of 12 /12
Arsitektur dan Desain Riset Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan Elektronik Jurnal Arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun. www.ojs.unud.ac.id Suarya, IM; Djaja Baruna AAG; Mudra, IK; Syamsul, AP; Yuda Manik, IW; Swanendri, NM; Rumawan Salain, IP; Sueca, NP; Suartika, GAM; Susanta, IN; Suryada, IGAB; Widja, IM; Kastawan, IW; Suryada, IGAB; Karel Muktiwibowo, A. Volume (3) Nomor (2) Edisi Juli 2015 ISSN: 9 772338 505007 JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA

5 Arsitektur dan Desain Riset 1 Studi Perkotaan dan ......arsitektur, metoda desain dan teori, arsitektur perilaku, desain dan pemrograman arsitektur, pedagogi arsitektur, evaluasi

  • Author
    others

  • View
    17

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of 5 Arsitektur dan Desain Riset 1 Studi Perkotaan dan ......arsitektur, metoda desain dan teori,...

  • Arsitektur dan Desain Riset Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan

    Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan Elektronik Jurnal Arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas

    Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun. www.ojs.unud.ac.id

    Suarya, IM; Djaja Baruna AAG; Mudra, IK; Syamsul, AP; Yuda Manik, IW; Swanendri, NM; Rumawan Salain, IP; Sueca, NP; Suartika, GAM; Susanta, IN; Suryada, IGAB;

    Widja, IM; Kastawan, IW; Suryada, IGAB; Karel Muktiwibowo, A.

    Vo

    lum

    e (

    3)

    No

    mo

    r (2

    ) Ed

    isi J

    uli

    20

    15

    ISSN: 9 772338 505007

    JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA

    http://www.ojs.unud.ac.id/

  • eJurnal Arsitektur Universitas Udayana Volume (3) Nomor (2) Edisi Juli 2015 i

    e-Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana

    e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD adalah kumpulan artikel terbitan berkala yang merupakan hasil studi

    menyeluruh dan inter disiplin di bidang arsitektur, perencanaan, dan lingkungan terbangun. Tujuan JA

    UNUD adalah untuk menghubungkan teori dan praktik nyata dunia kerja dalam bidang arsitektur dan

    desain riset, serta perencanaan kota dan studi lingkungan binaan.

    Kontributor artikel JA UNUD utamanya berasal dari para civitas akademika arsitektur, namun tetap terbuka

    peluang bagi pelaku dan pemerhati bidang arsitektur, seperti: arsitek bangunan, desainer interior,

    perencana kota, dan arsitek lansekap yang bekerja di institusi akademik, lembaga riset, institusi

    pemerintahan, universitas, maupun praktik swasta untuk turut berkontribusi.

    JA UNUD mempublikasikan studi riset, kritik dan evaluasi objek arsitektur berskala mikro maupun makro,

    dll. Sub bidang yang dapat menjadi topik artikel di JA UNUD terbagi atas 3 (tiga) bagian:

    1. Arsitektural dan Desain Riset:

    Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: teknologi dan desain berkelanjutan, komputer

    arsitektur, metoda desain dan teori, arsitektur perilaku, desain dan pemrograman arsitektur,

    pedagogi arsitektur, evaluasi pasca huni, aspek budaya dan sosial dalam desain, dll. Artikel biasanya

    merupakan hasil studi/skripsi/tugas akhir mahasiswa arsitektur.

    2. Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan:

    Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: konservasi perkotaan berkelanjutan, implikasi

    faktor administratif dan politik terhadap suatu komunitas dan ruang, kota dan daerah perkotaan,

    perencanaan lingkungan, kebijakan dan desain perumahan, kota baru, aplikasi GIS dalam arsitektur,

    dll.

    3. Kritik Perencanaan Arsitektur dan Arsitektur Binaan:

    Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: hasil diskusi mengenai proyek arsitektur yang

    sedang direncanakan, dalam tahap konstruksi, dan setelah dihuni. Artikel biasanya merupakan hasil

    pengamatan terhadap studi kasus.

    JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA Kampus Bukit Jimbaran-Bali, Indonesia +62 361 703384 [email protected] @ www.ojs.unud.ac.id; www.ar.unud.ac.id

    mailto:[email protected]://www.ojs.unud.ac.id/http://www.ar.unud.ac.id/

  • ii eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ISSN No. 9 772338 505007

    Pengurus e-Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana

    Penanggung Jawab

    I Made Suarya

    Pengarah

    A.A. Gde Djaja Baruna

    I Ketut Mudra

    Ketua

    Syamsul Alam Paturusi

    Sekretaris

    I Wayan Yuda Manik

    Bendahara

    Ni Made Swanendri

    Penyunting dan Reviewer

    Putu Rumawan Salain

    Ngakan Putu Sueca

    Gusti Ayu Made Suartika

    I Nyoman Susanta

    I Gusti Agung Bagus Suryada

    Tim Validasi

    I Ketut Mudra

    I Made Widja

    Syamsul Alam Paturusi

    I Wayan Kastawan

    I Gusti Agung Bagus Suryada

    Tim Penerbit

    I Made Widja

    Ngakan Putu Sueca

    I Wayan Kastawan

    I Gusti Agung Bagus Suryada

    Desainer Cover

    Antonius Karel Muktiwibowo

    Arsitektur dan Desain Riset Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan ejurnal nasional arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun.

    Volume (3) Nomor (2) Edisi Juli 2015 ISSN No. 9 772338 505007

    Hak Cipta 2015 Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana Seluruh kontributor artikel telah mengijinkan Jurnal Arsitektur UNUD untuk mereproduksi, mendistribusikan, dan mempublikasikan substansi jurnal dalam format elektronik pada website OJS Universitas Udayana www.ojs.unud.ac.id Pandangan, pendapat, dan hasil penelitian merupakan tanggung jawab kontributor. Gambar dan diagram disediakan oleh kontributor.

    http://www.ojs.unud.ac.id/

  • eJurnal Arsitektur Universitas Udayana Volume (3) Nomor (2) Edisi Juli 2015 iii

    Penuntun Penulisan dan Pengiriman Naskah e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD

    Tata tulis naskah:

    1. Kategori naskah ilmiah merupakan hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah

    populer (aplikasi, ulasan, opini), diskusi, skripsi, dan stugas akhir.

    2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (abstrak) diketik pada kertas ukuran A-4,

    spasi tunggal, dengan batas atas 1,55 cm; bagian dalam 2,5 cm; bagian luar 1,5 cm; dan bawah 2,45

    cm. Font yang digunakan adalah Arial 11pt.

    3. Batas panjang naskah/artikel adalah 4 atau 6 halaman.

    4. Judul harus singkat, jelas tidak lebih dari 10 kata, cetak tebal, huruf kapital, di tengah-tengah kertas.

    Untuk diskusi, judul mengacu pada naskah yang dibahas (nama penulis naskah yang dibahas ditulis

    sebagai referensi).

    5. Nama penulis/pembahas ditulis lengkap tanpa gelar, di bawah judul, disertai institusi asal penulis dan

    alamat email di bawah institusi.

    6. Harus ada kata kunci (keyword) dari naskah yang bersangkutan minimal 2 kata kunci. Daftar kata kunci

    (keyword) diletakkan setelah abstrak

    7. Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris maksimum 200 kata, dicetak miring, font Arial 10pt,

    spasi tunggal. Judul bab ditulis di tengah-tengah ketikan, cetak tebal huruf kapital

    8. Gambar, grafik, tabel dan foto harus disajikan dengan jelas.

    9. Definisi notasi dan satuan yang dipakai dalam rumus disatukan dalam daftar notasi. Daftar notasi

    diletakkan sebelum daftar pustaka

    10. Kepustakaan diketik 1 spasi. Jarak antar judul 2 spasi dan diurutkan menurut abjad. Penulisannya

    harus jelas dan lengkap sesuai dengan: nama pengarang, tahun, judul, kota: penerbit. Judul dicetak

    miring.

    Keterangan umum:

    1. Naskah yang dikirim sebanyak satu eksemplar dan menyerahkan soft copy dalam program pengolahan

    kata MS Word atau format teks/ASCII.

    2. Naskah belum pernah dipublikasikan oleh media cetak lain.

    3. Redaksi berhak menolak atau mengedit naskah yang diterima. Naskah yang tidak memenuhi kriteria

    yang ditetapkan akan dikembalikan. Naskah diskusi yang ditolak akan diteruskan kepada penulis

    naskah untuk ditanggapi.

