CASE ckd-dm

  • View
    26

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

mmm

Text of CASE ckd-dm

CASE

CKD pada pasien Nefropati diabetikum

Oleh :

Pandu satya widiarto

03010218

Pembimbing :

Dr. R. A.H. I Ariestina Sp.PDKEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BUDHI ASIH 2014BAB I

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN

Nama

: Tn. S

Jenis kelamin

: Pria

Umur

: 47 Tahun

Alamat

: Taman harapan, Cakung no 21

Pekerjaan

: SecurityStatus perkawinan

: Menikah

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMAMasuk RS

: Sabtu, 21/6/14

ANAMNESIS

Dilakukan secara alloanamnesis kepada istri OS pada hari selasa 23/6/14 pukul 13:40 WIB Keluhan Utama : Bengkak diseluruh tubuh sejak 4 hari SMRS

Keluhan Tambahan : Kepala sakit berdenyut Riwayat Penyakit sekarang :

Os datang dengan keluhan kaki tangan dan perut yang bengkak sejak 4 hari SMRS, bengkak dirasakan ketika os keluar rumah sakit setelah dirawat akibat ulkus pedis, Os mengeluh perut terasa begah dan juga dirasakan mual yang terus-menerus namun tidak muntah, BAK lancar BAB lancar, os merasa napsu makannya menurun sejak seminggu terakhir, os mengeluh sulit tidur dimalam hari, tidak ada nyeri ulu hati, tidak ada keluhan sesak napas, tidak ada demam hanya kaki yang terasa ngilu, tidak ada penurunan berat badan dan tidak ada batuk dan pilek pada pasien.

Riwayat penyakit dahulu

Riwayat kencing manis (+)

Riwayat ulkus pedis (+)

Riwayat pengobatan paru selama 6 bulan di sangkal

Riwayat hipertensi (+)

Riwayat asma disangkal

Riwayat alergi disangkal

Riwayat penyakit jantung disangkal

Riwayat penyakit paru disangkal

Riwayat penyakit keluarga

Riwayat hipertensi (+)

Riwayat kencing manis (+)

Riwayat penyakit jantung (-)

Riwayat asma (-)

Riwayat alergi (-)

Riwayat kebiasaan

Os mengaku suka minum jamu-jamuan ketika muda dan merokok sekitar 5-7 batang sehari, riwayat minum alkohol disangkal, dan riwayat mengkonsumsi obat suntik disangkal.

Riwayat lingkungan

Os tinggal di daerah Cakung, lingkungan rumah dikatakan padat penduduk, keadaan sekitar rumah cukup bersih dan sanitasi baik. Riwayat sosio-ekonomi

Os sehari-hari bekerja sebagai security disalah satu perusahaan di JakartaPEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum

Kesan sakit

: Tampak sakit sedang

Kesadaran

: Somnolen

Tanda vital

Tekanan darah

: 180/100

Suhu

: 36,70 C

Nadi

: 96 x/menit

Pernafasan

: 24 x/menit, thorakoabdominal

Status Generalis

Kepala: Normocephali, rambut hitam, tidak mudah rontok, distribusi merata

Mata

:

Pupil

: Isokhor

Konjungtiva : Anemis -/-

Sklera

: Ikterik -/-

Palpebra

: Oedem +/+

Hidung

:

Septum deviasi : -

Sekret

: -/-

Hiperemis

: -/-

Hipertrofi

: -/-

Telinga

:

Bentuk telinga normal kanan dan kiri Nyeri tekan: -/- Mukosa hiperemis : -/- Serumen

: -/- Mulut

:

Mukosa bibir kering Oral hygiene baikLeher

:

Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening

Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid

JVP 5 + 2Thorax

:

Paru

Inspeksi :

- Normochest

- Bentuk dada simetris saat statis dan dinamis

- Tidak ada retraksi dinding dada

Palpasi :

- Tidak ada nyeri tekan

- Vokal fremitus +/+ simetris

Perkusi :

- Sonor diseluruh lapang paru

- Batas paru hepar : linea midclavicularis dekstra ICS 5

Auskultasi :

- Vesikular dikedua lapang paru

- Ronkhi -/-

- Wheezing -/-

Jantung

Inspeksi :

- Iktus cordis tak tampak

Auskultasi :

- BJ 1 dan BJ 2 reguler, murmur -, gallop -Abdomen

:

Inspeksi :

- Perut membuncit, sikatriks (-)

Palpasi : - Keras diseluruh kuadran (+)

- Hepatomegali (-)

- Splenomegali (-)

- Nyeri tekan (-)

- Shifting dullness (+)

- Undulasi (+)Perkusi :

- TimpaniAuskultasi :

- Bising usus 4x/menit

Ekstremitas Atas : Akral hangat +/+, edema +/+

Ekstremitas Bawah : Akral hangat +/+, edema +/+PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Laboratorium

Tanggal 21/6/2014, pukul 21:49 WIB

JENIS PEMERIKSAANHASILSATUANNILAI NORMAL

Leukosit12.3*ribu/ul3.6-11

Eritrosit4.1*Juta/ul4.4 5.9

Hemoglobin11.1*g/dl13.2 - 17.3

Hematokrit36*%40-52

Trombosit370Ribu/ul150-440

MCV88.0fl80-100

MCH29.4pg26-34

MCHC33.5g/dl32-36

RDW12.0*% 10 mg%.

