of 15 /15
6 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Penulis memaparkan tentang istilah istilah dari teori teori yang berhubungan dengan pembahasan karya tulis, menggunakan kajian kepustakaan yang relevan dengan masalah penelitan bertujuan mengumpulkan data dan informasi atau pendekatan yang pernah berkembang yang bersumber dari referensi jurnal dan buku buku juga observasi selama penulis melaksanakan praktek. 1. Pengertian Keagenan Menurut Budi Santoso (2015), Keagenan adalah keterkaitan hubungan antara dua pihak yang mana pihak satu sering disebut dengan agent, yaitu pihak yang diberi wewenang untuk melakukan perbuatan untuk dan atas nama serta dibawah pengawasan pihak lain, yaitu principal. Terjadinya keagenan adalah keagenan dapat terjadi melalui beberapa cara, yaitu melalui penetapan, perbuatan, retifikasi atau disebabkan ketentuan hukum. a. Melalui penetapan artinya terdapat seseorang yang ditunjuk dan ditetapkan untuk melakukan perbuatan untuk dan atas nama orang lain. b. Melalui perbuatan artinya dapat terjadi melalui dua cara, yaitu melalui perbuatan principal sebagai agen dan perbuatan principal sebagai pihak ketiga. c. Melalui ratifikasi artinya kemungkinan agen melakukan tindakan tindakan yang sebenarnya termasuk obyek tindakan yang diluar kewenangan yang diberikan oleh prinsipalnya, atau bisa terjadi seorang yang bukan agen yang diberikan kewenangan oleh principal, justru melakukan tindakan atau perbuatan seperti halnya agen.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

  • Upload
    others

  • View
    29

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

6

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Pustaka

Penulis memaparkan tentang istilah – istilah dari teori – teori yang

berhubungan dengan pembahasan karya tulis, menggunakan kajian

kepustakaan yang relevan dengan masalah penelitan bertujuan

mengumpulkan data dan informasi atau pendekatan yang pernah berkembang

yang bersumber dari referensi jurnal dan buku – buku juga observasi selama

penulis melaksanakan praktek.

1. Pengertian Keagenan

Menurut Budi Santoso (2015), Keagenan adalah keterkaitan hubungan

antara dua pihak yang mana pihak satu sering disebut dengan agent, yaitu

pihak yang diberi wewenang untuk melakukan perbuatan untuk dan atas

nama serta dibawah pengawasan pihak lain, yaitu principal.

Terjadinya keagenan adalah keagenan dapat terjadi melalui beberapa

cara, yaitu melalui penetapan, perbuatan, retifikasi atau disebabkan

ketentuan hukum.

a. Melalui penetapan artinya terdapat seseorang yang ditunjuk dan

ditetapkan untuk melakukan perbuatan untuk dan atas nama orang lain.

b. Melalui perbuatan artinya dapat terjadi melalui dua cara, yaitu melalui

perbuatan principal sebagai agen dan perbuatan principal sebagai

pihak ketiga.

c. Melalui ratifikasi artinya kemungkinan agen melakukan tindakan –

tindakan yang sebenarnya termasuk obyek tindakan yang diluar

kewenangan yang diberikan oleh prinsipalnya, atau bisa terjadi seorang

yang bukan agen yang diberikan kewenangan oleh principal, justru

melakukan tindakan atau perbuatan seperti halnya agen.

Page 2: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

7

2. Tujuan Tugas Pokok Keagenan

Menurut Suwarno (2011), untuk melaksanakan tugas – tugasnya,

keagenan mempunyai tugas pokok sebagai berikut :

a. Pelayanan Operasional Kapal – kapal principal.

1) Port Information (port facitlity, port formality, custom of the port).

2) Keperluan kapal, seperti bungker air, profision, repair, maintenance,

crewing, surat – surat dan sertifikat kapal, dan sebagainya.

