Click here to load reader

PENGARUH KELOMPOK TEMAN SEBAYA DAN PERHATIAN …

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PENGARUH KELOMPOK TEMAN SEBAYA DAN PERHATIAN …

Online: http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/jikap
e-ISSN 2614-0349
TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK
Rizky Fauzyah
Universitas Sebelas Maret Surakarta
Email: [email protected]
Abstract The purpose of this study was to identify the influence of peer group and parents
attention toward student’s learning motivation. The problem in this study was
student’s low learning motivation. The research method was a correlational
quantitative. The samples were many as 83 student’s who were determined by
proportional random sampling technique. The data collection technique uses a
Likert scale questionnaire and documentation. Based on the data analysis showed
that there was a significant influence of peer groups and parents attention on
student’s learning motivation. X1 correlation coefficient value against Y = 0.471;
X2 against Y = 0.601; and the coefficient of determination score was = 0.401 or
40.1%. Which could be interpreted as peer group and parents attention has a
contribution of 40.1% towards learning motivation.
Keywords: peer group, parents attention, learning motivation.
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
I. PENDAHULUAN
mendapatkan ilmu yang bermanfaat
didik tersebut. Selain itu, diperlukan
kesadaran diri peserta didik akan
pentingnya pendidikan untuk
belajar.
mendorong seseorang untuk
peserta didik yang menjamin
kelangsungan dan memberikan arah
pada kegiatan belajar sehingga
belajar itu dapat tercapai.
Motivasi belajar peserta didik
dapat diukur dengan menggunakan
pembelajaran yang berlangsung.
Surakarta peneliti menemukan
masih rendah. Hal ini dapat dilihat
dari kurangnya antusias dan
partisipasi peserta didik dalam
menyampaikan materi
Berdasarkan hasil Penilaian
atau sebanyak 19,44% dari 36
peserta didik dalam satu kelas
dengan nilai rata-rata kelas 84,13
dan KKM 75,00; pada kelas X
OTKP 2 terdapat 18 peserta didik
tidak lulus atau sebanyak 51,42%
dari 35 peserta didik dalam satu
kelas dengan nilai rata-rata kelas
73,61 dan KKM 75,00; serta pada
kelas X OTKP 3 terdapat 12 peserta
didik yang tidak lulus atau sebanyak
33,33% dari 36 peserta didik dalam
satu kelas dengan nilai rata-rata
kelas 80,03 dan KKM 75,00.
Ada beberapa hal yang
pergaulan kelompok teman sebaya.
Menurut penelitian yang telah
dilakukan oleh Agustiani, Kamila
Bandung dan memiliki hubungan
bahwa kelompok teman sebaya yang
baik berdampak positif dan
21 – Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
akan mengalami penurunan.
Dalam pergaulan kelompok
SMK Negeri 1 Surakarta, peserta
didik cenderung suka membentuk
baik. Namun ditemukan pula
dalamnya ada beberapa peserta
didik yang kurang memperhatikan
cara bersikap, berkata, dan
lebih baik dan dampak ke arah yang
kurang baik bagi peserta didik.
Pergaulan kelompok teman
meningkatkan motivasi belajar yang
tinggi terhadap pendidikan peserta
didik, timbulnya rasa solidaritas,
mampu bekerjasama dengan orang
lain, dan lain sebagainya.
Sedangkan pergaulan teman sebaya
peserta didik mengabaikan
pendidikannya, cenderung mengarah
pada perilaku menyimpang,
memandang dan menilai akan
Faktor lain yang
perhatian orang tua. Keluarga
sebagai lingkungan pendidikan yang
pertama sangat berpengaruh dalam
membentuk pola kepribadian peserta
didik pertama kali berkenalan
dengan norma. Pendidikan keluarga
yang diperlukan peserta didik.
juga meningkat. Begitu juga
sebaliknya, apabila perhatian orang
peserta didik menurun.
Hasil wawancara dengan
kelas X OTKP di SMK Negeri 1
Surakarta menunjukkan orang tua
memadai, pembayaran biaya
karena kesibukan masing-masing.
Keberhasilan peserta didik
memberikan perhatian akan
material berupa dorongan positif
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
sekolah maupun di rumah.
