Kunci jawaban 3 a

Embed Size (px)

Text of Kunci jawaban 3 a

  • 1. KUNCI PENYELESAIAN BUKU KERJA BIOLOGI SMA KELAS XIIA (3A) BAB I Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Peta Konsep Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan adalah suhu, air dan oksigen, cahaya, dan nutrisi. Faktor internal meliputi sifat genetik dan hormon. LKK 1.1 Memahami Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan (halaman 2-3) 1. Pertambahan ukuran (volume, tinggi, panjang berat, massa) karena pertambahan jumlah sel yang bersifat ireversibel. 2. Proses pematangan fungsi organisme yang ditandai dengan kemampuan bereproduksi 3. Faktor yang mempengaruhi: a. Faktor Eksternal Intensitas cahaya berhubungan dengan perubahan suhu. Suhu akan mempengaruhi kerja enzim sehingga akan mempengaruhi kecepatan metabolisme. Perbedaan kecepatan metabolisme akan mempengaruhi ketersediaaan zat-zat untuk tumbuh. Aktivitas enzim atau hormon juga dapat berkaitan langsung dengan cahaya, seperti aktivitas auksin yang terhambat karena adanya cahaya. Oksigen dibutuhkan untuk respirasi yang akan mengahasilkan energi yang akan digunakan salah satunya untuk pertumbuhan dengan demikian ketersediaan oksigen mempengaruhi pertumbuhan. Unsur yang dibutuhkan tumbuhan dapat dibedakan menjadi unsur makro yang meliputi C, O2, H2, N2, S, K, CA, F, Mg dan unsur mikro yang meliputi Cl, Fe, B, Mn, Zn, Co, Mo. Kekurangan nutrien akan mengakibatkan pertumbuhan yang tidak sempurna. b. Faktor Internal (dalam) Genetis (hereditas) Auksin: pengaruh primer mengakibatkan perpanjangan sel. Pengaruh sekunder merangsang pembelahan sel pada kambium, merangsang pertumbuhan akar adventif pada potongan batang, mengakibatkan dominasi apikal. Sitokonin: merangsang pembelahan sel, menghambat dominasi apikal, mengatur pertumbuhan daun dan pucuk, memperbesar daun muda, mengatur pembentukan bunga, menghambat porses penuaaan. Giberelin: merangsang perkembangan dan perkecambahan biji, merangsang pembentukan biji dengan merangsang pembentukan serbuk sari, merangsang pembentukan bunga, mengaktifkan masa dormansi. Gas etilen: merangsang pemasakan buah dan kerontokan daun Asam absisat: merangsang proses pembuahan dan prontokan daun

2. Lembar Evaluasi (halaman 9-14) A. Pilihan Ganda 1. e 2. b 3. a 4. c 5. b 6. e 7. d 8. a 9. b 10. b 11. e 12. d 13. e 14. e 15. b 16. b 17. b 18. a 19. e 20. b B. Esai 1. Rumusan masalah, hipotesis dan metodologi yang dapat dirumuskan sebagai contoh adalah : a. Rumusan Masalah: Apakah pertumbuhan akar pada stek dapat dipercepat dengan ramuan X b. Hipotesis: Dengan merendam ujung stek pada cairan X sebelum ditanam dapat mempercepat terbentuknya akar c. Membagi sampel stek menjadi 2 kelompok. Satu kelompok direndam dalam cairan X sesuai dengan petunjuk penggunaan, kelompok lainnya tidak diberi perlakuan apapun sebelum ditanam. Tanaman ditanam dalam waktu tertentu (misalnya 1 minggu) kemudian dihitung banyaknnya akar yang tumbuh dan panjang akar yang terbentuk. 2. Auksin yang terdapat pada ujung batang akan rusak pada bagian yang terkena matahari. Oleh karena itu, apabila batang mendapat sinar hanya dari satu sisi maka bagian tersebut akan rusak auksinnnya sehingga pertumbuhan batang lebih cepat pada bagian yang tidak terkena matahari. Akibatnya batang akan tumbuh melengkung ke arah bagian yang terkena cahaya matahari. 