3) Penyelesaian dokumen, Bill of Lading, Manifest, Hatch List,

Stowage Plan, Crew List, dokumen utnuk bongkar/muat, Ship

Husbanding (in & out clereance, imigrasi, bea cukai, kesehatan

pelabuhan, Port Administration, Dokumen Kapal lainnya).

4) Permintaan Advance Payment untuk Part Expenses, Cargo Expenses,

keperluan kapal, dan lain – lain; dan

5) Memberikan informasi kepada principal sebagai berikut :

a) Sebelum kapal tiba

1) Port Agent melalui General Agent memberi informasi kepada

principal tentang situasi pelabuhan, rencana sandar, posisi

gudang, peralatan bongkar muat, cargo prospect/booking

yang sudah pasti, kalkulasi biaya disbrusment; dan

2) Agen juga memberitahu kapal tentang situasi pelabuhan,

rencana sandar, prospek muatan, rencana bongkar muat.

b) Waktu kapal tiba

Port Agent memberitahu General Agent tentang hari/jam

tiba/sandar kapal, bungker on board, rencana bongkar muat,

keadaan muatan kapal.

c) Waktu kapal tiba di pelabuhan

Port Agent melaporkan kepada General Agent tentang hasil

bongkar/muat dan hambatan yang terjadi.

Page 3: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

8

d) Waktu kapal berangkat

Part Agent memberitahukan kepada General Agent untuk

diteruskan ke principal tentang tanggal/jam selesai

bongkar/muat, berangkat, draft kapal/bungker on board/isi,

jumlah muatan yang dibongkar/dimuat, sisa ruangan kapal,

perkiraan freight, perkiraan biaya – biaya disbrusment.

e) Selanjutnya Port Agent segera mengirimkan dokumen

bongkar/muat (taly sheet, outurn report, damage cargo list, dan

lain – lain serta dokumen pemuatan (stowage plan, copy B/L,

manifest) untuk selanjutnya dikirim ke principal dan pelabuhan

tujuan.

3. Pengetian Prosedur Pelayanan

a. Pengertian Prosedur

Menurut Puspa Tika Astari (2016) prosedur adalah Suatu

urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam

satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan

secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.

b. Pengertian Pelayanan

Menurut Asep Maulana Hasan (2018) pelayanan adalah suatu

aktifitas yang bersifat tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang

terjadi sebagai akibat adanya interaksi antar konsumen dengan

karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh perusahaan pemberi

pelayanan yang di maksutkan untuk memecahkan permasalahan

konsumen/pelanggan. Supaya manajemen pelayanan umum dapat

berhasil baik, unsur pelaku sangat menentukan. Pelaku dapat

berbentuk badan/organisasi yang bertanggung jawab atas

penyelenggaraan pelayanan dan manusianya selaku pegawai baik

secara kelompok sebagai korps maupun secara individual.

Page 4: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

9

4. Pengertian Sistem Inaportnet

Menurut Johny Malisan, Wiwit Tresnawati (2019), Inaportnet merupakan

sistem yang dibuat secara online untuk melayani kedatangan dan

keberangkatan kapal (Clearance In and Clearance Out) serta bongkar

muat barang. Pihak yang terlibat dalam Inaportnet antara lain Otoritas

Pelabuhan, Kesyahbandaran, Badan Usaha Pelabuhan, Perusahaan

Pelayaran / Agen, Perusahaan Bongkar Muat, dan Jasa Pengurusan

Transportasi.

Gambar 1. Inaportnet sebagai suatu sistem aplikasi yang menyederhanakan

sistem pelayanan

Sumber : Johny M, Wiwit T, 2019 Jurnal Warta Penelitian Perhubungan

Vol 31, No. 2

Keterangan : 1. Simlala : Merupakan sistem online yang dioperasikan Direktorat

Lalu lintas dan Angkutan Laut, Direktorat Jenderal Perhubungan

Laut, Kementerian Perhubungan yang menerbitkan Siupal, Siopsus,

dan penerbitan izin trayek kapal (RPK, PKKA, dan PPKN).

