Teori Arsitektur 1

  • View
    25

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

resume materi kuliah

Text of Teori Arsitektur 1

MENGENAL TEORI ARSITEKTUR

1. Definisi Teori

Teori secara umum memiliki banyak arti. Beberapa pengertian dan fungsi teori antara lain merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan.Namun, secara umum, teori diartikan sebagai seperangkat ide, penjelasan atau prediksi secara ilmiah. Sebagian ahli menyatakan bahwa hakekatnya teori bukanlah pernyataan yang absolut benar melainkan kebenaran yang bermanfaat dalam kurun waktu tertentu.Oleh John Lang mendefinisikan teori dalam Alan Johnson,1994 mengajukan dua dasar berpijak bagi beberapa teori. Yang satu berkaitan dengan dunia sebagaimana adanya (disebut Positif Teori) sedangkan yang lain berkaitan dengan dunia sebagamana mestinya (disebut Normatif Teori).a. Teori PositifMerupakan pernyataan yang tegas yang melukiskan, menerangkan kenyataan dan mampu untuk memperluas prediksi terhadap kenyataan-kenyataan dimasa datang. Fungsi utama dari teori itu adalah membuka jalan bagi peneliti untuk memperoleh sesuatu yang bernilai besar dari beberapa pernyataan deskriptif suatu pernyataan tertentu.b. Teori NormatifTeori normatif berisi preskripsi-preskripsi (petunjuk-petunjuk) untuk bertindak melalui standar-standar (norma-norma), manifesto dan prinsip-prinsip perancangan dan filosofi-filosofi (Alan Johnson,1994)

2. Definisi Arsitektur Menurut Oxford: Arsitektur adalah seni dan praktik perancangan dan kontraksi bangunan Menurut Francis DK Ching (1994): Arsitektur dipikirkan dan diwujudkan sebagai tanggapan terhadap sekumpulan kondisi yang ada. Arsitektur sebagai seni. Arsitektur terbagi menjadi fungsi dan citra. Membuat karya arsitektur adalah proses pemecahan masalah atau proses perancangan Menurut Snyder (1997): Arsitektur berkepentingan dengan lingkungan buatan pada tiga skala, yaitu : lebih kecil dari bangunan, bangunan dan lebih besar dari bangunan. Arsitektur lebih memperhatikan wujud fisik dari perancangan. MenurutVitruvius: Bangunan yang baik harus memiliki tiga aspek yaitu keindahan/estetika (Venustas), kekuatan (Firmitas), dan kegunaan/fungsi (Utilitas). MenurutBrinckmann: Arsitektur merupakan kesatuan antara ruang dan bentuk. Arsitektur adalah penciptaan ruang dan bentuk. MenurutDjauhari Sumintardja: Arsitektur merupakan sesuatu yang dibangun manusia untuk kepentingan badannya (melindungi diri dari gangguan) dan kepentingan jiwanya (kenyamanan, ketenangan, dll). MenurutBenjamin Handler: Arsitek adalah seniman struktur yang menggunakan struktur secara estetis berdasarkan prinsip-prinsip struktur itu sendiri. MenurutBanhart CL. Dan Jess Stein:Arsitektur adalah seni dalam mendirikan bangunan termasuk didalamnya segi perencanaan, konstruksi, dan penyelesaian dekorasinya; sifat atau bentuk bangunan; proses membangun; bangunan dan kumpulan bangunan. MenurutVan Romondt: Arsitektur adalah ruang tempat hidup manusia dengan bahagia. Ruang berarti menunjuk pada semua ruang yang terjadi karena dibuat oleh manusia atau juga ruang yang terjadi karena proses alam seperti gua, naungan pohon dan lain-lain MenurutJB. Mangunwijaya (1992): Arsitektur sebagai vastuvidya (wastuwidya) yang berarti ilmu bangunan. Dalam pengertian wastu terhitung pula tata bumi, tata gedung, tata lalu lintas (dhara, harsya, yana) MenurutAmos Rappoport (1981 ): Arsitektur adalah ruang tempat hidup manusia, yang lebih dari sekedar fisik, tapi juga menyangkut pranata-pranata budaya dasar. Pranata ini meliputi: tata atur kehidupan sosial dan budaya masyarkat, yang diwadahi dan sekaligus memperngaruhi arsitektur MenurutFrancis DK Ching (1979): Arsitektur membentuk suatu tautan yang mempersatukan ruang, bentuk, teknik dan fungsi

