of 37/37
HIPERTENSI HIPERTENSI PADA LANSIA PADA LANSIA

askep hipertensi lansia

  • View
    3.236

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of askep hipertensi lansia

HIPERTENSI PADA LANSIA

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Peningkatan tekanan darah pada usia lanjut yang semula di anggap normal sebagai akibat perubahan fisiologis,ternyata meningkatkan resiko morbiditas dan mortalitas serebrokardiovaskular. Diperkirakan 2/3 dari pasien hipertensi yang berumur >60 th akan mengalami payah jantung,stroke atau diseksi aorta dalam 5 tahun bila hipertensi nya tidak di obati.

B. TUJUAN

1. Tujuan Umum Mengetahui serta menerapkan asuhan keperawatan gerontik pada klien hipertensi 2. Tujuan khusus Melakukan pengkajian pada lansia dengan klien hipertensi Menegakkan diagnosa keperawatan pada lansia dengan klien hipertensi Membuat perencanaan keperawatan pada lansia dengan klien hipertensi Melaksanakan tindakan keperawatan pada lansia dengan klien hipertensi Melaksanakan evaluasi tindakan keperawatan pada lansia dengan klien hipertensi

BAB II TINJAUAN TEORITS HIPERTENSI PADA LANSIA A. PENGERTIAN Hipertensi pada usia lanjut adalah bila tekanan darah >140/90 mmHg, sedangkan hipertensi terisolasi bila tekanan sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. B. ETIOLOGI Yang tidak dapat dikontrol Umur : >50 th Seks : Wanita > pria Genetik Etnik

Yang dapat dikontrol Merokok Dislipidemia/hiperkolestrol Diabetes melitus terjadi hiperinsulinemia dan hipertropi struktural Obesitas Alkohol Emosi ; rangsangan ss simpatis Gaya hidup Status Sosek

C. Manifestasi Klinis Sakit Kepala Keletihan Penurunan toleransi Palpitasi Angina Dsypnea Perdarahan hidung atau epistaksis Pusing Insomnia Asitomatis, kadang-kadang gejala timbul bila terjadi komplikasi pada target organ:mata, ginjal jantung, otak D. Komplikasi Hipertensi Pada mata Pandangan kabur Perubahan pada retina seperti perdarahan, eksudat Penyempitan pembuluh darah

Pada JantungPenyakit arteri koronaria dan angina pektoris Gagal jantung kiri

Pada ginjalNefrosklerosis Nokturia Azotemia

Pada OtakStroke atau serangan iskemia transien Hipertensive enselphalopayhy

Pada Vaskular Atherosklerosis Aneurisme Aorta Perifer vaskuler disease Aortic disection F. Penatalaksanaan 1. Non Farmakologi Kurangi intake garam Kendalikan berat badan Hindari rokok, alkohol dan stress Hindari obat hormonal/KB, Kortikostreoid Pembatasan kaffein Kendalikan gula darah Modifikasi makanan berlemak Olahraga/aerobik Tehnik relaksasi Suplemen kalium, kalsium, magnesium

BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian I. Data Umum 1. Nama kepala keluarga : Tn. S 2. Alamat : Jati III No. 26 3. Umur : 62 Th 4. Pekerjaan : Pensiunan PNS 5. Komposisi keluarga Nama Ny. T Fery Nina J.K P L P Hub. Dgn KK Istri Anak Anak Umur 58 Th 28 Th 22 Th Pendidikan SLTP SMU SMU

No 1 2 3

Genogram

Ket : = Meninggal = Klien

= Perempuan = Laki-laki = Tggl sermh

6. Tipe Keluarga Tipe keluarga merupakan keluarga inti 7. Suku bangsa Tn. S berasal dari padang menggunakan bahasa padang dalam komunikasi sehari-hari 8. Agama Semua keluarga Tn. S menganut agama islam 9. Status sosial ekonomi keluarga Semua kebutuhan keluarga ditamggumg oleh Tn. S dengan penghasilan + Rp. 600.000 perbulan, dari hasil pensiunan Tn. S. Ny. T membuat makanan kecil dengan penghasilan + Rp 20.000,- perhari. Penghasilan keluarga dibantu dengan anak laki-lakinya sebesar + Rp 200.000,- perbulan. Menurut pengakuan keluarga penghasilan yang ada cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga tidak mempunyai tabungan. Pendapatan perbulan kira-kira Rp. 1.500.000,- dan pengeluaran perbulan keluarga Rp. 850.000,- . 10. Aktivitas Rekreasi Keluarga Biasanya istri dan anak perempuannya berkunjung kerumah keluarga pada hari libur dan acara keluarga, sedangkan lansia hanya dirumah saja. Pada malam hari keluarga menonton TV bersama.

