Laporan Studi Kasus

  • View
    56

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan studi kasus pelatihan manajer kepala proyek bangunan gedung

Text of Laporan Studi Kasus

LAPORAN STUDI KASUS

PEMBANGUNAN HOTEL ROSE JAKARTA SELATAN

Oleh:

JURUSAN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGANFAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS GADJAH MADA2014KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan laporan kerja praktek di Proyek Pembangunan Jembatan Dr. Ir Soekarno Manado. Laporan kerja praktek ini disusun guna memenuhi salah satu syarat dalam mencapai derajat Sarjana Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada.Dalam penyusunan laporan ini, penulis telah menerima bimbingan, bantuan, dan saran dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:1. Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan nikmat dan rahmatNya.2. Orang tua yang telah memberikan doa dan dukungan.3. Bapak Ir.Kusumo Dradjad Sutjahjo, Msi, CSP, bapak Dr. Ir. Lilik Sumarliadi, CES, dan bapak Toriq Arif Ghuzdewan, S.T., M.Sc.E. selaku Instruktur Pelatihan Manajemen Proyek Konstruksi Bangunan Gedung yang telah membimbing dan memberikan arahan.

Semoga laporan studi kasus ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Yogyakarta, Mei 2014

BAB I1.1 Latar BelakangHotel adalah sebuah bangunan yang disediakan kepada publik secara komersial untuk menginap, bermalam, atau tinggal dalam jangka waktu sementara. Berdasarkan sejarahnya, hotel berasal dari bahasa Perancis kuno dari kata "hostel". Diperkirakan hotel sudah ada sejak akhir abad 17 dan digunakan sebagai "tempat penampungan pendatang". Sejak awal hotel sengaja dibangun untuk keperluan masyarakat umum.Seiring berkembangnya zaman hotel memiliki nilai komersial yang tinggi, sehingga mendatangkan keuntungan yang besar bagi pemilik hotel. Oleh karena itu pembangunan hotel berkembang sangat pesat terutama di perkotaan. Permintaan untuk mendirikan hotel kepada para penyedia jasa cukup banyak, sehingga penyedia jasa melihat ini sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan.Dalam pembangunan sebuah hotel dibutuhkan penyedia jasa yang berkompetensi, sehingga para penyedia jasa harus memiliki tenaga kerja yang memenuhi SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia).Salah satu jabatan yang mempunyai pengaruh besar dalam suatu proyek pembangunan adalah kepala proyek. Sehingga kepala proyek harus mempunyai sertifikasi keahlian dalam bidang pembangunan gedung.1.2 TujuanTujuan Studi Kasus Pembangunan Hotel Rose ini agar mampu mengelola Pelaksanaan Pekerjaan Bangunan Gedung sesuai ketentuan yang tertuang dalam dokumen kontrak dan administrasi proyek. Oleh karena itu dibutuhkan Kepala Proyek yang berkompetensi yang mencakup:1. Menguasai, mempersiapkan dan mengendalikan pekerjaan pekerjaan yang terkait dengan fungsi manajemen sepert diatur dalam dokumen kontrak beserta addendum dan amandemen.2. Mempersiapkan dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan persiapan dilapangan.3. Mempersiapkan dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan pokok dilapangan 4. Mempersiapkan dan mengendalikan pekerjaan administrasi (keuangan, umum, teknik, commissioning) dan pelaksanaan serah terima pekerjaan.5. Mempersiapkan dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan pekerjaan masa pemeliharaan serta prapengoperasian termasuk laporan akhir proyek.

