BAB II TINJAUAN PUSTAKA - .Bab II Tinjauan Pustaka II- 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 UMUM Seperti

  • View
    245

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of BAB II TINJAUAN PUSTAKA - .Bab II Tinjauan Pustaka II- 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 UMUM Seperti

  • Analisis Seismic Hazard Indonesia Timur

    Bab II Tinjauan Pustaka II- 1

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 UMUM Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa Gempa bumi, adalah

    guncangan di permukaan bumi disebabkan oleh pergerakan yang cepat pada lapisan

    batuan terluar bumi. Gempa bumi terjadi ketika energi yang tersimpan dalam bumi,

    biasanya dalam bentuk tegangan pada batuan, secara tiba-tiba terlepas. Energi ini

    disalurkan ke permukaan bumi oleh gelombang gempa. Atau gempa bumi adalah

    gerakan tiba-tiba atau suatu rentetan gerakan tiba-tiba dari tanah dan bersifat transient

    yang berasal dari suatu daerah terbatas dan meneyebar dari titik tersebut ke segala

    arah (M.T. Zeinn).

    Berdasarkan penyebabnya gempa bumi diklasifikasikan menjadi menjadi 3 (tiga)

    jenis, yaitu:

    a. Gempa Bumi Runtuhan

    Gempa bumi ini terjadi karena adanya keruntuhan yang terjadi baik di atas

    mapun di bawah permukaan tanah, Contohnya: tanah longsor, salju longsor,

    jatuhan batu dal lain-lain.

    b. Gempa Bumi Vukanik

    Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas dari gunung berapi, baik

    sebelum mapun saat meletusnya gunung berapi

    c. Gempa Bumi Tektonik

    Gempa bumi ini terjadi akibat adanya pergeseran bumi (lithosphere) yang

    umumnya terjadi di daerah patahan kulit bumi

    Berdasarkan waktunya gempa bumi diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:

    a. Gempa Bumi utama (main shock)

    Gempa bumi utama yaitu gempa bumi yang terjadi pada goncangan awal

    akibat deformasi yang di akibatkan oleh adanya interaksi antar lempeng

    b. Gempa susulan

    Gempa susulan merupakan gempa yang terjadi setelah datangnya gempa bumi

    utama. Susulan bererti yang kedua, ketiga, dan seterusnya. Ia berlaku di

  • Analisis Seismic Hazard Indonesia Timur

    Bab II Tinjauan Pustaka II- 2

    kawasan yang sama dengan gempa bumi pertama, dan berlaku kerana batu-

    batuan yang baru berubah masih belum tetap kedudukannya

    Istilah-istilah yang di gunakan dalam rekayasa gempa bumi:

    a. Fokus

    Fokus adalah suatu titik di bawah permukaan tanah dimana pertamakali energi

    gempa tersebar

    b. Hiposenter

    Hiposenter adalah jarak terdekat antara fokus dengan suatu site yang ditinjau

    c. Focal Depth

    Focal Depth adalah kedalaman gempa (jarak vertikal dari titik dipermukaan

    tanah ke fokus)

    d. Epicenter

    Epicenter adalah titik di permukaan tanah tepat di atas fokus

    e. Jarak Epicenter

    Jarak Epicenter adalah jarak mendatar dari epicenter ke suatu site yang

    ditinjau

    Gambar 2. 1 Ilustrasi Pusat Gempa Dalam Tanah Atau Batuan (www.usgs.gov; 2007)

    Yang akan di bahas dalam tugas akhir ini adalah gempa bumi tektonik yang terjadi di

    Indonesia bagian timur. Dan dalam menentukan parameter-parameter gempa dalam

    tugas akhir ini digunakan gempa utama (main shock) kerena merupakan titik dimana

    terjadi goncangan awal terjadinya gempa.

  • Analisis Seismic Hazard Indonesia Timur

    Bab II Tinjauan Pustaka II- 3

    2.2 LEMPENG TEKTONIK Lapisan dalam bumi terdiri dari lapisan kerak, mantel, dan inti. Seperti gambar

    berikut ini:

    Gambar 2. 2 Struktur Lapisan Dalam Bumi (Encarta 2006)

    Mantel adalah lapisan dalam bumi yang terletak antara kerak bumi paling luar dengan

    inti bumi. Sedangkan inti bumi adalah pusat bumi yang berjari-jari sekitar 3500 km.

    Inti bumi terdiri dari batuan cair yang bersuhu antara 4000oC 5000oC. Mantel dan

    inti adalah bagian terbesar penyusun massa bumi. Jarak dari kerak bumi sampai ke

    inti bumi sekitar 6400 km. Mantel terdiri dari 3 (tiga) bagian:

    1. Bagian terbawah dari litosfer

    2. Lapisan astenosfer yang berbentuk cair

    3. Mantel bawah

    Litosfer yang merupakan tempat dimana kita berpijak, mengapung di atas lapisan

    astenosfer. Sifat astenosfer yang lunak ini menyebabkan litosfer yang berada di

    atasnya saling bergerak dan bergesekan satu sama lain. Pergerakan litosfer ini menjadi

    sumber terbanyak dalam akitivitas tektonik. Astenosfer juga merupakan sumber

    magma yang merupakan penyusun kerak samudera dan menjulang ke atas membentuk

    gunung laut.

    Lempeng tektonik adalah sebuah penggabungan dari berbagai teori dalam geologi.