3. Tanaman yang dipotong pucuknya berarti kehilangan tunas apikal batang. Pemotongan ini akan merangsang terbentuknya auksin pada tunas lateral sehingga merangsang pertumbuhan daun tunas lateral yang akan menghasilkan cabang-cabang baru. 4. Jamur Giberrela fujikuroi akanmenghasilkan giberelin yang menyebabkan peningkatan pertambahan panjang sel. 3. 5. Sinar matahari akan mengakibatkan kerusakan auksin pada ujung batang sehingga pada tanaman yang kurang cahaya auksin pada ujung batang lebih banyak, akibatnya tanaman cenderung akan tumbuh lebih tinggi tetapi batangnya kecil dan cabangnya sedikit. Sedangkan tanaman yang terkena banyak cahaya matahari akan tumbuh lebih lambat karena auksin pada ujung batang kurang (tidak aktif karena terkena sinar matahari) sehingga tanaman lebih pendek, tetapi batangnya besar dan bercabang banyak. BAB 2 Metabolisme Peta Konsep Metabolisme terdiri dari anabolisme dan katabolisme. Katabolisme contohnya katabolisme karbohidrat. Mengalami tahap reaksi glikolisis menghasilkan asam piruvat masuk ke siklus Krebs, kemudian dihasilkan NADH menuju rantai transpor elektron. Reaksi terang menghasilkan ATP, NADPH, dan O2. LKK 2.1 Katabolisme : Mengamati Kerja Enzim Pertanyaan (halaman 15) 1. Berikan deskripsi sesuai hasil pengamatan pada saat percobaan. Hal tersebut dapat terjadi karena katalase mendegradasi hidrogen peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) dengan reaksi sebagi berikut: 2H2O2 2H2O + O2 2. a. Katalase b. Pada reaksi tersebut H2O2 merupakan substrat yang akan diuraikan menjadi produk 3. Berikanlah kesimpulan sesuai hasil percobaan. Pada prinsipnya penambahan substrat dapat meningkatkan kecepatan reaksi apabila jumlah enzim mencukupi. Namun, pada saat semua sisi aktif enzim bekerja, penambahan substrat tidak dapat meningkatkan kecepatan reaksi enzim lebih lanjut. Kondisi ini yang disebut konsentrasi subsrat pada titik jenuh atau kecepatan reaksi telah maksimum. 4. Pengaruh suhu akan meningkatan kecepatan reaksi apabila masih dibawah suhu optimum. Tetapi apabila suhu sudah di atas suhu optimum akan mengakibatkan perlambatan reaksi karena enzim akan rusak (terdenaturasi). 5. Dalam sel-sel hati terdapat enzim katalase maka jika potongan hati yang dimasukkan semakin besar, konsentrasi enzim katalase akan semakin tinggi dan dapat meningkatkan kecepatan reaksi sampai pada tahap tertentu. Sama seperti pada prinsip jawaban no.3, ketika titik jenuh telah tercapai maka konsentrasi enzim yang tinggi pun tidak lagi dapat meningkatkan kecepatan reaksi. 6. Enzim bekerja mempercepat reaksi dengan mekanisme menurunkan energi aktivasi. Grafik energi aktivasi enzim nampak pada gambar 2.3 Buku Biologi 3 Diah A., halaman 35. LKK 2.2 Kataboisme : Membuktikan Reaksi Respirasi Pertanyaan (halaman 19) 1. Seharusnya ikan di kantong II akan hidup lebih lama dibandingkan di kantong I karena kadar oksigen dalam kantong II lebih tinggi dibandingkan dengan kadar oksigen dalam kantong I. 4. 2. Air kapur akan menjadi keruh. Hal ini disebabkan larutan kapur akan bereaksi dengan CO2 mengahsilkan CaCO3 yang berupa endapan putih. 3. Ada titik-titik uap air pada permukaan kaca karena udara yang dihembuskan mengandung uap air. 4. Dari hasip percobaan dapat disimpulkan bahwa respirasi membutuhkan oksigen, menghasilkan CO2 dan H2O. LKK 2.3 Katabolisme : Mengidentifikasi Rangkaian Reaksi Respirasi Koefisien reaksi respirasi: 1,6,6,6 Glikolisis, siklus krebs, sistem transpor elektron respirasi. 