Presentasi Kasus Jiwa Rsko

  • View
    224

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Presentasi Kasus Jiwa Rsko

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    1/62

    Pembimbing:dr. Yuniar, M. Epid

    dr. Sandi, MKK

    Presentan:Dokter muda Atma Jaya

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    2/62

    Nama : Tn. R

    Umur : 28 tahun

    Jenis Kelamin : Laki-laki

    Agama : Islam

    Suku Bangsa : Betawi

    Pendidikan : SMA

    Pekerjaan : Pengamen

    Status : Belum menikah

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    3/62

    *Sejak tahun 2000 pasien mulai menggunakan putaw akibatdiajak oleh teman-teman dalam lingkungan tinggalnya.

    Penggunaan putaw dengan cara ngedrag kemudian setelah

    beberapa waktu pemakaian mulai berganti dengan cara IV.

    Awalnya pasien menggunakan putaw terutama saat iamengalami masalah dengan ayahnya, tetapi lama-kelamaan

    menjadi ketagihan dan mulai menggunakan rutin. Awalnya

    pasien menggunakan putaw setengah ji per hari, kemudian

    makin lama makin meningkat sampai satu setengah ji per

    hari.

    *Dalam menggunakan putaw, pasien sering berbagi jarumsuntik bersama teman-tamannya.

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    4/62

    *Selain putaw, pasien juga menggunakan ganja kurang lebihsekali sehari tetapi tidak rutin. Pasien juga mengkonsumsialkohol dan merokok sejak tahun 2000, terutama bila sedangberkumpul bersama teman-temannya.

    *Pada tahun 2006 pasien diberitahu dokter bahwa ia terkenainfeksi HIV dan hepatitis C. Sejak saat itu pasienmengkonsumsi ARV.

    *Pasien pernah direhabilitasi selama 6 bulan di BNN dandinyatakan selesai rehabilitasi tetapi pasien kembali

    menggunakan putaw. Setelah itu pasien sempatdirehabilitasi ulang beberapa kali di BNN dan RSKO Jakarta.

    *Pasien datang ke RSKO untuk rehabilitasi atas paksaanayahnya.

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    5/62

    *Riwayat Pendidikan:*SD 7 tahun tamat, tinggal kelas saat kelas 5

    *SMP 3 tahun tamat, mulai menggunakan ganja

    *SMA drop out karena berkelahi pada kelas 2, mulaimenggunakan putaw

    *Riwayat Kehidupan Seksual:

    *Awal hanya berhubungan dengan pacar kemudian mulai

    berhubungan dengan PSK

    *Pasien tidak menggunkaan kondom

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    6/62

    Jenis Zat Penggunaan Pertama(tahun)

    CaraPenggunaan

    FrekuensiPenggunaan

    Penggunaan Terakhir

    JumlahPenggunaan Terakhir

    Opioida 2000 IV 2x/hari 15/8/2013 1,5 g

    Ganja 2000 Hisap 1x/hari 2011 1 linting

    Alkohol 1999 Oral 1x/minggu 2011 1 gelas

    Nikotin 1998 Hisap 4x/hari Masih 12 batang

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    7/62

    *Jumlah saudara laki-laki: 1 orang*Jumlah saudara perempuan: 4 orang*Anak kandung ke 4 dari 6 bersaudara

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    8/62

    *Masalah Keluarga:*Ayah punya banyak istri

    *Pasien hanya tinggal dengan ayah pasien dan sering mengalamikonflik

    *Masalah Ekonomi:*Pasien pernah malakukan tindak kriminal (menjambret) karena

    kekurangan uang untuk membeli putaw

    *Masalah Pendidikan:*Pasien dikeluarkan dari SMA karena berkelahi

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    9/62

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    10/62

    * Penampilan : Sikap & perilaku baik,cara berpakaian rapih,tampak tenang

    * Perilaku & aktivitas psikomotor : Baik

    * Sikap terhadap pemeriksa : kooperatif* Pembicaraan : Spontan, tidak ada

    gangguan berbahasa

    * Keserasian : Serasi & perasaan pasiendapat dirasakan

    * Mood : Euthym* Afek : serasi

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    11/62

    *Gangguan persepsi : Halusinasi ( - ) & Ilusi (-)*Arus pikiran : Produktivitas cukup, kontinuitas tidak

    terganggu

    *Isi pikiran : Preokupasi pikiran (-), Waham (-),Usaha bunuh diri (-)

