Click here to load reader

Perforasi Usus SLIDE.pptx

  • View
    133

  • Download
    9

Embed Size (px)

Text of Perforasi Usus SLIDE.pptx

Perforasi Usus / Pneumoperitoneum

Perforasi Usus / PneumoperitoneumChyntia Giska A.BAB IPENDAHULUAN

BAB IIISI

DefinisiPerforasi intestinal terjadi ketika dinding gaster, usus kecil dan usus besar menjadi berlubang sehingga menyebabkan isinya masuk kedalam cavitas abdomen.

Perforasi intestinal dapat dibagi menjadi: Perforasi non trauma, misalnya pada ulkus peptik, tifoid dan apendisitis.Perforasi oleh trauma (tajam dan tumpul)2.

EtiologiTrauma abdomenTrauma tembusTrauma tumpulAspirin, NSAID, dan steroid

Faktor predisposisi: ulkus peptic, appendicitis akut, diverticulitis akut, dan inflamasi divertikulum meckel Appendisitis akutCedera usus yang berhubungan dengan endoskopi: cedera dapat terjadi dengan ERCP dan kolonoskopi. Infeksi bakteri (misalnya typhoid)Penyakit inflamasi ususSekunder akibat ischemia intestinalBenda asing

DiagnosisAnamnesisDalam anamnesis bisa ditemukan:Riwayat trauma tumpul atau tembus dada bagian bawah atau abdomenRiwayat minum aspirin, NSAID, steroid, terutama pada orang tuaNyeri abdomenPada orang tua, dapat disebabkan oleh perforasi diverticulitis atau rupture appendicitis akut jika lokasi nyeri berda di abdomen bawah. Kurang lebih 30-40% pasien orang tua dengan nyeri abdomen setelah 48 jam berkembang appendicitis akut. Pada orang muda, nyeri di abdomen kuadran bawah kemungkinn perforasi appendicitisPemeriksaan fisikTanda vital: menilai tanda vital untuk mengetahui perubahan hemodinamik. Pemeriksaan abdomenInspeksi: memeriksa dinding abdomen adakah tanda-tanda cedera, abrasi atau ekimosis.Auskultasi: suara usus biasanya hilang pada peritonitis umumPerkusi: Mengecil atau menghilangnya pekak hati yang merupakan tanda klinis pneumoperitoneum, merupakan gejala patognomonik pada perforasi intestinal. Palpasi: Palpasi dengan hati-hati, adakah massa atau nyeri tekan.Pemeriksaan rectum: adanya darah menunjukkan adanya kelainan pada kolon.

Pemeriksaan penunjanga. LaboratoriumLeukositosis, mengindikasikan terjadi infeksiKultur darah untuk organisme aerob dan anaerob

b. RadiologiPosisi tegak abdomen adalah langkah tepat mendiagnosis pasien dengan riwayat dan gejala klinis perforasi usus. Tetapi, pada 30% pasien tidak ditemukan udara bebas. Posisi terlentang dan tegak abdomen merupakan langkah awal untuk mendiagnosis pasien dengan riwayat dan gejala klinis mengarah ke perforasi usus.

Hal-hal yang dapat ditemukan:Udara bebas subdiafragma. Jika jumlah udaranya banyak dapat ditunjukkan dengan poto abdomen terlentang dan permukaan dalam dan luar dari permukaan dinding abdomen dapat dengan jelas dibedakan.

Udara bebas dibawah diafragma

Ligamentum falciparum tampak: ligamentum tampak sebagai struktur obliq dari kuadran kanan atas sampai dengan umbilicus, terutama ketika gas banyak terdapat pada sisi lain ligamentum. Air-fluid level (udara bebas): mengindikasikan terjadinya hydropneumoperitoneum atau pyopneumoperitoneum pada posisi tegak abdomen.

Air fluid level

UltrasonographyUdara terlokalisaki yang berhubungan dengan perforsi usus dapat dideteksi, terutama jika berhubungan dengan abnormalitas sonography. Lokasi perforasi usus dapat dideteksiUSG abdomen dapat mengevaluasi hepar, spleen, pancreas, ginjal, ovarium, adrenal dan uterus.

USG perforasi usus

USG pada perforasi apendix

tampak udara bebas pada kavum abdomen

CT Scan AbdomenCT scan dapat memberikan bukti perforasi misalnya perforasi ulkus duodenal dengan kebocoran pada kandung kemih dan panggul kanan dengan atau tanpa udara bebas nyata. 10Menunujukkan perubahan inflamasi pada jaringan lunak dan abses fokal divertikulosis10

CT-Scan terdapat udara bebas pada kavum abdomen

Diagnosa bandingUlkus pepticGastritisPankreatitis akutKholesistitisGastroenteritis akutEndometriosisTorsi ovariPelvic Inflamantory DiseaseSalpingitis akuAppendisitis akutDiverticulum meckelDemam typhoidKolitis ischemicChron diseaseInflamantory bowel diseaseKolitisKonstipasi

PenatalaksanaanTerapi utama perforasi adalah pembedahan. Untuk perawatan medis darurat mencakup:Pemasangan pipa lambung untuk dekompresi dan pengisapan cairan lambung, mencegah kontaminasi lebih lanjut rongga peritoneum oleh cairan lambung.Akses intravena dan terapi cairan kristaloid pada pasien dengan dehidrasi dan septicemiaPemberian antibiotic intravena pada pasien dengan gejala septicemia.

Terapi pembedahan: Tujuan dari terapi pembedahan adalahMemperbaiki masalah dasar anatomi10Memperbaiki penyebab peritonitis10Mengeluarkan benda asing dikavitas peritoneum yang menghambat sel darah putih dan memacu pertumbuhan bakteri.

KomplikasiInfeksi lukaLuka gagal menutupAbses abdominalKegagalan multiorgan dan shock septikGagal ginjal dan ketidakseimbangan cairan, elektrolit dan pHPerdarahan mukosa gastrointestinalObstruksi intestinal

PrognosisPrognosis tergantung pada proses penyakit dan lamanya terjadi perforasi, biasanya berhasil diperbaiki dengan pembedahan. 10

Terima kasih