Berdasarkan uraian di atas,
mengetahui pengaruh kelompok
bersama-sama terhadap motivasi
program keahlian Otomatisasi dan
2018/2019.
hubungan antara satu variabel
dengan variabel lain. Penelitian
korelasional adalah penelitian yang
bermaksud mendeteksi sejauh mana
variasi-variasi dalam suatu faktor
berdasarkan koefisien korelasinya
(Sugiyono, 2009). Sedangkan
waktu penelitian dilaksanakan pada
program keahlian Otomatisasi dan
Tata Kelola Perkantoran SMK
107 peserta didik yang terdiri dari 3
kelas. Teknik pengambilan sampel
adalah proportional random
maka penghitungan jumlah sampel
OTKP 1 36 PD 27.92 28 PD
OTKP 2 35 PD 27.14 27 PD
OTKP 3 36 PD 27.92 28 PD
107 83 83 PD
Berdasarkan tabel di atas,
peserta didik (dengan pembulatan
bebas (independen) dan variabel
terikat (dependen). Variabel bebas
dalam penelitian ini adalah
kelompok teman sebaya dan
perhatian orang tua, sedangkan
adalah motivasi belajar.
Adapun metode pengumpulan
bila dipandang dari bentuknya
angket yang digunakan dalam
likert yang digunakan dimodifikasi
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
Pada penelitian ini tingkat
validitas kuisioner akan diuji
skala bertingkat.
(multiple regression) untuk melihat
pengaruh kelompok teman sebaya
terhadap motivasi belajar, pengaruh
perhatian orang tua terhadap
motivasi belajar, serta pengaruh
kelompok teman sebaya dan
sama terhadap motivasi belajar.
Dengan terlebih dahulu menyusun
tabulasi data, menguji normalitas,
linearitas, dan independensi data
penelitian. Analisis data dilakukan
dalam keadaan normal. Jika
berdistribusi normal. Untuk
untuk mengetahui tingkat linearitas
sebaliknya jika Fhitumg > Ftabel
regresi tidak linear. Pengujian
akan menggunakan program SPSS
independensi berfungsi untuk
berhubungan). Untuk
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
terhadap Y dan X2 terhadap Y.
Kemudian setelah hasil diperoleh
dikonsultasikan dengan rtabel nilai
Product Moment dengan taraf
signifikansi 5%. Apabila rhitung <
rhitung > rtabel maka H0 ditolak.
Pengujian koefisien korelasi
akan menggunakan program SPSS
Pengujian koefisien korelasi
prediktor X1 dan prediktor X2 dalam
penelitian ini akan menggunakan
signifikan. Pengujian keberartian
korelasi ganda dengan
ini akan menggunakan program
0,05 maka data dalam penelitian ini
berdistribusi normal.
dengan motivasi belajar diperoleh
sebesar 0,940. Apabila
dikonsultasikan dengan taraf
apabila dikonsultasikan dengan Ftabel
diambil cocok. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa pengaruh kedua
motivasi belajar diperoleh nilai
0,816. Apabila dikonsultasikan
diperoleh 0,816 > 0,05. Sedangkan
Ftabel atau 0,688 < 3,110 maka model
linear yang diambil cocok. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa pengaruh
kedua variabel bersifat linear.
sebesar 0,000. Apabila
25 – Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
hubungan yang signifikan antara
kelompok teman sebaya dan
0,000. Apabila dikonsultasikan
diperoleh 0,000 < 0,05. Sedangkan
0,213. Apabila rhitung dikonsultasikan
0,471 > 0,213. Maka Ho ditolak,
sehingga dapat disimpulkan bahwa
terdapat pengaruh yang signifikan
Apabila dikonsultasikan dengan
0,213. Apabila rhitung dikonsultasikan
0,601 > 0,213. Maka Ho ditolak,
sehingga dapat disimpulkan bahwa
terdapat pengaruh yang signifikan
X2 diperoleh harga R sebesar 0,633
yang menunjukkan bahwa terdapat
kedua variabel independennya.
Sedangkan harga koefisien
Square sebesar 0,401. Hasil
termasuk dalam penelitian ini.
koefisien korelasi ganda sebesar
0,000. Apabila dibandingkan dengan
taraf signifikansi 5% maka
diperoleh 0,000 < 0,05. Sedangkan
dibandingkan dengan nilai Ftabel
> 3,110. Maka Ho ditolak, sehingga
dapat disimpulkan bahwa terdapat
pengaruh yang signifikan antara
kelompok teman sebaya dan
sama terhadap motivasi belajar.
Persamaan Garis Regresi Linear
ada pada tabel coefficient.
berikut:
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
Konstanta sebesar 11,855
11,855. Koefisien regresi X1 = 0,242
menyatakan bahwa setiap terjadi
peningkatan atau penurunan satu
group) maka akan meningkatkan
atau menurunkan motivasi belajar
peserta didik sebesar 0,242.
