referat PEB

  • View
    44

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

referat pre eklamsi

Text of referat PEB

25

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

PENDAHULUANHipertensi adalah masalah kesehatan yang paling sering ditemui dalam kehamilan. Hipertensi merupakan komplikasi kehamilan kira-kira 7-10% dari seluruh kehamilan.(1)Hipertensi dalam kehamilan adalah salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu disamping perdarahan dan infeksi. Pada hipertensi dalam kehamilan juga didapati angka mortalitas dan morbiditas bayi yang cukup tinggi. Di Indonesia preeklamsia dan eklamsia merupakan penyebab dari 30-40% kematian perinatal, sementara di beberapa rumah sakit di Indonesia telah menggeser perdarahan sebagai penyebab utama kematian maternal. Untuk itu diperlukan perhatian serta penanganan yang serius tehadap ibu hamil dengan penyakit ini.(2)Preeklampsia adalah suatu gangguan multisistem, bersifat spesifik pada kehamilan dan mempunyai ciri khas yaitu terdapatnya hipertensi dan proteinuria setelah umur kehamilan mencapai 20 minggu. Gangguan ini terdapat pada setidaknya 5-7% pada seluruh kehamilan dengan insidensi 23.6 kasus pada 1000 kelahiran bayi di Amerika Serikat1. Komplikasi dari hipertensi adalah penyebab ketiga terbesar setelah perdarahan dan embolisme yang menyebabkan kematian pada kehamilan. Preeklampsia dikaitkan dengan peningkatan resiko dari abruptio plasenta, gagal ginjal akut, komplikasi serebrovaskular dan kardiovaskular, pembekuan intravaskular meluas ( disseminated intravaskular coagulation ) dan kematian ibu hamil. Preeklampsia dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu preeklampsia ringan dan berat. Angka kejadian rekurensi preeklamsia kategori berat lebih kurang 20-25% pada kehamilan selanjutnya2. Karena itu, diagnosa dini dan penanganan tepat dari preeklampsia berat menjadi hal yang sangat penting dan tidak dapat dielakkan lagi, dengan tentunya tidak mengesampingkan diagnosis dan penanganan preeklampsia ringan

KLASIFIKASIPada saat ini, untuk lebih menyederhanakan dan memudahkan The Working Group Report dan High Blood Pressure in Pregnancy (2001) menyarankan klasifikasi hipertensi dalam kehamilan sebagai berikut :1. Hipertensi gestasional2. Hipertensi kronis3. Hipertensi kronik + Superimposed Preeklampsia 4. Preeklampsia5. EklampsiaSebagai batasan yang disebut hipertensi dalam kehamilan adalah kenaikan tekanan darah diastolik > 90 mmHg dan tekanan darah sistolik > 140 mmHg pada dua kali pemeriksaan yang berjarak : 4 jam atau lebih dan proteinuria, jika dijumpai protein dalam urine melebihi 0,3 gr/24 jam atau dengan pemeriksaan kualitatif minimal positif (+) satu.(2,3)

DEFINISI(4,5,6,7)1. Hipertensi Gestasional adalah hipertensi yang timbul pada kehamilan tanpa disertai proteinuria dan hipertensi menghilang setelah 3 bulan pascapersalinan atau kehamilan dengan tanda-tanda preeklampsia tetapi tanpa proteinuria. TD mencapai > 140/90 mmHg, tetapi proteinuri (-) untuk pertama kali dalam masa kehamilan Transient hipertension jika tidak berkembang menjadi preeklamsi dan TD kembali ke normal dalam 12 minggu post partum Dengan klasifikasi demikian maka diagnosis bahwa seorang wanita tidak/bukan preeklamsi dibuat hanya pada postpartum Sehingga diagnosisnya hipertensi gestasional Yang paling penting ialah bahwa wanita dengan hipertensi gestasional dapat mengalami tanda-tanda yang berhubungan dengan preeklamsi, misalnya : Nyeri kepala Nyeri ulu hati Atau trombositopeni