II. Tahap Perkembangan Keluarga Saat ini 11. Tahap Perkembangan Keluarga Pada Saat Ini Keluarga dengan lanjut usia, mempertahankan hubungan intim dalam keluarga, mempertahankan komunikasi terbuka antara anak dan orang tua. Hindari perdebatan, kecurigaan dan permusuhan, mempersiapkan perubahan sistem peran dan peraturan (anggota keluarga). 12. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi Tugas keluarga yang dicapai saat ini keluarga belum dapat menikahkan kedua orang anaknya. Sedangkan saat ini biaya yang dibutuhkan Tn. S cukup bayak untuk berobat. 13. Riwayat Keluarga Inti Tn. S mengatakan dia menikah dengan Ibu T. Dengan tidak dijodohkan, dan tidak pernah mengalami masalah yang serius selama ini. Tn. S. sering mengeluh sakit kepala, Tn S sudah memeriksakan kesehatannya ke dokter, dan dokter mendiagnosa bahwa dia menderita hipertensi. Tn. S telah berobat secara rutin ke Rumah Sakit M. Djamil. Ibu T saat ini dalam keadaan sehat-sehat saja dan begitu pula dengan kedua anaknya.

14. Riwayat Keluarga Sebelumnya Dahulu ada keluarga yang menderita hipertensi yaitu ibu klien. III. Lingkungan 15. Karakteristik rumah luas rumah yang ditempati + 50 m2 (lebar 5 m2 panjang 10 m2 ). Terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi dan WC, ruang tamu dan dapur. Tipe bangunan rumah permanen, keadaan lantai dari plester dan ventilasi memenuhi syarat. Semua barang tersusun rapi sehingga tidak berisiko terjadinya cedera pada lansia. Penerangan cukup terang. Sumber air yang digunakan adalah air PDAM. Kebiasaan memasak memakai kompor minyak tanah, tersedia tempat pembungan sampah dan limbah yang baik (tidak ada penumpukan sampah dan genangan air limabah).

Denah Rumah

Ruang Keluarga dapurRuang Tamu Kmr 1 Kmr 2 WC

16. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW Tetangga sekitar merupakan penduduk asli daerah (padang), mereka selalu memperhatikan kesehatan Tn. S. dengan memberikan perhatian kepada Tn. S tentang informasi pengobatan Tn. S. keluarga Tn. S termasuk keluarga yang disegani karena dianggap orang yang dituakan di daerahnya. 17. Mobilitas Geografis Keluarga Keluarga ini tidak pernah pindah tempat tinggal sejak menikah, jika sehat Tn. S rajin membersihkan lingkungan sekitar rumahnya. Istrinya menitipkan kue di warung dibantu oleh anak perempuanya. Sedangkan anak laki-lakinya bekerja sebagai supir angkot.

18. Perkumpulan dan Interaksi Dengan Masyarakat Pada siang hari keluarga ini jarang berinteraksi dengan tetangga di karenakan tetangga sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Keluarga ini sering mengikuti pengajian yang dilaksakan oleh kelompok pengajian. 19. Sistem Pendukung Keluarga Istri dan anak perempuan Tn. S tidak mampu merawat Tn. S dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang penyakit Tn. S. Pada saat penyakitnya kambuh mereka membawa Tn. S ke Rumah Sakit terdekat. Dan biaya perikasa ditanggung oleh anak laki-lakinya. Jarak rumah dengan rumah sakit + 100 m. IV. Struktur Keluarga 20. Pola Komunikasi Keluarga Keluarga mengatakan komunikasi dilakukan secara musyawarah dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah. Waktu bertemu dengan keluarga banyak kecuali dengan anak lakilakinya yang sibuk bekerja.

