The present document can't read!
Please download to view
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
...

DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK

by 9elevenstarunila

on

Report

Download: 0

Comment: 0

4,727

views

Comments

Description

Download DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK

Transcript

Robbins & Judge Organizational Behavior 13e Dasar-Dasar Perilaku Kelompok (Bab 9 Perilaku Organisasi, Stephen P. Robbins & Timothy A. Judge) (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 0 Definisi dan Klasifikasi Kelompok Kelompok: Dua individu atau lebih, yang berinteraksi dan saling bergantung, yang bergabung untuk mencapai tujuan tertentu. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 1 Definisi dan Klasifikasi Kelompok Kelompok Formal vs Kelompok Informal (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 2 Definisi dan Klasifikasi Kelompok Kelompok Formal: Kelompok kerja yang ditugaskan dan didefinisikan oleh struktur organisasi. Kelompok Informal: Kelompok yang tidak berstruktur formal maupun secara organisasional; timbul sebagai respon terhadap kebutuhan akan kontak sosial. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 3 Subklasifikasi Kelompok Kelompok Formal Kelompok Komando Kelompok yang terdiri atas individu-individu yang melaporkan secara langsung kepada seorang manajer. Kelompok Tugas Mereka yang bekerja bersama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Kelompok Informal Kelompok Kepentingan Mereka yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan dengan kepentingan masing-masing Kelompok Persahabatan Mereka yang berkumpul bersama karena memiliki satu atau lebih persamaan karakteristik. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 4 Mengapa Orang-orang Bergabung dalam Suatu Kelompok? Rasa Aman Status Harga Diri Afiliasi Kekuatan Pencapaian Tujuan (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 5 Tahap Perkembangan Kelompok Model Lima Tahap (Five Stage Group Development Model) Model Alternatif --> Model Ekuilibrium Tersebar (Punctuated Equilibrium Model) Model Lima Tahap (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 7 Lima Tahap Perkembangan Kelompok Tahap Pembentukan (Forming) Ditandai dengan banyaknya ketidakpastian Tahap Timbulnya Konflik (Storming) Terjadi konflik di antara anggota kelompok Tahap Normalisasi (Norming) Ditandai dengan hubungan yang dekat dan kohesifan Tahap Berkinerja (Performing) Struktur telah sepenuhnya fungsional dan diterima Tahap Pembubaran (Adjourning) Perhatian untuk menyelesaikan aktivitas-aktivitas dibandingkan penampilan tugas. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 8 Kritik Terhadap Model Lima Tahap Asumsi: Kelompok menjadi lebih efektif seiring kelompok tersebut bergerak melalui empat tahap pertama. Asumsi secara umum benar, namun apa yang membuat sebuah kelompok efektif adalah lebih kompleks Pada kondisi tertentu, konflik tingkat tinggi mungkin baik untuk kinerja kelompok yang tinggi Tahapan proses tidak selalu berurutan Beberapa tahapan dapat berjalan secara bersamaan Suatu kelompok terkadang mundur ke tahap sebelumnya Mengabaikan konteks organisasional (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 9 Model Alternatif Perkembangan Kelompok Kelompok-kelompok sementara dengan tenggat waktu tidak mengikuti Model Lima Tahap Model Ekuilibrium Tersebar: Transisi kelompok-kelompok sementara yang melalui inersia dengan aktivitas—pada titik tengah, mereka megalami peningkatan produktivitas. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 10 Model Ekuilibrium Tersebar (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 11 Model Ekuilibrium Tersebar Urutan tindakan pada Model Ekuilibrium Tersebar Penentuan arah kelompok Fase pertama inersia Transisi Perubahan besar Fase kedua inersia Akselerasi aktivitas (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 12 Hal-hal Terkait Kelompok (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 13 Peran Peran Serangkaian pola perilaku yang diharapkan dikaitkan erat dengan seseorang yang menempati posisi tertentu dalam sebuah unit sosial. Identitas Peran Sikap-sikap dan perilaku-perilaku tertentu yang konsisten dengan sebuah peran. Persepsi Peran Pandangan seorang individu atas bagaimana ia harus bertindak dalam situasi tertentu. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 14 Peran Ekspektasi Peran Apa yang diyakini orang lain mengenai bagaimana Anda harus bertindak dalam sebuah situasi tertentu. Kontrak psikologis: sebuah perjanjian tidak tertulis yang menentukan apa yang diharapkan oleh manajemen dari karyawan dan sebaliknya. Konflik Peran Sebuah situasi di mana seorang individu diharapkan dengan ekspektasi-ekspektasi peran yang berlainan. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 15 Eksperimen Penjara Zimbardo Penjara bohongan dengan menggunakan mahasiswa sebagai sukarelawan Penugasan peran ‘penjaga’ dan ‘tahanan’ seara acak http://www.prisonexp.org/ (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 16 Eksperimen Penjara Zimbardo (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 17 Eksperimen Penjara Zimbardo Eksperimen harus dihentikan ketika baru berjalan enam hari karena. ‘Penjaga’ berhasil meruntuhkan moral ‘tahanan’ ‘Tahanan’ patuh Sangat memahami peran masing-masing Tidak ada perlawanan (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 18 Norma Norma Standar-standar perilaku yang dapat diterima dalam sebuah kelompok yang dianut oleh para anggota kelompok. Kelas Norma Norma Kinerja Norma Penampilan Norma Pengaturan Sosial Norma Alokasi Sumber Daya (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 19 Penelitian Hawthorne serangkaian penelitian yang dilakukan di Hawthorne Works pada Western Electric Company, Chicago oleh Elton Mayo antara tahun 1924 dan 1932. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 20 Penelitian Hawthorne Temuan Perilaku dan sentimen memiliki kaitan yang sangat erat. Pengaruh kelompok sangat besar dampaknya pada perilaku individu. Standar kelompok menentukan hasil kerja masing-masing karyawan. Uang tidak begitu menjadi faktor penentu output bila dibandingkan dengan standar kelompok, sentimen kelompok, dan rasa aman. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 21 Norma dan Perilaku Konformitas Menyesuaikan perilaku seseorang agar selaras dengan norma-norma kelompok. Kelompok Referensi Kelompok-kelompok penting di mana individu-individu menjadi anggota atau berharap untuk menjadi anggotanya dan dengan norma-norma yang kemungkinan akan disesuaikan oleh individu tersebut. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 22 Norma dan Perilaku Penelitian Asch Menunjukkan kekuatan konformitas Tingkat konformitas telah menurun sejak penelitian Asch Konformitas pada norma-norma sosial lebih tinggi di dalam kultur kolektivitas dibandingkan di dalam kultur individualistis. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 23 Perilaku Menyimpang di Tempat Kerja Disebut juga perilaku antisosial atau ketidaksopanan di tempat kerja. Merupakan perilaku yang disengaja yang melanggar norma-norma organisasional signifikan, dan dengan cara melakukannya, mengancam kesejahteraan organisasi atau anggota-anggotanya. . (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 24 Perilaku Menyimpang di Tempat Kerja Tipologi: Produksi: pulang lebih awal, bekerja dengan lambat secara sengaja, memboroskan sumber daya Properti: sabotase, mencuri BMN Politikus: favoritisme, bergosip, menyalahkan rekan kerja Agresi Pribadi: pelecahan seksual, berkata kasar, mencuri dari rekan kerja . (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 25 Pengaruh Kelompok terhadap Perilaku Menyimpang Perilaku menyimpang di tempat kerja kemungkinan akan berkembang di tempat yang didukung oleh norma-norma kelompok. Menjadi bagian dari suatu kelompok dapat meningkatkan perilaku menyimpang seorang individu. Menjadi bagian dari kelompok memungkinkan individu untuk bersembunyi – menciptakan rasa percaya diri semu yang dapat menimbulkan perilaku yang lebih agresif. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 26 Status Sebuah definisi atau pangkat yang didefinisikan secara sosial yang diberikan kepada kelompok atau anggota kelompok orang lain merupakan faktor penting dalam memahami perilaku manusia. Motivator signifikan (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 27 Status Teori Karakteristik Status Perbedaan dalam karakteristik status menciptakan hierarki-hierarki dalam kelompok. Status didapatkan dari salah satu dari tiga sumber: Pengaruh kekuasaan seseorang terhadap orang lain Kemampuan seseorang untuk berkontribusi terhadap tujuan sebuah kelompok. Karakteristik personal. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 28 Efek Status Status dan Norma Anggota kelompok dengan status tinggi sering kali diberi kebebasan lebih untuk menyimpang dari norma. Anggota kelompok dengan status tinggi juga lebih mampu untuk menolak tekanan konformitas. Status dan Interaksi Kelompok Orang-orang berstatus tinggi cenderung lebih tegas. Perbedaan status menghalangi keragaman ide dan kreativitas (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 29 Efek Status Ketidaksetaraan Status Ketika terjadi ketidaksetaraan, akan tercipta ketidakseimbangan yang menghasilkan berbagai jenis perilaku korektif. Status dan Kultur Memahami siapa dan apa yang menentukan status ketika berinteraksi dengan orang dari kultur yang berbeda dari kultur kita. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 30 Ukuran Ukuran kelompok akan memengaruhi perilaku. Pengelompokan ukuran: Dua belas atau lebih anggota merupakan kelompok ‘besar” Tujuh atau kurang anggota merupakan kelompok “kecil” (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 31 Ukuran Besar vs Kecil: Atribut Kecil Besar Kecepatan X Kinerja Individu X Pemecahan Masalah X Variasi Masukan X Penemuan Fakta X Kinerja Keseluruhan X (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 32 Isu-isu Terkait Ukuran Kelompok Kemalasan Sosial (Social Loafing) Kecenderungan para individu untuk mengeluarkan usaha yang lebih sedikit ketika bekerja secara kolektif daripada ketika bekerja secara individual. Ringelmann’s Rope Pull: kinerja kelompok meningkat seiring dengan ukuran kelompok, tetapi penambahan anggota baru ke dalam kelompok tersebut mempunyai hasil yang justru mengurangi produktivitas. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 33 Isu-isu Terkait Ukuran Kelompok Kemalasan Sosial (Social Loafing) Disebabkan oleh keyakinan bahwa orang lain di dalam kelompok tidak memikul bagian secara adil. Penjelasan lain adalah adanya penyebaran tanggung jawab (free riders) Implikasi Manajerial Pembuatan target kinerja individu Mencegah kemalasan sosial dengan: Membuat tujuan kelompok Meningkatkan kompetisi antar kelompok Menggunakan penilaian peer atau bahkan 360 derajat Pembagian penghargaan kelompok berdasarkan usaha individual. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 34 Kekohesifan Tingkat di mana para anggota kelompok saling tertarik satu sama lain dan termotivasi untuk tinggal di dalam kelompok tersebut. Implikasi Managerial Cara meningkatkan kekohesifan: Membuat kelompok lebih kecil. Mendorong kepaduan terhadap tujuan kelompok. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 35 Kekohesifan Implikasi Managerial Cara meningkatkan kekohesifan: Menghabiskan waktu bersama lebih banyak di antara anggota kelompok. Meningkatkan status kelompok dan kesulitan untuk masuk ke dalam kelompok. Mendorong kompetisi dengan kelompok lainnya. Memberikan penghargaan kepada kelompok, bukan individu. Mengisolasi kelompok secara fisik. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 36 Pengambilan Keputusan Kelompok vs Individual (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 37 Pengambilan Keputusan Kelompok vs Individual Keunggulan Pengambilan Keputusan Kelompok: Menghasilkan informasi dan pengetahuan yang lebih lengkap Menawarkan peningkatan keberagaman pandangan Meningkatkan penerimaan atas solusi Umumnya lebih akurat (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 38 Pengambilan Keputusan Kelompok vs Individual Kelemahan Pengambilan Keputusan Kelompok: Memakan waktu lebih banyak Terdapat tekanan-tekanan konformitas dalam kelompok Diskusi dapat didominasi oleh satu atau beberapa anggota saja. Adanya tanggung jawab ambigu. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 39 Fenomena Pengambilan Keputusan Kelompok Pemikiran Kelompok Fenomena yang menunjukkan norma konsensus melampaui penilaian atas sejumlah alternatif tindakan yang lebih realistis. Pergeseran Kelompok Perubahan risiko keputusan antara keputusan kelompok dan keputusan individu yang dibuat oleh anggota dalam kelompok dapat menjadi risiko yang konservatif atau lebih besar. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 40 Teknik Pengambilan Keputusan Dibuat di dalam kelomok yang berinteraksi, di mana anggota kelompok bertatap muka dan mengandalkan interaksi verbal maupun non verbal. Tukar Pikiran (Brainstorming) Pembangkitan ide yang secara khusus mendorong semua alternatif apa pun, sementara itu menahan kritik atas alternatif-alternatif tersebut. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 41 Teknik Pengambilan Keputusan Teknik Nominal Kelompok Para anggota bertemu tatap muka untuk menyatukan penilaian mereka dengan cara sistematis tapi independen. Pertemuan dengan Media Elektronik Para anggota berinteraksi dengan menggunakan komputer. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 42 Evaluasi Efektivitas Kelompok Kriteria Efektivitas Tipe Kelompok Interaksi Brain-storming Nominal Elektronik Jumlah dan Kualitas Ide Rendah Sedang Tinggi Tinggi Tekanan Sosial Tinggi Rendah Sedang Rendah Biaya Rendah Rendah Rendah Tinggi Kecepatan Sedang Sedang Sedang Sedang Orientasi Tugas Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Potensi Konflik Antar Personal Tinggi Rendah Sedang Sedang Komitmen untuk Solusi Tinggi N/A Sedang Sedang Pengembangan Kekohesifan Kelompok Tinggi Tinggi Sedang Rendah (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 43 Ringkasan dan Implikasi untuk Manajer Kinerja Pemahaman peran yang jelas, norma yang tepat, perbedaan status yang kecil, jumlah kelompok yang lebih kecil, dan kelompok yang lebih kohesif dapat menghasilkan kinerja yang lebih tinggi. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 44 Ringkasan dan Implikasi untuk Manajer Kepuasan Dapat ditingkatkan dengan: Tingginya kesamaan persepsi terhadap pekerjaan bawahan antara pimpinan dan bawahan. Meminimalkan interaksi dengan individu-individu yang mempunyai status lebih rendah daripada mereka sendiri. Ukuran kelompok yang lebih kecil. (c) 2008 Prentice-Hall, All rights reserved. 45 Terima Kasih
Fly UP