    *Kesadaran : Compos mentis*Orientasi waktu : Baik

    tempat : Baik orang : Baik

    situasi : Baik

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    12/62

    *Daya Ingat* Recent memory : Baik*Immediate memory : Baik

    *Remote memory : Baik

    *Konsentrasi, perhatian : Baik*Pikiran abstrak : Baik*Pengendalian impuls : Baik

    *Insight : Baik (derajat VI)*Judgement : Baik*Taraf dapat dipercaya : Dapat dipercaya

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    13/62

    *Darah Rutin:*Hb: 14,7 g/dL

    *Ht: 47%

    *Leukosit: 8.000 sel/uL

    *Trombosit: 250.000 sel/uL

    *Serologi:*HbsAg (-)

    *Anti HCV (+)*Fungsi Hati:*SGOT: 30 U/L*SGPT: 31 U/L

    *Drug Test:*Benzodiazepin (-)*Cannabis (-)

    *Opiat (+)*Amfetamin (-)

    *Metamfetamin (-)

    *Radiologi:*Thorax PA: tidak tampak

    kelainan

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    14/62

    *Pasien laki-laki 28 tahun, datang ke RSKO Jakarta atas paksaanorang tuanya untuk menjalani rehabilitasi.

    *Riwayat penggunaan obat:*Heroin 1,5 g /hari IV sejak tahun 2000

    *Ganja 1 linting tidak teratur sejak tahun 2000*Alkohol sejak tahun 1999*Nikotin sejak tahun 1998

    *Efek:*Positif: rasa nyaman, dapat melupakan masalah keluarga*Negatif: Timbul masalah dengan keluarga, menjadi lebih agresif,

    putus sekolah, sulit menemukan pekerjaan, terlibat kriminalitas

    *Riwayat Penyakit:*HIV dan hepatitis C sejak 2006

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    15/62

    *Axis I: F11.2.22 Gangguan Mental dan Perilaku akibatpenggunaan opioida dengan sindrom ketergantungan

    kini dalam pengawasan klinis atau dengan pengobatan

    pengganti (ketergentungan terkendali)

    *Axis II: Tidak ada*Axis III: HIV, Hepatitis C*Axis IV: Masalah dengan ayah dan keluarga*Axis V: GAF 70-61 gejala ringan terhadap stresor psikososial,

    kesulitan dalam fungsi sosial, okupasional, dan

    sekolah, masih memiliki hubungan interpersonal yang

    bermakna

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    16/62

    *ARV*Terapi substitusi: Suboxone 1 x 4 mg*Trammadol 50 mg prn nyeri

    *Ranitidine 50 mg prn mual

    *Saran Pemeriksaan:*Kadar CD4+

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    17/62

    *Quo ad vitam : dubia*Quo ad functionam : dubia*Quo ad sanationam : dubia

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    18/62

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    19/62

    *Opioid adalah nama segolongan zat, baikalamiah, semisintetik maupun sintetik yang

    mempunyai khasiat seperti morfin.

    *Manfaat opioid dalam bidang kedokteranadalah sebagai analgesik.

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    20/62

    *Pembagian opioid menurut asalnya :*Opioid alamiah ( opium, morfin, kodein )*Opioid semisintetik ( heroin, hidromorfon )*Opioid sintetik ( meperidin, propoksifen,levorfanol, levalorfan )

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    21/62

    *Cara mengkonsumsi :*Intravena*Inhalasi*Dicampur dalam rokok*Oral

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    22/62

    *Cara kerja :opioid bekerja dengan mengikatkan diri padadinding neuron. Terdapat 4 reseptor opioid :

    - mu : mu 1

    mu 2

    - delta : delta 1

    : delta 2

    - gama

    - kappa : kappa 1

    : kappa3

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    23/62

    *Rasa nyeri supraspinal : mu 1*Rasa nyeri spinal, mempengaruhi pernapasan,dan gerak peristaltik saluran pencernaan: mu

    2

    *Menghambat rasa nyeri spinal : delta 2 dankappa 1

    *Menghambat rasa nyeri supraspinal: delta 1dan kappa - 3

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    24/62

    *Efek opioid pada susunan saraf pusat :*Menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri*Menenangkan*Menghilangkan batuk*Menimbulkan rasa mual*Pupil menyempit*Suhu badan turun

