Click here to load reader

Biosel, mol, mik, biotek (DASAR-DASAR BIOKIMIA, PENGANTAR METABOLISME, SITOLOGI, KOMUNIKASI SEL, REPRODUKSI SEL, DASAR-DASAR GENETIKA)

  • View
    6.637

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

+ DASAR-DASAR BIOKIMIA (Pengenalan struktur dan fungsi Makromolekul) - Prinsip Polimer - Karbohidrat - Lemak/lipid - Protein - Struktur Protein - Asam Nukleat + PENGANTAR METABOLISME (Konsep energi dan perangkat metabolisme) - Sel dan Energi - ATP - Enzim - Klasifikasi Enzim - Faktor yang mempengaruhi kerja Enzim - Regulasi metabolisme oleh Enzim + SITOLOGI (Struktur dan fungsi SEL) - Sel Prokariotik - Sel Eukariotik - Perbedaan sel tumbuhan dan hewan - Nukleus (Inti Sel) - Membran Sel - Sitoplasma - Inklusi Sitoplasma - Organel-organel sel - Transportasi Sel - Terminologi - Transpor pasif - Transpor Aktif + Respirasi Seluler - Glikolisis - Siklus Krebs - Sistem Sitokrom - Fermentasi Anaerob + Fotosintesis - Organ Utama Fotosintesis : Daun - Organela Fotosintesis : Kloroplas - Kloroplas - Pikmen Fotosintesis : Klorofil - Spektrum Sinar Matahari - Serapan dan Penerusan Cahaya - Spektrum Penyerapan Cahaya - Ringkasan Reaksi - Sistem dua pigmen - Eksitasi Elektron Klorofil - Reaksi Cahaya Fotosintesis - Produksi Daya Asimilasi - Fotofosforilasi Nonsiklis - Fotolisis - Fotofosforilasi Siklis - Reaksi Gelap – Reduksi CO2 - Siklus Calvin – Siklus C3 - Siklus Calvin – C3 - Contoh Tanaman C3 - Siklus Hatch and Slack – C4 - Anatomi Daun C4 - Siklus CAM - Perbandingan C4 dengan CAM - Rangkuman Fotosintesis (C3) + KOMUNIKASI SEL (Memahami komunikasi yang terjadi di tingkat seluler) - Lintasan transduksi sinyal - Cara kerja pensinyalan sel - Jalur lintasan bersifat inter-linked - Proses percakapan seluler - Tipe reseptor menbran - G-protein-linked receptors - Receptor tyrosine kinases - Ion channel receptors - Lintasan transduksi sinyal - Protein Phosphorylation and Dephosphorylation - Molekul kecil dan ion sebagai Second Messengers - Calcium ions and Inositol Triphosphate (IP3) - Respon sitoplasmik dan nuklear + REPRODUKSI SEL (Sel memperbanyak diri/membelah untuk Pertumbuhan organisme) - Mitosis - Meiosis - Perbedaan Mitosis dan Meiosis - Faktor-faktor Sel Mebelah + DASAR-DASAR GENETIKA (Memahami proses pewarisan sifat) - Hukum Pewarisan Sifat - Hukum Mendel I - Hukum Mendel II - Uji SIlang - Silang Balik - Persilangan Resiprok (Persilangan Tukar Kelamin ) - Penyimpangan Semu Hukum Mendel - Dominasi tidak sempurna , Kodominan, Alel Ganda, Alel Letal, Gen Letal Dominan, Gen Letal Resesif - Altavisme, Polimeri, Kriptomeri, Epistasis, Hipostasis, Komplementer - Tautan, Pindah Silang - Pedigree - Pautan SELAMAT BELAJAR SEMOGA SUKSES

Text of Biosel, mol, mik, biotek (DASAR-DASAR BIOKIMIA, PENGANTAR METABOLISME, SITOLOGI, KOMUNIKASI SEL,...

  • 1. Pertemuan 1 DASAR-DASAR BIOKIMIA Pengenalan struktur dan fungsi Makromolekul

