• 1. Drs. H. Dadang Solihin, MA Semiloka DPRD Kabupaten Bekasi Bandung, 2 4Mei 2007 Anggaran Berbasis Kinerja dalam Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan
  • 2. Materi Semiloka
    • Pendahuluan
    • Tujuan
    • Hirarki Perencanaan dan Penganggaran
    • Proses Perencanaan
    • Ruang Lingkup Perencanaan
    • Penyusunan dan Penetapan RPJPD
    • Penyusunan dan Penetapan RPJMD
    • Penyusunan dan Penetapan RKPD
    • Perencanaan & Penganggaran Tahunan Daerah
    • Sinkronisasi Penyusunan Rancangan APBD
    • Anggaran Kinerja
    • Pengukuran Kinerja
  • 3. Pendahuluan
    • Anggaran Berbasis Kinerja ( Performance Based Budgeting ) adalah penyusunan anggaran yang didasarkan atas perencanaan kinerja, yang terdiri dari program dan kegiatan yang akan dilaksanakan serta indikator kinerja yang ingin dicapai oleh suatu entitas anggaran ( budget entity ).
  • 4. Tujuan
    • Dengan penyusunan anggaran berbasis kinerja diharapkan rencana dan program-program pembangunan yang disusun dapat mengarah kepada :
      • terwujudnya sasaran yang telah ditetapkan,
      • dicapainya hasil yang optimal dari setiap investasi yang dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik,
      • tercapainya efisiensi serta peningkatan produktifitas di dalam pengelolaan sumberdaya dan peningkatan kualitas produk serta jasa untuk mewujudkan kesinambungan pembangunan dan kemandirian nasional.
      • mendukung alokasi anggaran terhadap prioritas program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.
  • 5. Hirarki Perencanaan dan Penganggaran RPJM Daerah RPJP Daerah RKPRPJMNasional RPJP Nasional RKP Daerah Renstra KL Renja - KL Renstra SKPD Renja -SKPD RAPBN RAPBD RKA-KL RKA - SKPD APBN Rincian APBN APBD Rincian APBD Diacu Pedoman Dijabar kan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Diperhatikan Dijabarkan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Diacu Diacu Diserasikan melalui Musrenbang UU SPPN PemerintahPusat PemerintahDaerah UU KN 20T ahunan 5 T ahunan T ahunan
  • 6. Proses Perencanaan Proses top-down dan bottom-up :D ilaksanakan menurut jenjang pemerintahan . Partisipatif :D ilaksanakan dengan melibatkan seluruhstakeholders,antara lain melalui Musrenbang . Proses Teknokratik :M enggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu . PendekatanP olitik :P emilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik ( public choice theory of planning ), khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM /D.
  • 7. Ruang Lingkup Perencanaan Sumber : UU25/2004 Penetapan Dokumen Penetapan Dokumen Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM-Daerah) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP-Daerah) Peraturan Pimpinan KL(Ps. 21 Ayat 1) Per Pres(Ps. 26 Ayat 1) Peraturan Pimpinan KL(Ps. 19 Ayat 2) Per Pres(Ps. 19 Ayat 1) UU(Ps. 13 Ayat 1) Peraturan Pimpinan SKPD ( Ps. 21 Ayat 3) Rencana Kerja Kementerian / Lembaga (Renja KL) Peraturan KDH(Ps. 26 Ayat 2) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Peraturan Pimpinan SKPD(Ps. 19 Ayat 4) Renstra Kementerian / Lembaga (Renstra KL) Peraturan KDH(Ps. 19 Ayat 3) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nasional) Perda(Ps. 13 Ayat 2) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-Nasional) DAERAH NASIONAL
  • 8. Penyusunan dan PenetapanR PJP D dilaksanakan paling lambat satu tahun sebelum berakhirnya periode RPJP yangsedang berjalan. RancanganRPJPD Musrenbang RPJPD Penyusunan RancanganAkhir Penetapan Rancangan RPJPDmenjadi Perda Proses Teknokratik oleh Bappeda
    • B ahan RancanganRPJP
    • M elibatkan Masyarakat
    olehBappeda olehDPRD
  • 9. Penyusunan dan Penetapan R PJM D dilaksanakan paling lambat 2 bulan setelah Kepala Daerah dilantik Visi, Misi, Program Kepala Daerah Terpilih Bappeda menyusun Rancangan Awal RPJMD SKPD Menyusun Renstra SKPD Bappeda menyelenggarakan MUSRENBANG RPJMD Penetapan RPJMD Digunakan sebagaipedoman penyusunan Rancangan RKPD Bappeda menyusun Rancangan Akhir RPJMD
    • Visi, Misi Kepala Daerah
    • Strategi Pembangunan Daerah
    • Kebijakan Umum
    • KerangkaE konomi Daerah
    • Program SKPD
    • Visi,Misi Kepala Daerah
