapai penyesuaian diri yang tinggi. Pada siswa yang populer
masih terdapat sebagian besar subjek dengan tingkat penyesuaian diri
yang sedang. Sebaliknya, siswa yang tergolong tidak populer (132
siswa), ternyata juga sebagian besar memiliki tingkat penyesuaian diri
pada kategori sedang, dan sisanya berhasil mencapai kategori tinggi.
Jika pada siswa yang populer memiliki penyesuaian diri yang
belum pada pencapaian yang optimal ( tinggi ) sama seperti siswa
47
penyesuaian diri pada siswa yang populer sehingga membuat mereka
lebih dipilih sebagai teman kelompok bermain yang paling disukai
diantara teman sebayanya.
tidak mudah karena dalam proses penyesuaian diri, remaja akan
diperhadapkan pada berbagai persoalan khususnya persoalan
penerimaan dan penolakan dari teman-teman sebayanya. Remaja
dapat diterima jika remaja memiliki nilai-nilai yang dimiliki teman
sebayanya. Seperti yang diungkapkan Hurlock (1992: 210) untuk
mengharapkan dukungan dari teman-teman sebaya yang menentukan
kehidupan sosial, remaja harus memiliki nilai-nilai yang dipegang
oleh kelompok teman-teman sebayanya. Nilai-nilai itu seperti sifat
kepribadian, penampilan diri, status ekonomi, kepandaian, dan
sebagainya yang sama.
teman yang mempunyai minat dan nilai-nilai yang sama, yang dapat
mengerti dan membuatnya merasa aman, dan kepadanya ia dapat
mempercayakan masalah-masalah dan membahasnya. Hal ini sejalan
dengan alasan sebagian besar siswa dalam memilih teman yang
disenanginya. Berdasarkan hasil sosiometri yang dilakukan oleh para
siswa kelas VII di SMP Pangudi Luhur 1 tahun ajaran 2010/2011,
sebagian besar siswa yang tergolong populer dikalangan teman
48
sebayanya dipilih dengan alasan baik, asik, lucu atau humoris, pintar,
perhatian dan ramah. Hal tersebut sejalan dengan yang diungkapkan
Mappiare (1982: 170) bahwa faktor-faktor yang membuat individu
diterima dalam kelompok teman sebayanya yaitu tampang yang baik,
memperhatikan orang lain, serta memiliki kemampuan pikir yang
baik.
sebagian besar teman sebayanya belum dimiliki. Jika dari hasil
penelitian mengungkapkan bahwa baik, asyik, lucu atau humoris,
pintar, perhatian dan ramah, sebagai alasan para siswa dalam memilih
teman kelompok bermain, maka siswa yang tidak populer belum
memiliki karakteristik tersebut. Hal tersebut menandakan remaja yang
populer bila dibandingkan dengan remaja yang tidak populer di kelas
VII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, lebih dapat berkomunikasi
secara jelas dengan teman sebaya mereka dan mampu
mempertahankan percakapan dengan teman sebayanya.
2. Deskripsi Butir-butir Penyesuaian Diri terhadap Teman Sebaya
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tidak terdapat butir-
butir penyesuaian diri dalam capaian rendah, 6 butir tergolong tinggi
49
Mengingat bahwa keberhasilan penyesuaian diri dapat
memudahkan remaja untuk berinteraksi, maka remaja perlu dibimbing
agar mendapat capaian penyesuaian diri yang baik. Pencapaian butir-
butir item yang sebagian besar sedang menandakan bahwa perlu
adanya bimbingan bagi para siswa kelas VII di SMP Pangudi Luhur 1
Yogyakarta Tahun Ajaran 2010/2011 agar pencapaian butir-butir
penyesuaian diri yang tadinya sedang akan mendapat pencapaian yang
memadai atau tinggi.
Bantuan yang bisa diberikan kepada para siswa oleh Guru BK
salah satunya melalui penyusunan topik-topik bimbingan untuk
membantu para siswa mencapai penyesuaian diri yang baik.
Penyusunan topik-topik bimbingan didasari pada butir-butir
penyesuaian diri yang capaiannya masih belum memadai atau tinggi.