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    25/62

    *Pengaruh opioid pada sistem endokrin :*Menghambat produksi GnRH*Menghambat LH*Menghambat ACTH

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    26/62

    *IV, inhalasi, hisap*Melebihi dosis analgetikeuforia, rasa tenang, mengantuk, apatis, perlambatan gerak motori

    k*Overdosisdepresi pernafasan sampai koma bahkan kematia

    *Dosis fatal : 200mg*Pada penggunaan secara kronis toleransi tiapefek berbeda

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    27/62

    *Efek pada tubuh

    mencapai puncak sesudah 48-72 jam*8-12 jam setelah penggunaan : Lakrimasi, rinore,menguap, dan berkeringat

    *12-14 jam setelah penggunaan : tidur tidak bisa lelap

    *Lebih dari 12 jam setelah penggunaan : midriasis,anoreksia, iritabel, tremor, dan rambut badan berdiri

    *Gejala putus heroin beberapa jam setelahpenggunaan terakhir , mencapai puncaknya setelah 36-

    72 jam

    *Dalam urine bertahan 1-2 hari sesudah penggunaanterakhir.

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    28/62

    *Komplikasi medis bahan pencampur, caramenggunakan, dan pola hidup

    *Bahan pencampur hepatotoksik, nefrotoksik*Cara menyuntik abses, sepsis, endokarditis,infeksi hepatitis B atau C, infeksi HIV/AIDS

    *Pola hidup penyakit kulit dan penyakit gigi,anemia, malnutrisi, dan tuberkulosis.

    *Inhalasi penyakit jamur pada paru

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    29/62

    *Intoksikasi akut*Nalokson HCl 0,2-0,4 mg (1 cc) atau 0,01mg/kg BB per IV/IM/SC

    *Bila belum berhasil ulang sesudah 3-10menit sampai 2-3 kali.

    *Pemantauan minimal 24jam pada

    pengguna heroin, 72jam pada penggunametadon

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    30/62

    *Putus opioid (withdrawal)*Abrupt withdrawal tidak memberi obat

    *Symptomatic therapy analgetik, tranquilizer,antiemetik, antispasmodik, dekongestan, sedatif,vitamin, dll.

    *Gradual withdrawal pemberian opioid lain yang

    legal dalam pengobatan (co: morfin, kodein, petidin,metadon). Metadon dosis awal 10-40mg/hari PO,

    kemudian diturunkan 10mg per hari sampai dosis

    10mg/hari. Lalu 5mg/hari selama 1-3hari.

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    31/62

    *Buprenorphine detoks dengan dosis awal 4-8mg.*Kodein 60-100mg diberikan 3-4x/hari, diturunkan5-10mg per hari

    *Substitusinonopioid (klonidin) Pemberian 3-4 kalisehari @0,01-0,3 mg atau 17 mikrogram/kgBB/hari

    dibagi menjadi 3-4 kali pemberian

    *Antagonis opioida di bawah anestesi umum (rapiddetoxification)

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    32/62

    *Derivat thebaine yg tergolong ke dalamnarkotika, di beberapa negara digunakan

    sebagai analgesik (0.30.6 mg) IM/IV

    *Agonist parsial bekerja pada mu opioidreceptor. Efek opioid maksimal lebih rendah dari

    full agonists & memiliki ceiling effect.

    *Partial agonist dapat diberikan dalam dosis

    lebih tinggi dengan efek samping minimal

    (seperti depresi nafas)

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    33/62

    *Buprenorphine memiliki bioavailabilitasgastrointestinal (GI) yang buruk &

    bioavailabilitas sublingual yang cukup baik.

    *Potensi penyalahgunaan buprenorphine padaorang yang ketergantungan opioid:

    *Tingkat ketergantungan*Waktu di antara penggunaan full agonistdengan buprenorphine

    *Dosis buprenorphine yang diberikan

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    34/62

    *Level of Physical Dependence.*pada tingkat ketergantungan yang tinggi,

    buprenorphine dapat menyebabkan gejalawithdrawal jika diberikan saat intoksikasi opiois.

    *Pasien yang terbiasa dengan 60mg methadoneper hari dapat mengakibatkan gejala withdrawal

    akibat acute doses dari sublingual buprenorphine.

