Click here to load reader

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pelabuhan, Ruang …repository.stimart-amni.ac.id/971/2/bab 2.pdf · menata barang ke kendaraan. Alat-alat penunjang ini berupa alat-alat mekanis

  • View
    3

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pelabuhan, Ruang …repository.stimart-amni.ac.id/971/2/bab...

  • 7

    BAB 2

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Pengertian Pelabuhan, Ruang Lingkup Pelayaran dan Peti Kemas

    1. Pengertian Pelabuhan

    Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan

    batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan

    perusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun

    penumpang, dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh

    kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan

    kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan

    antarmoda transportasi. (UU RI No. 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran)

    2. Pengertian Perusahaan Pelayaran

    Menurut Suwarno (2011 : 127), Perusahaan Pelayaran adalah badan usaha

    milik Negara atau swasta, yang berbentuk perusahaan milik Negara adalah

    Persero, Perseorangan terbatas (PT), Perseroan comanditer (CV), dan lain-lain

    yang melakukan usaha jasa dalam penyediaan ruangan kapal laut untuk

    kepentingan mengangkut muatan penumpang (orang) dan barang (dagang) dari

    suatu pelabuhan asal (muat) ke pelabuhan tujuan (bongkar), baik dalam negeri

    maupun luar negeri.

    3. Pengertian Peti kemas (Container)

    Container (Amir M,S 2014 : 60) adalah peti besar yang didalamnya dapat

    diisi muatan untuk diangkut diatas kapal, dan alat untuk mengangkut barang

    dengan syarat :

    a) Seluruhnya atau sebagian tertutup, berbentuk peti atau kerat dan

    dimaksudkan untuk diisi barang yang akan diangkut.

    b) Berbentuk permanen dan kokoh sehingga dapat dipakai berulang

    kali untuk mengangkut barang.

    c) Dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan pengangkutan

    barang dengan suatu kendaraan tanpa terlebih daulu dibongkar

    kembali.

  • 8

    d) Langsung dapat diangkut khususnya pemindahan dari kendaraan

    ke kendaraan yang lain.

    e) Mudah diisi dan dikosongkan.

    f) Jenis-jenis dan ukuran Petikemas

    4. Jenis-jenis peti kemas (Amir M,S, 2014 : 61) antara lain:

    a) Dry Cargo Container

    Peti kemas ini digunakan untuk mengankut muatan umum yang

    terdiri dari berbagai jenis barang dagangan kering yang sudah

    dikemas dalam kemasan (commodity packing) yang tidak

    memerlukan penanganan khusus.

    b) Reefer (Refrigerated) Container

    Jenis container ini digunakan untuk mengangkut muatan yang

    harus didinginkan sampai -30 seperti daging, ikan, buah-buahan

    dan lain-lain

    c) Bulk Container

    Jenis ini digunakan untuk mengankut muatan curah (Bulk Cargo)

    seperti beras, gandum, yang tidak dikemas. Konstruksinya tidak

    menggunakan pintu biasa melainkan hanya bukaan kecil dibagian

    bawah belakang untuk membongkar muatan curah tersebut.

    Sedangkan untuk pemuatan, barang dicurahkan melalui bukaan

    yang berada pada atap container.

    d) Open Side Container

    Pada peti kemas jenis ini mempunyai pintu yang berada dibagian

    samping, memanjang sepanjang peti kemas, tidak diberi pintu

    sebagai mana jenis lainnya, melainkan hanya terpal saja guna

    melindungi muatan dari pengaruh cuaca. Kegunaan container ini

    mengangkut muatan yang ukurannya melebihi lebar container

    seperti mesin dan alat berat lainnya.

  • 9

    e) Soft Top Container

    Container jenis ini terbuka bagian atasnya, dan bagian itulah biasa

    muatan diletakan dan diambil. Bagian atas biasa ditutup dengan

    terpal untuk melindungi muatan dari pengaruh cuaca. Container

    ini biasanya digunakan untuk barang yang tingginya melebihi

    ketinggian container tersebut.

    f) Open Top, Open Side Container

    Container ini hanya berupa geladak dengan empat tiang sudut dan

    empat set lubang untuk memasukan locking pin. Container ini

    digunakan untuk pengapalan barang berat yang tidak memerlukan

    perlindungan cuaca.

    g) Hard Top

    Ini adalah nama lain dari container yang berjenis Dry Cargo

    Container

    h) Flat Rack Container

    Jenis container ini mempunyai sisi yang dapat dicopot atau bisa

    dilipat sehingga membuat rak datar untuk pengiriman dari

    berbagai macam barang khusunya digunakan untuk barang yang

    over dimensi.

    i) Tank Container

    Jenis ini berupa tanki baja berkapasitas 4000 galon (kl.15.140

    liter) yang dibangun didalam kerangka peti kemas, mirip seperti

    tanki yang dimasukan kedalam peti kemas jenis open top, open

    side. Container ini digunakan untuk mengapalkan bahan kimia

    atau bahan cair lainnya.

