of 121 /121
KARYA TULIS ILMIAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. M DENGAN KASUS DIARE DI RUANG TERATAI ANAK RSU MOKOPIDO TOLITOLI OLEH: WAHYUDDIN A TAHIR NIM : 09096 PEMERINTAH KABUPATEN TOLITOLI AKADEMI KEPERAWATAN TOLITOLI 2012

askep kasus diare

Embed Size (px)

Text of askep kasus diare

KARYA TULIS ILMIAHASUHAN KEPERAWATAN PADA An. M DENGAN KASUSDIARE DI RUANG TERATAI ANAKRSU MOKOPIDOTOLITOLI

OLEH:WAHYUDDIN A TAHIRNIM : 09096PEMERINTAH KABUPATEN TOLITOLIAKADEMI KEPERAWATANTOLITOLI2012HALAMAN PERSETUJUANJudul : Asuhan Keperawatan Pada An. M dengan kasus diare Di Ruang Teratai Anak Rumah Sakit Umum Mokopido TolitoliPenulis : Wahyuddin A TahirNIM : 09096Karya Tulis Ilmiah ini telah diperiksa dan disetujui untuk dipertahankan dihadapan tim penguji sebagai salah satu persyaratan menyelesaikan pendidikan di Akper Pemda Tolitoli.Tolitoli,20 september 2012Tim PembimbingPembimbing IPembimbing II

SOVA EVIE WD S.Kep NsNip:19790923 199903 2 001CATUR ARIS S.stNip:19830714 200501 1 007

PENGESAHAN TIM PENGUJIPanitia ujian Karya Tulis Ilmiah (KTI) Akper Pemda Tolitoli, setelah meneliti dan mengetahui cara dan pembuatan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dengan judul Asuhan Keperawatan Pada An.M Dengan Kasus Diare Di Ruang teratai Anak Rumah Sakit Umum Mokopido Tolitoli yang telah dipertanggung jawabkan oleh mahasiswa atas Nama Wahyuddin A. Tahir, Nim 09096 pada hari jumat tanggal 12 oktober 2012 maka atas nama panitia ujian Karya Tulis Ilmiah (KTI) Akper Pemda Tolitoli menerima dan mengesahkan :PANITIA UJIANJabatanKetua :Anggota:1.2.Nama / NIPSova Evie WD S.Kep NsNIP. 19790923 199903 2 001St. F. Iriany Batalipu SKM,M.SiNip. 19620518 198211 2 001Catur Aris S.stNIP. 19830714 200501 1 007Tanda Tangan