3. Teori dalam Arsitektur Teori dan sejarah penting untuk menlaah dan memahami arsitektur membicarakan apakah arsitektur itu, apa yang harus dilakukan dan bagaimana merancangnya (Attoe dalam Snyder, 1997) Ruang merupakan unsur pokok dalam teori arsitektur. Memahami ruang mengetahui bagaiman melihatnya merupakan kunci untuk mengerti bangunan ( Bruno Zevi dalam Snyder, 1997) Arsitektur tergantung pada susunan penataan, keselarasan dalam pergerakan, simetri, kesesuaian dan ekonomi (Vitruvius) Tradisi penyusunan teori ditandai oleh empat alasan penting (Ven, 1991: XV) :a) Dengan ditandainya kemunduran peranan agamab) Adanya pengakuan masyarakat terhadap kedudukan arsitek secara independentc) Adanya perubahan sikap antara klien dan arsitek, sehingga terciptanya dialog kultural yang kuat (sikap klien tidak memaksakan kehendak) dand) Adanya revolusi industri

Teori dalam pendidikan arsitektur lebih difokuskan pada pengertian bahwa perancang adalah pencipta dan pada perolehan rumusan-rumusan dalam melakukan tindakan merancang. Selanjutnya ditegaskan bahwa teori adalah suatu perangkat aturan-aturan yang memandu arsitek dalam membuat keputusan tentang persoalan-persoalan yang muncul saat menterjemahkan suatu informasi kedalam disain bangunan. ( John Lang dalam Johnson, 1994)

ASPEK ARSITEKTUR

Unity/KesatuanUnity/kesatuan adalah keterpaduan yang berarti tersusunnya beberapa unsur menjadi satu kesatuan yang utuh dan serasi.Dalam hal ini seluruh unsur saling menunjang dan membentuk satu kesatuan yang lengkap, tidak berlebihan, dan tidak kurang. Cara membentuk kesatuan adalah dengan penerapan tema desain. Kesatuan dapat menciptakan pemandangan yang tenang dan menarik.

ProporsiMenurut Vitruvius proporsi berkaitan dengan keberadaan hubungan tertentu antara ukuran bagian terkecil dengan ukuran keselurahan. Proporsi merupakan hasil perhitungan bersifat rasional dan terjadi bila dua buah perbandingan adalah sama. Proporsi dalam arsitektur adalah hubungan antar bagian dari suatu desain dan hubungan antara bagian dengan keseluruhan. Proporsi berhubungan dengan skala dalam hubungan vertikal dan horizontal. Proporsi dapat memberikan kesan sesuai.

SkalaSkala adalah suatu system pengukuran (alat pengukur) yang menyenangkan,dapat dalam satuan cm, inchi atau apa saja dari unit-unit yang akan diukur. Dalam arsitekturyang dimaksud dengan skala adalah hubungan harmonis antara bangunan beserta komponen-komponennya dengan manusia. Skala-skala itu ada beberapa jenis yaitu: 1. Skala besar -> kesan megah2. Skala manusia3. Skala kecil -> kesan intim