21. Struktur Kekuatan Keluarga Keluarga Tn. S. selalu mendapatkan bantuan dari keluarga yang lain ketika mendapat masalah. 22. Struktur Peran Tn. S tetap merasa sebagai kepala Keluarga Ibu T. sebagai istri yang membantu ekonomi keluarga dengan menjual kue. Anak perempuannya tidak bekerja hanya membantu ibu T. membuat dan menjual kue. Anak laki-lakinya bekerja sebagai supir angkot dan membantu ekonomi keluarga. 23. Nilai dan Norma Budaya Nilai norma budaya yang berlaku dikeluarga menyesuaikan dengan nilai agama yang dianut dan norma yang berlaku dilingkungannya. Kebiasaan pola makan budaya Tn. S yaitu makan dengan santan dan mengandung garam yang tinggi, dan jarang memakan sayur-sayuran.

V. Fungsi Keluarga 24. Fungsi Affektif Keluarga Tn. S mempunyai sikap saling menghormati dan saling menyayangi antara anggota keluarga. Masingmasing anggota keluarga dapat berinteraksi dengan baik dan saling membantu serta mengingatkan bila ada masalah. 25. Fungsi Sosial Keluarga selalu mengajarkan dan menekankan bagaimana berprilaku sesuai ajaran agama yang di anut dalam kehidupan sehari-hari dirumah dan lingkungan tempat tinggalnya. anggota keluarga jika ada waktu menyempatkan untuk berinteraksi dengan lingkungan masyarakat skitarnya. 26. Fungsi Keperawatan Keluarga Keluarga belum tahu apa itu hipertensi, keluarga belum mampu memutuskan untuk merawat anggota keluarga apabila nyeri timbul dan keluarga selalu mencari pertolongan.

Pengkajian Fisik1. Tn. S Penampilan umum: Compos metis TTV: TD=160/100, RR=24x mnt,N=84x/mnt,S=36o, Kepala: simetris kiri dan kanan warna rambut sebagian beruab, kulit kepala bersih Mata:bola mata simetris kiri dan kanan, bola mata dapat bergerak kekiri dan kekanan, penglihatan memakai kaca mata plus 3, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik. Hidung:lubang hidung kiri dan kanan simetris, tidak ada pembengkakan pada hidung dan cairan dan nyeri tekan pada hidung. Telinga: simetris kiri dan kanan, tdk ada cairan dalam telinga dan terlihat serumen dalam telinga kanan dan kiri. Mulut: tidak ada kelainan pada bibir, tidak ada massa, gigi tidak lengkap, lidah simetris tidak ada ulkus dan kelainan Leher:bentuk lebar simetris, tdk ada pembengkakan dan jaringan parut, tdk ada massa dan tdk ada pembesaran kelenjar tiroid Dada:bentuk dada simetris, tdk ada nyeri tekan, massa, peradangan saat bernapas dada bergerak secara simetris. Kardiovaskuler:tdk ada nyeri tekan dada dan edema palpitasi Abdomen:perut simetris,tdk ada pembesaran dan nyeri tekan Muskuloskeletal: tidak ada nyeri, bengkak, kekakuan pada otot dan sendi

1. Ny. T Penampilan umum: Compos metis TTV: TD=130/80, RR=16x mnt,N=76x/mnt,S=36o, Kepala: simetris kiri dan kanan warna rambut sebagian beruab, kulit kepala bersih Mata:bola mata simetris kiri dan kanan, bola mata dapat bergerak kekiri dan kekanan, penglihatan dapat melihat lukisan dengan jarak 5 m, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik. Hidung:lubang hidung kiri dan kanan simetris, tidak ada pembengkakan pada hidung dan cairan dan nyeri tekan pada hidung. Telinga: simetris kiri dan kanan, tdk ada cairan dalam telinga dan terlihat serumen dalam telinga kanan dan kiri. Mulut: tidak ada kelainan pada bibir, tidak ada massa, gigi tidak lengkap, lidah simetris tidak ada ulkus dan kelainan Leher:bentuk lebar simetris, tdk ada pembengkakan dan jaringan parut, tdk ada massa dan tdk ada pembesaran kelenjar tiroid Dada:bentuk dada simetris, tdk ada nyeri tekan, massa, peradangan saat bernapas dada bergerak secara simetris. Kardiovaskuler:tdk ada nyeri dada dan tidak edema, dan tidak ada palpitasi Abdomen:perut simetris,tdk ada pembesaran dan nyeri tekan Muskuloskeletal: tidak ada nyeri, bengkak, kekakuan pada otot dan sendi

