KASUS ASKEP ICU

  • Upload
    fahmi

  • View
    267

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    1/24

    1. Pendahuluan

    Dalam praktek pengajaran imunologi dan mempelajari imunologi,

    sampai sekarang hanya terfokus pada imunitas sentral yaitu darah, limpa, dan

    limfonodi. Hal ini sebagian besar disebabkan cara belajar imunologi secara

    laboratoris dan klinis. Sampel darah lebih mudah didapatkan dari pasien manusia

    daripada jaringan internal seperti intestinal dan paru-paru.sebagai hasilnya,

     banyak pengetahuan yang diperoleh hanya tentang bagaimana sistem imun

     bekerja sebagai dasar dari sistem imun sentral. Sisi buruknya adalah patogen

    mayor tidak mendapatkan akses cepat ke sistem imun sentral yang bukanmerupakan infeksi patogen ke hostnya melalui area mukosa. Sebagai hasilnya,

     jaringan imun mukosa kita telah berevolusi secara mutakhir sebagai mekanisme

     pertahanan untuk melaan berbagai infeksi. Sebuah kerumitan jaringan sel dan

    sinyal molekul oleh karena itu ada diseluruh sistem digestive, respiratori, dan

    saluran urogenital, serta bagian tubuh lainnya termasuk kulit. !aringan imun yang

    lebih besar ditemukan di seluruh sistem imun mukosa dibandingkan sistem imun

    sentral. Dasarnya, fungsi sistem imun mukosa untuk melindungi tubuh melaan

    infeksi dari patogen yang masuk.

    Saluran gastrointestinal bertemu beberapa antigen asing setiap hari.

     "amun, untuk membentuk imun yang kuat untuk makanan dan minuman, atau

     bahkan untuk bakteri yang komensal yang pantas. Demikian pula proses respirasi

    menarik antigen asing ke paru-paru, sementara masuknya alergen ke respon imun

    individu melalui serbuk sari atau debu tungau rumah. Permukaan mukosa

    menghadapi dilema yaitu bagaimana organisme komensal bertoleransi dan tidak 

     berbahaya terhadap partikel asing, sementara mempertahankan kemampuan

    respon untuk beberapa mikroorganisme patogen. #ayoritas sel sistem imun

    mempunyai perbedaan tergantung dari lokasinya di tubuh. Permukaan mukosa

    yang terluka misalnya kekebalan imun khas berbeda-beda dari imun respon yang

    dihasilkan di situs sentral. Permukaan mukosa tubuh secepatnya terpapar 

    lingkungan dan dipertemukan dengan keragaman yang besar dari agen yang

     potensial. Sistem imun mukosa mempunyai keseimbangan, respon tersebut

    tergantung apakah antigen itu patogen atau non patogen. $espon imun inflamatori

    1

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    2/24

    yang kuat dibutuhkan untuk aktif ketika melaan mikroba yang mengancam jia

    tetapi di sisi lain inflamasi butuh perlu diatur lebih ketat meskipun ketika tidak 

    ada bahaya. %eseimbangan ini bertujuan untuk mengatur homeostasis jaringan

    sehingga jaringan mukosa sanggup untuk melakukan fungsi fisiologis yang

    normal.

    Pentingnya sistem imun mukosa sudah diterima selama seratus tahun.