Ada 48 butir item yang capaiannya masih sedang. 48 butir tersebut
adalah bagian dari 4 aspek penyesuian diri menurut Desmita (2009:
195), yaitu: 1) kematangan emosional, 2) kematangan intelektual, 3)
kematangan sosial, 4) tanggungjawab.
digabung menjadi satu topik, sehingga disusun topik-topik bimbingan
50
usulan topik-topik bimbingan dapat dilihat pada tabel 9.
Indikator-indikator yang dijadikan usulan topik-topik bimbingan
yaitu: 1) kemampuan untuk santai, gembira dan meyatakan
kejengkelan (5 item sedang), 2) sikap dan perasaan terhadap
kemampuan dan kenyataan diri sendiri (5 item sedang), 3)
kemampuan memahami orang lain dan keragamannya (4 item
sedang), 4) keterbukaan dalam mengenal lingkungan (6 item sedang),
5) keterlibatan dalam partisipasi sosial (6 item sedang), 6) keakraban
dalam pergaulan (6 item sedang), 7) kesediaan bekerjasama (6 item
sedang), 8) sikap produktif dalam mengembangkan diri (4 item
sedang), 9) kemampuan bertindak independen (5 item sedang).
51   
No. Perumusan Butir Masalah
Metode Sumber
Siswa mampu menyatakan perasaan
Siswa semakin mampu menyikapi kenyataan diri
Menyikapi kenyataan diri
Ceramah singkat, Video Nick Vujicic, tanya jawab, lembar kerja siswa.
a. Goleman, D. 1996. Emotional Intelligence. Jakarta: Gramedia pustaka Utama
b. Goleman, D. 2007. Social Intelligence. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
3. Kemampuan memahami oranglain dan keragamannya
Siswa semakin memahami dan menerima keragaman orang lain.
Memahami dan menerima keragaman orang lain
2 JP Pribadi- Sosial
Ceramah singkat, games “sosiodrama”, tanya jawab.
a. Uno, Mien. 2009. Buku Pintar Etiket Remaja:Kiat Sukses Memasuki Pergaulan Remaja. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
b. Goleman, D. 2007. Social Intelligence .Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
4. Keterbukaan dalam mengenal lingkungan
Siswa semakin terbuka dalam mengenal lingkungan
Terbuka mengenal lingkungan
Uno, Mien. 2009. Buku Pintar Etiket Remaja:Kiat Sukses Memasuki Pergaulan Remaja. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
5. Keterlibatan dalam partisipasi
Siswa menyadari pentingnya partisipasi
52   
pandai Bergaul. Jakarta: Gramedia
b. Osborne, C. 2001. Seni Bergaul. Jakarta: BPK Gunung Mulia
6. Keakraban dalam pergaulan
Keakraban dalam pergaulan
Uno, Mien. 2009. Buku Pintar Etiket Remaja:Kiat Sukses Memasuki Pergaulan Remaja. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
7. Kesediaan kerjasama
Games “estafet balon punggung”, folder bimbingan.
Goleman, D. 2007. Social Intelligence. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
8. Sikap produktif dalam mengembangkan diri
Siswa semakin menyadari pentingnya sikap produktif
Produktif 2 JP Pribadi- Sosial
Ceramah singkat, folder bimbingan, tanya jawab.
a. Goleman, D. 2007. Social Intelligence. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
b. Stoltz, Paul G. 2005. Adversity Quotient. Jakarta: Grasindo
9. Kemampuan bertindak independen
Independen 2 JP Pribadi- Sosial
Ceramah singkat, folder bimbingan, diskusi.
Goleman, D. 2007. Social Intelligence. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
53
dilakukan yaitu :
1. Status sosial siswa yang populer dan tingkat penyesuaian dirinya tinggi
ada 3 siswa, tingkat penyesuaian dirinya sedang ada 25 siswa. Siswa
yang status sosialnya tidak populer dan memiliki tingkat penyesuaian
diri tinggi ada 7 siswa, yang tingkat penyesuaian dirinya sedang ada
125 siswa. Jadi kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa
status sosial (populer dan tidak populer) secara sekilas ternyata tidak
menggambarkan tingkat penyesuaian diri siswa kelas VII SMP Pangudi
Luhur 1 Yogyakarta.