2. Hipertensi KronisAdalah hipertensi yang timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu atau hipertensi yang pertama kali didiagnosis setelah umur kehamilan 20 minggu dan hipertensi menetap sampai 12 minggu pascapersalinan. Tekanan darah mencapai 140/90 mmHg untuk pertama kalinya dalam kehamilan Proteinuri (-) Transient hipertensi jika tidak berkembang menjadi preeklamsi dan TD kembali ke normal dalam 12 minggu post partum Diagnosis terakhir hanya bisa dibuat setelah post partumYang paling penting ialah wanita dengan hipertensi gestasional dapat mengalami tanda tanda yang berhubungan dengan preeklamsi, misalnya nyeri ulu hati atau trombositopeni.Pada wanita muda hipertensi terjadi akibat penyakit parenkim ginjal. Hipertensi kronis yang diperberat preeklamsi terjadi pada 25% risiko solusio plasenta.Janin pada wanita hipertensi kronis berisiko IUGR dan kematian. Sering terjadi superimposed preeklamsi pada wanita lebih cepat daripada preeklamsi murni. Hipertensi kronis dalam kehamilan tekanan darah meninggi baik sistole atau diastole setelah 26-28 minggu. Preeklamsi ditandai proteinuria.

3. Hipertensi Kronik + Superimposed preeklamsiAdalah hipertensi kronis yang disertai dengan gejala preeklampsia

4. PreeklamsiHipertensi yang timbul setelah 20 minggu kehamilan disertai dengan proteinuria.Kriteria minimum : tekanan darah 140/90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu proteinuri 300mg/24 jam atau+1 Kriteria tambahan tekanan darah 160/110 mmHg proteinuri 2,0 gr/24 jam atau +2 Kreatinin serum > 1,2 mg/dL, kecuali sebelumnya memang telah meningkat Trombosit < 100.000 mm3 Mikroangiopati hemolisis (peningkatan LDH) Sakit kepala yang menetap atau gangguan serebral atau penglihatan Nyeri ulu hati tetap

Preeklamsi merupakan sindroma spesifik dalam kehamilan akibat berkurangnya perfusi organ sekunder terhadap vasospasme dan aktivasi endothelial. Proteinuria merupakan tanda penting pada preeklamsi. Bila tidak ada maka dipertanyakan.Proteinuria > 300 mg/24 jam atau persistent 30 mg/dl (+1 dipstick) pada urin random.Proteinuria +2 atau lebih atau protein dalam urin 24 jam 2 gr atau lebih adalah preeklamsi berat, dimana filtrasi glomerulus terganggu dan kreatinin meningkat.Nyeri epigastrium/kuadran kanan atas : akibat nekrosis hepatoseluler, iskemia dan edema karena regangan kapsul Glissons. Sering disertai meningkatnya enzim liver dan merupakan tanda untuk terminasi kehamilan. Nyeri akibat infark/perdarahan sama seperti karena ruptur hematoma subkapsuler. Ruptur hepar jarang dan sering berhubungan dengan hipertensi pada orang yang lebih tua dan multiparaTrombositopeni, merupakan tanda memburuknya preeklamsi akibat aktivitas platelet dan agregasi dan hemolisis mikroangiopati akibat vasospame hebat. Gross hemolisis hemoglobinemia, hemoglobinuria, hiperbilirubinemia merupakan tanda beratnya penyakit.

5. EklamsiIalah kejang pada wanita yang preeklamsi dan bukan akibat etiologi lain. Kejang bersifat grand mal dan terjadi selama dan setelah persalinan. Kejang terjadi > 48 jam post partum terutama pada nullipara sampai 10 hari post partum.