2. Simkepel : Merupakan sistem online yang dioperasikan Direktorat

Lalu lintas dan Angkutan Laut, Direktorat Jenderal Perhubungan

Laut, Kementerian Perhubungan yang menghimpun data-data

pelabuhan sesuai un/locode.

Page 5: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

10

3. Simkapal dan Simpelaut : Merupakan sistem online yang

dioperasikan Direktorat Lalu lintas dan Angkutan Laut, Direktorat

Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan yang

menghimpun data penerbitan Tanda Pendaftaran Kapal dan

Penghimpun Database Pelaut.

4. Simponi, layanan sistem Billing yang dikelola oleh DJA untuk

memfasilitasi pembayaran PNBP dan penerimaan non anggaran.

a. Pra Inaportnet :

Pada tahap itu yang dilalui oleh perusahaan pelayaran/agen data

(SIUPAL/SIOPSUS), dan (RPK, PKKA, PPKN) dapat masuk

ke sistem Inaportnet, pengguna jasa harus terdaftar dilayanan

yang telah disediakan oleh Kemenhub.

b. Inaportnet :

Tahapan ini merupakan tahapan pertama pelayanan kapal dan

barang di pelabuhan. Dari pengajuan kedatangan kapal, oleh

pengguna jasa ke otoritas pelabuhan, dan kesyahbandaran,

pengajuan peayanan kapal dan barang ke Pelindo, sampai

penerbitan PNBP jasa labuh, dan penerbitan SPB.

c. Integrasi Sistem :

1. Terintegrasinya inaportnet dengan sistem yang terdapat pada

tahap pra inaportnet. Data yang terdapat pada database pada

pra inaportnet secara otomatis dapat masuk ke inaportnet

pada saat pengguna jasa mengajukan layanan.

2. Terintegrasinya layanan kedatangan dan keberangkatan. Di

inaportnet sistem PPKB online dioperasikan oleh BUP. Data

yang diajukan akan masuk ke sistem PPKB online setelah

dilakukan verifikasi.

3. Integrasi antara inaportnet dan simponi, yang akan

menerbitkan billing di layanan inaportnet untuk penarikan

PNBP jasa labuh yang akan dibayarkan oleh perusahaan

pelayaran.

Page 6: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

11

5. Pengertian Clearance In dan Clearance Out

Menurut Retno Indriyati (2019), Pengertian clearance in dan clearance out

yaitu :

a. Pengertian Clearance In adalah penyelesaian segala sesuatu yang

berkaitan tentang dokumen – dokumen kapal, muatan dan awak kapal

pada saat kedatangan kapal di pelabuhan. Sebelum kapal tiba,

prinsipal (pemilik kapal) mengadakan kontak atau komunikasi

dengan pihak perusahaan / agen yang ditunjuk, untuk pemberitahuan

laporan kedatangan kapal. Biasanya pemberitahuan ini dilaksanakan

1–2 hari sebelum kapal tiba agar pihak perusahaan pelayaran dapat

mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Prinsipal sebelum

membuat Letter Of Appointment (surat persetujuan) yang ditunjuk

kepada perusahaan pelayaran. Surat ini dibuat dengan maksud

apabila kapal membutuhkan sesuatu maka kapal dapat meminta pada

agen yang ditunjuk oleh principal.

Gambar 2. Alur Pelayanan Kapal Masuk

Sumber : Retno Indriyati, 2019 Jurnal Majalah Ilmiah Gema Maritim

Vol 21, No. 1

Page 7: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

12

b. Pengertian Clearance Out

Pengertian Clearance Out adalah proses pengawasan yang

dilakukan oleh Syahbandar terhadap kapal yang akan berlayar

meninggalkan pelabuhan untuk memastikan bahwa Kapal, awak

kapal, dan muatannya secara teknis-administratif telah memenuhi

persyaratan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan

lingkungan maritim.