KeseimbanganKeseimbangan/balance adalah suatu kualitas nyata dari setiap obyek dimana perhatian visuil dari dua bagian pada dua sisi dari pusat keseimbangan (pusat perhatian) adalah sama. Keseimbangan dapat meningkatkan keindahan, keteraturan dan kesatuan. Keseimbangan terbagi menjadi 3 jenis yaitu :1. Simetri : beraturan/sama, formal2. Asimetri : tak beraturan, non formal3. Keseimbangan radial : memiliki titik pusat

IramaIrama adalah elemen desain yang dapat menggugah emosi atau perasaan yang terdalam. Didalam seni visuil irama merupakan suatu obyek yang ditandai dengan sistim pengulangan secara teratur dan harmoni. Cara yang paling meyakinkan untuk mendapatkan irama adalah dengan memberi pola pada keadaan-keadaan tertentu. Pola yang dapat dikenal dan diingat dengan mudah. Irama dapat diciptakan melalui bentuk, gradasi warna dan tekstur.

Urut-Urutan/SequenceMenurut H.K Ishar (1992 : 110-121) urut-urutan adalah suatu peralihan atau perubahan pengalaman dalam pengamatan terhadap komposisi.urut-urutan yang baik peralihan atau perpindahan ini mengalir dengan baik, tanpa kejutan yang tak terduga, tanpa perubahan yang mendadak. Tujuan penerapan prinsip urut-urutan seperti dalam arsitektur adalah untuk membimbing pengunjung ketempat yang dituju dan sebagai persiapan menuju klimaks.

Tekanan/Point Of Interest/KlimaksTekanan adalah fokal point atau pusat perhatian dalam sebuah komposisi/bangunan, yaitu berupa area yang pertama kali ditangkap oleh pandangan mata dan merupakan suatu penyempurnaan keindahan dalam suatu desai ataupun karya. Tekanan ini sangat dominan, bagian-bagian atau kelompok lain dari komposisi atau bangunan berkaitan padanya. Tekanan dapat diciptakan melalui ukuran maupun jumlah.

UNSUR-UNSUR DALAM DESAIN1. TitikTitik merupakan unsur seni rupa yang paling dasar. Titik adalah sebuah bintik yang ada pada desain, baik itu banyak maupun sedikit tetap juga disebut dengan 'titik'. Titik merupakan ujung sebuah garis, persilangan antara garis dan titik pusat. Dengan Titik kita dapat menciptakan suatu ide untuk mewujudkan unsur yang baru seperti ; garis, bentuk, atau bidang.

2. GarisGaris adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya.Menurut jenisnya, garis dapat dibedakan menjadi garis lurus, lengkung, panjang, pendek, horizontal, vertikal, ekspresive, diagonal, berombak, putus-putus, patah-patah, spiral dan Iain-Iain. Kesan yang ditimbulkan dari setiap macam garis dapat berbeda-beda, misalnya garis lurus berkesan tegak dan keras, garis lengkung berkesan lembut dan lentur, garis patah-patah berkesan kaku, dan garis spiral berkesan lentur, garis vertikal berkesan diam dan tenang, garis horizontal berkesan stabil dan garis ekspresive berkesan kokoh.

a. Garis dapat juga memberikan kesan watak tertentu sehingga dapat digunakan sebagai perlambangan, seperti : Garis tegak melambangkan keagungan, kestabilan; Garis miring mengingatkan pada kegoncangan, tidak stabil, gerak; Garis tegas, kuat, terpatah-patah mengesankan kekuatan; Garis halus, melengkung-lengkung berirama mengesankan kelembutan, kewanitaan.

b. Sedangkan menurut wujudnya garis dapat dibedakan menjadi : Garis nyata, merupakan garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan lengkung. Garis semu, merupakan garis yang muncul karena adanya kesan balans pada bidang, warna atau ruang

Macam-Macam Garis

3. BidangBidang merupakan salah satu unsur yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Pengembangan garis yang membatasi suatu bentuk sehingga membentuk bidang yang melingkupi dari beberapa sisi. Bidang mempunyai sisi panjang dan lebar, serta memiliki uk