of 23 /23
K3 (KEAMANAN, KESEHATAN dan KESELAMATAN KERJA) Disusun oleh : Junianur Lidia Permata N Putri Sagita U Rofi Abdul M X MIPA 2 SMA N 36 JAKARTA

K3 (keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja

Embed Size (px)

Text of K3 (keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja

K3 (KEAMANAN, KESEHATAN dan KESELAMATAN KERJA)

K3 (KEAMANAN, KESEHATAN dan KESELAMATAN KERJA)

Disusun oleh :JunianurLidia Permata NPutri Sagita URofi Abdul M

X MIPA 2SMA N 36 JAKARTA

PENGERTIAN K3K3 adalah Ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN K3

UU No.1 th 1970 " Keselamatan kerja dalam segala tempat kerja baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, maupun di udara yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia."

UU No 13 Th 2003 : Pasal 86 Ayat 1 : setiap buruh mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan, terutama di bidang keselamatan dankesehatan kerja, moral dan kesusilaan, dan mendapatkan perlakuan yang sesuai.

Ayat 2 : penyelenggaraan upaya kesehatan sangatlah diperlukan untuk melindungi kesehatan buruh dan meningkatkan produktivitas.

Ayat 3 : peraturan yang terdapat dalam Ayat 1dan 2 harus dilaksanakan sesuai dengan undang undang yang berlaku.

Pasal 87 Ayat 1 : setiap perusahaan wajib membentuk suatu menajemen kesehatan kerja yang terintegrasi dengan menajemen perusahaan yang pelaksanaannya kemudian diatur oleh peraturan pemerintah.

UU No. 21 Th 2003

lebih menegaskan kepada ILO Convention No. 81. Peraturan undang-undang ini tidak secara lansung mengatur mengenai kesehatan kerja buruh. Namun, lebih menitikberatkan kepada pengawasan ketenagakerjaan. Terutama, di ruang lingkup tempat kerja.

Dengan ditetapkannya ILO Convention No. 81 maka pengawasan ketenagakerjaan harus memberikan penjaminan terhadap penegakan hukum. Yang meliputi kondisi kerja, waktu, kesehatan dan keselamatan, dan pengupahan.

Pengawasan ketenagakerjaan juga harus memberikan penjelasan kepada perusahaan terkait informasi mengenai masalah-masalah ketenagakerjaan. Serta melaporkan kepada pemerintah apabila terjadi penyimpangan dan penyalahgunaan yang tidak diatur dalam perundang-undangan.

TUJUAN K3Melindungi kesehatan, keamanan dan keselamatan dari tenaga kerja.Meningkatkan efisiensi kerja.Mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

MANFAAT K3

Meningkatkan produktivitas karena menurunnya jumlah hari kerja yang hilang.Meningkatnya efisiensi dan kualitas pekerja yang lebih komitmen.Menurunnya biaya-biaya kesehatan dan asuransi.Tingkat kompensasi pekerja dan pembayaran langsung yang lebih rendah karena menurunnya pengajuan klaim.Fleksibilitas dan adaptabilitas yang lebih besar sebagai akibat dari partisipasi dan ras kepemilikan.Rasio seleksi tenaga kerja yang lebih baik karena meningkatkan citra perusahaan.Perusahaan dapat meningkatkan keuntungannya secara substansial.

HAMBATAN PENERAPAN K3

Dalam pelaksaan proyek konstruksi banyak ditemui hambatandalam penerapan K3 dalam dunia pekerja, hal ini terjadi karenabeberapa faktor yaitu:

Dari sisi masyarakat pekerja: 1. Tuntutan pekerja masih pada kebutuhan dasar ( upah dan tunjangan kesehatan/kesejahtraan) 2.K3 belum menjadi tuntutan pekerja

Dari sisi pengusaha: 1. Pengusaha lebih menekankan penghematan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya 2. K3 dipandang sebagai beban dalam hal biaya operasional tambahan

PENERAPAN K3 (PENCEGAHAN KECELAKAAN)Adanya Cara Pengendalian Ancaman Bahaya Kesehatan Kerja

