Click here to load reader

Makalah PBL Blok 21 DM gestasional

  • View
    105

  • Download
    12

Embed Size (px)

DESCRIPTION

medicine

Text of Makalah PBL Blok 21 DM gestasional

PendahuluanPada wanita hamil terjadi perubahan- perubahan fisiologis yang berpengaruh terhadap metabolisme karbohidrat karena adanya hormon plasenta yang bersifat resistensi terhadap insulin, sehingga kehamilan tersebut bersifat diabetogenik. Dengan meningkatnya umur kehamilan, berbagai faktor dapat mengganggu keseimbangan metabolisme karbohidrat sehingga terjadi gangguan toleransi glukosa.1

Adanya suatu bentuk diabetes melitus (DM) yang hanya ditemukan saat kehamilan dan kemudian menghilang setelah persalinan telah disinggung oleh Duncan (dikutip oleh Adam) sejak satu abad yang lalu. Walaupun demikian barulah pada tahun 1980 WHO mengakui diabetes melitus gestasi (DMG) sebagai suatu bentuk diabetes tersendiri.1

Diabetes melitus gestasional (DMG) didefinisikan sebagai suatu keadaan intoleransi glukosa atau karbohidrat dengan derajat yang bervariasi yang terjadi atau pertama kali ditemukan pada saat kehamilan berlangsung.1 Dengan definisi ini tidak lagi dipersoalkan apakah penderita mendapat pengobatan insulin atau dengan diet saja, demikian pula apakah gangguan toleransi glukosa kembali normal atau tidak setelah persalinan.

Pembahasan

AnamnesisA. Keluhan Utama

Mual muntah, penambahan berat badan berlebihan atau tidak ada adekuat, polidipsi, polifagia, poliuria, nyeri tekan abdomen dan retinopati

B. Riwayat kesehatan keluarga

Riwayat diabetes melitus dalam keluarga

C. Riwayat kehamilan

Diabetes melitus gestasional,hipertensi karena kehamilan,infertilitas, riwayat melahirkan anak lebih dari 4 kg,riwayat kematian janin,lahir mati tanpa sebab jelas,aborsi spontan,makrosomia,pernah keracunan selama kehamilan.2Pemeriksaan Fisik

1. Sirkulasi- Nadi pedalis dan pengisian kapiler exstremitas menurun atau lambat pada diabetes yang lama- Edema pada pergelangan kaki atau tungkai- Peningkatan tekanan darah2. EliminasiRiwayat Pielonefritis, nfeksi saluran kemih berulang, nefropati, poliuria3. Nutrisi dan cairanPolidipsi, polifagia, mual muntah, obesitas, nyeri tekan abdomen, hipoglikemi, glukosuria, ketonuria2,34. KulitSensasi kulit lengan,paha,pantat dan perut dapat berubah karna ada bekas injeksi insulin yang sering.

5. Kerusakan penglihatan atau retinopatiPemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan kadar glukosa darah.

Untuk glukosa darah puasa,pasien harus berpuasa 6-12 jam sebelum pasien di ambil darahnya,setelah darah pasien di ambil darahnya pasien di berikan makanan seperti makanan yang biasnya dimakan.dua jam kemudian diambil darahnya untuk pemeriksaan glukosa darah dua jam PP.darah sentrifugasi untuk mndapatkan serumnya,kemudian diperiksa kadar glukosa darahnya.3,4 Tes toleransi glukosa oralNilai rujukan kadar glukosa darah setelah pmbebanan 1 mmol/L darah. Indikasi KAD > 3 mmol/L darah.4WD ( Diabetes Melitus Gestational )

Diabetes mellitus gestasional adalah suatu bentuk diabetes yang berkembang pada beberapa ibu selama kehamilan. Diabetes gestasional terjadi karena kelenjar pankreas tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup untuk mengkontrol gula darah ( glukosa ) ibu hamil tersebut pada tingkat yang aman bagi dirinya maupun janin yang dikandungnya.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan darah yang menunjukkan ibu hamil tersebut mempunyai kadar gula yang tinggi dalam darahnya dimana ia tidak pernah menderita diabetes sebelum kehamilannya.4DD (DM tipe 1, DM tipe 2, DM tipe lain)Diabetes diklasifikasikan sebagai Tipe 1 (Insulin Dependent Diabetes Mellitus ) dan tipe 2. (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus ). Diabetes tipe 1 adalah kasus genetik yang pada umumnya dimiliki sejak kecil dan memerlukan insulin dalam pengendalian kadar gula darah. Diabetes tipe 2 dipengaruhi oleh keturunan dengan penyebabnya adalah kurangnya penghasil insulin dalam tubuh dan tidak sensitif terhadap hormon insulin. Diabetes tipe 2 adalah kasus yang tidak memerlukan insulin dalam pengendalian kadar gula darah. Insulin sendiri adalah hormon yang membawa glukosa dari darah masuk se dalam sel-sel tubuh.