2. Prinsip Polimer Makromolekul rata-rata merupakan polimer Polimer = kumpulan dari monomer Monomer = molekul sederhana yang tdk dpt dihidrolisis / dipecah lagi Macam2 makromolekul : Karbohidrat, lemak, protein dan asam nukleat 3. KARBOHIDRAT Karbohidrat terdiri dari gula dan polimernya, dan karbo yang paling sederhana disebut Monosakarida, dengan kata lain monosakarida adalah monomernya, dan karbo adalah polimernya 4. Monosakarida : terdiri dari 1 gula, monosakarida sendiri terbagi menjadi triosa (3c), pentosa (5c), heksosa (6c) berdasarkan jumlah rangka karbonnya Disakarida : terdiri atas dua monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosidik. Contoh disakarida : maltosa (2 glu), laktosa(glu+galak), sukrosa (glu+fruk) Polisakarida = makromolekul, polimer dari ratusan-ribuan monosakarida. Contoh : Pati, glikogen, selulosa, dll 5. Copyright 2002 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings Fig. 5.3 6. Two monosaccharides can join with a glycosidic linkage to form a dissaccharide via dehydration. Maltose, malt sugar, is formed by joining two glucose molecules. Sucrose, table sugar, is formed by joining glucose and fructose and is the major transport form of sugars in plants. Copyright 2002 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings 7. Copyright 2002 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings While often drawn as a linear skeleton, in aqueous solutions monosaccharides form rings. 8. Copyright 2002 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings Starch is a polysaccharide of alpha glucose monomers. 9. Structural polysaccharides form strong building materials. Cellulose is a major component of the tough wall of plant cells. Cellulose is also a polymer of glucose monomers, but using beta rings. Copyright 2002 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings 10. LEMAK / LIPID Lemak merupakan salah satu makromolekul yang bukan merupakan polimer, lemak dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol Lemak sangat istimewa dr makromol lainnya krn bersifat hidrofobik Lemak di jaringan, disimpan dalam bentuk TGA 11. Asam lemak dibagi menjadi dua, asam lemak jenuh dan tak jenuh (memiliki ikatan rangkap) Tak jenuh = linoleat, linolenat, oleat, arachidonat, jenuh= stearat, palmitat 12. Phospolipid merupakan penyusun utama membran sel 13. Steroid merupakan turunan lemak yang merupakan penyusun utama hormon kelamin Kolesterol : suatu lemak 14. PROTEIN Protein merupakan polimer dari asam amino, dalam hal ini protein disebut polipeptida Protein merupakan makromolekul penyusun tubuh organisme, dan merupakan makromol penting pada makhluk hidup 15. Urutan spesifik asam amino dalam membentuk protein, sangat menentukan protein apa yang akan terbentuk Asam amino = molekul organik dg gugus karboksil dan amino H H O N C C H R OH 16. Asam amino dalam membentuk polipeptida dihubungkan oleh ikatan peptida antara gugus amino dan karboksil Perbedaan sifat dan ciri ranta sampingnya (gugus R), asam amino dibedakan menjadi 20 macam 17. Copyright 2002 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings One group of amino acids has hydrophobic R groups. Fig. 5.15a 18. Copyright 2002 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings Another group of amino acids has polar R groups, making them hydrophilic. Fig. 5.15b 19. The last group of amino acids includes those with functional groups that are charged (ionized) at cellular pH. Some R groups are bases, others are acids. Copyright 2002 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings Fig. 5.15c 20. Struktur Protein Protein memiliki empat stratifikasi struktur : 1.) Struktur primer: struktur primer merupakan susunan asam amino spesifik dari suatu protein, Contoh: glisin-fenilalanin-metionin-glisin dan seterusnya. 2.) Struktur sekunder: merupakan bentuk yang muncul akibat dari terbentuknya ikatan hidrogen antar asam amino yang menyusun rantai protein. Terdapat dua bentuk struktur skunder yaitu lembaran beta dan alfa heliks. 3.) Struktur tersier: merupakan struktur tiga dimensional dari keseluruhan protein. Bentuk tersier dapat bulat lonjong tak beraturan dan sebagainya, struktur ini terbentuk akibat adanya ikatan disulfida, garam, dan interaksi hidrofobik dari rantai samping asam amino yang menyusun protein tersebut. 4.) Struktur kuartener: merupakan struktur yang dibentuk dari gabungan beberapa polipeptida/protein. 