of 52 /52
Proses sosial & interaksi sosial

Proses Sosial & Interaksi Sosial

Embed Size (px)

Text of Proses Sosial & Interaksi Sosial

Proses sosial & interaksi sosial

Proses sosial & interaksi sosial

Batasan/ definisi1. Dr Gerungan Merumuskan interaksi social/ proses social adalah : Suatu hubungan antara dua individu atau lebih dimana perilaku individu yang satu mempengaruhi , mengubah atau memperbaiki kelakuan individu lain atau kebalikannya

2. Dr. Astrid S. Sutanto Interaksi social adalah proses komunikasi , yaitu proses pengaruh mempengaruhi di dalam masyarakat dengan akibat terjadinya perubahan dalam masyarakat ataupun proses sosial Lanjtn 3. Interaksi social adalah hubungan hubungan dinamis yang menyangkut hubungan antar individu , individu dan kelompok, kelompok dan kelompok dalam bentuk kerja sama serta persaingan atau pertikaian ( N. Sitorus, 1999)

4. Interaksi social adalah hubungan antar sesama manusia dalam suatu lingkungan masyarakat yang menciptakan status social. Juga dapat diartikan sebagai hubungan sosial dinamis yang menyangkut orang perorangan antara kelompok kelompok maupun antara orang-orang perorangan dengan kelompok manusia.

Interaksi social merupakan factor utama dalam kehidupan social karena tanpa interaksi social tidak mungkin ada kehidupan bersama

Syarat terjadinya Interaksi social

1. Ada Kontak social Dikatakan telah terjadi kontak bilamana ada aktivitas untuk berhubungan dengan pihak lain , misalnya seseorang memandang orang lain dan orang yang dipandang tersebut tersenyum/tertawa, seseorang menghubungi orang lain melalui telepon , individu mengirim sms, atau hubungan dengan cara lainnya misalnya surat, e-mail, kode-kode tertentu, tele conference,dll

Kontak social dikatakan positif bila mengarah pada suatu kerja sama, bersifat negative bila mengarah pada suatu pertentangan atau tidak menghasilkan suatu interaksi social Kontak primer terjadi bila yang berhubungan secara langsung bertemu / bertatap muka, saling tersenyum, lalu besalaman dan seterusnya, sekunder bila hubungan tersebut terjadi melalui perantara2. Komunikasi

Komunikasi adalah penyampaian pesan dari pemberi pesan kepada penerima pesan. Dengan adanya komunikasi maka pandangan pandangan, perasaan perasaan dan sikap-sikap idividu/orang lain atau kelompok dapat diketahui oleh orang lain atau kelompok lainDalam suatu kontak social tidak selalu terjadi komunikasiDalam berkomunikasi dapat terjadi berbagai penafsiran terhadap kata-kata maupun tingkah laku orang lain

3. Bentuk-bentuk interaksi social menurut Gilin dan GilinInteraksi sosial yang bersifat asosiatif, mengarah kepada bentuk - bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan)

Kerja sama Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Dapat dalam bentuk kerukunan yang mencakup gotong royong dan tolong menolong, bargaining , kooptasi, koalisi, Joint venture

b. AkomodasiAdalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok - kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.

Lanjtn .

c. Asimilasi

Adalah proses sosial kelompok masyarakat, dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.

d. Akulturasi

Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari suatu kebudayaan asing sehingga lambat laun unsur - unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.

9Lanjtn .2. Interaksi sosial disosiatif, mengarah kepada bentuk - bentuk pertentangan atau konflik, seperti :

a. Persaingan Perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.

b. Kontravensi Bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang - terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.

c. Konflik

Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangatmendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.

Nilai budaya dan norma sosialNORMA DALAM MASYARAKAT14

Gambar ini terkait dengan norma?15

Gambar ini terkait dengan norma?16Gambar ini terkait dengan norma

Gambar ini terkait dengan norma

MASYARAKAT Manusia

Manusia Manusia

Manusia

Manusia Manusia

Manusia20Norma atau Kaidah menjaga hubungan antar manusia dalam masyarakat agar kehidupan masyarakat berjalan dengan tertib dan teratur

Mengapa orang mentaati norma?21N I L A IPada hakekatnya nilai adalah sifat atau kualitas yang melekat pada sesuatu objek

Nilai adalah sesuatu yang ideal, bukan faktual

Nilai tidak ada dalam pengalaman, tetapi ada pada akal atau pikiran manusia. Nilai sebagai patokan tingkah laku, keindahan, efisiensi atau harga dari masyarakat, dan mereka yang berusaha untuk menikmati hidup sepuas-puasnya atau mempertahankan hidupnya 22Bahwa yang mengandung nilai itu tidak hanya sesuatu yang berujud material namun juga sesuatu yang non-material, dan secara objektif nilai-nilai tersebut menyangkut segala aspek kehidupan manusia, serta tergantung pada subjek pendukung nilai-nilai tersebut 23NORMANorma atau kaidah adalah ketentuan yang mengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat Pada umumnya norma hanya berlaku dalam suatu lingkungan masyarakat tertentu, atau dalam suatu lingkungan etnis tertentu atau dalam suatu wilayah negara tertentu Namun demikian ada pula norma yang bersifat universal, yang berlaku di semua wilayah dan semua umat manusia, seperti misalnya larangan mencuri, membunuh, menganiaya, memperkosa dan lain-lain 24Kaidah KesusilaanYaitu peraturan hidup yang berasal dari hati nurani manusia.