  • 10

    j) Ukuran Container

    Menurut Amir M,S (2014 : 60) ukuran-ukuran container adalah

    sebagai berikut:

    1) All steel container ukuran 20’ (twenty feet)

    Panjang : 6,55 m (19.10.55”)

    Lebar : 2,435 m (8”) bagian luar

    Tinggi :2,590 m (0’6”)

    Berat kosong : 2,250 ton

    Berat muatan max : 24 ton

    Kapasitas kubik : 30 m3

    2) All steel container ukuran 40’ (fourty Feet)

    Panjang :12,192 m (40’)

    Lebar : 2,435 m (8”) bagian luar

    Tinggi : 2,590 m (8’6”)

    Berat kosong : 3,801 ton

    Berat muatan max : 31 ton

    Kapasitas kubik : 67,23 m3

    3) Reefer container ( Refrigerated container) 20’

    Panjang : 6,55 m (19’.10.55”)

    Lebar : 2,435m(8’6”)bagianluar

    Tinggi : 2,590 m (8’6”)

    Berat kosong : 3,311 ton

    Berat muatan max : 15,144 ton

    Kapasitas kubik : 25,900 m3

    4) Reefer container (Refrigerated container) 40’

    Panjang : 12,192 m (40’)

    Lebar : 2,435 m (8”) bagian luar

    Tinggi : 2,590 m (8’6”)

    Berat kosong : 5,740 ton

    Berat muatan max : 24,740 ton

    Kapasitas kubik : 58,810 m3

  • 11

    k) Jenis-jenis kapal Peti kemas

    Jenis-jenis kapal laut yang biasa mengangkut peti kemas (container)

    menurut Abbas Salim (2013 :168) antara lain terdiri dari :

    1) Semi container vessel

    Jenis kapal ini dapat mengangkut peti kemas dan muatan beak

    bulk secara bersamaan dalam jumlah kurang lebih seimbang.

    Kapal semi container mempunyai palka-palka untuk memuat

    break bulk dan ada juga compartment untuk memadat peti kemas

    dan diatas geladak juga ditempaykan peti kemas.

    2) Full container vessel

    Kapal ini hanya mengangkut peti kemas saja dan tidak dapat

    menerima muatan break bulk, kecuali muatan sisa stuffing yang

    tidak cukup satu peti kemas dan shippernya tidak bersedia

    menyewa peti kemas untuk men stufing sisa muatan yang kurang

    dari satu peti kemas tersebut.

    l) Kapal Full container terdiri dari dua tipe, yaitu :

    a) Cellular Type

    b) Pada kapal jenis ini didalam palka dipasang tiang-tiang yang

    disebut cell guide sebagai penyangga peti kemas supaya posisinya

    mantap.

    c) Roll-on / Roll-off Type

    d) Pada kapal ini tidak di bangun berbentuk palka-palka melainkan

    jaringan jalur (lines) bertingkat semacam “jalan silang susun”.

    Peti kemas yang akan dimuat dibawa keatas kapal dengan

    menggunakan Trailer atau Container chassis yang di hela oleh

    Primer Mover (disebut juga Truck Head) yang secara awam dapat

    disebut “menggelinding naik” (roll –on) melalui semacam

    jembatan gantng yang dipasang pada buritan kapal yang lazim

    disebut Ramp Belakang (Stem Ramp).

  • 12

    m) Alat Bongkar Muat Peti Kemas

    1) Peralatan Peti kemas

    Menurut Abbas Salim (2013 : 135), dalam mengoperasikan peti

    kemas digunakan peralatan yang terdiri dari:

    a) RTG (Rubber Tyred Gantry Crane)

    Untuk melakukan kegiatan bongkar muat petikemas dari

    trailer ke lapangan penumpukan petikemas atau sebaliknya.

