Click here to load reader

Referat Sinusitis Jamur Pink

  • View
    2.080

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of Referat Sinusitis Jamur Pink

KATA PENGANTARSebelumnya saya ucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan bimbingan-Nya saya dapat menyelesaikan referat ini dengan baik dan lancar, walaupun berbagai halangan dan hambatan telah saya alami bahkan terlalu banyak sehingga tidak dapat saya sebutkan satu persatu, tetapi yang terutama adalah tugas pendidikan yang dibebankan kepada saya. Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas pembelajaran saya dalam studi kepaniteraan kedokteran yang saya jalankan saat ini. Dalam referat ini berisikan mengenai tinjauan kepustakaan yang saya pelajari mengenai penyakit sinusitis akibat infeksi jamur. Hasil pembelajaran yang saya dapat dari peninjauan kepustakaan tersebut saya tuangkan dalam referat ini. Saya harap referat ini dapat memberi informasi yang berguna bagi para pembacanya, baik bagi teman-teman sejawat saya, kalangan medis lain, maupun kalangan awam yang sangat membutuhkan informasi mengenai penyakit ini. Akhir kata, Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan referat ini, terutama kepada dosen pembimbing saya, Dokter Ivan Djajalaga, M. Kes, Sp. THT-KL serta teman-teman sejawat saya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Saya juga mohon maaf jika terdapa kesalahan dalam referat ini baik kesalahan dalam pemilihan kata-kata maupun penulisan. Saya menyadari bahwa referat ini masih jauh dari sempurna, oleh karenanya saran dan kritik sangat saya harapkan dari para pembaca.

Jakarta, Mei 2011 Penulis

ALVINA

1

2

3

4

DAFTAR GAMBARGambar 1. Hidung Bagian Luar ................................................................................. 12 Gambar 2. Tulang Hidung Bagian Luar Tampak Anterolateral ................................. 13

5

Gambar 3. Tulang Hidung Bagian Luar Tampak Inferior .......................................... 14 Gambar 4. Batas lateral kavum nasi (lubang hidung) ................................................ 14 Gambar 5. Kartilago septum nasi sisi lateral .............................................................. 15 Gambar 6. Concha Nasalis ......................................................................................... 16 Gambar 7. Innervasi Rongga Hidung Tampak Lateral .............................................. 18 Gambar 8. Anatomi Mikroskopis Mukosa Hidung ................................................... 18 Gambar 9. Sinus Paranasalis ..................................................................................... 22 Gambar 10. Dinding Hidung Lateral ......................................................................... 23 Gambar 11. Anatomi Sinus Paranasalis .................................................................... 24 Gambar 12. Potongan sagital sinus fontalis .............................................................. 31 Gambar 13. Potongan sagital sinus frontalis dan sinus sfenoid ............................... 33 Gambar 14. Mikroskopis Aspergillus fumigatus ....................................................... 39 Gambar 15. Mikroskopis Curvularia lunata .............................................................. 39 Gambar 16. Endoskopi pasien dengan Fungal ball ................................................... 43 Gambar 17. Fungal ball yang telah dikeluarkan ......................................................... 43 Gambar 18. Fungal ball Pada Sinus Maxillaris Kanan ................................................ 44 Gambar 19. CT Scan Potongan Sagital Sinus Mycetoma ............................................. 45

6

Gambar 20. CT Scan Potongan Axial dari sinus ethmoid. Menunjukan adanya kekeruhan penuh dari sinus anterior dan posterior ethmoid kanan serta pada sinus sfenoid kanan. Hiperdensitas jelas terlihat pada anterior dan posterior sinus ethmoid........................................................................................................................................ 45

Gambar 21. Mukus yang kental di Sinus Maxillaris ...................................................... 49 Gambar 22. CT Scan Potongan Coronal Pasien dengan Sinusitis Alergi Jamur yang Unilateral menunjukan gambaran hiperdens dan inhomogenitas sinus; opaksifikasi: terdapat musin alergi ........................................................................................................... 50 Gambar 23. Mikroskopis Elemen-elemen Jamur yang Menyebar ( hifa ) dengan eosinofilik ( alergi ) mucin ( pewarnaan Gomori Methemine Silver Pembesaran 200x ) ............................... .......................................... ................................................................. 51 Gambar 24. Invasif Fungal Sinusitis ............................................................................. 54 Gambar 25. Rigid Nasal Endoscopy (0o) menunjukan daerah nekrotik muncul di konka media kanan (MT) dan septum hidung (S). TI adalah konka inferior ............. 55 Gambar 26. Foto pasien 24 jam setelah presentasi. Adanya pengerasan kulit dan kulit kehitaman dari philtrum, dorsum nasi, ala nasi kiri, dan ujung hidung yang jelas .... 56 Gambar 27. Penampilan setelah debridemen dari semua jaringan yang non viabel. Hidung eksternal, septum anterior, philtrum, bagian tengah, pipi kiri dan kanan, kiri dan kanan dari canthal daerah medial, serta glabella diperlukan debridement .......... 56 Gambar 28. CTScan Potongan Coronal Pasien dengan Sinusitis Jamur Invasif Akut Pada Sinus Maxillaris Kanan dengan gambaran destruksi dinding Lateral Sinus Maxillaris .......................................................................................................................... 57 Gambar 29. CT Scan Potongan Coronal Pasien dengan Sinusitis Jamur Invasif Kronik Pada Sinus Maxillaris Kanan, Rongga Hidung Kanan, dan Sinus Sfenoid; erosi fossa kranial anterior, dengan ekstensi intrakranial pada sisi kanan ...................................... 607

