of 71 /71
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user SKRIPSI PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA MELALUI PENERAPAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA TUNADAKSA KELAS IV SEMESTER II SDLB NEGERI KOTA PEKALONGAN TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Oleh : HERLINAH X 5209005 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

SKRIPSI PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS KARANGAN …eprints.uns.ac.id/4104/1/191751411201103241.pdf · Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan

  • Author
    letruc

  • View
    215

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of SKRIPSI PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS KARANGAN...

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    i

    SKRIPSI

    PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA

    MELALUI PENERAPAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA

    TUNADAKSA KELAS IV SEMESTER II SDLB

    NEGERI KOTA PEKALONGAN

    TAHUN PELAJARAN 2010/2011

    Oleh :

    HERLINAH

    X 5209005

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA

    2011

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    ii

    UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR IPS DALAM MEMBACA

    PETA MELALUI TEHNIK PERMAINAN KARTU BAGI SISWA

    TUNA RUNGU WICARA KELAS III SDLB NEGERI

    KOTA PEKALONGAN TAHUN PELAJARAN 2010/2011

    SKRIPSI

    Ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan

    mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Studi

    Pendidikan Khusus Jurusan Ilmu Pendidikan

    Oleh :

    HERLINAH

    X 5209005

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA

    2011

    ii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    iii

    HALAMAN PERSETUJUAN

    Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji

    Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret

    Surakarta.

    Persetujuan Pembimbing

    Pembimbing I Pembimbing II

    Drs. Munawir Yusuf, M.Psi Drs. Gunarhadi, MA, PhD NIP. 19550501 198103 1 003 NIP. 19550210 198203 1 004

    iii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    iv

    PENGESAHAN

    Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas

    Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima

    untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

    Pada hari :

    Tanggal :

    Tim Penguji Skripsi:

    Nama Terang Tanda Tangan

    Ketua : Drs. Rusdiana Indianto, M.Pd …………………………..

    Sekretaris : Dewi Sri Rejeki, S.Pd., M.Pd …………………………..

    Penguji I : Drs. Munawir Yusuf, M.Psi .…………………………..

    Penguji II : Drs. Gunarhadi, M.A. Ph.D …………………………..

    Disahkan oleh

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

    Universitas Sebelas Maret

    Dekan,

    Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd. NIP. 1960 0727 198702 1 001

    iv

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    v

    ABSTRAK

    Herlinah. NIM. X5209005. Peningkatan Ketrampilan Menulis Karangan Sederhana Melalui Penerapan Media Gambar Pada Siswa Tunadaksa Kelas IV Semester II SDLB Negeri Kota Pekalongan Tahun Pelajaran 2010/2011. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2011.

    Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV Semester II SDLB Negeri Kota Pekalongan yang berjumlah 2 siswa. Obyek penelitian pada penelitian tindakan ini adalah kegiatan yang terjadi di dalam kelas selama berlangsungnya proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan kolaborasi antara peneliti, guru kelas dan melibatkan keaktifan siswa. Sumber data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini antara lain: informan, tempat atau lokasi, peristiwa, dokumen dan arsip. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas yang digunakan adalah dengan trianggulasi data atau sumber data. Teknik analisis data menggunakan deskriptif komparatif. Prosedur penelitian meliputi tahap: (1) pengenalan masalah, (2) persiapan tindakan, (3) penyusunan rencana tindakan, (4) implementasi tindakan, (5) observasi dan interpretasi, (6) refleksi dan (7) penyusunan laporan. Proses penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpretasi dan (4) analisis dan refleksi. Setiap siklus dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan, alokasi waktu pertemuan 2x35 menit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan penerapan media gambar dapat meningkatkan ketrampilan menulis karangan sederhana.

    Hasil dari pre test dapat ditunjukkan melalui nilai rata-rata kelas yaitu 55. Siswa yang mendapat nilai > 68 belum ada. Hasil pembelajaran pada siklus I pertemuan ke-1, siswa yang memperoleh nilai > 68 sebanyak 1 siswa atau 50% dari 2 siswa. pada siklus 1 pertemuan ke-2 melalui penggunaan media gambar dikatakan berhasil dengan nilai rata-rata 68. Siswa yang mendapat nilai > 68 sebanyak 2 siswa atau 100%. Pada pelaksanaan pembelajaran siklus II pertemuan ke-1 nilai rata-rata kelas yang mencapai rata-rata 77,5 dan siswa yang memperoleh nilai > 68 sebanyak 2 siswa (100%) dari 2 siswa. Sedangkan pada Siklus II pertemuan ke-2 mencapai rata-rata 82,5 dari 2 siswa, dan siswa yang memperoleh nilai > 68 sebanyak 2 siswa atau 100%, dari 2 siswa.

    Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: penerapan media gambar dapat meningkatkan ketrampilan menulis karangan sederhana melalui penerapan media gambar pada siswa tunadaksa kelas IV Semester II SDLB Negeri Kota Pekalongan Tahun Pelajaran 2010/2011.

    v

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    vi

    ABSTRACT

    Herlinah. NIM.X5209005. The Improvement of Simple Essay Writing Skill Using Picture Media in Learning Disabled IV Graders of Semester II of SDLB Negeri of Pekalongan City in the School Year of 2010/2011. Thesis. Surakarta. Teacher Training and Education Faculty of Sebelas Maret University. June. 2011.

    This study used a Classroom Action Research approach. The subject of research was the Learning Disabled IV graders of Semester II of SDLB Negeri of Pekalongan City, consisting of 2 students. The object of research in this action research is the activity occurring in the classroom during the learning process. This research was carried out in collaboration between the researcher, classroom teacher, and involved the student activeness. The data sources employed in this research included: informant, place or location, event, document and archive. The sampling technique used was purposive sampling. Techniques of collecting data used were observation, interview and documentation. The Data validation was done using data or data source triangulations. The technique of analyzing data used was a descriptive comparative technique. The procedure of research included: (1) problem identification, (2) action preparation, (3) action plan development, (4) action implementation, (5) observation and interpretation, (6) reflection, and (7) report writing. The process of research was done in two cycles, each of which consists of four stages: (1) planning, (2) acting, (3) observing and interpreting, and (4) analyzing and reflecting. Each cycle was carried out in 2 meetings, with time allotment of 2 x 35 minutes. Based on the research conducted, it can be concluded that the application of picture media can improve the simple essay writing skill.

    The result of pre test can be seen from the mean class value of 55. No student obtains >68 value. The result of research in cycle I in the first meeting shows that 1 student obtains > 68 value or 50% of 2 students. In cycle 1, the second meeting using picture media is stated as successful with the mean value of 68. Two students obtain > 68 value or 100%. In the second meeting of cycle II, the mean class value is 77,5 and 2 students obtain > 68 value (100%) out of 2 students. Meanwhile in the second meeting of Cycle II, 2 students reach the mean value of 82,5 and 2 students of 2 students (100%) obtains > 68 value.

    Considering the result of research, it can be concluded that: the application of picture media can improve the simple essay writing skill Learning Disabled IV graders of Semester II of SDLB Negeri of Pekalongan City in the School Year of 2010/2011.

    vi

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    vii

    MOTTO

    Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka

    mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

    ( Terjemah QS.Ar-Ra’d: 11)

    “Dalam hidup ini tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan, namun satu hal yang

    pasti Allah tahu apa yang kita butuhkan”

    (Penulis)

    vii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    viii

    PERSEMBAHAN

    Skripsi ini kupersembahkan kepada:

    - Ayahanda dan Ibunda tercinta.

    - Suami tercinta

    - Anak-anak tersayang

    - Rekan-rekan PKh FKIP UNS.

    - Murid-murid yang kusayangi.

    - Almamater.

    viii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    ix

    KATA PENGANTAR

    Segala puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT., atas rahmat

    dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi Penelitian

    Tindakan Kelas (PTK) ini untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk

    mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Khusus,

    Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas

    Sebelas Maret Surakarta.

    Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam penyelesaian

    penulisan skripsi penelitian tindakan kelas ini, namun berkat bantuan dari berbagai

    pihak akhirnya kesulitan-kesulitan yang timbul dapat diatasi. Untuk itu, atas segala

    bentuk bantuan yang telah diberikan, penulis mengucapkan terima kasih kepada

    yang terhormat:

    1. Prof. Dr. H. Furqon Hidayatullah, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

    Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberi ijin

    kepada penulis untuk melaksanakan penelitian.

    2. Drs. R. Indianto, M.Pd., Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan yang telah

    memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas.

    3. Drs. Gunarhadi, MA, Ph.D, Ketua Program Studi Pendidikan Khusus

    (PKh)/PLB dan sebagai pembimbing II yang telah memberikan ijin penyusunan

    skripsi.

    4. Drs. Munawir Yusuf, M.Psi selaku pembimbing I yang dengan sabar telah

    memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga skripsi ini dapat

    terselesaikan.

    5. Segenap dosen dan staf Program Studi Pendidikan Khusus (PKh)/PLB yang

    telah memberikan bekal ilmu yang sangat berguna dalam penyusunan skripsi

    ini.

    6. Kepala SDLB Negeri Kota Pekalongan yang telah membantu memberikan

    informasi yang dibutuhkan dalam proses penyusunan skripsi.

    ix

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    x

    7. Seluruh staf pengajar di SDLB Negeri Kota Pekalongan yang telah membantu

    memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses penyusunan skripsi.

    8. Seluruh siswa SDLB Negeri Kota Pekalongan yang telah membantu dan

    memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses penyusunan skripsi.

    9. Bapak dan ibuku yang telah memberikan doa restu dan motivasinya sehingga

    skripsi ini dapat selesai.

    10. Suamiku dan anak-anaku, terima kasih atas doa, kasih, dorongan, dan kesetiaan

    serta kesabarannya, semoga Allah meridhoi kita selamanya. Amin.

    11. Teman-teman se-almamater khususnya kelas PPKHB, terima kasih untuk

    segala bantuannya.

    12. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian

    tindakan kelas ini.

    Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari masih ada kekurangan,

    karena keterbatasan pengetahuan yang ada dan tentu hasilnya juga masih jauh dari

    kesempurnaan. Oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun

    sangat penulis harapkan.