1. Glikolisis adalah angkaian reaksi pemecahan molekul glukosa (6 atom C) menjadi 2 molekul asam piruvat (3 atom C ) dengan membebaskan energi dalam bentuk ATP dan NADH 2. Siklus Krebs adalah rangkaian reaksi pengubahan asam piruvat menjadi molekul kaya energi berupa ATP, NADH dan FADH2 3. Transpor elektron adalah tahap reaksi yang memindahkan elektron dari NADH dan FADH2 melalui rangkaian pembawa elektron (enzim dan kofaktor) dan akhirnya ditangkap oleh O2 sebagai penangkap elektron (akseptor) terakhir untuk membentuk H2O dengan bereaksi dengan H+ dan ATP. Penjelasan hubungan antara glikolisis, siklus krebs dan transpor elektron adalah sebagai berikut : Apabila glukosa masuk kedalam reaksi respirasi maka akan diawali dengan tahap reaksi glikolisis yang akan menghasilkan ATP, NADH dan Asam Piruvat. Asam piruvat selanjutnya akan masuk ke siklus krebs dengan terlebih dahulu mengalami oksidasi oleh Koenzim A menghasilkan asetil KoA. Dalam siklus krebs akan dihasilkan NADH, FADH2 dan ATP. NADH yang berasal dari glikolisis dan siklus krebs serta FADH2 yang dihasilkan pada siklus krebs akan masuk kedalam reaksi transpor elektron untuk diubah menjadi ATP. 1. Glikolisis Sitosol. 2 molekul ATP, 2 molekul NADH, 2 molekul Asam piruvat 1. 2 molekul, 2 molekul, 2 molekul 2. fosfogliseraldehid (PGAL) + Pi 1,3 difosfogliserat + NADH 3. Glukosa + ATP glukosa 6 fosfat + ADP Fruktosa 6 fosfat + ADP fruktosa 1,6 difosfat + ADP 4. 1,3 difosfogliserat + ADP 3 fosfogliserat + ATP Fosfoenol Piruvat + ADP Piruvat + ATP 2. Siklus Krebs Matriks mitokondria. Asam Piruvat 3 molekul setiap 1 molekul asam piruvat (keseluruhan ada 2 molekul asam piruvat0 1. 2 X 3 = 6 molekul 2 X 1 = 2 molekul 2 X 1 = 2 molekul 2. Isositrat + NAD + + H+ Asam - ketoglutarat + NADH Asam - ketoglutarat + NAD+ + H+ + CoA-SH Suksinil CoA + NADH 5. Malat + NAD+ + H + Oksaloasetat + NADH 3. Suksinat + FADH+ + H+ Fumarat + FADH2 4. Suksinil CoA + GDP + Pi Suksinat + GTP + CoA-SH GTP + ADP ATP + GDP C. Transpor Elektron 4 molekul 2 molekul 2 molekul Transpor elektron NADH NAD+ + H+ + 2 e FADH2 FADH+ + H+ + 2 e Oksigen H2O H+ + O2 + e- H2O Glikolisis = 2 molekul ATP Siklus Krebs = 2 molekul ATP Sistem Transpor Elektron = 32 molekul ATP Total = 36 molekul ATP 34 molekul ATP Pertanyaan 1. Fermentasi adalah respirasi yang berlangsung secara anaerob. Dengan tidak adanya oksigen sebagai akseptor terakhir elektron maka sistem transpor elektron respirasi tidak dapat berlangsung sehingga ATP yang dihasilkan sedikit karena hanya berasal dari glikolisis dan sikuls krebs. 2. Secara umum fermentasi alkohol adalah pengubahan asam piruvat (hasil glikolisis) menjadi etanol. Dari tahap tersebut hanya dihasilkan 2 molekul ATP dari glikolisis. LKK 2.4 Anabolisme : Membuktikan Reaksi Fotosintesis Pertanyaan (halaman 28) 1. a. seharusnya bagian daun yang ditutup dengan kertas alumunium berwarna coklat sedangkan yang tidak ditutup berwarna hitam. b. karena pada bagian yang tertutup tidak berlangsung fotosintesis sehingga tidak terbentuk glukosa (berubah menjadi amilum) sehingga ketika diuji dengan lugol akan menghasilkan warna coklat. 2. fotosintesis akan menghasilkan karbohidrat (glukosa yang kemudian akan diubah menj