of 25 /25
Nu_groz Computer ASUHAN KEPERAWATAN DEKUBITUS www.trinoval.web.id Trinoval Yanto Nugroho 26/08/2009

ASKEP DEKUBITUS

Embed Size (px)

DESCRIPTION

dekubitus

Citation preview

Page 1: ASKEP DEKUBITUS

Nu_groz Computer

ASUHAN KEPERAWATAN DEKUBITUSwww.trinoval.web.id

Trinoval Yanto Nugroho26/08/2009

Page 2: ASKEP DEKUBITUS

4

ASKEP DEKUBITUS

A. PENGERTIAN

1. Dekubitus adalah luka akibat tekanan karena posisi tidak berubah.

2. Dekubitus merupakan luka yang terjadi karena tekanan atau iritasi kronis,

biasanya pada kulit punggung pasien yang selalu berbaring di tempat tidur atau

yang sulit bangkit dari ranjang perawatan dalam waktu yang lama.

3. Ulkus dekubitus adalah suatu keadaan kerusakan jaringan setempat yang

disebabkan oleh iskemia kulit akibat tekanan dari luar yang berlebihan.

B. ETIOLOGI

- Primer :

1. Iskemia

2. Tekanan intra okuler dan supra kapiler.

3. Dilatasi pembuluh darah.

- Sekunder

1. Gangguan saraf vasomotorik, sensorik dan motorik.

2. Malnutrisi

3. Anemia

4. infeksi

5. Hygiene yang buruk.

6. Kemunduran mental dan penurunan kesadaran

C. KLASIFIKASI

1. Stadium I

Ulserasi terbatas pada epidermis dan dermis dengan eritema pada kulit. Penderita

dengan sensibilitas baik akan mengeluh nyeri, stadium ini biasanya reversible dan dapat

sembuh dalam 5-10 hari.

2. Stadium II

Ulserasi mengenai dermis, epidermis dan meluas ke jaringan adiposa terlihat eritema

dan indurasi. Stadium ini dapat sembuh dalam 10-15 hari.

4. Stadium III

Ulserasi meluas sampai ke lapisan lemak subkulit dan otot sudah mulai terganggu

dengan adanya edema dan inflamasi, infeksi akan hilang struktur fibril. Biasanya

sembuh dalam 3-8 minggu.

5. Stadium IV

Ulserasi dan nekrosis meluas mengenai fasia,otot serta sendi. Dapat sembuh dalam 3-

6 bulan.

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 3: ASKEP DEKUBITUS

4

D. PATOFISIOLOGI

Pada dasarnya ulkus dekubitus terjadi akibat adanya faktor primer dan sekunder.

Faktor primer tekanan dari luar yang menimbulkan iskmeik setempat. Dalam keadaan

normal, tekanan intrakapiler arteriol adalah 32 mmHg dan tekanan ini dapat mencapai

60 mmHg. Efek destruksi jaringan yang berkaitan dengan keadaan iskemik dapat

terjadi dengan tekanan jaringan kapiler 32-60 mmHg yang disebut tekanan

suprakapiler. Jika tekanan suprakapiler tercapai akan terjadi aliran darah, kapiler yang

disusul dengan iskemik setempat.

Substansi H yang mirip dengan histami dilepaskan oleh sel yang iskemik dan

akumulasi metabolik, kalium, ADP dan asam laktat diduga sebagai faktor yang

menyebabkan dilatasi pembuluh darah.

Reaksi kompresi sirkulasi akan tampak sebagai hiperemia dan reaksi tersebut

masih efektif bila tekanan dihilangkan sebelum periode kritis terjadi yaitu 1-2 jam.

E. MANIFESTASI KLINIS

1. Edema

2. Hiperemis

3. Kerusakan otot.

4. Kerusakan jaringan kulit.

5. Kemerahan.

F. LOKASI ULKUS

1. Tuberositas ulkus

Akibat tekanan pada keadaan duduk karena foodrest pada kurs roda terlalu tinggi

sehingga BB tertumpu pada daerah ischium.

2. Sacrum

Terjadi bila berbaring terlentang, tidak mengubah posisi. Secara teratur salah

posisi waktu duduk di kursi roda juga saat penderita merosot kew tempat tidur

dengan sandaran miring.