21. Asam nukleat DNA = deoxyribonukleat acid RNA = ribonukleat acid Penyusun : fosfat, gula pentosa, dan basa nitrogen Gula pentosa= ribosa & deoksiribosa Basa N : Adenin, Guanin, Timin, Sitosin, Urasil Pembahasan Lebih lanjut pada BioMol 22. Pertemuan 2 PENGANTAR METABOLISME Konsep energi dan perangkat metabolisme 23. Seluruh proses kimiawi suatu organisme disebut metabolisme Merupakan interaksi spesifik antar molekul di dalam lingkungan sel Metabolisme secara umum dibagi menj dua : 1. Reaksi katabolik = menghasilkan energi, menguraikan molekul komplek menjadi sederhana 2. Reaksi anabolik = memerlukan energi, membentuk molekul komplek dari molekul sederhana Kajian utama metabolisme adalah perubahan energy disebut bioenergenetik 24. Sel dan Energi Sel mengikuti hukum-hukum Kimia & Fisika Hukum Termodinamika I Energi dapat ditransfer dan ditransformasi, akan tetapi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan Hukum Termodinamika II Setiap transfer/transformasi energi akan meningkatkan entropi jagat raya Entropi = Ketidakteraturan 25. ENERGI dalam Sel: IKATAN KIMIA = pemutusan ikatan kimia akan menghasilkan suatu energi Energi potensial Kimia Gradien konsentrasi Gradien potensial Energy potensial kimia, melalui mekanisme transport antara sel dan lingkungan ekstrasel, atau antar organel dengan sitoplasma akan menghasilkan suatu energi yang umumnya dalam bentuk ATP 26. Energi Bebas Banyak Energi Bebas Tidak Stabil Dpt Melakukan Kerja Perubahan spontan Sistem jadi lebih stabil Energi keluar -> digunakan ENERGI Energi Bebas Sedikit Sistem Stabil Tidak/Kurang dapat melakukan kerja 27. ATP (adenosin triphospat) Pembuatan ATP: Fosforilasi Transfer gugus fosfat dari ATP ke molekul lain: Fosforilasi substrat Fosforilasi oksidatif Pelepasan energi cukup banyak Gugus fosfat energy currency 28. Enzim Suatu zat bekerja sebagai katalis pada organisme hidup, mengatur kecepatan dimana reaksi kimia diproses dan enzim itu tidak berubah dalam pro-ses tersebut Proses biologis pada seluruh organisme hidup adalah reaksi kimia dan kebanyakan diatur oleh enzim, tanpa enzim banyak reaksi kimia ini tidak akan terjadi. Enzim mengkatalisa semua aspek metabolisme sel. 29. Ada 2 karakteristik penting enzim : 1. Enzim tidak berubah masuk ke dalam reaksi kimia dan bertindak hanya sebagai katalisa. 2. Enzim tidak mengubah keseimbangan yang konstan pada reaksi kimia tersebut, enzim ini hanya meningkatkan kecepatan dimana reaksi mendekati keseimbangan. 30. Sifat kimia enzim pada umumnya enzim adalah protein 1980-an asam nukleat tertentu yang mampu seba- gai katalitik. Enzim protein : molekul besar t.d. sebuah rantai asam amino atau lebih, disebut rantai polipeptida. Rangkaian asam amino menentukan karakteristik untuk spesifisitas enzim 31. Kofaktor, suatu komponen yang bukan protein enzim ada pada banyak enzim, dan komponen proteinnya disebut apoenzim. Apoenzim ini mempunyai aktifitas katalitik yang tidak lama. Suatu kofaktor yang membentuk ikatan dengan apoenzim dan tidak dapat dilepaskan tanpa denaturasi, diistilahkan sebuah grup prostetik; umumnya grup yang berisi suatu atom metal seperti copper atau iron (Fe). Suatu kofaktor yang mengelilingi apoenzim dan dapat dipisahkan dari apoenzim disebut coenzim 32. Bagian enzim tertentu disebut aktif site berikatan dengan substrat, tempat aktif tersebut sebuah lekuk atau kantong yang terbentuk oleh lipatan protein Sebuah molekul enzim yang khusus dapat me- ngubah 1.000 molekul substrat per detik, kece-cepatan reaksi enzimatik meningkat dan kon-sentrasi substrat naik, kecepatan yang ditentukan oleh kecepatan aktif site dapat mengubah substrat menjadi produk. 33. Klasifikasi Enzim The International Union of Biochemistry menetap sebuah sistem enzim dan diklasifikasikan : * 6 kelas besar * beberapa Sub kelas * Sub-sub kelas sehingga sebuah enzim ditetapkan menjadi angka empat digit, digit keempat mengidentifika- si sebuah enzim spesifik. contoh: alkohol : NAD Oksidoreduktase dilambangkan dengan angka 1.1.1.1 34. Suatu enzim akan berinteraksi hanya dengan satu zat atau kelompok zat yang disebut substrat, untuk mengkatalisa semacam reaksi tertentu. Karena spesifisitas ini, enzim sering diberi nama dengan menambahkan akhiran ase terhadap nama substrat (seperti pada urease, yang mengkatalisa gangguan urea) Namun tidak semua enzim diberi nama seperti itu, suatu sistem klasifikasi dikembangkan didasarkan pada jenis reaksi katalisa enzim: 35. 1. Oxidoreduktase, terkait dalam transfer elektron 2. Transferase, mentransfer suatu kelompok kimia dari suatu zat ke zat lainnya. 3. Hidrolase, memotong substrat dengan mengam- bil suatu molekul air (hidrolisis) 36. 4. Liase, membentuk ikatan ganda yang menam- bahkan/memindahkan suatu kelompok kimia 5. Isomerase, memindahkan satu kelompok dida- lam suatu molekul untuk membentuk isomer 6. Ligase atau Sintetase, menggandakan pemben- tukan berbagai ikatan kimia sampai pada gang- guan ikatan pirofosfat didalam trifosfat adeno- sin atau sebuah nukleotida yang sama. 37. Faktor yang mempengaruhi kerja Enzim Suhu pH Konsentrasi enzim Konsentrasi substrat Inhibitor 38. Regulasi metabolisme oleh Enzim 39. Pertemuan 3 SITOLOGI Struktur dan fungsi SEL 40. Robert Hooke : penemu Max Shulte : sel merupakan unit fungsional terkecil Schwan & Schleiden : sel merupakan unit struktural terkecil Rudolf Virchon : pencetus gaga

Search related