Gambar 3. Alur Pelayanan Kapal Keluar

Sumber : Retno Indriyati, 2019 Jurnal Majalah Ilmiah Gema Maritim

Vol 21, No. 1

2.2 Proses Pelayanan Kedatangan dan Keberangkatan Kapal

Menurut Tobby Timmyko (2018), proses pelayanan dan keberangkatan kapal

adalah sebagai berikut :

1. Penunjukan Agen

Pemilik kapal (owner) mengirim via email tentang pemberitahuan kepada

agen bahwa agen tersebut ditunjuk untuk melayani kebutuhan kapal

selama berada di pelabuhan, hal ini terjadi setelah adanya permintaan

EPDA (Estimate Port Disbursment Account) atau jumlah perkiraan biaya

yang dibutuhkan selama kapal berada di pelabuhan, setelah owner setuju,

maka owner akan mengeluarkan SPK (Surat Penunjukan Keagenan )

dengan dilampiri B/L (Bill of Loading), Manifest, SKAB (surat keterangan

asal barang), Copy Dokumen kapal (surat laut dan surat ukur).

2. Mengisi warta kedatangan kapal ke dalam Sistem Inaportnet.

Page 8: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

13

3. Mengajuakan Permohonan bahwa kapal akan sandar di pelabuhan

Belawan dengan melampiri Surat permohonan, Copy surart Ukur Kapal,

Copy Surat Laut, Copy Dokumen Keselamatan Pengawakan Minimum,

Copy Sertifikat Garis Muat Internasional, Copy Sertifikat Keselamatan

Kontruksi Kapal Barang, Copy Sertifikat Keselamatan Perlengkapan Kapal

Barang, Copy Sertifikat Keselamatan Radio Kapal Barang

4. Mengirim pemberitahuan kepada semua penerima barang (consignee),

tentang ETA di singkat dari (Estimate Time Arrival) di mana perhitungan

ini digunakan untuk menentukan kapan waktu tiba kapal di suatu

pelabuhan tujuan yang mana di laporkan ke perusahaan kapal ataupun

agen perkapalan di pelabuhan tujuan.

1) Pada saat kapal tiba

1) Agen naik ke kapal untuk mengambil surat-surat / dokumen,

pengecekan dokumen, masukan memorandum sesuai from

memorandum yang bertujuan agar kapal setelah sandar dapat di

checking masa berlaku dan untuk dokumen yang sudah habis masa

berlaku dapat di lakukan perpanjangan untuk keperluan clearance di

kantor syahbandar dan kapal dapat berangkat setelah melakukan

bongkar / muat di pelabuhan. Selama kapal berada dipelabuhan

surat-surat / dokumen tetap disimpan di kantor agen sampai kapal

akan meninggalkan pelabuhan.

2) BUP akan melayani kegiatan sesuai fasilitas yang telah disetujui

dengan pihak – pihak yang terkait.

3) Team pemeriksa yaitu pihak karantina pelabuhan mengadakan

pemeriksaan di atas kapal.

4) Setelah team pemeriksa turun dari kapal dengan catatan bahwa tidak

ada masalah bagi kapal, maka stevedore dari PBM yang ditunjuk

naik ke kapal untuk megerjakan kegiatan bongkar / muat.

b. Pada saat kapal akan berangkat

Setelah semua persyaratan terpenuhi maka pihak agen melakukan

proses clearance

Page 9: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

14

1) Clearance Syahbandar

Menyerahkan dokumen kapal kepada Syahbandar dan dilampiri

dengan Permohonan Penerbitan SPB, SPB Asli Dari Pelabuhan

Sebelumnya, Daftar awak kapal (crew list), B/L dan Manifest,

Dokumen Asli Kapal Dan Copy Dokumen Kapal.

2) Melakukan pembayaran VTS ( Vessel Traffic Services ) di kantor

Distrik Navigasi Kelas 1 Batam dan pembayaran PNBP Jasa

Kenavigasian di kantor Kesyahbandaran Batam

3) Kapal selesai bongkar / muat dan agen selesai clearance selanjutnya

agen menuggu draf survey untuk membuat B/L, dan Manifest. Agen

menyerahkan NOR (Notice of Readiness) ke pihak ADM Pelabuhan

dan meminta tandatangan / stempel, kemudian agen menyerahkan

kembali dokumen ke kapal (on board) dengan meminta tandatangan

/ stempel dan berita acara dari kapten.

