Click here to load reader

referat sinusitis viona.docx

  • View
    221

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of referat sinusitis viona.docx

REFERATSINUSITIS

Pembimbingdr. M.Agus, Sp.THT-KL,M Kes

Disusun oleh :Viona Aprilia Sucipto030.11.301

Kepaniteraan Klinik THT RSAL MintohardjoPeriode 25 Mei 26 Juni 2015

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTIJAKARTA

LEMBAR PENGESAHANReferat berjudulSINUSITIS

Disusun oleh:Viona Aprilia Sucipto03011301

Telah diterima dan disetujui oleh pembimbing:dr. M. Agus, Sp.THTSebagai salah satu syarat dalam mengikuti dan menyelesaikan Kepaniteraan Klinik Departemen Ilmu THTDi Rumah Sakit TNI AL dr. MintohardjoPeriode 25 Mei 26 Juni 2015

Jakarta, .. Juni 2015

dr. M. Agus, Sp.THTKATA PENGANTARPuji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,karena dengan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan referat Sinusitis. Penyusunan referat ini dimaksudkan untuk melengkapi tugas di Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit THT di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo Jakarta.Pada kesempatan ini saya mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan referat ini, terutama kepada :1. dr M.Agus S.Sp.THT selaku pembimbing referat2. Staf SMF THT RSAL Dr. Mintohardjo-Jakarta3. Rekan-rekan koasisten Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit THT RSAL Dr.Mintohardjo periode 25 Mei-26 Juni 2015.

Saya juga mengucapkan terimakasih kepada pihak lain yang telah membantu, baik langsung maupun tidak langsung. Penulis sadar bahwa masih banyak kekurangan dalam referat ini. Smoga referat ini dapat bermanfaat bagi siapa aja yang membacanya.Jakarta, Juni 2015Penyusun

Viona Aprilia Sucipto030.11.301DAFTAR ISI

BAB IPENDAHULUAN

Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus paranasalis. Penyebab utamanya ialah infeksi virus yang kemudian diikuti oleh infeksibakteri. Secara epidemiologi yang paling sering terkena adalah sinus etmoid dan maksilla. Sinusitis bisa terjadi pada salah satu dari keempat sinus yang ada (maksilaris, etmoidalis, frontalis atau sfenoidalis). Sinusitis bisa bersifat akut (berlangsung selama 3 minggu atau kurang) maupun kronis (berlangsung selama 3-8 minggu tetapi dapat berlanjut sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun). Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis, sedangkan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis.Yang paling sering ditemukan adalah sinusitis maxilla dan sinusitis ethmoid, sedangkan sinusitis frontal dan sinusitis sphenoid lebih jarang ditemukan. Pada anak hanya sinus maxilla dan sinus ethmoid yang berkembang sedangkan sinus frontal dan sinus sphenoid mulai berkembang pada anak berusia kurang lebih 8 tahun.Sinus maxilla merupakan sinus yang paling sering terinfeksi, oleh karena (1) merupakan sinus paranasal terbesar, (2) letak ostiumnya lebih tinggi dari dasar sehingga sekret dari sinus maxilla hanya tergantung dari gerakan silia, (3) dasar sinus maxilla adalah dasar akar gigi (processus alveolaris), sehingga infeksi pada gigi dapat menyebabkan sinusitis maxilla, (4) ostium sinus maxilla terletak di meatus medius, di sekitar hiatus semilunaris yang sempit, sehingga mudah tersumbat. Sinusitis dapat menjadi berbahaya karena menyebabkan komplikasi ke orbita dan intracranial, serta menyebabkan peningkatan serangan asma yang sulit diobati.

