Nervus Fasialis Mengandungi Empat Macam Serabut

Embed Size (px)

Text of Nervus Fasialis Mengandungi Empat Macam Serabut

  • 7/23/2019 Nervus Fasialis Mengandungi Empat Macam Serabut

    1/16

    Nervus Fasialis mengandungi empat macam serabut:

    1. Serabut somatomotorik, yang memepersarafi otot-otot waja !kecuali muskulus levator

    palpebrae !N."""#, otot platisma, stiloioid, digastricus bagian posterior dan stapedius di

    telinga tenga.

    $. Serabut viseromotorik !parasimpatis# yang datang dari nukleus salivatorius superior.

    Serabut saraf ini mengurus glandula dan mukosa faring, palatum, rongga idung, sinusparanasal dan glandula submaksiler serata sublingual dan maksilaris.

    %. Serabut viserosensorik yang mengantar implus dari alat pengecap di dua pertiga bagian

    depan lida.

    &. Serabut somatosensorik rasa nyeri dan mungkin juga rasa suu dan rabadari bagian daera

    kulit dan mukosa yang dipersarafi nervus trigeminus. 'aera overlapping disarafi ole dari

    satu saraf ini terdapat pada lida, platum, meatus acusticus eksterna dan bagian luar dari

    gendang telinga.

    Nervus facialis terutama merupakan saraf motorik, yang menginervasi otot-otot

    ekspresi waja. 'isamping saraf ini membawa serabut parasimpatis ke kelenjar luda dan air

    mata dan ke selaput mukosa rongga idung dan mulut dan juga mengantar berbagai jenissensasi termasuk sensasi eksteroseptif dari daera gendang telinga sensasi pengecapan dari

    $(% bagian depan lida, sensasi viseral umum dari kelenjar luda, mukosa idung dan faring

    dan sensasi proprioseptif dari otot-otot yang disarafinya.

    "nti motorik nervus fasialis terletak dipons. Serabut mengintari inti nervus abdusen, dan

    kelenjar di bagian lateral pons. Nervus intermedius keluar di permukaan lateral pons diantara

    nervus fasialis dan nervus vestibukoklearis. Nervus fasialis bersama dengan nervus

    intermedius dan nervus vestibulokoklearis kemudian memasuki meatus akusticus internus. 'i

    sini nervus facialis bersatu dengan nervus intermedius dan menjadi satu berkas yang berjalan

    di dalam kanalis facialis dan kemudian masuk ke dalam os mastoid. "a keluar dari tulang

    tengkorak melalui foramen stilomastoideum , dan bercabang untuk mempersarafi otot-otot

    waja.

    Paralisis: Etiologi, Klasifkasi,Patofsiologi, dan Tata Laksana

    28122010A. Gejala Klinis

    Tabel 1 Diagnosis Etiologi Kelumpuhan Berdasarkan Gejala Klinisna

    B. EpidemiologiKelemahan tungkai adalah keluhan ang biasa ditemui pada kasus gangguan neuromuskular1.Guillain!Barre sndrome "GB#$ merupakan penebab utama nontraumati%& non!stroke paralisis'aksid akut di negara!negara Barat & dengan angka kejadian 0&()!2&0 kasus per 100.000 orang1.*asthenia gra+is "*G$ adalah penebab paling umum transmisi penakit neuromuskuler& denganpre+alensi sebesar 1,&2 kasus per 100.000 orang1. Botulisme terjadi lebih jarang& di A# angdilaporkan oleh -enters or Disease -ontrol and /re+ention "-D-$ dari tahun 1( sampai 1./enelitian terbaru menunjukkan bah3a +irus 4est 5ile juga dapat menebabkan paralisis'aksid1& & ./enebab paralisis 'aksid akut lainna termasuk poliomelitis paralitik dan melitis trans+ersal6

    etiologi ang jarang terjadi berupa neuritis traumatis& ensealitis& meningitis dan tumor .Tabel 2 /erbedaan gejala klinis pada 7esi *5 dan 7*5

