Lapsus Blefaritis

Embed Size (px)

Text of Lapsus Blefaritis

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    1/39

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 LATAR BELAKANG

    Saat ini banyak sekali masyarakat yang tidak peduli akan kesehatan dirinya.

    Sehingga memunculkan masalah-masalah kesehatan terutama gangguan pada indra

    penglihatan, salah satunya adalah bagian kelopak mata. Biasanya masyarakat

    menganggap remeh penyakit ini karena mereka beranggapan bahwa penyakit ini akan

    segera hilang. Padahal bila tidak ditangani dengan serius maka akan muncul berbagai

    komplikasi dari penyakit ini seperti blefaritis salah satunya. Selain itu, penyakit ini

    juga dapat mengganggu pencitraan dirinya. Disinilah peran tenaga medis sangat

    dibutuhkan bagi masyarakat sebagai upaya memperbaiki tingkat kesehatan

    masyarakat.

    Blefaritis adalah istilah medis untuk peradangan pada kelopak mata.Kata

    blefaritis berasal dari kata !unani blepharos, yang berarti kelopak mata, dan

    akhiran itis!unani, yang biasanya digunakan untuk menunjukkan peradangan dalam

    bahasa "nggris. Peradangan adalah istilah umum yang digunakan untuk

    menggambarkan proses dimana sel - sel darah putih dan #at kimia yang diproduksi

    dalam tubuh melindungi kita dari #at - #at asing, cedera, atau infeksi. $espon tubuh

    normal dalam peradangan melibatkan berbagai derajat pembengkakan, kemerahan,

    nyeri, panas, dan perubahan dalam fungsi %&aughan, '(()*.

    Blefaritis adalah radang pada kelopak mata.$adang yang sering terjadi pada

    kelopak merupakan radang kelopak dan tepi kelopak. $adang bertukak atau tidak

    pada tepi kelopak biasanya melibatkan folikel dan kelenjar rambut. Blefaritis ditandai

    dengan pembentukan minyak berlebihan di dalam kelenjar didekat kelopak mata yang

    merupakan lingkungan yang disukai oleh bakteri yang dalam keadaan normal

    ditemukan di kulit %&aughan, '(()*.

    1

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    2/39

    Blefaritis menyebabkan mata merah, iritasi, kelopak mata gatal dan

    pembentukan ketombe seperti sisik pada bulu mata. "ni adalah gangguan mata yang

    umum yang disebabkan oleh bakteri atau kondisi kulit seperti ketombe di kulit kepala

    atau jerawat rosacea. Dapat terjadi pada semua orang dari segala usia. +eskipun tidak

    nyaman, blefaritis tidak menular dan umumnya tidak menyebabkan kerusakan

    permanen pada penglihatan %ohnson, '(*.

    Berdasarkan penelitian /erdich et al '( melaporkan sur0ei pasien blefaritis

    menunjukkan pre0alensi yang sama tinggi masing-masing 123 dan )3. Pre0alensi

    temuan klinis sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan gejala yang dilaporkan

    sendiri. 4mpat belas persen dari total pasien melaporkan tidak ada gejala dan enam

    persen tidak memiliki tanda-tanda klinis blefaritis. Data normalisasi menunjukkan

    bahwa kebanyakan pasien memlikiki penyakit ringan sampai sedang berdasarkan

    kedua gejala dan temuan pemeriksaan klinis. "nsidensi adalah 5(3 dan 623 untuk

    ringan, 6'3 dan 5( 3 sedang, dan hanya 3 dan 13 untuk gejala yang parah dan

    tanda blefaritis masing-masing.

    Blefaritis dapat disebabkan infeksi dan alergi biasanya berjalan kronis atau

    menahun. Blefaritis alergi biasanya berasal dari debu, asap, bahan kimia iritatif, dan

    bahan kosmetik. "nfeksi kelopak mata dapat disebabkan kuman streptococcus alfa

    atau beta, pneumococcus, dan pseudomonas. Bentuk blefaritis yang biasanya dikenal

    adalah blefaritis skuamosa, blefaritis ulseratif, dan blefaritis angularis %"lyas, '(*.

    Blefaritis sering disertai dengan konjungti0itis dan keratitis. Biasanya

    blefaritis sebelum diobati dibersihkan dengan garam fisiologik hangat, dan kemudian

    diberikan antibiotik yang sesuai. Penyulit blefaritis yang dapat timbul adalah

    konjungti0itis, keratitis, hordeolum, kala#oin, dan madarosis %"lyas, '(*.