    Penyembuhan dan sifat perlindungan dari saliva telah dilakukan dengan baik dan

    sudah digunakan dalam pengobatan tradisional selama satu milenium. %amu

    harus melihat luka dari binatang akibat dari pemukulan untuk menyadari evolusi

    signifikan dari cairan tubuh. Hal itu sudah lama diketahui pada makanan bayi

    dengan susu ibu meninggikan imunitas dari infeksi, melalui peningkatan

    komponen imun ke saluran digestif. &munitas didapat pada bayi dari susu ibu,

    terkandung antibodi dan komponen antimikroba. 'si juga memberikan efek yang

    menguntungkan terhadap mikroba usus dan mengurangi inflamasi dan

    kemungkinan perkembangan alergi. ada hubungan antara kesehatan mikroflora

    usus dan perkembangan sistem imun mukosa yang normal. Percobaan dasar pada

    hean menunjukkan baha kekurangan dan kegagalan normal mikroflora yang

    menguntungkan untuk mengembangkan struktur limponodi di seluruh infeksi usus

    adalah mati dengan segera. Sistem imun mukosa dari saluran digestif itu juga

    merespon untuk induksi dan pemeliharaan toleransi oral untuk makanan ketika

    sistem imun mukosa dari saluran nafas yang bertanggungjaab pada alergen di

    udara. (leh karena itu, jelas dapat dilihat bagaimana pentingnya sistem imun

    mukosa adalah untuk menyehatkan dan mencegah penyakit.

    ). 'pa itu jaringan mukosa *

    'da banyak perdebatan apakah itu jaringan mukosa. Definisinya, banyak 

     jaringan yang terdapat dalam bertemunya sekret mukus dari lapisan sel epitel dan

    menambah pertahanan imun yang mempunyai #'+ mucosal-associated

    lymphoid tissue. /mumnya, beberapa area tubuh yang terbuka dengan

    lingkungan mempunyai kebiasaan berbeda dengan partikel asing sekarang ini. &ni

     berguna sebagai istilah rongga yang terbuka atau bagian dalam tubuh. #ulut dan

    anus adalah dua rongga yang terbuka yang dihubungkan dengan tabung,yaitu

    2

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    3/24

    saluran digestif, dimana segala yang masuk secara teori terbuka dengan

    lingkungan. raktus repiratori dan traktus urogenital adalah dua contoh dimana

     jaringan internal yang terbuka keluar. Prinsip dari area #'+ adalah area traktus

    digestif, traktus respiratori, dan traktus urogenital. Dan oleh karena itu dapat

    menjadikan pusat diskusi di bagian selanjutnya. 0agian lain dari #'+ yang

    termasuk adalah konjungtiva mata dan kelenjar eksokrin seperti saliva dan

    kelenjar keringat. Struktur yang terorganisir seperti apendiks yang mana

     berhubungan dengan traktus digestif dan tonsila palatina yang berhubungan

    dengan traktus respiratori yang juga dapat dipertimbangkan sebagai #'+.

    #asing-masing dari kedua antigen didapatkan dari traktus luminal dan

    kemampuan permukaan epitelial untuk pembentukan imun primer dan sekunder.

    Setiap bagian dari #'+ akan dibahas bagian yang lain.

    Sejauh ini bagian yang kontroversi dari #'+ adalah kulit. Dalam

     pengertiannya kulit bukan sekret mukus dan oleh karena itu tidak dapat dianggap

    sebagai jaringan tulang mukosa. 0agaimanapun, kulit merupakan permukaan yang

    sangat penting antara tubuh dan lingkungan luar. &tu dapat mengubah beberapa

    lapisan dari sel epitelial yang berdiferensiasi, yang kita ketahui sebagai keratinosit

    dapat dimasukan sebagai sistem imun yang signifikan. (leh karena itu, kulit

    memainkan fungsi yang sama sebagai #'+ dan komponen imunitas permukaan

    tubuh. /ntuk alasan ini kulit akan dibahas di bagian lain.

    . Pertahanan imun pada berbagai lapisan jaringan mukosa

    Pertahanan mukosa imun dapat dilihat dari beberapa lapisan pertahanan

    dan dapat dibagi menjadi pertahanan fisik atau mekanik, pertahanan kimia,

     pertahanan humoral, dan pertahanan seluler. #ekanisme pertahanan fisik atau

    mekanik meakili barier non spesifik untuk infeksi. Hal ini termasuk lapisan

    epitel dari jaringan mukosa, pertahanan kulit yang tidak bisa ditembus, aktivitas

