Proposal Fathur Taufiq

  • View
    152

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Proposal Fathur Taufiq

A. JUDUL PENELITIAN Upaya Kepala Perpustakaan Umum Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Di Kabupaten Lumajang B. LATAR BELAKANG Perpustakaan adalah sebuah gedung tempat menyimpan buku, yang dipenuhi dengan rak-rak yang berisi buku. Gambaran semacam itu tidak dapat dikatakn salah, karena dalam bahasa Indonesia kata pustaka memang berarti buku . Akan tetapi kalau dikaji lebih mendalam gambaran itu masih jauh dari pemahaman yang tepat mengenai perpustakaan. Perpustakaan tidak hapnya berkaitan dengan gedung dan buku saja, tetapi juga dengan sistem penyimpanan, pemeliharaan, dan pengguna. Sesungguhnya, perpustakaan adalah suatu kesatuan unit kerja yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu bagian pengembangan koleksi, bagian pengolahan koleksi, bagian pelayanan pengguna, dan bagian pemeliharaan sarana-prasarana, berbagi unsur terlibat dalam pengolaan perpustakaan, antara lain sumber daya manusia, pengguna, sarana-prasarana, berbagai fasilitas pendukung, dan yang terpenting adalah koleksi yang disusun berdasarkan sistem tertentu. Pada awal mulanya koleksi perpustakaan hanya terbatas berupa buku tercetak saja. Seiring dengan kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi, jenis koleksi perpustakaan juga berkembang ke bentuk-bentuk media noncetak, seperti mikroflm, mikrofis, audio tape, piringan hitam, pita magnetic, video tape, slid, kaset, CD, DVD, dan sebagainya. Masuknya komputer ke perpustakaan telah mengubah secara drastis wajah perpustakaan, dari perpustakaan yang memberikan pelayanan secara manual menjadi perpustakaan yang terotomasi, dari perpustakaan yang dibatasi oleh dinding dan ruangan menjadi perpustakaan tampa batas yang di lengkapi dengan saran-saran elektronik untuk mengakses informasi dalam berbagai format dan dari berbagai sumber di seluruh dunia.1

1

F. Rahayuningsih, Pengelolaan Perpustakaan, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2007, 1-2

2

Desain kota pendidikan yang beraroma surga mengharuskan adanya beberapa perpustakaan yang lengkap dan berada disekitar warga atau penduduk setempat. Untuk memenuhi kebutuhan perpustakaan yang merupakan jantung pendidikan biasa didirikan perpustakaan bersama, khususnya untuk pendidikan luar sekolah, seperti pesantren, madrasah diniyah, dan majlis ta'lim. Pendirian perpustakaan ini biasa dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya: 1. Beberapa desa yang berdekatan membuat perpustakaan bersama dengan koleksi buku, CD, Filem, dan semacamnya, terutama yang terkait dengan kebutuhan warga desa. 2. Beberapa pesantren atau majlis ta'lim yang berdekatan ditingkat kecamatan atau dibeberapa desa mendirikan perpustakaan bersama juga dengan menyediakan referensi terkait, terutama kitab-kitab langka agar biasa diakses secara bersama-sama. 3. PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, madrasah, pesantren, dan lainya juga dapat menyelenggarakan perpustakaan secara bersama.2 Dengan pengertian diatas dapat kita definisikan perpustakaan itu dapat kita bangun sendiri dengan bersama-sama masyarakat desa yang berdekatan. Bagi setiap masyarakat atau pelajar yang mengunjungi perpustakaan berarti ingin membaca dan ingin mendapatkan informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian rekreasi pelestarian khasanah budaya bangsa, serta memberikan berbagai layanan jasa lainya. Hal tersebut telah ada sejak dulu dan terus berproses secara alamiyah menunjuk kepada suatu kondisi dan tingkat perbaikan yang signifikan meskipun belum memuaskan semua pihak. Perpustakaan pada prinsipnya mempunyai 3 kegiatan pokok, yaitu pertama, mengumpulkan(to collect) semua informasi dan masyarakat yang di layaninya. Kedua, melestarikan, (to preserve) memelihara, dan merawat seluruh koleksi perpustakaan, agar tetap dalam keadaan baik, utuh, layak pakai, dan tidak lekas rusak, baik karena pemakaian maupun karena usianya,

2

Moh. Roqib, Ilmu Pendidikan Islam, Yogyakarta: LKiS, 2009, 231-232

3

Ketiga, diberdayakan (to make available) seluruh koleksi yang di himpun di perpustakaan untuk dipergunakan pemakaianya.3 Hal ini sebagaimana anjuran Al-Quran untuk belajar membaca dan mencari informasi, yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5 :

Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.4

Dengan membaca, orang diharapkan memperoleh sesuatu yang baru sebagai bahan informasi. Dapat dikatakan bahwa orang masuk perpustakaan adalah belajar dan membaca. Dengan membaca wawasan manusia akan bertambah. bagi peserta didik dan masyarakat kegiatan membaca akan dapat meningkatkan belajarnya dan pengetahuan . Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi siswa menggunakan fasilitas belajar di sekolah maupun perpustakaan umum dengan baik. Dengan demikian jelaslah bahwa perpustakaan mempunyai peranan dan fungsi yang cukup tinggi dalam usaha meningkatkan minat belajar maupun dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun perlu disadari pula bahwa upaya tersebut akan dapat terwujud dengan baik jika fasilitas3 4

Sutarno NS, Perpustakaan Dan Masyarakat, Jakarta: CV. Sagung Seto, 2006, 1 Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemah, Bandung: CV Penerbit J-ART, 2005, 598

