of 36 /36
PSIKOLOGI SOSIAL Dr. Adi Soeprapto INTERAKSI SOSIAL

PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

PSIKOLOGI SOSIAL

Dr. Adi Soeprapto

INTERAKSI SOSIAL

Page 2: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

HAKIKAT INTERAKSI SOSIAL

INTERAKSI SOSIAL ADALAH HUBUNGAN

TIMBAL BALIK (SOSIAL) BERUPA AKSI SALING

MEMPENGARUHI ANTARA INDIVIDU DAN

INDIVIDU, ANTARA INDIVIDU DAN

KELOMPOK, DAN ANTARA KELOMPOK

DAN KELOMPOK

Page 3: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

CIRI-CIRI INTERAKSI SOSIAL

1. JUMLAH PELAKU DUA ORANG ATAU LEBIH

2. ADANYA KOMUNIKASI ANTARPELAKU DENGAN MENGGUNAKAN SIMBOL ATAU LAMBANG

3. ADANYA SUATU DIMENSI WAKTU YANG MELIPUTI MASA LALU, MASA KINI, DAN MASA YANG AKAN DATANG

4. ADANYA TUJUAN YANG HENDAK DICAPAI SEBAGAI HASIL DARI INTERAKSI TERSEBUT

Page 4: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

PENGERTIAN

Suatu konsep abstrak pada kejadian-kejadian yang tidak terbilang banyaknya, di mana orang saling bertemu, entah secara tatap muka atau secara tidak lansung, dengan maksud damai atau bertikai, untuk bekerja sama atau bersaing.

Page 5: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

PENGERTIAN

Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya.

Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.

 

Page 6: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

Gillin and Gillin mengatakan interaksi sosial ialah :

"hubungan-hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara orang perorangan, antara kelompok manusia, maupun antar orang perorangan dengan kelompok manusia.“

Interaksi; yaitu tindakan yang berbalas-balasan. Orang saling menanggapi tindakan mereka, yang selalu tampak bahwa orang saling pengaruh mempengaruhi.

Page 7: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

Menurut Max Weber, Interaksi terletak dalam mengarahkan

kelakuan kepada orang lain. Harus ada orientasi timbal balik antara pihak-pihak yang bersangkutan.

Tiap individu bertindak ditengah suatu lingkungan sosial.

Dalam pikirannya ia mengantisipasi reaksi-reaksi individu lain, yang barangkali atau mungkin akan timbul dari aksinya sendiri.

Page 8: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

FAKTOR – FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL

Tindakan Sosial Kontak Sosial Komunikasi Sosial

Page 9: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

TINDAKAN SOSIALMenurut MAX WEBER , tindakan sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu-individu lainnya dalam masyarakat.

Tindakan Rasional Instrumental : Tindakan yang dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan . Contoh : Bekerja Keras untuk mendapatkan nafkah yang cukup

Tindakan Rasional Berorientasi nilai : Tindakan – Tindakan yang berkaitan dengan nilai – nilai dasar dalam masyarakat . Contoh : Tindakan –Tindakan yang bersifat Religis – magis .

Tindakan Tradisional ; Tindakan  yang tidak memperhitungkan pertimbangan Rasional . Contoh : Berbagai macam upacara/ tradisi yang dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan leluhur .

Tindakan Ofektif : Tindakan – Tindakan yang dilakukan oleh seorang/kelompok orang berdasarkan perasaan/emosi

Page 10: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

KONTAK SOSIALKontak Sosial yang dilakukan menurut cara pihak–pihak yang berkomunikasi . Cara kontak sosial itu ada 2 macam yaitu :

Kontak Langsung : Pihak komunikator menyampaikan pesannya secara langsung kepada pihak komunikan .

Kontak Tidak Langsung : Pihak komunikator menyampaikan pesannya kepada pihak komunikan melalui perantara pihak ketiga .

Kontak Sosial yang dilakukan menurut terjadinya proses komunikasi . Ada 2 macam kontak sosial .

Kontak Primer Kontak Sekunder

Page 11: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

Suatu kontak dapat terjadi tanpa adanya komunikasi. Contoh: orang bicara dalam bahasa Padang kepada orang yang hanya mengerti bahasa Jawa.

Dalam kasus tersebut, kontak sosial sudah terjadi, tapi mereka tidak berkomunikasi sebab salah satu peserta komunikasi tidak bisa memahami apa yang ingin disampaikan oleh yang lain. Dengan demikian, suatu kontak tanpa adanya komunikasi tidak memiliki arti apa-apa dalam sebuah interaksi sosial.

