Komunitas Keluarga

  • View
    18

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

untuk tugas keperawatan komunitas dan keluarga

Text of Komunitas Keluarga

KEPERAWATAN KOMUNITAS DI AREA KERJADisusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah KeperawatanKeluarga dan Komunitas II

Dosen Pembimbing : Ns. Muhammad Muin, S.Kep., M.Kep.

Disusun Oleh :Imaningtyas Ridar22020112120001Luh Juita Amare Putri22020112120009Lilik Fauziah22020112130052Iin Cempaka Wati22020112130066Aisyah Ayu Daris22020112140080Annas Anshori22020112140120A.12.1

JURUSAN KEPERAWATANFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS DIPONEGORO2015

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangKerja didefinikan sebagai tugas perkembangan pada orang dewasa, bagian dasar dari kehidupan dan peran sosial. Kerja menjadi sumber produktivitas, interaksi sosial, perkembangan personal, dan ekspresi diri. Kerja merupakan arti penting pembentukan individu, keluarga dan keamanan ekonomi nasional. Pada awal tahun orang dewasa, mereka merasa bertanggung jawab dalam melakukan semua pekerjaan, lalu ketika pertengahan tahun lebih fleksibel dalam bekerja, mereka cenderung mempersiapkan pekerjaan lain jika pekerjaan yang sekarang mereka jalani berakhir, mempersiapkan masa pensiun, kemudian akhir tahun orang dewasa berusaha menyesuaikan diri dengan masa pensiunnya (McKenzie, 2006).Terdapat sekitar 2,6 milyar tenaga kerja di seluruh dunia yang terus-menerus bertambah dan berkembang. Dari 2,6 milyar tenaga kerja di seluruh dunia ada sekitar 250 juta kasus cedera akibat pekerjaannya yang mengakibatkan 330.000 kematian. Kasus cedera akibat pekerjaan atau occupational injury adalah cedera semacam luka terpotong, patah, keseleo, amputasi akibat peristiwa terkait dengan pekerjaan di lingkungan tempat kerja.Jumlah kematian sebanyak 330.000 jiwa belum termasuk kematian akibat penyakit terkait dengan pekerjaan yang dijalani. Penyakit akibat pekerjaan atau occupational disease adalah gangguan atau kondisi abnormal diluar dari kondisi cedera akibat pekerjaan, yang disebabkan oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan. Kira-kira ada sekitar 1,1 juta orang meninggal karena cedera dan penyakit akibat pekerjaan setiap tahunnya di seluruh dunia (McKenzie, 2006). Data Kemenakertrans menunjukkan bahwa sejumlah 7000 lebih perawat di Indonesia telah mengikuti pelatihan HIPERKES (Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja). Meskipun tidak didapatkan angka yang pasti mengenai jumlah perawat yang bekerja di perusahaan atau industri, data tersebut dapat menjadi acuan. Angka tersebut belum ditambah para penggiat kesehatan kerja lainnya seperti perawat akademisi dan para pemangku kebijakan (Depkes, 2014).

Direktur Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga menambahkan, jumlah perusahaan di Indonesia skala kecil sejumlah 141,894 (83.70%),industri skala sedang 14,970 (8.83%) dan jumlah industri skala besar sejumlah 12,660 (7.47%), sehingga jumlah total industri di Indonesia adalah sejumlah 169,524 perusahaan (Depkes, 2014). Banyaknya jumlah industri di Indonesia dan kejadian maupun masalah membuat pentingnya peran perawat kesehatan kerja yang menjadi salah satu peluang dari perawat.