    *Pada individu dengan ketergantungan yang rendah(

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    35/62

    *Interval pemberian*Pada interval yang pendek (2 jam setelahdosis methadone)dapat mengakibatkangejala withdrawal

    *Acute Dose Buprenorphine

    *Dosis rendah (

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    36/62

    *Pemberian buprenorphine berulang dapat mengakibatkandan menjaga ketergantungan secara fisik terhadap opioid.

    *Buprenorphine partial agonist ketergantungan lebihrendah dari full agonist

    *Gejala withdrawal lebih ringan (intensitas dan onset)*Onset lebih lambat akibat disosiasi buprenorphine yglambat dari reseptor mu.

    *Penurunan dosis secara gradual gejala withdrawal lebihringan lagi.

    *Metabolisme & Ekskresi*Buprenorphine dimetabolisme oleh hati (sistem enzim

    cytochrome P450 3A4) norbuprenorphine

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    37/62

    *Efek samping*Sama dengan mu opioid agonist lainnya

    (nausea, vomiting, constipation), tetapiintensitasnya lebih rendah dari full agonist

    opioid.

    *Respiratory Depression*Berbeda dengan agonis mu reseptor lainnya,buprenorphine tidak mengakibatkan depresi

    nafas sampai menakibatkan kematian

    *Efek depresi nafas justru seringkalididapatkan pada individu yang tidak

    memiliki ketergantungan terhadap opioid.

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    38/62

    *Naloxone menghambat &memberikan efek yangbertolak belakang terhadap efek opioid.

    *Naloxone merupakan antagonis opioid yg murni

    (sama sekali tidak memiliki sifat agonis)*Jika diberikan dalam keadaan tanpa opioid(atau efek agonisnya) tidak ada aktifitas

    farmakologi.

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    39/62

    *Tidak ada bukti terhadap efek toleransi naloxone

    atau menyebabkan ketergantungan fisik &psikologis.

    *Jika terdapat ketergantungan fisik terhadap opioid,naloxone akan mengakibatkan gejala withdrawal.

    (muncul dalam hitungan menit & hilang dalam 2jam)

    *Tingkat keparahan & durasi dari gejala withdrawaltergantung pada dosis Naloxone & derajat

    ketergantungan individu terhadap opioid.

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    40/62

    *Mekanisme kerja naloxone belum sepenuhnyadimengerti. Penelitian menunjukkan bahwa naloxone

    bekerja dengan berkompetisi pada reseptor mu, kappa

    & sigma di SSP, dengan afinitas terbesar pada reseptor

    mu.

    *Onset Naloxone IV 2 menit. Durasi tergantung padadosis dan cara pemberian.

    *Durasi kerja naloxone lebih pendek dari beberapa opiate

    efek opiate dapat kembali jika efek naloxone telahhilang. Harus ada dosis ulangan tergantung dengan

    opioid yang akan di-antagonis-kan.

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    41/62

    *Akibat banyaknya penggunaan yang salah daribuprenorphine secara injeksi, maka dibuat sediaan

    tablet sublingual yang juga mengandung naloxone.

    *Bioavailabilitas naloxone sublingual cukup rendah,sedangkan bioavailabilitas buprenorphine sublingual

    cukup baik meskipun keduanya secara relatif memilikibioavailabilitas saluran cerna yang rendah.

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    42/62

    *Jika pasien menggunakan tablet sublingual naloxone danbuprenorphine dengan benar, efek yang mendominasiialah efek dari buprenorphine.

    *Jika tablet gabungan naloxone dan buprenorphine inidiinjeksikanefek antagonis dari naloxone akanmendominasiefek withdrawal.

    *Hal ini akan menurunkan angka penggunaan yang salahdari tablet kombinasi ini.

    *Kemanan dan efektifitas dari buprenorphine/naloxonesublingual sama dengan buprenorphine yang berdirisendiri.

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    43/62

    *Mariyuana atau kanabis*Asal : tanaman kanabis, mengandung zat psikoaktif delta-9

    tetra-hidro-kannnabinol (THC)

    *Konsumsi : makanan (manisan), diseduh, dirokok*Asap ganja dimasukkan ke dalam paru, ditahan beberapa

    detik sebelum dikeluarkan

    *Setiap batang rokok ganja mengandung THC 5-20 mg, hanya50% diabsorpsi

    *Per oral3-6% yang diabsorpsi

    *THC cepat meninggalkan plasma dan masuk ke jaringanyang mengandung lemak, terutama otak dan testis*Metabolisme di hepar dan ekskresi terutama melalui tinja

    dan air seni

    *Waktu paruh : 2-7hari

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    44/62

    *Pengaruh THCakut dan reversibel pada otak, paru-paru, jantug dan pembuluh darahTHC terutama

    berpengaruh pada otak, sistem kardiovaskular dan paru,

    sifatnya akut dan reversibel.