Memakai Alat Pelindung Diri (APD)Adanya Standart Keselamatan Kerja

Cara pengendalian ancaman bahaya kesehatan kerja

a.Pengendalian teknikContoh:Mengganti prosedur kerjaMenutup atau mengisolasi bahan bahayaMenggunakan otomatisasi pekerjaVentilasi sebaga pengganti udara yang cukup

b. Pengendaan administrasiContoh:Mengatur waktu yang pas/ sesuai antara jam kerja dengan istirahatMenyusun peraturan k3Memasang tanda-tanda peringatanMembuat data bahan-bahan yang berbahaya dan yang amanMengadakan dan melakukan pelatihan system penanganan darurat

Sarana peralatan lingkungan berupa:tabung pemadam kebakaranpagar pengamananpenangkal petir daruratpemeliharaan jalan kerja dan jembatan kerjajaring pengamanan pada bangunan tinggipagar pengaman lokasi proyektanggaperalatan P3K

rambu-rambu peringatan, dengan fungsi:

peringatan bahaya dari atasperingatan bahaya benturan kepalaperingatan bahaya longsoranperingatan bahaya apiperingatan tersengat listrikpenunjuk ketinggian (untuk bangunan yang lebih dari 2 lantai)penunjuk jalur instalasi listrik kerja sementarapenunjuk batas ketinggian penumpukan materiallarangan memasuki area tertentularangan membawa bahan-bahan berbahayapetunjuk untuk melapor (keluar masuk proyek)peringatan untuk memakai alat pengaman kerjaperingatan ada alat/mesin yang berbahaya (untuk lokasi tertentu)peringatan larangan untuk masuk ke lokasi power listrik (untuk orangorangtertentu)

Standart keselamatan kerja

Pengamanan sebagai tindakan keselamatan kerja.

Perlindungan badan yang meliputi seluruh badan.Perlindungan mesin.Pengamanan listrik yang harus mengadakan pengecekan berkala.Pengamanan ruangan , meliputi sistem alarm, alat pemadam kebakaran, penerangan yang cukup, ventilasi yang cukup, jalur evakuasi yang khusus.

Alat Perlindungan Diri

kaca mata safety lebih kuat dan tahan benturanserta tahan panas dari pada kaca mata biasa

Goggle melindungi lebih baik dibandingkansafety glass sebab lebih menempel pada wajah

Pelindung wajah perlindungan menyeluruh pada wajah dari percikan bahan kimia, obyek yang beterbangan atau cairan besi.

Helm pengelas melindungi wajah dan juga mata. Helm ini menggunakan lensa penahan khusus yang menyaring intesnsitas cahaya serta energi panas yang dihasilkan dari kegiatan pengelasan.

Pelindung pernafasan Masker Gas dan Masker Debu untuk melindungi pernafasan dari gas beracun dan debu.

Alat pelindung tubuh berupa pakaian kerja yang sesuai dengan pekerjaannya.Terdapat pakain kerja khusus sesuai dengan sumber bahaya yang dapat dijumpai, seperti: Terhadap radiasi panas, radiasi mengion, cairan dan bahan-bahan kimiawi

Helm melindungi kepala karena keras, tahan dan kuat terhadap benturan yang mengenai kepala; sistem suspensi yang ada didalamnya sebagai penahan goncangan; beberapa jenis dirancang tahan terhadap sengatan listrik; melindungi kulit kepala, wajah, leher, dan bahu dari percikan, tumpahan, dan tetesan.