2. Dari 54 butir terdapat 6 butir penyesuaian diri yang tergolong dalam
pencapaian tinggi, 48 butir tergolong dalam pencapaian sedang, dan
tidak ada butir penyesuaian diri yang berada pada kategori rendah.
B. Saran-saran
Dapat menggunakan hasil penelitian ini khususnya topik-topik
bimbingan untuk meningkatkan penyesuaian diri siswa sesuai dengan
keperluan.
54
beragam dan lebih mendalam dengan subyek yang tidak hanya terbatas
pada siswa SMP saja.
Conger. (1991). Adolescence and Youth. New York: Harper Collins
Furchan. (2004). Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Rosdakarya.
Hurlock. (1980). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.
Mappiare, Andi. (1982). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
Masidjo, Ign. (1995). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah.
Yogyakarta: Kanisius.
University Press.
Manusia). Jakarta: Salemba Humanika.
Prayitno, H & Amti, E. (1999). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta:
Rineka Cipta.
56
Sarafino. (1994). Health Psychology. Canada: John Wiley & Sons.Inc.
Sears, D. O., Jonathan, L. F., & Anne, P. (1991). Psikologi Sosial Jilid II. Jakarta:
Erlangga
Midas Surya Grafindo.
R&D. Bandung: Alfabeta.
Maestro.
Winkel, W.S & Hastuti, Sri. (2004). Bimbingan dan Konseling di Institusi
pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.
ITEM01 .000 .432** Valid
ITEM02 .001 .772** Valid
ITEM03 .000 .749** Valid
ITEM04 .000 .716** Valid
ITEM05 .000 .743** Valid
ITEM06 .000 .637** Valid
ITEM07 .000 .672** Valid
ITEM08 .000 .653** Valid
ITEM09 .000 .436** Valid
ITEM10 .001 .738** Valid
ITEM11 .000 .709** Valid
Item Hasil Hitung Keputusan .795** Valid
ITEM13 .000 .586** Valid
ITEM14 .000 .810** Valid
ITEM15 .000 .632** Valid
ITEM16 .000 .812** Valid
Item Hasil Hitung Keputusan .806** Valid
ITEM25 .000 .803** Valid
ITEM26 .000 .804** Valid
ITEM27 .000 .770** Valid
ITEM28 .000 .521** Valid
ITEM29 .000 .510** Valid
ITEM30 .000 .695** Valid
ITEM31 .000 .665** Valid
ITEM32 .000 .378** Valid
ITEM43 .000 .831** Valid
ITEM44 .000 .718** Valid
ITEM45 .000 .804** Valid
ITEM46 .000 .555** Valid
ITEM47 .000 .750** Valid
ITEM48 .000 .715** Valid
ITEM49 .000 .792** Valid
ITEM50 .000 .512** Valid
ITEM51 .000 .454** Valid
ITEM52 .000 .687** Valid
ITEM53 .000 .529** Valid
.959 .962
1. Koesioner penyesuaian diri terhadap teman sebaya
KUESIONER Tanggal : Nama : No. Absen : Kata Pengantar Pada kesempatan ini saya memohon kesediaan Anda untuk mengisi kuesiner ini. Data Anda bersifat rahasia dan jawaban Anda tidak mempengaruhi penilaian terhadap diri Anda. Saya mengharapkan kesediaan Anda mengisi kuesioner dengan teliti, jujur dan penuh keterbukaan sesuai dengan pengalaman Anda sendiri. Saya sangat menghargai dan berterima kasih atas kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner ini. Petunjuk :
1. Kuesioner ini terdiri dari 54 pernyataan. Setiap pernyataan dilengkapi dengan 4 alternatif jawaban. Anda diminta untuk memilih 1 (satu) alternatif jawaban saja yang menurut Anda paling sesuai.
