of 12 /12
7 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori Kajian teori merupakan uraian dari para ahli yang mendukung penelitian. Beberapa teori tersebut mengkaji hal yang sama, Pembahasan kajian teori dalam penelitian ini berisi tentang pengertian pembelajaran IPA,pengertian belajar, hasil belajar 2.1.1 Pengertian Pembelajaran IPA IPA merupakan cabang ilmu pengetahuan yang berawal dari fenomena alam. IPA didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan tentang objek dan fenomena alam yang diperoleh dari hasil pemikiran dan penyelidikan ilmuwan yang dilakukan dengan keterampilan bereksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Definisi di atas dapat diartikan bahwa IPA merupakan cabang pengetahuan yang dibangun berdasarkan pengamatan dan klasifikasi data, dan biasanya disusun dan diverifikasi dalam hukum-hukum yang bersifat kuantitatif, yang melibatkan aplikasi penalaran matematis dan analisis data terhadap gejala- gejala alam. Dengan demikian, pada hakikatnya IPA merupakan ilmu pengetahuan tentang gejala alam yang dituangkan berupa fakta, konsep, prinsip dan hukum yang teruji kebenarannya dan melalui suatu rangkaian kegiatan dalam metode ilmiah. 2.1.1.1Karakteristik IPA Disiplin IPA memiliki ciri-ciri sebagaimana disiplin ilmu lainnya. Setiap disiplin ilmu selain mempunyai ciri umum, juga mempunyai ciri khusus/karakteristik. Adapun ciri umum dari suatu ilmu pengetahuan adalah merupakan himpunan fakta serta aturan yang yang menyatakan hubungan antara satu dengan lainnya. Fakta-fakta tersebut disusun secara sistematis serta dinyatakan dengan bahasa yang tepat dan pasti sehingga mudah dicari kembali

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pengertian Pembelajaran …repository.uksw.edu/bitstream/123456789/16761/2/T1_292011257_BAB II... · tipe model pembelajaran kooperatif

Embed Size (px)

Text of BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pengertian Pembelajaran...

7

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kajian Teori

Kajian teori merupakan uraian dari para ahli yang mendukung penelitian.

Beberapa teori tersebut mengkaji hal yang sama, Pembahasan kajian teori dalam

penelitian ini berisi tentang pengertian pembelajaran IPA,pengertian belajar, hasil

belajar

2.1.1 Pengertian Pembelajaran IPA

IPA merupakan cabang ilmu pengetahuan yang berawal dari fenomena

alam. IPA didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan tentang objek dan

fenomena alam yang diperoleh dari hasil pemikiran dan penyelidikan ilmuwan

yang dilakukan dengan keterampilan bereksperimen dengan menggunakan

metode ilmiah.

Definisi di atas dapat diartikan bahwa IPA merupakan cabang

pengetahuan yang dibangun berdasarkan pengamatan dan klasifikasi data, dan

biasanya disusun dan diverifikasi dalam hukum-hukum yang bersifat kuantitatif,

yang melibatkan aplikasi penalaran matematis dan analisis data terhadap gejala-

gejala alam. Dengan demikian, pada hakikatnya IPA merupakan ilmu

pengetahuan tentang gejala alam yang dituangkan berupa fakta, konsep, prinsip

dan hukum yang teruji kebenarannya dan melalui suatu rangkaian kegiatan dalam

metode ilmiah.

2.1.1.1Karakteristik IPA

Disiplin IPA memiliki ciri-ciri sebagaimana disiplin ilmu lainnya. Setiap

disiplin ilmu selain mempunyai ciri umum, juga mempunyai ciri

khusus/karakteristik. Adapun ciri umum dari suatu ilmu pengetahuan adalah

merupakan himpunan fakta serta aturan yang yang menyatakan hubungan antara

satu dengan lainnya. Fakta-fakta tersebut disusun secara sistematis serta

dinyatakan dengan bahasa yang tepat dan pasti sehingga mudah dicari kembali

8

dan dimengerti untuk komunikasi (Prawirohartono, 1989: 93). Ciri-ciri khusus

tersebut dipaparkan sebagai berikut :

1) IPA mempunyai nilai ilmiah artinya kebenaran dalam IPA dapat dibuktikan

lagi oleh semua orang dengan menggunakan metode ilmiah dan prosedur

seperti yang dilakukan terdahulu oleh penemunya.

2) IPA merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara

sistematis dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala

alam.