  • iv eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ISSN No. 9 772338 505007

    Editorial

    Ketika Dirjen Diki melansir suratnya No. 152/E/T/2012 yang berisikan Wajib Publikasi Ilmiah Bagi S1/S2/S3,

    ide dasarnya dasarnya adalah untuk mendongkrak jumlah karya ilmiah perguruan tinggi yang dipublikasikan

    secara luas dianggap sangat rendah. Kebijakan ini langsung mengguncang jagad perguruan tinggi di

    Indonesia. Media yang digunakan untuk mewujudkan kebijakan tersebut adalah jurnal cetak dan e-jurnal.

    Sosialisasi e-jurnal di Universitas Udayana telah dilakukan, namun dalam implementasinya bukan hal yang

    mudah. Untuk mewujudkannya melibatkan banyak pihak, organisasi mulai dari jurusan hingga Universitas,

    menempatkan orang-orang yang berkompeten (reviewer dan validator) dan badan pelaksanaannya. Selain

    itu, dukungan kebijakan, sumber daya dan pengalokasiannya. Belum lagi mekanisme pemantauan, evaluasi,

    dan pengawasan pelaksanaannya. Ditengah kompleksitas permasalahan ini, lahirlah jurnal volume 3 nomor

    2 dengan segala keterbatasannya. Sisi kualitas sebagai karya ilmiah, berkejaran dengan batas waktu yang

    sangat terbatas mewarnai volume ketiga ini. Ini menjadi masalah tersendiri, menransformasi Tugas Akhir

    arsitektur yang didominasi gambar perancangan menjadi laporan dalam format jurnal ilmiah, bukan hal

    mudah. Namun ini adalah pilihan satu-satunya dalam keadaan keterbatasan waktu.

    Diharapkan pada edisi mendatang, penyumbang artikel bukan hanya dari mahasiswa yang sedang tugas

    akhir, tetapi seluruh mahasiswa arsitektur tanpa memandang semester. Sehingga diharapkan diperoleh

    keberagaman naskah yang masuk sekaligus terdistribusinya jumlah artikel di setiap penerbitan. Dalam

    kesempatan yang baik ini, dari dapur pelaksana e-jurnal Asitektur, mengucapkan terima kasih kepada

    berbagai pihak yang telah membantu terwujudnya jurnal volume 3 nomor 2 ini.

    Redaktur

  • eJurnal Arsitektur Universitas Udayana Volume (3) Nomor (2) Edisi Juli 2015 v

    Daftar Isi

    Halaman

    eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ........................................................................................................ ii

    Pengurus eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ...................................................................................... ii

    Penuntun Penulisan dan Pengiriman Naskah e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD ......................................... iii

    Editorial ............................................................................................................................................................ iv

    Daftar Isi ............................................................................................................................................................ v

    1. Pengembangan Fasilitas Lapangan Sepak Bola Persi Putra Jimbaran, Bali (Putu Agus Darmawan, I Gusti Bagus Budjana, I Putu Sugiantara) ......................................................................... 1-4

    2. Penerapan Konsep “High-Tech” Dalam Bentuk Sayap Terhadap Perancangan Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai, Bali (Made Agus Dwipayana, I Wayan Yuda Manik, I Nengah Lanus) ............................................................................ 5-8

    3. Sekolah Tinggi Ilmu Komputer dan Informasi di Gianyar, Bali (Made Yostiadi, A.A. Gde Dharma Yadnya, I Ketut Muliawan Salain) ................................................................... 9-14

    4. Galeri Seni Lukis Kontemporer di Gianyar, Bali (I Kadek Priyana, Ciptadi Trimarianto, Widiastuti) ................................................................................................ 15-18

    5. Pusat Kebugaran “Luxury Club” di Denpasar, Bali (Putu Dony Priasta Bratha, I Made Adhika) ......................................................................................................... 19-24

    6. Night Club di Denpasar, Bali (I Putu Cok Ngurah Anggar Giri Putra, I Gusti Budjana, Evert Edward Moniaga) ................................................ 25-30

    7. Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Pandawa Sebagai Obyek Pantai di Kabupaten Badung (I Kadek Oka S, I Wayan Gomudha, Gusti Ayu Made Suartika) .......................................................................... 31-36

    8. Restoran Perancis di Kabupaten Badung, Bali (Grandi Amedio Adrianza, Anak Agung Gde Dharma Yadnya, I Wayan Yuda Manik) ......................................... 37-40