Gambar 30. Pasien dengan obstruksi nasi dan epistaksis; gambaran massa di sinus maksilaris kanan dengan destruksi dinding medial, ekstensi ke rongga hidung; diagnosis radiologi: sinusitis jamur, histopatologi: inverted papilloma ....................... 64 Gambar 31. Gambaran pasien dengan alergik fungal sinisitis, terjadi proptosis bagian kanan, telekantus, pendataran malar, posisi mata asimetrisdan ala nasi bagian kanan terdorong kebawah. ......................................................................................................................... 65

DAFTAR TABELTabel 1. Sinus paranasalis, muara, inervasi, vaskularisasi dan limfatikusnya ........... 33 Tabel 2. Pembagian Klasifikasi Fungal Sinusitis ....................................................... 41

8

BAB I PENDAHULUANHidung merupakan salah satu organ penting yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari biasanya dan hidung merupakan salah satu organ pelindung tubuh terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. Dalam hidung manusia mempunyai sekitar 12 rongga disepanjang atap dan bagian latral rongga udara hidung dengan jumlah , bentuk, ukuran, dan simetri yang bervariasi. Sinus-sinus inilah yang

9

membentuk rongga didalam beberapa tulang wajah dan menjadi salah satu bagian dari hidung yang sering kali menjadi permasalahan dikalangan masyarakat umum.1 Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada rongga sinus. Sinus atau sering pula disebut dengan sinus paranasalis adalah rongga udara yang terdapat pada bagian padat dari tulang tenggkorak di sekitar wajah, yang berfungsi untuk memperingan tulang tenggkorak. Rongga ini berjumlah empat pasang kiri dan kanan. Sinus frontalis terletak di bagian dahi, sedangkan sinus maksilaris terletak di belakang pipi. Sementara itu, sinus sphenoid dan sinus ethmoid terletak agak lebih dalam di belakang rongga mata dan di belakang sinus maksilaris. Dinding sinus terutama dibentuk oleh sel sel penghasil cairan mukus. Udara masuk ke dalam sinus melalui sebuah lubang kecil yang menghubungkan antara rongga sinus dengan rongga hidung yang disebut dengan ostia. Jika oleh karena suatu sebab lubang ini buntu maka udara tidak akan bisa keluar masuk dan cairan mukus yang diproduksi di dalam sinus tidak akan bisa dikeluarkan.1, 2 Beberapa penyebab dapat menjadi pencetus terjadinya sinusitis, salah satunya adalah jamur, selain ada pula penyebab lain seperti bakteri, ataupun virus. 1 Jamur adalah suatu organisme yang mirip seperti tumbuhan namun tidak memiliki klorofil yang cukup oleh karena mereka tidak memiliki klorofil, jamur harus menyerap makanan dari bahan-bahan organik yang telah mati. Dalam siklus hidupnya jamur dan bakteri bekerjasama untuk memecah hamper semua substansi organik kompleks (selulosa) dan juga mendaur ulang elemen-elemen lain, terutama elemen karbon untuk tetap hidup. Pada dasarnya jamur hanya mengabsorpsi makanan dari benda mati saja, namun terkadang jamur juga mengasorbsi makanan dari organism yang masih hidup, dan salah satunya adalah tubuh kita. Dari sinilah awal mula terjadinya infeksi jamur pada tubuh kita. Pada sinusitis jamur bagian yang terinfeksi adalah rongga sinus pada hidung manusia.3 Infeksi jamur pada sinus paranasal jarang terjadi dan biasanya terjadi pada individu dengan system imun tubuh yang kurang . Namun, baru-baru ini, terjadinya sinusitis jamur telah meningkat pada populasi imunokompeten.1, 2, 3 Ketika system imun tubuh menurun, jamur memiliki kesempatan untuk masuk dan berkembang dalam tubuh. Oleh karena organisme ini tidak membutuhkan cahaya untuk memproduksi makanannya, maka Jamur dapat hidup dilingkungan yang lembab dan gelap. Sinus paranasalis yang terdapat pada hidung menjadi suatu tempat yang alami dan paling strategis dimana jamur dapat ditemukan. Hal inilah yang10

menyebabkan timbulnya sinusitis jamur. Jenis patogen yang paling umum adalah dari jenis Aspergillus sp dan Mucor sp.3 Infeksi sinus oleh jamur jarang terdiagnosis karena sering luput dari pe

Search related