    • Strategi Pembangunan Daerah
    • Kebijakan Umum
    • KerangkaE konomi Daerah
    Program SKPD e) Program SKPD (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
  • 10. Penyusunan dan Penetapan RKPD Bappeda menyusun Rancangan Awal RKPD Penetapan RKPD Sebagai pedoman penyusunan Rancangan APB D Rancangan Akhir RKPD
    • Prioritas Pembangunan
    • Kebijakan Umum
    • KerangkaE konomi Daerah
    • Program SKPD
    • Prioritas Pembangunan Daerah
    • Kebijakan Umum
    • KerangkaE konomi DaerahPagu Indikatif
    SKPD Menyusun Renja SKPD Program SKPD d) Program SKPD MUSRENBANG Kab/Kota
    • Sinkronisasi Program SKPD
    • Harmonisasi Dekon dan TP
    MUSRENBANG Prov SbgWakil Pemerintah Pusat
    • Harmonisasi Dekon dan TP
    (4) Bappenas menyelenggarakan MUSRENBANGNAS
    • Sinkronisasi Program KL/SKPD
    • Harmonisasi Dekon dan TP
    Maret April April MUSRENBANGDesa/Kelurahan/Kecamatan Mei ( 8 ) ( 9 ) ( 10 ) ( 11.a ) ( 11.b ) ( 12 ) ( 13 ) ( 14 ) ( 15 )
  • 11. Perencanaan & Penganggaran Tahunan Daerah PEMDA (EKSEKUTIF) KEBIJAKAN UMUM APBD PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA Rancangan Awal RKPD DPRD (LEGISLATIF) MONITORING & EVALUASI (MONEV) R / APBD Tahun Anggaran yang Direncanakan RKA SKPD (TAHUN BERIKUTNYA) EVALUASI TAHUNAN 1. Analisis Kebijakan Nasional 2. Analisis Ekonomi Daerah 3. Proyeksi Estimasi Pendapatan 4. Survey Kepuasan Masyarakat 5. Survey Penjaringan Aspirasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) RKPD - 1 RKPD - 2 RKPD - 3 RKPD - 4 RKPD - 5 MUSRENBANG MUSRENBANGDES / MUSRENBANGKEL MUSRENBANG KECAMATAN MUSRENBANG KABUPATEN / KOTA IMPLEMENTASI PROGRAM (TAHUN BERJALAN) DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN APBD (TAHUN BERJALAN) RKA-SKPD Rancangan Akhir RKPD Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) DOKUMEN PELAKSANAAN APBD RENSTRA SKPD / RENSTRA DINAS RENJA SKPD-1 RENJA SKPD-2 RENJA SKPD-3 RENJA SKPD-4 RENJA SKPD-5 RANCANGAN AWALRENJA SKPD RANCANGAN AKHIRRENJA SKPD
  • 12. Sinkronisasi Penyusunan Rancangan APBD(UU 17/2003, UU 25/2004 UU 32/2004, dan UU 33/2004) RPJMD Renstra SKPD Renja SKPD RKPD KUA PPAS PedomanPenyusunan RKA-SKPD RAPERDA APBD Tim Anggaran Pemda RKA-SKPD Dibahas bersama DPRD 5 tahun 5 tahun 1 tahun 1 tahun RKP RPJM Nota Kesepakatan Pimpinan DPRD Dengan KDH
  • 13. Anggaran Kinerja AnggarandalamRupiah Penyediaan Pelayanan Setara
  • 14. Apai tu Anggaran Kinerja
    • Identifikasioutputdanoutcomeyang akan dihasilkan oleh suatu program dan pelayanan
    • Menghubungkan pengeluaran dengan hasil yang akan dicapai
    • Nilai efektivitas, efisiensi dan ekonomis ( Value for money )
  • 15. Apay angD imaksudd engan Kinerja? PP 58/2005, Ps 1 (35)
    • Kinerja adalah keluaran/hasil dari kegiatan/program yang akan atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas yang terukur.
  • 16. P erubahanS ubstansial Sistim Anggaran Indonesia
    • Kerangka Penganggaran Jangka Menengah;
    • Sistem Anggaran Terpadu ( unified budget );
    • Sistem Klasifikasi Anggaran menurut Unit Organisasi, Fungsi, Sub-Fungsi, Program, dan Kegiatan; dan
    • Anggaran Berbasis Kinerja.
    • Kinerja diukur atas jumlah uang yang dikeluarkan
    • Kinerja tidak diukur atas keluaran suatu kegiatan
    • Tidak ada indikasi bahwa output telah tercapai
    • Anggaran secara incremental tidak pernah di-reevaluasi
    UU17 / 2003 tentang Keuangan Negara Sistem Tradisional
  • 17. Elemen-elemen Anggaran Kinerja
    • Visi
    • Misi
    • Tujuan
    • Sasaran
    • Program
    • Kegiatan
  • 18. Hirarki PerencanaanStrategis Unit Kerja MISI TUJUAN 2 TUJUAN 1 Sasaran 1b Sasaran 1a Sasaran 2a Sasaran 2b Program 2b.1 Program 2b.2 Program 1a.2 Program 1a.1 Kegiatan 1a.1.1 Kegiatan 1a.2.1 Kegiatan 2b.1.3 Kegiatan 2b.1.2 Kegiatan 2b.1.1 Kegiatan 2b.2.1 Kegiatan 1a.1.2 Kegiatan 1a.1.3 Kegiatan 1a.2.2 VISI
  • 19. Visi
    • Mencerminkan apa yang akan dicapai organisasi dalam jangka panjang
    • Memberi arah dan fokus yang jelas agar organisasi dapat eksis, antisipatifdan inovatif
    • Mudah diingat, ringkas dan sederhana
    • Sebaiknya hanya di tingkat Kabupaten/Kota
  • 20. Misi
    • Menetapkan kerangka tujuan dan sasaran yangakan dicapai