3. Anak D Penampilan umum: Compos metis TTV: TD=130/80, RR=16x mnt,N=764x/mnt,S=36o, Kepala: simetris kiri dan kanan warna rambut sebagian beruab, kulit kepala bersih Mata:bola mata simetris kiri dan kanan, bola mata dapat bergerak kekiri dan kekanan, penglihatan dapat melihat lukisan dengan jarak 5 m, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik. Hidung:lubang hidung kiri dan kanan simetris, tidak ada pembengkakan pada hidung dan cairan dan nyeri tekan pada hidung. Telinga: simetris kiri dan kanan, tdk ada cairan dalam telinga dan terlihat serumen dalam telinga kanan dan kiri. Mulut: tidak ada kelainan pada bibir, tidak ada massa, gigi tidak lengkap, lidah simetris tidak ada ulkus dan kelainan Leher:bentuk lebar simetris, tdk ada pembengkakan dan jaringan parut, tdk ada massa dan tdk ada pembesaran kelenjar tiroid Dada:bentuk dada simetris, tdk ada nyeri tekan, massa, peradangan saat bernapas dada bergerak secara simetris. Kardiovaskuler:tdk ada nyeri dada dan tidak edema, dan tidak ada palpitasi Abdomen:perut simetris,tdk ada pembesaran dan nyeri tekan Muskuloskeletal: tidak ada nyeri, bengkak, kekakuan pada otot dan sendi

4. Anak S Penampilan umum: Compos metis TTV: TD=120/70, RR=18x mnt,N=76x/mnt,S=36o, Kepala: simetris kiri dan kanan warna rambut sebagian beruab, kulit kepala bersih Mata:bola mata simetris kiri dan kanan, bola mata dapat bergerak kekiri dan kekanan, penglihatan dapat melihat lukisan dengan jarak 5 m, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik. Hidung:lubang hidung kiri dan kanan simetris, tidak ada pembengkakan pada hidung dan cairan dan nyeri tekan pada hidung. Telinga: simetris kiri dan kanan, tdk ada cairan dalam telinga dan terlihat serumen dalam telinga kanan dan kiri. Mulut: tidak ada kelainan pada bibir, tidak ada massa, gigi tidak lengkap, lidah simetris tidak ada ulkus dan kelainan Leher:bentuk lebar simetris, tdk ada pembengkakan dan jaringan parut, tdk ada massa dan tdk ada pembesaran kelenjar tiroid Dada:bentuk dada simetris, tdk ada nyeri tekan, massa, peradangan saat bernapas dada bergerak secara simetris. Kardiovaskuler:tdk ada nyeri dada dan tidak edema, dan tidak ada palpitasi Abdomen:perut simetris,tdk ada pembesaran dan nyeri tekan Muskuloskeletal: tidak ada nyeri, bengkak, kekakuan pada otot dan sendi

VI. Stress dan Koping Keluarga 27. Stresor Jangka Pendek Keluarga selalu bingung jika penyakit Tn. S Kambuh sehubungan dengan kurangnya biaya untuk pengobatan Tn. S. sedangkan kebutuhan yang lain masih banyak. 28. Stresor Jangka Panjang Keluarga Tn.S menghawatirkan penyakit hipertensinya akan semakin parah. 29. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Masalah Keluarga merasa pasrah dengan mendapat cobaan dan berharap kepada anak laki-lakinya untuk bekerja lebih giat lagi sehingga dapat membantu keluarganya. 30. Strategi Koping Yang Digunakan Keluarga menerima keadaan ini apa adanya dan selalu melibatkan anak laki-lakinya untuk mengambil keputusan yang terbaik untuk keluarganya. 31. Strategi Adaptasi Disfungsional Keluarga dapat memahami dan mencari jalan keluar yang terbaik dari setiap masalah yang ditemukan dalam keluarga.

