PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP

  • View
    219

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP

  • PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAPKOMITMEN ORGANISASI DI ORGANISASI PENDIDIKAN ISLAM X

    Buraidah

    Dra. Lieke E. M. W, M.Sc., Eng., Ph. L

    Pasca Sarjana Psikologi Universitas Gunadarma

    ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan motivasikerja terhadap komitmen organisasi, mengetahui pengaruh kompensasi terhadapkomitmen organisasi, dan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadapkomitmen organisasi Penelitian ini dilakukan terhadap 40 orang guru di OrganisasiPendidikan Islam X yang mengajar pada jenjang Raudhatul Athfal (TK), MadrasahIbtidaiyah (SD), Madrasah Tsanawiyah/MTs (SMP). Pengumpulan data dilakukandengan menggunakan kuesioner Kompensasi, Motivasi Kerja, dan KomitmenOrganisasi. Berdasarkan data deskriptif subjek menunjukan bahwa kompensasi,motivasi kerja, dan komitmen organisasi guru di Organisasi Pendidikan Islam Xberada pada kategori sedang. Sedangkan berdasarkan hasil analisis data menunjukanbahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima yaitu terdapat mengetahui pengaruhkompensasi dan motivasi kerja terhadap komitmen organisasi guru di OrganisasiPendidikan Islam X.Kata Kunci : Kompensasi, Motivasi Kerja dan Komitmen Organisasi

    PENDAHULUAN

    Guru memegang peranan sentraldalam proses belajar mengajar. Jikakomitmen guru terhadap organisasirendah, maka akan terjadi kemangkiranguru yang akan berimplikasi negatifpada prestasi belajar siswa. Karenasiswa harus selalu beradaptasi kembalidengan guru baru yang mengajarnya.

    Komitmen guru terhadaplembaga sekolah sebagai organisasipada dasarnya merupakan suatu kondisiyang dirasakan oleh guru yang dapatmenimbulkan perilaku positif yang kuatterhadap organisasi kerja yangdimilikinya. Komitmen terhadaporganisasi berkaitan dengan identifikasidan loyalitas pada organisasi dantujuan-tujuannya.

    Lembaga pendidikan formalmerupakan pendidikan yangdiselenggarakan di sekolah-sekolah

    pada umumnya. Jalur pendidikan inimempunyai jenjang pendidikan yangjelas, mulai dari pendidikan dasar,pendidikan menengah, sampaipendidikan tinggi. Ada beberapa jenispendidikan, diantaranya yaitupendidikan pendidikan keagamaan.Pendidikan keagamaan merupakanpendidikan dasar, menengah, dan tinggiyang mempersiapkan peserta didikuntuk dapat menjalankan peranan yangmenuntut penguasaan pengetahuan danpengalaman terhadap ajaran agama danatau menjadi ahli ilmu agama(http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidika).

    Lembaga pendidikan Islamdituntut untuk bisa bersaing denganlembaga pendidikan lain baik yangsejenis maupun yang tidak sejenis yaitudalam melaksanakan tugas danmeningkatkan kualitas kerja. Seiringdengan perkembangan zaman, makadibutuhkan program kompensasi yang

  • tepat dan benar serta motivasi untukmeningkatkan komitmen guru terhadaporganisasi. Pinnington dan Edwards(2000) secara spesifik menyebutkanbahwa imbalan intrinsik sebagai bentukintangible benefits yang sangatmempengaruhi motivasi, kepuasankerja, dan komitmen organisasional.

    Salah satu tujuan orang bekerjasebagai guru adalah untukmengimplimentasikan kompetensi yangdimilikinya secara maksimal, dan tujuanlainnya yaitu untuk mendapatkankompensasi karena manusiadikendalikan oleh keinginan untukmemenuhi kebutuhan-kebutuhannyaseperti keinginan untuk mendapatkanuang yang lebih banyak, peningkatankarir (promosi), dan kekuasaan.