     peristaltik dari usus dan mekanisme jarak mukosiliar dengan udara. Salah satu

    dari keistimeaan epitel mukosa adalah adanya lapisan mukus yang diketahui

    sebagai mantel mukus. 0agian atas epitel mukus disisi luminal dan menyusun

    glikoprotein yang diketahui sebagai musin. #usin berinteraksi menjadi lapisan

    mukosa batang yang menjebak antigen dan mencegah mikroba dari masuknya ke

    3

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    4/24

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    5/24

    7. 'sal mula hubungan mukosa dan jaringan limfoid

    Sistem imun sudah dipelajari sepanjang sejarah di macam-macam hean,

    seperti mencit, tikus, babi, dan kuda. 0agaimanapun, sudah dilakukan studi pada

    ayam yang menggambarkan sistem imun modern. Sebagai contoh, penunjukan sel

    menjadi imus dan sel 0 menjadi bursa, kelak akan menjadi sumsum tulang

    di sestem mamalia keduanya memulai mengikuti analisis yang luas tentang ayam.

    Satu cara, yang mana untuk mendefinisikan apa yang mendasari #'+, dengan

    membandingkan anatomi dan komposisi selular pada susunan bursa pada burung.

    0ursa adalah organ limpoid primer yang berhubungan dengan usus terminalis dandi area pengembangan limfosit 0. +ebih dulu penyajian sel 0 ayam masuk yang

    ada pada saat penetasan dan oleh karena sendiri dari beberapa kontak dengan

    antigen lingkungan. Perbedaan pengembangan sel 0 mamalia yang mana nampak 

    untuk mempercayakan kontak dengan antigen. Pada pengeraman bagaimanapun

    folikel bursa yang matang dan sel 0 yang disajikan dapat dibuat tergantung dari

    stimulasi antigen. 'yam juga sama sekali tanpa limfonodi dan seuntuhnya tanpa

     bursa untuk menghasilkan antibodinya. /ntuk itu, bursa akan menjadi sejarah

    dalam standar identifikasi #'+ dalam spesies lain.

    Peranan bursa dalam deferensiasi sel 0 dan pematangan sudah ditemukan

    selama pembedahan pengeluaran bursa dari ayam. 'yam yang dilakukan

     bursektomi sistem imunnya tidak dapat memproduksi sel imun, menunjukkan

    kemampuan respon sel 0. 0entuk bursa dari invaginasi kloaka dan mempuyai

    duktus yang menahan kontak dengan isi luminal usus. Pentingnya, bursa tersedia

    untuk sampel dari lumen usus. Seperti tempat mukosa di hean lain lapisan epitel

    terbentuk batas diantara lumen dan jaringan dalam. !aringan epitel secepatnya

     berada di folikel limfoid yang diketahui sebagai 3'8 follicle assosiated

    epithelium dan secara teratur berselingan sepanjang lapisan sel yang ada sel

    epitel spesial yang disebut mikrofold atau sel #. Sel # merespon antigen

    transport dari lumen usus dan menuju area limpoid dengan folikel, proses yang

     penting adalah pembentukan sel 0 yang matang. 9ang terpenting dari sel # untuk 

    membangun :'+ gut assosiated lymphoid tissue dan mengatur 

    5

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    6/24

    menghubungkan folikel limpoid dengan jaringan mukosa yang akan

    mendiskusikan dengan bagian yang berikut.

    &si dari bursa adalah seratus folikel limfoid, setiapnya terdiri atas kortek 

    luar dan medula pada sisi dalam yang dipisahkan oleh kortikomedula.

    Pengembangbiakan yang sangat tinggi, terletak di sel b yang belum matang di

     bagian kortek, yang mana sepadan untuk bagian yang gelap di folikel limfoid.

    Perpindahan ke medula menghasilkan interaksi dengan antigen presenting D56s.

    %ombinasi kontak antigen dan sel sinyal mempercepat untuk pematangan sel 0,

    sebagai daya tarik produksi imunoglobulin dan membentuk daftar sel 0 yang

    matang. #ekanisme gen somatik yang berubah yang mana antibodi ayam

    mendapat kekhususan untuk antigen dan sangat besar perbedaannya yang juga

    dapat ditemukan di dalam bursa. Proses perubahan di binatang pengerat dan

    manusia alaupun yang diakibatkan perbedaan generasi antibodi yang sudah

    dijangkau di semua spesies vertebra sampai perbedaan co-evolusi, tetapi

    mekanismenya efektif. 'ntigen sel 0 primer kemudian tersedia untuk 

    meninggalkan bursa dan masuk ke sirkulasi produksi antibodi plasma yang

    kemudian meninggalkan folikel limfoid mamalia.