    Semoga kebaikan Bapak, Ibu, mendapat pahala dari Allah SWT., dan

    menjadi amal kebaikan yang tiada putus-putusnya dan semoga skripsi ini dapat

    bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

    Surakarta, Juli 2011

    Penulis

    x

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xi

    DAFTAR ISI

    Halaman

    HALAMAN JUDUL........................................................................................ i

    HALAMAN PERSETUJUAN ......................................................................... iii

    HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... iv

    HALAMAN ABSTRAK.................................................................................. iv

    HALAMAN MOTTO ...................................................................................... vii

    HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... viii

    KATA PENGANTAR ..................................................................................... ix

    DAFTAR ISI .................................................................................................... xi

    DAFTAR TABEL ............................................................................................ xiii

    DAFTAR GRAFIK DAN SKEMA ................................................................. xiv

    DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xv

    BAB I. PENDAHULUAN .......................................................................... 1

    A. Latar Belakang .......................................................................... 1

    B. Rumusan Masalah .................................................................... 5

    C. Tujuan Penelitian ...................................................................... 5

    D. Manfaat Penelitian .................................................................... 5

    BAB II. TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. 7

    A. Kajian Teori .............................................................................. 7

    1. Tinjauan Anak Tunadaksa .................................................. 7

    a. Pengertian Anak Tunadaksa ........................................... 7

    b. Klasifikasi Anak Tunadaksa ........................................... 8

    c. Karakteristik Anak Tunadaksa ........................................ 9

    d. Faktor Penyebab Tunadaksa ........................................... 10

    2. Tinjauan Tentang Mengarang ............................................. 11

    a. Pengertian Mengarang .................................................... 11

    b. Langkah-langkah Mengarang ......................................... 13

    c. Mengarang Sederhana ..................................................... 15

    3. Langkah-langkah Mengarang .............................................. 15

    a. Pengertian Media Gambar .............................................. 15

    b. Fungsi Media Gambar ..................................................... 15

    xi

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xii

    4. Media Gambar .................................................................... 15

    B. Kerangka Berpikir ..................................................................... 17

    C. Perumusan Hipotesis Tindakan ................................................ 19

    BAB III. METODE PENELITIAN ................................................................ 20

    A. Setting Penelitian ...................................................................... 20

    1. Tempat Penelitian ................................................................ 20

    2. Waktu Penelitian .................................................................. 20

    B. Subyek Penelitian ...................................................................... 21

    C. Data dan Sumber Data ............................................................... 22

    D. Teknik Pengumpulan Data ....................................................... 23

    E. Validitas Data ........................................................................... 24

    F. Teknik Analisis Data ................................................................ 24

    G. Indikator Kerja ........................................................................... 25

    H. Prosedur Penelitian ................................................................... 25

    BAB IV. HASIL PENELITIAN ..................................................................... 30

    A. Deskripsi Lokasi Penelitian ...................................................... 30

    1. Tinjauan Historis SDLB Negeri Kota Pekalongan ............. 30

    2. Letak Geografis SDLB Negeri Kota Pekalongan ................ 30

    3. Keadaan Personil SDLB Negeri Kota Pekalongan .............. 30

    4. Keadaan Siswa SDLB Negeri Kota Pekalongan ................. 31

    5. Keadaan Sarana dan Prasarana SDLB Negeri

    Kota Pekalongan .................................................................. 31

    B. Deskripsi Permasalahan Penelitian .......................................... 31

    1. Tindakan SIklus I ................................................................. 33

    2. Tindakan SIklus II ............................................................... 40

    C. Temuan dan Pembahasan Hasil Penelitian ............................... 45

    BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN .......................................... 54

    A. Simpulan ................................................................................... 54

    B. Implikasi ................................................................................... 54

    C. Saran ......................................................................................... 55

    DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 56

    LAMPIRAN

    xii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xiii

    DAFTAR TABEL

    Halaman

    Tabel 1. Jadwal Waktu Penelitian ...................................................................... 21

    Tabel 2. Data Nilai Prestasi Belajar Siswa Pada Kondisi Awal ......................... 32

    Tabel 3. Data Nilai Prestasi Belajar Siswa Pada Siklus I Pertemuan ke-1 ......... 38

    Tabel 4. Data Nilai Prestasi Belajar Siswa Pada Siklus I Pertemuan ke-2 ......... 40

    Tabel 5. Data Nilai Prestasi Belajar Siswa Pada Siklus II Pertemuan ke-1 ....... 44

    Tabel 6. Data Nilai Prestasi Belajar Siswa Pada Siklus II Pertemuan ke-2 ....... 45

    Tabel 7. Data Frekuensi Menulis Karangan Sebelum Tindakan Awal .............. 46

    Tabel 8. Data Frekuensi Nilai Prestasi Belajar Siklus I Pertemuan ke-1 ........... 47

    Tabel 9. Data Frekuensi Nilai Prestasi Belajar Siklus I Pertemuan ke-2 ........... 48

    Tabel 10. Data Frekuensi Nilai Prestasi Belajar Siklus II Pertemuan ke-1 .......... 49

    Tabel 11. Data Frekuensi Nilai Prestasi Belajar Siklus II Pertemuan ke-2 .......... 50

    Tabel 12. Nilai Rata-rata Menulis Karangan Sebelum dan Sesudah Tindakan .... 51

    Tabel 13. Prosentase Siswa yang Memperoleh Nilai > 6,0 Pada Siklus I & II .... 52

    xiii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xiv

    DAFTAR SKEMA DAN GRAFIK

    Halaman

    Daftar Skema

    Skema 1. Skema Kserangka Berpikir ........................................................... 19

    Skema 2. Siklus Penelitian Tindakan Kelas .................................................. 25

    Daftar Grafik

    Grafik 1. Grafik Data Nilai Prestasi Belajar Siswa Pada Kondisi Awal ...... 32

    Grafik 2. Grafik Data Nilai Prestasi Belajar Siswa Pada Siklus I

    Pertemuan ke-1 .............................................................................. 39

    Grafik 3. Grafik Data Nilai Prestasi Belajar Siswa Pada Siklus I

    Pertemuan ke-2 .............................................................................. 40

    Grafik 4. Grafik Data Nilai Prestasi Belajar Siswa Pada Siklus II

    Pertemuan ke-1 .............................................................................. 44

    Grafik 5. Grafik Data Nilai Prestasi Belajar Siswa Pada Siklus II

    Pertemuan ke-2 .............................................................................. 45

    Grafik 6. Grafik Peningkatan Nilai Menulis Karangan dari Kondisi Awal . 46

    Grafik 7. Grafik Peningkatan Nilai Menulis Karangan Siklus I Pertemuan 1

    dan Pertemuan 2 ............................................................................ 48

    Grafik 8. Grafik Peningkatan Nilai Menulis Karangan Siklus I Pertemuan 2

    dan Siklus II Pertemuan 1 ............................................................. 49

    Grafik 9. Grafik Peningkatan Nilai Menulis Karangan Siklus II Pertemuan 1

    dan Pertemuan 2 ........................................................................... 50

    Grafik 10. Grafik Nilai Peningkatan Keterampilan Menulis dari Kondisi

    Awal, Siklus I dan Siklus II .............................................................. 51

    Grafik 11. Grafik Nilai Rata-rata Menulis Karangan Sebelum dan Sesudah

    Tindakan ........................................................................................... 52

    xiv

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xv

    DAFTAR LAMPIRAN

    Halaman

    1. Silabus Siklus I ......................................................................................... 59

    2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ............................................ 62

    3. Foto Kegiatan Pada RPP Siklus I ............................................................. 74

    4. Silabus Siklus II ........................................................................................ 77

    5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ........................................... 80

    6. Lembar Pre Test ........................................................................................ 91

    7. Lembar Post Test ...................................................................................... 92

    8. Foto Kegiatan Pada RPP Siklus II ........................................................... 94

    9. Surat Ijin Penelitian dari Pembantu Dekan I FKIP UNS .......................... 97

    10. Surat Ijin Research / Try Out dari Rektor UNS ........................................ 98

    11. Surat Ijin Research / Try Out dari Kepala Sekolah SDLB Negeri

    Kota Pekalongan ....................................................................................... 99

    12. Surat Ijin Penyusunan Skripsi/Makalah dari Dekan FKIP UNS .............. 100

    13. Surat Keterangan Penelitian dari Sekolah SDLB Negeri

    Kota Pekalongan ....................................................................................... 101

    xv

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan

    emosional peserta didik, dan merupakan penunjang keberhasilan dalam

    mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu

    peserta didik mengenal dirinya, budayanya dan budaya orang lain. Selain itu

    pembelajaran bahasa juga membantu peserta didik mampu mengemukakan gagasan

    dan perasaan berpartisipasi dalam masyarakat, dan bahkan menemukan serta

    menggunakan kemampuan analisis dan imajinatif yang ada dalam dirinya.

    Bahasa Indonesia merupakan alat untuk komunikasi secara lisan dan tulis.

    Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran,

    perasaan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya.

    Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan

    berwacana yakni menghasilkan teks lisan atau tulis yang direalisasikan dalam

    berbicara, mendengarkan dan menulis.

    Kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di sekolah meliputi semua

    kecakapan dan pengetahuan yang dapat memberikan manfaat dalam kehidupan

    sehari-hari. Dalam proses belajar mengajar bahwa ketrampilan menulis sebuah

    karangan yang sifatnya sederhana tentu saja melibatkan pendidik dan siswa secara

    langsung, juga diperlukan pendukung yang lain yaitu alat pelajaran yang memadai,

    penguasaan metode yang tepat, serta situasi dan kondisi lingkungan yang

    menunjang.

    Dalam tujuan umum pendidikan di negara Indonesia sebagaimana

    diisyaratkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003

    tentang sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan sebagai berikut :

    Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menjadikan suasana

    belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

    mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

    keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta

    1

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    2

    ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU

    Sisdiknas, 2003: 3)

    Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tersebut, maka peranan guru

    sangatlah menentukan keberhasilannya. Adapun peranan guru adalah

    menyampaikan materi sesuai dengan kompetensi dasar sesuai dengan standar isi

    kurikulum kepada peserta didik, serta memberikan layanan yang efektif dan ifisien

    kepada peserta didik dalam mengatasi masalah-masalah yang sering muncul dalam

    pelaksanaan pendidikan, khususnya masalah ketrampilan menulis.