3) IPA merupakan pengetahuan teoritis teori IPA diperoleh atau disusun

dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi,

eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi

dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara

yang lain

4) IPA merupakan suatu rangkaian konsep yang saling berkaitan dengan

bagan-bagan konsep yang telah berkembang sebagai suatu hasil eksperimen

dan observasi, yang bermanfaat untuk eksperimentasi dan observasi lebih

lanjut (Depdiknas, 2006).

5) IPA meliputi empat unsur, yaitu produk, proses, aplikasi dan sikap. Produk

dapat berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum. Proses merupakan prosedur

pemecahan masalah melalui metode ilmiah; metode ilmiah meliputi

pengamatan, penyusunan hipotesis, perancangan eksperimen, percobaan

atau penyelidikan, pengujian hipotesis melalui eksperimentasi; evaluasi,

pengukuran, dan penarikan kesimpulan.

2.1.2 Pengertian Belajar

Belajar merupakan kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan

manusia sejak lahir, manusia mulai melakukan kegiatan belajar untuk memenuhi

kebutuhan dan mengembangkan dirinya.

Menurut Piaget, dalam belajar telah terjadi dua proses dalam dirinya, yaitu proses

organisasi informasi dan adaptasi. Proses organisasi adalah proses ketika manusia

menghubungkan informasi yang diterimanya dengan struktur-struktur

pengetahuan yang sudah disimpan atau sudah ada sebelumnya dalam otak. Proses

9

adaptasi adalah proses yang berisi dua kegiatan. Pertama proses menggabungkan

atau mengintegrasikan pengetahuan yang diterima oleh manusia disebut dengan

asimilasi. Kedua, mengubah struktur pengetahuan yang sudah dimiliki dengan

struktur pengetahuan baru, sehingga terjadi keseimbangan (equilibrium).

Menurut Vygotsky (Esa Nur Wahyuni: 2008), belajar adalah sebuah proses yang

melibatkan dua elemen penting. Pertama, belajar merupakan proses secara

biologi sebagai proses dasar. Kedua, proses secara psikososial sebagai proses

yang lebih tinggi dan esensinya berkaitan dengan lingkungan sosial budaya.

Dari dua pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan

proses yang dialami manusia yang berasal dari proses penggabungan informasi

yang alami.

2.1.2.1 Hasil Belajar

Menurut Gagne (dalam Prayitno, 2007:8) mengatakan bahwa hasil belajar

adalah dicapainya sebuah kemampuan setelah mengikuti proses belajar mengajar,

yaitu keterampilan intelektual (pengetahuan), strategi kognitif (memecahkan

masalah), informasi verbal (mendeskripsikan sesuatu), keterampilan motorik,

sikap dan nilai.

Winkel (dalam Purwanto:2011) berpendapat bahwa hasil belajar adalah

merupakan salah satu bukti yang menunjukan kemampuan atau keberhasilan

seseorang yang melakukan proses belajar sesuai dengan bobot atau nilai yang

berhasil diraihnya.

Dari kedua pendapat di atas disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan

hasil yang dicapai dalam suatu proses pembelajaran untuk menunjukan

kemampuan seseorang dalam suatu bidang tertentu.

2.1.2.2 Faktor-faktor Hasil Belajar

Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor dari

dalam diri siswa (internal) dan faktor yang datang dari luar diri siswa (eksternal)

(Slameto, 2003:54-72) faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah:

a. Faktor internal: Jasmaniah (kesehatan, cacat tubuh), psikologi (intelegensi,

perhatian, minat, bakat, kesiapan), dan kelelahan.

10

b. Faktor eksternal:

- Keluarga (cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana

rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, latar belakang

kebudayaan)

- Sekolah (metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, disiplin

sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, tugas rumah)

- Masyarakat (kegiatan siswa di masyarakat, media masa, teman bergaul,

bentuk kehidupan masyarakat).

2.1.3 Model Pembelajaran

Model pembelajaran merupakan landasan praktik pembelajaran hasil

penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar yang dirancang

berdasarkan analisis terhadap implementasi kurikulum dan implementasi pada

tingkat oprasional di kelas (Suprijono, 2009:46). Menurut Joyce dan Well model

pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk

membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-

bahan pembelajaran, dan membimbing pelajaran dikelas atau yang lain (Rusman,

2010:133).