    ;. %onsep umum sistem imun mukosa

    %onsep sistem imun pada umumnya baha sel imun menjadi utama di

    area mukosa yang bersedia untuk berpindah tempat dan mendesak fungsi

    efektornya pada area mukosa yang lain. Dalam beberapa arah, hal ini dapat

    disarankan ke semua jaringan mukosa yang terhubung imunnya. %onsep ini sudah

    dikembangkan untuk vaksin mukosa yang mana pemberian vaksin untuk area

    mukosa yang tersedia untuk menghasilkan perlindungan ke area mukosa yang

    lain.

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    7/24

     pengungkapan permukaan sel spesifik kemokin dan sel molekul adesi. Sebagai

    contoh sel endotelial mengungkapkan dalam permukaan molekul penggerak 

    selnya yang menarik leukosit keluar ke sirkulasi dan kedalam jaringan mukosa.

    Pengungkapan yang pasti dari molekul dalam permukaan leukosit memastikan

     baha mereka berpindah ke #'+ dan tidak ke jaringan yang tepi atau organ

    limfoid sentral. &ni akan dibahas dikemudian dengan memperhatikan penggeraksel

    dan sel 0 ke #'+. Dalam realita yang lebih dulu #'+ yang berbeda sedikit

    dengan penggerak molekul, yang berarti leukosit primer dalam usus lebih

    menyukai perjalanan balik menuju usus. #eskipun ada beberapa yang

    menyebrang di penggerak reseptor, ini lebih dulu sel imun membatasi untuk 

    #'+ yang sama dan hanya dala jaringan yang mengekspresikanpenggerak 

    molekul yang sama. &ni menunjuk kepada pembagian imun dan terbelit tidak 

    hanya penggerak molekul tapi juga sitokin yang khusus, kemokin, dan pola

    molekul co-stimulatori. Sebagai contoh sel primer di intestinum normalnya

     berpindah hanya ke intestinum tapi tidak ke saluran paru-paru dan urogenital. Pola

    ini khusus penting ketika menimbang respon memori untuk kembali ke lokasi

    anatomi yang sama dengan sumber infeksi. Penggerak reseptor yang berbeda

     berhubungan dengan reseptor yang berbeda pada setiap jaringan mukosa. Hal ini

     berarti baha leukosit primer dalam satu partikel jaringan mukosayang terkesan

    dengan pola spesifik penggerak reseptor kemudian kembali aktif diperintah untuk 

     berpindah kembali ke jaringan yang sama. 0agaimanapun, pola seluler dengan

    kata lain penting untuk terbaa di kedua antibodi dan sel mediated imunity sel

    . &ni merupakan syarat yang jelas untuk perpindahan leukosit dan pembagian

    tersendiri dari perbedaan jaringan mukosa untuk beberapa imunologis mukosa

    untuk melarang konsep dari sistem imun secara umum.

    =. 0agaimana cara limfosit 0 dan berpindah ke jaringan

    mukosa*

    7

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    8/24

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    9/24

    adresin. Sebagai contoh, ikatan alfa 7 beta @ ke adresin mukosa molekul sel adesi

    1 #'d5'#, yang mengekspresikan dinding pembuluh darah usus. Sel dan 0

    mengekspresikan sel alfa 7 beta @ yang mengikat #'d5'#1 dan berpindah ke

    lamina propia usus. yang penting dari integrin beta @ di imunitas mukosa yang

    dapat dilihat di beta @ mencit yang mana lamina propia dan limfosit intraepitelial

    yang berkurang. Dalam tambahan, alfa 8 beta @ mengekspresikansel

    intraepitelial dan ikatan 8 kaderin yang menginduksi di sel epitel. 8 kaderin yang