    • Visi akan dicapai melalui beberapa misi
    • Mendukung pernyataan visi
    • Menjelaskan tujuan organisasi
    • Idealnya tidak lebih dari 3 pernyataan
  • 21.
    • Tujuan
    • Tujuan Mendukung Pencapaian Misi
    • Menggambarkan arah yang jelas
    • Menantang serta Realistik
    • Sasaran
    • Bagaimana mencapai tujuan
    • Program
    • Sekumpulan kegiatan untuk mencapai sasaran
    • Kegiatan
    • Tindakan/langkah-langkah yang dilaksanakan untuk mencapai program
  • 22. IndikatorPenilaianKinerja
    • MASUKAN ( Input )
    • PROSES(process)
    • KELUARAN ( Output )
    • HASIL ( Outcome )
    • MANFAAT(Benefit)
    • DAMPAK(Impact)
  • 23. Jenis-jenis Indikator Kinerja
    • Indikator masukan(inputs )
      • I ndikator yang menggambarkan segala sesuatu yang dibutuhkan, baik berupa sumber dana, sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun yang berupa teknologi dan infomasi, agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran.
    • Indikator proses(process)
      • I ndikator yang menggambarkan upaya yang dilakukan di dalam mengolah masukan menjadi keluaran.
      • Indikator ini umumnya dikaitkan dengan keterlibatanstakeholders , termasuk penerima manfaat (beneficiaries) ; serta dikaitkan dengan mekanisme pelaksanaannya, termasuk koordinasi dan hubungan kerja antar unit organisasi.
  • 24. Jenis-jenis Indikator Kinerja
    • Indikator keluaran(outputs)
      • I ndikator yang diharapkan langsung dicapai dari suatu kegiatan, baik berupa fisik maupun berupa non-fisik.
    • Indikator hasil(outcomes)
      • I ndikator yang menunjukkan telah dicapainya maksud dan tujuan dari kegiatan–kegiatan yang telah selesai dilaksanakan atau indikator yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah.
  • 25. Jenis-jenis Indikator Kinerja
    • Indikator manfaat(benefits)
      • I ndikator yang terkait dengan tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan.
    • Indikator dampak(impacts)
      • I ndikator yang menunjukkan pengaruh, baik positif maupun negatif, yang ditimbulkan pada setiap pelaksanaan kebijakan/program/kegiatan dan asumsi yang telah ditetapkan.
  • 26. Persyaratan Indikator Kinerja :SMART
    • Specific(spesifik dan jelas)
    • Indikator kinerja yang disusun harus jelas agar tidak ada kemungkinan kesalahan interpretasi.
    • Measureable(dapat diukur secara objektif)
    • Indikatorkinerja yang disusun harus menggambarkan sesuatu yang jelas ukurannya.
    • Kejelasan ukuran tersebut akan menunjukan tempat dan cara untuk mendapatkan data pencapaian indikator tersebut.
  • 27. Persyaratan Indikator Kinerja :SMART
    • Attributable(bermakna)
    • Indikator kinerja yang ditetapkan harus bermanfaat untuk kepentingan pengambilan keputusan.
    • Relevant (sesuai)
    • Indikator kinerja harus sesuai dengan ruang lingkup program/kegiatan dan dapat menggambarkan hubungan sebab-akibat antar indikator.
    • Timely(tepat waktu)
    • Indikator kinerja yang disusun harus didukung oleh ketersediaan data yang dapat diperoleh pada waktu yang tepat dan akurat, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan pada saat yang dibutuhkan.
  • 28. Pengukuran Kinerja
    • Alat untuk mengukur kinerja dan hasil yang dicapai sesuai dengan sasaran.
      • Manajemen yang baik
      • Menitikberatkan hasil
      • “ Yang diukur adalah yang dilakukan”
  • 29. PendekatanEmpat Kuadran
  • 30. Pengukuran Kinerja Output/ Effect Seberapa baik (biasanya %) Seberapa banyak (biasanya #) Input/ Effort Kualitas Kuantitas
  • 31. Pengukuran Kinerja Effect (Apa yang akan dihasilkan) Output/ Effect Effort (Apa yang digunakan) Input/ Effort Kualitas Kuantitas
  • 32. Pengukuran Kinerja Apa kualitas efek/perubahan y an g dihasilkan? Berapa banyak efek/perubahan dihasilkan? Output/ Effect Berapa baik pelayanan disediakan? Berapa banyak pelayanan disediakan?Input/ Effort Kualitas Kuantitas
  • 33. Tidak Semua Pengukuran Kinerja Sebanding! Lengkap/ Paling tepat Ke 3 Output/ Effect Ke 2 Sederhana Input/ Effort Kualitas Kuantitas
  • 34. Contoh: Sepak Bola Persentase pertandingan yang dimenangkan # Pertandingan yang dimenangkan Output/ Effect