  • 7/23/2019 Nervus Fasialis Mengandungi Empat Macam Serabut

    2/16

    7*5 *5Atro9 Ada "atro9 neurogenik$ :ana atro9 karena tidak digunakan "disuse$;asikulasi *ungkin ada Tidak ada

    Tonus 5ormal atau menurun "'aksiditas$ *eningkat "spastisitas$Kekuatan Kelemahan okal& misalna pada distribusi ner+use'eks patologis "re'eks Babinski& ppenheim& Gordon& dan *endel!Bekhtere+& serta diinhibisirespons hindar "'ight$& danC "a3alna$ *assa otot tetap baik

    1.1. 7esi di korteks serebri#uatu lesi ang melibatkan korteks serebri& seperti pada tumor& inark& atau %edera traumatik&menebabkan kelemahan sebagian tubuh sisi kontra!lateral. Temuan klinis khas ang berkaitandengan lesi di lokasi tersebut adalah paresis ekstremitas atas bagian distal ang dominan&konsekuensi ungsional ang terberat adalah gangguan kontrol motorik halus. Kelemahan tersebuttidak total "paresis& bukan plegia$& dan lebih berupa gangguan 'aksid& bukan bentuk spastik&karena jaras motorik tambahan "nonpiramidal$ sebagian besar tidak terganggu. 7esi iritati padalokasi tersebut "a$ dapat menimbulkan kejang okal.1.2. 7esi di kapsula interna

    ?ika kapsula interna terlibat "misalna& oleh perdarahan atau iskemia$& akan terjadi hemiplegia

    spastik kontralaterallesi pada le+el ini mengenai serabut piramidal dan serabut non piramidal&karena serabut kedua jaras tersebut terletak berdekatan. /aresis pada sisi kontralateral a3alnaberbentuk 'aksid "pada Fase sok$ tetapi menjadi spastik dalam beberapa jam atau hari akibatkerusakan pada serabut!serabut nonpiramidal ang terjadi bersamaan.1.. 7esi setingkat pedunkulus serebri7esi setingkat pedunkulus serebri& seperti proses +askular& perdarahan& atau tumor& menimbulkanhemiparesis spastik kontralateral ang dapat disertai oleh kelumpuhan ner+us okulomotorius.1.,. 7esi pons7esi pons ang melibatkan traktus piramidalis "%ontohna pada tumor& iskemia batang otak&perdarahan$ menebabkan hemiparesis kontralateral atau mungkin bilateral. #erabut!serabut angmempersara9 nukleus asialis dan nukleus hipoglosalis telah berjalan ke daerah ang lebih dorsalsebelum men%apai tingkat ini6 dengan demikian& kelumpuhan ner+us hipoglosus dan ner+us asialistipe sentral jarang terjadi&1.). 7esi pada piramid medula

    7esi pada piramid medula dapat merusak serabut!serabut traktus piramidalis se%ara terisolasi&karena serabut!serabut nonpiraHmidal terletak lebih ke dorsal pada tingkat ini. Akibatna& dapatterjadi hemiparesis 'aksid kontralateral. Kelemahan tidak bersiat total "paresis& bukan plegia$&

  • 7/23/2019 Nervus Fasialis Mengandungi Empat Macam Serabut

    3/16

    karena jaras desendenss lain tidak terganggu.1.. 7esi traktus piramidalis di medula spinalis7esi traktus piramidalis di medula spinalis. #uatu lesi ang mengenai traktus piramidalis pada le+elser+ikal "misalna& akibat tumor& mielitis& trauma$ menebabkan hemiplegia spastik ipsilateral6ipsilateral karena traktus terHsebut telah menilang pada le+el ang lebih tinggi& dan spastikkarena traktus tersebut mengandung serabut!serabut piramidalis dan non piramidalis pada le+elini. 7esi bilateral di medula spinalis ser+ikalis bagian atas dapat menebabkan kuadriparesis atau