    menahan alfa 8 beta @ yang mengekspresikan limfosit ke area itu. penggerak sel

    yang mengeksprsikan kutaneus antigen limfosit yang juga mengikat 8 kaderin

    dalam permukan sel endotelial. contoh lain penggerak yang menghalangi dapat

    digambarkan oleh sel plasma yang mengeluarkan ig :. anpa memperhatikan,

    dimana mereka aktif, &g : memproduksi sel 0 yang tidak cenderung ke populasi

     jaringan mukosa. #elihat sifat penggerak sel plasma yang dikontrol oleh

    kombinasi integrin dan reseptor kemokin. dan mungkin hasilnya mengurangi &g :

    dependen komplemen mediasi lisis di mukosa. Sebagai contoh,&g ' melepas sel

     plasma yang mengekspresikan integrin beta @ dan reseptor kemokin 55$A dan

    55$ 1B, yang mana dibutuhkan secara istimea untuk berpindah ke mukosa di

    saluran gastrointestinal. Di lain pihak, &g : mengeluarkan sel plasma yang

    mengekspresikan alfa 7 beta 1 dan reseptor kemokin 5C5$, yang mana selnya

    membatasi untuk sistem sirkulasi.

    @. %eistimeaan dari epitel mukosa

    Pada umumnya jaringan mukosa terpisah dari lingkungan luar oleh lapisan

    sel epitel. Sel epitel mukosa berbentuk sebuah pertahanan rapat diantara

    lingkungan luar dan dibaah jaringan. +apisan sel epitel mencegah pergerakan

    molekul yang tidak diinginkan dan mikroorganisme yang meleati

     permukaan.&ntestinum dan saluran pernafasan baah dilapisi oleh hanya sebuah

    sel epitel, yang mana saluran pernafasan bagian atas dilapisi oleh banyak lapisan

    sel epitel stratificatum. %ulit agak berbeda, sebagai lapisan yang tebal keratinosit

    yang berdiferensiasi menyediakan pertahanan epitel.8pitel dapat diangap sebagai

     pertahanan imunitas lini pertama melaan antigen yang larut sejak persimpangan

    yang rapat antara sel epitel mencegah difusi ke jaringan sub mukosa. (leh karena

    9

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    10/24

    itu lapisan epitel efektif berfungsi untuk pertahanan melaan isi lumen mukosa.

    Sebagai tambahan, lapisan mukus ditutupi permukan mukosa yang terbanyak 

    yang mana terbentuk musin dan lipoprotein yang diikat dipermukaan apikal sel

    epitel.

    %omposisi glikoprotein musin yang mana 1A gen sudah ditemukan di

    manusia sedikit berbeda dari jaringan ke jaringan, yang mana mereka melakukan

    fungsi yang sama. Produksi dari musin akan meningkat Dengan mengikuti

     perubahan fisik, kimia atau tekanan mikroba dan bentuk pertahanan

    semipermeabel yang mana melindungi melaan infeksi dan membantu

     penyembuhan epitel yang rusak. #usin juga dapat dilihat ikatan beberapa protein

    di permukan bakteri. Pada tahap ini mereka menjebak mikroba di lapisan mukus

    yang mana kemudian dibuang oleh gerakan peristaltik usus atau gerakan

    mucosiliar di saluran pernafasan. /ntuk mencegah mekanisme pertahanan

     beberapa bakteri yang mengekspresikan musin dan kolonisasi, perlekatan dan

    faktor infasi. %esediaan intuk penetrasi lapisan mukus yang kental seringkali

     berbeda oranisme komensal dari farietas yang patogenik. +apisan mukus juga

     berisi faktor tambahan yang merespon untuk perbaikan dan antigen digestif.

    erlepas dari apakah mikroba berbahaya atau tidak berbahaya masa

     jenisnya membutuhkan untuk di jaga dalam pemeriksaan. Setelah itu akan sulit

     bagi oksigen untuk melintasi dari udara ke aliran darah di paru-paru, dan nutrien

    dari lumen intestinal ke sirkulasi, bahkan jika mikroorganisme tidak berbahaya

    menduduki seluruh permukaan. 0agaimanapun, isi mikroba dari jaringan mukosa

     berbeda secara luas, dengan isi usus oleh sejauh banyaknya spesies bakteri.