    • Gol,
    • Tembakan ke gawang per gol,
    • Tangkapan per pertandingan
    # Pertandingan yang dimainkan Input/ Effort Kualitas Kuantitas
  • 35. Sektor Pemerintah Apakah kondisi membaik? Sebaik apa dikerjakan Y an g dikerjakan
    • ketrampilan/pengetahuan
    • sikap
    • perilaku
    • Kondisi
    • ketrampilan/pengetahuan
    • sikap
    • perilaku
    • Kondisi
    Output/ Effect % ukuran umum M is: rasio klien staf, rasio beban kerja, tingkat pergantian staf, kepuasan kerja, % staf terlatih, % kepuasan konsumen, % kliendilayani dalam bahasa daerah, keamanan kerja, dll . % ukuran kegiatan M is: % tindakan tepat waktu, % klien menerima seluruh pelayanan, % tindakan benar dan lengkap, % tindakan memenuhi standar, dll .
    • klien/konsumen yang dilayani
    • kegiatan (berdasarkan jenis kegiatan)
    Input/ Effort Kualitas Kuantitas
  • 36. Pengukuran Input
    • # tenaga
    • # orang yang berhak atas pelayanan
    • # ton aspal yang diterima
    • # kartu perpustakaan yang dikeluarkan
    • # permohonan ijin yang diterima
    • # permintaan brosur
    • # presentasi yang dilakukan
    • # jam kerja
    • Rasio tenaga ahli
    • Rasio staf dibandingkan dengan jumlah penduduk yang dilayani
  • 37. Pengukuran Output
    • Panjang jalan yang dihotmix
    • # keluhan yang diterima
    • # permohonanyangdiijinkan
    • # perijinan yang dikeluarkan
    • # ton material yang didistribusikan
    • # inspeksi yang dilakukan
    • # orang yang hadir
  • 38. Pengukuran Outcome
    • Persentasi pengurangan kecelakaan lalu lintas
    • Persen kenaikan badan usaha baru
    • Jumlah usaha yang mematuhi peraturan
    • Persen pengurangan siswa yang putus sekolah
    • Jumlah persimpangan yang bebas macet pada jam padat
  • 39. Pengukuran Manfaat
    • % kenaikan lapangan kerja
    • % penurunan tingkat penyakit TBC
    • Penurunan tingkat kriminalitas
    • Penurunan tingkat kecelakaan lalulintas
  • 40. Pengukuran Dampak
    • % kenaikan pendapatan perkapita masyarakat
    • Peningkatan cadangan pangan daerah
    • Penurunan tingkat kemiskinan
    • Penurunan tingkat kematian
  • 41. Jenis Pengukuran
    • Efisiensi atau Produktivitas
    • Hubungan antara output dan input
    • Jumlah kegiatan yang diselesaikan dalam waktu tertentu
  • 42. Pengukuran Efisiensi
    • Output/Input
    • # klien yang dilayani terhadap # petugas
    • # permohonan yang diijinkan terhadap # permohonanyang diterima
    • # brosur yang dipenuhi terhadap jumlah permintaan
    • Output/Waktu
    • Waktu yang dibutuhan utk memproses permohonan
    • Waktu yang dibutuhkan utk memenuhi permintaan informasi
    • Waktu yang dibutuhkan utk menanggapi keluhan
  • 43. Pengukuran Efisiensi
    • Output/Biaya
    • Biaya per inspeksi
    • Biaya per peserta atau konsumen
    • Biaya proses per order pembelian
    • Outcome /Biaya
    • Biaya per persen kenaikan tingkat pengembalian barang
    • Biaya per penurunan tingkat kesalahan laporan
    • Biaya per kenaikan perijinan sesuai dengan peraturan
  • 44. Kriteria Pengukurany ang Baik
    • Manfaat
    • Ketersediaand ata
    • Validitas
    • Kejelasan
    • Reliabilitas
    • Dapatd ikendalikan
    • Biaya
    • Dapat dibandingkan
  • 45. Penting … !
    • Outcome dikaitkan dengan sasaran
    • Benefit dan impact dikaitkan dengan tujuan dan misi
    • Kembangkan indikator yang berkaitan, bersama dengan Kepala Dinas/Bagian dan Staf
    • Perbarui indikator jika ada perbaikan data dan perubahan sasaran
  • 46.
    • Terima Kasih
  • 47. Dadang holds a MA degree (Economics), University of Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas).
    • Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia-Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia.
    • He got various training around the globe, included Advanced International Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004);Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous.
    • You can reach Dadang Solihin by email atdadangsol@yahoo.comor by his mobile at +62812 932 2202
    Dadang Solihin’s Profile
    Please download to view
  • All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
    ...