    Pendidikan bagi penyandang berkelainan atau ketuntasan ditetapkan dalam

    Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional Pasal 32

    disebutkan bahwa “Pendidikan Khusus (Pendidikan Luar biasa) merupakan

    pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti

    proses pengajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial” (UU Sisdiknas

    2003: 21). Ketetapan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tersebut bagi

    anak penyandang kelainan sangat berarti karena memberikan landasan yang kuat,

    bahwa anak berkelainan perlu memperoleh kesempatan yang sama sebagaimana

    yang diberikan kepada anak normal lainnya dalam hal pendidikan dan

    pengajarannya.

    Kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran, berarti

    memperkecil kesenjangan angka partisipasi pendidikan anak normal dengan anak

    berkelainan. Untuk bisa memberikan layanan pendidikan yang relevan dengan

    kebutuhannya sesuai dengan kemampuan atau potensi yang dimiliki anak

    berkelainan, guru perlu memahami sosok anak berkelainan, jenis dan karakteristik,

    penyebab kelainan, dampak psikologis serta prinsip-prinsip layanan pendidikan

    anak berkelainan. Hal ini dimaksudkan agar guru memiliki wawasan yang tepat

    tentang keberadaan anak berkelainan, yaitu anak tunadaksa sebagai sosok individu

    yang masih dapat dilayani secara maksimal, agar anak tunadaksa dapat mandiri

    serta mengurangi rasa ketergantungan kepada orang lain.

    Kita melihat pada kenyataan dalam proses belajar mengajar pada umumnya,

    sebagian besar siswa masih enggan bertanya kepada guru. Hal ini mungkin siswa

    masih merasa malu atau memang belum jelas apa yang telah dijelaskan oleh guru.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    3

    Oleh karena itu sangat menarik perhatian penelitian untuk mencoba strategi belajar

    mengajar yang dapat membantu menangani siswa yang mengalami kesulitan

    belajar tentang menulis karangan sederhana, yaitu strategi pembelajaran dengan

    cara memakai media gambar agar menarik perhatian siswa. Untuk mengupayakan

    penanganan kesulitan menulis, perlu mengoptimalkan media gambar dalam proses

    pembelajaran, karena dengan media gambar ini siswa dituntut aktif. Melalui

    kegiatan pembelajaran tersebut, akan memberi kesempatan yang luas bagi siswa

    untuk saling berinteraksi satu sama lainnya sehingga hal ini diharapkan dapat

    mengikis rasa malu siswa.

    Berkaitan dengan ketrampilan menulis yang penting adalah bagaimana

    siswa dapat memahami pengalaman yang dimiliki dan konsep-konsep dasar

    menulis yang merupakan modal dasar menyampaikan gagasan atau perasaan

    dalam bentuk tulisan. Untuk ini belajar ketrampilan menulis siswa dituntut lebih

    kreatif, tekun, tidak putus asa di dalam menangani permasalahannya. Dalam

    mengajarkan menulis untuk anak tunadaksa, harus memperhatikan kondisi anak,

    kemampuan berfikir, belajar melalui aktifitas konkrit, memperkaya pengalaman

    dengan memfungsikan seluruh pengindraan dan tingkat kemandirian anak. Dengan

    memperhatikan kondisi tersebut maka perkembangan berfikir untuk

    mengungkapkan gagasan anak dalam bentuk tulisan dapat ditingkatkan, sehingga

    anak dapat memperoleh pengalaman konkrit tentang konsep dasar menulis sebuah

    karangan yang sederhana. Pengalaman tersebut dapat diperkaya melalui kegiatan

    yang diulang-ulang dengan variasi dan dinamis, sehingga dengan cara ini dapat

    dihindari hambatan psikologis yang berlangsung terhadap perkembangan

    ketrampilan menulis.

    Penyelenggaraan pendidikan bagi anak tuna daksa membutuhkan adanya

    lingkungan fisik dan sosial yang sesuai dengan keadaannya, sebab ini merupakan

    prasyarat untuk menciptakan situasi dan kondisi dalam proses pembelajaran bagi

    anak tunadaksa. Pada kelas-kelas anak tunadaksa terdapat perbedaan yang sangat

    besar antara kemajuan anak yang satu dengan yang lain. Selain itu kemajuan anak

    dalam salah satu pelajaran dengan pelajaran lain juga sering ada perbedaan yang

    cukup besar. Perbedaan penggunaan media juga sangat berpengaruh terhadap

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    4

    keberhasilan anak tersebut. Supaya selaras dengan kenyataan, persiapan mengajar

    bukan hanya disusun untuk kelas sebagai keseluruan saja, melainkan juga harus

    disusun untuk tiap-tiap anak dalam kelas.

    Untuk memaksimalkan hasil belajar siswa, guru memiliki peranan yang

    sangat penting dalam menentukan media mengajar, maupun pendekatan-

    pendekatan yang disesuaikan dengan materi. Untuk ini dalam menciptakan situasi

    yang kondusif guru harus pandai memilih media untuk mengajar yang

    memungkinkan terjadinya kerjasama antara guru dan siswa dan antar siswa.

    Demikian halnya dengan anak tuna daksa yang merupakan individu utuh dan unik

    pada umumnya juga memiliki potensi atau kekuatan dalam mengimbangi kelainan

    yang disandangnya, oleh karena itu layanan pendidikan yang diberikan kepada

    anak tuna daksa untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal

    sesuai dengan kemampuannya.

    Pemahaman yang jelas tentang siapa anak tunadaksa itu merupakan dasar

    yang penting untuk dapat menyelenggarakan layanan dan pengajaran yang tepat

    bagi mereka, dengan kecerdasan yang dimiliki anak tunadaksa, dapat

    dikembangkan sesuai kemampuan yang dimiliki, lebih-lebih dalam pelajaran

    seperti : mengarang, menyimpulkan isi bacaan, mengggunakan simbol-simbol dan

    sebagainya.

    Sampai saat ini berdasarkan pengamatan di kelas dapat diidentifikasikan

    faktor-faktor penyebab ketidakmampuan siswa dalam menulis karangan sederhana

    antara lain :

    1. Kurang tepatnya penggunaan media dan strategi pembelajaran yang dipilih

    guru

    2. Rendahnya minat baca dan motivasi siswa dalam pembelajaran Bahasa

    Indonesia sehingga berpengaruh dalam hal menulis karangan sederhana.

    Bertolak dari uraian di atas, maka penelitian tindakan kelas perlu dilakukan

    sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya dalam hal

    keterampilan menulis karangan sederhana dengan mengangkat judul “Peningkatkan

    Ketrampilan Menulis Karangan Sederhana Melalui Penerapan Media Gambar pada

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    5

    Siswa Tunadaksa Kelas IV Semester II SDLB Negeri Kota Pekalongan Tahun

    Pelajaran 2010/2011”

    B. Perumusan Masalah

    Berdasarkan permasalahan yang timbul tersebut di atas, maka rumusan

    masalahnya adalah sebagai berikut :

    Apakah Penerapan Media Gambar dapat meningkatkan ketrampilan

    menulis karangan sederhana pada Siswa Tunadaksa Kelas IV Semester II SDLB

    Negeri Kota Pekalongan?

    C. Tujuan Penelitian

    Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan

    menulis karangan sederhana melalui media gambar pada siswa Tunadaksa Kelas IV

    Semester II SDLB Negeri Kota Pekalongan tahun pelajaran 2010/2011.

    D. Manfaat Penelitian

    Manfaat yang dapat diambil oleh peneliti dalam pembelajaran ketrampilan

    menulis karangan sederhana melalui media gambar adalah :

    1. Manfaat teoritis

    a. Hasil penelitian ini secara teoritis dapat memberikan sumbangan kepada

    pembelajaran Bahasa Indonesia.

    b. Hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai acuan bagi penelitian yang akan

    datang.

    2. Manfaat praktis

    a. Bagi Guru

    1) Mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi untuk meningkatkan

    kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia.

    2) Dapat memilih media yang cocok untuk pembelajaran Bahasa

    Indonesia.

    b. Bagi sekolah

    1) Meningkatnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia

    khususnya menulis karangan sederhana.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    6

    2) Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa

    lebih aktif.

    c. Bagi siswa

    1) Meningkatnya kreativitas siswa.

    2) Meningkatnya hasil belajar siswa

    3) Tumbuhnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    7

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    A. Kajian Teori

    1. Tinjauan Anak Tunadaksa

    a. Pengertian Anak Tunadaksa

    Menurut Harsono Salimo dalam Jurnal Rehabilitasi dan Remediasi

    (2005: 22) Palsi serebralis adalah suatu kelainan gerakan motorik dan postur

    yang tidak progesif yang disebabkan oleh karena kerusakan atau gangguan sel-

    sel motorik pada susunan syaraf pusat yang sedang tumbuh atau belum selesai

    pertumbuhannya.

    Gambaran klinis dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu.

    Gejala Palsi serebralis sangat bervariasi, mulai dari yang ringan, sedang dan

    berat. Palsi serebralis sering pula disertai dengan gangguan lain seperti

    epilepsy, abnormalitas, kemampuan bicara, pendengaran, dan penglihatan.

    Klasifikasi palsi serebralis yang sering digunakan adalah berdasarkan gangguan

    motorik yang dominan, bagian tubuh yang terkena dan derajat keparahan

    penyakit. Faktor resiko terjadi palsi serebralis bersifat multiple, meliputi faktor

    resiko yang terjadi sebelum kehamilan, antenatal, neonatal, dan post natal

    (Harsono, 2005: 23).

    Secara etimologi, gambaran seseorang yang diidentifikasikan

    mengalami ketunadaksaan, yaitu seseorang yang mengalami kesulitan

    mengoptimalkan fungsi anggota tubuh sebagai akibat dari luka, penyakit,

    pertumbuhan yang salah bentuk, dan akibatnya kemampuan untuk melakukan

    gerakan-gerakan tubuh tertentu mengalami penurunan. Fungsi anggota tubuh

    melaksanakan fungsinya disebabkan oleh berkurangnya kemampuan anggota

    tubuh untuk melaksanakan fungsi secara normal, akibat luka, penyakit, atau

    pertumbuhan tidak sempurna.

    Tunadaksa adalah anak yang mengalami kelainan atau cacat yang

    menetap pada alat gerak (tulang, sendi, otot) sedemikian rupa sehingga

    memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Jika mereka mengalami gangguan

    7

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    8

    gerakan karena kelayuan pada fungsi syaraf otak disebut dengan cerebral palsy

    (CP).