2. Alternatif jawaban yang disediakan sebagai berikut: SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai
3. Berilah tanda centang (√) pada alternatif jawaban yang sesuai dengan kondisi diri Anda.
Selamat Mengerjakan
62
No. Pernyataan SS S TS STS 1. Saya merasa nyaman ketika berada di lingkungan orang-orang baru 2. Saya senang jika dapat berkenalan dengan orang-orang baru 3. Saya mampu mengungkapkan ketidaksukaan saya secara wajar terhadap
sikap teman, tanpa merasa takut dijahui
4. Dalam mengerjakan tugas, saya menggunakan seluruh kemampuan yang saya miliki tanpa merasa sok pintar
5. Jika saya merasa kurang mampu, saya tidak memaksakan diri untuk memiliki penampilan yang mengikuti tren seperti teman-teman lain.
6. Saya menerima kritikan dari teman-teman sebagai sebuah masukan yang bermanfaat bagi saya
7. Saya merasa cemas ketika berada di tengah-tengah orang yang belum saya kenal
8. Ketika masuk ke sekolah baru, saya sangat kuatir jika tidak mendapat teman baru
9. Saya memendam ketidaksukaan saya terhadap sikap orang lain daripada mengungkapkannya
10. Ketika ujian, saya memberi contekan kepada teman-teman agar dianggap orang yang pintar dan setia kawan
11. Saya ingin penampilan saya selalu mengikuti gaya berpenampilan teman- teman yang lain, agar terlihat sebagai anak modis
12. Saya mudah marah ketika mendapat penilaian yang kurang baik dari teman-teman saya.
13. Saya menyukai keragaman berpendapat dalam berdiskusi dengan teman- teman
14. Saya menjalin pertemanan tanpa memandang pintar atau tidaknya seseorang itu
15. Bagi saya, berteman dengan teman yang memiliki latar belakang yang beragam bukanlah sebuah menjadi masalah
16. Saya senang mendiskusikan hal-hal baru yang saya peroleh bersama teman-teman saya
17. Saya dapat bertanya kepada teman-teman jika mengalami kesulitan dalam pelajaran tanpa rasa malu
18. Berteman dengan teman dari berbagai latar belakang dapat memberi pengetahuan yang lebih luas
19. Saya kurang senang berteman dengan orang yang tidak sependapat dengan saya
20. Saya memilih berteman dengan orang yang memiliki latar belakang yang sama dengan saya
21. Saya lebih senang berteman dekat dengan orang yang lebih pintar daripada saya
22. Ketika mengalami kesulitan, saya lebih memilih untuk tidak bertanya karena takut dinilai bodoh oleh teman-teman
23. Saya kurang tertarik mencari pengetahuan/ informasi baru dan mendiskusikannya dengan orang lain
24. Berteman dengan teman dari latar belakang yang berbeda kurang ada manfaatnya bagi saya
25. Saya senang melakukan tugas piket di kelas 26. Saya senang turut serta dalam kegiatan OSIS di sekolah 27. Saya dengan senang hati membantu teman-teman yang membutuhkan
bantuan saya
28. Saya senang mengikuti kegiatan di kelas bersama teman-teman 29. Saya dapat bercerita akrab dengan semua teman di kelas 30. Saya mudah menceritakan masalah yang saya hadapi kepada teman-teman
63
saya 31. Saya senang bekerja di dalam kelompok walaupun bukan dengan teman
dekat saya
32. Dalam tugas kelompok, saya dengan senang hati melaksanakan tugas yang di berikan kepada saya
33. Dalam merencanakan kegiatan kelas, saya senang jika teman-teman satu kelas dapat terlibat di dalamnya
34. Saya mencari-cari alasan agar terhindar dari kegiatan piket kelas yang dibuat oleh teman-teman
35. Saya kurang tertarik terlibat dalam kepengurusan OSIS di sekolah, karena nantinya akan berinteraksi dengan kakak kelas