3. Tunit

4. Lutut

Terjadi bila pasien lama berbaring telungkup sedangkan sisi lateral lutut terkena

karena lama berbaring pada satu sisi.

5. Siku

Sering dipakai sebagai penekan tubuh atau pembantu mengubah posisi.

6. Jari kaki

Dapat terkena pada posisi telungkup, sepatu yang terlalu sempit.

7. Scapula dan Processus spinous vertebrae

Dapat terkena akibat terlalu lama terlentang dan gesekan yang sering.

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 4: ASKEP DEKUBITUS

4

G. KOMPLIKASI

1. Infeksi

2. keterlibatan jaringan tulang dan sendi

3. Septikemia

4. Anemia

5. Hiperbilirubin

6. Kematian

H. PENATALAKSANAAN

A. Pencegahan

Umum : Penkes tentang dekubitus bagi staf medis dan keluarga.

Pemeliharaan KU dan gygiene penderita.

Khusus : Mengurangi/menghindari tekanan luar yang berlebihan daerah tubuh

tertentu dengan cara perubahan posisi tiap 2 jam di tempat tidur sepanjang 24 jam.

- Pemeriksaan dan perawatan kulit dilakukan 2 kali sehari tetapi dapat sering pada

aderah potensial terjadi dekubitus. Pemeriksaan kulit dapat dilakukan sendiri atau

dengan batuan orang lain.

- Pembersihan dengan menggunakan sabun lunak dan menjaga kulit tetap bersih dari

keringat, urine dan feces bila perlu dapat diberikan lotion yang mengandung alkohol,

bedak.

B. Pengobatan

- Mngurangi tekanan lebih lanjut pada daerah dekubitus. Secara umum dengan

tindakan pencegahan yang sudah dibicarakan di atas. Pengurangan tekanan sangat

penting karena dekubitus tidak akan sembuh selama masih ada tekanan yang lama.

- Mempertahankan kedaaan bersih pada ulkus dan sekitarnya, proses tersebut akan

menyebabkan proses kesembuhan menjadi cepat dan baik.

- Mengangkat jaringan nekrotik pada ulkus akan menghambat jaringan granulasi dan

epitalisasi. Oleh karena itu, pengangkatan jaringan nekrotik akan mempercepat

kesembuhan.

- Menurunkan dan mengatasi infeksi

Perlu pemeriksaan kultur dan tes resisiten antibiotik sistemik dapat diberikan bila

penderita mengalami sepsis,ulkus yang terinfeksi harus dibersihkan beberapa kali

sehari dengan larutan antiseptik seperti larutan H2)2 30%, providon iodin.

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 5: ASKEP DEKUBITUS

4

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DEKUBITUS

PENGKAJIAN

1. Wawancara

- Apakah pasien mengalami immobilisasi yang lama.

- Apakah pasien mengalami gejala anoreksia.

- Sejak kapan keluhan mulai dirasakan.

- Bagaimana pola aktivitas sebelumnya.

- Apakah sebelumnya pasien selalu berada di kursi roda.

2. Pemeriksaan fisik

- Aktivitas dan istirahat

Menunjukkan adanya gangguan tidur, kelemahan otot, kehilangan tonus otot pada aderah

yang luka.

- Sirkulasi

Adanya kelemahan nadi karena menurunnya serum ke daerah luka.

- Integritas Ego

Perasaan tidak berdaya, tidaka ada harapan, ansietas, takut, mudah tersinggung.

- Eliminasi

Penurunan BAB/BAK frekuensi dikarenakan kesulitas mobilitas fisik.

- Makanan/cairan

Penurunan BB karena malnutrisi, anoreksia, nyeri akut, adanya turgor kulit yag kering.

- Nyeri/kenyamanan

Dirasakan bila daerah luka digerakkan

- Pernafasan

Pernafasan ditemukan bila terjadi peningkatan/normal karena oksigenasi sangat

dibutuhkan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Kerusakan integritas kulit b.d Immobilisasi fisik

2. Nyeri akut b.d Agen cedera fisik

3. Resiko infeksi b.d Pertahanan primer tidak adekuat (kulit tidak utuh, truma jaringan)

INTERVENSI KEPERAWATAN

Dx I : Kerusakan integritas kulit b.d Immobilisasi fisik

Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan kerusakan integritas kulit

tidak terjadi.