    RTG berjalan menggunakan roda karet.

    b) Crane Container (CC)

    Merupakan alat yang berfungsi untuk kegiatan bongkar muat

    petikemas dari kapal petikemas ke dermaga atau dari

    dermaga ke kapal petikemas.

    c) RMG

    Untuk melakukan kegiatan bongkar muat petikemas dari

    trailer kelapangan penumpukan petikemas atau sebaliknya.

    RMG berjalan atau gantry menggukan roda besi danjalur rel.

    d) Alat-alat Bantu Bongkar Muat

    Selain dari peralatan bongkar muat diatas kapal ada juga alat-

    alat yang digunakan untuk membantu dalam proses bongkar

    muat yang digunakan untuk membantu dalam proses bongkar

    muat yang akan dilakukan seperti :

    (1) Spreader

    Alat yang digunakan untuk mengangkat kargo dan

    kontainer.

    (2) Sling container

    Alat bantu angkut khususnya barang-barang yang besar

    dan berat di berbagai industri.

    (3) Alat pengait (ganco)

  • 13

    n) Alat Penunjang Bongkar Muat

    Ini merupakan alat untuk membantu kelancaran proses

    pengangkatan, penumpukan, dan pengaturan barang dari kade ke

    gudang atau sebaliknya, bias juga digunakan untuk mengatur atau

    menata barang ke kendaraan. Alat-alat penunjang ini berupa alat-alat

    mekanis (forklift).

    Alat-alat bongkar muat ini saling terkait satu sama lainnya.

    Untuk alat-alat bantu bongkar muat telah disiapkan oleh pihak

    Perusahaan Bongkar Muat bagian peralatan menurut kebutuhan dari

    pada container yang akan di bongkar atau dimuat ke kapal.

    o) Istilah-istilah dalam pelayanan peti kemas :

    1) Stevedoring adalah pekerjaan membongkar petikemas dari kapal

    ke chassis atau memuat peti kemas dari chassis ke dalam palka.

    2) Transfer / haulage adalah pekerjaan mengangkut peti kemas

    dengan menggunakan chassis dalam daerah kerja pelabuhan dari

    lambung kapal ke container yard (CY) / lapangan penumpukan

    atau sebaliknya.

    3) Lift On adalah pekerjaan mengangkut peti kemas dari tempat

    penumpukan ke atas chassis dengan menggunakan Rubber Tyred

    Gantry / Top loader atau alat lainnya.

    4) Lift Off adalah pekerjaan mengangkat peti kemas dari tempat

    penumpukan ke atas chassis dengan menggunakan Rubber Tyred

    Gantry / Top loader atau alat lainnya.

    5) Angsur adalah pekejaan memindahkan peti kemas dari

    blok/slot/row/tier ke blok/slot/row/tier lain di container yard.

    6) Relokasi adalah pekerjaan memindahkan peti kemas dari

    blok/slot/row/tier lain di container yard (CY) atau lapangan

    penumpukan dengan tujuan pengelompokan peti kemas di suatu

    tempat atau pengosongan tempat penumpukan

  • 14

    7) Receiving adalah aktifitas peneriman peti kemas dari

    hinterland/luar terminal pelabuhan melalui gate in ke dalam

    daerah terminal pelabuhan untuk di stack /di tumpuk di container

    yard.

    8) Delivery adalah aktifitas pergerakan peti kemas dari container

    yard (CY) / lapangan penumpukan untuk keluar daerah terminal

    melalui gate out.

    9) Stacking adalah pekerjaan menyusun peti kemas di container yard

    (CY) / lapangan penumpukan.

    10) Shifting adalah pekerjaan memindahkan peti kemas dari

    bay/row/tier di palka kapal ke bay/row/tier lain di dalam palka

    kapal tanpa menumpuk terlebih dahulu ke dermaga.

    11) Shifting grounded adalah pekerjaan memindahkan peti kemas dari

    bay/row/tier ke bay/row/tier lain di dalam palka kapal dengan

    menumpuk terlebih dahulu ke dermaga.

    2.2 Pengertian Sistem dan Komponen Terminal Container

    1. Pengertian Terminal Container

    Terminal container yang berlokasi di pelabuhan adalah fasilitas dimana tempat

    yang memungkinkan kapal container melakukan kegiatan bongkar muat container

    secara efisien. Dengan demikian sebuah terminal container harus dilengkapi

    dengan peralatan untuk tujuan tersebut.