36. Saya lebih bersedia membantu teman yang dekat/ akrab dengan saya saja 37. Saya kurang tertarik mengikuti kegiatan bersama teman-teman kelas 38. Saya lebih senang bercerita ataupun bersendagurau dengan teman-teman
yang dekat saja dengan saya
39. Saya tertutup kepada teman-teman saya dalam menceritakan masalah saya 40. Saya kurang suka bekerja di dalam kelompok karena meragukan
kemampuan teman-teman yang lain
41. Saya lebih senang menyerahkan tugas kelompok untuk diselesaikan oleh teman yang lebih pintar dari saya
42. Saya kurang nyaman bekerjasama dengan teman-teman yang kurang dekat/ akrab dengan saya
43. Saya beranggapan bahwa dengan memiliki banyak teman dapat membantu saya untuk lebih berkembang
44. Saya senang mengikuti ajakan teman untuk melakukan kegiatan-kegiatan di luar sekolah yang bermanfaat
45. Saya tidak merasa malu jika dipilih memimpin diskusi di kelas, karena saya dapat belajar cara memimpin yang baik
46. Saya memilih untuk mengerjakan tugas, walaupun sebagian teman tidak mengerjakan
47. Dalam memilih sesuatu, saya dapat memilih berdasarkan pertimbangan saya sendiri tanpa harus bergantung dengan pendapat orang lain
48. Dalam memilih ekstrakurikuler, saya memilih bidang berdasarkan minat saya
49. Bagi saya memiliki banyak teman tidak ada manfaatnya bagi saya 50. Saya menolak ajakan teman-teman untuk mengikuti kegiatan yang belum
pernah saya lakukan, karena saya merasa tidak senang mengerjakan hal- hal yang baru bagi saya
51. Saya menolak jika dicalonkan menjadi ketua kelas ataupun memimpin diskusi, karena saya takut tidak mampu menjalankan tugas tersebut
52. Saya lebih memilih mengikuti kebiasan teman-teman karena takut dinilai tidak setia kawan
53. Dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler, saya lebih memilih kegiatan yang banyak diikuti oleh teman-teman dekat saya
54. Saya sulit memutuskan sesuatu tanpa meminta bantuan dari teman-teman saya terlebih dahulu
64
DAFTAR ISIAN SOSIOMETRI
Pilihlah 2 teman kelasmu yang paling kamu inginkan atau sukai sebagai teman bermain
1. Nama Lengkap Temanmu : …………………………………………
Tabel Sosiometri Kelas VII A
Dipilih 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
Memili h 1 2 1 3 2 4 1 5 2 6 1 7 1 8 1 9 2 1 10 11 12 13 2 14 1 15 16 2 17 1 18 2 19 2 1 20 1 2 21 2 22 1 23 1 24 25 1 26 27 1 28 29 30 2 31 1 32 33 2 34 2 1 35 2 1 36 1 37 1 38 2 39 40 2 41 1 42 43 44 1 2 Pil 1 - 2 - - - - 1 - - 2 - 1 1 - - 1 1 1 1 1 1 1 2 Pil 2 1 - - 1 2 2 2 - 1 4 1 - - 1 1 - - - 3 2 - - - Total 1 2 0 1 2 2 3 0 1 6 1 1 1 1 1 1 1 1 4 3 1 1 2
66
Dipilih
24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44
Memilih 1 2 1 2 2 3 1 4 2 5 1 6 2 7 2 8 2 9 10 1 2 11 12 2 1 13 1 14 2 15 16 1 17 2 18 1 19 20 21 1 22 2 23 2 24 25 26 2 1 27 2 28 2 1 29 2 1 30 1 31 2 32 1 2 33 1 34 35 36 2 37 2 38 1 39 1 2 40 1 41 2 42 1 2 43 44 Pil 1 2 1 3 - - 1 - 1 2 - 2 - 2 - - - 3 1 1 - - Pil 2 - - 1 1 2 1 7 - - - 1 1 1 1 3 2 - - 1 - 2 Total 2 1 4 1 1 2 7 1 2 0 3 1 3 1 3 2 3 1 2 0 2 Ket: 1,2 = urutan pilihan Pilihan maksimum: 7 Pilihan minimum: 0 (7+0) : 2= 3,5 Skor populer: 4,5,6,7 Skor tidak populer: 0,1,2,3 * Absen siswa populer : 10,19,26,30 * Absen siswa tidak populer : 1,2,3,4,5,6,7,8,9,11,12,13,14,15,16,17,18,20,21,22,23,24,25,27,28,29,31,32,33,34,35,36,37,38,39,40,41,42, 43,44
67
Dipili h
1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0
1 1
1 2
1 3
1 4
1 5
1 6
1 7
1 8
1 9
2 0
2 1
2 2
2 3