    9. Redesain Pasar Desa Adat Mengwi Kabupaten Badung, Bali (Nyoman Sri Sukasani, A. A. Gde Dharma Yadnya, Ni Made Swanendri) .......................................................... 41-46

    10. Galeri Kerajinan Tangan Bali di Gianyar, Bali (I Kadek Bayu Septyantara, I Nengah Lanus, Ni Made Swanendri) .................................................................... 47-50

    11. Pengembangan Desa Bongkasa Pertiwi di Bali sebagai Desa Wisata (I Gusti Ngurah Rai Prayoga Putra, Ngakan Putu Sueca, Ida Bagus Sarjana) .................................................... 51-56

    12. Apartemen Ekspatriat di Badung, Bali (I Made Adi Yoga Suwandi, I Nyoman Susanta, I Wayan Gomudha) .................................................................. 57-60

    13. Pusat Motor Kustom dan Motor Klasik di Denpasar (I Ketut Mariana, I Ketut Mudra dan Evert Edward Moniaga) ............................................................................... 61-64

    14. Perumahan untuk Tenaga Kerja Asing di Kawasan Pariwisata Ubud, Bali (I Komang Adi Bratha Nadha, I Wayan Kastawan, Syamsul Alam Paturusi) ....................................................... 65-68

    15. Rekreasi Alam di Kawasan Wisata Jatiluwih di Tabanan (I Putu Dian Suratha, I Gusti Agung Bagus Suryada, dan I Made Adhika) ........................................................... 69-74

    16. Pusdiklat Kempo Bali di Gianyar (Agung Angga Wira Raditya, I Made Adhika, I Nyoman Widya Paramadhyaksa) ............................................... 75-78

    17. Pengembangan Taman Kotadi Lumintang Denpasar (I Nyoman Gde Aditya Friantara, Putu Rumawan Salain, Ida Bagus Primayatna) ............................................... 79-84

    18. Fasilitas Olahraga Renang di Denpasar (I Putu Windi Adnyana, Syamsul Alam Paturusi, I Putu Sugiantara) ................................................................... 85-90

  • vi eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ISSN No. 9 772338 505007

    19. Pusat Komputer di Gianyar (Kadek Edi Saputra, I Made Widja, dan Widiastuti) .............................................................................................91-94

    20. Pengembangan Pasar Tradisional Semarapura di Kabupaten Klungkung (Anindya Sharira, Ida Bagus Sarjana, Widiastuti) ................................................................................................95-98

    21. Penataan Kawasan Pura Dalem Sakenan Depasar, Bali (Ni Made Adwi Juliantini, Ngakan Putu Sueca, Ida Ayu Armeli) ........................................................................99-104

    22. Lembaga Permasyarakatan Anak di Kabupaten Bangli (I Putu Agus Suryawan, I. B. N. Bupala, I Wayan Yuda Manik) ....................................................................... 105-110

    23. Bali Sea Aquarium di Pulau Serangan (Michael Kusuma, I Nyoman Sudiarta, I Gusti Bagus Suryada) ....................................................................... 111-114

    24. Pusat GYM dan Yoga di Denpasar (I Gede Dhyiyo Bhargah, I Made Adhika, I Gst A. Bagus Suryada) ................................................................ 115-120

    25. Pengembangan Kawasan Wisata Air Waduk Muara Nusa Dua di Denpasar (Ni Luh Gede Dian Rahmayanti, I Made Adhika, I Ketut Mudra) ..................................................................... 121-126

    26. Galeri Seni Kerajinan Klungkung di Klungkung, Bali (Ni Nyoman Thiana Kusuma Wardhani Toestha, Ida Bagus Gde Primayatna, I Wayana Wiryawan) .............. 127-130

    27. Pengembangan Pasar Tradisional Negara di Kabupaten Jembrana (I Komang Yogi Tri Susandy, A. A. Gde Dharma Yadnya, A. A. Ayu Oka Saraswati) ..................................... 131-136

    28. Taman Remaja di Denpasar, Bali (Savira Septi Anggraini, Nyoman Surata, I Wayan Wiryawan) ........................................................................ 137-142

    29. Sekolah Khusus bagi Anak Penyandang Tunagrahita di Gianyar (I Made Gde Pasek Witha Darma, Putu Rumawan Salain, A. A. Gde Djaja Bharuna S) ................................. 143-148