B. Tujuana. Mengetahui tentang definisi keperawatan area kerjab. Mengetahui tujuan perawatan kesehatan kerjac. Mengetahui peran perawat kesehatan kerjad. Mengetahui masalah kesehatan yang sering terjadi di area kerjae. Mengetahui pencegahan primer, sekunder dan tersier di area kerja

BAB IIISI

A. Konsep Area1. Definisi KerjaKerja didefinisikan sebagai tugas perkembangan pada orang dewasa, bagian dasar dari kehidupan dan peran sosial. Kerja menjadi sumber produktivitas, interaksi sosial, perkembangan personal, dan ekspresi diri. Kerja merupakan arti penting pembentukan individu, keluarga dan keamanan ekonomi nasional. Pada awal tahun orang dewasa, mereka merasa bertanggung jawab dalam melakukan semua pekerjaan, lalu ketika pertengahan tahun lebih fleksibel dalam bekerja, mereka cenderung mempersiapkan pekerjaan lain jika pekerjaan yang sekarang mereka jalani berakhir, mempersiapkan masa pensiun, kemudian akhir tahun orang dewasa berusaha menyesuaikan diri dengan masa pensiunnya (Clemen-Stone, 1998).2. Kesehatan KerjaKesehatan kerja adalah promosi dan pemeliharaan kesejahteraan fisik, mental dan sosial pekerja pada berbagai jabatan dengan sebaik-baiknya (ILO dan WHO, 1950 dalam Harrington, 2003). Layanan kesehatan ini memerlukan kerjasama dengan berbagai profesi. Profesi yang terlibat dalam bidang kesehatan seperti dokter, perawat, ahli higiene kerja, ahli toksikologi, ahli mikrobiologi, ahli ergonomi, dan sebagainya. Dokter dan perawat memiliki tugas yang saling mengisi dan tidak dapat bekerja secara terpisah (Harrington, 2003).Upaya kesehatan kerja adalah upaya penyelarasan antara kapasitas, beban, dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat di sekelilingnya agar diperoleh produktivitas kerja yang optimal (UU Kesehatan Kerja tahun 1992 dalam Efendi & Makhfudli, 2009).3. Perawatan Kesehatan KerjaPeran perawat kesehatan kerja telah berubah secara drastis selama dua dekade terakhir. Perawat pada masa lampau bekerja di suatu perusahaan untuk mengobati, memberikan pertolongan pertama, menangani kecelakaan, dan penyakit. Profesi keperawatan sudah berkembang sampai meliputi seluruh bidang upaya kesehatan pencegahan (Harrington, 2003).Data Kemenakertrans menunjukkan bahwa sejumlah 7000 lebih perawat telah mengikuti pelatihan HIPERKES (Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja). Meskipun tidak didapatkan angka yang pasti mengenai jumlah perawat yang bekerja di perusahaan atau industri, data tersebut dapat menjadi acuan. Angka tersebut belum ditambah para penggiat kesehatan kerja lainnya seperti perawat akademisi dan para pemangku kebijakan (Depkes, 2014).4. Tujuan perawatan kesehatan kerjaTujuan utama dari keperawatan kesehatan kerja (McKenzie, 2006) :a. Melindungi pekerja dari bahaya kesehatan.b. Memberikan tempat kerja yang aman dan sehat kepada pekerja.c. Memfasilitasi upaya pekerja umum maupun pekerja rumah dalam rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan kesejahteraan mereka.d. Mempromosikan pendidikan dan penelitian di lapangan.Perawat sebaiknya membangun kerja sama dengan para pekerja, keluarganya, tempat kerja dan masyarakat untuk mencapai tujuan keselamatan dan kesehatan kerja. Perawat menyadari bahwa pemenuhan sukses dari tujuan ini akan meningkatkan kesehatan, meningkatkan kualitas hidup, produktivitas kerja dan menghasilkan lingkungan kerja yang lebih aman. Meskipun terkadang banyak perawat kesehatan yang bekerja mandiri, sering tanpa pengawasan medis langsung. 