NOC: Integritas Jaringan: kulit dan membran mukosa

Kriteria Hasil:

a. Sensasi normal

b. Elastisitas normal

c. Warna

d. Tekstur

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 6: ASKEP DEKUBITUS

4

e. Jaringan bebas lesi

f. Adanya pertumbuhan rambut dikulit

g. Kulit utuh

Ket Skala:

1 = Kompromi luar biasa

2 = Kompromi baik

3 = Kompromi kadang-kadang

4 = Jarang kompromi

5 = Tidak pernah kompromi

NIC: Skin Surveilance

1) Observation ekstremitas oedema, ulserasi, kelembaban

2) Monitor warna kulit

3) Monitor temperatur kulit

4) Inspeksi kulit dan membran mukosa

5) Inspeksi kondisi insisi bedah

6) Monitor kulit pada daerah kerusakan dan kemerahan

7) Monitor infeksi dan oedema

Dx II : Nyeri akut b.d Agen cedera fisik

Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan nyeri berkurang atau hilang.

a. NOC 1: Level Nyeri

Kriteria Hasil:

1. Laporkan frekuensi nyeri

2. Kaji frekuensi nyeri

3. Lamanya nyeri berlangsung

4. Ekspresi wajah terhadap nyeri

5. Kegelisahan

6. Perubahan TTV

b. NOC 2: Kontrol Nyeri

Kriteria Hasil:

2. Mengenal faktor penyebab

3. Gunakan tindakan pencegahan

4. Gunakan tindakan non analgetik

5. Gunakan analgetik yang tepat

Ket Skala:

1 = Tidak pernah menunjukkan

2 = Jarang menunjukkan

3 = Kadang menunjukkan

4 = Sering menunjukkan

5 = Selalu menunjukkan

NIC: Manajemen Nyeri

1) Kaji secara menyeluruh tentang nyeri termasuk lokasi, durasi, frekuensi, intensitas,

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 7: ASKEP DEKUBITUS

4

dan faktor penyebab.

2) Observasi isyarat non verbal dari ketidaknyamanan terutama jika tidak dapat

berkomunikasi secara efektif.

3) Berikan analgetik dengan tepat.

4) Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, berapa lama akan berakhir

dan antisipasi ketidaknyamanan dari prosedur.

5) Ajarkan teknik non farmakologi (misalnya: relaksasi, guide, imagery,terapi

musik,distraksi)

Dx III : Resiko infeksi b.d Pertahanan primer tidak adekuat (kulit tidak utuh, trauma

jaringan)

Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan infeksitidak terjadi.

NOC:

NOC : Pengendalian Infeksi

Kriteria Hasil:

1. Pengetahuan tentang adanya resiko infeksi

2. Mampu memonitor faktor resiko dari lingkungan

3. Membuat strategi untuk mengendalikan resiko infeksi

4. Mengatur gaya hidup untuk mengurangi resiko

5. Penggunaan pelayanan kesehatan yang sesuai

Ket Skala:

1 = Selalu

2 = Sering

3 = Kadang

4 = Jarang

5 = Tidak pernah

NIC: Teaching diases proses

1) Deskripsikan proses penyakit dengan tepat

2) Sediakan informasi tentang kondisi pasien

3) Diskusikan perawatan yang akan dilakukan

4) Gambaran tanda dan gejala penyakit

5) Instruksikan pasien untuk melaporkan kepada perawat untuk melaporkan tentang

tanda dan gejala yang dirasakan.