    *Otakbekerja di reseptor B1 dan B2 di seluruh otakterutama korteks serebri, hipokampus, serebelum dan

    striatum.

    *Tubuhproduksi agonis THC endogen (anandamida derivat asam arakidonat dan N-palmito-etanolamida).

    Stimulasi di reseptor B1 dan B2 oleh THC atau agonis

    endogenperbuahan jumlah norepinefrin dan dopamin

    (di korteks prefrontal, mesolimbik / nukleus akumbens)

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    45/62

    *Efek pada pengguna : ansietas selama kurang lebih 10-30 menit, rasa takut akan mati, gelisah, hiperaktif,

    kecurigaan, takut tidak bisa mengendalikan diri dan

    takut menjadi gila.

    *Lalu menjadi tenang, euphoria, banyak bicara, merasaringan di tungkai dan badan, banyak tertawa ,merasa

    pembicaraan hebat, mudah terpengaruh, halusinasi

    penglihatan (kilatan sinar, bentuk-bentuk amorf, warna-warna cemerlang, bentuk geometris, figur dan wajah

    orang ), gangguann persepsi waktu dan jarak, gangguan

    koordinasi dan motorik,hambatan dalam melakukan

    gerakan motorik beruntun

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    46/62

    *Keadaan memakai ganja + alkohol agresif, halusinasipenglihatan ,mengantuk dan tertidur nyenyak tanpa

    mimpi.

    *Intoksikasi denyut jantung meningkat, mata merah,mata dan mulut kering, kadang selera makan bertambah,

    tremor, kulit teraba dingin, tekanan darah sedikit turun,

    nistagmus,dan melebarnya bronkus, kejang pada pasien

    epilepsi

    *Pada pengguna ganja degan hisap/rokok pengaruhsetelah 20-30 menit, bertahan sekitar 2-4 jam. Kadar

    tertinggi plasma setelah10-30 menit

    *Pengguna peroral gejala timbul setelah 0.5-1 jam,bertahan selama 5-12 jam. Kadar tertinggi plasma 2-

    3 jam

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    47/62

    *Jangka lama : mempengaruhi pikiran, menurunkankemampuan baca, berhitung, berbicara, menghambat

    perkembangan keterampilan sosial, cenderungmenghindari kesulitan, sindrom amotivasional,

    peradangan paru, memperburuk aliran darah koroner,

    atrofi sel otak, serangan psikosis, danflashback

    *Gejala putus zat setelah beberapa hari s/d 1 mingguiritabel, ansietas, mual, malaise, letih, lesu, gangguankonsentrasi, nafsu makan berkurang, suhu badan sedikit

    meningkat, tremor, banyak berkeringat, diare, nyeri

    otot, depresi, dan gangguan tidur

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    48/62

    *Senyawa sintetik, stimulan

    *Amfetamin, dekstroamfetamin, met-amfetamin bubukkristal putih, tidak berbau, pahit, larut dalam air dan

    sedikit larut dalam alkohol (metamfetamin larut dalam

    alkohol)

    *Derivat amfetamin disalah gunakan sebagai obat untuk mengurangi nafsu makan deksedrin (dekstroamfetamin),

    ponderal (fenfluramin), fentermin (isomerid), dietil propr

    ion (apisate), mazindol (teronac).

    *Derivat yang disalahgunakan untuk tujuan rekreasioal 3,4-metilen-di-oksi met-amfetamin (MDMA) atau ekstasi, d

    an met-amfetamin (sabu-sabu).

