14
NERVUS FASIALIS A. Cabang dan Perjalanan N. Fasialis Nervus fasialis memiliki dua subdivisi, yang pertama adalah yang mempersarafi otot ekspresi wajah kemudian yang kedua memiliki serat yang jauh lebih tipis yaitu intermediate yang membawa aferen otonom, somatik, dan eferen otonom. Gambar 1. Divisi nervus fasialis Nervus fasialis mengandung 4 macam serabut, yaitu: 1. Serabut somato-motorik, yang mensarafi otot-otot wajah (kecuali m.levator palpebrae (N.III)), otot platisma,

12.Nervus Fasialis

Embed Size (px)

DESCRIPTION

n.fasialis

Citation preview

Page 1: 12.Nervus Fasialis

NERVUS FASIALIS

A. Cabang dan Perjalanan N. Fasialis

Nervus fasialis memiliki dua subdivisi, yang pertama adalah yang mempersarafi

otot ekspresi wajah kemudian yang kedua memiliki serat yang jauh lebih tipis yaitu

intermediate yang membawa aferen otonom, somatik, dan eferen otonom.

Gambar 1. Divisi nervus fasialis

Nervus fasialis mengandung 4 macam serabut, yaitu:

1. Serabut somato-motorik, yang mensarafi otot-otot wajah (kecuali m.levator palpebrae

(N.III)), otot platisma, stilohioid, digastrikus bagian posterior dan stapedius di telinga

tengah.

2. Serabut visero-motorik (parasimpatis) yang datang dari nukleus salivarius superior.

Serabut saraf ini mengurus glandula dan mukosa faring, palatum, rongga hidung,

sinus paranasal, dan glandula submaksilar serta sublingual dan lakrimalis.

3. Serabut visero-sensorik yang menghantar impuls dari alat pengecap di dua pertiga

bagian depan lidah.

Page 2: 12.Nervus Fasialis

4. Serabut somato-sensorik rasa nyeri (dan mungkin juga rasa suhu dan rasa raba dari

sebagian daerah kulit dan mukosa yang disarafi oleh n.trigeminus. Daerah

overlapping (disarafi oleh lebih dari satu saraf (tumpang tindih) ini terdapat di lidah,

palatum, meatus akustikus eksterna dan bagian luar gendang telinga.

Nukleus motorik terletak pada bagian ventrolateral tegmentum pontin bawah

dekat medula oblongata. Sewaktu di tegmentum pons, akson pertama motorik berjalan

dari arah sudut pontoserebelar dan muncul di depan nervus vestibularis. Saraf

intermediate muncul di antara saraf fasialis motorik dengan vestibulokoklearis.

Gambar 4. Nukleus nervus fasialis dari samping1

Nervus intermediate, nervus fasialis, dan nervus vestibulokoklearis berjalan

bersama ke lateral ke meatus akustikus internus.

Page 3: 12.Nervus Fasialis

Gambar 5. Tempat keluarnya nervus fasialis dari kranium1

Di dalam meatus akustikus internus, nervus fasialis dan intermediate berpisah

dengan nervus vestibulokoklearis.

Page 4: 12.Nervus Fasialis

Gambar 6. Perjalanan beserta cabang dan efektor nervus fasialis7

Nervus fasialis berjalan ke lateral ke dalam kanalis fasialis kemudian ke ganglion

geniculatum. Pada ujung kanalis tersebut, nervus fasialis keluar kranium melalui foramen

stilomastoideus.

Page 5: 12.Nervus Fasialis

Gambar 7. Foramen stilomastoideus, tempat keluar nervus fasialis

Dari foramen tersebut, serat motorik menyebar ke wajah, beberapa melewati

glandula parotis. Nukleus motorik merupakan bagian dari arkus refleks yakni refleks

kornea dan refleks berkedip. Refleks kornea berasal dari membran mukosa mata (aferen)

dibawa melalui nervus V1 oftalmikus menuju ke nukleus sensorik trigeminus utama. Di

nukleus tersebut rangsang ditransmisikan ke neuron yang berhubungan dengan nervus

fasialis pada sisi yang sama. Bagian eferen dari refleks tersebut berasal dari neuron eferen

nervus fasialis

Page 6: 12.Nervus Fasialis

B. Otot-otot ekspresi wajah

M. Occipitofrontalis

o Fungsi : Menggerakkan kulit kepala, menciptakan kerut miring di dahi

M. Temporoparietalis

o Fungsi : Menggerakkan kulit kepala.

M. Auricularis anterior

o Fungsi : Menggerakkan daun telinga ke depan dan ke atas

M. Auricularis Superior

o Fungsi : Menggerakkan daun telinga ke belakang dan ke atas

M. Auricularis Posterior

o Fungsi : Menggerakkan daun telinga ke belakang

M. Orbicularis Oculi

o Fungsi : Menutup kelopak mata, menekan saccus lacrimalis, menggerakkan alis

mata.

Page 7: 12.Nervus Fasialis

M. Depressor Supercilii

Fungsi : Menarik turun kulit dahi dan alis, menciptakan kerutan miring tepat di

atas pangkal hidung.

M. Corrugator Supercilii

o Fungsi : Menggerakan kulit dahi dan alis mata ke arah pangkal hidung,

menciptakan kerut vertical tepat di atas pangkal hidung.

