Case Ulkus DM

  • View
    31

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Case Ulkus DM

BAB ILAPORAN KASUS

I. IDENTITAS PASIEN Nama lengkap: Tn. D Jenis kelamin: Laki- laki Agam: Islam Umur: 62 tahun Pekerjaan : Wiraswasta Alamat rumah: Desa jetis, Kec. Baki, Kab.Sukoharjo Masuk RS tanggal: 17 oktober 2013 Tanggal operasi: 25 oktober 2013 Tanggal keluar: 30 oktober 2013

II. ANAMNESIS1. Keluhan Utama : Luka jempol kaki kiri1. Keluhan tambahan : Terasa perih, nyeri, kesemutan dan bengkak Badan terasa lelah, sering minum, sering miksi, luka pada kaki kiri

1. Riwayat penyakit sekarang :Pasien datang ke IGD RSUD Sukoharjo dengan keluhan luka pada jempol kaki kiri sejak 3 minggu sebelum masuk RS. Pasien mengaku, awalnya luka berbentuk bisul kecil dan tidak nyeri. Setelah beberapa hari mulai timbul nanah pada luka, bengkak dan kemerahan. Oleh pasien dikompres dengan air hangat. Namun luka semakin parah, berbau dan nyeri. Sehingga pasien memutuskan datang ke IGD.Pasien juga mengeluh mual, lemas, badan terasa tidak enak, pusing, tidak bisa tidur pada malam hari dan perut terasa panas terutama pada ulu hati, perut terasa membaik setelah makan. Kurang lebih 10 tahun pasien merasa sering haus, pipis terus, berat badan menurun. Pasien memeriksakan keluhanya ke dokter umum dan diberikan pengobatan DM teratur, kontrol setiap bulanya.

1. Riwayat penyakit DahuluRiwayat penyakit serupa: diakui (pasien memiliki penyakit DM sejak 10 tahun yang lalu)Riwayat mondok di RS: disangkalRiwayat hipertensi : diakuiRiwayat penyakit ginjal : disangkalRiwayat penyakit jantung : disangkalRiwayat alergi obat dan makanan : disangkal

1. Riwayat penyakit KeluargaRiwayat penyakit serupa: disangkalRiwayat mondok di RS: disangkalRiwayat hipertensi : disangkalRiwayat penyakit ginjal : disangkalRiwayat penyakit jantung : disangkalRiwayat alergi obat dan makanan: disangkal

III. PEMERIKSAAN FISIKa. Status Generalis Keadaan umum : Sedang, tampak kesakitan Kesadaran : Compos mentis Vital sign Tekanan Darah : 150/90 mmHg RR : 16x/menit Frekuensi nadi : 60x/menit Suhu :36,50C. b. Status Lokalis Kulit Ikterik (+), petechiae (-), acne (-), turgor cukup, hiperpigmentasi (-), bekas garukan (-), kulit kering (-), kulit hiperemis (-), ulkus DM di kaki kiri Kepala Bentuk Normocephal, rambut warna hitam, mudah rontok (-), luka (-) Mata Konjungtiva pucat (-/-), sklera ikterik (-/-), perdarahan subkonjungtiva (-/-), pupil isokor dengan diameter 3 mm/3 mm, reflek cahaya (+/+) normal, oedem palpebra (-/-), strabismus (-/-). Hidung Nafas cuping hidung (-), deformitas (-), darah (-/-), sekret (-/-) Telinga Deformitas (-/-), darah (-/-), sekret (-/-) Mulut Sianosis (-), gusi berdarah (-), kering (-), stomatitis (-), pucat (+), lidah tifoid (-), papil lidah atropi (-), luka pada sudut bibir (-) Leher Trakea di tengah, simetris, pembesaran tiroid (-), KGB (-). Thoraks Paru Inspeksi: Simetris, ketinggalan gerak (-) Palpasi: Fremitus normal, ketingglan gerak (-) Perkusi : Sonor diseluruh lapang paru Auskultasi : Suara dasar vesikuler, rhonki -/-,wheezing -/- Jantung Inspeksi: Iktus kordis tak tampak Palpasi : Kuat angkat Perkusi : Batas jantung dalam batas normal Auskultasi : bunyi jantung 1-2 interval reguler, bising jantung tak didapatkan Abdomen Inspeksi : Lebih rendah dari dada, simetris Auskultasi : Peristaltik (+), bising usus (+) Perkusi : Timpani (+) Palpasi : Massa abnormal (-), supel Hati : Tak teraba membesar Limpa : Tak teraba membesar Ekstremitas Akral: Hangat Sianosis : Tidak sianosis Status Lokalis Tampak ulkus pada dorsum pedis sinistra dan digiti 1 Tampak udem dan merah pada kaki