    Pengertian tunadaksa bisa dilihat dari segi fisiknya dan dari segi

    anatominya. Dari segi fungsi fisik, tunadaksa diarahkan sebagai seseorang yang

    fisik dan kesehatannya mengalami masalah sehingga menghasilkan kelainan di

    dalam interaksi dengan lingkungan sosialnya dan untuk meningkatkan

    fungsinya diperlukan program layanan khusus. Pengertian yang didasarkan

    pada anatomi biasanya digunakan dalam kedokteran.

    (http://www.slbdharmawanita-bengkulu)

    Sedangkan menurut A. Salim Choiri dan Munawir Yusuf (2007)

    bahwa: Anak tunadaksa adalah anak-anak yang memiliki kelainan fisik, yaitu

    berbagai kelainan bentuk tubuh yang mengakibatkan kelainan fungsi tubuh

    untuk melakukan gerakan-gerakan, kelainan mereka berhubungan dengan

    tulang, sendi, otot, syaraf dan atau gangguan dari tulang, sendi, otot dan syaraf.

    Lebih lanjut tunadaksa adalah kelainan yang meliputi cacat tubuh atau

    kerusakan tubuh atau kerusakan pada fisik dan kesehatan. Kelainan atau

    kerusakan yang disebabkan oleh kerusakan otak dan saraf tulang belakang.

    (http://www.slb-batam.org/index.php?pilih=hal&id=73)

    Berdasarkan dari beberapa pendapat tersebut di atas dapat penulis

    simpulkan bahwa anak tuna daksa adalah anak yang mengalami hambatan

    dalam perkembangan dan pertumbuhannya, karena kerusakan yang terjadi pada

    tubuh akan menghambat segala bentuk aktifitasnya, untuk ini guru mempunyai

    peranan ganda di samping sebagai pengajar, pendidik juga sebagai pelatih.

    Pelayanan therapy yang diperlukan anak tunadaksa antara lain latihan bicara,

    fisioterapy, occupational therapy dan hidro therapy.

    Anak tunadaksa pada dasarnya sama dengan anak normal lainnya,

    hanya dari aspek psikologi sosial mereka membutuhkan rasa aman dalam

    bermobilisasi dalam kehidupannya. Maka mereka membutuhkan pendidikan

    dan bimbingan serta layanan khusus agar anak tunadaksa dapat menyesuaikan

    diri dengan lingkungannya, sesuai dengan kemampuannya.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    9

    b. Klasifikasi Anak Tunadaksa

    Menurut Jamila K A Muhammad dalam bukunya Panduan Pendidikan

    Khusus Anak-anak ketunaan dan Learning Disabilities (2007 : 133) terdapat

    tiga jenis cerebrum palsy utama yaitu :

    1) Cerebrum palsy spastic.

    2) Cerebrum palsy athetosis.

    3) Cerebrum palsy ataxia.

    Menurut pendapat lain klasifikasi anak tunadaksa meliputi

    penggolongan anak tunadaksa ini ke dalam sistem selebral (Cerebral System

    Disorders) yang didasarkan pada letak penyebab kelahiran yang terletak pada

    sistem saraf pusat. Celebral palsy digolongkan menjadi :

    1) Derajat kecacatan

    Penggolongan Celebral palsy menurut derajat kecacatan meliputi :

    Golongan ringan adalah mereka yang dapat berjalan, tanpa menggunakan

    alat berbicara tegas dan dapat menolong dirinya sendiri. Golongan sedang

    ialah mereka yang membutuhkan treatment atau latihan untuk bicara,

    berjalan dan mengurus dirinya sendiri. Golongan berat, golongan ini selalu

    membutuhkan perawatan dalam ambulasi, bicara dan menolong diri sendiri.

    2) Penggolongan Celebral Palsy menurut topografi :

    a) Monoplegia, adalah kecacatan satu anggota gerak, kaki kanan.

    b) Hemiplegia, adalah lumpuh anggota gerak atas, dan bawah, tangan

    kanan dan kaki kanan.

    c) Paraplegi, lumpuh pada kedua tungkai kakinya. Diplegi, lumpuh kedua

    tangan kanan dan kiri atau kaki kanan dan kiri.

    d) Quadriplegi, adalah kelumpuhan seluruhan anggota geraknya

    ( http://www.slbk-batam.org/index.php?pilih=hal&id=73)

    c. Karakteristik Anak tunadaksa

    Anak tunadaksa akan mengalami gangguan psikologis yang cenderung

    merasa malu, rendah diri dan sensitif serta memisahkan diri dari

    lingkungannya. Di samping karakteristik tersebut terdapat problema Anak

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    10

    tunadaksa antara lain, gangguan taktil (http://www.slbk-

    batam.org/index.php?pilih=hal&id=73).

    Secara umum karakteristik kelainan anak yang dikategorikan sebagai

    penyandang tunadaksa dapat dikelompokkan menjadi anak tunadaksa ortopedi

    (orthopedically handicapped) dan anak tunadaksa syaraf (neurogically

    handicapped) (Sukiadi, 2001: 14)

    Menyimak keadaan yang nampak pada tunadaksa ortopedi dan

    tunadaksa syaraf tidak terdapat perbedaan yang mencolok, sebab secara fisik

    kedua jenis anak tunadaksa memiliki kesamaan, terutama pada fungsi analogi

    anggota tubuh untuk melakukan mobilitas. Namun apabila dicermati secara

    seksama sumber ketidakmampuan untuk memanfaatkan fungsi tubuhnya untuk

    beraktifitas atau mobilitas akan nampak perbedaannya.

    (http://www.slbdharmawanita-bengkulu).

    d. Faktor Penyebab Tunadaksa

    Menurut Salim Choiri dan Munawir Yusuf (2007) ada beberapa faktor

    penyebab tunadaksa adalah sebagai berikut :

    1) Penyebab dalam kandungan :

    a) Penyakit ibu

    b) Manutrisi

    c) Gangguan lingkungan kehamilan

    2) Penyebab dalam proses kelahiran :

    a) Prematur

    b) Kelahiran dipaksakan

    c) Kelahiran dihalangi

    3) Penyebab setelah kelahiran :

    a) Anoksia

    b) Faktor penyakit

    c) Manutrisi

    d) Kecelakaan/gempa bumi.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    11

    Ada pendapat lain penyebab tunadaksa yaitu dilihat saat terjadinya

    kerusakan otak terjadi ketika sebelum lahir antara lain : terjadi infeksi penyakit,

    kelainan kandungan, kandungan radiasi, saat mengandung mengalami trauma

    (kecelakaan). Sebab-sebab pada saat kelahiran, antara lain proses kelahiran

    terlalu lama, proses kelahiran yang mengalami kesulitan pemakaian anestasi

    yang melebihi ketentuan. Sebab-sebab setelah proses kelahiran, anara lain:

    kecelakaan, infeksi penyakit, dan anoxia. (http://www.slbk-

    batam.org/index.php?pilih= hal&id=73)

    Pendapat lain penyebab tunadaksa dapat terjadi pada saat sebelum anak

    lahir (prenatal), saat lahir (neonatal) dan setelah anak lahir (post natal).

    Kelainan fungsi anggota tubuh atau ketunadaksaan yang terjadi sebelum

    bayi lahir atau ketika dalam kandungan, antaranya dikarenakan faktor genetik

    dan kerusakan pada sistem saraf pusat.

    Faktor lain yang menyebabkan kelainan pada bayi selama dalam

    kandungan ialah :

    a) Anoxia prenatal.

    b) Gangguan metabolisme pada ibu.

    c) Faktor rhesus

    Kondisi ketunadaksaan yang terjadi pada masa kelahiran bayi,

    diantaranya:

    a) Kesulitan saat persalinan karena letak bayi sungsang.

    b) Pendarahan pada otak saat kelahiran

    c) Kelahiran prematur.

    d) Gangguan yang dapat mengurangi oksigen sehingga mengakibatkan

    terjadinya anoxia.

    Adapun kelainan fungsi anggota tubuh atau ketunadaksaan yang terjadi

    pada masa setelah lahir diantaranya :

    a) Faktor penyakit

    b) Faktor kecelakaan

    c) Pertumbuhan tubuh/tulang yang tidak sempurna.

    (http:www.slbdharmawanita-bengkulu)

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    12

    2. Tinjauan Tentang Mengarang

    a. Pengertian Mengarang

    Seorang pengarang atau penulis perlu memiliki banyak

    pengalaman dari ide atau gagasan serta ilmu pengetahuan. Keterampilan

    mengarang sangat penting bagi siswa. Hal ini merupakan modal dasar

    yang harus dimiliki oleh seorang pengarang atau penulis. Selain itu

    seorang pengarang harus mempunyai perbendaharaan kata dan harus

    mampu menggunakan pilihan kata (diksi) untuk menuangkan ide-ide

    atau gagasan.

    Mengarang adalah kegiatan menulis dengan menyajikan

    informasi, gagasan, ide, keinginan yang dikemukakan berdasarkan

    pengetahuan serta pengalaman empiris dengan kemampuan bernalarnya

    (Rofi’uddin, 2000: 164). Menurut, Y. Budi Artati (2008: 9), mengarang

    adalah memunculkan gagasan dari hasil merenungkan peristiwa yang

    dialami. Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa

    mengarang adalah kegiatan menulis yang menyajikan informasi,

    gagasan, dari pengalaman tentang peristiwa yang dialami dengan

    kemampuan bernalarnya.

    Kaitannya dengan konsep di atas ada beberapa jenis karangan

    seperti: narasi (cerita), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan), dan

    argumentasi (persuasi). (Sabarti, Akhadiah, 2000: 127).

    1) Narasi (cerita)

    Menurut Sabarti Akhadiah (2000: 127), narasi adalah suatu

    bentuk wacana yang sasaran utamanya adalah tindak tanduk yang

    dijalani dan dirangkaikan menjadi sebuah peristiwa yang terjadi

    dalam satu kesatuan waktu atau bentuk wacana yang berusaha

    menggambarkan dengan jelas kepada pembaca tentang suatu

    peristiwa yang terjadi. Menurut Y. Budi Artati (2008: 1), narasi

    adalah karangan yang menceritakan kejadian atau peristiwa.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    13

    Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa narasi

    adalah karangan yang menggambarkan dengan sejelas-jelasnya

    kepada pembaca tentang suatu peristiwa yang terjadi.