BAB 2TINJAUAN PUSTAKA

2.1. DefinisiSinusitis berasal dari akar bahasa Latinnya sinus, akhiran umum dalam kedokteran -itis berarti peradangan karena itu sinusitis adalah suatu peradangan sinus paranasal. Sinusitis adalah suatu peradangan pada sinus yang terjadi karena alergi atau infeksi virus, bakteri maupun jamur.Terdapat empat sinus disekitar hidung yaitu sinus maksilaris (terletak di pipi), sinus ethmoidalis (di antara kedua mata), sinus frontalis (terletak di dahi) dan sinus sphenoidalis (terletak di belakang dahi). Sinusitis adalah peradangan mukosa sinus paranasal yang dapat berupa sinusitis maksilaris, sinusitis etmoid, sinusitis frontal, dan sinusitis sphenoid. Bila yang terkena lebih dari satu sinus disebut multisinusitis, dan bila semua sinus terkena disebut pansinusitis.

2.2. AnatomiSinus paranasal merupakan ruang udara yang berada di tengkorak. Bentuk sinus paranasal sangat bervariasi pada tiap individu dan semua sinus memiliki muara (ostium) ke dalam rongga hidung. Ada delapan sinus paranasal, empat buah pada masing-masing sisi hidung. Anatominya dapat dijelaskan sebagai berikut: sinus frontal kanan dan kiri, sinus ethmoid kanan dan kiri (anterior dan posterior), sinus maksila kanan dan kiri (antrium highmore) dan sinus sphenoid kanan dan kiri. Semua sinus ini dilapisi oleh mukosa yang merupakan lanjutan mukosa hidung, berisi udara dan semua bermuara di rongga hidung melalui ostium masing-masing.Secara embriologis, sinus paranasal berasal dari invaginasi mukosa rongga hidung dan perkembangannya pada fetus saat usia 3-4 bulan, kecuali sinus frontalis dan sphenoidalis. Sinus maksilaris dan ethmoid sudah ada saat anak lahir sedangkan sinus frontalis mulai berkembang pada anak lebih kurang berumur 8 tahun sebagai perluasan dari sinus etmoidalis anterior sedangkan sinus sphenoidalis berkembang mulai pada usia 8-10 tahun dan berasal dari postero-superior rongga hidung. Sinus-sinus ini umumnya mencapai besar maksimum pada usia 15-18 tahun. Sinus frontalis kanan dan kiri biasanya tidak simetris dan dipisahkan oleh sekat di garis tengah.Sinus paranasal divaskularisasi oleh arteri carotis interna dan eksterna serta vena yang menyertainya seperti a. ethmoidalis anterior, a. ethmoidalis posterior dan a. sfenopalatina. Pada meatus superior yang merupakan ruang diantara konka superior dan konka media terdapat muara sinus ethmoid posterior dan sinus sphenoid. Fungsi sinus paranasal :1. Membentuk pertumbuhan wajah karena di dalam sinus terdapat rongga udara sehingga bisa untuk perluasan. Jika tidak terdapat sinus maka pertumbuhan tulang akan terdesak.1. Sebagai pengatur udara (air conditioning).1. Peringan cranium.1. Resonansi suara.1. Membantu produksi mukus.

(medical-dictionary.thefreedictionary.com)Gambar 2.1Sinus paranasalis tampak depan dan samping