EVALUASI

Kriteria Hasil:

1. Sensasi normal 3

2. Elastisitas normal 3

3. Warna 3

4. Tekstur 3

5. Jaringan bebas lesi 3

6. Adanya pertumbuhan rambut dikulit 2

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 8: ASKEP DEKUBITUS

4

7. Kulit utuh 3

NOC 1: Level Nyeri

1. Laporkan frekuensi nyeri 3

2. Kaji frekuensi nyeri 3

3. Lamanya nyeri berlangsung 3

4. Ekspresi wajah terhadap nyeri 3

5. Kegelisahan 3

6. Perubahan TTV 3

NOC 2: Kontrol Nyeri

1.Mengenal faktor penyebab 3

2. Gunakan tindakan pencegahan 3

3. Gunakan tindakan non analgetik 3

4. Gunakan analgetik yang tepat 3

1. Pengetahuan tentang adanya resiko infeksi 3

2. Mampu memonitor faktor resiko dari lingkungan 3

3. Membuat strategi untuk mengendalikan resiko infeksi 3

4. Mengatur gaya hidup untuk mengurangi resiko 3

5. Penggunaan pelayanan kesehatan yang sesuai 3

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 9: ASKEP DEKUBITUS

4

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S

DENGAN DEKUBITUS DI RUANG ASOKA

RSUD MARGONO SOEKARJO

PURWOKERTO

I. PENGKAJIAN

Pengkajian dilakukan pada :

Hari/tanggal : Selasa, 28 Oktober 2008

Waktu : 21.00 WIB

Petugas : Trinoval Yanto Nugroho

A. IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. S

Umur : 58 tahun

Jenis kelamin : laki-laki

Agama : islam

Pekerjaan : Buruh.

Pendidikan : SD

Suku : jawa

Alamat : Bancar

No. RM : 025184

Diagnosa medis : Tetanus

Tanggal medik : 21 Oktober 2008

B. IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB

Nama : Tn.M

Jenis kelamin : laki-laki

Pekerjaan : Wiraswasta

Alamat : Banjar

Hubungan dg pasien : Anak kandung pasien

C. RIWAYAT KESEHATAN

1. Keluhan Utama

Pasien mengatakan sakit pada punggung bagian bawah.

2. Keluhan Tambahan

Pasien mengatakan gatal dan terasa panas pada punggung bagian bawah.

3. Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang dari IGD pada tanggal 21 Oktober 2008 kemudian pasien dirawat di

ruang ICU selama 6 hari. Setelah keadaan membaik, pasien dirawat di ruang

Asoka pada tanggal 28 Oktober 2008. Pasien mengeluh sakit pada punggung

bagian bawah, gatal, dan terasa panas pada punggung bagian bawah.

4. Riwayat Penyakit Dahulu

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 10: ASKEP DEKUBITUS

4

Pasien pernah mengalami kecelakaan 5 tahun yang lalu namun tidak ada luka,

hanya terjadi dislokasi pada kaki kiri dan dipijat kemudian sembuh.

5. Riwayat Penyakit Keluarga

Dari keluarga baik ibu maupun bapak pasien tidak ada penyakit keturunan dan

menular

GENOGRAM

Keterangan

LAKI-LAKI Tinggal Serumah

Garis keturunan

PEREMPUAN meninggal

PASIEN

E. POLA KESEHATAN FUNGSIONAL MENURUT GORDON

1. POLA PERSEPSI KESEHATAH DAN MANAJEMEN KESEHATAN

DS : Pasien mengatakan bahwa kesehatan itu penting.

DO : pasien dirawat di RS.

2. POLA NUTRISI DAN METABOLISME

DS : Keluarga mengatakan sulit menelan makanan dan susah minum.

DO : pasien terlihat makan dengan bubur ± 6 sendok makan/gari, minum

menggunakan pipet karena takut tersedak ± 1/2 sendok .

3. POLA ELIMINASI

DS : Pasien mengatakan BAB tidak lancar, pasien sudah 1 minggu tidak BAB, BAK

lancar.

DO : pasien terlihat terpasang kateter dan BAK lancar.

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 11: ASKEP DEKUBITUS

4

4. POLA AKTIVITAS DAN LATIHAN

DS : Pasien mengatakan aktivitas selalu dibantu.

DO : Pasien tampak tidur terlentang danADL dibantu oleh keluarga.

Aktivitas 0 1 2 3 4

Makan dan minum

Mandi

Toileting

Berpakaian

Mobilisasi di tempat tidur

Ambulasi

5. POLA ISTIRAHAT DAN TIDUR

DS : Pasien mengatakan pasein dapat tidur.

DO : Pasien tampak istiragat dan tidur malam sekitar 8 jam.

6. POLA PERSEPSI KOGNITIF

DS : Pasien mengatakan pancainderanya baik.