Dari pendapat diatas yang dikemukakan oleh ahli tersebut dapat dipahami bahwa

model pembelajaran adalah suatu konsep atau pedoman yang digunakan untuk

menyusun suatu kegiatan pembelajaran, untuk penyampaian suatu ilmu atau

pengetahuan.

2.1.3.1 Model Pembelajaran Kooperatif tipe Student Teams-Achievement

Division (STAD)

Menurut Isjoni (2013 : 20) Pembelajaran kooperatif dapat didefinisikan

sebagai satu pendekatan mengajar dimana murid bekerjasama diantara satu sama

lain dengan kelompok belajar yang kecil untuk menyelesaikan tugas individu atau

kelompok yang diberikan oleh guru. Menurut Agus Suprijono (2013:58)

Pembelajaran kooperatif tidak sama dengan sekedar belajar dalam kelompok.

Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif

memiliki kriteria khusus dan bukan hanya sekedar kelompok. Secara umum

pembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, dimana guru

11

menetapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan

informasi yang dirancang untuk membantu siswa menyelesaikan masalah yang

dimaksud.

Student Teams-Achievement Division (STAD) merupakan suatu kondisi

dimana siswa diagi kedalam suatu kelompok yang heterogen. Siswa yang sudah

dibagi dalam suatu kelompok kemudian diberi materi untuk dipelajari dengan

anggota kelompoknya. Siswa yang lebih memahami materi tersebut dapat

mengajari teman yang belum mengerti. Setelah semua memahami materi

kemudian siswa diuji secara individual melalui kuis. Hasil dari kuis yang

dilaksanakan dapat menjadi acuan bagi guru untuk mengetahui seberapa jauh

pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.

Student Teams-Achievement Division (STAD) adalah salah satu tipe model

pembelajaran kooperatif yang terdiri dari kelompok belajar heterogen

beranggotakan 4-5 orang siswa dan setiap siswa saling bekerjasama, berdiskusi

dalam menyelesaikan tugas dan memahami bahan pelajaran yang diberikan (Budi

Wahyono, 2012). Menurut Pradyo Wijayanti (2002) STAD merupakan salah satu

tipe model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan

pendekatan yang lebih baik untuk guru yang baru memulai menerapkan model

pembelajaran kooperatif dalam kelas.

Menurut Slavin (2005) STAD terdiri dari lima komponen utama, yaitu presentasi

kelas, tim/kelompok, kuis, skor perkembangan individu, dan rekognisi tim. STAD

dibagi menjadi beberapa kegiatan pengajaran, yaitu sebagai berikut:

a. Presentasi kelas

Tujuan pengajaran ini adalah guru menyajikan materi pelajaran sesuai

dengan yang direncanakan. Setiap awal dalam model pembelajaran kooperatif

tipe STAD selalu dimulai dengan penyajian kelas. Penyajian ini mencakup

pembukaan, pengembangan, dan latihan terbimbing dari keseluruhan pengajaran.

b. Tim

Tugas anggota kelompok adalah menguasai materi yang diberikan guru dan

membantu teman satu kelompok untuk menguasai materi tersebut. Siswa diberi

lembar kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan yang sedang

12

diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman satu kelompok. Guru

mengamati kegiatan pembelajaran secara seksama, memperjelas perintag,

mereview konsep, atau menjawab pertanyaan.

c. Kuis

Kuis dikerjakan siswa secara mandiri. Tujuannya untuk menunjukan apa

saja yang telah diperoleh siswa selama belajar dalam kelompok. Hasil kuis

digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan dalam nilai

kelompok.

d. Skor Kemajuan Individu

Gagasan dibalik skor kemajuan individual adalah untuk memberikan kepada

tiap siswa tujuan kinerja yang akan dapat dicapai apabila mereka bekerja lebih

giat dan memberikan kinerja yang lebih baik dari pada sebelumnya. Tiap siswa

dapat memberikan kontribusi poin yang maksimal kepada tinmyadalam sistem

skor ini, tetapi tak ada siswa yang dapat melakukannya tanpa memberikan usaha

mereka yang terbaik. Tiap siswa diberikan skor awal, yang diperoleh dari rata-

rat kinerja siswa selanjutnya akan mengumpulkan poin untuk tim mereka

berdasarkan tingkat kenaikan skor kuis mereka dibandingkan dengan skor awal

mereka.

e. Rekognisi Tim

Langkah awal adalah menghitung nilai kelompok dan nilai perkembangan

individu. Pemberian penghargaan kelompok berdasarkan pada rat-rata nilai

perkembangan individu.