    Anggaran Berbasis Kinerja dalam Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan

    by dadang-solihin

    on

    Report

    Category:

    Technology

    Download: 0

    Comment: 0

    50,419

    views

    Comments

    Description

    Anggaran Berbasis Kinerja (Performance Based Budgeting) adalah penyusunan anggaran yang didasarkan atas perencanaan kinerja.
    Download Anggaran Berbasis Kinerja dalam Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan

    Transcript

    • 1. Drs. H. Dadang Solihin, MA Semiloka DPRD Kabupaten Bekasi Bandung, 2 4Mei 2007 Anggaran Berbasis Kinerja dalam Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan
  • 2. Materi Semiloka
    • Pendahuluan
    • Tujuan
    • Hirarki Perencanaan dan Penganggaran
    • Proses Perencanaan
    • Ruang Lingkup Perencanaan
    • Penyusunan dan Penetapan RPJPD
    • Penyusunan dan Penetapan RPJMD
    • Penyusunan dan Penetapan RKPD
    • Perencanaan & Penganggaran Tahunan Daerah
    • Sinkronisasi Penyusunan Rancangan APBD
    • Anggaran Kinerja
    • Pengukuran Kinerja
  • 3. Pendahuluan
    • Anggaran Berbasis Kinerja ( Performance Based Budgeting ) adalah penyusunan anggaran yang didasarkan atas perencanaan kinerja, yang terdiri dari program dan kegiatan yang akan dilaksanakan serta indikator kinerja yang ingin dicapai oleh suatu entitas anggaran ( budget entity ).
  • 4. Tujuan
    • Dengan penyusunan anggaran berbasis kinerja diharapkan rencana dan program-program pembangunan yang disusun dapat mengarah kepada :
      • terwujudnya sasaran yang telah ditetapkan,
      • dicapainya hasil yang optimal dari setiap investasi yang dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik,
      • tercapainya efisiensi serta peningkatan produktifitas di dalam pengelolaan sumberdaya dan peningkatan kualitas produk serta jasa untuk mewujudkan kesinambungan pembangunan dan kemandirian nasional.
      • mendukung alokasi anggaran terhadap prioritas program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.
  • 5. Hirarki Perencanaan dan Penganggaran RPJM Daerah RPJP Daerah RKPRPJMNasional RPJP Nasional RKP Daerah Renstra KL Renja - KL Renstra SKPD Renja -SKPD RAPBN RAPBD RKA-KL RKA - SKPD APBN Rincian APBN APBD Rincian APBD Diacu Pedoman Dijabar kan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Diperhatikan Dijabarkan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Diacu Diacu Diserasikan melalui Musrenbang UU SPPN PemerintahPusat PemerintahDaerah UU KN 20T ahunan 5 T ahunan T ahunan
  • 6. Proses Perencanaan Proses top-down dan bottom-up :D ilaksanakan menurut jenjang pemerintahan . Partisipatif :D ilaksanakan dengan melibatkan seluruhstakeholders,antara lain melalui Musrenbang . Proses Teknokratik :M enggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu . PendekatanP olitik :P emilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik ( public choice theory of planning ), khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM /D.
  • 7. Ruang Lingkup Perencanaan Sumber : UU25/2004 Penetapan Dokumen Penetapan Dokumen Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM-Daerah) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP-Daerah) Peraturan Pimpinan KL(Ps. 21 Ayat 1) Per Pres(Ps. 26 Ayat 1) Peraturan Pimpinan KL(Ps. 19 Ayat 2) Per Pres(Ps. 19 Ayat 1) UU(Ps. 13 Ayat 1) Peraturan Pimpinan SKPD ( Ps. 21 Ayat 3) Rencana Kerja Kementerian / Lembaga (Renja KL) Peraturan KDH(Ps. 26 Ayat 2) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Peraturan Pimpinan SKPD(Ps. 19 Ayat 4) Renstra Kementerian / Lembaga (Renstra KL) Peraturan KDH(Ps. 19 Ayat 3) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nasional) Perda(Ps. 13 Ayat 2) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-Nasional) DAERAH NASIONAL
  • 8. Penyusunan dan PenetapanR PJP D dilaksanakan paling lambat satu tahun sebelum berakhirnya periode RPJP yangsedang berjalan. RancanganRPJPD Musrenbang RPJPD Penyusunan RancanganAkhir Penetapan Rancangan RPJPDmenjadi Perda Proses Teknokratik oleh Bappeda
    • B ahan RancanganRPJP
    • M elibatkan Masyarakat
    olehBappeda olehDPRD