4) Clearance Karantina

Menyerahkan Health Book / Green Book kepada karantina

pelabuhan dan dilampiri dengan Permohonan Penerbitan SPB, Bukti

Pembayar Billing, Instrumen Pemeriksaan Kapal.

5) Setelah dokumen diperiksa oleh syahbandar dan karantina, agen

harus mengembalikan dokumen kapal ke kapal.

Dokumen Yang Diperlukan Perusahaan PelayaranMenurut Asrul

Ardian Harahap (2019),

1) Master Cable

Berita yang dikirim Nakhoda kapal berisikan perkiraan kedatangan

kapal di pelabuhan.

2) Manifest

Merupakan dokumen yang berisi semua informasi yang berkaitan

dengan barang-barang niaga (kargo) yang diangkut sarana

pengangkut (kapal) pada saat kedatangan ataupun keberangkatan.

Page 10: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

15

3) B / L (Bill of Loading)

Adalah surat tanda terima barang yang telah dimuat di dalam kapal

laut yang juga merupakan tanda bukti kepemilikan barang serta

bukti adanya kontrak atau perjanjian pengangkutan barang melalui

laut.

4) Persetujuan Rencana Pengoperasian Kapal pada Trayek Tetap dan

Teratur Angkatan Laut Dalam Negeri

Adalah pelayaran yang dijalankan secara tetap dan teratur, baik

dalam hal keberangkatan maupun kedatangan di pelabuhan, trayek

yang dijalani, tarif angkutan dan syarat-syarat perjanjian

pengangkutan.

5) PPKB (Permintaan Pelayanan Kapal dan Barang)

Adalah permintaan pelayanan jasa di pelabuhan (Labuh, Pandu,

Tunda, Kepil, Tambat dan jasa lainnya) dan jenis barang serta

jumlah barang yang akan di bongkar/muat oleh agen pelayaran

yang diterbitkan oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

Adapun hal – hal yang harus diisi dalam PPKB yaitu Nama kapal,

Service code, IMO, Bendera kebangsaan, Pemilik kapal, Nama

agen, Status kapal, Jenis kapal, Sifat kunjungan, Jenis pelayaran,

Liner / Tramper, Isi kotor, Panjang (LOA), Bobot mati, Draft,

Jumlah Palka, Rencana bongkar, Jenis barang, Rencana muat

, Pelabuhan asal, Pelabuhan tujuan

6) LK3 (Laporan Kedatangan dan Keberangkatan Kapal)

Adalah laporan yang disampaikan oleh perusahaan pelayaran

kepada Penyelenggara Pelabuhan tentang realisasi kegiatan kapal

yang berisikan tanggal kapal tiba dan tanggal kapal berangkat,

pelabuhan asal dan pelabuhan tujuan, serta data muatan kapal

(bongkar dan/atau muat).

Adapun hal-hal yang disebutkan dalam LK3 adalah Nama kapal,

Bendera, Ukuran, Type, Status, Trayek , Owner, Agen umum,

Page 11: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

16

Sub agen, Tanggal tiba, Asal, Jenis barang, Berat, Tanggal

berangkat, Tujuan

7) Health Book (buku hijau)

Sebagai alat koordinasi antar Kantor Kesehatan Pelabuhan dengan

nakhoda. Apabila dalam pemeriksaan dokumen kesehatan kapal

ditemukan kapal yang tidak atau belum mempunyai buku kesehatan

kapal maupun lembaran buku kesehatan tersebut telah habis, maka

diharuskan membuat buku kesehatan baru yang diterbitkan oleh

Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat.

8) Crew List

Daftar nama, jabatan, nomor buku pelaut, nomor ijazah, dari

seluruh anggota/awak kapal.