    30. Restoran Kuliner Indonesia di Denpasar (Pande Putu Dwi Novigga Artha, Nengah Keddy Setiada, A.A. Ayu Oka Saraswati) ...................................... 149-152

    31. Redesain Gelanggang Olahraga Debes Tabanan Bertipe B (Gede Yoga Suryawan, A. A. Gde Dharma Yadnya, I Nengah Lanus) ........................................................... 153-158

    32. Perubahan Tata-Letak Parhyangan dalam Area Umah di Jalan Wanara Wana, Ubud (I Putu Andika Saputra, Putu Rumawan Salain, A. A. Ayu Oka Saraswati) ..................................................... 159-164

    33. Pusat Pelatihan Taekwondo di Denpasar (Lidya Indriani Anggita Prameswari, I Wayan Meganada, I. B. Gde Wirawibawa ............................................ 165-168

    34. Pasar Barang Bekas di Denpasar (Sinta Lukitasari, A. A. Gde Dharma Yadnya, A. A. Gde Djaja Bharuna S) ..................................................... 169-172

    35. Penataan Daya Tarik Wisata Taman Mumbul di Sangeh, Badung (Made Ratna Witari, Ida Bagus Ngurah Bupala, I Nyoman Widya Paramadhyaksa) ...................................... 173-176

    36. Gedung Kebugaran di Kuta, Bali (I Gede Agus Waisna Putra, I Made Wijaya) ................................................................................................... 177-182

    37. Pusat Pengembangan Kain Endek di Badung, Bali (Putu Rista Yuliantini Dewi, Nengah Keddy Setiada, Ida Bagus Gde Wirawibawa) ........................................ 183-186

    38. Pendidikan Seni dan Bahasa Mandarin di Denpasar (Ni Made Dwi Susiyanti, Syamsul Alam Paturusi dan I Nyoman Susanta) ...................................................... 187-192

    39. Fasilitas Pembakaran Jenazah Hindu di Denpasar, Bali (I Made Dipayana Ardikusuma, I Made Dwija, A.A. Gde Djaja Bharuna S) ..................................................... 193-196

    40. Gedung Parkir dan Penataan Halaman Depan Kampus Sudirman (Made Nurjaya Subawa, I Nengah Lanus, I Ketut Muliawan Salain) ............................................................... 197-200

    41. Tema Fasilitas Olahraga Renang Bertaraf Internasional di Bali (Ida Bagus Made Widyatama Mandira, I Made Suarya) .................................................................................. 201-206

    42. Pusat Pendidikan Musik Modern Dengan Pendekatan Ekologi Arsitektur di Denpasar, Bali (David Inet Novana, Nengah Keddy Setiada, I Wayan Wiryawan) .................................................................. 207-210

    43. Cottage di Kawasan Wisata Pantai Nyanyi Tanah Lot Tabanan, Bali (Komang Sariasih, I Ketut Muliawan Salain, dan I Wayan Yuda Manik) ......................................................... 211-216

  • eJurnal Arsitektur Universitas Udayana Volume (3) Nomor (2) Edisi Juli 2015 vii

    44. Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha di Singaraja (Luh Diantari, Putu Rumawan Salain, Ida Bagus Gde Wirawibawa) ............................................................... 217-220

    45. Pasraman Kepemangkuan di Gianyar (I Made Sudiasa, Ngakan Putu Sueca, Ida Bagus Sarjana) ............................................................................ 221-224

    46. Villa Bernuansa Bali di Tabanan (Ni Putu Helsi Pratiwininsih, A. A. Gde Djaja Bharuna, I Ketut Mudra) ........................................................... 225-230

    47. Skin House Beauty Centre di Badung, Bali (Sayu Putu Peny Purnama Wati, I Ketut Muliawan Salain, I Ketut Mudra) ...................................................... 231-236

    48. Rumah Sakit Tipe D di Kecamatan Seririt, Buleleng (Putu Pradnya Lestari Ratmayanti, I Nengah Lanus, I Ketut Mudra) .............................................................. 237-240

    49. Panti Jompo Untuk Lansia Miskin dan Terlantar di Denpasar (Made Kerta, Nengah Keddy Setiada, I Wayan Wiryawan) ............................................................................. 241-246