MengetahuiDirektur Akper Pemda TolitoliSt. F. Iriany Batalipu SKM, M.SiKATA PENGANTARSeuntai kata umum singkat sangat bermakna, walaupun begitu sederhana namun itulah ungkapan yang terindah yang terlahir dari kalangan jiwa Alhamdulillahirabbil Alamin, kupanjatkan kehadirat-Mu illahirabbi yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Mu berupa kesehatan, kekuatan, kesabaran dan ketabahan dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dengan judul :Asuhan Keperawatan Pada An. M Dengan Kasus Diare Di Ruangan Teratai Anak RSU MOKOPIDO TolitoliAdapun tujuan dari penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini yaitu untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk menyelesaikan Pendidikan Diploma III Keperawatan di Akademi Keperawatan Pemda Tolitoli, Sulawesi Tengah.Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis banyak mengalami hambatan baik dalam pengumpulan data, pemberian asuhan keperawatan, serta dalam penyusunan baik itu berupa moral maupun material. Namun berkat, bimbingan, arahan, serta motivasi dari berbagai pihak sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini tepat pada waktunya.Melalui kesempatan ini dengan segala kerendahan hati dan melepas segala ego, perkenenkan penulis mengucapkan terima kasih kepada :1. Ibu St.F.Iriany Batalipu SKM. M.Si selaku direktur akademi keperawatan pemda tolitoili dan selaku penguji satu dalam tim penguji Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang telah memberikan arahan dan bimbingan selama proses ujian dan selama mengikuti pendidikan di akper pemda tolitoli2. Bapak dr. Kadir SpPD selaku kepala RSU Mokopido Tolitoli yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian di RSU Mokopido Tolitoli3. Ibu Sova Evie Wd S.Kep Ns selaku pembimbing I, yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah4. Bapak Catur Aris S.st selaku pembimbing II, yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penulisan sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.5. Staf perawat di Ruangan Teratai Anak RSU Mokopido Tolitoli yang telah rendah hati membantu penulis selama melakukan penelitian di ruangan tersebut.6. Bapak/Ibu dosen dan staf Akper Pemda Tolitoli, yang telah memberikan bekal ilmu, bantuan dan dorongan selama ini.7. Keluarga khususnya Ayahhanda, Ibunda, Nenenk dan saudara-saudaraku yang telah memberikan kesempatan serta kasih sayang, perhatian dan dukungan baik moril dan materil yang tiada hentinya, serta doa yang membuat penulis menjadi menusia yang berarti seperti sekarang ini.8. Rekan-rekan Mahasiswa Akademi Keperawatan Pemda Tolitoli angkatan ke X tahun 2009, anak-anak TTC yang telah mersama menikmati pahit manisnya perjuangan dalam menyelesaikan pendidikan Diploma