BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1. - . BAB 3.pdf  BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1. Jenis Penelitian

  • View
    217

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1. - . BAB 3.pdf  BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1. Jenis...

40

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research),

karena penulis terlibat langsung dalam penelitian. Field research adalah jenis

penelitian yang berhubungan dengan peneliti yang terlibat dalam lapangan

penelitiannya.1 Pada penelitian ini penulis melakukan studi lapangan untuk

memperoleh data dan informasi yang kongkrit tentang pengaruh kualitas

produk dan desain produk terhadap loyalitas konsumrn Griya Batik Tjokro

sesuai dengan masalah yang ada.

2. Pendekatan Penelitian

Penelitian yang dilakukan di Griya Batik Tjokro ini menggunakan

pendekatan kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan

analisisnya pada data-data nmerikal (angka) yang diolah dengan metode

statistik. Pada dasarnya, pendekatan kuantitatif dilakukan penelitian inferensial

(dalam rangka pengujian hipotesis) dan menyandarkan kesimpulan hasilnya

pada suatu probabilitas kesalahan penolakan hipotesis nihil. Dengan metode

kuantitatif akan diperoleh signifikansi hubungan antara variabel.2

3. Populasi dan Sampel

a. Populasi

Dalam metode penelitian, kata populasi amat populer. Digunakan

untuk menyebutkan serumpun atau sekelompok objek yang menjadi sasaran

penelitian. Oleh karena itu, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri

atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu

yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

1 Ibid, Hlm. 21

2 Ibid, Hlm. 5

41

kesimpulannya.3 Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen batik pada

Griya Batik Djokro. Jumlah populasi dalam penelitian ini tidak diketahui

secara pasti atau tidak terhingga.

b. Sample

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki

oleh populasi. Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari

semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga,

dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari

populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel kesimpulannya akan dapat

diberlakukan untuk populasi.4 Adapun teknik pengambilan sampel dalam

penelitian ini menggunakan teknik Nonprobability Sampling, di mana

sampel diambil dengan cara accidental sampling5. Accidental sampling

adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja

yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai

sampel. Sampel dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 100 orang.

4. Variabel Penelitian

Variabel merupakan suatu atribut dari sekelompok obyek yang diteliti

yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lain dalam kelompok

tersebut. Variabel didefinisikan sebagai konsep yang memiliki variasi atau

memiliki lebih dari satu nilai.6

Variabel dalam penelitian ini adalah :

a. Variabel independen (variabel bebas),yaitu variabel yang mempengaruhi

variabel lain atau menghasilkan akibat pada variabel lain, yang pada

umumnya berbeda dalam urutan tata waktu yang terjadi terlebih dahulu.

Keberadaan variabel ini dalam penelitian merupakan variabel yang

3 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R &D ,

Alfabeta,Bandung, 2014, Hlm. 117 4 Ibid, Hlm. 81

5 Idham Kurnia Simamora, Op.Cit, Hlm 6

6Nanang Martono, Metode Penelitian Kuantitatif, Pt Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2014,

Hlm 59

42

menjelaskan terjadinya fokus atau topik penelitian. Variabel ini biasanya

disimbolkan dengan variabel X.7

Variabel independen dalam penelitian ini adalah diferensiasi produk,

yang terbagi menjadi dua variabel, yaitu quality product (X1) dan product

design (X2).

b. Variabel dependen (variabel terikat), yaitu variabel yang diakibatkan atau

dipengaruhi oleh variabel bebas. Keberadaan variabel ini dalam penelitian

adalah sebagai variabel yang dijelaskan dalam fokus atau topik penelitian.

Variabe lini biasanya disimbolkan dengan variabel Y.8 Variabel dependen

dari penelitian ini adalah loyalitas konsumen (Y).