    2) Eksposisi (paparan)

    Menurut Sabarti Akhadiah (2000: 134), eksposisi adalah

    karangan yang berusaha menerangkan sesuatu yang dapat

    memperluas pandangan. Menurut Muchlisoh (2000:378), eksposisi

    adalah karya tulis yang sasarannya menjelaskan sesuatu, memberi

    keterangan dengan gamblang tentang sesuatu, atau mengembangkan

    sebuah gagasan.

    Dari kedua pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa

    eksposisi adalah karangan yang berusaha memberikan keterangan

    dengan jelas dan gamblang untuk memperluas pandangan.

    3) Deskripsi (lukisan)

    Menurut Sabarti Akhadiah (2000: 131), deskripsi adalah usaha

    untuk menggambarkan dengan kata-kata wujud atau sifat lahiriah

    suatu objek. Menurut Y. Budi Artati (2008:3), deskripsi artinya apa

    yang dapat diamati penulis dan mungkin pembaca, penulis berusaha

    memaparkan keadaan nyata dari suatu objek sesuai dengan

    kemampuan dan keinginan penulis dalam mengindera tentang objek

    dari karya tulisannya.

    Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa

    deskripsi adalah karangan yang menggambarkan keadaan senyatanya

    dari suatu objek sesuai dengan kemampuan penulis.

    4) Argumentasi (Persuasi)

    Kata argumentasi berasal dari kata argumen yang berarti alasan.

    Jadi argumentasi adalah karya tulis yang di dalamnya memuat

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    14

    pemberian alasan yang kuat dan meyakinkan (Sabarti Akhadiah, 2000:

    378).

    b. Langkah-langkah Mengarang

    Menurut Y. Budi Artati (2008: 21), untuk mewujudkan karangan

    agar menjadi baik perlu langkah-langkah sebagai berikut:

    1) Menentukan Tema

    Tema karangan biasanya diwujudkan dalam satu kalimat. Tema dapat

    dibagi lagi menjadi beberapa topik. Jadi topik karangan ditentukan

    dari tema karangan.

    2) Menentukan Tujuan

    Tujuan karangan harus dirumuskan secara jelas, ditetapkan sebelum

    pengembangan topik. Pengembangan topik sangat bergantung pada

    tujuan karangan.

    3) Mengumpulkan Bahan

    Bahan yang diperlukan dalam mengarang adalah data berupa

    kalimat, angka, gambar, yang diperoleh dari berbagai sumber.

    4) Menyusun Karangan

    Semua gagasan atau ide yang mendukung topik diwujudkan dalam

    tulisan yang disertai data. Selanjutnya ide pokok disusun berurutan,

    tiap ide pokok atau gagasan utama dikembangkan menjadi paragraf-

    paragraf yang dapat mendukung kerangka karangan atau garis besar

    sebuah karangan.

    5) Mengembangkan Kerangka Karangan

    Mengembangkan kerangka karangan adalah menguraikan rancangan

    karangan menjadi bagian-bagian yang lebih jelas.

    6) Koreksi dan Revisi

    Bagian karangan yang perlu dikoreksi adalah isi, kalimat dan ejaan.

    7) Menulis Naskah

    Seorang penulis bisa menulis naskah karangan bila telah memenuhi

    langkah-langkah di atas. Kerangka karangan yang sudah tersusun

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    15

    tidak diubah-ubah. Koreksi dan revisi dilakukan dengan sungguh-

    sungguh. Dengan demikian karangan akan berbobot dan dapat

    dipertanggung jawabkan kebenarannya.

    Sebelum melangkah lebih lanjut untuk memilih karangan perlu

    memperhatikan beberapa pengertian agar hasil tulisannya lebih

    bermakna. Adapun pengertian yang perlu diperhatikan antara lain: tema,

    topik, dan kerangka karangan.

    Ketrampilan menulis merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan

    dari kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah. Kegiatan menulis

    menjadikan siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran dan merangsang

    ketrampilan siswa dalam merangkai kata. Akan tetapi dalam

    penerapannya banyak orang mengalami kesulitan untuk membiasakan

    siswa belajar menulis. Penyebabnya adalah kesalahan dalam hal

    pengajaran yang terlalu kaku sehingga menimbulkan kesan menulis itu

    sulit.

    Belum banyak guru yang dapat menyuguhkan materi pelajaran

    dengan cara yang tepat dan menarik. Maka dari itu wajar jika peserta

    didikpun akhirnya tidak mampu dan tidak menyukai pelajaran menulis.

    c. Mengarang Sederhana

    Karangan merupakan hasil akhir dari pekerjaan merangkai kata,

    kalimat, dan alinea untuk menjabarkan atau mengulas topik dan tema

    tertentu (Hairudin, 2007:192). Menulis atau mengarang pada hakikatnya

    adalah menuangkan gagasan, pendapat gagasan, perasaan keinginan, dan

    kemauan, serta informasi ke dalam tulisan dan ”mengirimkannya”

    kepada orang lain (Murdiana, 2003:78). Selanjutnya, menurut Tarigan

    (2003:21), menulis atau mengarang adalah proses menggambarkan suatu

    bahasa sehingga pesan yang disampaikan penulis dapat dipahami

    pembaca.

    Semua pendapat tersebut sama-sama mengacu pada menulis

    sebagai proses melambangkan bunyi-bunyi ujaran berdasarkan aturan-

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    16

    aturan tertentu. Artinya, segala ide, pikiran, dan gagasan yang ada pada

    penulis disampaikan dengan cara menggunakan lambang-lambang

    bahasa yang terpola. Melalui lambang-lambang tersebutlah pembaca

    dapat memahami apa yang dikomunikasikan penulis.

    http://www.ilmumanajemen.com/karangan/index.php.htm. Diakses tanggal 10

    Maret 2011.

    Dengan melihat pengertian karangan di atas, maka pada

    penelitian yang dilakukan pada siswa SDLB D Negeri Kota Pekalongan

    dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi pokok kerangka

    karangan sesuai Ejaan Yang Disempurnakan hanya difokuskan membuat

    karangan sederhana yaitu karangan tentang berbagai topik sederhana

    yang meliputi membuat judul, menggunakan paragraf, serta menggunaan

    ejaan yang benar. Topik sederhana yang akan dibahas dapat berupa

    topik tentang kesehatan, pendidikan, lingkungan atau bidang lainnya

    yang mudah dipahami oleh siswa.

    3. Tinjauan Tentang Media Gambar

    Dalam pengajaran Bahasa Indonesia kompetensi dasar menulis karangan,

    media mempunyai peran penting karena beberapa alasan antara lain media

    pembelajaran membantu guru dalam mengatur proses pengajarannya serta

    penggunaan waktu di kelas dengan bijak.

    a. Pengertian Media Gambar

    Media gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual ke

    dalam bentuk dua dimensi sebagai curahan ataupun pikiran yang bermacam-

    macam seperti lukisan, potret, slide, film, proyektor (Hamalik, 2003 : 95)

    Media gambar adalah media yang paling umum dipakai yang

    merupakan bahasa umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana saja.

    (Arief Sadiman, 2002:29).

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    17

    b. Fungsi Media Gambar

    1) Mendidik dan memberikan pengaruh positif pada pendidikan.

    2) Memberikan informasi yang outentik.

    3) Mengatasi keterbatasan kemampuan indra.

    4) Mengatasi perbedaan pengalaman peserta didik.

    5) Mengatasi atas ruang dan kelas.

    Diantara sekian banyak media pendidikan, gambar/foto adalah satu-

    satunya media yang paling umum dipakai, merupakan bahasa umum, dapat

    dimengerti dan dinikmati dimana-mana. Seperti pepatah cina mengatakan

    bahwa sebuah gambar berbicara lebih banyak dari seribu kata.

    Ada beberapa kelebihan media gambar/ foto yaitu :

    1) Sifatnya konkrit, gambar/ foto lebih realistis menunjukkan pokok masalah

    dibandingkan dengan media verbal semata.

    2) Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Tidak semua benda atau

    peristiwa dapat dibawa ke kelas dan anak tidak selalu dibawa ke objek.

    Gambar/ foto dapat mengatasi hal tersebut.

    3) Media gambar/ foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.

    4) Foto dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk

    usia berapa saja, sehingga dapat mencegah kesalahpahaman.

    5) Foto harganya murah dan mudah didapat serta penggunaannya tanpa

    menggunakan peralatan khusus.

    Selain itu media gambar/ foto juga mempunyai kelemahan yaitu :

    1) Gambar/ foto hanya menekankan persepsi indera mata

    2) Gambar/ foto benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan

    pembelajaran.

    3) Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.

    Berdasarkan uraian tentang kelebihan dan kelemahan media gambar/ foto,

    maka sebagai guru harus bisa menentukan media gambar/ foto yang cocok

    dengan tujuan pembelajaran. Menurut Aristo Rohadi (2003:26) ada enam syarat

    yang harus dipenuhi untuk gambar/foto yang baik untuk dijadikan sebagai

    media pendidikan adalah :

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    18

    1) Autentik

    Gambar tersebut harus jujur melukiskan situasi seperti kalau orang melihat

    benda sebenarnya.

    2) Sederhana

    Komposisi benda hendaknya cukup jelas menunjukkan poin-poin pokok

    gambar.

    3) Ukuran relatif

    Gambar/ foto dapat memperbesar atau memperkecil objek/ benda

    sebenarnya, dan hendaknya dalam foto terdapat sesuatu yang sudah

    dikenal anak.

    4) Gambar/ foto sebaiknya menunjukkan objek dalam keadaan

    memperlihatkan aktivitas tertentu.

    5) Gambar yang bagus belum tentu baik, sebaiknya menggunakan karya siswa

    akan lebih baik.

    6) Tidak setiap gambar bagus merupakan media yang baik gambar hendaklah

    bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

    Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa media gambar

    merupakan alat peraga untuk memperjelas materi pembelajaran yang

    disampaikan kepada peserta didik.

    B. Kerangka Berfikir

    Berdasarkan dengan kajian teori tersebut diatas metode dan pendekatan

    yang akan digunakan penulis untuk mengupayakan agar ketrampilan menulis

    karangan dengan penerapan media gambar, guru tidak hanya sekedar

    menyampaikan materi tetapi juga harus mampu menciptakan kondisi yang

    memungkinkan siswa akan terampil menulis dengan baik.