Page 12: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

SIFAT-SIFAT KONTAK SOSIAL

KONTAK SOSIAL

SEKUNDER

KONTAK SOSIAL

NEGATIF

KONTAK

SOSIAL PRIME

R

KONTAK SOSIAL POSITIF

Page 13: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

KONTAK SOSIAL BERSIFAT POSITIF DAN NEGATIF

Page 14: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

KONTAK SOSIAL BERSIFAT PRIMER DAN SEKUNDER

LANGSUNG TIDAK LANGSUNG

Page 15: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

KOMUNIKASI SOSIAL Komunikasi artinya berhubungan atau bergaul

dengan orang lain. Orang yang menyampaikan komunikasi disebut

komunikator , orang yang menerima komunikasi disebut komunikan .

Tidak selamanya kontak sosial akan menghasilkan interaksi sosial yang baik apabila proses komunikasinya tidak berlangsungnya secara komunikatif .

Contoh : Pesan yang disampaikan tidak jelas , berbelit – belit , bahkan mungkin sama sekali tidak dapat dipahami .

Page 16: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

BENTUK INTERAKSI SOSIAL MENURUT JUMLAH PELAKUNYAA. Interaksi antara individu dan individu

Individu yang satu memberikan pengaruh, rangsangan/Stimulus kepada individu lainnya. Wujud interaksi bisa dalam bentuk berjabat tangan, saling menegur, bercakap–cakap/mungkin bertengkar .

B. Interaksi antara individu dan kelompokBentuk interaksi antara individu dengan kelompok : Misalnya : Seorang ustadz sedang berpidato didepan orang banyak. Bentuk semacam ini menunjukkan bahwa kepentingan individu berhadapan dengan kepentingan kelompok.

C. Interaksi antara Kelompok dan Kelompok Bentuk interaksi seperti ini berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain. Contoh : Satu Kesebelasan Sepak Bola bertanding melawan kesebelasan lain .

Page 17: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

BENTUK INTERAKSI SOSIAL MENURUT PROSES TERJADINYA : Identifikasi : sikap, tingkah laku seseorang yang berusaha ditiru

orang lain untuk menjadikan sama dengan tingkah laku orang tersebut.

Sugesti : sikap, atau tingkah laku orang yang tidak sadar terpengaruhi oleh sikap, tingkah laku orang lain.

Simpati : sikap, tingkah laku yang membuat daya tarik terhadap orang lain sehingga ada kecendrungan untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu.

Imitasi : sikap, tingkah laku orang yang meniru orang lain agar dirinya merasa sama dengan orang lain.

Motivasi juga diberikan dari seorang individu kepada kelompok.Contoh : Pemberian tugas dari seorang guru kepada muridnya merupakan salah satu bentuk motivasi supaya mereka mau belajar dengan rajin dan penuh rasa tanggung jawab.

Empati itu dibarengi perasaan organisme tubuh yang sangat dalam. Contoh jika kita melihat orang celaka sampai luka berat dan orang itu kerabat kita, maka perasaan empati menempatkan kita seolah-olah ikut celaka.

Page 18: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

Syarat terjadinya interaksi :1. Adanya kontak sosial2. Adanya komunikasi

Interaksi sifatnya saling mempengaruhi baik sikap, tingkah laku dan lain-lain. Sedangkan Interrelasi saling menyesuaikan baik sikap, tingkah laku dan lain-lain.

Interrelasi bisa bersifat Autoplastis dan Alloplastis

Autoplastis : sikap, tingkah laku orang dirubah agar sama seperti alam sekitar.

Alloplastis : alam sekitar yang dirubah supaya sama dengan sikap, tingkah laku orang.

Page 19: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

TINGKAT INTERAKSI SOSIAL Kontak : suatu hubungan yang menimbulkan

pengaruh yang mendalam hanya lahirnya saja.

Relasi : hubungan yang sudah mempunyai aksi dan reaksi yang agak mendalam tapi belum sampai pada pengaruh mempengaruhi satu sama lain. Artinya belum ada perubahan-perubahan tertentu pada individu.

Suatu relasi yang sudah mendalam dan menimbulkan pengaruh sesamanya dan menimbulkan pola-pola tingkah laku yang baru.

Page 20: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

KETERATURAN SOSIALKOMUNIKASIKONTAK

BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

HUBUNGAN ANTARA KETERATURAN SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL

+ =

KETERATURAN SOSIAL ADALAH HUBUNGAN YANG SELARAS DAN SERASI ANTARA INTERAKSI SOSIAL, NILAI SOSIAL, DAN NORMA SOSIAL.