  • 9. Penyusunan dan Penetapan R PJM D dilaksanakan paling lambat 2 bulan setelah Kepala Daerah dilantik Visi, Misi, Program Kepala Daerah Terpilih Bappeda menyusun Rancangan Awal RPJMD SKPD Menyusun Renstra SKPD Bappeda menyelenggarakan MUSRENBANG RPJMD Penetapan RPJMD Digunakan sebagaipedoman penyusunan Rancangan RKPD Bappeda menyusun Rancangan Akhir RPJMD
    • Visi, Misi Kepala Daerah
    • Strategi Pembangunan Daerah
    • Kebijakan Umum
    • KerangkaE konomi Daerah
    • Program SKPD
    • Visi,Misi Kepala Daerah
    • Strategi Pembangunan Daerah
    • Kebijakan Umum
    • KerangkaE konomi Daerah
    Program SKPD e) Program SKPD (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
  • 10. Penyusunan dan Penetapan RKPD Bappeda menyusun Rancangan Awal RKPD Penetapan RKPD Sebagai pedoman penyusunan Rancangan APB D Rancangan Akhir RKPD
    • Prioritas Pembangunan
    • Kebijakan Umum
    • KerangkaE konomi Daerah
    • Program SKPD
    • Prioritas Pembangunan Daerah
    • Kebijakan Umum
    • KerangkaE konomi DaerahPagu Indikatif
    SKPD Menyusun Renja SKPD Program SKPD d) Program SKPD MUSRENBANG Kab/Kota
    • Sinkronisasi Program SKPD
    • Harmonisasi Dekon dan TP
    MUSRENBANG Prov SbgWakil Pemerintah Pusat
    • Harmonisasi Dekon dan TP
    (4) Bappenas menyelenggarakan MUSRENBANGNAS
    • Sinkronisasi Program KL/SKPD
    • Harmonisasi Dekon dan TP
    Maret April April MUSRENBANGDesa/Kelurahan/Kecamatan Mei ( 8 ) ( 9 ) ( 10 ) ( 11.a ) ( 11.b ) ( 12 ) ( 13 ) ( 14 ) ( 15 )
  • 11. Perencanaan & Penganggaran Tahunan Daerah PEMDA (EKSEKUTIF) KEBIJAKAN UMUM APBD PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA Rancangan Awal RKPD DPRD (LEGISLATIF) MONITORING & EVALUASI (MONEV) R / APBD Tahun Anggaran yang Direncanakan RKA SKPD (TAHUN BERIKUTNYA) EVALUASI TAHUNAN 1. Analisis Kebijakan Nasional 2. Analisis Ekonomi Daerah 3. Proyeksi Estimasi Pendapatan 4. Survey Kepuasan Masyarakat 5. Survey Penjaringan Aspirasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) RKPD - 1 RKPD - 2 RKPD - 3 RKPD - 4 RKPD - 5 MUSRENBANG MUSRENBANGDES / MUSRENBANGKEL MUSRENBANG KECAMATAN MUSRENBANG KABUPATEN / KOTA IMPLEMENTASI PROGRAM (TAHUN BERJALAN) DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN APBD (TAHUN BERJALAN) RKA-SKPD Rancangan Akhir RKPD Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) DOKUMEN PELAKSANAAN APBD RENSTRA SKPD / RENSTRA DINAS RENJA SKPD-1 RENJA SKPD-2 RENJA SKPD-3 RENJA SKPD-4 RENJA SKPD-5 RANCANGAN AWALRENJA SKPD RANCANGAN AKHIRRENJA SKPD
  • 12. Sinkronisasi Penyusunan Rancangan APBD(UU 17/2003, UU 25/2004 UU 32/2004, dan UU 33/2004) RPJMD Renstra SKPD Renja SKPD RKPD KUA PPAS PedomanPenyusunan RKA-SKPD RAPERDA APBD Tim Anggaran Pemda RKA-SKPD Dibahas bersama DPRD 5 tahun 5 tahun 1 tahun 1 tahun RKP RPJM Nota Kesepakatan Pimpinan DPRD Dengan KDH
  • 13. Anggaran Kinerja AnggarandalamRupiah Penyediaan Pelayanan Setara
  • 14. Apai tu Anggaran Kinerja
    • Identifikasioutputdanoutcomeyang akan dihasilkan oleh suatu program dan pelayanan
    • Menghubungkan pengeluaran dengan hasil yang akan dicapai
    • Nilai efektivitas, efisiensi dan ekonomis ( Value for money )
  • 15. Apay angD imaksudd engan Kinerja? PP 58/2005, Ps 1 (35)
    • Kinerja adalah keluaran/hasil dari kegiatan/program yang akan atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas yang terukur.
  • 16. P erubahanS ubstansial Sistim Anggaran Indonesia
    • Kerangka Penganggaran Jangka Menengah;
    • Sistem Anggaran Terpadu ( unified budget );
    • Sistem Klasifikasi Anggaran menurut Unit Organisasi, Fungsi, Sub-Fungsi, Program, dan Kegiatan; dan
    • Anggaran Berbasis Kinerja.
    • Kinerja diukur atas jumlah uang yang dikeluarkan
    • Kinerja tidak diukur atas keluaran suatu kegiatan
    • Tidak ada indikasi bahwa output telah tercapai
    • Anggaran secara incremental tidak pernah di-reevaluasi
    UU17 / 2003 tentang Keuangan Negara Sistem Tradisional
  • 17. Elemen-elemen Anggaran Kinerja
    • Visi
    • Misi
    • Tujuan
    • Sasaran
    • Program
    • Kegiatan
  • 18. Hirarki PerencanaanStrategis Unit Kerja MISI TUJUAN 2 TUJUAN 1 Sasaran 1b Sasaran 1a Sasaran 2a Sasaran 2b Program 2b.1 Program 2b.2 Program 1a.2 Program 1a.1 Kegiatan 1a.1.1 Kegiatan 1a.2.1 Kegiatan 2b.1.3 Kegiatan 2b.1.2 Kegiatan 2b.1.1 Kegiatan 2b.2.1 Kegiatan 1a.1.2 Kegiatan 1a.1.3 Kegiatan 1a.2.2 VISI
  • 19. Visi