    Untuk mempermudah pemahaman dalam kerangka berfikir dari apa yang

    dilakukan oleh peneliti pada penelitian tindakan kelas upaya peningkatan

    kemampuan menulis karangan sederhana, dapat digambarkan skema kerangka

    berfikir seperti pada gambar di bawah ini.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    19

    Skema 1. Skema Kerangka Berfikir

    Keterangan :

    1. Awal Proses kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia

    Kompetensi Dasar Menulis tanpa menggunakan media gambar ternyata

    hasilnya masih rendah.

    2. Tindakan Proses kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia

    Kompetensi Dasar Menulis menggunakan media gambar, pada siklus I hasil

    yang dicapai belum memenuhi target indikator kerja. Maka akan dilakukan

    siklus II.

    3. Tindakan Proses kegiatan belajar mengajar mata pelajaran bahasa Indonesia

    Kompetensi Dasar Menulis menggunakan media gambar, pada siklus II hasil

    yang dicapai sudah memenuhi target indikator kerja.

    4. Kondisi akhir, hasil mata pelajaran Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar

    Menulis karangan sederhana setelah melakukan tindakan dari siklus I sampai

    siklus II diduga sudah memenuhi target indikator kerja.

    KBM

    menerapkan

    media gambar

    Hasil mengarang

    siswa rendah

    KONDISI

    AWAL

    KBM tanpa

    memakai media

    gambar

    Diduga KBM menerapkan media gambar dapat

    meningkatkan kemampuan ketrampilan menulis

    sederhana siswa kelas IV SDLB Negeri Kota

    KONDISI

    AKHIR

    TINDAKAN

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    20

    C. Perumusan Hipotesis Tindakan

    Apakah melalui penerapan media gambar, dapat meningkatkan ketrampilan

    menulis karangan sederhana bagi siswa IV SDLB Negeri Kota Pekalongan?

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    21

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    A. Setting Penelitian

    1. Tempat Penelitian

    Pendekatan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di Sekolah

    Dasar Luar Biasa Negeri Kota Pekalongan Tahun Pelajaran 2010/2011. Dengan

    melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas sesuai dengan tempat bertugas sehingga

    peneliti dapat melakukan penelitian sekaligus melaksanakan tugas sehari-hari tanpa

    harus mengganggu proses pembelajaran sesuai dengan tugas pokok peneliti,

    bahkan penelitian ini merupakan hal yang sangat tepat dan menunjang proses

    kegiatan belajar mengajar.

    2. Waktu Penelitian

    Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada pembelajaran Bahasa Indonesia

    Kompetensi Dasar Menulis semester II tahun pelajaran 2010/2011 selama 4 bulan

    yaitu mulai bulan Februari sampai dengan bulan Mei 2011.

    Tabel 1. Jadwal Waktu Penelitian

    Jenis Kegiatan Februari Maret April Mei

    1.Persiapan Penelitian

    a. Penyusunan Judul

    b. Penyusunan proposal

    c. Perijinan

    2. Perencanaan Tindakan

    3. Implementasi Tindakan

    a. Siklus I

    b. Siklus II

    4. Review

    5. Penyusunan Laporan

    21

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    22

    B. Subyek Penelitian

    Subyek penelitian tindakan kelas ini 2 siswa tunadaksa kelas IV SDLB

    Negeri Kota Pekalongan. Adapun subyek penelitian terdiri 1 siswa laki-laki dan 1

    siswa perempuan. Adapun data lengkap mengenai identitas anak tuna tunadaksa

    dapat diuraikan sebagai berikut :

    Subyek pertama adalah Asiyanti Wigati dengan jenis kelamin perempuan

    dengan kondisi kelahiran prematur (usia kandungan 8 bulan) serta mengalami

    kesulitan ketika dilahirkan. Ketika dilahirkan terdapat tanda-tanda kelainan berupa

    ukuran kaki yang mengecil, sedangkan masa perkembangan untuk berdiri dan

    berjalan sangat lambat dengan berjinjit dan tidak tahan lama untuk berjalan yaitu di

    atas usia 8 tahun. Subyek merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Kondisi

    perekonomian keluarga subyek tergolong pas-pasan. Orangtuanya bekerja sebagai

    sopir dengan rata-rata Rp. 1.000.000, per bulannya.

    Subyek kedua adalah Husaeni yang berjenis kelamin laki-laki dengan

    kondisi kelahiran prematur (usia kandungan 7 bulan). Ketika dilahirkan terdapat

    tanda-tanda kelainan yaitu kaki panjang satu dan tangan kaku, sedangkan masa

    perkembangan untuk berdiri dan berjalan sangat lambat yaitu di atas usia 3,4 tahun

    dan mengalami kesulitan menulis dan berbicara kurang lancar dan tidak jelas dalam

    pengucapannya. Subyek merupakan anak pertama dari 2 bersaudara. Kondisi

    perekonomian keluarga subyek tergolongan pas-pasan. Orangtuanya bekerja

    sebagai buruh dengan penghasilan rata-rata Rp. 700.000, per bulannya.

    C. Data dan Sumber Data

    Data penelitian berupa informasi tentang kemampuan siswa dalam bidang

    studi bahasa Indonesia, motivasi siswa dalam bidang menulis karangan, serta

    kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan melaksanakan

    pembelajaran (termasuk penggunaan strategi pembelajaran) di kelas. Data

    penelitian itu dikumpulkan dari berbagai sumber yang meliputi :

    1. Informan atau nara sumber

    2. Tempat dan peristiwa berlangsungnya aktivitas kegiatan pembelajaran bidang

    studi Bahasa Indonesia kompetensi dasar menulis.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    23

    3. Dokumen atau arsip, yang antara lain berupa kurikulum, rencana pembelajaran,

    hasil kerja siswa, dan buku penilaian/ raport.

    D. Teknik Pengumpulan Data

    Untuk memperoleh data dalam penelitian diperlukan teknik tertentu yang

    mendukung keberhasilan penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi,

    dokumen, dan tes yang masing-masing diuraikan sebagai berikut :

    1. Observasi

    Observasi difokuskan pada tingkat partisipasi siswa dalam mengikuti

    pembelajaran seperti keaktifan bertanya, baik yang datang dari guru maupun

    teman lain, keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas dan sebagainya.

    Menurut Nana Sudjana (2008: 85) bahwa observasi dibagi menjadi 3

    jenis antara lain :

    a) Observasi langsung

    b) Observasi tidak langsung

    c) Observasi partisipasi

    Dalam penelitian ini menggunakan observasi langsung yaitu untuk

    mengetahui kemampuan belajar siswa dan cara mengajar guru.

    2. Dokumen

    Teknik dokumentasi digunakan untuk mengambil gambar sebagai

    sumber data, untuk mengetahui jumlah siswa serta siswa yang dijadikan subyek

    penelitian, dan untuk mendapatkan nilai kemampuan awal, berupa nilai mata

    pelajaran bahasa Indonesia kompetensi dasar menulis semester I. Kajian

    dokumen juga dilakukan terhadap berbagai dokumen atau arsip yang ada,

    seperti kurikulum, rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuat guru, buku

    atau materi pelajaran, hasil nilai ulangan.

    3. Tes

    Pemberian tes disusun dan dilaksanakan untuk mengetahui tingkat

    perkembangan kemampuan siswa hasil pembelajaran menulis sebuah karangan

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    24

    dengan media gambar setelah kegiatan pemberian tindakan dalam siklus yang

    ada.

    E. Validitas Data

    Informasi yang telah berhasil dikumpulkan oleh peneliti dan akan dijadikan

    data dalam penelitian ini perlu diperiksa validitasnya sehingga data validitas

    tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dijadikan sebagai dasar yang kuat

    dalam menarik kesimpulan. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini

    menggunakan data yang digunakan dalam penelitian kualitatif yaitu triangulasi.

    Menurut Sarwiji Suwandi dan Madya Ekosusilo (2007: 34) triangulasi data,

    penelitian dengan menggunakan berbagai sumber data yang berbeda untuk

    mengumpulkan data yang sejenis atau sama.

    Triangulasi teknik berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data

    yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber data sebagai berikut:

    observasi, dokumentasi, dan tes.

    F. Teknik Analisis Data

    Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data yang telah berhasil

    dikumpulkan antara lain dengan teknik deskriptif komparatif (statistik deskriptif

    komparatif) dan teknik analisis kritis. Teknik statistik deskriptif komparatif

    digunakan untuk data kuantitatif, yakni dengan membandingkan hasil antar siklus.

    Peneliti membandingkan hasil sebelum penelitian dengan hasil akhir setiap siklus.

    Teknik analisis kritis mencakup kegiatan untuk mengungkap kelemahan

    dan kelebihan kinerja siswa dan guru dalam proses belajar mengajar berdasarkan

    kriteria normatif yang diturunkan dari kajian teoritis maupun dari ketentuan yang

    ada. Hasil analisis tersebut dijadikan dasar dalam menyusun perencanaan tindakan

    untuk tahap berikutnya sesuai dengan siklus yang ada.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    25

    G. Indikator Kerja

    Indikator kinerja merupakan rumusan kinerja yang akan dijadikan acuan

    dalam menentukan keberhasilan atau keefektifan penelitian tentang peningkatan

    ketrampilan menulis karangan sederhana melalui penerapan media gambar kelas IV

    SDLB Negeri Kota Pekalongan.

    Untuk mengetahui keberhasilan apabila siswa telah diadakan pembelajaran

    dengan menggunakan media gambar perolehan nilai meningkat dari sebelumnya

    baik nilai individu siswa maupun rata-rata kelas sehingga mencapai kriteria

    ketuntasan minimal yang ditetapkan yaitu 68.

    H. Prosedur Penelitian

    Secara umum, langkah-langkah operasional yang akan dilakukan peneliti

    dalam Prosedur Penelitian Tindakan Kerja (PTK) meliputi tahap perencanaan,

    pelaksanaan, pengamatan, dan tahap refleksi dengan siklus sebagai berikut:

    Skema 2. Siklus Penelitian Tindakan Kelas

    Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam dua siklus. Oleh karena itu,

    rancangan tindakan pada masing-masing siklus, seperi di bawah ini :

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    26

    1. Siklus I

    a. Perencanaan

    Rangkaian kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah sebagai

    berikut :

    1) Merupakan pokok bahasan yang akan disampaikan pada kegiatan

    pembelajaran.

    2) Menyusun rencana pembelajaran yang akan diberikan dengan pokok

    bahasan menulis karangan sederhana kelas IV.