VII. Harapan Keluarga Keluarga berharap penyakit Tn.S dapat diobati dan mendapat bantuan dari pemerintah berupa kartu sehat sehingga Tn. S dapat berobat secara rutin di Rumah Sakit.

ANALISA DATANo 1 Data Data subjektif: Klien mengatakan khawatir akan penyakitnya Keluarga klien mengatakan tidak mengetahui tentang penyakitnya Data objektif Klien terlihat cemas penyakitnya akan bertambah parah Data subjektif: Keluarga mengatakan porsi yang dimakan tidak pernah habis Klien mengatakan malas makan karena makanan yang di sajikan tidak ada rasanya Data objektif: Berat badan menurun (52 kg) Porsi makan berkurang Masalah Keperawatan Cemas pada Tn. S berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan masalah hipertensi

2.

Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada Tn. S berhubungan dengan kemasukan in adekuat

PERENCANAANNo 1. Diagnosa Keperawatan Cemas pada Tn. S berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan masalah hipertensi Tupen Setelah 1x45 menit (pertemuan) keluarga mampu : I Mengenal mslh Hipertensi. 1.1 Menyebut Pengertian hipertensi R V Hipertensi adalah: tek darah lbh dari normal Pada usila : 140160 mmHg (sistole) &80-95 mmhg (diastole) I.1 1.Kaji pengetahuan keluarga tentang defenisi hipertensi 1.1.2. Beri reinforcement + atas jawabannya I.I.3 Jelaskan defenisi hipertensi I.I.4. Lakukan Fedback 1.1.5 Beri reinforcement + R V Standar Intervensi

1.2Menyebut kan penyebab hipertensi

R V

Pada penderita hipertensi biasanya di sebab kan oleh: Yang tdk dapat d kontrol Umur : > 50 Th Sek : Pr > laki2 Genetik Etnik Yang dpt di kontrol Meroko Hiperkolesterol Diabetes melitus Obesitas Gaya hidup Alkohol emosi

1.2.1 Kaji pengetahuan tentang penyebab hipertensi 1.2.2 Beri reinforcement atas jawaban, luruskan konsep 1.3.3 Jelaskan pada keluarga ttg penyebab hipertensi 1.3.4 Lakukan Fedback 1.3.6 Beri reinforcement + ats jwban yg benar

1.3 Menyebutkan tanda dan gejala hipertensi

RV

Sebagaian besar penderita hipertensi kadang tidak menanpakkan gejala sampai bertahun-tahun, bila ada di temukan antara lain: Tk. Darah Sistolik > 140 mmHg & diastolik < 90 mmHg Sakit Kepala Keletihan Pusing Penurunan toleransi aktifitas Insomnia Rasa barat di tengkuk Mata berkunang

1.4.1 kaji pengetahuan tentang tanda dan gejala dari hipertensi 1.4.2 beri reinforcmen (+) atas jawaban yang benar 1.4.3 Jelaskan pada keluarga tentang tanda dan gejala hipertensi 1.4.4 Beri kesempatan pada keluarga untuk bertanya 1.4.5 minta keluarga untuk mengulangi apa yang sudah dijelaskan 1.4.6 Beri reinforcmen (+) atas jawaban yang benar. 1.5.1 Bantu keluarga mengenali masalah hipertensi 1.5.2 Beri reinforcmen (+) atas jawaban yang benar

1.4 Mengidentifikasi tanda & gejala adanya hipertensi pada anggota keluarga

Mengenal adanya hipertensi pada angg keluarga berdasarkan tanda2 yang ada.