DO : Fungsi pendengaran,penglihatan,dan pengecapan baik.

7. POLA PERSEPSI DAN KONSEP DIRI

Pasien yakin dengan pengobatan dan perawatan di RS, pasien dapat pulih seperti

semula dan dapat beraktivitas seperti dahulu lagi

8. POLA HUBUNGAN DAN PERAN

DS : Pasien mengatakan hubungan dengan istri dan anak terjalin baik.

DO : Keluarga tampak menunggui pasien.

9. POLA REPRODUKSI DAN SEKSUAL

DS : pasien mengatakan sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak dan 1 istri.

DO : Pasien berjenis kelamin laki-laki.

10. POLA KOPING STRESS DAN ADAPTASI

DS : pasienmengatakan bila ada masalah selalu dibicarakan dengan keluarga.

DO : Pasien tampak dekat dengan istri dan anak-anaknya.

11. POLA NILAI DAN KEYAKINAN

DS : Pasien mengatakan beragama Islam dan selalu menjalankan shalat 5 waktu

serta yakin anaknya akan sembuh.

DO : Pasien terlihat berdoa untuk kesembuhannya..

F. PEMERIKSAAN FISIK

2. PEMERIKSAAN UMUM

Keadaan umum : sedang

Kesadaran : Composmentis

Tanda-tanda Vital :

TD : 130/90 mmHg R : 24x/mnt

N : 84x/mnt S : 37ºC

3. PEMERIKSAAN HEAD TO TOE

KEPALA

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 12: ASKEP DEKUBITUS

4

Bentuk : mesochepal

Rambut : pendek, warna hitam dan sedikit beruban.

Mata : penglihatan normal, kongjutiva tidak anemis, sklera tidak ikhterik

Telinga : simetris, bersih, pendengaran baik

Hidung : tidak ada polip, bersih, fungsi penciuman baik

Mulut&gigi : trismus 2 cm, gigi bersih, mulut bersih,tidak ada caries.

LEHER : terdapat sedikit kekakuan pada leher.tidak ada pembesaran

kelnjar tiroid

DADA

Bentuk : simetri, tidak ada retraksi dada

Paru : tidak ada bunyi ronckhi, wheezing

Jantung : irama teratur, bunyi jantung reguler S1>S2

ABDOMEN : bentuk datar, tidak terjadi pembesaran dan tidak ada nyeri tekan.

PUNGGUNG : bentuk simetri, ada luka dekubitus

GENETALIA : jenis kelamin laki-laki, terpasang kateter

KULIT : turgor lembab.

EKSTREMITAS

Atas : terpasang infus D5 % ditangan kanan dan kedua tangan dapat

digerakkan.

Bawah : tidak terdapat oedem dan dapat digerakkan dengan baik.

DATA PENUNJANG

Pemeriksaan laboratorium tanggal 10 Oktober 2008

Urine rutin kuning kuning muda, agak tua

Kekeruhan keruh jernih

Keasaman,Ph 6,0 asam (5,5-7,07)

Leukosit banyak -

Eritrosit 6-8 < 6/LPB

Sel epire 3-4 <3/LPB

Terapi :

- Infus D5 20 tetes/menit - Ranitidine 3x1 ampul.

- Oksigen 4 liter/mnt.

- Dexametason 3x1 ampul.

- Diazepam 10 mg iv (jika kejang).

- Cefotaxime 3x1000 mg

- Metronidazol 2x1

ANALISA DATA

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 13: ASKEP DEKUBITUS

4

DX DATA FOKUS ETIOLOGI PROBLEM

I DS : Pasien mengatakan bahwa punggung

terasa panas dan bagian pantat juga terasa

sakit jika tidur dalam posisi terlentang.

DO : - tampak ada luka tonjolan di tulang

ekor.

- Adanya kerusakan pada lapisan

epidermis dan dermis.

- Ada luka dekubitus

Immobilisasi

fisik

Kerusakan integritas

kulit

DS : Ibu pasien mengatakan sakit pada

punggung bagian bawah.

DO : Pasien terlihat merintih kesakitan, luka

tampak luas dan terlihat lapisan dermis.

Skala nyeri 6.