    Pengaturan ini diperantarai oleh jenis anti mikroba peptida yang mempoduksi

    epitel itu sendiri. %elompok yang penting seperti peptida anti-mikroba adalah

    defensif. 'da dua kelompok pertahanan, alfa dan beta. Di dalam saluran

     pencernaan sel paneth yang terletak di dasar vili intestinum memproduksi peptida

    ini. Pada manusia ada dua jenis alfa defensins ; dan = HD; dan HD=,yang mana

    dapat ditemukan di saluran gastrointestinal. 0eta defensins 0D1 selalu ada dimana

    0D) ada pada kondisi sedikit tetapi meningkat beberapakali karena stress atau

    inflamasi.

    10

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    11/24

    Sel epitel, sebagai tambahan untuk fungsi pertahanan, dapat diikutkan di

    dalam respon imun. Semua sel nukleated mengekspresikan #H5 kelas 1 dan

    dapat menghadirkan antigen peptida untuk sel 5D?> atau sel alami pembunuh

    untuk ciri khas keberadaan patogen intraseluler. 8pitel usus juga mengekspresikan

    #H5 kelas 1 terkait molekul 5D 1, yang mana ligan untuk limfosit intraepitel.

    #enariknya, ketika 5D1d melintang di sel epitel mereka secepatnya

    memproduksi imun supresif sitokin &+-1B. (leh karena, 5D1d mengekspresikan

    sel epitel helper untuk memelihara homeostasis jaringan di area mukosa., jadi itu

    tidak perlu reaksi imun untuk mencegahnya. 0agaimanapun epitel ketika dalam

    tekanan, seperti selama infeksi, dapat menaikkan ekspresi #H5 kelas dua. Sama

    halnya, peningkatan ekspresi molekul adesi seperti 15'#-1 menyediakan mereka

    interaksi fisikdengan sel imun. #ereka juga melaporkan untuk memproduksi jenis

    sitokin dan kemokin yang menyebarkan atau merekrut jenis sel imun.

    0agaimanapun, sel kostimulasi molekul 5D?B dan 5D ?= itu tidak biasa. (leh

    karena itu, sel epitel mempertahankan homeostasis di jaringan mukosa tetapi

    dalam aktu yang sama mampu merespon infeksi patogen untuk patogen

    infeksius ketika diminta.

    ?. oll like reseptor dan protein "(D di mukosa

    Di bagian ) kami mengenalkan kelompok +$ toll like reseptor, yang

    mana itu adalah baaan P$$s Pattern $ecognition $eseptor, yang mengikat

    P'#Ps Patogen 'ssociated #olecular Paterns. #eningat beban mikroba di

     jaringan mukosa mudah untuk menyukai pentingnya +$ di area ini. Dalam

    kelompok protein lain yang mengenali P'#Ps, ikatan protein "(D "ucleotide-

     binding oligomeri2ation domain , juga tersedia. &ntraseluler "(D1 mengenali

    tripeptida muramil dari bekteri gram negatif yang mana "(D) mengenali

    muramil peptida yang umum untuk semua bakteri. &katan dari kedua +$ dan

     protein "(D mencetuskan aliran inflamator di sel epitel, hasil produksi sitokin

    dan kemokin di partikel 5C5+? &+-?, kembali merekrut netrofil dan karena

    kenaikan peptida antimikroba. #utasi di +$ atau peptida "(D mungkin

    dijelaskan tipe penyakit intetinal tertentu. Sebagai contoh, kehilangan fungsi "(D

    ) baru-baru ini dapat dijelaskan dipaien dengan penyakit chron.

    11

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    12/24

    +$ dan "(D protein tidak seragam mengekspresikan semua sel epitel.