    50. Cahapel and Wedding Hall di Badung (Kellin Baquita L. O. Soares, Ciptadi Trimarianto) ........................................................................................... 247-250

    51. Rasunami Bagi Karyawan di Denpasar (Kadek Yusron Mulya Prasetya, Nyoman Surata) ........................................................................................... 251-254

  • I Made Sudiasa (1104205118)1), Ngakan Putu Sueca2), Ida Bagus Sarjana3)–Pasraman Kepemangkuan di Gianyar 221

    PENDAHULUAN

    Pemangku merupakan seorang rokhaniawan Hindu yang bertugas sebagai pemimpin upacara keagamaan dan melayani umat. Perkembangan jumlah umat Hindu saat ini, perlu diikuti dengan peningkatan prasarana penunjang baik dalam tingkat pemahaman, pendidikan, pembinaan dan kegiatan keagamaan, dalam hal ini ada beberapa usaha yang wajib dilakukan yaitu dengan meningkatkan kwalitas swadarmaning pemangku, baik secara perorangan maupun secara kelembagaan seperti melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi calon pemangku dan pemangku secara berkala, agar wawasan calon pemangku dan pemangku menjadi lebih baik serta dapat melayani umat Hindu dengan mantap dalam berbagai kondisi. Dengan diadakannya pasraman kepemangkuan di Gianyar dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat umum, calon pemangku dan pemangku yang ingin belajar tentang agem-agem kepemangkuan dan berbagai aspek kepemangkuan.

    TUJUAN

    Untuk menciptakan wadah fisik pasraman kepemangkuan di Gianyar yang mampu memenuhi tuntuan pemakai dan menerapkan tema green architecture sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi civitas dan bangunan yang berkelanjutan, tidak merusak lingkungan, ramah lingkungan, minim menimbulkan dam-pak negatif, hemat penggunaan energi atau sumber daya alam tetapi menyesuaikan dengan lingkungan sehingga terjadi hubungan timbal balik dengan lingkungan.

    PASRAMAN KEPEMANGKUAN DI GIANYAR

    I Made Sudiasa1), Ngakan Putu Sueca2), dan Ida Bagus Sarjana3)

    1)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

    [email protected] 2)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

    [email protected] 3)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

    ABSTRACT

    Pasraman Kepemangkuan in Gianyar is a place to accomodate people to learn how to be pemangku and the

    requirement to be a pemangku. By following this course, a person were given informal education about religious and

    spiritual so the student know the right rules to lead the Hindus people after finished this course. This Pasraman

    Kepemangkuan in Gianyar using green architecture as a theme. This theme refers to Hinduism philosophy known as Tri

    Hita Karana, environment and local climate that applied to physic and non-physical architectural form. Generally, this

    pasraman kepemangkuan aply concept which combining the building characteristic and requirement with green

    architecture.

    Keywords: pasraman, kepemangkuan , green architecture

    ABSTRAK

    Pasraman kepemangkuan di Gianyar merupakan suatu wadah pendidikan bagi masyarakat umum, calon

    pemangku dan pemangku agar dapat mengetahui tata cara kepemangkuan dan berbagai aspek seperti

    ajaran Hindu, upakara, sasana dan agem-agem kepemangkuan sehingga mampu membimbing, membina

    serta sebagai panutan kepada umat Hindu. Melalui pasraman kepemangkuan ini seorang calon pemangku

    dan pemangku diberikan pendidikan non formal di bidang religi dan spritual agar memiliki pemahaman

    ajaran Hindu yang benar. Pasraman kepemangkuan di Gianyar ini menggunakan tema green architecture.

    Tema ini mengacu pada filosofi agama Hindu yaitu Tri Hita Karana, lingkungan, dan iklim setempat

    diungkapkan dalam bentuk fisik arsitektural, tidak hanya elemen fisik diterapkan ke dalam bentuk, tetapi juga

    elemen non fisik. Secara umum, pasraman kepemangkuan di Gianyar ini menerapkan konsep yang

    disesuaikan dengan karakteristik kepemangkuan dan menerapkan tema green architecture pada bangunan

    Kata Kunci: pasraman, kepemangkuan, green architecture

    mailto:[email protected]:[email protected]

  • 222 e-Jurnal Arsitektur Universitas Udayana–Volume (3) Nomor (2) Edisi Juli 2015–ISSN No. 9 772338 505007