Agen cedera fisik Nyeri akut

DS : -

DO : ada luka dekubitus di daerah tulang

belakang. Terdapat luka post kecelakaan di

kaki kanan.

Terpasang infus dan DC.

Pertahanan

primer tidak

adekuat (kulit

tidak utuh, truma

jaringan)

Resiko infeksi

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Kerusakan integritas kulit b.d Immobilisasi fisik

2. Nyeri akut b.d Agen cedera fisik

3. Resiko infeksi b.d Pertahanan primer tidak adekuat (kulit tidak utuh, truma jaringan)

INTERVENSI KEPERAWATAN

Dx I : Kerusakan integritas kulit b.d Immobilisasi fisik

Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan kerusakan integritas kulit

tidak terjadi.

NOC: Integritas Jaringan: kulit dan membran mukosa

Kriteria Hasil:

h. Sensasi normal

i. Elastisitas normal

j. Warna

k. Tekstur

l. Jaringan bebas lesi

m. Adanya pertumbuhan rambut dikulit

n. Kulit utuh

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 14: ASKEP DEKUBITUS

4

Ket Skala:

1 = Kompromi luar biasa

2 = Kompromi baik

3 = Kompromi kadang-kadang

4 = Jarang kompromi

5 = Tidak pernah kompromi

NIC: Skin Surveilance

1) Observation ekstremitas oedema, ulserasi, kelembaban

2) Monitor warna kulit

3) Monitor temperatur kulit

4) Inspeksi kulit dan membran mukosa

5) Inspeksi kondisi insisi bedah

6) Monitor kulit pada daerah kerusakan dan kemerahan

7) Monitor infeksi dan oedema

Dx II : Nyeri akut b.d Agen cedera fisik

Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan nyeri berkurang atau hilang.

c. NOC 1: Level Nyeri

Kriteria Hasil:

7. Laporkan frekuensi nyeri

8. Kaji frekuensi nyeri

9. Lamanya nyeri berlangsung

10. Ekspresi wajah terhadap nyeri

11. Kegelisahan

12. Perubahan TTV

d. NOC 2: Kontrol Nyeri

Kriteria Hasil:

6. Mengenal faktor penyebab

7. Gunakan tindakan pencegahan

8. Gunakan tindakan non analgetik

9. Gunakan analgetik yang tepat

Ket Skala:

1 = Tidak pernah menunjukkan

2 = Jarang menunjukkan

3 = Kadang menunjukkan

4 = Sering menunjukkan

5 = Selalu menunjukkan

NIC: Manajemen Nyeri

6) Kaji secara menyeluruh tentang nyeri termasuk lokasi, durasi, frekuensi, intensitas,

dan faktor penyebab.

7) Observasi isyarat non verbal dari ketidaknyamanan terutama jika tidak dapat

berkomunikasi secara efektif.

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 15: ASKEP DEKUBITUS

4

8) Berikan analgetik dengan tepat.

9) Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, berapa lama akan berakhir

dan antisipasi ketidaknyamanan dari prosedur.

10) Ajarkan teknik non farmakologi (misalnya: relaksasi, guide, imagery,terapi

musik,distraksi)

Dx III : Resiko infeksi b.d Pertahanan primer tidak adekuat (kulit tidak utuh, trauma

jaringan)

Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan infeksitidak terjadi.

NOC:

NOC : Pengendalian Infeksi

Kriteria Hasil:

6. Pengetahuan tentang adanya resiko infeksi

7. Mampu memonitor faktor resiko dari lingkungan

8. Membuat strategi untuk mengendalikan resiko infeksi

9. Mengatur gaya hidup untuk mengurangi resiko

10. Penggunaan pelayanan kesehatan yang sesuai

Ket Skala:

1 = Selalu

2 = Sering

3 = Kadang

4 = Jarang

5 = Tidak pernah

NIC: Teaching diases proses

6) Deskripsikan proses penyakit dengan tepat

7) Sediakan informasi tentang kondisi pasien

8) Diskusikan perawatan yang akan dilakukan

9) Gambaran tanda dan gejala penyakit

10) Instruksikan pasien untuk melaporkan kepada perawat untuk melaporkan tentang

tanda dan gejala yang dirasakan.