2.2.1. Sinus Maksilaris1. Terbentuk pada usia fetus bulan IV yang terbentuk dari prosesus maksilaris arcus I.1. Bentuknya piramid, dasar piramid pada dinding lateral hidung, sedang apexnya pada pars zygomaticus maxillae.1. Merupakan sinus terbesar dengan volume kurang lebih 15 cc pada orang dewasa.1. Berhubungan dengan :0. Cavum orbita, dibatasi oleh dinding tipis (berisi n. infra orbitalis) sehingga jika dindingnya rusak maka dapat menjalar ke mata. 0. Gigi, dibatasi dinding tipis atau mukosa pada daerah P2 Mo1ar. 0. Ductus nasolakrimalis, terdapat di dinding cavum nasi.1. Suplai darah terbanyak melalui cabang dari arteri maksilaris. Inervasi mukosa sinus melalui cabang dari nervus maksilaris.2.2.2 Sinus Frontalis1. Sinus frontalis mulai terbentuk sejak bulan keempat fetus, berasal dari sel-sel resessus frontal atau dari sel-sel infundibulum ethmoid. Sinus ini dapat terbentuk atau tidak.1. Ukuran sinus frontal adalah 2,8 cm tingginya, lebarnya 2,4 cm dan dalamnya 2 cm. Sinus frontal biasanya bersekat-sekat dan tepi sinus berlekuk-lekuk. Tidak simetris kanan dan kiri, terletak di os frontalis.1. Volume pada orang dewasa 7cc.1. Bermuara ke infundibulum (meatus nasi media).1. Berhubungan dengan :1. Fossa cranii anterior, dibatasi oleh tulang compacta. 1. Orbita, dibatasi oleh tulang compacta. 1. Dibatasi oleh Periosteum, kulit, tulang diploic.1. Suplai darah diperoleh dari arteri supraorbital dan arteri supratrochlear yang berasal dari arteri oftalmika yang merupakan salah satu cabang dari arteri carotis inernal. Inervasi mukosa disuplai oleh cabang supraorbital dan supratrochlear cabang dari nervus frontalis yang berasal dari nervus trigeminus.2.2.3 Sinus Ethmoid1. Terbentuk pada usia fetus bulan IV.1. Saat lahir, berupa 2-3 cellulae (ruang-ruang kecil), saat dewasa terdiri dari 7-15 cellulae, dindingnya tipis.1. Bentuknya berupa rongga tulang seperti sarang tawon, terletak antara hidung dan mata1. Berhubungan dengan :1. Fossa cranii anterior yang dibatasi oleh dinding tipis yaitu lamina cribrosa. Jika terjadi infeksi pada daerah sinus mudah menjalar ke daerah cranial (meningitis, encefalitis dsb).1. Orbita, dilapisi dinding tipis yakni lamina papiracea. Jika melakukan operasi pada sinus ini kemudian dindingnya pecah maka darah masuk ke daerah orbita sehingga terjadi Brill Hematoma. 1. Nervus Optikus. 1. Nervus, arteri dan vena ethmoidalis anterior dan pasterior.2.2.4 Sinus Sphenoidal1. Terbentuk pada fetus usia bulan III1. Terletak pada corpus, alas dan Processus os sphenoidalis.1. Volume pada orang dewasa 7 cc.1. Berhubungan dengan (Pletcher&Golderg, 2003):1. Sinus cavernosus pada dasar cavum cranii.1. Glandula pituitari, chiasma n.opticum. 1. Tranctus olfactorius. 1. Arteri basillaris brain stem (batang otak) 1. Suplai darah berasal dari arteri carotis internal dan eksternal. Inervasi mukosa berasal dari nervus trigeminus.Pada meatus medius yang merupakan ruang diantara konka superior dan konka inferior rongga hidung terdapat suatu celah sempit yaitu hiatus semilunaris yakni muara dari sinus maksila, sinus frontalis dan ethmoid anterior.

2.3. EtiologiSinusitis bisa bersifat akut (berlangsung selama 3 minggu atau kurang) maupun kronis (berlangsung selama 3-8 minggu tetapi dapat berlanjut sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun).Penyebab sinusitis akut:1. VirusSinusitis akut bisa terjadi setelah suatu infeksi virus pada saluran pernafasan bagian atas (misalnya pilek).1. BakteriDi dalam tubuh manusia terdapat beberapa jenis bakteri yang dalam keadaan normal tidak menimbulkan penyakit (misalnya Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae). Jika sistem pertahanan tubuh menurun atau drainase dari sinus tersumbat akibat pilek atau infeksi virus lainnya, maka bakteri yang sebelumnya tidak berbahaya akan berkembang biak dan menyusup ke dalam sinus, sehingga terjadi infeksi sinus akut.1. JamurKadang infeksi