Diabetes adalah komplikasi umum dari kehamilan. Pasien dapat dipisahkan menjadi 2, yaitu mereka yang sudah diketahui sebelumya menderita diabetes dan mereka yang didiagnosis menderita diabetes saat sedang hamil (gestasional).4,5TIPEDIABETES MELITUS TIPE 1DIABETES MELITUS TIPE 2

UmurBiasanya 40 tahun (tetapi tidak selalu)

Keadaan klinikBeratRingan

Kadar insulin saat di diagnosisTidak ada insulin Insulin cukup/tinggi

Berat badanBiasanya kurusBiasanya gemuk/normal

PengobatanInsulin, diet dan olahragaDiet, olahraga, tablet, insulin

Tabel 1. Perbandingan DM tipe 1 dan DM tipe 2Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) pada konsensus diabetes melitus di Indonesia

Tahun 2002 membuat klasifikasi etiologis DM sebagai berikut:5

Tipe 1

(Destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut)

Autoimun

Idiopatik

Tipe 2 (Bervariasi mulai yang terutama dominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang terutama defek sekresi insulin disertai resistensi insulin)

Tipe lain Defek genetik fungsi sel beta

Defek genetik kerja insulin

Penyakit eksokrin pankreas

Endokrinopati

Karena obat atau zat kimia

Infeksi

Sebab imunologi yang jarang

Sindrom genetik lain yang berkaitan dengan DM

Diabetes melitus gestasional

Etiologi1. Terlalu banyak makan-makanan berkalori tinggi atau makanan manis

2. Ibu mengalami kelebihan berat badan atau obesitas

3. Mempunyai riwayat kesehatan, pernah mengalami diabetes gestasional

4. Memiliki riwayat keluarga penderita diabetes gestasional5Faktor Risiko DMG 1,5

Riwayat kebidanan mencurigakan

Beberapa kali keguguran

Riwayat pernah melahirkan anak mati tanpa sebab jelas

Riwayat pernah melahirkan bayi dengan cacat bawaan

Pernah melahirkan bayi 4000 gram

Pernah keracunan saat kehamilan

Riwayat ibu yang mencurigakan

Umur ibu hamil > 30 tahun

Riwayat DM dalam keluarga

Pernah DMG pada kehamilan sebelumnya

Obesitas

Berat badan ibu waktu lahir > 5 kg

Infeksi saluran kemih berulang-ulang selama hamil

Epidemiologi

Insidens DMG bervariasi antara 1,2 12%. Kepustakaan lain mengatakan 1 14%. Di Indonesia insidens DMG berkisar 1,9 -2,6%. Perbedaan insidens DMG ini terutama disebabkan oleh karena perbedaan kriteria diagnosis materi penyaringan yang diperiksa. Di Amerika Serikat insidens kira-kira 4%.6Kejadian DMG juga sangat erat hubungannya dengan ras dan budaya seseorang. Contoh yang khas adalah DMG pada orang kulit putih yang berasal dari Amerika bagian barat hanya 1,5-2% sedangkan penduduk asli Amerika yang berasal dari barat daya Amerika mempunyai angka kejadian sampai 15%. Pada ras Asia, Afrika Amerika dan Spanyol insidens DMG sekitar 5-8% 7 sedangkan pada ras Kaukasia sekitar 1,5%. 6Manifestasi Klinis

1. Poliuria ( peningkatan atau banyak mengeluarkan urine )Hal ini disebabkan oleh kadar glukosa darah meningkat sampai melampaui daya serap ginjal terhadap glukosa. Sehingga terjadi ousmotik diuresis,yaiutu gula dapt menarik cairan dan eloktrolit akibatnya pasien mengeluh banyak BAK.2. Polidipsia ( banyak minum atau peningkatan rasa haus )Hal ini diesebabkan oleh pembakaran yang terlalu banayak dan kehilangan cairan yang disebabkan oleh poliuria,sehingga untuk menanggulanginya pasien harus banyak minum.

3. Polifagia ( banyak makan atau mudah merasa lapar )Hal ini disebabkan karena glukosa tidak sampai ke sel,sehingga mengalami rasa lapar.untuk memenuhi rasa laparnya pasien banayak makan. Walaupun banayak makan,tetap saja makanan akan berada pada pembuluh darah.4. Berat badan menurun, lemas, mudah lelah dan tenaga kurang.Hal ini disebabkan karena kehabisan glikogen yang dipecah menjadi glukosa,maka tubuh berusaha untuk mendapatkan pecahan zat dari bagian tubuh yang lain seperti lemak dan protein. Karna tubuh pada pasien akan terus menerus merasa lapar,maka tubuh selanjutnya akan memecah cadangan makanan yang ada di tubuh,termasuk yang ada d jaringan otot dan lemak. Meskipun banyak makan penderita DM akan tetap mengalami penurunan berat badan.

5. PenglihatankaburHal ini disebabkan gangguan lintas polibi (glukosa-sarbithol fruktosa) yang disebabkan insufisiensi insulin akibat terdapat penimbunan sarbitol dari lensa sehingga terjadi pembentukan katarak pada mata.66. Kesemutan, rasa baal akibat terjadi neuropatiPada penderita DM,regenerasi sel syaraf mengalamai gangguan akibat kekurangan bahan dasar utama yang berasal dari unsur protein. Akibatnya banyak sel persyarafan terutama perifer mengalamai kerusakan7. Luka sukar sembuh ( apabila terjadi pendarahan sukar sembuh )Sering terinfeksi dan bila luka sulit sekali untuk sembuh. Keadaan ini bisa terjadi karenan kuman tumbuh subur akibat tingginya kadar gula dalam darah. Selain itu,jamur juga sangat menikmati pada darah yang tinggi kadar glukosanya.

8. Impotensi dan Asidosis metabolikEjakulasi dan dorongan seksual laki-laki banyak dipengaruhi oleh peningkatan hormon testosteron. Pada kondisi optimal, secara otomatis akan meningkatkan dorongan seksual. Penderita DM mengalami penurunan produksi hormon seksual akibat kerusakan testosteron dan sistem yang berperan.5,7Patogenesis

Dalam kehamilan terjadi perubahan metabolisme endokrin dan KH yang menunjang pemasokan makan bagi janin serta persiapan untuk menyusui. Glukosa dapat berdifusi secara tetap melalui plasenta kepada janin sehingga kadarnya dalam darah janin hampir menyerupai kadar darah ibu. Insulin ibu tidak dapat mencapai janin, sehingga kadar gula ibu yang mempengaruhi kadar pada janin. Pengendalian