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan darah lengkap HB : 10, 0 g/dl Leukosit : 33,36/ml Trombosit : 292 Golongan darah : O HBsAg : - Creatinin : 1,33 Glukosa : 464 Urea : 37,04 Foto Pedis Sinistra AP Lateral Kesan : Tidak tampak gambar fraktur dan dislokasi.Tidak tampak defect pada tulang pedis sinistra

V. ANALISIS KASUSPasien laki-laki usia 62 tahun, datang dengan keluhan luka pada dorsum pedis sinistra dan digiti 1 sinistra. Pasien mengeluh badan terasa lemah, mual, pusing, perut terasa panas, sering kencing, haus dan nyeri pada daerah yang luka.Tampak bengkak pada kaki, dan banyak bekas luka yang sulit sembuh.

VI. DIAGNOSIS KERJAUlkus DMVII. TERAPI Antibiotik (Cepotaxime 1 gr/`12 jam) metronidazole Ranitidine amp/8 jam Anti DM (methformin) Medikasi pagi sore FOLLOW UPTanggal 23 Oktober 2013S/ Terasa nyeri pada digiti 1 dan dorsum pedis sinistra, BAK sering, BAB lancarO/ KU : sedang, tampak kesakitan , Compos mentis Kepala : ca -/- si -/- mata cekung (+/+)Leher : PKGB (-/-)Thorax : SDV (+ /+ ), sonor, Rh (-/-) Wh (-/-)Abd : supel, peristaltik lemah, asites (-), perut terasa panasEkstremitas : akral hangat, edema (+/+), ulkus (+)VS : HR : 65 RR : 16 S: 360 C TD : 150/90

Tanggal 24 Oktober 2013S/ Terasa nyeri pada digiti 1 dan dorsum pedis sinistra, BAK sering, BAB lancarO/ KU : sedang, tampak kesakitan , Compos mentis Kepala : ca -/- si -/- mata cekung (+/+)Leher : PKGB (-/-)Thorax : SDV (+ /+ ), sonor, Rh (-/-) Wh (-/-)Abd : supel, peristaltik (+), asites (-), Ekstremitas : akral hangat, edema (+/+), ulkus (+)VS : HR : 65 RR : 18 S: 350 C TD : 150/80

Tanggal 27 Oktober 2013S/ Terasa nyeri post amputasi pada digiti 1 dan dorsum pedis sinistra, mual (+) muntah (+) BAK sering, BAB lancar, susah tidur, pusing (+)O/ KU : sedang, tampak kesakitan , Compos mentis Kepala : ca -/- si -/- mata cekung (+/+)Leher : PKGB (-/-)Thorax : SDV (+ /+ ), sonor, Rh (-/-) Wh (-/-)Abd : supel, peristaltik (+), asites (-), Ekstremitas : akral hangat, edema (+/+), ulkus (+)VS : HR : 67 RR : 16 S: 350 C TD : 160/80