    2

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    3/39

    1.2 TUJUAN

    7dapun tujuan dari penulisan laporan kasus ini ialah untuk meningkatkan

    pengetahuan keilmuan dokter muda agar dapat memahami anamnesis, pemeriksaan

    fisik, pemeriksaan penunjang, penetapan diagnosis kerja maupun diagnosis bandingserta penatalksanaan hingga prognosis pasien pada pasien blefaritis.

    3

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    4/39

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 ANATOMI DAN FISIOLOGI

    Anatomi Palp!"a

    Kelopak atau palpebra mempunyai fungsi melindungi bola mata, serta

    mengeluarkan sekresi kelenjarnya yang membentuk tear filmdi depan kornea serta

    menyebarkan tear filmyang telah diproduksi ini ke konjungti0a dan kornea. Palpebra

    merupakan alat penutup mata yang berguna untuk melindungi bola mata terhadap

    trauma, trauma sinar dan pengeringan mata, karena kelopak mata juga berfungsi

    untuk menyebarkan tear filmke konjungti0a dan kornea %"lyas, '(*.

    Gam!a" 1 # Anatomi $lopa$ mata

    S%m!" # Alln& JH et all& Patop'o(iolo)* Blp'a"iti( in B(t P"a+ti+ B"iti(' M,i+in Jo%"nal.

    4

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    5/39

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    6/39

    5 Septum orbita yang merupakan jaringan fibrosus berasal dari rima orbita

    merupakan pembatas isi orbita dengan kelopak depan %"lyas, '(*.2 9arsus ditahan oleh septum orbita yang melekat pada rima orbita pada seluruh

    lingkaran permukaan orbita. 9arsus terdiri atas jaringan ikat yang merupakajaringan penyokong kelopak dengan kelenjar +eibom %( buah dikelopak atas dan

    '( buah di kelopak bawah * %"lyas, '(*.

    ; Pembuluh darah yang memperdarainya adalah a. palpebrae%"lyas, '(*.1 Persarafan sensorik kelopaka matas atas didapatkan dari ramus frontal n.&,

    sedangkan kelopaka bawah oleh cabang ke "" saraf ke & %"lyas, '(*.

    Konjungti0a tarsal yang terletak dibelakang kelopak hanya dapat dilihat

    dengan melakukan e0ersi kelopak.Konjungti0a tarsl melalui forniks menutupi bulbus

    okuli.Konjungti0a merupaka membrane mukosa yang mempunyai sel goblet yangmenghasilkan musin %&aughan, '((6*.

    Hi(tolo)i ,an Fi(iolo)i Palp!"a

    Bola mata terletak di dalam tulang orbita dan terbuka ke sebelah anterior,

    ditutup oleh kelopak mata bagian atas dan bawah, jika keduanya merapat bertemu

    pada fissura palpebra. Palpebra menutup permukaan anterior kornea dan melipat pada

    bagian tepinya yang kemudian melapisi permukaan dalam palpebra. ueira, '((*.

    9iap kelopak mata terdiri atas lempeng jaringan ikat dan otot skelet di tengah

    sebagai penyokong, disebelah luar dilapisi oleh kulit dan disebelah dalam dilapisi

    oleh membran mukosa %konjungti0a palpebra*. Kulit disini tipis mempunyai rambut

    halus, kelenjar keringat, kelenjar sebasea dan dermis yang mengadung banyak serat

    elastin yang halus. Dermis sedikit menebal di tepi kelopak mata dan mengandung tiga

    atau empat deretan rambut-rambut yang kaku disebut bulu mata, folikelnya terdapat

    sampai dermis. Bulu mata mengalami pergantian setiap (( ? 5( hari. 9erdapat

    kelenjar sebasea kecil berhubungan dengan bulu mata, sedangkan +. 7rektor pili

    tidak ada %un>ueira, '((*.

    6

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    7/39

    Di bawah kulit terdapat lapisan otot skelet M. Orbicularis oculi %bagian

    terbesar* dan lebih ke dalam lagi terdapat lapisan jaringan ikat %fasia palpebra* yang

    merupakan lanjutan tendo M. Levator paplebrae. uga terdapat lapisan otot polos

    yang tipis di tepi atas palpebra superior yaitu M. Tarsalis superior Mller, melekat

    pada tepi tarsus. Di belakang folikel bulu mata terdapat M. Siliaris Riolani%muskular

    skelet* %un>ueira, '((*.