    3) Memiliki metode dan alat peraga yang tepat sesuai dengan materi

    pembelajaran yang akan disampaikan pada peserta didik.

    4) Menyusun lembar observasi yang akan dipergunakan menilai siswa

    dalam mengerjakan tugas.

    5) Menyusun soal pre tes untuk mengetahui kemampuan awal siswa.

    b. Pelaksanaan

    Adapun langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut :

    1) Kegiatan awal

    a) Mengkondisikan siswa agar siap belajar dengan mengatur posisi

    tempat duduk.

    b) Berdo’a bersama sebelum pelajaran di mulai.

    c) Mengabsen kehadiran siswa.

    d) Menyiapkan alat peraga yang akan dipergunakan unuk kegiatan

    pembelajaran.

    e) Guru mengadakan tanya jawab pada siswa tentang ketrampilan

    menulis karangan.

    2) Kegiatan inti

    a) Guru menjelaskan tentang menulis karangan dengan media gambar

    b) Guru menjelaskan tentang media gambar yang dipakai dalam

    pembelajaran.

    c) Guru menjelaskan penerapan media gambar dalam menyusun

    karangan sederhana.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    27

    d) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan

    hal-hal yang belum jelas.

    e) Peserta didik mengerjakan tugas dengan dibantu/ dipandu oleh guru.

    3) Kegiatan Akhir

    a) Peserta didik mencatat rangkuman yang dibuat bersama-sama guru.

    b) Peserta didik mengerjakan tugas latihan dibantu oleh guru.

    c) Guru melaksanakan observasi, saat siswa mengerjakan tugas.

    d) Guru mengadakan post tes secara individual untuk mengetahui tarap

    serap materi pembelajaran menulis karangan yang dikuasai oleh

    peserta didik.

    c. Pengamatan

    Pengamatan dilaksanakan kepada siswa pada waktu mengerjakan tugas di

    sekolah, dengan menggunakan lembar pengamatan, tujuannya untuk

    mengetahui seberapa jauh anak tersebut dapat mengerjakan tugas.

    d. Refleksi

    Dari hasil pengamatan guru yang diperoleh pada waktu anak mengerjakan

    tugas di sekolah, serta hasil post tes secara individual, sebagai dasar acuan

    bagi guru untuk mengetahui kekurangan, kelemahan, serta hambatan

    (kendala) yang dihadapi siswa. Untuk perbaikan pada siklus/ putaran yang

    ke II (dua).

    2. Siklus II

    Siklus kedua tersebut dilaksanakan untuk menangani anak yang belum

    sesuai dengan standar belajar minimal.

    a. Perencanaan

    1) Merumuskan masalah yang muncul pada pembelajaran siklus I.

    2) Menyusun rencana perbaikan pembelajaran dengan indikator

    “penerapan media gambar”

    3) Memilih metode dan media yang tepat sesuai dengan materi pelajaran

    yang akan disampaikan.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    28

    4) Menyusun lembar observasi yang akan dipergunakan unuk menilai

    siswa dalam kegiatan

    5) Menyusun soal pre tes untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam

    pembelajaran putaran/ siklus II.

    b. Pelaksanaan

    1) Kegiatan Awal

    a) Mengkondisikan siswa agar siap belajar dengan mengatur posisi

    tempat duduk.

    b) Berdo’a bersama sebelum pelajaran di mulai.

    c) Mengabsen kehadiran siswa.

    d) Menyiapkan media gambar yang akan dipergunakan untuk kegiatan

    pembelajaran.

    e) Guru mengadakan tanya jawab materi pelajaran bahasa Indonesia

    kompetensi dasar menulis yang telah disampaikan pada putaran/

    siklus I.

    2) Kegiatan Inti

    a) Guru memberikan pre tes, untuk mengetahui daya serap siswa awal

    mata pelajaran yang sudah dijelaskan oleh guru pada putaran/ siklus

    I.

    b) Guru menjelaskan materi yang disampaikan pada putaran/ siklus II

    tentang menulis karangan, dengan media gambar.

    c) Guru mengadakan tanya jawab kepada peserta didik tentang menulis

    karangan dengan media gambar.

    d) Guru menjelaskan tugas yang dikerjakan siswa.

    e) Guru memberikan tugas kepada siswa.

    f) Guru melaksanakan observasi pada waktu siswa mengerjakan tugas.

    3) Kegiatan Akhir

    a) Peserta didik mencatat rangkuman yang dibuat bersama-sama guru.

    b) Peserta didik menyelesaikan tugas dan di bimbing oleh guru.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    29

    c) Guru mengadakan post tes secara individual untuk mengetahui

    seberapa jauh kemampuan siswa tentang menulis karangan, dapat

    dikuasai oleh peserta didik.

    c. Pengamatan

    Pengamatan dilakukan pada waktu anak mengerjakan tugas dengan

    menggunakan lembar pengamatan, unuk mengetahui partisipasi peserta

    didik dalam kegiatan belajar mengajar.

    d. Refleksi

    Melalui hasil pengamatan, pre tes dan post tes pada putaran/ siklus II hasil

    dapat diketahui apakah ada perubahan yang signifikan atau tidak. Jika sudah

    ada perubahan secara signifikan maka siswa diberikan bimbingan atau

    motivasi agar siswa tidak bosan, dan mau belajar terus jika hasilnya kurang

    memuaskan/ kurang signifikan maka guru mencari kelemahan, kekurangan

    atau kendala yang dihadapi oleh siswa.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    30

    BAB IV

    HASIL PENELITIAN

    A. Deskripsi Lokasi Penelitian

    1. Tinjauan Historis Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Kota Pekalongan

    Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Kota Pekalongan berdiri pada tahun

    1983. Ijin operasional penggunaannya dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan

    dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dengan nomor keputusan: 421.2 / 013 / IV

    / 32 / 85 dengan nomor statistik 101036401076.

    2. Letak Geografis Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Kota Pekalongan

    Secara geografis Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Kota Pekalongan

    berada di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan tepatnya di

    Desa Bendan. Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Kota Pekalongan berada di

    tengah-tengah pemukiman penduduk dengan batas-batas sebagai berikut :

    - Batas sebelah timur : Pemukiman penduduk Desa Bendan.

    - Batas sebelah selatan : Persawahan Desa Bendan

    - Batas sebelah barat : Persawahan Desa Bendan

    - Sebelah utara : Persawahan Desa Bendan

    3. Keadaan Personil Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Kota Pekalongan

    Tahun pelajaran 2010/2011 Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Kota

    Pekalongan dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang membawahi 15 orang

    karyawan terdiri dari 1 orang karyawan berstatus Wiyata Bakti, 2 guru berstatus

    Wiyata Bakti dan 12 guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai guru

    kelas.

    Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan demi kelancaran pelaksanaan

    program sekolah di SDLB Negeri Kota Pekalongan, maka pemangku kepentingan

    sekolah, guru dan karyawan senantiasa melaksanakan tugas dan tanggung jawab

    sesuai dengan program kerja yang direncanakan pada setiap awal tahun

    pembelajaran. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, segenap

    30

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    31

    komponen pengelola SDLB Negeri Kota Pekalongan, mekanisme kerjanya di

    bawah koordinasi dan pengawasan Kepala Sekolah.

    4. Keadaan Siswa Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Kota Pekalongan

    Keadaan siswa SDLB Negeri Kota Pekalongan pada tahun pelajaran

    2010/2011 berjumlah 102 siswa, terdiri dari kelas I (A, B, C) sebanyak 22 siswa,

    kelas II (B, C) 25 siswa, kelas III (A, B, C, D) 21 siswa, kelas IV (A, B, C,D) 17

    siswa, kelas V (B, C, D) 13 siswa, dan kelas VI (A, B) 4 siswa.

    Walaupun jumlah siswa pada tahun pelajaran 2010/2011 mengalami

    kenaikan. Dengan jumlah siswa yang ada, kepala sekolah dan para guru tetap

    berusaha untuk menggali potensi yang ada pada siswa demi peningkatan mutu

    pendidikan di SDLB Negeri Kota Pekalongan pada khususnya dan peningkatan

    mutu pendidikan pada umumnya.

    5. Keadaan Sarana dan Prasarana Pembelajaran Sekolah Dasar Luar Biasa

    Negeri Kota Pekalongan

    Bangunan yang ada pada SDLB Negeri Kota Pekalongan adalah 13

    ruangan kelas, 1 ruang kantor, 1 kantor guru, 3 ruang komputer, 1 ruang laptop, 1

    ruang UKS, 1 ruang sebagai perpustakaan, 1 ruang ketrampilan serta 1 ruang

    berukuran kecil sebagai gudang tempat menyimpan alat-alat peraga. Selain itu juga

    ada bangunan WC dan tempat untuk tenis meja.

    SDLB Negeri Kota Pekalongan mempunyai halaman yang luas yang dapat

    digunakan untuk sarana pembelajaran penjaskes dan kegiatan ekstrakurikuler.

    Sebagian halaman sekolah ditanami pohon mangga untuk keindahan dan

    menyejukkan udara disaat siang hari.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    32

    B. Deskripsi Permasalahan Penelitian

    Berdasarkan hasil pengamatan selama proses pembelajaran pada tindakan

    kelas awal, siswa belum aktif ketika memperhatikan penjelasan guru dan menjawab

    pertanyaan guru. Kemampuan siswa dalam membuat karangan sederhana dengan

    beberapa kalimat pada tindakan kelas awal belum menunjukkan perubahan yang

    berarti. Hal ini disebabkan kreativitas dan inisiatif siswa untuk membuat karangan

    sederhana dengan beberapa kata masih kurang, hasil dari tindakan kelas awal dapat

    ditunjukkan melalui nilai rata-rata kelas yaitu 55. Siswa yang mendapat nilai > 68

    belum ada.

    Tabel 1. Data Nilai Prestasi Belajar Siswa pada Tindakan Kelas Awal

    No Nama Siswa Nilai Keterangan

    1. AW 60 Belum Tuntas

    2. H 50 Belum Tuntas

    Rata-rata kelas 55

    Grafik 1. Grafik Data Nilai Prestasi Belajar Siswa pada Tindakan Kelas Awal

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    33

    1. Siklus Pertama

    Tindakan siklus I dilaksanakan selama 2 kali pertemuan, satu kali

    pertemuan (2 x 35 menit) selama satu minggu dalam bulan Maret 2011, minggu

    pertama. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan pada siklus I sebagai berikut :

    a. Perencanaan

    Sebelum tindakan dilaksanakan terlebih dahulu diadakan evaluasi

    terhadap proses pembelajaran, informasi yang diperoleh sebagai data awal. Hasil

    pencatatan dari data awal menunjukkan bahwa dari siswa kelas IV sebanyak 2

    siswa terdapat 2 siswa atau 100% yang masih belum mencapai batas

    ketuntasan. Setelah dilakukan pemeriksaan hasil pekerjaan siswa, ternyata masih

    banyak siswa belum mampu secara maksimal menyusun karangan tentang topik

    sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik,

    tanda koma, dan lain-lain) yang baik.