9) Surat Persetujuan Berlayar

adalah dokumen negara yang dikeluarkan oleh Syahbandar kepada

setiap kapal yang akan berlayar meninggalkan pelabuhan setelah

kapal memenuhi persyaratan kelaiklautan kapal dan kewajiban

lainnya. peraturan perundang~undangan untuk menjamin

keselamatan dan keamanan pelayaran.

Adapun hal-hal yang tercantum dalam Surat Persetujuan Berlayar

antara lain No. SPB, Nama kapal, Tonase kotor, Bendera, Nahkoda,

Tanda Panggilan, Nomor IMO, Bertolak dari, Pada Tanggal,

Pelabuhan tujuan, Jumlah awak kapal, Muatan , Tempat diterbitan,

Tanggal penerbitan, Waktu penerbitan

Selain itu terdapat syarat-syarat utama yang harus dipenuhi adalah

kapal harus layak laut (seaworthy). Artinya kapal aman melakukan

pelayaran maupun bongkar / muatnya. Kelayakan kapal niaga dapat

dibuktikan dengan memiliki dokumen dan sertifikat-sertifikat. Adapun

fungsi dari dokumen ataupun sertifikat kapal tersebut adalah untuk

pengurusan selama dipelabuhan Dwikora. Berikut penjabaran dari

dokumen atau sertifikat kapal :

Page 12: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

17

1) Surat Laut

Surat laut merupakan bentuk kepemilikan kapal yang menyebutkan

identitas kapal. Adapun hal-hal yang tercantum dalam surat laut

adalah Nama kapal, Tanda panggilan, Tempat pendaftaran, Tanda

pendaftaran, Ukuran kapal, Tonase kotor, Tonase bersih, Tahun

pembangunan, Penggerak utama, Merek TK / KW, Bahan utama

kapal, Jumlah baling-baling

2) Surat Ukur

Surat ukur merupakan keterangan kapal atau spesifikasi kapal,

antara lain terdiri dari ukuran kapal. Adapun hal-hal yang

tercantum dalam surat ukur adalah Nama kapal, Tanda panggilan,

Tempat pendaftaran, Tanggal pendaftaran, Panjang kapal, Lebar

kapal, Berat kotor, Berat bersih

3) Sertifikat Lambung (Load Line Certificate)

Sertifikat Lambung merupakan keterangan yang menyebutkan

batas minimum dan maksimum lambung dan timbul suatu kapal

diatas permukaan air laut pada perairan tertentu. Sehingga akan

dapat diketahui kemampuan kapal didalam mengangkut muatan

agar kapal tersebut bisa dalam keadaan full and down.Adapun isi

dari sertifikat lambung timbul adalah Nama kapal, Owner,

Bendera, Tempat pembangunan, Tempat pendaftaran, Tonase

kotor, Tonase bersih.

4) Sertifikat Mesin

Sertifikat Mesin merupakan keterangan yang menyebutkan mesin

kapal, bahan bakar yang digunakan, besarnya kekuatan yang bisa

ditimbulkan.Adapun isi dari sertifikat mesin adalah Nama kapal,

Instalansi mesin, Mesin utama, Tenaga efektif, Tempat

pembangunan, Nomor mesin, Mesin bantu, Tempat pembangunan

5) Sertifikat Radio

Sertifikat Radio merupakan keterangan bahwa sistem radio kapal

tersebut memenuhi standart yang telah ditetapkan. Adapun isi dari

Page 13: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

18

sertifikat radio adalah Nama kapal, Tanda pengenal, Pelabuhan

pendaftaran, Isi kotor

6) Sertifikat Bebas Tikus / Deratting Certificate

Merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh dinas kesehatan

mengenai kesehatan kapal yang menyebutkan bahwa tidak

ditemukan tikus ataupun kapal dalam kondisi yang bersih dan sehat

sehingga tidak mengganggu kesehatan crew kapal.

7) Sertifikat Life Raft

Sertifikat ini merupakan keterangan yang menyebutkan bahwa di

dalam kapal terdapat rakit penolong yang memenuhi persyaratan,

hal ini di perlukan jika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan akan

segera menyelamatkan dari bahaya tersebut.