Koefisien regresi X2 = 0,452
menyatakan bahwa setiap terjadi
peningkatan atau penurunan satu
meningkatkan atau menurunkan
Sumbangan relatif perhatian orang
(Y) sebesar 72,87%. Total
sumbangan relatif adalah sebesar
Sedangkan Sumbangan efektif
motivasi belajar (Y) sebesar
29,22%. Total sumbangan efektif
dengan koefisien determinasi
Pembahasan
85,2%. Angka tersebut diperoleh
kriterium untuk setiap variabel.
Otomatisasi dan Tata Kelola
Surakarta masih perlu ditingkatkan
hal ini dapat dilihat karena belum
terpenuhinya sebagian aspek yang
mendukung dalam kelompok teman
masih terdapat beberapa hal-hal
rendah. Item-item yang nilainya
dengan nilai 234, dimana sebagian
peserta didik setuju bahwa apapun
yang dilakukan oleh kelompok,
peserta didik akan mengikutinya.
Sehingga dari item tersebut,
dapat disimpulkan bahwa peserta
mengikuti kegiatan yang dilakukan
oleh kelompok teman sebayanya.
Peserta didik tidak memilih-milih
atau melakukan penilaian terlebih
dahulu apakah kegiatan yang
dilakukan kelompok teman sebaya
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
ini menunjukkan bahwa kelompok
teman sebaya memiliki pengaruh
terdapat beberapa kasus bahwa
yang baru, suka ikut-ikutan
yang negatif, seperti merokok,
narkoba, mabuk-mabukan, dan lain
daripada berkerumun dalam
merasa dikucilkan dan tidak
sendiri serta orang lain, bukan hanya
sekedar ikut-ikutan dengan
kelompok agar diakui.
bergaul. Sehingga peserta didik
tidak terjerumus dalam tindakan
yang menyimpang. Jika peserta
didik mampu bergaul dengan
dan benar, maka peserta didik akan
terdorong untuk melakukan sesuatu
yang lebih bermanfaat dalam
dalam belajar.
Negeri 6 Bandung dimana
kelompok teman sebaya (peer
kelas VIII SMP Negeri 28 Bandar
Lampung yang menyatakan bahwa
kelompok teman sebaya (peer
(2014) yang mengungkapkan bahwa
semakin baik kelompok teman
hasil belajar peserta didik.
Sebaliknya, semakin rendah atau
kurang kelompok teman sebaya
mengungkapkan bahwa peserta
bersifat positif mampu
mengembangkan motivasi belajar
apabila semakin sempit ruang
lingkup interaksi dalam kelompok
memperoleh motivasi belajar yang
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
sebesar 82,2%. Angka tersebut
tertinggi kriterium untuk setiap
program keahlian Otomatisasi dan
Oleh karena itu, perhatian orang tua
terhadap peserta didik masih perlu
untuk ditingkatkan. Karena belum
terpenuhinya sebagain aspek yang
mendukung dalam perhatian orang
yang belum terpenuhi. Hal-hal
nilainya rendah. Item-item yang
nomor 21 dengan nilai 239, dimana
sebagian peserta didik tidak setuju
bahwa orang tua mereka (ayah dan
ibu) memiliki peraturan yang sama.
Sehingga dari item tersebut
dari peserta didik kurang
Hal ini tentu saja berdampak pada
perilaku peserta didik dalam
belajar maupun pembimbingan
menimbulkan semangat dan rasa
tanggungjawab bagi peserta didik
kurang perhatian dalam hal
memberikan peraturan bagi peserta
tua yang kurang memperhatikan
mendapatkan dorongan dan
memperhatikan belajar anak,
smartphone, bermain game,
berusaha menciptakan kedekatan
berpengaruh terhadap peningkatan
keharmonisan dalam keluarga.
peserta didik akan lebih
menimbulkan tanggungjawab
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
meningkatkan motivasi peserta didik
mempunyai pengaruh terhadap
dilakukan oleh Selfie Damanauw
(2017) menyatakan bahwa ada
pengaruh perhatian orang tua
terhadap motivasi belajar peserta
Malalayang II Manado. Hasil
menyatakan bahwa terdapat
SMP Negeri 4 Sleman.
Sukaesih (2012) dimana terdapat
pengaruh perhatian orang tua
Kecamatan Cileungsi Kabupaten
yang belum terpenuhi. Hal-hal
nilainya rendah. Item-item yang
nomor 43 dengan nilai 204, dimana
sebagian peserta didik setuju bahwa
jika mereka menemui kesulitan
bermain game.
bermain game. Kesenangan dalam
bermain game apabila dilakukan
dianjurkan. Akan tetapi apabila
hingga meninggalkan kewajiban
peserta didik dalam berkembang.