    Sebelah belakang lapisan otot terdapat lapisan fibrosa yang tipis di bagian

    perifer disebut septum orbital dan lempeng tarsus. 9arsus merupakan lempeng

    jaringan ikat yang padat melengkung mengikuti bentuk bola mata, berbentuk seperti

    huruf D yang bagian hori#ontalnya sesuai dengan tepi palpebra. 9arsus pada palpebra

    superior lebarnya ( -' mm, sedangkan tarsus pada palpebra inferior lebarnya 5 mm.Pada kedua tarsus ini terbenam sebaris kelenjar sebasea yang sangat besar yaitu

    kelenjar tarsalis +eibom. Permukaan posterior tarsus menjadi satu dengan

    konjungti0a palpebra. Bentuk palpebra dipertahankan oleh tarsus ini %un>ueira,

    '((*.

    4pitel konjungti0a berlapis silindris dengan sel ? sel goblet, ketebalannya

    ber0ariasi tergantung pada letaknya. Konjungti0a bulbi di tepi kornea, epitelnya

    menjadi berlapis gepeng identik dengan epitel kornea. Pada forni= konjungti0a

    epitelnya lebih tebal %un>ueira, '((*.

    7

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    8/39

    Gam!a" 2 # Hi(tolo)i palp!"a

    S%m!" #'ttp(#--(+%".'alt'.%ta(.,%.a%-int"ant-+,(-'i(totn-P"a+ti+al(-HG

    M. Orbicularis oculijalannya melingkar, mendapat persarafan dari @. &"" dan

    berfungsi untuk menutup kelopak mata. +.

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    9/39

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    10/39

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    11/39

    pada kelopak mata %meibomian blefaritis* yang menciptakan lingkungan yang

    menguntungkan untuk pertumbuhan bakteri.Cal ini juga dapat berkembang sebagai

    akibat dari kondisi kulit lainnya seperti jerawat rosacea dan ketombe kulit kepala

    %/einstock, '(*.

    Blefaritis melibatkan tepi kelopak mata, di mana bulu mata tumbuh dan pintu

    dari kelenjar minyak kecil dekat pangkal bulu mata berada. +ungkin ada keterlibatan

    tepi luar dari tepi kelopak mata yang berdekatan dengan kulit atau dan tepi bagian

    dalam kelopak mata yang bersentuhan dengan bola mata. Perubahan pada kulit

    kelopak mata atau permukaan mata itu sendiri biasanya bisa menjadi penyebab

    sekunder yang mendasari terjadinya kelainan pada kelopak mata %&aughan, '(5*

    Penyebab kebanyakan kasus blefaritis adalah kerusakan kelenjar minyak di

    kelopak. 7da sekitar ( kelenjar ini di setiap kelopak mata atas dan bawah. Ketika

    kelenjar minyak memproduksi terlalu banyak, terlalu sedikit, atau salah jenis minyak,

    tepi kelopak mata dapat menjadi meradang, iritasi, dan gatal %

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    12/39

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    13/39

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    14/39

    karena produksi minyak oleh kelenjar di kelopak mata yang berlebihan %blefaritis

    meibom* yang akan mengakibatkan terbentuknya lingkungan yang diperlukan

    bakteri untuk bertumbuh. Selain itu, dapat pula terjadi karena kelainan kulit yang

    lain seperti jerawat atau ketombe %ohnson, '(*.

    Gam!a" 6 # Bla"iti( Po(t"io"

    S%m!" # Kan($i in lini+al Op't'almolo)* ,i(i 8

    Klasifikasi berdasarkan penyebabnya 8

    A. Bla"iti( !a$t"ial

    "nfeksi bakteri pada kelopak dapat ringan sampai dengan berat. Diduga

    sebagian besar infeksi kulit superfisial kelopak diakibatkan streptococcus. Bentuk

    infeksi kelopak dikenal sebagai folikulitis, impetigo, dermatitis eksematoid.

    Pengobatan pada infeksi ringan ialah dengan memberikan antibiotik lokal dan

    kompres basah dengan asam borat. Pada blefaritis sering diperlukan pemakaian

    kompres hangat. "nfeksi yang bert perlu diberikan antibiotik sistemik %"lyas,

    '(*.