8) Sertifikat Pemadam

Merupakan keterangan yang menyebutkan bahwa di dalam kapal

terdapat pemadam kebakaran yang memenuhi persyaratan. Hal ini

dimaksudkan jika terjadi kebakaran di dalam kapal langsung bisa

teratasi, perlu diketahui bahwa masa berlaku dari alat pemadam

harus di perhatikan karena jika tidak akan membahayakan bagi

pengguna alat kebakaran tersebut, oleh karena itu pengecekan dan

penggantian alat pemadam harus rutin dilakukan meskipun kapal

dalam kondisi yang aman.

9) Sertifikat SMC (Safety Management certificate)

Sertifikat ini merupakan keterangan mengenai managemen di atas

kapal yang mana harus sesuai dengan ISM Code (International

Safety Management Code).

10) DOC (Document Of Compliance)

Merupakan keterangan yang menyebutkan perusahaan yang

mengoperasikan kapal serta spesifikasi kegunaan kapal.

Page 14: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

19

2.3 Pihak-pihak terkait pelayanan

Pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan pelayaran

1. Pengirim Barang (Shipper)

Pengirim barang adalah eksportir, pengirim muatan (orang/badan

usaha/badan hukum yang memiliki muatan untuk di kirim dari suatu

pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar), orang atau badan usaha yang

mengadakan kontrak dengan perusahaan pelayaran untuk mengangkut

barang, orang yang mengapalkan muatan.

2. Pengangkut Barang (Carrier)

Pengangkut barang adalah alat pengangkut barang, perusahaan pelayaran

yang mengangkut barang dari pelabuhan muat ke pelabuhan tujuan.

3. Penerima Barang (Consignee)

Penerima barang adalah importir, penerima konsinyasi, penerima barang,

pihak yang menerima barang atas dasar konsinyasi, orang/perusahaan

penerima barang yang tersebut dalam B/L, penerima kiriman muatan

biasanya pembeli.

4. Perusahaan Bongkar Muat (PBM)

Perusahaan Bongkar Muat adalah perusahaan yang bergerak dalam

kegiatan bongkar dan muat barang/petikemas ke kapal, yang kegiatannya

adalah stevedoring, cargodoring, receiving / delivery.

5. Badan Usaha Pelabuhan (BUP)

Badan Usaha Pelabuhan merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

yang didirikan khusus untuk tujuan penyelenggaraan pelabuhan umum.

6. Syahbandar

Syahbandar adalah badan yang melaksanakan port clearance, yaitu

memeriksa surat-surat kapal, agar kapal dapat keluar masuk pelabuhan.

Syahbandar adalah penegak hukum dalam penertiban bandar dan

pengawasan keselamatan pelayaran. Kapal-kapal harus memiliki dokumen

yang menyatakan bahwa kapal layak laut serta telah memenuhi syarat dan

ketentuan keselamatan pelayaran.

Page 15: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Pengertian

20

7. Dinas Kesehatan Pelabuhan (Karantina)

Dinas kesehatan pelabuhan merupakan instansi yang berada di bawah

Departemen Kesehatan. Dinas kesehatan pelabuhan memiliki tugas untuk

melakukan pelayanan kesehatan, memeriksa buku kesehatan, sertifikat

bebas tikus, daftar awak kapal dan penumpang serta memberikan health

certificate & health clearance

8. Sucofindo

Sucofindo (Superintending Company Indonesia) merupakan bagian dari

Departemen perdagangan yang bertugas menilai mutu, harga dan jumlah

harga dari muatan yang keluar/masuk Indonesia.

9. Keamanan dan Ketertiban

Kesatuan penjaga laut dan pantai (KPLP) merupakan penjaga keamanan

perairan pelabuhan dan pantai sekitarnya. Polisi yang bertugas di

pelabuhan adalah polisi khusus yang dinamakan Kesatuan Penjaga dan

Pengamanan (KP3).