    Atas dasar tersebut guru kelas berkolaborasi dengan guru kelas lain

    melakukan koordinasi dengan kepala sekolah menentukan alternatif yang dapat

    dilakukan untuk meningkatkan ketrampilan menulis karangan sederhana siswa

    kelas IV SDLB Negeri Kota Pekalongan.

    Berdasarkan hasil koordinasi dengan kepala sekolah dan guru-guru lain,

    guru kelas memilih media gambar untuk meningkatkan ketrampilan menulis

    karangan sederhana siswa kelas IV SDLB Negeri Kota Pekalongan.

    Berdasarkan standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia

    khususnya menyusun paragraf, guru kelas melaksanakan tindakan dalam

    pembelajaran menggunakan media gambar. Adapun langkah-langkah yang

    dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Menentukan indikator sesuai dengan

    kompetensi dasar, 2) Mempersiapkan media atau gambar-gambar yang sesuai

    dengan pengalaman siswa, 3) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran. RPP

    selengkapnya terlampir.

    b. Pelaksanaan

    Dalam tahap ini, guru melaksanakan pembelajaran dengan

    menggunakan media gambar. Siklus I dilaksanakan selama dua kali pertemuan.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    34

    1) Pertemuan Ke-1

    Pada pertemuan ke-1 materi yang diajarkan adalah menulis karangan

    berdasarkan topik kedisiplinan dengan indikator menyusun kalimat

    berdasarkan gambar dalam lima kalimat atau lebih.

    Sebagai kegiatan awal, guru menceritakan gambar yang disajikan

    dalam beberapa kalimat. Kegiatan inti guru menunjukkan contoh gambar

    yang menggambarkan situasi yang pernah dialami oleh siswa. Siswa

    mendeskripsikan gambar dalam lima kalimat atau lebih.

    Kegiatan ini diulang-ulang dengan gambar yang situasinya berbeda-

    beda, untuk mengetahui kemampuan siswa mendeskripsikan gambar, guru

    menempel beberapa gambar di papan tulis, kemudian siswa bergantian

    menulis kalimat sesuai dengan gambar secara bergantian.

    Kemudian guru membagikan lembar kerja kepada siswa untuk

    dikerjakan secara kelompok. Hasilnya dibahas bersama-sama. Kegiatan

    akhir adalah memberi evaluasi, guru membagi lembar evaluasi kepada

    siswa. Sebagai tindakan lebih lanjut guru memberi pesan-pesan dan PR.

    2) Pertemuan ke-2

    Pada pertemuan ke-2 materi yang diajarkan adalah menulis karangan

    berdasarkan pengalaman dengan indikator menyusun paragraf berdasarkan

    gambar. Kegiatan diawali dengan mengulang materi yang lalu

    mendeskripsikan gambar.

    Sebagai kegiatan inti guru menjelaskan pengertian tentang paragraf.

    Guru memberi contoh menyusun paragraf berdasarkan gambar yang

    menggambarkan tentang topik kedisiplinan. Misalnya gambar siswa sedang

    mengerjakan tugas (PR) hingga berangkat ke sekolah. Gambar ditempel di

    papan tulis. Dari gambar tersebut dibuat karangan satu paragraf.

    Kegiatan demikian dilakukan berulang-ulang sampai anak mampu

    mendeskripsikan dengan kalimat yang sesuai dengan gambar. Kemudian

    guru membagi lembar kerja kepada siswa untuk dikerjakan secara

    kelompok. Guru memantau aktivitas kelompok dan memberi bantuan jika

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    35

    diperlukan. Lembar kerja dikumpulkan untuk dibahas bersama-sama.

    Sebagai kegiatan akhir, siswa mengerjakan evaluasi.

    c. Observasi

    Dalam tahap ini guru kelas berkolaborasi dengan guru kelas yang lain

    untuk memantau terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan alat

    bantu berupa lembar observasi dan perekaman berupa kamera. Hal ini dilakukan

    untuk memperoleh data tentang kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan

    rencana pembelajaran yang dibuat, serta untuk mengetahui seberapa besar

    pembelajaran yang dilaksanakan dapat meningkatkan kemampuan

    mendeskripsikan gambar dalam beberapa kalimat. Observasi siswa kelas IV

    SDLB Negeri Kota Pekalongan ini tidak hanya ditujukan kepada aktivitas siswa

    saja, tetapi juga pada tindakan guru dalam melaksanakan pembelajaran

    berlangsung pada setiap pertemuan.

    Untuk mengetahui secara jelas dalam melaksanakan observasi setiap

    pertemuan pada siklus I dapat diuraikan sebagai berikut :

    Pertemuan : 1 (satu)

    Indikator : Mendeskripsikan gambar dengan lima kalimat atau lebih

    Media : Gambar

    Hasil observasi :

    1) Kegiatan Siswa

    Selama pembelajaran observasi kegiatan siswa sebagai berikut :

    a. Siswa aktif memperhatikan guru.

    b. Siswa aktif menjawab pertanyaan.

    c. Keberanian dan rasa ingin tahu cukup tinggi.

    d. Kreativitas dan inisiatif masih kurang.

    e. Siswa aktif mengerjakan tugas secara individu maupun kelompok.

    2) Kegiatan Guru

    Selama pembelajaran berlangsung, observasi kegiatan yang dilakukan guru

    meliputi :

    a. Guru mempersiapkan ruang, alat, dan media pembelajaran.

    b. Guru membuka pelajaran dengan melakukan apersepsi.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    36

    c. Guru menyampaikan tujuan yang akan dicapai.

    d. Guru menyampaikan materi sesuai dengan kompetensi yang akan

    dicapai.

    e. Guru melaksanakan pembelajaran dengan strategi yang sesuai dengan

    tujuan.

    f. Guru memanfaatkan media pembelajaran sesuai dengan materi.

    g. Guru membangkitkan motivasi siswa dan merespon positif partisipasi

    siswa.

    h. Guru menggunakan bahasa yang komunikatif.

    i. Guru melakukan refleksi dan tindak lanjut.

    j. Menggunakan waktu secara tepat.

    Pertemuan : 2 (dua)

    Indikator : Menyusun paragraf berdasarkan gambar.

    Media : Gambar.

    Hasil Observasi:

    1) Kegiatan Siswa

    Selama pembelajaran berlangsung observasi kegiatan siswa sebagai

    berikut:

    a. Keaktifan siswa meningkat.

    b. Kreativitas dan inisiatif mengalami peningkatan.

    c. Siswa aktif menjawab pertanyaan guru.

    d. Rasa ingin tahu cukup tinggi.

    e. Siswa lebih senang menulis kalimat dengan bantuan media gambar.

    f. Siswa cukup aktif mengerjakan tugas baik secara individu maupun

    kelompok.

    2) Kegiatan Guru

    Selama pembelajaran berlangsung, observasi kegiatan guru sebagai

    berikut:

    a. Guru menyiapkan ruang, media pembelajaran dan memeriksa kesiapan

    siswa.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    37

    b. Guru membuka pembelajaran dengan apersepsi dan menyampaikan

    tujuan pembelajaran.

    c. Guru menyampaikan indikator sesuai dengan tujuan.

    d. Guru menggunakan strategi pembelajaran yang dapat menumbuhkan

    kebiasaan positif.

    e. Guru memanfaatkan media dan sumber pembelajaran yang sesuai dan

    menarik.

    f. Guru melaksanakan pembelajaran yang bisa merespon positif

    partisipasi siswa.

    g. Guru memantau kreativitas siswa

    h. Guru menggunakan bahasa komunikatif.

    i. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang telah

    ditentukan.

    j. Guru melaksanakan refleksi dan tindakan lanjut.

    d. Refleksi Siklus I

    Hasil observasi selama pembelajaran dikumpulkan untuk dianalisis.

    Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan selama proses pelaksanaan

    tindakan materi menyusun paragraf berdasarkan gambar, telah menunjukkan

    perubahan baik pada aktivitas siswa, maupun kemajuan pada pencapaian

    prestasi belajar, sedangkan materi mendeskripsikan gambar dengan beberapa

    kalimat, menunjukkan perubahan yang signifikan. Hasil refleksi

    selengkapnya dapat diuraikan sebagai berikut:

    Berdasarkan pengamatan, siswa cukup aktif memperhatikan

    penjelasan guru. Selama pelaksanaan pembelajaran, guru memberikan

    informasi secara cermat, memberi motivasi, dan melaksanakan penilaian

    dengan teliti. Prestasi kegiatan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran siklus

    I pertemuan ke-1 mencapai rata-rata 65 dari 2 siswa dan siswa yang

    memperoleh nilai > 68 sebanyak 1 siswa atau 50%, dari 2 siswa. Sedangkan

    pertemuan ke-2 mencapai rata-rata 70 dari 2 siswa dan siswa yang

    memperoleh nilai > 68 sebanyak 2 siswa atau 100%.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    38

    Pembelajaran dikatakan berhasil apabila nilai rata-rata kelas

    mencapai > 68 dan siswa yang mendapat nilai > 68 sebanyak 80%. Dari data

    siklus I pertemuan ke-1 dan ke-2 menunjukkan bahwa pembelajaran menulis

    karangan melalui penggunaan media gambar dinyatakan meningkat.

    Hasil prestasi belajar siswa dalam menyusun kerangka karangan

    dikembangkan menjadi paragraf pada pertemuan ke-2 siklus I adalah

    sebagai berikut:

    Pertemuan : 1 (Satu)

    Indikator : Mendeskripsikan gambar dengan lima kalimat atau lebih

    Media : Gambar

    Hasil pembelajaran pada siklus I pertemuan ke-1, siswa yang

    memperoleh nilai > 68 sebanyak 1 siswa atau 50% dari 2 siswa, hasil

    tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan dengan

    menggunakan media gambar belum berhasil. Data