    1. Bla"iti( (%p"i(ial

    Bila infeksi kelopak superfisial disebabkan oleh staphylococcus maka

    pengobatan yang terbaik adalah dengan salep antibiotik seperti sulfasetamid

    dan sulfisoksa#ol. Sebelum pemberian antibiotik krusta diangkat dengan kapas

    14

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    15/39

    basah. Bila terjadi blefaritis menahun maka dilakukan penekanan manual

    kelenjar +eibom untuk mengeluarkan nanah dari kelenjar +eibom

    %+eibormianitis*, yang biasanya menyertainya %"lyas, '(*.

    Blefaritis stafilokokal ditandai dengan adanya sisik, krusta dan eritema

    pada tepi kelopak mata dan collarette formationpada dasar bulu mata."nfeksi

    kronis dapat disertai dengan eksasebasi akut yang mengarah pada terjadinya

    blefaritis ulseratif. Dapat juga terjadi hilangnya bulu mata, keterlibatan kornea

    termasuk erosi epitelial, neo0askularisai dan infiltrat pada tepi kelopak

    %Kanski, '(*.

    2. Bla"iti( S!o"

    Blefaritis sebore merupakan peradangan menahun yang sukar

    penanganannya. Biasanya terjadi pada laki-laki usia lanjut %5( tahun*, dengan

    keluhan mata kotor, panas dan rasa kelilipan %"lyas, '(*.

    ejalanya adalah sekret yang keluar dari kelenjar meibom, air mata

    berbusa pada kantus lateral, hiperemia dan hipertropi papil pada konjungti0a.

    Pada kelopak dapat terbentuk kala#ion, hordeolum, madarosis, poliosis dan

    jaringan keropeng %"lyas, '(*.

    Pasien dengan blefaritis sebore mempunyai sisik berminyak pada

    kelopak mata depan, dan sering di antara mereka juga menderita dermatitis

    seboroik pada alis dan kulit kepalanya. The !merican !cadem of

    Dermatolog mencatat bahwa penyebab kondisi ini belum dipahami dengan

    baik. 9api dermatitis sebore terkadang muncul pada orang dengan sistem

    kekebalan yang lemah.amur atau ragi jenis tertentu yang memakan minyak

    %lipid* di kulit juga dapat menyebabkan dermatitis seboroik, dengan blefaritis

    menyertainya %Aeder, '(*.

    15

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    16/39

    Gam!a" 7 # Bla"iti( (!o"

    S%m!" # Kan($i in lini+al Op't'almolo)* ,i(i 6

    Pengobatannya adalah dengan memperbaiki kebersihan dan

    membersihkan kelopak dari kotoran. Dilakukan pembersihan dengan kapas

    lidi hangat. Dapat dilakukan pembersihan dengan nitras argenti 3. Salep

    sulfonamid berguna pada aksi keratolitiknya. Kompres hangat selama 5-(

    menit. Kelenjar +eibom ditekan dan dibersihkan dengan shampo bayi.Pada

    blefaritis sebore diberikan antibiotik lokal dan sistemik seperti tetrasiklin oral

    kali '5( mg. Penyulit yang dapat timbul berupa flikten, keratitis marginal,

    tukak kornea, 0askularisasi, hordeolum dan madarosis %"lyas, '(*.

    /. Bla"iti( S$%amo(a

    Blefaritis skuamosa adalah blefaritis disertai terdapatnya skuama atau

    krusta pada pangkal bulu mata yang bila dikupas tidak mengakibatkan

    terjadinya luka kulit. +erupakan peradangan tepi kelopak terutama yang

    mengenai kulit didaerah akar bulu mata dan sering terdapat pada orang yang

    berambut minyak. Blefaritis ini berjalan bersama dermatitis seboroik.

    Penyebab blefaritis skuamosa adalah kelainan metabolik ataupun oleh jamur

    %"lyas, '(*.

    Pasien dengan blefaritis skuamosa akan merasa panas dan gatal.

    9erdapat sisik berwarna halus?halus dan penebalan margo palpebra disertai

    dengan madarosis. Sisik ini mudah dikupas dari dasarnya tanpa

    mengakibatkan perdarahan %"lyas, '(*.

    16

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    17/39

    Gam!a" 8 #Squamous Blepharitis

    S%m!" #'ttp#--999.i+a"'o(pital.o")-o+%lopla(t*:,tail(.p'p

    Pengobatannya ialah dengan membersihkan tepi kelopak dengan

    shampoo bayi, salep mata, dan steroid setempat disertai dengan memperbaiki

    metabolisme pasien. Penyulit yang dapat terjadi antara lain8 keratitis,

    konjungti0itis %"lyas, '(*.

