Pendahuluan - lrio.files. nbsp; Web view8. Bahan Ajar : Teori Arsitektur Postmodern . Bahan Ajar : Teori Arsitektur Postmodern

  • View
    213

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Pendahuluan - lrio.files. nbsp; Web view8. Bahan Ajar : Teori Arsitektur Postmodern . Bahan Ajar :...

Pendahuluan

8

Bahan Ajar : Teori Arsitektur Postmodern

Pembahasan.1

MENGENAL TEORI ARSITEKTUR

1. Definisi Teori Dalam Ilmu Pengetahuan

Teori secara umum memiliki banyak arti. Beberapa pengertian dan fungsi teori antara lain merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan, misalnya teori Relativitasnya Einstein dalam ilmu fisika.

Seperangkat proposisi yang terintegrasi secara sintaksis (yaitu mengikuti aturan tertentu yang dapat dihubungkan secara logis satu dengan lainnya dengan data dasar yang dapat diamati) dan berfungsi sebagai wahana untuk meramalkan dan menjelaskan fenomena yang diamati.

Suatu sistem tentang ide/gagasan atau pernyataan (berupa skema mental yang diyakini dapat menerangkan dan menjelaskan suatu fenomena/gejala atau sekelompok gejala baik yang telah diuji maupun tanpa diuji (idealnya menggunakan pengujian bermetode ilmiah). Sebagian ahli menyatakan bahwa hakekatnya teori bukanlah pernyataan yang absolut benar melainkan kebenaran yang bermamfaat dalam kurun waktu tertentu.

2. Pembenaran Teori Dalam Mendukung Ilmu Pengetahuan

Agar bisa diterima dikalangan ilmuwan secara luas teori harus ditunjang dengan pembenaran yang jelas dan diuraikan secara rinci. Pembenaran pernyataan dapat dihasilkan melalui dua proses yaitu induksi-deduksi dan falsifikasi.

a. Induksi-Deduksi

Pembenaran melalui proses ini menyatakan teori dihasilkan dari suatu proses yang diawali dari suatu permasalahan. Gejala permasalahan itu mula-mula diamati kemudian hasilnya dinyatakan sebagai kesimpulan umum (induksi) lalu dilakukan penalaran untuk mendapat kesimpulan akhir (deduksi). Kesimpulan akhir itu yang disebut teori . Induksi-deduksi memiliki kelemahan karena untuk melakukan pengamatan diperlukan teori sementara teori tidak dihasilkan dari sebuah pengamatan sebab akan menghasilkan sebuah lingkaran persoalan yang tidak ada awal dan akhirnya.

b. Falsifikasi

Belajar dari kelemahan induksi-deduksi, pengamatan memerlukan teori awal yang diperoleh melalui titik tolak lain yaitu prakiraan. Sifatnya spekulatif namun tidak sembarangan karena karena dilandaskan atas logika. Dalam hal ini teori tersebut dapat dibuktikan kebenarannya dengan penalaran terbalik. Pembuktian ini disebut falsifikasi.

3. Logika

Menurut Willian S. Sahakian dan Mabel Lewis Sahakian (1965),bahwa definisi logika adalah Pengkajian untuk berpikir secara sahih. Logika diperlukan untuk mendasari cara berpikir induktif dan deduktif dengan cara saling mengaitkan berbagai elemen informasi dan gagasan dalam satu pola hubungan yang sahih. Sehingga logika digunakan sebagai dasar analisis. Logika merupakan dasar untuk menentukan hal-hal yang harus dipertimbangkan dan dengan urutan tertentu sehingga pendapat yang dikemukakan bersifat akurat dan menghasilkan kesimpulan yang tepat. Penentuan seperti itu dapat dilakukan secara intuitif, dengan cara memanipulasi secara sadar, atau dengan metode matematis.

4. Paradigma

Teori dalam ilmu pengetahuan masih mutlak keberadaannya. Padahal keberadaan suatu teori dalam status apapun ditentukan oleh pemakainya, yaitu masyarakat ilmuwan (community of interest). Karena itu yang melandasi ilmu pengetahuan bukan teori tetapi paradigma. Dalam sebuah paradigma terdapat :

a. Teori yang belum terbukti.

b. Teori yang sudah terbukti tidak dapat difalsifikasikan namun belum terbukti dengan pengamatan.

c. Teori yang sudah terbukti tidak dapat difalsifikasikan dan terbukti dengan pengamatan.

Oleh Abraham Kaplan (1964) memberikan komentar tentang teori yaitu Sebuah teori adalah cara untuk membuat sesuatu masuk akal dari suatu situasi yang mengganggu sehingga memperbolehkan kita untuk lebih efektif dalam membuktikan sekumpulan kebiasaan dan lebih penting lagi untuk memodifikasi atau menghilangkannya, menggantikannya dengan yang baru. sebagai permintaan dari situasi. Oleh Jon Lang mendefinisikan teori dalam Alan Johnson,1994 mengajukan dua dasar berpijak bagi beberapa teori. Yang satu berkaitan dengan dunia sebagaimana adanya (disebut Positif Teori) sedangkan yang lain berkaitan dengan dunia sebagamana mestinya (disebut Normatif Teori).