    Dalam usus kecil sebagai contoh, +$ 7 mengekspresikan konsentrate di dasar 

    kripta. #ikroorganisme biasanya terperangkap di mukosa di atas kripta. Hanya

    ketika jenis mikroorganisme mendorong mereka kedalam kripta kaskade

    inflamatori. Sel panet yang mana memproduksi alfa-defensins. Dan juga,

    menampilkan permintaan untuk toleransi di area mukosa. !ika +$ dan "(D

     protein diekspresikan oleh semua sel epitel, kami juga memulai kaskade

    inflamatori pada semua aktu. Dengan membatasi ekspresi +$ dan "(D pada

    area dimana tidak akan bekerja sebagai contoh dasardari kripta atau dengan

    intraseluler kompartmen pastikan baha episode infeksi ditangani dengan cara

    yang tidak memerlukan sel 0 dan sel . %onsentrasi +$ juga meningkat pada

     pemukaan basolateral dari epitel sel daripada dipermukaan apikal. Sebagai

    tambahan, +$ terbatas untuk kompartmen intraseluler. (leh karena, respon

    inflamatori hanya dimulai jika mikroorganisme patogen meleati pertahanan

    epitel atau sel yang terinfeksi. Pola ekspresi ada untuk pemeliharaan area toleransi

    untuk bekteri menguntungkan di lumen, tetap mempertahankan kemudahan untuk 

    merespon infeksi.

    &munoregulasi alami dari jaringan mukosa lebih lanjut dicontohkan oleh

    makrofag khas. #akrofag di lamina propia saluran gastrointestinal yang

    dilaporkan sebagai kekurangan 5D 17, yang mana dapat kamu ingat didepan.

    Pada bagian ) respetor komplek yang mengikat +PS lipopolisakarida. &ni

    memastikan baha makrofag tidak berkelanjutan merespon bakteri yang tidak 

     berbahaya di usus. %apasitas imunomodulasi dari epitel mukosa juga dicontohkan

    oleh paru-paru. Paru-paru mempunyai beban rendah terhadap mikroba daripada

    intestinum yang sebagai konsekuensi sel epitel alveolus menyampaikan +$ 

    tingkat rendah dari intestinal. 0eban yang rendah dari mikroba di paru-paru

     bermakna meningkatkan bebrapa jumlah mikroba, sebagai hasil dari infeksi

     bakteria sebagai contoh, membutuhkn permulaan deteksi di intestinum.

    #ekanisme ini memastikan respon imun berlebihan dapat dikontrol dalam

     perintah kerusakan respon inflamasi. Hanya ketika sinyal kerusakan melebihi

    12

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    13/24

     batas tertentu respon inflamasi dimulai dalam respon mikroorganisme yang

     berbahaya.

    A. Pengambilan sampel antigen di permukaan mukosa

    (rganisasi yang berbeda dan struktur dari berbagai epitel pelindung

    mukosa seluruh tubuh, mekanisme sampel antigen juga berbeda secara luas. 0aik 

    D5s maupun sel epitel khusus, yang disebut sel #, sampel antigen mampu berasal

    dari lingkungan luar. Di dalam usus dan saluran nafas baah, dimana sel epitel

    hanya satu lapis, sebagian besar sampel antigen yang diambil adalah sel #.

    Persimpangan antara sel-sel epitel cenderung mencegah sebagian besar selmenyeberang ke dalam lumen. Sel # lebih sering ditemukan pada lapisan epitel

    diatas jaringan limfoid, seperti folikel limfoid plak peyeri di dalam usus. 'tau

    didalam tonsil yang berhubungan dengan saluran pernafasan. Sel #

    memanfaatkan mekanisme yang dikenal sebagai transportasi transepitelial,

    dimana antigen dipindahkan dari lumen mukosa ke membran basal. 'ntigen ini

    kemudian dapat diproses lebih lanjut oleh Dcs atau antigen dapat langsung

    diproses oleh limfosit. #embran basal dari sel # membentuk invaginasi di mana

    interaksi antara sel # dan sel atau sel 0 dapat terjadi. Ditemukan banyak 

    limfosit berkaitan dengan sel # dari fenotip memori oleh karena itu presentasi

    antigen oleh sel # dapat memberikan stimulasi antigen dari induksi respon imun

    cepat didapat. Sel # paling sering ditemukan pada :'+ dan oleh karena itu

     banyak studi mengenai sel # di dalam saluran pencernaan akan dijelaskan lebih

    lanjut di 0'0 @.