Tiga keperawatan di Kampus Akper Pemda Tolitoli.9. Kepada semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan namanya satu persatu lewat kesempatan ini penulis mengucapkan rasa terima kasih yang tiada terhingga, semoga budi baik saudara mendapat balasan yang setimpal dari Allah S.W.T, aminTak ada gading yang tak retak, mungkin itu pepatah yang dapat penulis ungkapkan, sebab penulis menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini masi jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu penulis sangat mengharapkan kritik, saran, dan koreksi yang sifatntya membangun demi kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini. Akhir kata penulis berharap semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat memberi manfaat kepada pembacanya dan khusunya kepada diri saya pribadi serta dapat menjadi masukan kepada semua pihak.Wassalam..Tolitoli, september 2012Penulis

DAFTAR ISIHalamanHALAMAN JUDUL.. iHALAMAN PERSETUJUAN.. iiHALAMAN PENGESAHAN.. iiiKATA PENGANTAR.. ivDAFTAR ISI` . viiDAFTAR TABEL ixDAFTAR GAMBAR xDAFTAR LAMPIRAN. xiBAB I PENDAHULUAN.1. Latar Belakang. 12. Rumusan Masalah. 33. Tujuan..1. Tujuan Umum.. 32. Tujuan Khusus 43. Metode Penelitian.. 44. Manfaat Penelitian. 5BAB II TINJAUAN TEORI1. Konsep Medis.2. Pengertian.. 73. Etiologi.. 84. Patofisiologi.. 95. Tanda dan Gejala.. 106. Penatalaksanaan 117. Komplikasi.. 178. Pemeriksaan diagnostik 189. Pencegahan.. 191. Konsep tumbuh kembang anak. .. 192. Pengertian .. .. 193. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuhkembang anak . 201. Ciri-ciri tumbuh kembang anak. 262. Tahap-tahap tumbuh kembang anak 27C. Konsep Asuhan Keperawatan 281. Pengkajian.. 282. Diagnosa Keperawatan. 283. Rencana Tindakan 304. Implementasi. 405. Evaluasi. 40BAB III APLIKASI ASUHAN KEPERAWATAN1. Pengkajian 412. Klasifikasi Data. 55C. Analisa data. 57D. Diagnosa keperawatan 601. Perencanaan . 612. Implementasi 70G. Evaluasi.. 70H. Catatan Perkembangan.. 77BAB IV PEMBAHASAN1. Pengkajian 832. Diagnosa 843. C. Intervensi . 884. D. Implementasi . 895. Evaluasi keperawatan.. 90BAB V PENUTUP1. Kesimpulan . 912. Saran . 93DAFTAR PUSTAKALAMPIRANDAFTAR TABELHalamanTabel 2.1: jumlah cairan (ml) yang hilang pada anak umur < 2 tahun. 12Tabel 2.2: jumlah cairan (ml) yang hilang pada anak umur 2-5 tahun. 12Tabel 2.3: jumlah cairan (ml) yang hilang pada anak umur >15 tahun 13Tabel 2.4:penilaian derajat dehidrasi .. 13Tabel 3.5: pola kegiatan sehari-hari.. 46Tabel 3.6: pemeriksaan penunjang .. 53Tabel 3.7: analisa data. 57Tabel 3.8: diagnosa keperawatan prioritas 60Tabel 3.9: perencanaan.. 61Tabel 3.10:implementasi dan evaluasi. 68Tabel 3.11: catatan perkembangan 77DAFTAR GAMBARHalamanGambar 3.1 Genogram 3 generasi . 45