Kelas G (2.200 volts)Kelas E (20.000 volts)Kelas F (TIDAK melindungi dari sengatan listrik, dan TIDAK melindungi dari bahan-bahan yang korosif)

Pelindung pendengaran melindungi telinga dari kebisingan. Jenis yang paling banyak digunakan: foam earplugs,PVC earplugs,earmuffs

Pelindung kaki berupa sepatu dan sepatu boot.a) Steel toe, untuk melindungi jari kaki dari kejatuhan bendab)Metatarsal, melindungi seluruh kaki dari bagian tuas sampai jaric)Reinforced sole, didesain dengan bahan penguat dari besi yang melindungi dari tusukan pada kakid)Latex/Rubber, tahan terhadap bahan kimia dan memberikan daya cengkeram yang lebih kuat pada permukaan yang licin.e)PVC boots, melindungi dari lembab dan membantu berjalan di tempat becekf)Vinyl boots, tahan larutan kimia, asam, alkali, garam, air dan darahg)Nitrile boots, tahan terhadap lemak hewan, oli, dan bahan kimia

a bc d g

e

f

Pelindung tangan berupa sarung tangan dengan jenis-jenisnya:a)Metal mesh, tahan terhadap ujung benda yang tajam dan melindungi tangan dari terpotongb)Leather gloves, melindungi tangan dari permukaan yang kasar.c)Vinylgloves, melindungi tangan dari bahan kimiaberacund)Rubber gloves, melindungi tangan saat bekerja dengan listrike)Padded cloth gloves, melindungi tangan dari sisi yang tajam, bergelombang dan kotor.f)Heat resistant gloves, melindungi tangan dari panas dan apig)Latex disposable gloves, melindungi tangan dari bakteri dankuman

abcde

f

g

Pelindung bahaya jatuh dengan jenis-jenis antara lain:a)Full Body Harness, dirancang untuk menyebarkan tenaga benturan ataugoncangan pada saat jatuh melalui pundak, paha dan pantat.Pengikat pundak, dada, dan tali paha dapat disesuaikan. Dilengkapidengan cincin D yang terletak dibelakang dan di depan dimanatersambung tali pengikat, tali pengaman atau alat penolong lain yangdapat dipasangkan.

b)Life Line, tali kaitan lentur dengan kekuatan tarikminimum 500 kg yang salah satu ujungnya diikatkan ketempatkaitan dan menggantung secara vertikal, atau diikatkan padatempat kaitan yang lain untuk digunakan secara horisontal

c)Anchor Point, tempat menyangkutkan pengaitminimal mampu menahan 500 kg per pekerja. Tempat kaitan harusdipilih untuk mencegah kemungkinan jatuh. Tempat kaitan, jikamemungkinkan harus ditempatkan lebih tinggi dari bahuPemakainya

d)Lanyard, tali pendek yang lentur atau anyamantali, untuk menghubungkan pakaian pelindung jatuhpekerja ke tempat kaitan atau tali kaitan. Panjang tali pengikattidak boleh melebihi 2 meter dan harus yang kancing pengaitnyadapat mengunci secara otomatis

e)Refracting Life Lines, untuk mencegah agar tali pengikat tidak terlalukendor. Tali tersebut akan memanjang dan memendek secaraotomatis pada saat pekerja naik maupun pada saat turun.

Daftar pustaka file:///C:/Users/Hp/Desktop/k3/K3%20KONSTRUKSI%20%20%20BELAJAR%20K3.htmfile:///C:/Users/Hp/Desktop/k3/Manfaat%20Program%20Keselamatan%20Kesehatan%20Kerja%20-%20Lupy%20Hakim%20Network.htmfile:///C:/Users/Hp/Desktop/k3/Permenaker%20No%20%20PER.01%20MEN%201980%20%20%20Tentang%20K3%20Pada%20Konstruksi%20Bangunan.htmfile:///C:/Users/Hp/Desktop/k3/PENGERTIAN%20K3%20(KEAMANAN,%20KESEHATAN%20dan%20KESELAMATAN%20KERJA)%20%20%20riki%20sanjaya.%20BKI%20Batam..htmfile:///C:/Users/Hp/Desktop/k3/UU%20Kecelakaan%20Kerja%20dan%20Jaminan%20Kesehatan%20%20%20pramudyaanantawikrama.htmfile:///C:/Users/Hp/Desktop/k3/Tujuan%20K3%20~%20Dansus%20'88'.htmhttp://andik-ghoofi.blogspot.com/2012/07/apd-pada-pekerjaan-konstruksi.htmlGambar google