    Penerapan Tema Green Architecture

    Green Architecture atau arsitektur hijau merupakan arsitektur yang ramah lingkungan, minim menimbulkan dampak negatif, hemat menggunakan sumber energi atau sumber daya alam, mengurangi penggunaan bahan sintetis atau buatan pabrik, arsitektur berkelanjutan serta mampu meningkatkan kualitas hidup manusia. Penerapan pada pasraman kepemangkuan di Gianyar dari pengolahan tapak yang meminimalkan perubahan fisik tapak seperti cut and fill, penggunaan energi terbarukan seperti bahan bakar nabati, panas dan sinar matahari, sumber energi air, angin dan lainnya dimaksimalkan. Penggunaan material terbarukan seperti kayu, bambu, dahan, daun, dan meminimalkan penggunaan maerial sintetis atau buatan. Pemanfaatan sumber mata air yang ada dan konsumsi air yang rendah dalam bangunan. Memasang instalasi pengolah limbah agar limbah cair dan padat dapat diproses dan dimanfaatkan kembali. Kualitas udara terkait komposisi gas-gas pembentuk udara seperti oksigen, karbondioksida dan uap air.

    SPESIFIKASI KHUSUS

    Fungsi

    Fungsi-fungsi yang ada pada pasraman kepemangkuan di Gianyar, yaitu 1) fungsi pendidikan; 2) fungsi sosial yaitu fungsi budaya; 3) fungsi religius dan; 4) fungsi pemondokan, fungsi-fungsi tersebut dijabarkan sebagai berikut. Fungsi pendidikan, merupakan fungsi utama yaitu terdapat kegiatan belajar mengajar antara peserta didik dengan pengajarnya. Sebagai tempat mencari informasi tentang kepemangkuan, maka diperlukan ruang kelas untuk belajar mengajar, wantilan untuk dharma wacana, bale bengong untuk berdiskusi. Fungsi sosial, meliputi interaksi antara umat yang konsultasi spritual. Maka dibutuhkan ruang untuk interaksi antara pemangku dengan umat. Fungsi budaya, meliputi penerapan budaya Bali yang kental dengan menajarkan upakara dan pendidikan budaya Bali dengan cara dharma wacana. Fungsi religius meliputi proses sembahyang yang dilakukan calon pemangku dan pemangku. Proses ini dilakukan pada Padmasana untuk proses sembahyang oleh peserta didik dan pendidik. Fungsi pemondokan, dalam fungsi ini peserta didik melakukan proses pendidikan pada pasraman kepemangkuan maka peserta didik membutuhkan tempat istirahat seperti mess.

    Tujuan

    Tujuan dari pasraman kepemangkuan di Gianyar, yaitu : 1) untuk mendidik pemangku agar dapat menjalankan fungsinya sebagai pelayan umat; dan 2) menghasilkan dan mempersiapkan pemangku yang berswalitas secara fisik dan mental untuk melayani umat karena sebagai jembatan untuk melaksanakan upacara dan sebagai panutan, pembimbing umat.

    KONSEP PERANCANGAN

    Konsep Entrance

    Konsep entrance yang mengundang dengan tetap mengunggulkan bahan alam dan bentuk tadisional Bali. Entrance dibuat satu jalur sirkulasi yang sama antara main entrance dan side entrance, mengingat kegiatan dan civitas tidak terlalu banyak. Konsep bentuk entrance dibuat cangkem kodok yaitu menjorok ke dalam, supaya entrance memberikan kesan mengundang. Dengan pembatas tembok batu yang dihiasi tanaman alang-alang dan pohon sehingga bisa memberikan kesan alam. Bentuk entrance mengambil bentuk candi bentar dengan konsep tradisional Bali karena unsur agama yang sangat kuat.