DAFTAR LAMPIRANLampiran 1 : Surat pernyataan benar-benar telah melakukan penelitianLampiran 2 : Surat izin permintaan data Di Rumah Sakit Mokopido TolitoliLampiran 3 : Surat permoohonan izin pengambilan kasusLampiran 4 : Satuan Acara Penyuluhan ( SAP ) penyakit diareLampiran 5 : Daftar Riwayat Hidup Penulis

BAB IPENDAHULUAN1. A.LATAR BELAKANGKesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.Pembangunan di bidang kesehatan seperti yang diatur dalam Undang-Undang Kesehatan No.23 Tahun 1992 merupakan bagian integral dari pembangunan nasional dengan tujuan tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional, yaitu untuk mempercepat terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, bangsa Indonesia mencanangkan cita-cita Indonesia Sehat 2010 antara lain programnya adalah pemberantasan penyakit menular yang salah satunya adalah penyakitdiare. Berbagai upaya kesehatan berupa peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan (preventif),pengobatan(kuratif)dan pemulihan(rehabilitatif) dilaksanakan secara utuh, menyeluruh dan berkesinambungan antara pemerintah dan masyarakat (Depkes RI,1999).http://2012.city-selatiga.blogspot.com/2012/05/penyakit-diare.htmDiare: keadaan frekwensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak-anak. Konsistensifecesencer dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah atau lendir saja (Ngastiah, 1998).Penyakitdiaremerupakan suatu penyebab utama kesakitan dan kematian seseorang terutama pada anak dimana gejala utamanya yaitu cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat, dan nafsu makan menurun. Dimana faktor penyebab dari penyakit ini diantaranya adalah kesehatan lingkungan, keadaangizi,faktor sosial dan ekonomi. Pada anak denganDiare dapatmenyebabkan kekurangan cairan akibat BAB terus menerus, muntah, danevaporasi. Jika tidak diatasi segera akan mengakibatkandehidrasidan renjatanhipovolemik syokdan bisa berdampak buruk yaitu kematian yang cepat. Hal ini disebabkan daya tahan tubuh anak dan kompensasi anak terhadap suatu penyakit belum sempurna, sehingga meningkatkanmotalitas usus,sekresidanosmotiksistim pencernaan.(http://hudenizia.blogspot.com/2010/12/ktikeperawatan-anak-dengan-diare.html)Diare sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan, tidak saja di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Penyakitgastroenteritismasih sering menimbulkan KLB (Kejadian Luar Biasa) dengan penderita yang banyak dalam waktu singkat. (Nursalam,2005).Di negara maju walaupun sudah terjadi perbaikan kesehatan dan ekonomi masyarakat tetapi insidendiaretetap tinggi dan masih menjadi masalah kesehatan. Di USA dengan penduduksekitar 200 juta diperkirakan 99 juta episodediaresetiap tahunnya menempati peringkat ketiga dari daftar keluhan pasien pada ruang praktek dokter, WHO memperkirakan ada sekitar 4 milyar kasus diare setiap tahun denganmortalitas3-4 juta pertahun.Bila angka itu diterapkan di Indonesia, berarti setiap tahun sekitar 100 juta episodediarepada orang pertahunnya. Penyakitdiareberada pada urutan ketiga dengan pravelensi sebesar 3.5% dari 9 penyakit utama yang ada di Rumah Sakit yang menjadi penyebab utama dari kematian,(http://hudenizia.blogspot.com/2010/12/kti-keperawatan-anak-dengan-diare.html)Di Indonesia berdasarkan hasil survei awal dilapangan kasus diare pada tahun 2008 di Kabupaten Sambas terjadi 12.961 kasus pada semua golongan umur (23 per 1000 penduduk). Di Sulawesi tengah khususnya di Rumah Sakit Umum Mokopido Tolitoli berdasarkan data dariMedical RecordRSU Mokopido Tolitoli pada tahun 2010 tercatat jumlah penderitadiareyaitu sebanyak 391 penderita untuk semua golongan umur. Pada tahun 2011 jumlah penderitadiareyaitu 371 penderita dimana terdiri dari 100 orang penderita dewasa dan 271 penderita anak. Sedangkan untuk bulan januari sampai dengan bulan juli 2012 jumlah penderita adalah 119 yang terdiri dari 29 dewasa dan 90 penderita dari kalangan anak-anak.Untuk mencegah agar tidak terjadi seperti halnya yang diuraikan diatas maka perlunya penanganan masalahdiaresecara maksimal salah satunya adalah dengan pemberian asuhan keperawatan oleh karena pasiendiarecenderung mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan cairan danelektrolityang mana keaadaan tersebut dapat mengancam kehidupan pasien sehingga pemberian asuhan keperawatan