    • Mencerminkan apa yang akan dicapai organisasi dalam jangka panjang
    • Memberi arah dan fokus yang jelas agar organisasi dapat eksis, antisipatifdan inovatif
    • Mudah diingat, ringkas dan sederhana
    • Sebaiknya hanya di tingkat Kabupaten/Kota
  • 20. Misi
    • Menetapkan kerangka tujuan dan sasaran yangakan dicapai
    • Visi akan dicapai melalui beberapa misi
    • Mendukung pernyataan visi
    • Menjelaskan tujuan organisasi
    • Idealnya tidak lebih dari 3 pernyataan
  • 21.
    • Tujuan
    • Tujuan Mendukung Pencapaian Misi
    • Menggambarkan arah yang jelas
    • Menantang serta Realistik
    • Sasaran
    • Bagaimana mencapai tujuan
    • Program
    • Sekumpulan kegiatan untuk mencapai sasaran
    • Kegiatan
    • Tindakan/langkah-langkah yang dilaksanakan untuk mencapai program
  • 22. IndikatorPenilaianKinerja
    • MASUKAN ( Input )
    • PROSES(process)
    • KELUARAN ( Output )
    • HASIL ( Outcome )
    • MANFAAT(Benefit)
    • DAMPAK(Impact)
  • 23. Jenis-jenis Indikator Kinerja
    • Indikator masukan(inputs )
      • I ndikator yang menggambarkan segala sesuatu yang dibutuhkan, baik berupa sumber dana, sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun yang berupa teknologi dan infomasi, agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran.
    • Indikator proses(process)
      • I ndikator yang menggambarkan upaya yang dilakukan di dalam mengolah masukan menjadi keluaran.
      • Indikator ini umumnya dikaitkan dengan keterlibatanstakeholders , termasuk penerima manfaat (beneficiaries) ; serta dikaitkan dengan mekanisme pelaksanaannya, termasuk koordinasi dan hubungan kerja antar unit organisasi.
  • 24. Jenis-jenis Indikator Kinerja
    • Indikator keluaran(outputs)
      • I ndikator yang diharapkan langsung dicapai dari suatu kegiatan, baik berupa fisik maupun berupa non-fisik.
    • Indikator hasil(outcomes)
      • I ndikator yang menunjukkan telah dicapainya maksud dan tujuan dari kegiatan–kegiatan yang telah selesai dilaksanakan atau indikator yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah.
  • 25. Jenis-jenis Indikator Kinerja
    • Indikator manfaat(benefits)
      • I ndikator yang terkait dengan tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan.
    • Indikator dampak(impacts)
      • I ndikator yang menunjukkan pengaruh, baik positif maupun negatif, yang ditimbulkan pada setiap pelaksanaan kebijakan/program/kegiatan dan asumsi yang telah ditetapkan.
  • 26. Persyaratan Indikator Kinerja :SMART
    • Specific(spesifik dan jelas)
    • Indikator kinerja yang disusun harus jelas agar tidak ada kemungkinan kesalahan interpretasi.
    • Measureable(dapat diukur secara objektif)
    • Indikatorkinerja yang disusun harus menggambarkan sesuatu yang jelas ukurannya.
    • Kejelasan ukuran tersebut akan menunjukan tempat dan cara untuk mendapatkan data pencapaian indikator tersebut.
  • 27. Persyaratan Indikator Kinerja :SMART
    • Attributable(bermakna)
    • Indikator kinerja yang ditetapkan harus bermanfaat untuk kepentingan pengambilan keputusan.
    • Relevant (sesuai)
    • Indikator kinerja harus sesuai dengan ruang lingkup program/kegiatan dan dapat menggambarkan hubungan sebab-akibat antar indikator.
    • Timely(tepat waktu)
    • Indikator kinerja yang disusun harus didukung oleh ketersediaan data yang dapat diperoleh pada waktu yang tepat dan akurat, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan pada saat yang dibutuhkan.
  • 28. Pengukuran Kinerja
    • Alat untuk mengukur kinerja dan hasil yang dicapai sesuai dengan sasaran.
      • Manajemen yang baik
      • Menitikberatkan hasil
      • “ Yang diukur adalah yang dilakukan”
  • 29. PendekatanEmpat Kuadran
  • 30. Pengukuran Kinerja Output/ Effect Seberapa baik (biasanya %) Seberapa banyak (biasanya #) Input/ Effort Kualitas Kuantitas
  • 31. Pengukuran Kinerja Effect (Apa yang akan dihasilkan) Output/ Effect Effort (Apa yang digunakan) Input/ Effort Kualitas Kuantitas
  • 32. Pengukuran Kinerja Apa kualitas efek/perubahan y an g dihasilkan? Berapa banyak efek/perubahan dihasilkan? Output/ Effect Berapa baik pelayanan disediakan? Berapa banyak pelayanan disediakan?Input/ Effort Kualitas Kuantitas