    5. Bla"iti( Ul("ati

    +erupakan peradangan tepi kelopak atau blefaritis dengan tukak akibat

    infeksi staphylococcus. Pada blefaritis ulseratif terdapat keropeng berwarna

    kekunung-kuningan yang bila diangkat akan terlihat ulkus yang kecil danmengeluarkan darah di sekitar bulu mata. Pada blefaritis ulseratif skuama yang

    terbentuk bersifat kering dan keras, yang bila diangkat akan luka dengan

    disertai perdarahan. Penyakit bersifat sangat infeksius. Elserasi berjalan lebih

    lanjut dan lebih dalam dan merusak folikel rambut sehingga mengakibatkan

    rontok %madarosis* %"lyas, '(*.

    17

    http://www.icarehospital.org/oculoplasty_details.phphttp://www.icarehospital.org/oculoplasty_details.php
  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    18/39

    Gam!a" ; #Ulcerative Blepharitis

    S%m!" #'ttp#--999.i+a"'o(pital.o")-o+%lopla(t*:,tail(.p'p

    Pengobatan dengan antibiotik dan higiene yang baik. Pengobatan padablefaritis ulseratif dapat dengan sulfasetamid, gentamisin atau basitrasin.

    Biasanya disebabkan stafilokok maka diberi obat staphylococcus.7pabila

    ulseratif luas pengobatan harus ditambah antibiotik sistemik dan diberi

    roboransia %"lyas, '(*.

    Penyulit adalah madarosis akibat ulserasi berjalan lanjut yang merusak

    folikel rambut, trikiasis, keratitis superfisial, keratitis pungtata, hordeolum dan

    kala#ion. Bila ulkus kelopak ini sembuh maka akan terjadi tarikan jaringan

    parut yang juga dapat berakibat trikiasis %"lyas, '(*.

    6. Bla"iti( An)%la"i(

    Blefaritis angularis merupakan infeksi pada tepi kelopak disudut

    kelopak mata atau kantus. Blefaritis angularis yang mengenai sudut kelopak

    mata %kantus eksternus dan internus* sehingga dapat mengakibatkan gangguan

    padafungsi punctum lakrimal. Blefaritis angularis disebabkan oleh

    Staphlococcus aureus atauMora"ella lacunata%"lyas, '(*.

    Seringkali gejala yang muncul adalah kemerahan pada salah satu tepi

    kelopak mata, bersisik, maserasi dan kulit pecah-pecah di kantus lateral dan

    medial, juga dapat terjadi konjungti0itis folikuler dan papil. Biasanya kelainan

    ini bersifat rekuren %"lyas, '(*.

    18

    http://www.icarehospital.org/oculoplasty_details.phphttp://www.icarehospital.org/oculoplasty_details.php
  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    19/39

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    20/39

    +eibomianitis menahun perlu pengobatan kompres hangat, penekanan

    dan pengeluaran nanah dari dalam berulang kali disertai antibiotik local %"lyas,

    '(*.

    B. Bla"iti( >i"%(

    1. H"p( ?o(t"

    &irus herpes #oster dapat memberikan infeksi pada ganglion gaseri

    saraf trigeminus. Biasanya akan mengenai orang usia lanjut. Bila yang terkena

    ganglion cabang oftalmik maka akan terlihat gejala-gejala herpes #oster pada

    mata dan kelopak mata atas %"lyas, '(*.

    ejala tidak akan melampaui garis median kepala dengan tanda-tanda

    yang terlihat pada mata adalah rasa sakit pada daerah yang terkena dan badan

    berasa demam. Pada kelopak mata terlihat 0esikel dan infiltrat pada kornea

    bila mata terkena.

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    21/39

    2. H"p( (impl$

    &esikel kecil dikelilingi eritema yang dapat disertai dengan keadaan

    yang sama pada bibir merupakan tanda herpes simpleks kelopak. Dikenal

    bentuk blefaritis simpleks yang merupakan radang tepi kelopak ringan dengan

    terbentuknya krusta kuning basah pada tepi bulu mata, yang mengakibatkan

    kedua kelopak lengket %"lyas, '(*.