Memil ih 1 2 3 1 4 1 1 5 1 1 6 7 1 1 8 1 9 1 10 1 11 1 1 12 1 1 13 1 14 1 15 1 16 1 17 1 18 19 1 2 20 21 22 1 2 23 24 1 2 25 26 27 2 28 29 2 30 31 32 2 1 33 2 34 1 2 35 36 1 2 37 1 38 2 39 2 40 2 41 1 42 2 1 P1 - 2 3 4 - 1 3 - - - 3 1 1 1 - 2 2 1 - - 1 3 1 P2 1 1 - 1 - - 2 - 1 - - - 2 1 - - 1 - - 1 - - 1 Total 1 3 3 5 0 1 5 0 1 0 3 1 3 2 0 2 3 1 0 1 1 3 2
68
Dipilih 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Memilih 1 1 1 2 1 1 3 1 4 5 6 7 8 1 9 1 10 11 12 13 1 14 1 15 1 16 1 17 2 18 1 19 20 2 1 21 1 2 22 23 24 25 2 1 26 2 1 27 1 28 2 1 29 1 30 2 1 31 1 2 32 33 1 34 35 1 36 2 37 2 38 1 39 40 1 41 1 2 42 P1 - 1 1 1 - 1 - 3 1 1 3 2 - 2 2 4 2 - 2 P2 - 1 - 1 - - 2 1 - 1 1 2 - 1 - - - 1 - Total 0 2 1 2 0 1 2 4 1 2 4 4 0 3 2 4 2 1 2 Ket: 1,2 = urutan pilihan Pilihan maksimum: 5 Pilihan minimum: 0 (5+0) : 2= 2,5 Skor populer: 3,4,5 Skor tidak populer: 0,1,2 Populer : 4,7,31,34,35,39 Tidak populer : 1,2,3,5,6,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21,22,23,24,25,26,27,28,29,30,32,33,36,37,38,40,41,42
69
Tabel Sosoimetri Kelas VII C Dipilih 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Memil ih 1 2 2 1 3 1 2 4 5 2 1 6 2 7 1 8 9 10 11 1 2 12 1 2 13 1 14 1 2 15 2 1 16 1 17 18 2 1 19 20 1 21 2 22 1 23 24 1 25 1 26 1 27 2 28 1 29 1 2 30 2 31 32 1 33 34 2 1 35 2 1 36 37 38 39 2 1 40 41 2 1 P1 1 1 - 2 - 2 2 - - - 1 - 2 2 1 1 1 2 1 - 2 P2 - 5 - - - 1 - 1 1 1 - - 2 2 - - - 1 - 1 - Total 1 6 0 4 2 0 3 2 1 1 1 1 0 4 4 1 1 1 3 1 1 2
70
Dipilih 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Memilih 1 2 3 4 5 6 1 7 2 8 2 1 9 1 2 10 1 2 11 12 13 2 14 15 16 2 17 2 1 18 19 20 2 21 1 22 2 23 1 2 24 2 25 2 26 2 27 1 28 2 29 30 1 31 2 1 32 2 33 1 2 34 35 36 1 2 37 2 1 38 2 1 39 40 1 2 41 P1 1 2 2 - - 1 - 2 1 1 - 1 1 - 1 - 1 1 P2 1 2 1 - 1 1 - - 3 - - 1 - 1 3 4 3 - Total 2 4 3 0 1 1 0 2 4 1 0 1 1 1 4 4 4 1
Pilihan maksimum: 6 Pilihan minimum: 0 (6+0) : 2= 3 Skor populer: 4,5,6, Skor tidak populer: 0,1,2,3 Populer : 3,5,8,15,16,20,25,26,32,38,39,40 Tidak populer : 1,2,4,6,7,9,10,11,12,13,14,17,18,19,21,22,23,24,27,28,29,30,31,33,34,35,36,37,41
71
Tabel Sosoimetri Kelas VII D Dipilih 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Memilih 1 2 1 2 3 4 5 6 1 2 7 1 8 2 9 1 2 10 1 2 11 1 2 12 1 2 13 1 14 2 15 16 1 2 17 2 18 2 1 19 2 1 20 1 21 1 22 2 23 1 24 25 26 2 27 28 1 29 2 1 30 1 31 2 32 33 1 2 34 2 35 1 2 36 37 1 38 39 40 1 41 42 43 2 1 P1 - - 1 2 1 1 1 1 1 2 - 3 2 1 - 2 - - - - 1 2 1 P2 3 - - 1 2 - - 1 - 1 - - - 2 - 2 - 2 1 2 1 1 1 Total 3 0 1 3 3 1 1 1 1 3 0 3 2 3 0 4 0 2 1 2 2 3 2
72
Dipilih 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Memilih 1 2 3 2 1 4 2 1 5 2 1 6 7 2 8 1 9 10 11 12 13 2 14 1 15 1 2 16 17 1 18 19 20 2 21 2 22 1 23 2 24 2 1 25 2 1 26 1 27 2 1 28 2 29 30 2 31 1 32 2 1 33 34 35 36 2 1 37 38 2 1 39 2 1 40 2 41 42 2 1 43 P1 1 - 1 2 - 1 - - - 3 2 - 2 2 - 1 1 1 1 1 P2 - 1 2 2 1 - 1 1 - - - 2 4 1 1 - 2 - - 1 Total 1 1 3 3 1 1 1 1 0 3 2 2 6 3 1 1 3 1 1 1 Ket: 1,2 = urutan pilihan Pilihan maksimum: 6 Pilihan minimum: 0 (6+0) : 2= 3 Skor populer: 3,4,5,6 Skor tidak populer: 0,1,2 Populer : 1,4,5,10,12,14,16,22,26,27,33,36,37,40 Tidak populer : 2,3,6,7,8,11,13,15,17,18,19,20,21,23,24,25,28,29,30, 31,32,34,35,38,39,41,42,43
73
TABULASI SKOR PENYESUAIAN DIRI item/sisiwa  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18 
1  3 3 1 3 2 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
2  3 4 3 4 4 4 2 2 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3
3  2 3 2 3 3 3 1 1 4 3 3 2 3 4 4 3 3 3
4  2 4 3 4 4 4 2 2 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3
5  2 4 2 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4