4

perpustakaan sesuai dengan kemajuan IPTEK dan kebutuhan saat ini. Artinya peranan dan fungsi perpustakaan akan dapat memenuhi sasaran yang diinginkan apabila diimbangi dengan fasilitas dan pelayanan yang memadai untuk meningkatkan aktivitas belajar bagi masyarakat dan pelajar. Salah satu perpustakaan yang banyak memberikan kontribusi penting untuk kemajuan Kabupaten Lumajang, terutama dalam hal menumbuhkembangkan minat baca masyarakat kabupaten Lumajang, berdasarkan realita diatas perpustakaan bukan dengan alasan menghadapi ujian atau mendapat tugas akan tetapi dengan pelayanan perpustakaan yang optimal membaca menjadi budaya yang subur. Berpangkal dari uraian di atas, maka dalam hal ini penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul Upaya Kepala Perpustakaan Umum Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Di Kabupaten Lumajang. Menurut data awal yang peneliti peroleh bahwa perpustakaan Kabupaten Lumajang telah berdiri sejak tahun 1960an dan dikelola oleh dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Lumajang yang terletak di Jl. Kapten Suwandak. Beberapa bulan kemudian perpustakaan Kabupaten Lumajang pindah kehalaman belakang pemerintahan Daerah Kabupaten Lumajang, selang satu tahun kemudian (tahun 1974-1975) karena perpustakaan kurang mendapatkan dukungan dari Pemerintahan Daerah dan minat baca masyarakat Lumajang hampir bisa dikatakan tidak ada maka secara perlahan-lahan kegiatan perpustakaan hilang bagaikan ditelan bumi. Pada 1 Juni 1979 Pemerintahan Daerah Lumajang berinisiatif untuk menghidupkan kembali perpustakaan dan dibentuklah perpustakaan umum yang pengelolaanya diserahkan kepada PKK dan dibantu oleh seorang staf Pemerintahan daerah yang bernama Husein Yunan Noor yang akhirnya membawa nama Husein Yunan Noor menjadi pustakawan teladan tingkat Propinsi Jawa Timur pada tahun 1988. kiprah perpustakaan umum Kabupaten Lumajang selalu diperhitungkan oleh pemerintah baik ditingkat propinsi maupun nasional, sehingga dengan kiprahnya ini pada tanggal 23 Mei 1986

5

perpustakaan umum PKK mendapatkan hibah 1 paket bis keliling. Berdasarkan Perda No: 27 tahun 1995 terbentuklah perpustakaan umu daerah Kabupaten Lumajang ysng bertempat di Jl. W.R. Supratman. Kantor kearsipan Daerah Kabupaten Lumajang dibentuk tahun 1996 berdasarkan Perda No. 12 tahun 1996 dan pada tahun 2001 perpustakaan umum daerah Kabupaten Lumajang bergabung dengan kantor arsip Kabupaten Lumajang sehingga menjadi kantor perpustakaan dan arsip Kabupaten Lumajang yang terletak di Jl. Hayam Wuruk No. 1 Lumajang dan pelayanan perpustakaan kepada masyarakat berlokasi di Kawasan W.R. Supratman hingga tahun 2005. Pada pertengahan tahun 2005 pelayan perpustakaan dipindahkan ke Kawasan Wonorejo Terpadu hingga tahun 2007. Pada bulan desember tahun 2007 pelayanan perpustakaan berpindah ke Jl. Alun-alun barat No.1 sampai sekarang. Sedangkan data awal tentang upaya perpustakaan dalam meningkatkan minat baca masyarakat yaitu dengan dengan memberikan pelayanan yang sifatnya terbuka yaitu suatu layanan yang membolehkan pemakai jasa perpustakaan memilih dan mengambil sendiri bahan pustaka yang dibutuhkannya dari tempat penyimpanan koleksi atau rak buku. Dan layanan yang digunakan perpustakaan umum Kabupaten Lumajang ialah layanan membaca diperpustakaan, layanan referensi, layanan sirkulasi, layanan ekstensi, layanan system paket, layanan mobil pintar, dengan meningkatkan layanan-layanan diatas bisa meningkatkan minat baca masyarakat.5 Dan menundang anak TK, PAUD, untuk kunjungan ke perpustakaan setiap hari jumad dan sabtu. Hal ini sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan Bapak Sumaryono selaku kasi pengelolaan pelayanan perpustakaan. Cara kami dalam meningkatkan minat baca masyarakat dengan memberikan layanan-layanan yang sifatnya terbuka yaitu suatu layanan yang membolehkan pemakai jasa perpustakaan memilih dan mengambil sendiri bahan pustaka yang dibutuhkan dan5

http://www.Lumajang.go.id/perpustakaan.php (April 2011), 1

6

mengundang anak-anak TK, PAUD, setiap hari jumad dan sabtu itulah salah satu untuk meningkatkan minat baca masyarakat.6 Adapun catatan jumlah buku dari tahun ketahun semakin bertambah mulai tahun 2009 jumlah buku 19615 eksemplar, pada tahun 2010 mendapat tambahan 1007 eksemplar jumlah buku semuanya 20622 eksemplar, dengan jumlah anggota 8266 orang, jumlah pengunjung pada tahun 2010 37553 orang, buku yang dipinjam 47220, peminjam 23610 orang. C. FOKUS PENELITIAN Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif disebut dengan istilah fokus penelitian. Bagian ini mencantumkan semua rumusan masalah yang akan di cari jawabannya melalui proses penelitian. Perumusan masalah harus disusun s