Reklamasi Teluk Benoa Solusi Tepat ?

  • Published on
    11-Jul-2016

  • View
    41

  • Download
    5

DESCRIPTION

opini mahasiswa

Transcript

Reklamasi Teluk Benoa Solusi Tepat ?Pemberitaan tentang rencana pemerintah mengreklamasi kawasan Teluk Benoa menimbulkan pro dan kontra di beberapa kalangan. Reklamasi timbul karena lingkungan kawasan berair ini telah dianggap rusak, maka dinilai perlu ada perbaikan dan pemulihan kawasan menjadi lebih baik dan bermanfaat. Beberapa tujuan reklamasi Tanjung Benoa akan dimanfaatkan untuk kawasan nelayan dan pertokoan tepi laut, kawasan hunian dan hotel mangrove eco chalet, kawasan olahraga air dan waterfront, kawasan taman botanical, Pulau Pudut, kawasan kultur dan pura dan kawasan pusat belanja. Padahal, sumber lain mengemukakan bahwa Teluk Benoa memiliki dua ekosistem tersebsar di Bali, yaitu ekosistem mangrove dan ekosistem Padang Lamun.Masyarakat pada umumnya menolak reklamasi tersebut, aksi penolakan terhadap proyek reklamasi Tanjung Benoa terjadi di Bali dan Jakarta untuk menuntut pemerintah menghentikan rencana tersebut, namun pemerintah masih akan menunggu sampai proses AMDAL selesai. Pendapat rakyat itu akan menjadi pertimbangan yang signifikan dan sangat urgen dalam proses AMDAL. Cara reklamasi memberikan keuntungan dan dapat membantu negara/kota dalam rangka penyediaan lahan untuk berbagai keperluan (pemekaran kota), penataan daerah pantai, pengembangan wisata bahari, dll.Perlu diingat bahwa bagaimanapun juga reklamasi merupakan bentuk campur tangan (intervensi) manusia terhadap keseimbangan lingkungan alamiah yang selalu dalam keadaan seimbang dinamis. Perubahan ini akan melahirkan perubahan ekosistem seperti perubahan pola arus, erosi dan sedimentasi pantai, berpotensi meningkatkan bahaya banjir, dan berpotensi gangguan lingkungan di daerah lain (seperti pengeprasan bukit atau pengeprasan pulau untuk material timbunan).