    2. Pengertian Terminal Operating System

    a) Terminal Operating System (TOS) adalah sistem aplikasi yang digunakan

    dalam pengoperasian terminal petikemas.

    b) IPC Terminal Operating System (I-TOS)

    Terminal Operating System memiliki banyak versi seperti CITOS (Computer

    Integrated Terminal Operating System) untuk pelabuhan Singapura ataupun

    OPUS Terminal Operating System Untuk Jakarta International Container

    Terminal (JICT), untuk IPC Pelabuhan Tanjung Priok memiliki Terminal

    Operation System tersendiri yang dibuat oleh pihak internal IPC untuk membantu

  • 15

    kegiatan operasional pelabuhan. Supaya pembaca lebih memahami isi dari karya

    tulis ini penulis akan mencoba memberikan penjelasan beberapa fungsi system

    yang digunakan dalam pelayanan peti kemas di PT. Pelabuhan Tanjung Priok

    yaitu system I-TOS (IPC Terminal Operating System). Beberapa fungsi

    penggunaan system I-TOS di PT. Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta antara lain :

    1) Mengelola arus peti kemas di terminal dengan rencana

    penempatan yang tepat sehingga diperoleh efisiensi proses

    bongkar-muat.

    2) Membuat jadwal rencana loading/unloading dan yard transfer

    dengan mengacu kepada informasi yang dikirimkan oleh shipping

    companies yang memuat posisi kontainer pada kapal yang akan

    berlabuh.

    3) Mengolah informasi pengiriman kontainer menuju terminal yang

    dikirimkan oleh transportation companies

    4) Memberikan informasi kepada shipping companies dan trucking

    companies mengenai lokasi penempatan container.

    c) Plan and Control

    (1) Vessel Definition

    Digunakan untuk menghitung stabilitas dari vessel berdasarkan

    spesifikasi dari vessel (Length, Width and Depth). Data-data ini

    digunakan untuk menentukan bay/side view plan di vessel.

    (2) Berth Plan

    Digunakan untuk mengatur jadwal kedatangan dan

    keberangkatan kapal, dan alokasi dermaga beserta occupancy

    rate-nya. Berth Plan juga dilengkapi dengan manpower plan dari

    petugas yang akan bertanggung jawab dalam pelaksanaan

    penambatan kapal dan peralatan lainnya.

  • 16

    d) Ship Plan and Control

    Digunakan untuk melakukan perencanaan efektif terhadap kegiatan

    discharging/loading dari vessel, penggunaan crane.

    a. Yard Plan and Control

    Digunakan untuk mengatur yard operation secara dinamis berdasarkan

    forecast dan pattern analysis yang disediakan oleh sistem. Yard Plan

    and Control memungkinkan untuk melakukan auto control perangkat

    dan menyediakan optimal yard operation logistic untuk memaksimalkan

    produktifitas terminal.

    b. Operation and Control

    Sistem dapat memberikan spesifik pekerjaan untuk peralatan tertentu.

    c. Job Optimization

    Sistem dapat melakukan automasi perencanaan dan operasi kegiatan di

    Terminal.

    d. Equipment Monitoring

    Sistem dapat melakukan monitoring secara real-time terhadap

    posisi/status untuk suatu alat dan status pekerjaan alat tersebut.

    e. Terminal Monitoring

    Sistem dapat melakukan monitoring status terminal termasuk status

    berth, crane, yard, alat bongkar/muat dan gate.

    f. Exception Handling

    User dapat melakukan koreksi apabila sistem terdapat data yang tidak

    sesuai, menentukan kondisi kontainer untuk penumpukan dan

    menentukan container direction menggunakan Door Direction of OCR.

    e) Cargo Handling and Control

    1) Container Search Sistem dapat menampilkan list seluruh detil

    informasi container.

  • 17

    2) Reefer Cargo HandingSistem dapat melakukan pengendalian

    penanganan reefer container.

    Sistem I-TOS memiliki istilah untuk setiap peti kemas berdasarkan

    statusnya menurut terminal, seperti :

    Bongkar (inbound) Peti Kemas :

    a. 01 (booking Inbond), artinya petikemas telah terdaftar

    b. 02 (discharged), artinya petikemas sudah dibongkar dari kapal

    c. 03 (Placement), artinya petikemas sudah di stack di CY

    d. 04 (on chasis), artinya petikemas sudah dipindahkan dari CY ke atas

    chasis truck.

    e. 10 (gate out, delivery), artinya petikemas sudah diinspeksi di Gate Out

    dan sudah keluar dari daerah terminal.