BAB 2STUDI KASUSPELATIHAN AHLI GENERAL SUPERINTENDENT OF BUILDING CONSTRUCTION METODE DISTANCE LEARNING KEMENPU BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI, 12 s/d 14 MEI TAHUN 2014UGM JOGYAKARTA

PROYEK HOTEL ROSE

Proyek konstruksi bangunan Hotel ROSE terletak pada sebuah kawasan wisata seperti terlihat pada gambar 1, layout bangunan pada gambar 2, memiliki 3 lantai basement, 1 lantai lobby dan 12 lantai kamar, serta memiliki fasilitas kolam renang dan lainnya di atas lantai lobby.Bangunan hotel ini menggunakan tiang pancang dengan dalam 12 meter pada setiap kolom dengan jumlah tiang pancang sebanyak 200 buah.Waktu penyelesaian proyek pembangunan hotel Anggrek selama 360 hari kalender, sedangkan nilai kontrak sebesar Rp 250.275.500.000,- Pekerjaan tersebut dimungkinkan terjadi pekerjaan tambah kurang apabila di minta oleh pemilik proyek dan tidak terdapat di dalam Biil of Quantity.Konstruksi Bangunan hotel menggunakan konstruksi Beton Komposite sebagai strukturnya, sedangkan dinding basement menggunakan menggunakan konstruksi beton K300 dan dinding bagian struktur atas menggunakan beton precast, lantai beton menggunakan beton K300 dicor di tempat.Jenis kontrak adalah lump sum fixed price. Spesifikasi teknis meliputi jenis dan mutu material, persyaratan mutu pekerjaan & peralatan, persyaratan dan standar K3 untuk prosedur pelaksanaan.

Metode kerja yang diusulkan General Superintendent dalam studi kasus ini sbb :1. Pekerjaan Tanah dan Pondasi:1. Pemancangan sheetpile beton untuk sekeliling lokasi blok bangunan sebagai dinding penahan tanah.1. Karena kondisi lapangan terbuka, pemancangan pondasi dilakukan terlebih dahulu dengan metode dolly, sebelum penggalian tanah untuk semua pondasi pada setiap kolom.1. Penggalian tanah sampai elevasi kedalam permukaan lantai basement paling dasar.1. Pemotongan tiang pancang untuk dibuatkan footing pondasi pada setiap kolom struktur.1. Pekerjaan Struktur Beton Basement (kolom, balok dan lantai) 1. Pemasangan perancah dan bekisting untuk kolom pada basement.1. Pekerjaan Pembesian beton pada Kolom.1. Pengecoran beton pada footing dan Kolom dikerjakan setelah pondasi footing selesai1. Pembongkaran perancah kolom.1. Pekerjaan Struktur baja:1. Pekerjaan struktur dimulai dari pemasangan angkur pada kolom beton1. Pemasangan kolom baja pada setiap kolom pada lantai 11. Pemasangan balok baja yang menghubungkan setiap kolom lantai 11. Diulangi pekerjaan no 2 dan 3 dilakukan untuk setiap lantai (typical)

1. Pekerjaan Lantai Beton1. Pemasangan perancah dan bekisting untuk pekerjaan pengecoran plat lantai1. Pemasangan pembesian plat lantai1. Pengecoran plat lantai.1. Pekerjaan Arsitektur / Finishing 1. Pekerjaan Dinding Bata Ringan Luar dan Dalam.1. Pekerjaan pintu dan jendela 1. Pekerjaan KM/WC 1. Pekerjaan finishing lantai1. Pekerjaan plafond 1. Pekerjaan ornament, art work, cat dan finshing lainnya1. Pekerjaan landsekap, kolam renang, taman dan pekerjaan luar lainnya 1. Pekerjaan Instalasi Mekanikal, Elektrikal & Plumbing5. Pekerjaaan instalasi tenaga listrik, penerangan dan penangkal petir.5. Pekerjaaan instalasi plumbing air bersih dan air kotor5. Instalasi hidran, sprinkler, detector dan alarm.5. Pemasangan lift 4 (empat) buah5. Instalasi telepon, TV, Internet, sound system, Public Address System dan komunikasi.