6  3 3 2 4 2 2 3 3 2 4 3 3 3 4 4 4 4 4
7  2 3 3 4 4 4 1 2 2 4 4 4 4 4 4 3 4 4
8  3 4 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 4 4 4 4 3 3
9  2 3 2 4 3 3 2 3 2 4 3 2 3 4 4 3 3 3
10  3 4 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3
11  4 4 3 4 4 4 3 2 4 4 2 3 4 3 4 4 4 4
12  2 4 3 3 3 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3
13  3 4 2 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4
14  2 4 3 3 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4
15  1 3 2 3 4 4 2 2 1 4 4 3 3 3 3 2 2 4
16  3 3 3 3 2 3 3 3 2 4 2 3 4 4 4 4 3 4
17  3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4
18  3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3
19  2 3 2 3 3 3 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3
20  3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 2 2 3 4 3 3 3 4
21  2 4 3 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 4 4 3 3 3
22  3 4 4 4 4 4 2 1 4 4 4 1 4 3 4 3 4 4
23  3 3 3 4 4 3 3 2 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3
24  3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 2 2 3 4 4 3 4 3
25  3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4
26  2 4 2 1 4 4 2 4 3 4 3 2 4 4 4 4 3 4
27  2 3 1 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4
28  2 3 2 4 4 3 2 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4
29  3 4 3 4 4 3 2 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4
30  3 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 2 3 3
31  2 4 3 4 4 3 2 2 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3
32  2 3 2 3 3 3 1 2 2 4 3 3 3 4 4 3 3 3
33  4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3
34  3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4
35  3 4 3 3 4 4 2 2 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3
36  2 3 2 3 3 3 1 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3
37  3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3
38  3 3 3 3 3 4 2 1 3 4 2 3 4 4 4 3 3 3
39  3 4 3 4 4 4 1 3 2 4 3 3 4 4 4 4 3 4
40  2 4 2 4 4 4 2 2 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4
74
41  3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3
42  4 4 2 3 3 3 4 4 1 4 3 4 4 4 4 3 4 4
43  3 3 3 4 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3
44  2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 3 4 4 3
45  3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3
46  3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 2 3 4 3 4 3 3
47  3 3 3 3 3 3 1 2 2 4 3 3 3 3 4 3 4 3
48  3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3
49  3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3
50  2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 4 3
51  3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3
52  3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4
53  3 3 3 4 3 4 4 4 2 4 3 3 2 4 4 3 4 4
54  3 4 3 3 3 3 3 3 1 4 3 2 4 3 3 3 3 4
55  2 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3
56  3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 3 4 4
57  3 3 2 4 4 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3
58  3 4 1 4 4 4 1 3 1 4 4 4 4 4 4 3 4 4
59  3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4
60  2 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4
61  2 3 2 4 3 3 3 2 2 4 3 3 3 4 4 3 3 4
62  2 3 3 3 3 4 2 2 2 3 3 3 4 4 4 4 4 4
63  2 3 2 3 4 4 2 2 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3
64  3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3
65  3 4 2 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4