IMPLEMENTASI

Tanggal/jam Dx Implementasi Respon pasien paraf

28-10-08

21.00

21.30

mengkaji keluhan

pasien.

Mengobservasi kulit

adanya kemerahan

Mengkaji skala nyeri

dan mengajarkan

Pasien.mengatakan

nyeri pada daerah

punggung dan

terasa gatal.

Kulit kemerahan.

Skala nyeri 6 dan

pasien mengerti

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 16: ASKEP DEKUBITUS

4

22.00

22.30

22.45

23.50

29-10-08

05.00

05.30

06.00

21.00

tehnik relaksasi.

Menganjurkan untuk

memakai baju yang

longgar.

Menganjurkan

keluaga untuk

mengolesi minyak

pada daerah

punggung bila pasien

merasa gatal dan

panas.

Mencuci tangan,

memakai sarung

tangan dan

menyiapkan injeksi

Memberikan injeksi

cefotaxime 1000 mg

Memotivasi untuk

istirahat

Memotivasi untuk

memandikan pasien

dengan air hangat.

Menganjurkan miring

kanan dan kiri tiap 2

jam

Mengukur TTV

mengkaji keluhan

pasien.

Mengobservasi kulit

adanya kemerahan

Mengkaji skala nyeri

Menganjurkan

tehnik relaksasi.

Pasien kooperatif

Keluarga pasien

mengolesi dengan

minyak kayu

putih.

Injeksi cefotaxime

1000 mg masuk.

Pasien istirahat.

Pasien diseka

dengan air hangat.

Keluarga

membantu miring

kanan dan kiri.

TD = 100/70

mmHg

N = 80x/menit

S = 36,7ºC

R = 20x/menit

Pasien.mengatakan

nyeri pada daerah

punggung dan

terasa gatal.

Kulit kemerahan

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 17: ASKEP DEKUBITUS

4

21.30

22.00

22.30

22.45

05.00

05.20

05.30

06.00

keluarga untuk

mengolesi minyak

pada daerah

punggung bila pasien

merasa gatal dan

panas.

Mencuci tangan,

memakai sarung

tangan dan

menyiapkan injeksi

Memberikan injeksi

cefotaxime 1000 mg

Memotivasi untuk

istirahat

Memotivasi untuk

memandikan pasien

dengan air hangat.

Menganjurkan untuk

menghindari kerutan

pada tempat tidur.

Mengobservasi

aktivitas pasien.

Mengukur TTV

Skala nyeri 4

Keluarga pasien

mengerti

Injeksi cefotaxime

1000 mg masuk

Pasien istirahat

Pasien diseka

dengan air hangat.

Tempat tidur rapi

tidak ada kerutan.

Pasien dapat

miring kanan dan

kiri.

TD = 110/80

mmHg

N = 80x/menit

S = 36 ºC

R = 20x/menit

EVALUASI

Kriteria Hasil: 28-10-08 29-10-08

1. Sensasi normal 3 4

2. Elastisitas normal 3 4

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id

Page 18: ASKEP DEKUBITUS

4

3. Warna 3 4

4. Tekstur 3 3

5. Jaringan bebas lesi 3 3

6. Adanya pertumbuhan rambut dikulit 2 2

7. Kulit utuh 3 3

NOC 1: Level Nyeri

1. Laporkan frekuensi nyeri 3 4

2. Kaji frekuensi nyeri 3 4

3. Lamanya nyeri berlangsung 3 4

4. Ekspresi wajah terhadap nyeri 3 4

5. Kegelisahan 3 3

6. Perubahan TTV 3 4

NOC 2: Kontrol Nyeri

1.Mengenal faktor penyebab 3 4

2. Gunakan tindakan pencegahan 3 4

3. Gunakan tindakan non analgetik 3 4

4. Gunakan analgetik yang tepat 3 4

1. Pengetahuan tentang adanya resiko infeksi 3 4

2. Mampu memonitor faktor resiko dari lingkungan 3 4

3. Membuat strategi untuk mengendalikan resiko infeksi 3 4

4. Mengatur gaya hidup untuk mengurangi resiko 3 3

5. Penggunaan pelayanan kesehatan yang sesuai 3 4

Nu_groz Computer | www.trinoval.web.id