5. Teori Positif

Merupakan pernyataan yang tegas yang melukiskan, menerangkan kenyataan dan mampu untuk memperluas prediksi terhadap kenyataan-kenyataan dimasa datang. Teori positif merupakan pernyataan-pernyataan positif yaitu pernyataan tegas tentang realita (sebagaimana adanya). Teori positif pada hakekatnya bersifat empirik dan tentative. Teori positif tidak akan menyiratkan bahwa sebenarnya teori-teori itu harus sesuai dengan epistimologi para positifist yang berpedoman bahwa tidak ada kebenaran sebelum ada tahap pembuktian sesuatu dan pembongkaran kepalsuannya.

a. Fungsi Teori Positif

Fungsi utama dari teori itu adalah membuka jalan bagi peneliti untuk memperoleh sesuatu yang bernilai besar dari beberapa pernyataan deskriptif suatu pernyataan tertentu. Nilai besar dan murni itulah yang menguatkan pendapat bahwa suatu teori positif berfungsi untuk semua disiplin ilmu di mana kemudian memberikan batasan yang jelas dengan tahapan seperti sistem kontrol yang baik. Fungsi lain dari teori positif adalah untuk meningkatkan kesadaran berperilaku dalam penciptaan lingkungan yang penting bagi manusia dan karena itu harus memiliki dampak dalam keputusan perencanaan.

Teori positif secara eksplisit pada dasarnya penting bagi berbagai disiplin ilmu jika teori ini untuk merespon permasalahan-permasalahan yang dihadapi, pelaksanaan dalam penelitian penting untuk kemajuannyanya, pengembangan-pernyataan normatif logis untuk penerapannya dan memahami batas pemahamannya (Chruchman dan Gisberg, 1984). Teori ini menunjukkan dasar-dasar untuk argumen mengenai arahan kemana profesi sebaiknya tertuju.

b.Tujuan Teori Positif

Untuk menjelaskan fenomena maupun memprediksikan hasil-hasilnya sehingga dapat dipula diprediksikan langkah-langkah yang harus diambil.

Untuk memberikan kemungkinan masyarakat ilmuwan dalam memperoleh banyak pernyataan deskriptif dari pernyataan tunggal (Alan Johnson, 1994).

Untuk menghindari bias, menghindari unsur subyektifitas dan melihat pada alternatif.

6. Teori Normatif

Normatif berasal dari bahasa latin Norma yang pda mulanya berarti alat tukang batu atau tukang kayu yang berbentuk segi empat, pola, aturan atau secara umum berarti standar. Norma juga terjadi dari hal-hal yang biasa atau nilai-nilai yang berulang-ulang yang sudah disepakati atau suatu konsensus.

Teori normatif bagi Kevin Lynch dalam Good City Form menguraikan hubungan-hubungan yang dapat digeneralisasi antara nilai-nilai manusia dan bentuk tempat tinggal atau bagaimana mengetahui sebuah kota yang baik dengan melihat kota lainnya (1984:37), tetapi berkembang menjadi tidak terkendali menjadi suatu kekeliruan naturalistik. John Lang (1987) juga melihat teori normatif sebagai penentu untuk kegiatan tetapi dalam bentuk yang prinsipil, standar-standar dan manifesto yang menuntun kegiatan.

Teori normatif berisi preskripsi-preskripsi (petunjuk-petunjuk) untuk bertindak melalui standar-standar (norma-norma), manifesto dan prinsip-prinsip perancangan dan filosofi-filosofi (Alan Johnson,1994). Karena teori ini berkaitan dengan dunia sebagaimana mestinya maka biasanya cenderung merupakan pernyataan sebagi petunjuk merancang. Dalam hal ini normatif diartikan sebagai norma-norma, aturan-aturan, kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip.

Teori normatif adalah teori yang berasal dari suatu ideologi dan bermacam-macam orientasi professional dengan membandingkan sesuatu sehingga memunculkan suatu guidelines dan prinsip-prinsip sampel dari suatu proses keputusan dalam desain. Teori normatif berhubungan dengan posisi dan kedudukan yang berbeda mengenai apa yang telah dilakukan atau yang dapat dilakukan pada lingkungan terbangun dan atau pada proses desain yang seharusnya dilakukan designer atau arsitek.

7. Teori Eksplanatory (Penjelasan)

Adalah teori yang dikembangkan berdasarkan kaidah-kaidah scientific (data, analisis dan penarikan kesimpulan). Beberapa definisi dari teori eksplanatori :

Teori yang memberikan keterang tentang mengapa atau bagaimana suatu fenomena itu terjadi.

Teori yang meringkas hubungan antara berbagai fakta, konsep dan fenomena.

Teori yang menentukan dan menyeleksi fakta-fakta yang akan dipelajari serta membuang data-data yang tidak relevan.

Teori yang menunjukkan area-area tertentu yang relevan, namun belum dikerjakan sehingga memungkinkan perlunya studi lebih lanjut.

Teori yang menggunakan teori yang sudah ada.

Teori tentang fakta-fakta yang belum diketahui kondisinya pada masa yang akan datang.

Dalam perkembangan dan pengujian teori sebaiknya memperhatikan empat aspek teori yaitu :

a. Mekanisme hubungan kekuatan personal dan situasional.

Sejak Lewn bekerja diawal 1930-an perilaku lingkungan nyata telah terlihat sebagai gabungan produk antara kekutan personal dan faktor situasional, dan melibatkan aturan sosial dan definisi sosial tentang lingkungan. Faktor personal meliputi interpersonal dan proses interpersonal seperti psikologikal dan proses individu dan kelompok.

b. Analisis dengan skala yang berbeda.

Teori umum mengenai hubungan perilaku dengan lingkungan memerlukan hitungan untuk respon perilaku yang terbagi dalam tiga skala : Makro, Meso dan Mikro.

c. Teori T (besar) dan t (kecil).

Ada perbedaan yang signifikan yang digunakan dalam kata Theory dalam pengetahuan, kadang-kadang teori digunakan untuk menggambarkan orientasi umum dari penelitian (seperti orientasi budaya terhadap disain lingkungan seperti yang dikemukakan Rapoport). Teori T besar : menggambarka