2. Mengambil keputudan yg tepat untuk merawat Tn. S dgn Hipertensi 2.1 Menyebutkan akibat lanjut hipertensi

R V

Akibat lanjut hipertensi: Payah Jantung Stroke Penyakit ginjal

2.1.1 Gali pengetahuan keluarga ttg akibat lanjut hipertensi 2.1.2 Beri reinforcement + 2.1.3 Jelaskan akibat lanjut hipertensi 2.1.4 Lakukan fedback 2.1.5 Beri reinforcement +

2.2 Memutuskan untuk merawat Tn. S

Keputusan untuk merawat Tn. S dgn Hipertensi

2.2.1 Memotivasi keluarga untuk merawat Tn S 2.2.2 Beri reinforcement +

3. Merawat anggota klrg hipertensi 3.1 Menyebutkan cara perawatan hipertensi

RV

Cara perawatan hipertensi : Pengaturan mknan Olahraga ringan Berhenti merokok Istirah yg ckp Hdri mnm alkohol Mengendalikan BB Periksa kes teratur ke yankes Obat tradisional yg didpt menurunkan tek drh: Seledri, ketimun, daun alpukat, bawang putih, wartel n bayam

3.1.1 Gali pengetahuan keluarga ttg cara perawatan hipertensi 3.1.2 Beri reinforcement + 3.1.3 Jelaskan cara perawatan hipertensi 3.1.4 Lakukan fedback 3.1.5 Beri reinforcement +

3.2 Menyebutkan obat tradisional yg dpt menurunkan tek drh

3.2.1. Gali pengetahuan keluarga ttg obat2an yg dpt menurunkan tek drh. 3.1.2 Beri reinforcement + 3.1.3 Jelaskan obat2an yg dpt menurunkan tek drh 3.1.4 Lakukan fedback 3.1.5 Beri reinforcement +

4. Memodifikasi lingkungan ygf sehat bagi keluarga 4.1 Menyebutkan ling yg baik untuk hipertensi

R V 4.1.1 Gali pengetahuan keluarga ttg ling yg baik utk penderita Lingkungan yg baik hipertensicara untuk hipertensi: 41.2 Beri reinforcement Ling tenang, tmpt + tdr tdk terlalu 4.1.3 Jelaskan keluarga tinggi, lantai tdk ttg ling yg baik utk licin, bersih dan penderita rata, pasang hipertensi pegangan di kamar mandi dan gunakan 4.1.4 Lakukan fedback sendal beralas 4.1.5 Beri karet reinforcement + Saat kunjungan mendadak ling rmh sesuai dgn ling yg baik bagi klrg

4.2 memodifikasi ling yg baik untuk keluarga

4.2.1. Kunjungi klrg dgn tiba-tiba 4.2.2 Beri pujian

5. Memanfaatkan fasilitas kesehatan yg ada 5.1 Menyebutkan fasilitas yankes yg bisa di kunjungi

RV

Yankes yang bisa di kunjungi: RS (setiap hari) Puskesmas dan praktek donter (setiap hari kerja) Posyandu lansia

5.2 Menyebutkan manfaat Yankes

5.1.1 Gali pengetahuan keluarga ttg yankes yang bisa dikunjung 51.2 Beri reinforcement + 5.1.3 Jelaskan keluarga ttg pelayanan kesehatan yang bisa dikunjungi 5.1.4 Lakukan fedback 5.1.5 Beri reinforcement +

Manfaat Yankes: Tempat berobat Konsultasi Mencegah komplikasi

5.2.1. Gali pengetahuan keluarga ttg manfaat yankes. 5.2.2 Beri reinforcement + 5.2.3 Jelaskan keluarga ttg manfaat yankes 5.2.4 Lakukan fedback 5.2.5 Beri reinforcement +