Kaidah kesusilaan menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Kaidah kesusilaan yang mendorong manusia untuk kebaikan akhlak pribadinya. Kaidah kesusilaan melarang orang berbuat tidak baik, karena bertentangan dengan hati nurani setiap manusia yang normalSanksi kaidah kesusilaan adalah perasaan manusia itu sendiri, yang akibatnya adalah penyesalan25Hakikat norma kesusilaan ialah norma yang menentukan mana yang baik dan mana yang buruk 26Kaidah KesopananYaitu ketentuan hidup yang berasal dari pergaulan dalam masyarakat.Hakikat atau dasar dari kaidah kesopanan adalah kepantasan, kebiasaan dan kepatutan yang berlaku dalam masyarakat.Kaidah kesopanan sering dinamakan kaidah sopan santun, tata krama atau adat istiadat.Sanksi kaidah kesopanan yang dijatuhkan akan menimbulkan celaan yang dirasakan sebagai penderitaan27KebiasaanKebiasaan sebagai hakikat norma kesopanan keberadaannya dalam kehidupan masyarakat diterima dan ditaati sebagai suatu aturan yang mengikat, walaupun tidak ditetapkan oleh pemerintah.

Kebiasaan adalah tingkah laku individu-individu dalam masyarakat yang dilakukan berulang-ulang mengenai peristiwa dan sesuatu hal yang sama yang diyakini bersama sebagai aturan hidup dan patut ditaati atau dipatuhi.

28Untuk menjadi kebiasaan, maka diperlukan syarat-syarat :Harus ada perbuatan atau tindakan yang semacam dalam keadaan yang sama dan harus selalu diikuti oleh masyarakat. Misalnya kebiasaan dalam bidang perdagangan dibentuk oleh para pedagang; kebiasaan dalam bidang sewa menyewa dibentuk oleh si penyewa dan orang yang menyewa 292. Harus ada keyakinan hukum dari golongan orang-orang yang berkepentingan (opinio iuris necessitatis). keyakinan hukum dalam arti materiil, yaitu suatu keyakinan bahwa aturan itu memuat sesuatu yang baik,

keyakinan hukum dalam arti formal, yaitu suatu keyakinan bahwa aturan itu harus diikuti dengan taat dan dengan tidak mengingat akan nilai dari pada isi aturan tadi. 30Kebiasaan Adat Istiadat ?Adat istiadat adalah kebiasaan-kebiasaan sosial yang sejak lama ada dalam masyarakat dengan maksud mengatur tata tertib.

Adat bersumber agak suci (sakral) dan berhubungan dengan tradisi rakyat Indonesia yang telah turun temurun, sedangkan kebiasaan belum atau tidak merupakan tradisi rakyat

31Kaidah Keyakinan (Agama)Yaitu ketentuan hidup yang berasal dari Tuhan YME, yang isinya berupa larangan, perintah-perintah dan ajaran.

Kaidah keyakinan berasal dari wahyu, dan mempunyai nilai yang fundamental yang mewarnai berbagai kaidah yang lain.

Pelanggar kaidah keyakinan/agama akan dikenakan sanksi oleh Tuhan kelak di akherat.32Kaidah kepercayaan bertujuan untuk mencapai suatu kehidupan yang beriman, sedangkan kaidah kesusilaan bertujuan agar manusia hidup berakhlak atau mempunyai hati nurani bersih.Kaidah kesopanan bertujuan agar pergaulan hidup berlangsung dengan menyenangkan, sedangkan kaidah hukum bertujuan untuk mencapai kedamaian dalam pergaulan antar manusia33KAIDAH HUKUMketentuan yang dibuat oleh pajabat yang berwenang yang mempunyai sifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia dalam pergaulan hidupnya di masyarakat, dan mengatur tata tertib kehidupan bermasyarakat 34MORALmoral berasal dari kata mos dan bentuk jamaknya mores, kosa kata dalam bahasa Latin yang berarti tata cara atau adat istiadat moral disinonimkan dengan akhlak, budi pekerti, atau susila (dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia)Ada yang berpendapat moral adalah ajaran baik dan buruk tentang perbuatan atau kelakuan (akhlak).

35Norma hukum ?Hukum ?