    Muat (outbound) Peti Kemas :

    a. 49 (booking outbond)

    b. 50 (gate in, receiving)

    c. 51 (placement)

    d. 52 (on chasis)

    e. 56 (loaded)

    2. Komponen Terminal

    a) Alur dan kolam pelabuhan

    b) Dermaga

    c) Lapangan penumpukan (container yard)

    d) Reefer Area

    e) Gate In adalah tempat untuk melakukan penerimaan peti kemas

    yang akan di stack di lapangan penumpukan atau sebagai tempat

    masuknya empty chassis ke dalam terminal pelabuhan dalam

    proses delivery.

  • 18

    f) Gate Out adalah tempat keluarnya empty chassis dalam proses

    receiving atau tempat penyerahan peti kemas yang keluar

    terminal pelabuhan.

    g) Gedung kantor (office)

    h) Perangkat computer (computerized system).

    2.3 Pengertian Kegiatan, Sistem, Prosedur dan Pelayanan

    1. Kegiatan

    Menurut kamus besar bahasa indonesia, kegiatan adalah aktivitas, usaha,

    pekerjaan atau kekuatan dan ketangkasan serta kegairahan.

    Menurut Abdul Halim kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan

    oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran

    terukur pada suatu program dan terdiri atas sekumpulan tindakan.

    2. Pengertian Sistem dan Prosedur

    Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu

    untuk melaksanakan kegiatan pokok organisasi. Sedangkan prosedur adalah suatu

    urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu

    departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam

    transaksi organisasi yang terjadi berulang-ulang. ( Mulyadi, Sistem Akuntansi,

    2001 : 4)

    3. Pengertian Pelayanan

    Pelayanan adalah proses yang terdiri atas sejumlah kegiatan tahap

    sebelumnya (back stage) dan tahap yang akan datang (front stage) dimana

    konsumen berinteraksi dengan organisasi jasa pelayanan. Tujuan interaksi itu

    adalah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, dengan cara

    sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kepuasan konsumen serta memberikan

    nilai kepada konsumen yang bersangkutan.

  • 19

    Pelayanan adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok

    orang dengan landasan faktor materi melalui sistem, prosedur dan metode tertentu

    dalam rangka usaha memenuhi kepentingan orang lain sesuai haknya. Pelayanan

    hakikatnya adalah serangkaian kegiatan, karena itu pelayanan merupakan sebuah

    proses. Sebagai proses, pelayanan berlangsung secara rutin dan

    berkesinambungan, meliputi seluruh kehidupan orang dalam masyarakat. Moenir

    (2010 : 26)

    2.4 Pelayaran Peti Kemas Interinsuler

    Indonesia sebagai Negara kepulauan menciptakan berbagai usaha pelayaran.

    Luas trayek yang dilayari akan menentukan kapasitas kapal yang digunakan dan

    struktur organisasi perusahaan pelayarn. Semakin luas trayek yang dilayari akan

    semakin besar kapal, modal dan organisasi yang dibutuhkan. Berdasarkan luas

    wilayah operasi, pelayarn dapat dibedakan sebagai berikut :

    1. Pelayaran Lokal

    Pelayaran yang bergerak dalam propinsi atau beberapa propinsi yang berbatasan.

    Biasanya luas wilayah operasi perusahaan pelayaran local Indonesia tidak

    melebihi radius 200 mil dan kapal berkapasitas lebih kurang 200 DWT.

    2. Pelayaran Nusantara (Antar Pulau atau Interinsuler)

    Wilayah operasi perusahaan pelayaran meliputi seluruh wilayah perairan

    Republik Indonesia. Usaha pelayaran Nusantara pada umumnya menggunakan

    kapal berukuran 1000 s/d 3000 DWT. Dalam pengertian pelayaran nusantara ini

    tercakup di dalamnya jenis pelayaran rakyat yaitu pelayaran dalam bentuk yang

    lebih sederhana dari pelayaran samudera dengan wilayah operasi seluruh teritorial

    Indonesia. Ukuran kapal yang dipakai dalam pelayaran rakyat relative lebih kecil

    dari pada kapal pelayaran nusantara, jumlahnya lebih banyak sehingga disebut

    armada semut.

