Peran Internet Dalam Pendidikan

  • View
    2.427

  • Download
    6

Embed Size (px)

Text of Peran Internet Dalam Pendidikan

Peran Internet Dalam PendidikanPeran Internet Dalam Pendidikan, Langkah dalam Pembelajaran Modern Oleh : Miftah Nashir BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pendidikan merupakan hak dan tanggung jawab setiap individu, untuk mendapatkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu.[1] Dan pendidikan layak merupakan hak bagi setiap manusia dalam kehidupannya, ini merupakan kebutuhan dasar yang mau tak mau harus terpenuhi, bila tidak maka akan terjadi ketimpangan dalam segala hal. Pendidikan merupakan media pembentuk insan yang cendekia, bermoral dan menjungjung tinggi nilai kemanusiaan juga ketuhanan. Dan selayaknya pula bila kita dituntut untuk mendukung berbagai aspek yang berkaitan dengan pendidikan , baik itu sarana prasarana ataupun berbagai hal yang mendukungnya, karena hal itu akan menunjang keberhasilan pendidikan. Alat untuk menunjang keberhasilan pendidikan itu terdapat banyak aspek, termasuk di dalamnya sarana prasarana, lingkungan, juga tak kalah pentingnya adalah sistem pendidikan itu sendiri. Sejauh mana keberhasilan pendidikan bisa dicapai tergantung bagaimana kualitas dari sistemnya. Media yang terkait dengan dunia pendidikan itu bervariasi, bisa melalui media konvensional dan juga yang melalui media modern, seperti komputerisasi sekolah. Kenyataan dilapangan membuktikan bahwa penggunaan media modern seperti itu masih langka dan belum sepenuhnya merata di Indoensia . Kenyataan ini dapat dimaklumi mengingat dunia pendidikan di Indonesia masih sangat ketinggalan , bahkan jauh di bawah tetangga kita Malaysia. Anggaran yang diberikan oleh pemerintah untuk dunia pendidikan belum memadai yakni hanya 10 persen, maka tak heran kalau prestasi dunia pendidikan di Indonesia semakin menurun dan tak berdaya. Padahal kalau kita melihat di negara - negara yang sudah maju, komputerisasi pendidikan merupakan suatu hal yang diutamakan dan sistemnya sudah berjalan dengan baik , hal itu disebabkan karena para pendidiknya mampu menggarap teknologi dan punya kesadaran bahwa untuk belajar itu tidak melulu menggunakan media tradisional yang sudah usang. Kenyataan di Indonesia masih banyak yang menggunakan metode tradisional yang kaku dan kurang mengeksplorasi kemampuan siswa dalam mencari informasi.

Penggunaan media modern dalam pendidikan seperti komputer memang terkesan mahal atau dikesankan mahal, tetapi sangatlah besar manfaatmya. Apalagi kalau komputer yang terhubung dengan saluran Internet, dapat dipastikan bahwa informasi yang didapat oleh siswa maupun guru akan lebih kaya dan bervariasi dibanding hanya berkutat dengan buku teks pelajaran saja. Berkaitan dengan hal di atas penulis tertarik untuk mengupas fenomena pendidikan yang berkembang di era globalisasi, hanya saja penulis menitikberatkan untuk membahas tentang perkembangan dunia pendidikan yang berkaitan dengan media pembelajarannya, apalagi sekarang telah banyak berkembang Pembelajaran Jarak Jauh ( Distance Learning ) dimana pembelajaran model ini sudah banyak diterapkan di negara-negara maju. Budi Raharjo berpendapat bahwa sebelum adanya Internet, masalah utama yang dihadapi oleh pendidikan di seluruh dunia adalah akses kepada sumber informasi. Perpustakaan yang konvensional merupakan sumber informasi penting dan sayangnya tidak murah. Buku-buku dan jurnal harus dibeli dengan harga mahal. Pengelolaan perpustakaan sekolah yang baik juga tidak mudah. Sehingga akibatnya banyak tempat di berbagai lokasi di dunia (termasuk di dunia Barat) yang tidak memiliki perpustakaan yang lengkap. Adanya Internet memungkinkan mengakses kepada sumber informasi yang mulai tersedia banyak. Dengan kata lain, dengan adanya Internet masalah akses tidak akan menjadi masalah lagi. [2] Di Indonesia, masalah kelangkaan sumber informasi konvensional (perpustakaan) lebih berat dibanding dengan tempat lain, pada kenyataannya perpustakaan di Indonesia sangat langka sekali keberadaanya , kalaupun ada itupun hanya ada di tingkat Kabupaten atau Provinsi yang aksesnya jauh dari desa, bisa dibayangkan betapa minimnya informasi yang diterima oleh siswa di daerah. Meskipun di tiap sekolah memiliki perpustakaan , kenyataannya masih jauh dari memadai. Adanya Internet merupakan salah satu solusi jitu untuk mengatasi masalah ini. Selanjutnya dalam artikel yang berlainan Budi Raharjo menjelaskan tentang kemudahan dalam mengakses perpustakaan lewat Internet serta dalam mengakses perpustakaan di negara lain.[3] Sesuai dengan perkembangan zaman, materi perpustakaan berkembang tidak hanya berupa bahan kertas, akan tetapi dapat berupa bentuk lain, seperti film, file komputer dan CD. [4] Adanya Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi malasah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat. Mekanisme akses perpustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan program khusus (biasanya menggunakan standar Z39.50, seperti WAIS) aplikasi telnet (seperti pada aplikasi hytelne atau melalui web browser (Netscape dan Internet Explorer).[5] Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang sangat besar. Bidang apapun