Page 21: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

TAHAP-TAHAP TERJADINYA KETERATURAN SOSIAL

1. TERTIB SOSIAL (SOCIAL ORDER)

2. ORDER3. KEAJEGAN4. POLA

Page 22: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

TERTIB SOSIAL (SOCIAL ORDER)

TERTIB SOSIAL ADALAH KONDISI KEHIDUPAN SUATU MASYARAKAT YANG AMAN, DINAMIS, DAN TERATUR DI MANA SETIAP INDIVIDU BERTINDAK SESUAI HAK DAN KEWAJIBANNYA.

Page 23: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

ORDERORDER ADALAH SISTEM NORMA DAN NILAI SOSIAL YANG BERKEMBANG, DIAKUI, DIPATUHI OLEH SELURUH ANGGOTA MASYARAKAT.ORDER DAPAT DICAPAI APABILA ADA TERTIB SOSIAL DI MANA SETIAP INDIVIDU MELAKSANAKAN HAK DAN KEWAJIBANNYA.

Page 24: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

KEAJEGANKEAJEGAN ADALAH SUATU KONDISI KETERATURAN YANG TETAP DAN TIDAK BERUBAH SEBAGAI HASIL DARI HUBUNGAN ANTARA TINDAKAN, NILAI, DAN NORMA SOSIAL YANG BERLANGSUNG SECARA TERUS MENERUS.

KEAJEGAN BISA TERWUJUD APABILA SETIAP INDIVIDU TELAH MELAKSANAKAN HAK DAN KEWAJIBANNYA SESUAI SISTEM NORMA DAN NILAI SOSIAL YANG BERKEMBANG. HAL ITU DILAKSANAKAN DENGAN KONSISTEN SEHINGGA TERPELIHARA DALAM TINDAKANNYA SETIAP HARI.

Page 25: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

POLAPOLA ADALAH CORAK HUBUNGAN YANG TETAP ATAU AJEG DALAM INTERAKSI SOSIAL YANG DIJADIKAN MODEL BAGI SEMUA ANGGOTA MASYARAKAT ATAU KELOMPOK.POLA DAPAT DICAPAI KETIKA KEAJEGAN TETAP TERPELIHARA ATAU TERUJI DALAM BERBAGAI SITUASI.

Page 26: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

PROSES ASOSIATIF

1.KERJA SAMA2.AKOMODASI3.ASIMILASI4.AKULTURASI

PROSES DISOSIATIF

1.PERSAINGAN2.KONTRAVENSI3.PERTENTANGAN/KONFLIK

Page 27: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

KERJA SAMAKERJA SAMA ADALAH SUATU USAHA BERSAMA ANTARINDIVIDU ATAU KELOMPOK UNTUK MENCAPAI TUJUAN BERSAMA.

KERJA SAMA TIMBUL APABILA SESEORANG MENYADARI DIRINYA MEMILIKI KEPENTINGAN YANG SAMA DENGAN ORANG LAIN.

KERJA SAMA DAPAT BERTAMBAH KUAT APABILA ADA BAHAYA LUAR YANG MENGANCAM.

Page 28: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

5 BENTUK KERJA SAMA BERDASARKAN PELAKSANAANNYA

1. KERUKUNAN YANG MENCAKUP PELAKSANAAN GOTONG ROYONG DAN TOLONG MENOLONG.

2. BARGAINING (TAWAR-MENAWAR), YAITU PELAKSANAAN PERJANJIAN MENGENAI PERTUKARAN BARANG ATAU JASA ANTARA DUA ORGANISASI ATAU LEBIH.

3. KOOPTASI, YAITU PROSES PENERIMAAN UNSUR-UNSUR BARU DALAM KEPEMIMPINAN DAN PELAKSANAAN POLITIK ORGANISASI SEBAGAI SATU-SATUNYA CARA UNTUK MENGHINDARI KONFLIK YANG BISA MENGGUNCANG ORGANISASI.

4. KOALISI, YAITU KOMBINASI ANTARA DUA ORGANISASI ATAU LEBIH YANG MEMPUNYAI TUJUAN YANG SAMA.

5. JOINT-VENTURE (PATUNGAN), YAITU KERJA SAMA DALAM PENGUSAHAAN PROYEK TERTENTU, YANG HASILNYA NANTI AKAN DIBAGI SECARA PROPORSIONAL SESUAI KONTRIBUSI MASING-MASING PIHAK.