    Gam!a" 16 # H"p( @o(t" Op't'almi+a

    S%m!" #'ttp#--m,ilin$(.!lo)(pot.+om-2=12-=1-p'oto(o"'"p((impl$(

    op't'almi+%(.'tml

    9idak terdapat pengobatan spesifik pada penyakit ini. Bila terdapat

    infeksi sekunder dapat diberikan antibiotik sitemik atau topikal. Pemberian

    kortikosteroid merupakan kontraindikasi karena dapat mengakibatkan

    menularnya herpes pada kornea. 7siclo0ir dan "DE dapat diberikan terutama

    pada infeksi dini %"lyas, '(*.

    . Bla"iti( am%"

    1. In$(i S%p"i(ial

    Biasanya diobati dengan griseoful0in terutama efektif untuk

    epidermomikosis, diberikan (.5- gram sehari dengan dosis tunggal atau

    dibagi rata diteruskam -' minggu. Kandida dengan nistatin topikal ((.(((unit per gram %"lyas, '(*.

    2. In$(i Jam%" P"o%n,%(

    Pengobatan menggunakan obat sistemik. !ctinomces danNocardia

    efektif menggunakan sulfonamid, penicillin atau antibiotik spektrum luas.

    21

    http://medilinks.blogspot.com/2012/01/photos-for-herpes-simpleks-ophthalmicus.htmlhttp://medilinks.blogspot.com/2012/01/photos-for-herpes-simpleks-ophthalmicus.htmlhttp://medilinks.blogspot.com/2012/01/photos-for-herpes-simpleks-ophthalmicus.htmlhttp://medilinks.blogspot.com/2012/01/photos-for-herpes-simpleks-ophthalmicus.html
  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    22/39

    Spesies lain bisa digunakan 7mfoterisin B dimulai dengan (.(5-(.mgGkgBB

    i0 lambat 2-1 jam dilarutkan dekstrose 53 dalam air %"lyas, '(*.

    2.8 DIAGNOSIS

    Blefaritis dapat didiagnosis melalui pemeriksaan mata yang komprehensif.

    Pengujian, dengan penekanan khusus pada e0aluasi kelopak mata dan permukaan

    depan bola mata, termasuk 8

    - $iwayat pasien untuk menentukan apakah gejala yang dialami pasien dan

    adanya masalah kesehatan umum yang mungkin berkontribusi terhadap

    masalah mata.

    -Pemeriksaan mata luar, termasuk struktur kelopak mata, tekstur kulit dan

    penampilan bulu mata.

    - 40aluasi tepi kelopak mata, dasar bulu mata dan pembukaan kelenjar

    meibomian menggunakan cahaya terang dan pembesaran.- 40aluasi kuantitas dan kualitas air mata untuk setiap kelainan.

    22

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    23/39

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    24/39

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    25/39

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    26/39

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    27/39

    contact dermatitisF

    burning or stinging inirritant contact

    dermatitis

    +inimal scaling4dema may be

    profound

    ointment twice daily for fi0e to ( days

    Aor irritant dermatitis, cool compresses and apetroleum-based emollient applied at bedtime

    Ro(a+a 9elangiectasias oftenpresent

    :nset o0er weeks to

    months4yelid changes often

    accompany flushing,

    papules, and pustules

    of the nose, cheek,forehead, and chin

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    28/39

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    29/39

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    30/39

    Disfungsi tear filmdapat mendorong penggunaan solusi air mata buatan, salep

    air mata, dan penutupan pungtum. Kondisi yang terkait, seperti herpes simple=,

    0aricella-#oster, atau penyakit kulit staphilokokal, bisa memerlukan terapi

    antimikroba spesifik berdasarkan kultur. Penyakit seboroik sering ditingkatkan

    dengan penggunaan shampoo dengan selenium, meskipun penggunaannya di sekitar

    mata tidak dianjurkan. Dermatitis alergi dapat merespon terapi kortikosteroid topical

    %/einstock,'(*.

    Konjungti0itis dan keratitis dapat menjadi komplikasi blefaritis dan

    memerlukan pengobatan tambahan selain terapi tepi kelopak mata. Hampuran

    antibiotik-kortikosteroid dapat mengurangi peradangan dan gejala konjungti0itis.

    "nfiltrat kornea juga dapat diobati dengan antibiotik-kortikosteroid tetes. Elkus tepikelopak yang kecil dapat diobati secara empiris, tetapi ulkus yang lebih besar,

    parasentral, atau atipikal harus dikerok dan spesimen dikirim untuk diagnostik dan

    untuk kultur dan pengujian sensiti0itas %/einstock,'(*.