    Diperkenalkkan tahun 1960-an., membuat penemuan itu sebagai sebuah revolusi

    paling baru dalam ilmu pengetahuan. Teori itu menyebutkan bahwa litosfer adalah

    sebuah kumpulan lempeng kaku yang saling bergerak satu sama lain di atas sebuah

    lapisan batuan cair yang bernama astenosfer. Teori lempeng tektonik sangat

  • Analisis Seismic Hazard Indonesia Timur

    Bab II Tinjauan Pustaka II- 4

    membantu dalam ilmu geologi karena dapat menjelaskan tentang berbagai kejadian di

    alam mengenai gempa, terjadinya gunung dan segala akitivitasnya.

    2.2.1 Pergerakan Lempeng

    Lempeng dan pergerakannya menurut teori tektonik lempeng kerakbumi (lithosfer)

    dapat diterangkan ibarat suatu rakit yang sangat kuat dan relatif dingin yang

    mengapung di atas mantel astenosfer yang liat dan sangat panas, atau bisa juga

    disamakan dengan pulau es yang mengapung di atas air laut. Ada dua kjenis kerak

    bumi yakni kerak samudera yang tersusun oleh batuan bersifat basa dan sangat basa,

    yang dijumpai di samudera sangat dalam, dan kerak benua tersusun oleh batuan asam

    dan lebih tebal dari kerak samudera. Kerakbumi menutupi seluruh permukaan bumi,

    namun akibat adanya aliran panas yang mengalir di dalam astenofer menyebabkan

    kerakbumi ini pecah menjadi beberapa bagian yang lebih kecil yang disebut lempeng

    kerakbumi. Dengan demikian lempeng dapat terdiri dari kerak benua, kerak samudera

    atau keduanya. Arus konvensi tersebut merupakan sumber kekuatan utama yang

    menyebabkan terjadinya pergerakan lempeng.

    Lempeng-lempeng yang saling berinteraksi (bergerak) tersebut terbagi menjadi 3

    (tiga) mekanisme, yaitu:

    Saling mendekat (konvergen)

    Pergerakan lempeng saling mendekati akan menyebabkan tumbukan dimana

    salah satu dari lempeng akan menunjam ke bawah yang lain. Daerah

    penunjaman membentuk suatu palung yang dalam, yang biasanya merupakan

    jalur gempa bumi yang kuat. Dibelakang jalur penunjaman akan terbentuk

    rangkaian kegiatan magmatik dan gunungapi serta berbagai cekungan

    pengendapan. Salah satu contohnya terjadi di Indonesia, pertemuan antara

    lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menghasilkan jalur penunjaman

    di selatan Pulau Jawa dan jalur gunung api Sumatera, Jawa dan Nusatenggara

    dan berbagai cekungan seperti Cekungan Sumatera Utara, Sumatera Tengah,

    Sumatera Selatan dan Cekungan Jawa Utara.

    Saling menjauh (divergen)

    Pergerakan lempeng saling menjauh akan menyebabkan penipisan dan

    peregangan kerakbumi dan akhirnya terjadi pengeluaran material baru dari

  • Analisis Seismic Hazard Indonesia Timur

    Bab II Tinjauan Pustaka II- 5

    mantel membentuk jalur magmatik atau gunungapi. Contoh pembentukan

    gunungapi di Pematang Tengah Samudera di Lautan Pasific dan Benua Afrika.

    Saling berpapasan (Transform)

    Pergerakan saling berpapasan dicirikan oleh adanya sesar mendatar yang besar

    seperti misalnya Sesar Besar San Andreas di Amerika.

    Gambar 2. 3 Ilustrasi Interaksi Lempeng Tektonik (Wikipedia 2007)

    Gambar 2. 4 Ilustrasi Mekanisme Pergerakan Lempeng (Wikipedia 2007)

  • Analisis Seismic Hazard Indonesia Timur

    Bab II Tinjauan Pustaka II- 6

    Gempa bumi yang terjadi di Indonesia terbagi menjadi beberapa zona, yaitu; zona

    subduksi, zona transformasi, dan zona difusi

    2.2.2 Zona Gempa Subduksi

    Zona subduksi terjadi ketika suatu lempeng bertabrakan dengan lempeng yang lain,

    dan menujamnya lempeng yang satu tersebut ke bawah lempeng yang lain. Yang

    termasuk pada salah satu zona subduksi yaitu Lempeng Indo-Australia yang

    menunjam ke bawah Lempeng Eurasia (Eropa dan Asia). Di Indonesia terlihat di

    sepanjang pesisir selatan Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggata,Timor, Kepulauan

    Maluku .

    Zona gempa subduksi menurut Crouse (1992) terbagi menjadi 2, yaitu:

    1. Zona Megathrust/interface

    Zona ini merupakan zona subduksi yang terjadi di sepanjang daerah awal dari

    penujaman lempeng tektonik

    2. Zona Benioff/Interslab

    Zona benioff merupakan kelanjutan dari megathrust yang menujam lebih

    curam mulai dari batas bawah megathrust sampai kedalaman tertentu.

    Oceanic / Continental

    Continental / Continental

  • Analisis Seismic Hazard Indonesia Timur

    Bab II Tinjauan Pustaka II- 7

    Oceanic / Oceanic

    Gambar 2. 5 Ilustrasi Zona Gempa Subduksi (Wikipedia 2007)

    2.2.3 Zona Gempa Transformasi Zona gempa transformasi terjadi karena gempa kerak dangkal. Gempa kerak dangkal

    (shallow crustal fault) adalah gempa bumi yang terjadi akibat tekanan yang

    disebab