Page 29: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

AKOMODASI

AKOMODASI ADALAH SUATU PROSES PENYESUAIAN DIRI INDIVIDU ATAU KELOMPOK MANUSIA YANG SEMULA SALING BERTENTANGAN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGATASI KETEGANGAN.

BENTUK-BENTUK AKOMODASI ANTARA LAIN:1.KOERSI2.KOMPROMI3.ARBITRASI4.MEDIASI5.KONSILIASI6.TOLERANSI7.STALEMATE8.AJUDIKASI9.RASIONALISASI10.SEGRESI11.ELIMINASI12.SUBJUGATION/DOMINATION13.KEPUTUSAN MAYORITAS14.MINORITY CONSENT15.KONVERSI16.GENCATAN SENJATA

Page 30: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

ASIMILASIASIMILASI ADALAH USAHA-USAHA UNTUK MENGURANGI PERBEDAAN ANTARINDIVIDU ATAU ANTARKELOMPOK GUNA MENCAPAI SATU KESEPAKATAN BERDASARKAN KEPENTINGAN DAN TUJUAN-TUJUAN BERSAMA.

+ =

Page 31: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

FAKTOR-FAKTOR PENDORONG ASIMILASI1. SIKAP TOLERANSI2. KESEMPATAN YANG SAMA DALAM

BIDANG EKONOMI3. SIKAP MENGHARGAI ORANG ASING DAN

KEBUDAYAANNYA4. SIKAP TERBUKA DARI GOLONGAN YANG

BERKUASA DALAM MASYARAKAT5. PERSAMAAN DALAM UNSUR

KEBUDAYAAN6. PERKAWINAN ANTARA KELOMPOK YANG

BERBEDA BUDAYA7. ADANYA MUSUH BERSAMA DARI LUAR

Page 32: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

FAKTOR-FAKTOR PENGHALANG ASIMILASI1. TERISOLASINYA KEHIDUPAN SUATU GOLONGAN

TERTENTU DALAM MASYARAKAT2. KURANGNYA PENGETAHUAN TENTANG BUDAYA YANG

DIHADAPI3. ADANYA PERASAAN TAKUT TERHADAP KEKUATAN

SUATU KEBUDAYAAN YANG DIHADAPI4. ADANYA PERASAAN BAHWA SUATU KEBUDAYAAN

GOLONGAN ATAU KELOMPOK TERTENTU LEBIH TINGGI DARIPADA KEBUDAYAAN GOLONGAN ATAU KELOMPOK LAINNYA

5. ADANYA PERASAAN YANG KUAT BAHWA INDIVIDU TERIKAT PADA KELOMPOK DAN KEBUDAYAAN KELOMPOK YANG BERSANGKUTAN

6. ADANYA GANGGUAN GOLONGAN MINORITAS TERHADAP GOLONGAN YANG BERKUASA

7. ADANYA PERBEDAAN KEPENTINGAN DAN PERTENTANGAN-PERTENTANGAN PRIBADI

8. PERBEDAAN CIRI-CIRI FISIK SEPERTI WARNA KULIT, RAMBUT, DAN TINGGI BADAN

Page 33: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

AKULTURASIAKULTURASI ADALAH BERPADUNYA DUA KEBUDAYAAN YANG BERBEDA DAN MEMBENTUK SUATU KEBUDAYAAN BARU DENGAN TIDAK MENGHILANGKAN CIRI KEPRIBADIAN MASING-MASING.

+ =

Page 34: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

MENURUT KAARE SVALASTOGA : Interaksi dapat menunjang kearah yang menyenangkan atau menjijikkan tergantung pada kondisi yang menyebabkan terjadinya interaksi tersebut.Syarat umum untuk terciptanya hubungan positif antara interaksi dengan kesenangan adalah kondisi saling menambah keuntungan yang diperoleh kedua belah pihak yang terlibat dalam proses interaksi.

Page 35: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

ADA DUA KONDISI YANG BERBEDA 1. Terdapat perbedaan antara kedua pihak

sedemikian rupa sehingga memungkinkan mereka untuk saling melengkapi atau saling menambah, dalam hal ini interaksi bersifat simbiosis.

2. Orang yang berstatus tinggi menerima penghormatan dari orang yang berstatus rendah. Dan orang yang berstatus rendah menerima informasi. Atau terdapat kesamaan antara kedua pihak, dalam hal ini interaksi adalah sepadan atau konsensus.

Page 36: PSIKOLOGI SOSIAL - Interaksi Sosial

Selesai