    kuadriplegia.2. 7esi!7esi pada ?aras *otorik /erier/aralisis 'aksid disebabkan oleh interupsi unit motorik di suatu tempat manapun& dapat di kornuanterius& salah satu atau beberapa radiks anterior& pleksus sara& atau sara perier. Kerusakan unitmotorik memutuskan serabut otot di unit motorik dari persaraan +olunter maupun re'eks. tot!otot ang terkena sangat lemah "plegia$& dan terdapat penurunan tonus otot ang jelas "hipotonia$&serta hilangna re'eks "are'eksia$ karena lengkung re'eks regang monosinaptik terputus. Atro9otot terjadi dalam beberapa minggu& ketika otot tersebut se%ara perlahan!lahan digantikan oleh

    jaringan ikat6 setelah beberapa bulan atau tahun terjadina atro9 ang progresi& penggantian iniakan selesai.

    #indrom paralisis 'aksid terdiri dariC /enurunan kekuatan kasarC :ipotonia atau atonia otot

    C :ipore'eksia atau are'eksiaC Atro9 otot7esi biasana dapat dilokalisasi se%ara spesi9k di kornu anterius& radiks anterior& pleksus sara&atau sara perier dengan bantuan elektromiogra9 dan elektroneurogra9. ?ika paralisis pada satuatau beberapa ekstremitas disertai oleh de9sit somatosensorik dan otonom& lesi diduga berada didistal radiks sara dan dengan demikian terletak di pleksus sara atau di sara tepi.2.1. #indrom ganglion radiks dorsalis(Ineksi pada satu atau beberapa ganglia spinalia oleh +irus neurotropik paling sering terjadi di regiotorakal dan menebabkan eritema ang neri pada dermatom ang sesuai& diikuti olehpembentukan sejumlah +esikel kulit. Gambaran klinis ini& disebut herpes Joster& berkaitan denganrasa sangat tidak naman& neri seperti ditusuk!tusuk dan parestesia di area ang terkena. Ineksidapat mele3ati ganglia spinalia ke medula spinalis itu sendiri& tetapi& jika hal tersebut terjadi&biasana tetap terbatas pada area ke%il di medula spinalis Keterlibatan komu anterius angmenebabkan paresis 'aksid jarang ditemukan& hemiparesis atau paraparesis bahkan lebih jarang

    lagi. Elektromiogra9 dapat nunjukkan de9sit motorik segmental pada hingga 2ongga ini& disebut siring&dapat terbentuk oleh berbagai mekanisme ang berbeda dan terdisitribusi dengan polakarakteristik ang berbeda& sesuai dengan mekanisme pembentukanna.#iringomielia palingsering mengenai medula spinalis ser+ikalis& umumna menimbulkan hilangna sensasi neri dansuhu di bahu dan ekstremitas atas. #iring ang meluas se%ara progresi dapat merusak traktusmedula spinalis ang panjang& menebabkan "para$ paresis spastik& dan gangguan pada prosesberkemih& deekasi& dan ungsi seksual. #iringobulbia sering menebabkan atro9 unilateral padalidah& hiperalgesia atau analgesia pada 3ajah& dan berbagai jenis nistagmus sesuai dengan lokasidan kon9gurasi siring.2.. #indrom kornu anterius.Baik poliomielitis akut maupun berbagai jenis atro9 otot spinal se%ara spesi9k memengaruhi sel!sel

    kornu anterius& terutama pada pembesaran ser+ikalis dan lumbalis medula spinalis. /adapoliomielitis "ineksi +irus$& sejumlah sel kornu anterius hilang se%ara akut dan ire+ersibel&terutama di regio lumbalis& menebabkan paresis 'aksid pada otot!otot di segmen ang sesuai.

  • 7/23/2019 Nervus F