    3. Pelayaran Samudera (ocean going)

    Jenis pelayaran yang beroperasi di perairan international dan bergerak antar

    satu Negara ke Negara lain dan harus memperhatikan hukum serta konvensi

    international yang berlaku.

  • 20

    2.5 Instansi-instansi yang terkait :

    1. Otoritas Pelabuhan

    Otoritas Pelabuhan (Port Authority) adalah lembaga pemerintah di pelabuhan

    sebagai otoritas yang melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian, dan

    pengawasan kegiatan kepelabuhanan yang diusahakan secara komersial. (Pasal 1

    Angka 26 UU Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran).

    2. PT (persero) Pelabuhan Indonesia

    PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau disingkat Pelindo II adalah Badan

    Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang Jasa Kepelabuhanan.

    3. Perusahaan pelayaran

    Pengertian Perusahaan Perkapalan terdapat dalam pasal 323 sampai

    340f KUHD, ada 24 buah pasal. Perusahaan Pelayaran (Rederij) adalah suatu

    badan yang menjalankan perusahaan dengan cara mengoperasikan kapal atau

    usaha lain yang erat hubungannya dengan kapal.

    4. EMKL

    Ekspedisi muatan kapal laut, atau di singkat EMKL adalah suatu perusahaan

    pengurusan yang memiliki izin Usaha Ekspedisi Muatan Kapal Laut yang di

    keluarkan melalui Kantor Dinas Perhubungan yang diberikan kepada perusahaan

    (Badan Usaha PT) untuk melaksanakan kegiatan usaha jasa EKSPEDISI

    MUATAN KAPAL LAUT di Indonesia. Dimana lingkup kegiatan usahanya

    adalah melakukan pengurusan dokumen-dokumen dan pekerjaan-pekerjaan yang

    menyangkut penerimaan/penyerahan muatan yang diangkut melalui lautan untuk

    diserahkan kepada/diterima dari perusahaan pelayaran dan penyedia sarana

    angkutan barang dan penumpang serta supply kebutuhan kapal laut.

    5. KSOP

    KSOP adalah unit pelaksana teknis pemerintahan di bidang kebandaran,

    perkapalan, dan jasa maritim dalam lingkungan Departemen Perhubungan yang

    dipimpin oleh seorang kepala yang disebut syahbandar/KSOP .Tugas KSOP

    adalah melaksanakan penilikan kebandaran, keselamatan kapal, pengukuran dan

    pendaftaran kapal, serta kegiatan jasa maritim.

    https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Usaha_Milik_Negarahttps://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Usaha_Milik_Negara

  • 21

    6. Forwarding

    Usaha Jasa Pengurusan Transportasi (freight forwading) adalah kegiatan

    usaha yang ditujukan mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi

    terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat, laut

    atau udara yang dapat mencakup kegiatan penerimaan, penyimpanan,sortasi,

    pengepakan, pengukuran, penimbangan, pengurusan penyelesaian dokumen,

    penerbitan dokumen angkutan, perhitungan biaya angkutan, klaim asuransi atas

    pengiriman barang serta penyelesaian tagihan dan biaya-biaya.

    7. PBM (perusahaan bongkar muat)

    Perusahaan Bongkar Muat (PBM) adalah Perusahaan yang berbadan hukum

    yang melakukan kegiatan bongkar muat barang dari dan atau ke kapal meliputi

    kegiatan pembongkaran barang dari palka kapal ke atas dermaga di lambung kapal

    atau sebaliknya (stevedoring), kegiatan pemindahan barang dari dermaga di

    lambung kapal ke gudang/lapangan penumpukan atau sebaliknya (cargodoring)

    dan kegiatan pengambilan barang dari gudang/lapangan di bawa ke atas truck atau

    sebaliknya (receiving/delivery).

    8. Bank

    Pengertian bank berdasarkan UU Negara Republik Indonesia No. 10/1998

    pasal 1 huruf dua yang mengatur tentang perbankan menjelaskan bahwa

    pengertian bank adalah “Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat

    dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk

    kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup

    rakyat banyak".

    9. PFSO

    Port Facility Security Officer (PFSO) atau Petugas Keamanan Fasilitas

    Pelabuhan adalah personil yang ditugaskan sebagai penanggung jawab untuk

    pengembangan, penerapan, perubahan dan pemeliharaan dari rancangan

    keamanan fasilitas pelabuhan dan untuk berhubungan dengan petugas keamanan

    kapal dan petugas keamanan perusahaan.