yang cepat, tepat dan efisien dapat membantu menekan angka kejadian dan kematian pasien diare. Keadaan ini mendorong minat peneliti untuk meneliti penerapan Asuhan Keperawatan Pada An.M dengan kasusdiaredi Teratai Anak RSU Mokopido Tolitoli.1. B.RUMUSAN MASALAHAdapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Penerapan Asuhan Keperawatan Pada An M Dengan kasus Diare Di Ruang Teratai Anak RSU Mokopido Tolitoli 1. C.TUJUAN PENELITIAN1. Tujuan UmumUntuk mengetahui penatalaksanaan secarakomprehensifAsuhan Keperawatan pada pasien An M dengan kasusDiaredi ruangan Teratai Anak RSU Mokopido Tolitoli.1. Tujuan KhususKarya tulis ini di buat untuk :1. Mampu melakukan tahapan pengkajian asuhan keperawatan pada pasien An M dengan kasusdiaredi Ruangan Teratai Anak RSU Mokopido Tolitoli2. Mampu merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien An M dengan kasusdiaredi Ruangan Teratai Anak RSU Mokopido Tolitoli3. Mampu menetapkan rencana intervensi pada pasien An M dengan kasusdiaredi Ruangan Teratai Anak RSU Mokopido Tolitoli4. Mampu melaksanaan implementasi keperawatan pada pasien An M dengan kasusdiaredi Ruangan Teratai Anak RSU Mokopido Tolitoli5. Mampu melakukan evaluasi pada pasien An M dengan kasusdiaredi Ruangan Teratai Anak RSU Mokopido Tolitoli1. D.METODE PENELITIAN1. Study kasus yaitu dengan menggunakan proses keperawatan tahap pengkajian dengan cara :1. Wawancara langsung dengan Tanya jawab pada klien dan keluarganya.2. Obsevasi yaitu dengan cara mengamati langsung pada saat melakukan asuhan keperawatan3. Melakukan pemeriksaan fisikYaitu cara yang digunakan untuk mendapatkan data yang spesifik tentang penyakitnya melalui pemeriksaan secara(head to toe)1. Study dokumentasiPengumpulan data dengan melihat catatan atau dokumentasi keperawatan yang diperoleh melalui dokumen medik1. Study perpustakaan yaitu mempelajari buku, literatur dan data data yang ada relevansinya dengan karya tulis ilmiah ini1. E.MANFAAT PENELITIAN1. Bagi institusi Rumah Sakit Umum Mokopido TolitoliPenelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan kasus diare dan meningkatkan mutu serta kualitas pelayanan kesehatan.1. Institusi pendidikanDapat digunakan sebagai wacana dan pengetahuan tentang perkembangan ilmu keperawatan, khususnya Asuhan keperawatan pada klien dengan kasusdiare.1. Bagi keluarga pasienPenelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sarana informasi dan menambah pengetahuan tentang penyakitdiaredi masyarakat sehingga dapat mengurangi/menekan angka kejadian penderitadiare1. Bagi penelitiSebagai pengalaman berharga dan tak terhingga serta dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam bidang asuhan keparawatan (ASKEP). Menambah wawasan peneliti mengenai penyakitdiareitu sendiriBAB IITINJAUAN TEORITIS1. A.Konsep Dasar Diare1. 1.PengertianDiareadalah sebagai pengeluaran tinja yang tidak normal dan cair. (Hipocrates, 1985).Diareadalah sebagai buang air besar yang tidak normal, bentuk tinja yang encer dengan frekwensi lebih banyak dari pada biasanya (di bagian ilmu kesehatan anak FKUI RCCMC).Diareadalah keadaan frekwensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak-anak.Konsistensi fecesencer dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah atau lendir saja (Ngastiah, 1998).Diareadalah buang air besar(defekasi) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair, setengah padat dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari pada biasanya (normal 100 200 ml) pertinja (Saifullah Noer, 1998).Diareadalah buang air besar encer atau cair lebih dari 3 kali sehari (WHO 1980 dikutip dari mansjoer arief, dkk 1999)Dari ke 4 pengertiandiaretersebut diatas penulis dapat menyimpulkan bahwadiare adalah buang air besar/defekasiyang tidak normal pada bayi lebih dair 4 kali dan lebi dari 3 kalipada anak dengan konsistensifecesencer dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah, atau lendir saja.1. 