    Gambar 1. Konsep Entrance

  • I Made Sudiasa (1104205118)1), Ngakan Putu Sueca2), Ida Bagus Sarjana3)–Pasraman Kepemangkuan di Gianyar 223

    Sumber: Sudiasa, 2015:127

    Konsep Zoning

    Pembagian zoning dibagi menjadi 4 yaitu; 1) kelompok kegiatan publik 2) kelompok kegiatan pendidikan 3)

    kelompok kegiatan suci dan 4) kelompok asrama. Berikut merupakan pembagian zoning pada site

    berdasarkan fungsi-fungsi yang telah dirumuskan:

    Gambar2. Konsep Zoning pada tapak

    Sumber: Sudiasa, 2014:124

    Konsep Pola dan Komposisi Massa

    Pola massa yang dipakai adalah pola cluster. Bentuk cluster dapat menciptakan ruang yang dinamis dan selaras dengan lingkungan. Penggunaan bentuk cluster dituntut adanya suatu open space sebagai wadah sosialisasi para civitas, open space ini juga menjadi orientasi massa bangunan. Dengan massa bangunan yang menyebar dan cluster sesuai dengan konsep natah dan dapat mewadahi fungsi dengan baik, sehingga akan terlihat lebih indah dan menyatu dengan lingkungan, serta bangunan akan terkesan harmonis dengan

    alam.

    Gambar3. Konsep Pola dan Komposisi Massa

    Sumber: Sudiasa, 2014:131

    Konsep Tampilan Bangunan

    Tampilan bangunan dirancang berdasarkan tema yaitu green architecture dan konsep arsitektur tradisional Bali karena pada pasraman ini unsur keagamaan yang sangat kuat. Konsep tri angga yang diterapkan pada

  • 224 e-Jurnal Arsitektur Universitas Udayana–Volume (3) Nomor (2) Edisi Juli 2015–ISSN No. 9 772338 505007

    bangunan yaitu dibagi 3. Bagian kepala yaitu atap, badan yaitu dinding, kaki yaitu pondasi atau lantai. Penggunaan bahan bangunan pada bangunan menggunakan bahan bangunan yang mudah didapat, bahan alami, serta ramah dan sesuai dengan bangunan lingkungan sekitar. Penampilan luar bangunan terkesan sederhana, jujur, alami dan berkarakter Hindu, tetap dengan memperhitungkan arsitektur hijau. Diwujudkan dengan permainan garis yang alami seperti penggunaan garis-garis horisontal untuk mewujudkan bangunan yang ramah dan bersahabat dengan bangunan sekitar, serta dengan penggunaan bidang natural yang didapat dari penggunaan bahan alami seperti batu alam. Penerapan arsitektur hijau dalam bangunan juga diterapkan dengan banyaknya bukaan pada bangunan sehingga bisa memanfaatkan energi

    Gambar4. Tampilan bangunan Sumber: Sudiasa, 2014:154

    Gambar5. Tampilan bangunan Sumber: Sudiasa, 2014:lampiran

    SIMPULAN DAN SARAN

    Pasraman kepemangkuan di Gianyar adalah sebuah fungsi pendidikan yang berlokasi di Gianyar. Mengaplikasikan tema Green Architecture yang mengangkat konsep desain ekologi dengan tetap mempertimbangkan unsur budaya setempat dan iklim setempat dalam perancangan desain. Penerapan tema Green Architecture pada bangunan yaitu dari penggunaan bahan bangunan lokal yang ada disekitar tapak seperti bahan atap, batu bata, batu alam dan penggunaan kayu. Bentuk bangunan juga menerapkan tema green architecture yaitu dari banyaknya bukaan untuk pemanfaatan pencahayaan alami dan pengha-waan alami. Untuk penggunaan listrik, penerapan green architecture yaitu pada pemanfaatan energi alami dengan penggunaan PLTS Hybrid yang mengkolaborasikan penggunaan sinar matahari dan turbin angin dengan penggerak kecepatan angin yang ada pada tapak.

    REFERENSI

    Karyono, T.H. 2010. Green Architecture. Jakarta: Rajawali Pers

    Pudja,G. dan Sudharta, T.J. 1995. Manawa Dharmasastra (Manu Dharmasastra). Jakarta: Hanuman Sakti

    Punyatmadja. I.B.O. 1976. Cilakrama. Denpasar: Parisada Hindu Dharma Pusat.

    Subagiasta, I .K. 2006. Tatwa Hindu (Bagi Pinandita Dan Pemangku). Surabaya: Paramita.

    Suhardana, K.M. 2006. Dasar-Dasar Kepemangkuan. Surabaya: Paramita.

    Sudiasa,I.M. 2015. Pasraman Kepemangkuan di Gianyar. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas

    Udayana.

    Cover Vol 3_2 2015.pdfDaftar Isi 2015.pdfSUDIASA .pdf