    Serangan berulang dari peradangan dan jaringan parut dari blefaritis dapat

    memngakibatkan penyakit kelopak mata posisional. 9richiasis dan notching kelopak

    dapat mengakibatkan gejala keratitis berat. 9richiasis diobati dengan pencukuran

    bulu, perusakan folikel melalui arus listrik, laser, atau krioterapi, atau dengan eksisi

    bedah. 4ntropion atau ectropion dapat mengembangkan dan mempersulit situasi klinis

    dan mungkin memerlukan rujukan ke ahli bedah oculoplastics. Perawatan bedah

    untuk blefaritis diperlukan hanya untuk komplikasi seperti pembentukan kala#ion,

    trichiasis, ektropion, entropion, atau penyakit kornea %/einstock,'(*.

    Entuk blefaritis anterior, antibiotik natrium asam fusidic topikal, bacitracin

    atau kloramfenikol digunakan untuk mengobati folikulitis akut tetapi terbatas dalam

    kasus-kasus lama. Setelah kelopak dibersihkan salep harus digosok ke tepi kelopak

    anterior dengan cotton bud atau jari yang bersih. :ral a#itromisin %5(( mg setiap hari

    selama tiga hari* dapat membantu untuk mengontrol penyakit blefaritis ulseratif

    %

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    31/39

    Pada blefaritis posterior, tetrasiklin sistemik merupakan andalan pengobatan

    tetapi tidak boleh digunakan pada anak di bawah usia ' tahun atau pada wanita

    hamil atau menyusui karena disimpan dalam tulang dan gigi tumbuh, dan dapat

    menyebabkan noda pada gigi dan hipoplasia gigi %eritromisin adalah alternatif*.

    7lasan untuk penggunaan tetrasiklin adalah kemampuan mereka untuk memblokir

    produksi lipase stafilokokal jauh di bawah konsentrasi penghambatan minimum

    antibakteri. 9etrasiklin terutama diindikasikan pada pasien dengan phlyctenulosis

    berulang dan keratitis tepi, meskipun berulang pengobatan mungkin

    diperlukan.Hontohnya8 :=ytetracycline '5( mg b.d. selama 2-' minggu, Doksisiklin

    (( mg b.d. selama satu minggu dan kemudian setiap hari selama 2-' minggu,

    +inocycline (( mg sehari selama 2-' mingguF %pigmentasi kulit dapat berkembangsetelah penggunaan jangka panjang*. 4rythromicin '5( mg perhari atau b.d digunakan

    untuk anak-anak %

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    32/39

    Blefaritis tidak mempengaruhi penglihatan pada umumnya, meskipun

    defisiensi tear film kadang dapat mengaburkan penglihatan, menyebabkan berbagai

    derajat penglihatan berfluktuasi sepanjang hari %Cadrill, '(*.

    2.1= PROGNOSIS

    Kebersihan yang baik %pembersihan secara teratur daerah mata* dapat

    mengontrol tanda-tanda dan gejala blefaritis dan mencegah komplikasi. Perawatan

    kelopak mata yang baik biasanya cukup untuk pengobatan. Carus cukup nyaman

    untuk menghindari kekambuhan, karena blefaritis sering merupakan kondisi

    kronis.ika blefaritis berhubungan dengan penyebab yang mendasari seperti ketombe

    atau rosacea, mengobati kondisi-kondisi tersebut dapat mengurangi blefaritis. Pada

    pasien yang memiliki beberapa episode blefaritis, kondisi ini jarang sembuh

    sepenuhnya. Bahkan dengan pengobatan yang berhasil, kekambuhan dapat terjadi

    %Cadrill, '(*.