2.Penyebab / Etiologi1. Diluar usus infeksi diluar usus tubuh manapun sepertipneumonia,infeksi telinga,tonsillitisdapat menyebabkan mencret dalam stadium yang biasanya ringan.2. Didalam usus penyebabdiarepaling sering pada anak kecil adalah infeksi dengan berbagai bakteri ini dapat terjadi karena infeksi olehorganismedisentribasiler, bakteri disamping virus danprotozoa.Yang paling sering dijumpai dalam jumlah besar yang berasal dari lingkungan kotor. Anak yang kurang gizi amat rentan dalam periode bebasdiare.3. c.karbohidrat:disakarida(intoleransi laktosa, maltose dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosadangalaktosa).4. Malabsorbsilemak5. Malabsorbsiprotein6. Faktor makanan : makanan basi, beracun,alergiterhadap makanan7. Faktor psikologis : rasa takut dan cemas. Jarang tapi dapat terjadi pada anak yang lebih besar.Berdasarkanpatofisiologinya, maka penyebabdiaredi bagi menjadi dua, yaitu :1)Diare sekresi, yang dapat disebabkan oleh virus, kumanpatogendanapatogen,hiperperistaltikusus halus akibat kimia atau bahan makanan, gangguan psikis, gangguan saraf, hawa dingin, alergi, dandefisiensi imunterutama IgAsekretonik.2)Diare osmotik, yang dapat disebabkan olehmalabsorbsimakanan, kekurangan kalori protein (KPK), atau bayi berat badan lahir rendah dan bayi baru lahir.1. 3.PatofisiologiDiaredisebabkan oleh virus, bakteri danprotozoa.Spesiestertentu bakteri menghasilkantoksinyang menggangguabsorbsiusus dan dapat menimbulkansekresiberlebihan air danelektrolitkedalam rongga usus dan selanjutnya timbuldiare,karena terjadi peningkatan isi rongga usus. Akibat terdapatnya zat-zat makanan yang tidak dapat diserap menyebabkan peningkatan tekananosmotikdi dalam usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air danelektrolitke dalam rongga usus. Isi rongga usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbuldiare. Gangguanmotalitasusus sepertihiperperistaltikakan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbuldiaredan sebaliknya jika peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan sehingga menyebabkan diare (Sacharin, RM).1. 4.Tanda dan GejalaMula-mula pasien cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian timbuldiare. Tinja cair, mungkin disertai lendir dan darah, warna tinja makin lama berubah menjadi kehijau-hijauan karena bercampur denganempedu.Anus dan daerah sekitarnya timbul lecet karena setiapdefekasitinja makin lama makin asam sebagai akibat banyakasam laktatyang berasal darilaktosayang tidakdiabsorbsioleh usus selamadiare. Gejala muntah dapat didahului dengandiareatau tampak muntah dan disebabkan karena lambung meradang akibat gangguan keseimbangan asam basa danelektrolit.Gejaladehidrasimulai tampak yaitu turgor kulit menurun, mata cekung dan ubun-ubun menjadi cekung (pada bayi). Terjadinya renjatanhipovolemikharus di hindari. Kekurangan cairan akan menyebabkan pasien akan merasa haus, lidah kering, tulang pipi menonjol, turgor kulit menurun, serta suara menjadi serak. Gangguan biokimiawi sepertiasidosismetabolikakan menyebkan frekwensi pernapasan lebih cepat dan dalam (pernafasan kusmaul). Bila terjadi renjatanhipovolemikberat maka denyut nadi cepat (lebih dari 120 kali/menit pada anak) tekanan darah menurun sampai tidak terukur, pasien gelisah, muka pucat, ujung-ujungekstermitasdingin, dan kadangsianosis. Kekurangan kalium akan menimbulkanaritmiajantung.Perfusiginjal dapat menurun sehingga timbulanuria, sehingga jika kekurangn cairan tidak segera di atasi dapat timbul penyulit berupanekrosis tubuler.(mansjoer arief dkk.)Secara klinisdiarekarena infeksi akut di bagi menjadi dua golongan. Pertamakoleriformdengandiareyang terutama terdiri atas cairan saja. Kedua,desentriform, padsadiaredidapatkan lendir kental dan kadang-kadang darah. (mansjoer arief dkk.)1. 5.PenatalaksanaanDasar pengobatan diare adalah sebagai berikut :1. Rehidrasicairan1)Diarecair membutuhkan penggantian cairan dan elektrolit tanpa melihat etiologinya. Tujuan terapirehidrasiuntuk mengoreksi kekurangan cairan danelektrolitsecara cepat (terapi rehidrasi) kemudian mengganti cairan yang hilang sampai diarenya berhenti (terapi rumatan).Jumlah cairan yang di berikan harus sama dengan jumlah cairan yang hilang melaluidiaredan/muntah (previous water loses= PWL), ditambah dengna banyaknya cairan yang hilang melalui keringat, urin, dan pernafasan(normal water loses=NWL),dan ditambah dengan banyaknya cairan yang hilang melalui tinja dan muntah yang masih terus berlangsung(concomintcnt water loses=CWL). Jumlah ini tergantung pada derajatdehidrasiserta berat badan masing-masing anak atau golongan umur. (mansjoer arief dkk.)a) Jumlah cairan (ml) yang hilang pada anak umur 15 tahun (BB 15-25 kg)No.DehidrasiPWLNWLCWlJumlah