2.1.3.2 Langkah-langkah penerapan metode Student Teams-Achievement

Divisions (STAD) dengan media pembelajaran powerpoint

Tahap Kegiatan

Awal 1. Guru membuka pelajaran

2. Guru melakukan apersepsi untuk mendorong semangat siswa

3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

dalam pembelajaran

4. Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran yang akan

13

dilakukan.

Inti 1. Siswa dibentuk ke dalam kelompok yang beranggotakan 4-5

orang secara heterogen baik kemampuan, jenis kelamin dan lain-

lain (pembagian tim).

2. Guru menampilkan materi dalam powerpoint (presentasi kelas

penyampaian materi oleh guru)

3. Siswa mendengarkan guru dalam menyajikan pelajaran melalui

powerpoint.

4. Siswa dengan panduan guru saling membantu mempelajari

materi kepada teman dalam kelompok, siswa yang sudah

memahami materi membantu teman yang lain (kerjasama tim)

5. Guru membagi lembar kegiatan siswa

6. Guru menjelaskan petunjuk kegiatan yang akan dilakukan siswa

7. Siswa dengan bimbingan guru mengerjakan latihan soal dari

materi yang telah dipelajari.

8. Guru menjawab pertanyaan dari kelompok siswa yang belum

memahami materi.

9. Guru membagikan soal untuk kuis dari materi yang telah

dipelajari. (pelaksanaan kuis)

10. Guru menjelaskan petunjuk pengerjaan kuis kepada siswa, dalam

mengerjakan kuis siswa tidak diperkenankan saling membantu.

11. Siswa bersama guru membahas kuis (Untuk memberikan skor

kemajuan individu).

12. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai hasil kuis siswa.

Akhir 1. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang

memperoleh nilai tertinggi (rekognisi tim).

2. Siswa bersama guru membuat kesimpulan dari materi yang

dipelajari

3. Siswa bersama guru melakukan refleksi apakah kegiatan

pembelajaran menyenangkan atau tidak, dan menyampaikan

14

pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

4. Guru memberikan pertanyaan berkaitan dengan materi yang

sudah dijelaskan.

5. Guru memberikan latihan soal sebagai tindak lanjut siswa, dalam

kegiatan ini guru membagikan soal pilihan ganda untuk

dikerjakan secara individu, sebagai sarana pengukuran tingkat

pemahaman.

6. Guru menutup kegiatan pembelajaran.

2.1.4 Media Belajar

Gagne (Ahsa 2012) mengemukakan bahwa media adalah berbagai jenis

komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.

Media berasal dari bentuk jamak dari kata medium yang berarti perantara atau

pengantar terjadinya komunikasi. Secara umum media adalah perantara atau

pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Adi, 2009). Sedangkan

menurut Sarwono (2008, 6) kata media dalam media pembelajaran: secara

harafiah berarti perantara atau pengantar, sedangkan kata pembelajaran diartikan

sebagai suatu kondisi yang diciptakan untuk membuat seseorang malakukan suatu

kegiatan belajar. Dengan demikian, media pembelajaran memberikan penekanan

pada posisi media sebagai wahana penyalur pesan atau informasi belajar untuk

mengkondisikan seseorang untuk belajar.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa media belajar merupakan

salah satu wahana yang digunakan guru selain buku teks untuk menyampaikan

atau melakukan pembelajaran sehingga materi yang disampaikan lebih menarik

dan mudah dicerna siswa.

Manfaat media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran

adalah sebagai berikut:

a. Pengajaran lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan

motivasi belajar.

15

b. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih

dipahami oleh siswa, serta memungkinkan siswa menguasai tujuan

pengajaran dengan baik.

c. Metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-mata hanya komunikasi

verbal melalui penuturan kata-kata lisan dari guru, siswa tidak bosan, dan

guru tidak kehabisan tenaga.

d. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya

mendengarkan penjelasan dari guru saja, tetapi juga ada aktifitas lain yang

dilakukan seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-

lainnya.

2.1.4.1 Media Powerpoint

Powerpoint merupakan salah satu file program komputer multimedia.

Menurut Sutopo dalam Hasrul (2003:2) komputer multimedia mulai mendapat

perhatian pada saat digunakan untuk pelatihan atau pendidikan dari suatu keadaan

ke keadaan lain dengan siswa. Hasrul (2003) juga mengungkapkan bahwa

presentasi multimedia dapat menggunakan beberapa macam teks, chart, audio,

video, animasi, simulasi, atau foto. Bila macam-macam komponen tersebut

digabungkan secara interaktif, maka akan menghasilkan suatu pembelajaran yang

efektif.