66  2 3 2 4 4 3 1 4 1 4 2 4 4 4 4 3 4 4
67  3 4 3 3 3 3 1 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4
68  3 3 2 3 3 2 3 1 2 2 4 3 2 3 3 2 3 2
69  3 4 2 3 3 4 1 2 2 4 2 2 3 3 3 4 4 3
70  3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4
71  3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4
72  3 3 3 4 3 3 1 2 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3
73  3 3 2 3 3 3 3 4 2 4 3 4 3 4 4 4 3 3
74  3 4 3 4 4 4 3 2 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4
75  3 3 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3
76  3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3
77  2 4 2 2 3 3 3 3 2 3 4 4 3 4 3 2 3 3
78  2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
79  1 4 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3
80  2 3 2 3 3 3 1 3 2 4 3 3 3 4 4 4 3 4
81  3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4
75
82  2 3 3 3 3 4 2 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3
83  3 4 2 2 4 4 2 2 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3
84  3 3 2 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3
85  3 3 2 3 3 4 3 2 2 4 3 2 3 3 3 3 3 4
86  2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3
87  2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3
88  2 3 2 3 3 4 2 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4
89  2 4 3 3 3 4 2 1 3 4 3 4 3 3 3 3 1 2
90  3 3 4 3 3 4 3 4 2 4 2 3 4 4 4 3 4 4
91  3 4 3 4 2 3 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 1
92  2 3 2 4 4 4 1 3 2 4 3 3 3 4 4 3 1 3
93  3 3 2 3 4 3 2 2 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3
94  3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
95  2 3 4 3 3 4 1 2 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3
96  3 3 4 3 3 3 3 2 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3
97  3 3 2 3 2 2 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3
98  3 3 4 3 3 4 1 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3
99  2 4 3 3 3 4 2 3 3 4 2 2 3 4 4 4 3 4
100  2 3 3 3 3 3 2 3 1 3 3 3 3 3 3 4 3 3
101  2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3
102  3 4 2 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3
103  3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 2 4 4 4 3 3 3
104  3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
105  2 3 3 3 2 4 1 3 2 3 1 3 4 4 4 3 3 4
106  3 4 2 3 3 4 4 4 2 3 2 2 3 4 4 4 4 4
107  3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3
108  2 3 3 3 3 3 1 2 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4
109  2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3
110  2 4 3 3 3 3 3 1 3 4 3 2 2 3 3 2 3 3
111  2 4 2 4 3 3 2 3 2 4 4 2 3 3 4 4 3 4
112  2 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4
113  2 3 3 3 3 4 2 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4
114  3 4 2 3 4 4 2 2 2 4 4 3 4 4 4 3 3 4
115  3 4 3 4 3 3 1 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3
116  3 3 2 3 3 3 3 4 2 4 3 4 3 4 4 3 4 3
117  2 4 2 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3
118  3 3 2 3 3 4 1 2 2 4 4 2 3 3 3 3 4 3
119  2 3 3 3 3 3 1 1 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3
120  2 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 2 3 3 4 3 3 3
121  2 4 3 3 4 3 2 3 3 4 3 2 4 4 3 4 4 3
122  3 4 4 4 3 4 2 3 3 4 2 3 3 3 4 4 4 4
76
123  2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3
124  2 4 2 3 3 4 4 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3
125  3 4 3