M. Procerus

o Fungsi : Menarik turun kulit dahi dan alis mata

M. Nasalis

o Fungsi : Menggerakkan cupping hidung dan hidungnya sendiri

Pars alaris : membuka lebar lebar cuping hidung

M. Depressor septi nasi

o Fungsi : Menggerakkan cupping hidung dan hidungnya sendiri

M. Orbicularis Oris

o Fungsi : Menutup bibir, sehingga juta menggerakkan cuping hidung, pipi dan

juga kulit dagu

M. Buccinator

o fungsi : Menegangkan bibir, meningkatkan tekanan intraoral )ketika meniup dan

mengunyah)

M. Levatoor labii superioris

o Fungsi : Menarik bibir atas ke lateral dan atas

M. Depressor Labii inferioris

o Fungsi : Menarik bibir bawah ke lateral dan bawah

M. Mentalis

o Fungsi : Membentuk lekuk didagu, eversi bibir bawah (bersama dengan

musculus orbicularis oris.

M. Transversus Menti

o Fungsi : Menggerakkan kulit dagu

M. Depressor anguli oris

o Fungsi : Menarik sudut mulut ke bawah

Page 8: 12.Nervus Fasialis

M. Risorius

o Fungsi : Menarik sudut mulut ke lateral dan atas, membentuk lesung dipipi.

M. Levator Anguli Oris

o Fungsi : Menarik sudut mulut ke arah medial dan atas

M. Zygomaticus Major

o Fungsi : Menarik sudut mulut ke arah lateral dan atas

M. Zygomaticus Minor

o Fungsi : Menggerakkan bibir, cuping hidung, pipi dan kulit dagu, memperdalam

sulcus nasolabialis.

M. Levator labii superioris alaeque nasi

o Fungsi : Menggerakkan bibir, alae nasi, pipi dan kulit dagu

C. Pemeriksaan Fungsi Saraf Faialis

1. Fungsi Motorik

- Pada saat diam perhatikan : 9

Asimetris muka (lipatan nasolabial)

Bila asimetris (dari) muka jelas, maka hal ini disebabkan oleh kelumpuhan jenis perifer.

Dalam hal ini kerutan dahi menghilang, mata kurang dipejamkan, plika nasolabialis mendatar

dan sudut mulut menjadi lebih rendah. Pada kelumpuhan jenis sentral (supranuklir) muka dapat

simetris waktu istirahat, kelumpuhan baru nyata bila penderita disuruh melakukan gerakan

misalnya ; menyeringai.

Gerakan-gerakan abnormal (tic fasialis, grimacing, kejang tetanus/rhisus sardonicus, tremor

dsbnya)3

Ekspresi muka (Sedih, gembira, takut, seperti topeng)

- Atas perintah: 9

1. Mengangkat alis, bandingkan kanan dan kiri

Page 9: 12.Nervus Fasialis

2. Menutup mata sekuatnya (perhatikan asimetris), kemudian pemeriksa mencoba membuka

kedua mata tersebut (bandingkan kekuatan kanan dan kiri)

3. Memperlihatkan gigi (asimetris)

4. Bersiul dan mencucur (asimetris/deviasi ujung bibir)

Pada penderita tak sadar dapat dilakukan dengan menekan sudut rahang untuk melihat

apakah terjadi menyeringai atau tidak

5. Meniup sekuatnya (bandingkan kekuatan udara dari pipi masing-masing)

6. Menarik sudut mulut kebawah (bandingkan konsistensi otot plastima kanan dan kiri). Pada

kelemahan yang ringan, kadang-kadang tes ini bisa untuk mendeteksi kelemahan saraf

fasialis pada stadium dini

D. Gradasi fungsi saraf fasialis menurut House-Brackmann danYanagihara

grading system (Y-system)

I. Normal

II. Disfungsi Ringan

III. Disfungsi Sedang

IV. Disfungsi Sedang Berat

V. Disfungsi Berat

VI. Paralisis Total

Grade HBS Y-system

Normal, fungsi pada semua area simetris I 40

Sedikit kelemahan pada inspeksi mata, bisa menutup mata dengan penuh

dengan sedikit usaha, sedikit asimetris pada senyuman dengan usaha

maksimal, sedikit sinkinesis, tidak ada kontraktur atau spasme

II 32-38

Kelemahan yang jelas namun tidak merubah penampakan wajah secara

statis, tidak mampu mengangkat alis, penutupan mata yang penuh dan

III 24-30

Page 10: 12.Nervus Fasialis

kuat, gerakan mulut yang tidak simetris pada usaha maksimal, selain itu

terdapat sinkinesis, mass movement atau spasme (walaupun tidak terlihat

saat statis/ menyebabkan disfigurasi)

Kelemahan yang jelas dan menyebabkan disfigurasi, ketidakmampuan

menggangkat alis, penutupan mata yang tidak penuh dan asimetri mulut

dengan usaha maksimal, sinkinesis yang parah, mass movement, dan

spasme

IV 16-22

Hanya sedikit gerakan yang mampu dilakukan, penutupan mata yang

tidak penuh, sedikit gerakan pada ujung mulut, sinkinesis, kontraktur,

namun spasme umumnya tidak didapati.

V 8-14

Tidak ada gerakan, tidak ada sinkinesis, kontraktur, maupun spasme VI 0-6

Page 11: 12.Nervus Fasialis

DAFTAR PUSTAKA

1. Baehr, Frotscher. Duus Topical Diagnosis in Neurology: Anatomy, Fisiology, Sign,

Simptom. Edisi 4. New York: Mc-Graw Hill companies. 2005;167-175.

2. Sjarifuddin, Bashiruddin J, Bramantyo B. Kelumpuhan Nervus Fasialis Perifer. Dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher. 6 th ed. Jakarta : Balai Penerbit FK-UI, 2007: Hal. 114-117.