Peralatan kerja yang disiapkan dalam studi kasus ini: 1. Excavator, Dump truck; 2. Hummer Pilling; 3. Tower Crane; 4. Bar Cutter; 5. Concrete Pump;

Organisasi pelaksanaan lapangan dalam studi kasus ini.: 1 orang Project Site Manajer, 3 orang Engineer (1 orang sipil, 1 orang arsitek, 1 orang ME), 1 orang pelaksana utama lapangan, 1 orang inspektor spesialis, 1 orang logistik dan 3 orang mekanik, 2 orang Juru Gambar.Jadwal Induk Pelasanaan Pekerjaan dalam studi kasus ini :NoUraian PekerjaanBobot123456789101112

1Persiapan/mob-demob2,5%======

2Tanah &Sheetpile dan Pondasi14,5%=========

3Strktur beton basement14,5%============

4Struktur Klm+Blk Baja20,5%=========================

5Struktur Beton Lantaidan Dinding15,5%==============================

6Arsitektur/Finishing20,5%==================================

7Mek-Elektrikal-Plumb.12,5%= = = = == = == = == = == =========================

Bobot kumulatif100%

Rencana Progres Pek

Realisasi Progres Pek

Deviasi Progres

TUGAS AHLI GENERAL SUPERINTENDENT BANGUNAN GEDUNG Saudara ditugaskan sebagai ahli General Superintendent pembangunan hotel tersebut, agar melaksanakan pekerjaan tersebut dengan baik sesuai dengan persyaratan dokumen kontrak. Dalam sesi Tatap Muka selama 3 (tiga) hari ini, saudara diminta untuk:1. Review dokumen kontrak terlebih dahulu apakah sudah sesuai dengan mutu, gambar dan lokasi.1. Lebih dulu memeriksa apakah usulan dalam studi kasus di atas sudah memadai sebagai Rencana Kerja konstruksi, apabila belum, sebutkan terdiri dari apa saja dokumen rencana kerja yang harus dibuat dan diajukan oleh kontraktor.1. Apabila substansi belum lengkap untuk dibahas, saudara dapat: 1. Menambahkan bagian-bagian rencana kerja yang belum dibuat dalam studi kasus.1. Memperbaiki bagian rencana kerja yang dibuat/diajukan dalam studi kasus tsb di atas. Sampai di sini, anggaplah bahwa samua rencana kerja dalam studi kasus tersebut sudah siap untuk dilaksanakan oleh saudara sebagai tim General Superintendent .1. Sebagai General Superintendent , saudara diminta melaksanakan tugas, tanggungjawab & wewenang untuk memeriksa, mengarahkan, mengkoreksi, meminta / menolak / menerima usulan dan memberi ijin pekerjaan yang akan dilaksanakan, oleh saudara sebagai kepala proyek dari perusahaan kontraktor anda.No Kode UnitUnit KompetensiElemen KompetensiContoh Bukti Kerja

INA. 5230.211.18.01.05Menguasai, mempersiapkan dan mengendalikan pekerjaan pekerjaan yangterkait dengan fungsi manajemen sepertidiatur dalam dokumen kontrak besertaaddendum dan amandemen1. Review teknik gambar-gambar disain, spesifikasi teknik dan persyaratan umum seperti diatur dalam dokumen kontrak beserta addendum dan amandemen 1. Mempersiapkan, melaksanakan, dan mengendalikan Rencana Anggaran Pelaksanaan Proyek (RAPP)1. Mempersiapkan dan mengendalikan waktu pelaksanaan proyek1. Mempersiapkan dan mengendalikan aspek mutu dan meminimalkan resiko-resiko pelaksanaan proyek1. Mempersiapkan dan mengendalikanStandard Operational Procedure (SOP) Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SM K3) serta perlindungan lingkungan hidup1. Hasil pemeriksaan: a. Rencana K3, b. Kelayakan APAR, Kotak P3K, penggunaan APD (baju kerja, sepatu,helmet, safety harness, kedok las dsb), Rambu, pagar &jaring keselamatan.

INA. 5230.211.18.