yang kita minati, pasti ada informasinya di Internet. Contoh-contoh sumber informasi yang tersedia secara online antara lain: Library, Online Journal dan Online courses. Di era globalisasi ini , Internet merupakan sebuah alat untuk menyebar luaskan seluruh informasi., tanpa batas bahkan tanpa sensor dari pihak manapun, yang uniknya kita bisa membagi (share) informasi apa saja dan siapapun bebas untuk mengaksesnya. Menurut para ahli, pengguna Internet semakin bertambah dari tahun ke tahun, pada tahun 1994 pengguna Internet hanya berkisar 3 juta orang, pada tahun 1996 jumlah ini menjadi dua kali lipat yaitu menjadi 60 juta pengguna, 100 juta pada tahun1998 dan pada tahun 2006 mencapai 1 miliar orang yang menggunakan Internet. Menurut hasil survey Netcraft Secure Server Survey yang meneliti tentang perkembangan web ternyata web sudah tumbuh menjadi 74.409.971 buah pada bulan Oktober 2006. Dalam survey tersebut disebutkan bahwa layanan berupa e-mail, newsgroup, chat, file sharing, digital library, blog, community serta e-commerce adalah layanan yang banyak diminati para pengguna Internet.[6] Kelebihan Internet yang tidak ada pada perpustakaan konvesional sangatlah beragam, berikut adalah kemudahan akses yang ditawarkan Internet : 1. Akses ke pakar. Internet menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga memungkinan seorang siswa berkomunikasi dengan pakar di tempat lain. Seorang siswa di Jakarta dapat berkonsultasi dengan dosen di Bandung atau bahkan di San Fransisco, Amerika Serikat. 2. Media kerjasama. Internet bisa dijadikan sebagai media penghubung antara berbagai civitas akademika di Nusantara yang mudah, efisien, dan lebih murah. Para siswa ataupun guru bisa saling bertukar informasi dengan yang lainnya di seluruh Indonesia atau dunia sekalipun. Dari kegiatan komunikasi yang intensif inilah diharapkan muncul kerja sama yang saling menguntungkan berbagai pihak. [7] 3. Pertukaran informasi yang lebih cepat. 4. Bisa dilakukan secara langsung dan live. 5. Cakupannya mengglobal dan mendunia ,sehinga kita leluasa untuk mencari referensi kapanpun dan di manapun . 6. Meningkatkan pergaulan global . Terlepas dari semua dampak negatif Internet yang selalu mengintai, penulis berpendapat bahwa pembelajaran melalui Internet adalah suatu hal yang urgen dan keadaannya sangat dibutuhkan bagi para pelajar di Indonesia khususnya bagi para santri SMA Plus Muallimin Persis Rajapolah. Maka pengajaran dengan melibatkan Internet adalah penting sekali. Oleh karena itu pemahaman yang benar tentang Internet mutlak diperlukan, mengingat banyaknya tantangan yang akan dihadapi di masa depan yang semakin terbuka dan up to date. Maka selayaknya para praktisi pendidikan pun tak ketinggalan untuk berkecimpung dalam bagian ini, karena belajar pada dasarnya bisa dilakukan kapanpun, siapapun dan di manapun tanpa ada batas ruang dan waktu.

Dari latar belakang di atas, penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul PERAN INTERNET DALAM PENDIDIKAN, LANGKAH MENUJU PEMBELAJARAN MODERN . Penulis melihat bahwa ke depan perilaku manusia sedikit besarnya akan berubah seiring dengan memasyarakatnya Internet , apalagi jika Internet sudah menyentuh kalangan menengah ke bawah. Dan hal ini bisa dimafaatkan dalam bidang pendidikan.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan permasalahan yang telah di uraikan, maka penulis merumuskannya sebagai berikut : 1. Apakah Internet itu ? 2. Apa manfaat Internet bagi guru dan siswa? 3. Bagaimana peran Internet dalam pendidikan ? 4. Bagaimana contoh pola pembelajaran modern melalui Internet ?

C. Signifikansi Penulisan Setiap karya yang dibuat tentunya mempunyai tujuan tertentu untuk apa karya tersebut dibuat. Dan berdasarkan rumusan di atas, maka tujuan dari karya ini adalah : 1. Untuk mengetahui tentang Internet. 2. Untuk mengetahui manfaat Internet bagi guru dan siswa. 3. Untuk mengetahui sejauh mana Internet berperan dalam pendidikan. 4. Untuk mengetahui contoh pola pembelajaran modern melalui Internet. Adapun kegunaan dari karya tulis ini adalah sebagai berikut : 1. Melalui karya tulis ini diharapkan guru dan siswa mampu memanfaatkan Internet sebaik mungkin. 2. Melalui karya tulis ini diharapkan guru dan siswa dapat berpartisipasi

dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. 3. Melalui karya tulis ini diharapkan timbulnya kesadaran pada diri guru dan siswa tentang pentingnya pemanfaatan Internet dalam pendidikan.

D. Metode Penelitian dan Penulisan. 1. Metode Penelitian. Dalam penelitian ini, Penulis mengunakan metode kepustakaan (Library Research), yaitu dengan mengumpulkan sumber-sumber bacaan, diantaranya; a. Sumber Primer, yaitu buku berjudul Komputerisasi Pendidikan Nasional, karangan Oemar Hamalik , dan situs www.oke.or.id. b. Sumber Sekunder, yaitu dengan