Dari pengertian diatas media powerpoint diharapkan dapat meningkatkan

antusias siswa mendengarkan maupun melihat materi yang disampaikan guru

dengan bantuan media.

2.2 Kajian Hasil-hasil Penelitian yang Relevan

Berdasarkan penelitian Apriyanto Riyadi Nugroho (2013) Penggunaan

metode Student Teams-Achievement Divisions (STAD) berdasarkan penelitian

tindakan kelas ini sudah teruji dapat meningkatkan hasil belajar IPA tentang

energi siswa kelas IV SDN Candiwulan, Kecamatan Adimulyo tahun ajaran

2012/2013. Hal ini ditunjukan dengan tercapainya indikator kinerja penelitian

yaitu jumlah siswa yang tuntas mencapai 85%. Selain itu, pada siklus I rata-rata

mencapai 75,26, siklus II 80,40 dan pada siklus III kembali meningkat menjadi

16

83,26. Sedangkan tingkat ketuntasan siswa pada siklus I dan II mencapai 96,55%

dan siklus III mencapai 100%.

Berdasarkan penelitian Kartika Yuni Purwanti tahun 2013 dalam

skripsinya yang berjudul Upaya Peningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan

Alam Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams-Achievement

Divisions (STAD) Berbantuan VCD Pembelajaran Siswa Kelas 5 SD Negeri

Lanjan 01 Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Semester II Tahun

Pelajaran 2012/2013 terbukti bahwa hasil belajar IPA meningkat setelah

penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan VCD

pembelajaran. Peningkatan dapat terlihat dari nilai rata-rata kelas dan yang pasti

yaitu jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas KKM 70 atau dapat dilihat

dari indikator ketuntasan yaitu sebesar 85%.

2.3 Kerangka Pikir

Berdasarkan kajian teori yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa

model pembelajaran STAD dengan bantuan powerpoint mampu meningkatkan

hasil belajar siswa. Model STAD pada dasarnya menuntut siswa bekerja aktif

dalam kelompoknya, proses pembelajaran dimana siswa yang mampu membantu

yang belum jelas, mendidik karakter siswa untuk berani tampil dan

mengungkapkan tentang pendapat maupun ilmu yang sudah dipahami. Dengan

menggunakan model STAD siswa juga tertantang untuk mendapatkan nilai yang

lebih tinggi dari kelompok lain, nilai yang bagus juga memacu siswa untuk

terlibat aktif dalam pembelajaran. Penggunaan media powerpoint dalam

pembelajaran IPA juga dapat digunakan sebagai cara untuk menarik minat siswa

dalam memperhatikan pembelajaran di kelas, bantuan media dalam

menyampaikan materi juga diharapkan mampu untuk merangsang daya ingat

siswa menjadi lebih baik.

17

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Berpikir

PEMBELAJARAN IPA

Guru

menyampaikan

materi dengan

ceramah

Pembelajaran

Konvensional

Siswa jenuh,

sibuk

sendiri,materi

tidak dikuasai

Model STAD

dengan

Powerpoint

Guru sebagai

fasilitator Tingkat

pemahaman siswa

kurang, hasil

belajar rendah Proses berpikir

Konkret Abstrak

Pembelajaran dalam kelompok (Teams)

Melatih siswa melakukan pembelajaran

tutor sebaya

Siswa belajar secara mandiri dalam

menyelesaikan kuis untuk melatih siswa

dalam memecahkan masalah

Tingkat pemahaman

siswa naik, hasil belajar

IPA diatas KKM

18

2.4 Hipotesis Tindakan

Berdasarkan landasan teori dan kerangka berpikir yang telah

dikemukakan, maka dapat dirumuskan hipotesis proses dan hasil tindakan sebagai

berikut:

Penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions

(STAD) dengan powerpoint dalam pembelajaran IPA pokok bahasan cahaya

dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa pada kelas 5 semester II SD Negeri

Pagergunung tahun ajaran 2014/2015 secara signifikan minimal 10%. Penerapan

model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) dengan

powerpoint dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPA pada siswa kelas 5

semester II SD Negeri Pagergunung tahun ajaran 2014/2015 secara signifikan

dengan nilai rata-rata hasil belajar IPA 65 sesuai KKM yang ditentukan sekolah

atau ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 80% dari 19 siswa.