of 28 /28
KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA (K3) DINA FEBRIANA

Keselamatan, kesehatan kerja (k3)

Embed Size (px)

Text of Keselamatan, kesehatan kerja (k3)

  • 1. DINA FEBRIANA

2. PENGERTIAN KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA (K3) PENGERTIAN KESELAMATAN KERJA Keselamatan kerja mengandung pengertian perlindungan atau pencegahan terhadap suatu kecelakaan. 3. PENGERTIAN KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA (K3) PENGERTIAN KESEHATAN KERJA Kesehatan kerja adalah suatu upaya untuk menjaga kesehatan pekerjaan dan mencegah pencemaran di sekitar tempat kerjanya (masyarakat dan lingkungannya) 4. Keselamatan Kerja Kesehatan Kerja Keselamatan kerja banyak dipengaruhi oleh suasana dan keadaan lingkungan kerja, Sedangkan kesehatan kerja lebih dititikberatkan pada lingkungan yang mendukung para tenagakerja terjamin kesehatannya PERBEDAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA 5. PENGERTIAN KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA (K3) 1. Menciptakan Suasana dan Lingkungan Kerja Kondisi fisik gedung dan segala peralatan yang dimiliki sebagai saran untuk melaksanakan tugas karyawan. Kondisi nonfisik, seperti hubungan kerja baik secara horizontal maupun vertikal. 6. 2. Menjamin keselamatan dan kesehatan karyawan, sehingga menciptakan rasa aman dari ancaman bahaya yang ditimbulkan oleh berbagai sumber bahaya 3. Ruangan atau lapangan dimana orang dapat bekerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja. Lanjutan 7. TUJUAN K3 Agar setiap pekerja mendapat derajat perlindungan atas keselamatan kerja dan kesehatan kerja setinggi- tingginya, baik fisik maupun non fisik. Menjamin keselamatan dan kesehatan orang lain yang berada di tempat kerja Menjamin terpeliharanya sumber produksi dan pendayagunaan secara aman, efisien, dan efektif 8. Tujuan akhir K3 adalah produktivitas tenaga kerja yang tinggi sehingga perusahaan dapat bekerja efisien. Lanjutan TUJUAN K3 Menjaga keamanan hasil produksi Khusus dari segi kesehatan mencegah dan membasmi penyakit akibat kecelakaan kerja 9. PROSEDUR K3 Mencegah dan mengurangi kecelakaan Kesalahan/ Kelalaian Kondisi Tidak Aman Kecelakaan Luka Kebakaran/ Ledakan Kerusakan 10. Memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) Memberi peralatan perlindungan kepada para pekerja Mempertimbangkan faktor-faktor kenyaman kerja Memelihara kebersihan dan ketertiban kerja Mengusahakan kesesuaian antara pekerjaan, perkakas kerja, lingkungan, cara, dan proses kerja. Mengamankan daerah- daerah bahan dan sumber-sumber yang berbahaya dengan pengamanan yang sesuai dan sempurna PROSEDUR K3 Lanjutan 11. RUANG LINGKUP K3 Setiap pekerja yang berada dalam lingkungan tempat kerja atau yang berdasarkan pengaturan perundang- undangan dapat dikategorikan sebagai tempat kerja Dalam lingkungan keluarga / rumah tangga Dalam lingkungan masyarakat Pembinaan norma-norma keselamatan dan kesehatan kerja Pemberian ganti rugi, perawatan, dan rehabilitasi dalam hal kecelakaan akibat kerja 12. MENGATASI GANGGUAN K3 1. Tempat kerja a. Harus bersih dan sehat b. Harus terjamin keamanan serta keselamatan c. Penerangan dan suhu yang baik d. Pengaturan warna yang baik e. Harus mengurangi kebisingan f. Tata ruang yang baik 13. Lanjutan 2.Karyawan a.Menciptakan kondisi kerja karyawan yang baik b.Menciptakan kondisi mesin dan peralatan dengan baik 14. Jenis-Jenis Kecelakaan Kerja yang Dapat Terjadi di Dapur dan Pencegahannya a. Luka tergores/teriris atau terpotong benda tajam Pergunakan pisau dengan semestinya atau dengan cara benar. Pisau harus selalu bersih dan tajam karena pisau yang