    Kompensasi atau balas jasadidefinisikan sebagai pemberianpenghargaanpenghargaan langsungmaupun tidak langsung, finansialmaupun non finansial yang adil danlayak kepada karyawan atas sumbanganmereka dalam pencapaian tujuanorganisasi (Tulus, 1996).

    Kompensasi penting bagikaryawan karena besarnya kompensasidapat meningkatkan motivasi kerjakaryawan itu sendiri. Kompensasimempunyai pengaruh yang besar dalampenarikan karyawan, motivasi,produktivitas, dan tingkat perputarankaryawan. (Benardin dan Russel, 1993)

    Sumber daya manusiamerupakan kekuatan penggerakorganisasi. Komitmen guru padalembaga sekolah sangat banyakdipengaruhi oleh motivasi guru itusendiri untuk mengajar di suatulembaga sekolah. Komitmen seseorangterhadap organisasi ditunjang olehadanya motivasi kerja. Berbagailiteratur telah menuliskan bahwamotivasi mendorong munculnyaperilaku. Motivasi ada karena adanyakebutuhan dalam individu yang harus

    dipenuhi. Motivasi merupakan intensidari perilaku (Ibnu Umar, 1994).Sebagai intensi dari perilaku makaperilaku yang muncul sesuai denganmotivasi yang ada. Dengan demikiandapat dikatakan bahwa motivasi kerjasangat diperlukan untuk memunculkanperilaku bekerja.

    Hal yang memotivasi semangatkerja seseorang adalah untuk memenuhikebutuhan serta kepuasan baik materiilmaupun non materiil yang diperolehnyasebagai imbalan atau balas jasa dari jasayang diberikannya kepada perusahaan.Bila kompensasi materiil dan nonmateriil yang diterimanya semakinmemuaskan, maka semangat bekerjaseseorang, komitmen, dan prestasi kerjakaryawan semakin meningkat.(Cherington, 1995)

    Menurut Wursanto (1983),tinggi rendahnya motivasi kerja didugadipengaruhi oleh banyak faktor, antaralain disiplin kerja yang tinggi, antusiaskerja, iklim organisasi, loyalitas yangtinggi, kebutuhan kreativitas, dan rasakebanggaan. organisasi, loyalitas yangtinggi, kebutuhan kreativitas, dan rasakebanggaan.

    Berdasarkan uraian diatas, makaterlihat bahwa kompensasi dan motivasimempengaruhi komitmen kerja. Dengandemikian, dengan adanya kompensasiyang memadai maka diharapkan paraguru akan termotivasi untuk mengajarserta mempunyai komitmen yang kuatterhadap organisasi.

    TINJAUAN PUSTAKAA. Komitmen OrganisasiDefinisi Komitmen Organisasi

    Spector, dkk (2000) menyatakanbahwa komitmen organisasimenggambarkan sejauh mana individumengidentifikasikan dirinya dandilibatkan dengan organisasinya dan

  • tidak ingin meninggalkanorganisasinya.

    Hal ini sejalan dengan konsepyang diadaptasi dari pendapat Meyerdan Allen (1997) yang menyimpulkanbahwa komitmen organisasi adalahkeadaan psikologis yang mencirikanhubungan antara karyawan denganorganisasi, dan berimplikasi padakeputusan untuk melanjutkankeanggotaannya dalam organisasitersebut.

    Komitmen terhadap organisasimempunyai penekanan yang hampirsama yaitu proses pada individu(pegawai) dalam mengidentifikasikandirinya dengan nilai-nilai, aturan-aturan,dan tujuan organisasi serta membuatindividu memiliki keinginan untukmemelihara keanggotaannya dalamorganisasi itu.

    Komponen Komitmen Organisasi

    Menurut Meyer dan Allen (1997),ada tiga komponen komitmenorganisasi yaitu:1. komitmen afektif (affective)

    Di dalam komitmen afektif ada ikatanemosional karyawan kepadaorganisasinya, yang dinyatakandengan identifikasi, dan keterlibatandalam kegiatan kegiatan organisasi.Karyawan yang memiliki komitmenafektif kuat akan melanjutkankeanggotaannya dengan organisasikarena mereka ingin melakukannya(wants to).