5. Definisi Operasional

Tabel 3.1

Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

Variabel

Independen

Definisi Indikator Referensi

Quality

Product

(X1)

Kemampuan suatu

produk untuk

melaksanakan

fungsinya,

meliputi daya

tahan, keandalan,

ketepatan,

emudahan operasi

dan perbaikan

serta atribut

bernilai lainya.

a. Keragaman

produk

b. Kehandalan

c. Daya tahan

d. Kemampuan

pelayanan

e. Estetika

f. Kualitas yang

dipersepsikan

Muhammad

Maftukhin, Pengaruh

kualitas pelayanan

dan kualitas produk

Terhadap loyalitas

pelanggan di toko

bandeng Juwana

Elrina Semarang,

Jurnal

manajemen,Universit

as Dian Nuswantoro,

Hlm 6

7Ibid, Hlm. 61

43

Product

Design

(X2)

Totalitas dari

keistimewaan

yang

mempengaruhi

cara penampilan

dan fungsi suatu

produk dalam hal

kebutuhan

pelanggan.

a. Ciri-ciri

b. Kinerja

c. Mutu

kesesuaian

d. Tahan lama

e. Model

f. Tahan uji

Mahmud, Pengaruh

Desain Produk Dan

Layanan Purna Jual

Terhadap

Keputusan

Konsumen Membeli

Sepeda Motor

Yamaha Merek New

V-Ixion Fi di

Adiguna Sakti

Motor Pandaan,

Jurnal Sketsa Bisnis,

Vol.1, Agustus,

2014, Hlm 3

Loyalitas

pelanggan

(Y)

Komitmen

pelanggan

terhadap suatu

merek dan

pemasok,

berdasarkan sikap

yang sangat positif

dan tercermin

dalam pembelian

ulang yang

konsisten.9

a. Melakukan

pembelian

ulang

b. Menunjukkan

adanya

perhatian

tentang apa

yang

dilakukan

perusahaan

c. Merefensikan

kepada orang

lain

Dian Triyadi,

Pengaruh Strategi

Diferensiasi

Terhadap Loyalitas

Pelanggan Jasa

Bisnis Transportasi

Pt Eka Sari Lorena,

Jom Fisip, Vol. 1,

No.2, Oktober,

2014, Hlm 8

9 Husein Umar, Op.Cit, Hlm. 16

44

6. Teknik Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:

1. Angket (Kuesioner)

Dalam upaya memperoleh data dan informasi yang sesuai dengan

penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan

penyebaran angket atau kuisioner. Teknik angket merupakan serangkaian

atau daftar pertanyaan yang disusun secara sistematis, kemudian dikirim

kembali untuk dikembalikan kepetugas atau peneliti.10

Bentuk umum

sebuah angket terdiri dari bagian identitas berisikan identitas responden

seperti nama, alamat, umur, pekerjaan, jenis kelamin, dan sebagainya,

kemudian baru memasuki bagian isi angket. Metode ini digunakan untuk

menghimpun data dari konsumen sebagai responden tentang pengaruh

kualitas produk dan desain produk terhadap loyalitas konsumen.

Model skala dalam penyusunan kuesioner ini adalah model likert.

Model skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi

seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena social. menggunakan

lima rentetan kategori respon. Terdiri dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu,

tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Dengan pemberian bobot yang

ditetapkan sebagai berikut:11

10

Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kencana Prenadamedia Grup, Jakarta, 2005,

Hlm 133 11

Ibid, Hlm. 93

45

Tabel 3.2

Skala Likert

KATEGORI BOBOT

Sangat Setuju 5

Setuju 4

Ragu-ragu 3

Tidak Setuju 2

Sangat Tidak Setuju 1

2. Observasi

Adalah suatu metode ilmiah dengan cara pengamatan data,

pencatatan secara sistematis atas fenomena yang diselidiki. Metode

observasi, yaitu proses pengamatan melalui panca indra kita. Dalam hal ini

peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang

kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian.12

3. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu

Mengumpulkan dokumen atau sering disebut metode dokumentasi

merupakan sebuah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan

mengumpulkan berbagai dokumen yang berkaitan dengan masalah

penelitian. Dokumen ini dapat berupa dokumen pemerintah, hasil penelitian,

foto-foto atau gambar, buku harian, laporan keuangan, undang-undang, hasil