Indikasi elektif, yaitu LFG antara 5 dan 8 mL/menit/1,73m, mual, anoreksia, muntah, dan astenia berat.

b. Dialisis peritoneal (DP)

Akhir-akhir ini sudah populer Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) di pusat ginjal di luar negeri dan di Indonesia. Indikasi medik CAPD, yaitu pasien anak-anak dan orang tua (umur lebih dari 65 tahun), pasien-pasien yang telah menderita penyakit sistem kardiovaskular, pasien- pasien yang cenderung akan mengalami perdarahan bila dilakukan hemodialisis, kesulitan pembuatan AV shunting, pasien dengan stroke, pasien GGT (gagal ginjal terminal) dengan residual urin masih cukup, dan pasien nefropati diabetik disertai co-morbidity dan co-mortality. Indikasi non-medik, yaitu keinginan pasien sendiri, tingkat intelektual tinggi untuk melakukan sendiri (mandiri), dan di daerah yang jauh dari pusat ginjal.

c. Transplantasi ginjal

IX. Prognosis

Pasien dengan gagal ginjal kronik umumnya akan menuju stadium terminal atau stadium V. Angka prosesivitasnya tergantung dari diagnosis yang mendasari, keberhasilan terapi, dan juga dari individu masing-masing. Pasien yang menjalani dialisis kronik akan mempunyai angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Pasien dengan gagal ginjal stadium akhir yang menjalani transpantasi ginjal akan hidup lebih lama daripada yang menjalani dialisis kronik. Kematian terbanyak adalah karena kegagalan jantung (45%), infeksi (14%), kelainan pembuluh darah otak (6%), dan keganasan (4%).2

X. Pencegahan Upaya pencegahan terhadap penyakit ginjal kronik sebaiknya sudah mulai dilakukan pada stadium dini penyakit ginjal kronik. Berbagai upaya pencegahan yang telah terbukti bermanfaat dalam mencegah penyakit ginjal dan kardiovaskular, yaitu pengobatan hipertensi (makin rendah tekanan darah makin kecil risiko penurunan fungsi ginjal), pengendalian gula darah, lemak darah, anemia, penghentian merokok, peningkatan aktivitas fisik dan pengendalian berat badan.3DAFTAR PUSTAKA1. Ketut Suwitra. Penyakit Ginjal Kronik. Aru WS, Bambang S, Idrus A, Marcellus SK, Siti S, editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Ed. 4 Jilid I. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2007. hlm 570-3.

2. Editorial. Gagal Ginjal Kronik. Diunduh dari: http://emedicine. medscape.com/article/238798-overview, 05 Februari 2011. 3. Editorial. KDOQI Clinical Practice Guidelines for Chronic Kidney Disease: Evaluation, Classification, and Stratification. Diunduh dari: http://www.kidney.org/professionals/kdoqi/guidelines_ckd/toc.htm GGK, 05 Februari 2011.

4. Editorial. Glomerulonefritis. Diunduh dari: http://emedicine.medscape. com/article/777272-overview, 22 Agustus 2010.

5. Editorial. Tekanan Darah Tinggi. Diunduh dari: http://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan_darah_tinggi, 05 Februari 2011.

6. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Hipertensi. Azis R, Sidartawam S, Anna YZ, Ika PW, Nafriadi, Arif M, editor. Panduan Pelayanan Medik. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2006. hlm 168-70.

7. Murray L, Ian W, Tom T, Chee KC. Chronic Renal failure in Ofxord Handbook of Clinical Medicine. Ed. 7th. New York: Oxford University; 2007. 294-97.

8. Editorial. Obat Hemopoetic. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi. Ed. 8. Jakarta: CMP Medica Asia Pte Ltd; 2008. Hlm. 114.

Diubah menjadi sorbitol

Perubahan fungsional jaringan

Uptake mio-inositol intra sel menurun

Aktifitas K+, Na+, ATPase menurun

Sel bengkak

Difusi cairan ke intra sel

Tekanan osmotik meningkat

Akumulasi sorbitol intra sel

Hiperglikemia

Glukosa inrtrasel meningkat

Hiperglikemia

Mengaktifkan jalur protein kinase C

Disfungsi endotel

Permeabilitas dinding pembuluh darah meningkat

Peningkatan pH intrasel

Peningkatan proliferase dan vaskularisasi

Perangsangan sintesis kolagen membran basal

Rangsangan perubahan ekpresi gen

Tabel 1. Klasifikasi penyakit ginjal kronik berdasarkan laju filtrasi glomerolus.1,3

Tabel 2. Klasifikasi penyakit ginjal kronik dengan atau tanpa kerusakan ginjal dan atau dengan atau tanpa peningkatan tekanan darah / hipertensi (HT).3

Tabel 3. Klasifikasi tekanan darah sistolik, diastolik, modifikasi gaya hidup, serta terapi obat berdasarkan Joint National Committee (JNC) VII:5,6

PAGE 7