5. Peran Perawat Kesehatan Kerjaa. Adminitrasi dan Manajemen.Penelitian oleh Lusk (1990) dalam Clemen-Stone (1998) meneliti harapan perusahaan untuk perawat kesehatan kerja saat ini dan di masa depan. Lusk menemukan bahwa manajemen kegiatan keperawatan kesehatan berfokus pada perawatan penyakit dan keadaan darurat, konseling, tindak lanjut terhadap para pekerja, kompensasi, melakukan pemeriksaan kesehatan. Lusk berharap bahwa perawat kesehatan kerja dapat meluas dan berkembang di masa depan. Kegiatan yang dipilih oleh manajemen yang berkaitan dengan pembiayaan, serta mengembangkan program kesehatan, menganalisis tren kesehatan, melakukan penelitian, dan pertemuan dengan disiplin lain untuk memecahkan masalah kesehatan.Pengoperasian pelayanan kesehatan kerja di area kerja merupakan bagian utama dari manajemen fungsi perawat. Kegiatan administrasi dan manajemen termasuk mengelola pelayanan kesehatan kerja, menjaga kebijakan, memperbaharui kerja keperawatan kesehatan dan manual prosedur, pelatihan dan pengawasan tenaga kesehatan tambahan, pemeliharaan catatan kesehatan kerja, pengawasan pekerja, kolaborasi sumber daya masyarakat, kegiatan jaminan kualitas dan urusan dengan badan hukum/isu-isu etika yang terkait dengan praktek kesehatan.b. Penyimpanan atau PendokumentasianMenjaga catatan adalah fungsi administratif yang penting dilakukan oleh perawat. Sama seperti di rumah sakit, perawat memiliki kedua tanggung jawab hukum dan profesional untuk menjaga keakuratan dan memperbaharui catatan tertulis. Dokumen sebaiknya mencatat semua kontak karyawan termasuk pelayanan kesehatan, dimulai dengan calon pekerja fisik dan wawancara, termasuk alasan kunjungan tersebut, rencana keperawatan, hasil prosedur pemeriksaan, penilaian kesehatan secara berkala, penilaian risiko kesehatan, kegiatan rehabilitasi, arahan masyarakat, dan partisipasi dalam program pendidikan tempat kerja yang bersifat rahasia.c. Supervisor/PendidikPerawat biasanya terlibat dalam program-program pendidikan kesehatan misalnya terlibat dalam program pendidikan disiplin ilmu lain, seperti kesehatan dan keselamatan kerja, kerja sosial, rehabilitasi vokasional, toksikologi, kesehatan masyarakat, dan audiologi. Perawat kesehatan kerja juga membantu mengawasi dokter yang terlibat dalam program residensi kedokteran kerja. (Bertsche, Sanborn, Jones 1989 dalam Clemen-Stone, 1998).d. Pemberdayaan MasyarakatBerkolaborasi dan memberdayakan masyarakat sangat penting untuk memberikan perawatan yang komprehensif pada pekerja dan keluarga mereka. Perawat harus mengetahui tentang sumber daya masyarakat, membangun jaringan yang efektif dengan lembaga masyarakat, dan merujuk klien kepada lembaga-lembaga yang sesuai. Sumber-sumber yang berkaitan dengan departemen kesehatan kerja seperti lembaga rehabilitasi kejuruan; layanan konseling untuk masalah seperti alkoholisme, penyalahgunaan narkoba, dan kekerasan dalam rumah tangga; organisasi sukarela seperti American Heart Association, Amerika Lung Association, Amerika Diabetes Association, dan Amerika Cancer Society; dan lembaga perawatan kesehatan di rumah.e. Manajemen, Kualitas dan AkuntabilitasStandar praktek membantu OHN memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas dan dalam menjamin akuntabilitas atas fungsi keperawatan. Kegiatan manajemen mutu meliputi kegiatan seperti peer review, evaluasi diri dan audit, dan evaluasi program secara keseluruhan. Salah satu ukuran kualitas pelayanan adalah kepuasan karyaw

Recommended

View more >