  • 33. Tidak Semua Pengukuran Kinerja Sebanding! Lengkap/ Paling tepat Ke 3 Output/ Effect Ke 2 Sederhana Input/ Effort Kualitas Kuantitas
  • 34. Contoh: Sepak Bola Persentase pertandingan yang dimenangkan # Pertandingan yang dimenangkan Output/ Effect
    • Gol,
    • Tembakan ke gawang per gol,
    • Tangkapan per pertandingan
    # Pertandingan yang dimainkan Input/ Effort Kualitas Kuantitas
  • 35. Sektor Pemerintah Apakah kondisi membaik? Sebaik apa dikerjakan Y an g dikerjakan
    • ketrampilan/pengetahuan
    • sikap
    • perilaku
    • Kondisi
    • ketrampilan/pengetahuan
    • sikap
    • perilaku
    • Kondisi
    Output/ Effect % ukuran umum M is: rasio klien staf, rasio beban kerja, tingkat pergantian staf, kepuasan kerja, % staf terlatih, % kepuasan konsumen, % kliendilayani dalam bahasa daerah, keamanan kerja, dll . % ukuran kegiatan M is: % tindakan tepat waktu, % klien menerima seluruh pelayanan, % tindakan benar dan lengkap, % tindakan memenuhi standar, dll .
    • klien/konsumen yang dilayani
    • kegiatan (berdasarkan jenis kegiatan)
    Input/ Effort Kualitas Kuantitas
  • 36. Pengukuran Input
    • # tenaga
    • # orang yang berhak atas pelayanan
    • # ton aspal yang diterima
    • # kartu perpustakaan yang dikeluarkan
    • # permohonan ijin yang diterima
    • # permintaan brosur
    • # presentasi yang dilakukan
    • # jam kerja
    • Rasio tenaga ahli
    • Rasio staf dibandingkan dengan jumlah penduduk yang dilayani
  • 37. Pengukuran Output
    • Panjang jalan yang dihotmix
    • # keluhan yang diterima
    • # permohonanyangdiijinkan
    • # perijinan yang dikeluarkan
    • # ton material yang didistribusikan
    • # inspeksi yang dilakukan
    • # orang yang hadir
  • 38. Pengukuran Outcome
    • Persentasi pengurangan kecelakaan lalu lintas
    • Persen kenaikan badan usaha baru
    • Jumlah usaha yang mematuhi peraturan
    • Persen pengurangan siswa yang putus sekolah
    • Jumlah persimpangan yang bebas macet pada jam padat
  • 39. Pengukuran Manfaat
    • % kenaikan lapangan kerja
    • % penurunan tingkat penyakit TBC
    • Penurunan tingkat kriminalitas
    • Penurunan tingkat kecelakaan lalulintas
  • 40. Pengukuran Dampak
    • % kenaikan pendapatan perkapita masyarakat
    • Peningkatan cadangan pangan daerah
    • Penurunan tingkat kemiskinan
    • Penurunan tingkat kematian
  • 41. Jenis Pengukuran
    • Efisiensi atau Produktivitas
    • Hubungan antara output dan input
    • Jumlah kegiatan yang diselesaikan dalam waktu tertentu
  • 42. Pengukuran Efisiensi
    • Output/Input
    • # klien yang dilayani terhadap # petugas
    • # permohonan yang diijinkan terhadap # permohonanyang diterima
    • # brosur yang dipenuhi terhadap jumlah permintaan
    • Output/Waktu
    • Waktu yang dibutuhan utk memproses permohonan
    • Waktu yang dibutuhkan utk memenuhi permintaan informasi
    • Waktu yang dibutuhkan utk menanggapi keluhan
  • 43. Pengukuran Efisiensi
    • Output/Biaya
    • Biaya per inspeksi
    • Biaya per peserta atau konsumen
    • Biaya proses per order pembelian
    • Outcome /Biaya
    • Biaya per persen kenaikan tingkat pengembalian barang
    • Biaya per penurunan tingkat kesalahan laporan
    • Biaya per kenaikan perijinan sesuai dengan peraturan
  • 44. Kriteria Pengukurany ang Baik
    • Manfaat
    • Ketersediaand ata
    • Validitas
    • Kejelasan
    • Reliabilitas
    • Dapatd ikendalikan
    • Biaya
    • Dapat dibandingkan
  • 45. Penting … !
    • Outcome dikaitkan dengan sasaran
    • Benefit dan impact dikaitkan dengan tujuan dan misi
    • Kembangkan indikator yang berkaitan, bersama dengan Kepala Dinas/Bagian dan Staf
    • Perbarui indikator jika ada perbaikan data dan perubahan sasaran
  • 46.
    • Terima Kasih
  • 47. Dadang holds a MA degree (Economics), University of Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas).
    • Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia-Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia.
    • He got various training around the globe, included Advanced International Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004);Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous.
    • You can reach Dadang Solihin by email atdadangsol@yahoo.comor by his mobile at +62812 932 2202
    Dadang Solihin’s Profile
  • Fly UP