36Hukum adalah perangkat kaidah-kaidah dan asas-asas yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat (Kusumaatmadja dan Sidharta)37 Hukum adalah norma yang mengajak masyarakat untuk mencapai cita-cita serta keadaan tertentu, tetapi tanpa mengabaikan dunia kenyataan dan oleh karenanya ia digolongkan ke dalam norma kultur( Raharjo)38

TUJUAN HUKUM dan FUNGSI HUKUM

TUJUAN HUKUM Untuk mencapai kedamaian, yaitu adanya keselarasan, keserasian dan keseimbangan antara ketentraman dan ketertiban.

FUNGSI HUKUM As a tool of social control and as a tool of social engineering

Arti Penting Hukum bagi Warga NegaraSebagai aturan tingkah laku dalam menjalankan hubungan satu sama lain di dalam kehidupan bermasyarakat atau bernegara agar kehidupan bermasyarakat dan bernegara dapat berjalan dengan tertib dan teratur, sehingga tercapai kehidupan yang damai. Dengan hukum ada kepastian akan status diri individu dalam berhubungan satu sama lain, apakah dia benar-benar sebagai warganegara ataukah bukan sebagai warganegara.

40Arti Penting Hukum bagi Warga NegaraHukum menjamin terpenuhinya hak-hak warga negara, dan menjamin agar Pemerintah (penguasa) tidak melakukan tindakan sewenang-wenang kepada setiap warganegara41Konsep nilai budaya dan sistem sosialKonsep nilai budaya dan sistem sosial masuk dalam kerangka konsep kelompok sosial budaya

Kelompok sosial budaya adl lingkungan hidup sosial budaya yg memiliki bentuk, cara hidup, dan tujuan tertentu. 42

Empat unsur utama konsep kelompok sosial budaya.

a. Lingkungan sosial budaya

Lingkungan sosial budaya adalah sejumlah manusia yang hidup berkelompok dan saling berinteraksi secara teratur guna memenuhi kepentingan bersama.

43

Lanjtn Empat unsur utama konsep kelompok sosial budaya.

b. Bentuk sosial budaya

1.Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan kesatuan, geografis, seperti desa, kota, daerah aliran sungai, daerah pantai, daerah pegunungan (tradisonal).

2. Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan ikatan perkawinan dan hubungan daerah, seperti keluarga, keluarga besar (tradisonal). 44

.

Bentuk sosial budaya lanjt

3. Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan kepentingan yang sama, seperti koperasi, Lembaga Swadaya masyarakat, yayasan (moderen).

4. Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan keahlian profesional, seperti kelompok profesi, kelompok penguasa (moderen).

45c.Sistem nilai budaya

Pada kelompok sosial budaya tradisonal, pandangan hidup tidak dimuat dalam bentuk tertulis seperti Kode Etik, melainkan hidup dan berkembang secara alamiah dalam alam pikiran, yang disebut sistem nilai budaya46d. Tujuan Sosial BudayaMembentuk dan memelihara persatuan dan kesatuan hidup bersama secara tertib dan damai serta sejahtera dalam wadah kesatuan geografis( komunitas desa, komunitas kota, komunitas daerah aliran sungai dsb )

Membentuk dan memelihara kehidupan rumah tangga bahagia lahir dan batin dalam wadah ikatan perkawinan

47Tujuan Sosial Budaya lanj . Mewujudkan kesejahteraan bersama, menghapuskan kemiskinan, membasmi penyakit masyarakat, mencegah tindakan tidak manusiawi dalam wadah kepentingan yang sama, seperti Koperasi, Lembaga swadaya masyarakat, Yayasan.

Melayani kepentingan pasien atau konsumen berdasarkan keahlian profesional dalam wadah organisasi profesi, seperti kelompok profesi iptek, kelompok pengusaha.

48Sitem Nilai di MasyarakatSistem nilai di masyarakat sebagai pengaruh timbal balik antara dua atau lebih keluarga atau kelompok masyarakat dapat menciptakan sistem nilai baru yang lebih maju, yang dapat menuntun anggota keluarga atau kelompok masyarakat menuju kearah pola kehidupan yang lebih bermanfaat, misalnya cara kerja produktif, sistem pengamanan bersama, pendidikan dan keterampilan kerja, penyelesaian konflik secara kekeluargaan, pergaulan muda-mudi dan hiburan masyarakat yang konstruktif.

C. 49

Setiap adaptasi antara dua atau lebih sistem nilai dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif.Dampak positif bila sistem nilai baru itu menjadi sumber kemajuan keluarga atau kelompok masyarakat tanpa menimbulkan keonaran dan konflik keluarga.Dampak negatif bila sistem nilai baru itu menjadi penghalang keluarga kearah kehidupan yg lebih baik,menimbulkan konflik keluarga lain

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan nilai budaya

Sering menjalin hubungan atau interaksi/kontak dengan kebudayaan atau orang lain diluar kelompok (peningkatan wawasan).

2. Memiliki pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai agama (memiliki pedoman hidup).

3. Struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru (terbuka dalam menerima kebudayaan).51Lanjtn ....4. Adanya unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru (pembanding kebudayaan/filter kebudayaan).

5. Adanya kemudahan dalam membuktikan kegunaan kebudayaan.52