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    49/62

    *Konsumsioral, IV, inhalasi (snorting)*Farmakodinamik pelepasan norepinefrin, dopamin, dan sero

    tonin dari neuro prasinaps, menghambat re-uptakenorepinefri

    n, dopamin, dan sistem MAO (monoaminoksidase) pada neuronsinapspeningkatan aktivitas neuron dopaminergik pasca sin

    aps

    *Penggunaan berulangberkurangnya cadangan katekolamin (prekursor norepinefrin maupun dopamin). Neuron butuh waktu

    beberapa hari untuk produksi katekolamidepresi

    *Selain terhadap neuron dopaminergik, amfetamin juga bekerja pada sistem GABA, asetilkolin (ACh) dll perubahan metabo

    lisme dan aliran darah dalam otak, terurama prefrontal, fronta

    l, temporal, subkortikal euforia, stimulasi

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    50/62

    *Metabolismehepar*Ekskresiginjal (urine), kecepatan eliminasi ~ pH urin. pH alkali

    s, metabolisme lebih lama

    *Dosis*Rendah sedang : 5-50mh*Tinggi : >100mg

    *Potensi : amfetamin < dekstroamfetamin (3-4x) < metamfetamin

    *Gejala*Dosis kecil : kenaikan tekanan darah, denyut nadi, meningkatkan kew

    aspadaan, euforia, menghilangkan kantuk, lelah, dan lapar, meningkat

    kan aktivitas motorik.

    *Dosis sedang : tremor ringan, gelisah, agitasi, peningkatan aktivitas motorik, menekan nafsu makan, insomnia, menekan rasa lelah.

    *Dosis tinggi dan berulang : perilaku stereotipikal, agresifitas, perilakukekerasan, waham curiga dan anorexiaberat.

    * P t b t f k b t b h b t b d b t b h

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    51/62

    *Putus obatnafsu makan bertambah, berat badan bertambah,energi berkurang, kebutuhan tidur meningkat, waham

    *Masa kerja met-amfetamin 6-8 jam

    *Penggunaan berulang dan dosis tinggi perilaku kekerasan danpsikosis paranoid,perubahan pola tidur, perilaku seksual, depresi

    , gangguan motorik

    *Komplikasi berbahaya. Jika per IV (perdarahan intraserebral,

    kejang kejang, dan koma). Penggunaan dosis tinggi menyebabkan psikosis dan gangguan mental lain.

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    52/62

    *Zat paling sering disalah gunakan manusia.

    *Asal : peragian/fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian. Dari peragian diperoleh alkohol sampai 15%, dengan

    penyulingan (destilasi) dihasilkan kadar alkohol tinggi bahkan

    mencapai 100%.

    *Kadar dalam darah maksimum dicapai dalam 30-90 menit*Peningkatan kadar alkohol dalam darah orang akan menjadi

    euforia, penurunan kadar orang tersebut menjadi depresi.

    *3 l i b k h l it

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    53/62

    *3 golongan minuman berakohol, yaitu :*Golongan A, Kadar etanol 1%-5% (misalnya bir)

    *Golongan B, Kadar etanol 5%-20% (misalnya anggur atau wine)

    *Golongan C, Kadar etanol 20%-45% (Whiskey, Vodca, Manson House,danJohny Walker)

    *Jumlah kecil perasaan relax, lebih mudah mengekspresikanemosi, seperti rasa senang, sedih dan kemarahan.

    *Jumlah besar perasaan lebih bebas mengekspresikan diri,tanpa ada perasaan terhambat menjadi lebih emosional (sedih,senang, marah secara berlebihan) ,muncul efek yang

    mengganggu fungsi fisik-motorik, misalnya bicara cadel,

    pandangan menjadi kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik

    dan tidak sadarkan diri, gangguan untuk memusatkan perhatiandan daya ingat terganggu.

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    54/62

    *Putus alkohol harus segera ditangani*Pada peminum rutin 284-320g alkohol absolut (4-4,5Lbir)

    *Onset 12jam setelah terakhir minum, puncak 48-72jam*Halusinasi, ilusi (bad dreams), kejang, delirium tremens(major withdrawal), gemetaran, agitasi psikomotorik

    (berbicara ngaco), mual muntah, muka merah,konjungtiva merah, malaise, mudah kaget, cemas,

    emosional, nafas pendek, berkeringat

    *T i i t k ik i

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    55/62

    *Terapi intoksikasi*TTV, patensi jalan nafas*IV line untuk cairan

    *Pemeriksaan fisik tanda perdarahan, trauma*Atasi hipotensi/koma*Kuras lambung

    *Norrit per oral 60-100mg, kontraindikasi pada pasien stuporsampai koma*Injeksi diazepam bila kejang 5-10mg IV, boleh diulang atau

    fenobarbital 100-200mg im

    *Tiamin 100mg im/iv*Dextrose 50% 50-100cc jika hipoglikemik*Naloxone 0,45-2mg iv jika intoksikasi opioid*Haloperidol 5-10mg im jika agtiasi

