Click here to load reader

Proposal KP Yudha Dkk

  • View
    77

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

hjy

Text of Proposal KP Yudha Dkk

PROPOSAL KERJA PRAKTEKPENINJAUAN PERALATAN PEMBORAN DAN PRODUKSIPT. PERTAMINA DRILLING SERVICE INDONESIA

DISUSUN OLEH :

BINTANG TAUFIK YUSUF S. 113120005YUDHA YUSRIANSYAH M.113120014ADI SETYA MAHARDIKA 113120024ACHMAD ARIEF SOLICHIN 113120040

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKANFAKULTAS TEKNOLOGI MINERALUNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONALVETERANYOGYAKARTA2014HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL KERJA PRAKTEKPENINJAUAN PERALATAN PEMBORAN DAN PRODUKSIPT. PERTAMINA DRILLING SERVICE INDONESIA

Diajukan untuk memenuhi persyaratan kerja praktek (KP) guna melengkapi kurikulum akademis Program Studi Teknik Perminyakan, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

DISUSUN OLEH :

BINTANG TAUFIK YUSUF S. 113120005YUDHA YUSRIANSYAH M.113120014ADI SETYA MAHARDIKA 113120024ACHMAD ARIEF SOLICHIN 113120040

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat-Nya, penyusun dapat menyelesaikan proposal kerja praktek ini.Adapun maksud dan tujuan dari proposal ini untuk memenuhi persyaratan kerja praktek guna melengkapi kurikulum di program studi Teknik Perminyakan, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.Pada kesempatan ini pula penyusun mengucapkan terima kasih kepada :1. Dr. Ir. KRT. Nur Suhascaryo, MT. selaku Kepala Program Studi Teknik Perminyakan UPN Veteran Yogyakarta.2. Ir. Y. Lela Widagdo, M.Si, selaku Sekretaris Program Studi Teknik Perminyakan UPN Veteran Yogyakarta.3. Mia Ferian Helmy, ST. selaku koordinator kerja praktek yang telah memberikan petunjuk dalam pembuatan proposal ini.4. Rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak memberikan bantuan hingga terselesaikannya proposal ini.5. Semua pihak yang telah membantu baik moral maupun spiritual.Penyusun menyadari bahwa proposal ini masih terdapat kekurangan, oleh karena itu penyusun mengharapkan adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk penyempurnaan proposal ini.

Yogyakarta, 5 Desember 2014

DAFTAR ISIHalamanHALAMAN JUDUL i HALAMAN PENGESAHAN ii KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI ivDAFTAR GAMBAR .............................................................................. vBAB I.LATAR BELAKANG 1BAB II.TUJUAN DAN MANFAAT 2BAB III.BATASAN MASALAH 3BAB IV.TINJAUAN PUSTAKA 3BAB V.RENCANA KERJA PRAKTEK 32BAB VI.PEMBIMBING 32BAB VII.PENUTUP 33DAFTAR PUSTAKA 34LAMPIRAN

DAFTAR GAMBARGambar 4.1. Prime Mover................................................................................ 4 Gambar 4.2. Sistem Pengangkatan................................................................... 10Gambar 4.3. Sistem Pemutar ........................................................................... 11Gambar 4.4. Sistem Sirkulasi........................................................................... 16 Gambar 4.5. BOP Stack................................................................................... 21 Gambar 4.6. X-Mastree dan Wellhead.............................................................. 22 Gambar 4.7. Sucker Rod Pump....................................................................... 25Gambar 4.8. Gas lift........................................................................................ 26Gambar 4.9. Electric Submersible Pump....................................................... 28

i

iv

v

PENINJAUAN PERALATAN PEMBORAN DAN PRODUKSIPT. PERTAMINA DRILLING SERVICE INDONESIA

I. LATAR BELAKANGKerja praktek adalah salah satu mata kuliah prasyarat dalam kurikulum akademik di Program Studi Teknik Perminyakan, Fakultas Teknologi Mineral dengan bobot akademis 3 SKS yang wajib ditempuh oleh mahasiswa Teknik Perminyakan Program Strata 1 (S1) di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta. Kerja praktek pada dasarnya merupakan aplikasi dari semua ilmu yang didapatkan dari bangku kuliah dan kemudian diterapkan di lapangan pada kondisi nyata. Dengan kerja praktek mahasiswa memperoleh kesempatan untuk dapat mengamati, membandingkan, menerapkan teori yang diperoleh di bangku kuliah serta dapat lebih memahami dan mampu untuk ikut memberikan kontribusi dalam memecahkan kasus yang timbul di industri.Perkembangan ilmu dan teknologi dalam dunia Teknik Perminyakan yang semakin canggih, menuntut mahasiswa Teknik Perminyakan untuk memahami aplikasi dari teori- teori yang telah dipelajari dan mengetahui perkembangan teknologi perminyakan tersebut, khususnya pada aspek pemboran dan aspek produksi.Operasi pemboran merupakan suatu kegiatan yang terdiri dari beberapa tahapan kegiatan-kegiatan. Sebelum operasi pemboran dapat terlaksana, pertama-tama yang perlu dilakukan tahap persiapan . Pada Tahap persiapan terdiri dari beberapa tahapan mulai dari persiapan tempat, pengiriman peralatan ke lokasi, penunjukkan pekerja sampai pada persiapan akhir.Tujuan utama dari operasi pemboran adalah membuat lubang secara cepat, ekonomis dan aman hingga menembus formasi produktif. Lubang hasil pemboran tersebut dinamakan Wellbore (lubang sumur). Setelah dipasang casing dan disemen, maka langkah selanjutnya adalah memasang fasilitas produksi untuk memproduksikan minyak atau gas dari formasi produktif.Operasi produksi dimulai apabila sumur telah selesai dikomplesi (Well Completion), dimana tipe komplesi yang digunakan terutama tergantung pada karakteristik dan konfigurasi antar formasi produktif dengan formasi di atas dan di bawahnya, tekanan formasi, jenis fluida dan metoda produksi.Metoda produksi yang selama ini dikenal, meliputi metoda sembur alam (Natural Flow) dan metoda pengangkatan buatan (Artificial Lift). Metoda sembur alam diterapkan apabila tenaga alami reservoir masih mampu mendorong fluida ke permukaan, sedangkan metoda pengangkatan diterapkan apabila tenaga alami reservoir sudah tidak mampu mendorong fluida ke permukaan.Setelah fluida sumur sampai ke permukaan, fluida dialirkan ke block station melalui pipa-pipa alir untuk dilakukan pemisahan air, minyak, dan gas bumi. Gas hasil pemisahan, selain dapat langsung dimanfaatkan untuk industri dapat pula digunakan injeksi gas lift atau pressure maintenance, sedangkan minyak bumi (crude oil) umumnya ditampung terlebih dahulu di pusat pengumpulan minyak sebelum dikirim ke kilang minyak untuk dikapalkan.