Status Lokalis : Tampak ulkus dorsum pedis dan digiti 1 sinistra

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. DIABETES MELITUS1. Definisi Diabetes mellitus (DM) adalah suatu sindrom metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya (Soegondo, 2009).2. Etiologi Dari beberapa penelitian baik klinik ataupun laboratoris menunjukan bahwa diabetes melitus merupakan suatu keadaan yang heterogen baik sebab ataupun macamnya. secara klinis diabetes melitus terdapat beberapa macam.1) Diabetes melitus tipe satuDiabetes melitus tipe satu terjadi akibat adanya destruksi sel beta yang menyebabkan defisiensi insulin absolute yang bisa terjadi karena autoimun dan idiopatik, Diabetes melitus ini disebut dengan diabetes melitus yang tergantung insulin atau IDDM. Diabetes melitus tipe satu menghinggapi orang-orang di bawah usian 30 tahun dan paling sering dimulai pada usia 10-13 tahun namun demikian dapat ditemukan pada setiap umur (Soegondo, 2009).2) Diabetes melitus tipe duaDiabetes melitus tipe dua lebih bervariasi, dapat terjadi karena resistensi insulin yang disertai defisiensi insulin relatif dan juga terjadi karena defek sekresi insulin disertai resistensi insulin diabetes melitus ini biasanya timbul pada umur lebih dari 40 tahun. Diabetes melitus ini disebut yang tidak tergantung insulin atau NIDDM. Kebanyakan pasien diabetes melitus jenis ini bertubuh gemuk (Tjay dan Raharja, 2007).Selain kedua tipe diabetes melitus di atas ada diabetes melitus tipe lain, yaitu disebabkan karena defek genetik fungsi sel beta, defek genetik kerja insulin, penyakit eksokrin pancreas, endokrinopati, karena obat-obatan, Infeksi, sindrom genetic lain yang berkaitan dengan diabetes melitus dan diabetes melitus gestasional (Soegondo, 2009).

3. Diagnosis Diagnosis klinis diabetes melitus umumnya akan dipikirkan apabila ada keluhan khas diabetes melitus berupa poliuria, polidipsia, polifagia, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Keluhan lain yang mungkin disampaikan penderita antara lain badan terasa lemah, sering kesemutan, gatal-gatal, mata kabur, disfungsi ereksi pada pria, dan pruritus vulva pada wanita. Apabila ada keluhan khas, hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu > 200 mg/dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosis diabetes melitus. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa > 126 mg/dl juga dapat digunakan sebagai patokan diagnosis diabetes melitus Untuk kelompok tanpa keluhan khas, hasil pemeriksaan kadar glukosa darah abnormal tinggi (hiperglikemia) satu kali saja tidak cukup kuat untuk menegakkan diagnosis diabetes melitus. Diperlukan konfirmasi atau pemastian lebih lanjut dengan mendapatkan paling tidak satu kali lagi kadar gula darah sewaktu yang abnormal tinggi (>200 mg/dL) pada hari lain, kadar glukosa darah puasa yang abnormal tinggi (>126 mg/dL), atau dari hasil uji toleransi glukosa oral didapatkan kadar glukosa darah paska pembebanan >200 mg/dL (Soegondo, 2009).4. Faktor resiko a. Kurangnya aktifitas fisikb. Riwayat DM pada keluargac. Hipertensid. Riwayat DM gestasional5. KlasifikasiKlasifikasi etiologi Diabetes melitus, menurut ADA 2007 adalah sebagai berikut:1) Diabetes melitus tipe satu. (destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut):a) Autoimun.b) Idiopatik.2) Diabetes melitus tipe dua. (bervariasi mulai yang terutama dominan resistensi insulin disertai defesiensi insulin relatif sampai yang terutama defek sekresi insulin disertai resistensi insulin).3) Diabetes tipe lain.a) Defek genetik fungsi sel beta :(1) Maturity-Onset Diabetes of the Young (MODY) (2) DNA mitokondria.b) Defek genetik kerja insulin.c) Penyakit eksokrin pankreas.(1) Pankreatitis.(2) Tumor atau pankreatektomi.(3) Pankreatopati fibrokalkulus.d) Endokrinopati.(1) Akromegali.(2) Sindroma Cushing.(3) Feokromositoma.(4) Hipertiroidisme.e) Karena obat atau zat kimia.(1) Pentamidin, asam nikotinat.(2) Glukokortikoid, hormon tiroid.(3) Tiazid, dilantin, interferon alfa dan lain-lain.f) Infeksi: rubella kongenital, sitomegalovirus.g) Sebab imunologi yang jarang: antibodi insulin.h) Sindrom genetik lain yang berkaitan dengan mellitus: Sindrom Down, Sindrom Klinefelter, Sindrom T