5.3 Memuruskan R V dan mengunjungi yankes

Menunjujkkan kartu nerobat

5.3.1 motivasi keluarga untuk mengunjugi yankes 5.3.2 Beri reinforcement +

PERENCANAANNo Dx Kep Gg Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada Tn. S B.D masukan yang tidak adekuat TUPEN 1.1 Menyebutk an pengertian tentang nutrisi kurang dari keb. Tubuh 1.2 menyebutk an penyebab nutrisi kurang dr Keb. Tubuh 1.3 Menyebutk an tanda dan gejala nutrisi kurang dari keb. Tubuh RV STANDAR Nutrisi krg dr keb tubuh adalah suatu keadaan dimana individu yg tdk puasa mengalami atau beresiko mengalami penurunan BB yg B.D masukan yang tdk adekuat utk keb metabolik Penyebab nutrisi krg dr keb tubuh: - Penurunan keinginan untuk makan -Muntah -Anoreksia Kerusakan pencernaan Tanda dan gejala nutrisi krg dr keb tubuh -berat badan 10%-20% lebih dibawah BB ideal Lipatan kulit trisep, lingkar lengan dan lingkar otot. Pertengahan lengan kurang dr 60% standar pengukuran INTERVENSI -kaji pengetahuan nutrisi krg dr keb tubuh -diskusikan dgn klg ttg nutrisi krg dr keb tubuh -motivasi klg utk mengulang kembali -beri reinforsement (+) utk jawaban yg benar -kaji pengetahuan klg ttg penyebab nutrisi krg dr keb tubuh -diskusikan dgn klg penyebab nutrisi krg dr keb tubuh -motivasi klg utk mengulang kembali -beri reinforcement (+) utk jawaban yg benar -kaji pengetahuan klg ttg penyebab nutrisi krg dr keb tubuh -diskusikan dgn klg penyebab nutrisi krg dr keb tubuh -motivasi klg utk mengulang kembali -beri reinforcement (+) utk jawaban yg benar

1.4 mengidentifikasi adanya nutrisi keb. Tubuh pada anggota keluarga

Mengenali adanya nutrisi krg dr keb tubuh pad klg

2. Keluarga mampu memutuskan untuk merawat anggota keluarga dgn nutrisi kurang dari keb. Tubuh 2.1 menyebutkan akibat lanjut dari nutrisi krg dr keb tubuh 2.2 menyebutkan cara perawatan nutrisi krg dr keb tubuh

Akibat lanjut nutrisi krg dr keb tubuh: -anoreksia lama -ketidak seimbangan nitrogen negativ -kerusakan metabolisme lemak protein -diare karena gangguan absorbsi Cara perawatan nutrisi krg dr keb tubuh: -mulai dengan makan sedikit tapi sering -beri dorongan individu utk makan dengan orang lain

-kaji pengetahuan klg ttg akibat lanjut nutrisi krg dr keb tubuh -diskusikan dgn klg ttg akibat lanjut nutrisi krg dr keb tubuh -motivasi klg utk mengulang kembali -beri reinforsement (+) utk jawaban yg benar -kaji pengetahuan klg ttg utk cara prwtn nutrisi krg dr keb tubuh -diskusikan dgn klg ttg cara prwtn nutrisi krg dr keb tubuh -motivasi klg utk mengulang kembali -beri reinforsement (+) utk jawaban yg benar

3. Klg mampu merawat angt klg dg nutrisi krg dr keb tubuh 3.1 memutuskan utk merawat angt klg dgn nutrisi krg dr keb tubuh

Membuat keputusan untuk merawat anggota klg dengan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

-motivasi klg utk membuat keputusan untuk merawat anggota klg dengan nutrisi kurang dr keb tubuhi -beri reinforsement (+) utk jawaban yg benar -kaji pengetahuan klg ttg ungkapan yg baik utk klien nutrisi krg dr keb tubuh -beri reinforcement (+) utk keputusan yg benar. -kaji pengetahuan klg ttg fasilitas pelayanan kesehatan yang ada

4. Menciptakan ungkapan yang sesuai dengan nutrisi krg dr keb tubuh

Ungkapan yg baik utk klien nutrisi krg dr keb tubuh -ciptakan lingk yg rileks saat makan -lingkungan bersih -pencahayaan yg terang Fasilitas kesehatan yang bisa dikunjungi yaitu: -RS, buka 24 jam -Puskesmas,8-13 WIB

5. Klg mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada untuk mengatasi nutrisi krg dr keb tubuh

5.1 menyebutkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada, manfaat dan waktu

-Klinik: buka 24jam -dokter praktek: buka dari jam 1721 tiap hari kecuali hari libur

-diskusikan dgn klg ttg fasilitas pelayanan kesehatan yang ada -motivasi klg utk mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan yang ada -beri reinforsement (+) utk jawaban yg benar

Umur > 50 Thn Perub Fungsional PD perifer

Sex wanita Genotik Merokok

Konsumsi alkohol Emosi

Gaya hidup

Perubahan Membran PD

Kerusakan endotel PD

Peningkatan Intake alkohol

Merangsang SS Simpatis