II.TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan :1. Untuk memenuhi salah satu kurikulum pada Program Studi Teknik Perminyakan, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.2. Mengenal keadaan dunia industri yang akan dihadapi sehingga dapat melakukan persiapan sebelum terjun langsung ke dalamnya.Manfaat :1. Mengetahui secara langsung bentuk, fungsi maupun cara kerja dari peralatan pemboran dan peralatan produksi yang digunakan dan menambah pengalaman kerja di lapangan.2. Dapat mengaplikasikan teori dan konsep-konsep dalam perkuliahan Teknik Reservoir, Teknik Pemboran, Teknik Produksi dan seluruh praktikum yang telah diberikan.

III. PEMBATASAN MASALAHDalam penulisan proposal kerja praktek ini penulis akan mencoba membahas tentang peralatan pemboran dan peralatan produksi yang mungkin digunakan di lapangan, meliputi bentuk, fungsi, maupun cara kerja.

IV.TINJAUAN PUSTAKA4.1. SEJARAH PEMBORANPemboran sumur minyak pertama kali dilakukan oleh Kolonel Edwin L.Drake di Titusville, Pennsylvania, Amerika Serikat pada tanggal 22 Agustus 1859 dengan menggunakan metode pemboran yang masih sederhana yaitu pemburan tumbuk,sampai kedalaman 21 meter.Di Indonesia pemboran minyak pertama kali dilakukan oleh orang Belanda bernama Jan Reerink di Cibodas Tangat,Jawa Barat pada tahun 1871 tetapi tidak menghasilkan minyak. Penemuan minyak pertama Di Indonesia oleh Aeiko Janszoon Zijker seorang pemimpin perkebunan tembakau di daerah Langkat,Sumatra Utara. Saat ini metode pemboran berkembang menjadi metode bor putar (rotary drilling). Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dalam bidang pemboran, pemboranpun berkembang dengan adanya pemboran dilepas pantai yang pada prinsipnya adalah merupakan perkembangan dari operasi pemboran didarat.

4.2. PERALATAN UTAMA PEMBORAN4.2.1. SISTEM TENAGA ( Power System )Sistem tenaga pada operasi pemboran terdiri dari dua sub-komponen utama, yaitu :1. Power Supply Equipment, yang dihasilkan oleh mesin-mesin besar yang dikenal sebagai Prime Mover (penggerak utama).2. Distribution Equipment (transmition), meneruskan tenaga yang diperlukan untuk operasi pemboran.Sistem transmisi dapat dikerjakan dengan salah satu dari sistem, yaitu sistem transmisi mekanis atau sistem transmisi listrik.4.2.1.1. Prime Mover Unit Hampir semua rig menggunakan Internal Combution Engines. Penggunaan mesin ini ditentukan besarnya tenaga pada sumur yang didasarkan pada casing program dan keadaan sumur. Tenaga yang dihasilkan prime mover berkisar antara 500 sampai dengan 5000 hp.Jumlah unit mesin yang diperlukan :1. Dua atau tiga, pada umumnya operasi pemboran memerlukan dua atau tiga mesin.2. Empat, untuk pemboran yang lebih dalam memerlukan tenaga yang lebih besar sehingga mesin yang diperlukan dapat mencapai empat mesin. Jenis mesin yang digunakan :1. Diesel ( compression ) engines.2. Gas ( spark-ignition ) engines.

Gambar 4.1. Prime Mover

4.2.1.2. Distribusi Tenaga Pada RigRig tidak berfungsi dengan baik bila distribusi tenaga yang diperoleh tidak mencukupi. Sebagian besar tenaga yang dihasilkan mesin, didistribusikan untuk drawwork, rotary table dan mud pump. Disamping itu juga diperlukan untuk penerangan, instrumen rig, engines fans, air conditioner, dan tenaga transmisi.Tenaga transmisi oleh suatu mesin atau lebih harus diteruskan ke komponen-komponen utama rig, yaitu sistem pengangkatan, sistem pemutar dan sistem sirkulasi.Tenaga transmsi diperoleh dari salah satu metode sebagai berikut : Mechanical power tra

Search related