    2. Komitmen Kontinuans(continuance)

    Komitmen kontinuans mengacu padakesadaran atas kerugian yang akanditanggungnya bila meninggalkanorganisasinya. Karyawan yangmemiliki komitmen kontinuans kuatdasarnya adalah mereka mempunyaikebutuhan untuk melakukannya(need to).

    3. komitmen normatif (normative)Definisi ini mengandung pengertianbahwa individu merasa memilikikewajiban untuk tetap menjadianggota organisasi. Karyawan yangmemiliki tingkat komitmen normatiftinggi merasa bahwa merekaseharusnya atau sepatutnya (ought to)tetap tinggal dalam organisasinya.

    Hal Hal Yang MenimbulkanKomitmen

    Schultz dan Schultz (1990)mengatakan bahwa faktor-faktorpersonal dan faktor-faktororganisasional dapat meningkatkankomitmen terhadap organisasi. Lebihjauh lagi Spector, dkk (2000)menyebutkan beberapa hal yangmempengaruhi komitmen terhadaporganisasi, yaitu:1. karakteristik pekerjaan (job

    characteristics)2. Panghargaan (reward) yang

    diterima3. Kesempatan pekerjaan alternatif4. Perlakuan karyawan baru5. Karakter individu yang beragam

    juga mempengaruhi komitmenorganisasi.

    B. Kompensasi

    Definisi Kompensasi

    Tulus (1996) mendefinisikankompensasi atau balas jasa sebagaipemberian penghargaan langsungmaupun tidak langsung, finansialmaupun non-finansial yang adil danlayak kepada karyawan atas sumbanganmereka dalam pencapaian tujuanorganisasi.

    Sedangkan Milkovich danNewman (2002) mengatakan bahwakompensasi berkenaan dengan segalabentuk balas jasa finansial dan

  • pelayanan yang tangible (nyata), sertakeuntungan yang diterima karyawansebagai bagian dari suatu hubunganpekerjaan. Werther dan Davis (1996)mendefinisikan kompensasi sebagai apayang diterima karyawan sebagaipertukaran atas kontribusi merekaterhadap perusahaan.

    Kompensasi merupakan imbaljasa yang diberikan oleh perusahaan(organisasi) kepada karyawannya.Kompensasi tersebut dapat berupakompensasi finansial maupun kompen-sasi non finansial.

    Bentuk Bentuk Kompensasi

    Michael dan Harold (1993)membagi kompensasi dalam tiga bentukyaitu :1. Bentuk kompensasi material tidak

    hanya berbentuk uang, seperti gaji,bonus, dan komisi, melainkansegala bentuk penguat fisik(phisical reinforcer), misalnyafasilitas parkir, telepon, dan ruangkantor yang nyaman, serta berbagaimacam bentuk tunjangan misalnyapensiun, asuransi kesehatan.

    2. Kompensasi sosial berhubunganerat dengan kebutuhan berinteraksidengan orang lain. Bentukkompensasi ini misalnya status,pengakuan sebagai ahli dibidangnya, penghargaan atasprestasi, promosi, kepastian masajabatan, rekreasi, pembentukankelompok-kelompok pengambilankeputusan, dan kelompok khususyang dibentuk untuk memecahkanpermasalahan perusahaan.

    3. Kompensasi aktivitas merupakankompensasi yang mampumengkompensasikan aspek-aspekpekerjaan yang tidak disukainyadengan memberikan kesempatanuntuk melakukan aktivitas tertentu.Bentuk kompensasi aktivitas dapat

    berupa kekuasaan yang dimilikiseorang karyawan untuk melakukanaktivitas di luar pekerjaan rutinnyasehingga tidak timbul kebosanankerja, pendelegasia