tumpul lebih berbahaya. Bila membersihkan pisau, jauhkan bagian yang tajam dari hadapan tangan. Pergunakan talenan bila hendak memotong sesuatu. Pegangan pisau harus kering dan tidak berminyak. Letakkan pisau dengan baik, harus rata dengan meja atau talenan maupun bantalan serta mudah dilihat. Simpan pisau di tempatnya bila tidak dipergunakan lagi. Jangan menyimpan pisau di tempat yang tersembunyi (di dalam air, di tempat sampah dan sebagainya). Jangan mencoba meraih pisau yang terjatuh tiba-tiba. Kontrol diri bila sedang memegang pisau. Jangan bermain dengan pisau dan jangan membawa pisau pada waktu bermain. 15. b. Luka bakar akibat terkena uap panas atau api Pada waktu bekerja, pakailah celemek atau apron dengan semestinya. Lengan baju dilipat semestinya hingga pergelangan siku. Pergunakan lap kering bila hendak mengambil atau membawa alat yang panas. Alat yang panas (pan, oven, grill, dsb.) harus diberi tanda dengan tepung atau garam. Pergunakan alat pengaduk yang cukup panjang sehingga tangan tidak bersentuhan dengan barang yang panas (minyak, air, pan, dll.) Jangan meletakkan atau menyimpan cairan panas pada rak di atas garis pandang mata. Buka tutup panci pada sisi terjauh dari letak badan Buka pintu oven panas sedikit demi sedikit dengan hati-hati. Perhatikan dan hati-hati dalam menggunakan minyak goreng. Hati-hati pada waktu menyaring atau menuang cairan panas. 16. c. Kebakaran Sediakan selalu alat-alat pemadam api atau fire extinguisher. Sediakan alarm untuk peringatan jika terjadi kebakaran. Mengetahui aturan penanggulangan kebakaran di hotel/restoran yang bersangkutan. Mengetahui letak alat pemadam api. Menggunakan jenis bahan pemadam kebakaran yang tepat menurut sumber apinya Segera bersihkan ceceran minyak. Jangan gunakan bahan pembersih yang mudah terbakar. Matikan aliran gas dan listrik bila tidak digunakan. Jangan merokok ketika sedang bertugas. Sediakan garam dan baking soda ditempat yang mudah terjangkau. 17. Luka oleh Mesin atau Peralatan Lainnya Jangan mencoba menggunakan mesin bila belum mengetahui dengan pasti tata-cara pemakaiannya. Katup pengaman harus selalu terpasang baik. Jangan memasukkan sesuatu oleh tangan atau dengan benda lain untuk menekan barang yang akan dipotong ataupun digiling. Jangan mencoba untuk membuka pengaman bila mesin sedang atau dalam keadaan hidup atau bekerja. Matikan mesin dan cabut kontak listriknya setelah selesai menggunakannya dan bila akan membersihkan mesin tersebut. 18. Kecelakaan KarenaArus Listrik Saklar dan alat penyambung arus listrik harus selalu kering dan bersih. Jangan mempergunaan banyak stekker ataupun stekker cabang pada satu stop kontak. Periksalah keadaan kawat penghubung sehingga tidak ada bagian-bagian yang robek. Putuskan aliran listrik bila mesin atau alat tidak dipergunakan. Sebelum mencuci peralatan listrik pastikan alat itu sudah dimatikan dan kabelnya sudah dicabut. Setelah dicuci, selalu keringkan sebelum digunakan kembali. Laporkan segera bila melihat gejala-gejala aneh pada mesin atau alat 19. Terpleset atau Terjatuh Lantai harus kering, bila kita melihat atau menjatuhkan sesuatu, ambillah dan keringkan lantai. Lantai harus bebas dari barang perintang yang tidak seharusnya ada untuk menghindari kemungkinan terantuk. Jangan lupa memberi tanda bila lantai dalam keadaan licin, misalnya baru di pel. Alat-alat dapur yang tidak terpakai jangan diletakkan di lantai atau diatur rapi sehingga tidak membahayakan orang lain. Pergunakan tangga bila meraih sesuatu yang tinggi. Pastikan tangga tersebut berdiri aman dan dekat dengan benda yang akan diambil. Periksa agar tangga tidak licin