    *

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    56/62

    *Terapi putus alkohol*Rawat inap*Benzodiazepine*Pertahankan TTV, terapi cairan dan elektrolit*Tidak boleh memberi antipsikosiskhlorpromazin,

    fenotiazin (menurunkan ambang kejang)

    *Terapi ketergantungan*Ringan : rawat jalan, benzodiazepine oral jangka pendek*Sedang berat : rawat inap, 10-15mg diazepam po per

    jam disesuaikan kebutuhan, klonidin 0,5mg 2-3x/hariuntuk gejala kardiovaskuler, vitamin dosis tinggi, tiamin

    (baru dilanjutkan glukosa), antipsikosis, acamprosate

    2000 mg/hari untuk menekan gejala cravingalcohol

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    57/62

    *Psikostimulan, aditif*Rokoknikotin, hasil pembakaran (pirolisis) berupa CO2, CO,

    N2O, tar, amonia, asetaldehid, dan senyawa lain

    *Konsumsi : dibakar dan diisap sbg rokok sigaret/cerutu/pipa, dikunyah, atau disedot melalui hidung.

    *Diserap di paru dan selaput lendir mulut, saluran cerna dan permukaan kulit

    *80-90% nikotin dimetabolisme di hati, paru, dan ginjal. Kotin, salah satu metabolit nikotin, mempunyai waktu paruh yang panjang (20 jam)

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    58/62

    *Di hepar meningkatkan enzim dalam hepar sehinggametabolisme beberapa jenis obat meningkat (teofilin,

    warfarin, fenasetin, propanolol, kafein, dan beberapa jenis

    obat antidepresi), mengurangi efek benzodiazepin, opioid,nifedipin, dan atenolol

    *Di otak terikat pada reseptor kolinergik dan nikotinik, terkuat di hipotalamus, hipokampus, thalamus, mesensefalon, ba

    tang otak, korteks, neuron dopaminergik pada nigrostriata da

    n mesolimbik, yang berkaitan dengan terjadinya adiksi, keter

    gantungan, toleransi, dan putus zat nikotin.

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    59/62

    *Nikotin juga mempengaruhi neurotransmitter lain terutama norepinefrin. Aktivitas nikotin pada jaringan otak lain be

    rsifat bifasik, yaitu dimulai dengan stimulasi yang hanya b

    erlangsung sebentar, kemudian diikuti dengan sifat depresi

    f.

    *Manifestasimeningkatkan kewaspadaan, mengurangiketegangan mental pada waktu stress, meningkatkan daya

    ingat jangka pendek, memperpendek waktu reaksi,

    mengurangi rasa lapar, meningkatkan perhatian.

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    60/62

    *Sistem organ lain meningkatkan denyut jantung, tekanandarah, aliran darah koroner, stroke volume, dancardiacoutput

    *jangka panjang mengurangi aliran darah koroner,menurunkan suhu kulit, vasokonstriksi sistemik,

    meningkatkan aliran darah ke otot, meningkatkan sirkulasiasam lemak bebas, laktat, dan gliserol, meningkatkan

    aktivitas trombosit, meningkatkan produksi sputum,

    menyebabkan batuk, napas berbunyi, dan tangan gemetar,

    mempercepat menopause

    *I t k ik i ik ti l l i k lit ( i ti

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    61/62

    *Intoksikasi nikotin penyerapan melalui kulit (nicotinepatch atau pestisida yang mengandung nikotin.)

    *Gejala keracunan nikotin : mual, muntah, berliur, nyeriperut, denyut jantung cepat, tekanan darah naik, napascepat, miosis, kebingungan, dan agitatif. Diikuti dengan

    denyut jantung lambat, tekanan darah turun, napas

    lambat, midriasis, letargi, kejang, dan koma.

    *Terapi simptomatik. Untuk mempercepat ekskresi nikotinasidifikasi air seni dengan amonium klorida 500 mg peroral tiap 3-4 jam

    *Putus tembakau tidak perlu dirawat,analgetik/antiansietas jika perlu*Program ketergantungan tembakau permen karet, koyok,

    semprot hidung, atau inhaler nikotin

  • 8/13/2019 Presentasi Kasus Jiwa Rsko

    62/62