Berdasarkan hasil analsis dan
belajar mempengaruhi motivasi
oleh variabel-variabel lainnya yang
30 – Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
menyatakan bahwa motivasi belajar
Elazig, Turki dipengaruhi oleh
penerapan buku digital (e-book)
dengan penelitian yang dilakukan
dimana dinyatakan bahwa motivasi
Alzahra University dipengaruhi oleh
penerapan pembelajaran digital (e-
Piyungan pada mata pelajaran
Ekonomi dipengaruhi oleh beberapa
lingkungan keluarga, peran guru,
peserta didik.
program keahlian Otomatisasi
ajaran 2018 / 2019.
keahlian Otomatisasi dan Tata
Kelola Perkantoran di SMK
2018 / 2019.
perhatian orang tua secara
program keahlian Otomatisasi
yang diperoleh masing-masing
variabel, diketahui: (1)
Persentase untuk kelompok
keahlian Otomatisasi dan Tata
Kelola Perkantoran di SMK
2018 / 2019 adalah sebesar
85,2%. (2) Persentase untuk
perhatian orang tua 82,2%.
Artinya tingkat perhatian orang
keahlian Otomatisasi dan Tata
Kelola Perkantoran di SMK
2018 / 2019 adalah sebesar
82,2%. (3) Persentase untuk
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
Otomatisasi dan Tata Kelola
Surakarta tahun ajaran 2018 /
2019 adalah sebesar 80,6%.
linier multipel diperoleh: =
Dapat dirumuskan bahwa
juga akan meningkatkan atau
menurunkan sebesar 0,452 untuk
terhadap motivasi belajar (Y)
sebesar 27,13%. (2) Sumbangan
relatif yang diberikan oleh
terhadap motivasi belajar (Y)
sebesar 72,87%. (3) Sumbangan
efektif yang diberikan oleh
variabel kelompok teman sebaya
(peer group) (X1) terhadap
motivasi belajar (Y) sebesar
10,88%. (4) Sumbangan efektif
yang diberikan oleh variabel
motivasi belajar (Y) sebesar
mengajarkan dan menanamkan
peserta didik. Harapannya,
peserta didik dapat memiliki
membedakan hal-hal apa saja
yang bisa dilakukan dalam
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
boleh dilakukan dalam
hal yang dilakukan tersebut.
mengucilkan teman-teman lain
yang dilakukan dalam satu
kelompok bermain, karena tentu
tersebut tidak mau ikut-ikutan
tidak perlu merasa dikucilkan
atau dijauhi dalam kelompok
dilakukan oleh kelompok
dapat mengontrol pergaulan anak
dan mengenal setiap teman-
tua menelepon atau mengirim
pulang terlambat.
anak bercerita setiap waktu
istirahat malam (waktu keluarga)
V. DAFTAR PUSTAKA
Studi Deskriptif terhadap
Bandung. Bandung:
Bandung: Pustaka Setia.
Pandak, Bantul: Studi Kasus
X Teknologi Hasil Pertanian
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
Malalayang II Manado.
Jurnal Forum Pendidikan
Teman Sebaya dan Motivasi
Involvement on Student’s
53-74.
& Mayasari, Shinta. 2017.
Pengaruh Pergaulan Teman
Sebaya terhadap Motivasi
Belajar Siswa. Bandar
8). Semarang: UNDIP Press.
Psikologi Perkembangan Anak
of E-Learning on Students'
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
Wilis. 2011. Teori-Teori
Belajar dan Pembelajaran.
Sunarto. Jakarta: Erlangga.
Yogyakarta: Universitas
Negeri Yogyakarta.
Teman Sebaya, Disiplin
SMA Negeri 1 Lembah
Perkembangan Suatu
Pendekatan Sepanjang
Psikologi Remaja.
Pendidikan. Bandung: PT
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
pada Mata Pelajaran
Ekonomi Tahun Ajaran
as a Context for the
Development of Young
Adolescent Motivation and
1135-1150.
Sosial dan Budaya Dasar.
Surakarta: UPT MKU UNS
Pendidikan (Educational
Psychology). Terj.
Rachmawati Kuswanti.
Motivasi dan Aplikasinya.
Jakarta: Bina Aksara.
Motivasi dan Aplikasinya.
Jakarta: Rineka Cipta.
Blended-Learning terhadap
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran
e-ISSN 2614-0349
2006. Perkembangan Peserta
dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Siswa. Jurnal
Pendidikan Ekonomi UM
Universitas Muhammadiyah
dalam Membangkitkan
Ozer. 2018. The Effect of an
ARCS based E-Book on
Motivasi dan Pengukurannya;
Analisis Bidang Pendidikan.
Jakarta: Bumi Aksara.
Penyusunan Instrumen
Penelitian. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.