1.Ringan256525115

2.Sedang506525140

3.berat806525170

Table2.4. penilaian derajat dehidrasiNo.PenilaianABC

1.Lihat : kedaan umumBaik, sadarGelisah,rewelLesu, lunglai, atau tidak sadar

2.MataNormalCekungSangat cekung

3.Air mataAdaTidak adaTidak ada

4.Mulut dan lidahBasahkeringSangat kering

5.Rasa hausMinum biasa tidak hausHaus, ingin minum banyakMalas minum atau tidak bisa minum

6.Periksa : turgor kulitKembali cepatKembali lambatKembali sangat lambat

7.Hasil pemeriksaanTanpa dehidrasiDehidrasi ringan/sedangBila ada 1 tanda di tambah 1 tanda atau lebih tanda lainDehidrasi beratBila ada 1 tanda di tambah 1 atau lebih tanda lain

Pemberian cairan pada klien diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum.

(1)Diare dehidrasi ringanDiare dengan dehidrasi ringan ditandai dengan kehilangan cairan 5% dari berat badan. Pada diare dengan dehidrasi ringan sudah Nampak tanda-tanda kekurangan cairan yaitu penderita kekurangan nafsu makan dan aktifitasnya menurun. Cairan untuk pengganti yang diperlukan untuk keadaan ini adalah elektrolit oral melalui mulut dengan formula lengkap.(2)DiaredengandehidrasisedangDiaredengan dehidrasi sedang ditandai dengan kehilangan cairan 610% berat badan. Kasus ini memerlukan perhatian yang lebih khusus, pemberian oralit pada penderita hendaknya dilakukan petugas kesehatan dari sarana kesehatan dan penderita perlu diawasi beberapa jam lamanya (4-6 jam). Kalau penderita sudah baik keadaannya boleh pulang dengan dibekali beberapa bungkus oralit. Sedangkan kalau jatuh kedalam berat harus diupayakan pemberian cairan secara parenteral. Bagi penderita yang boleh pulang agar diberi penyuluhan kepada orang tuanya mengenai cara melarutkan dan pemberian oralit, juga agar ditekankan bahwa pemberian oralit adalah pengganti cairan yang hilang bukan untuk menghentikan diarenya dengan segera.(3)DiaredengandehidrasiberatDiaredengandehidrasiberat ditandai dengan mencret terus-menerus, biasanya lebih dari 10 kali disertai dengan muntah. Kehilangan cairan lebih dari 10% dari berat badan. Di masyarakat disebut dengan muntaber. penderita harus mendapat cairan infus sebagai berikut :(a) Macam cairan yang dipakaiRinger laktatmerupakan pilihan utama perhatikan khusus untuk penderitaneonatus. Penderitadiaredengan penyakit berat seperti kekurangan kalori protein, pneumonia, kelainan jantung dan sebagainya. Dalam keadaan tertentu (dimana ringer laktat tidak tersedia) dapat digunakan cairan (Half Sterngth Dorrow Glukosa).(b) Cairan peroralCairan dehidrasi oral dengan formula lengkap cairan yang mengandung 4 komponen yaitu :NaCl, KCl, NaHCO3atauNa Sitratdanglukosaatau pengganti cairan. Formula ini dikenal dengan nama larutan oralit dan diberikan bila sudah timbul tanda-tanda dehidrasi dan cairan formula rehidrasi tidak lengkap (sederhana) cairan yang mengandung paling sedikit 2 komponen yaituNaCldanglukosaatau penggantinya seperti makanan dan minuman yang ada di rumah termasuk disini larutan gula garam dan air tajin. Fungsiglukosapada cairan dehidrasi oral baik pada formula legkap atau tidak lengkap sebagai penarik air dan elektrolit kedalam cairan intraseluler menggantikan cairan penghilang karena diare dan muntah.(c) Cairan parenteralPada umumnya cairan yang digunakan adalahRinger Laktat (RL). Mengenai pemberian cairan sebanyak beberapa yang harus diberikan tergantung pada berat ringannya dehidrasi yang diperhitungkan dengan kehilangan cairan dengan berat badannya serta berat badan masing-masing anak dan golongan umur klien.1. Makanan harus di teruskan bahkan di tingkatkan selamadiareuntuk menghindari efek buruk status gizi1. Bayi yang mendapatkan ASI sebelumnya jangan dihentikan.2. Bayi yang sebelumnya tidak mendapatkan ASI dapat diteruskan dengan susu formula.3. Antibiotikdan antiparasit tidak boleh di gunakan secara rutin, tidak ada manfaatnya untuk kebanyakan usus, termasuk diare berat dan diare dengan panas, kecuali pada:1)Disentri,bila tidak berespon pikirkan kemungkinan amoebiasis2) Suspek kolera dengndehidrasaiberat3)Diare perisisten1. Obat-obat antidiaremeliputi antimotilitas(misalnyaloperamid, difenoksilat, kodein, opium),adrosben(misalnyanorit,kaolin, attapulgit). Antimuntah termasukprometazindanklorpromazin.Tidak semua obat-obat ini mempunyai efek yang nyata terhadap diare dan beberapa malahan mempunyai efek berbahaya . obat-obat ini tidak boleh di berikan untuk anak 6 bulan atau telah mendapat makanan padat :4. Beri makanan untuk cegah gizi : teruskan ASI atau susu yang biasa diberikan :- berikan bubur dengan kacang-kacangan, sayur, daging atau ikan.- Berikan sari buah segar atau pisang halus- Berikan makanan yang segar, masak dan haluskan atau tumbuk.- Dorong anak makan, sedikitnya 6 kali sehari1. Segera bawa ke petugas kesehatan bila anak tidak membaik dalam 3 hari atau menderita sebagai berikut :1. Buang air besar cair sering kali2. Muntah berulang-ulang3. Sangat haus sekali4. Makan atau minum sedikit5. Demam6. Tinja berdarah7. Bagaimana Cara Mencegah Diare.1. Pemberian ASI saja sampai dengan 4-6 bulan.2. Mencuci tangan.3. Membuang tinja secara benar.4. Jangan makan sembarang makanan.5. Menggunakan air bersih untuk minum.6. Memperkuat daya tahan tubuh : ASI minimal 2 tahun pertama, meningkatkan status gizi, dan imunisasi.