FAKTOR RESIKOPenelitian berbagai faktor risiko terhadap hipertensi pada kehamilan / pre-eklampsia / eklampsia :a. UsiaInsidens tinggi pada primigravida muda, meningkat pada primigravida tua. Pada wanita hamil berusia kurang dari 25 tahun insidens > 3 kali lipat. Pada wanita hamil berusia lebih dari 35 tahun, dapat terjadi hipertensi latenb. Paritas Angka kejadian tinggi pada primigravida, muda maupun tua Primigravida tua risiko lebih tinggi untuk pre-eklampsia beratc. Faktor keturunanJika ada riwayat pre-eklampsia/eklampsia pada ibu/nenek penderita, faktor risiko meningkat sampai + 25% d. Faktor genDiduga adanya suatu sifat resesif (recessive trait), yang ditentukan genotip ibu dan janine. Diet / gizi Tidak ada hubungan bermakna antara menu / pola diet tertentu (WHO). Penelitian lain : kekurangan kalsium berhubungan dengan angka kejadian yang tinggi. Angka kejadian juga lebih tinggi pada ibu hamil yang obese / overweightf. HiperplasentosisProteinuria dan hipertensi gravidarum lebih tinggi pada kehamilan kembar, dizigotik lebih tinggi daripada monozigotik.Hidrops fetalis : berhubungan, mencapai sekitar 50% kasus.Diabetes mellitus : angka kejadian yang ada kemungkinan patofisiologinya bukan pre-eklampsia murni, melainkan disertai kelainan ginjal / vaskular primer akibat diabetesnya.Mola hidatidosa : diduga degenerasi trofoblas berlebihan berperan menyebabkan pre-eklampsia. Pada kasus mola, hipertensi dan proteinuria terjadi lebih dini / pada usia kehamilan muda, dan ternyata hasil pemeriksaan patologi ginjal juga sesuai dengan pada pre-eklampsia.g. Penyakit ginjal / hipertensi sebelum kehamilan

PATOFISIOLOGI (4)Hipertensi dalam kehamilan biasanya terjadi pada wanita :1. Yang terpapar villi chorian untuk pertama kali2. Yang terpapar villi chorion yang besar seperti pada gemelli atau mola hidatidosa3. Yang sebelumnya mempunyai penyakit vaskuler4. Yang secara genetis merupakan predisposisi untuk hipertensi dalam kehamilan

Berbagai teori yang pernah dikemukakan, antara lain : (8)1. Teori intoleransi imunologik pada ibu dan janinHLA G ( Human Leukocyte Antigen Protein G ) berperan dalam modulasi respon imun sehingga imunitas ibu tidak akan menolak hasil konsepsi dan melindungi trofoblas janin dari lisis oleh NK cell ibu. Selain itu untuk mempermudah invasi sel trofoblas ke dalam jaringan desidua ibu.

2. Faktor genetikGenotip ibu lebih menentukan terjadinya hipertensi. Ibu yang mengalami preeklampsia, 26 % anak perempuannya preeklampsia juga.

3. Faktor nutrisiAda yang mengemukakan bahwa penyakit ini berhubungan dengan adanya defisiensi kalsium, protein, kelebihan garam natrium atau kekurangan asam lemak tidak jenuh. Pemberian minyak ikan juga bisa mengurangi resiko preeklampsia. Minyak ikan mengandung asam lemak tidak jenuh yang dapat menghambat produksi tromboksan dan mencegah vasokonstriksi darah.

4.Teori kelainan vaskularisasi plasentaPada kehamilan normal, invasi trofoblas ke dalam lapisan otot a.spiralis menimbulkan degenerasi lapisan otot tersebut sehingga terjadi dilatasi a.spiralis. invasi ini masuk ke jaringan a.spiralis sehingga jaringan matrix gembur kemudian mudah distensi dan dilatasi sehingga dapat menurunkan tekanan darah, menurunkan resistensi vascular, dan meningkatkan sirkulasi darah terutama ke plasenta agar perfusi ke janin baik. Hal itulah yang disebut dengan Remodelling a. spiralis.Pada hipertensi, tidak terjadi invasi ke trofoblas, dan Remodelling a.spiralis pun gagal yang men