    BAB III

    LAPORAN KASUS

    /.1 IDENTITAS PASIEN

    @ama 8 9n. 7.EEmur 8 61 tahun

    32

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    33/39

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    34/39

    9anda tanda 0ital 9ekanan darah 8 '(G1( mmCg

    Arekuensi nadi 8 12 kaliGmenit

    Arekuesi respirasi8 ) kaliGmenit

    b. Status :ftalmologi

    OD Pm"i$(aan OS'(G'( i(%( Ka+amata '(G'(

    :rthophoria Po(i(i :rthophoria

    9idak ada S$"t 9idak ada

    G"a$ !ola mata

    4dema %-*, Ciperemi %-*,

    sekret %J*, massa %-*, ptosis

    %-*, laserasi%-*, suhu

    perabaan hangat %J*

    lagoftalmus%-*,

    nyeri tekan %J*,

    krusta %J*

    Palp!"a

    4dema %-*, Ciperemi %-*,

    sekret %J*, massa %-*,ptosis

    %-*, laserasi%-*, suhu

    perabaan hangat %-*,

    lagoftalmus%-*,

    @yeri tekan %-*,

    krusta %-*

    Ciperemis %-*, "njeksi

    konjungti0a %-*, injeksi

    siliar%-*, perdarahan

    subkonjungti0a %-*,

    pterigium %-*, Aolikel %-*

    Kon%n)ti>a ,an

    S$l"a

    Ciperemis %-*, "njeksi

    konjungti0a %-*, injeksi

    siliar%-*, perdarahan

    subkonjungti0a %-*,

    pterigium %-*, Aolikel %-*

    cembung, jernih Ko"na Hembung, jernih

    Kesan dalam BMD Kesan dalam

    Bulat, di tengah, 6 mm, P%pil Bulat, di tengah, 6 mm ,

    34

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    35/39

    $H< %J*, $H9< %J*, $H< %J*, $H9< %J*

    /arna coklat,

    Kripte jelasI"i(

    /arna coklat,

    Kripte jelas

    ernih,

    iris shadow %-*Ln(a

    ernih,

    iris shadow %-*

    9idak di lakukan F%n,%($opi 9idak di lakukan

    /.5 RESUME

    Pasien laki-laki berusia 61 tahun datang ke poliklinik mata $SED Kota

    +ataram dengan keluhan terasa panas pada mata sebelah kanan sejak hari yang lalu.

    7walnya pada mata sebelah kanan kemasukan debu saat mengendarai sepeda motor,

    setelah itu tiba-tiba mata terasa panas dan kemudian diikuti sedikit rasa gatal. Pasien

    mengatakan, rasa panas pada mata sebelah kanan tidak membaik dengan istirahat dan

    saat mata ditekan kadang terasa nyeri, serta kadang-kadang keluar kotoran sedikit dan

    sudah diberi obat tetes mata tapi tidak terasa membaik. +ata tidak merah, pasien

    merasa pandangan tidak kabur, tidak silau saat melihat sinar, tidak melihat pandangan

    ganda, tidak ada kerontokan pada bulu mata, tidak berair. Selain itu pasien juga

    mengaku tidak pernah ada kontak sebelumnya dengan orang yang mengalami hal

    serupa. $iwayat penggunan kacamata sejak ' tahun yang lalu. 9idak ada riwayat

    konsumsi obat-obatan, hipertensi, diabetes melitus maupun alergi sebelumnya.

    Pada pemeriksaan oftalmologi didapatkansuhu perabaan hangat, nyeri tekan,

    sekret dan terdapat krusta.

    /.6 DIAGNOSIS

    Blefaritis 7nterior :D et causa bakterial

    /.7 DIAGNOSIS BANDING

    Blefaritis 7nterior :D et causa Bakteri

    Blefearits 7nterior :D et causa &irus

    Blefearits 7nterior :D et causa 7lergi

    Blefaritis Posterior :D

    Konjungti0itis akut

    35

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    36/39

    /.8 PENATALAKSANAAN

    Sulfasetamid salep (3 %6,5 gram*. K"4 8

    a. Kompres dengan air hangat 6- kaliGhari selama (-5 menitGhari

    b. Pembersihan secret kelopak mata dengan shampo bayi

    c. Cindari dari paparan debu

    d. "stirahat yang cukupe. 9utup mata baik dengan kacamata maupun kain

    f. angan dikucek

    /.; PROGNOSIS

    Prognosis pengelihatan %ad functionam* ad bonam

    Prognosis nyawa %ad vitam* ad bonam Prognosis kekambuhan %ad sanationam* dubia ad bonam

    BAB I

    PEMBAHASAN

    36

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    37/39

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    38/39

    Pada kasus seorang laki - laki berusia 61 tahun, yang merupakan pasien rawat

    jalan dipoliklinik mata $SED Kota +ataram. Dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik

    yang diperoleh, ditegakan diagnosis blefaritis 7nterior :D et causa bakterial.

    Penderita diberikan terapi Sulfasetamid salep (3 %6,5 gram*. Prognosis pasien ad

    bonam.

    DAFTAR PUSTAKA

    $iordan-40a P, /hitcher P, eds. &aughan 7sbury8 :ftalmologi Emum. ;th ed.

    akarta8 4HF '(().

    38

  • 7/25/2019 Lapsus Blefaritis

    39/39