    #ekanisme transport transepitelial pada sel # diduga dibajak oleh

    mikroorganisme tertentu dan khususnya berbagai macam species bakteri yang ada

    di saluran pencernaan. /ntungnya, terdapat limfosit, makrofag, dan D5s dibaah

    sel #. "amun demikian, mikroba patogen tertentu dapat memanfaatkan jalut

    transpot antigen ini dan menyerang jaringan host. bakteri dan virus tertentu secara

    selektif mengikuti permukaan apeks sel #, dibantu dengan tidak adanya batas

    kuas, ekspresi glikolipid, yang bertindak sebagai reseptor patogen, dan aktivitas

    fagositosis baaan. Spesies bakteri yang mengikuti permukaan apeks sel # antara

    lain seperti

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    14/24

    0akteri ini cenderung memanfaatkan kepatuhan dan atau invasi strategi,

    seperti pili khusus, fimbriae atau en2im litik, yang disajikan dari pulau-pulau

     patogenisitas dalam genom bakteri dan bertindak sebagai faktor virulensi. virus

     juga dapat masuk ke sel inang melalui jalur transportasi transepitelial, meskipun

    virus tidak dapat memanipulasi sel # seperti pada bakteri. $eovirus tikus

    merupakan yang terbaik yang sudah dipelajari, yang menyerang sel # di usus dan

    saluran pernafasan. telah diasumsikan baha virus manusia, seperti virus polio

    dan H&

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    15/24

     berespon terhadap sejumlah besar antigen, sel mukosa telah mengembangkan

    mekanisme yang dapat memonitor isi luminal tanpa menyebar luaskan respon

    imun secara agresif. Hal ini penting untuk mempertahankan homeostasis mukosal,

    kemungkinan ancaman perlu diidentifikasi dan dimusnahkan tanpa perlu

    merespon antigen tersebut secara berlebihan. Proses monitoring sangat terbatas

    dan terlokalisir sehingga gejala klinis yang khas dari respon imun sistemik yang

    tidak terlihat. 0ahkan kolon, dengan mikroba- mikrobanya, tidak menunjukkan

    infiltrasi sel imun yang berat.

    %arena unsur-unsur dalam D5 sangat beragam, maka ada spesialisasi

    unsur #'+ untuk menjalankan proses homeostasis. Sebagai contoh, beberapa

    subset D5 mensekresikan sitokin anti inflamasi seperti &+1B dan :3 beta,

    sedangkan subset D5 yang lainnya mensekresikan sitokin pro inflamasi seperti

    &+1) dan "3 sebagai respon terhadap P'#P. Spesialisasi ini juga dapat

    digunakan untuk menentukan jenis respon imun yang dihasilkan, seperti &+)

    memacu perkembangan h1. Sedangkan menurunnya &+1) akan memacu

     perkembangan h). "amun, D5 mukosa cenderung tidak menginduksi

    diferensiasi h1, tetapi meningkatkan h), h atau perkembangan sel reg.

    #ukosal D5 kelas &g' dirubah dan disekresi di sel 0 melalui sekresi &+1B, :3

     beta dan &+=. #ukosal D5 juga berfungsi untuk menghasilkan sifat-sifat spesifik 

     pada sel dan sel 0, misalnya limfosit pada usus mengekspresikan alpha 7 beta @

    integrin.

    11. Sekresi dimer &g' pada permukaan mukosa

    &sotipe dominan antibodi yang disekresi dalam jaringan mukosa adalah

    &g'. Hal ini berbeda dengan produksi antibodi di sistemik atau perifer. &g' yang

    disekresikan di epitel adalah dalam bentuk dimer. Dengan kata lain, ) molekul

    &g' dihubungkan bersama oleh molekul ketiga yang disebut dengan rantai ! !-

    chain, sehingga terbentuklah ikatan imunoglobin yang stabilkonstan.

    Pertanyaannya adalah mengapa &g' mendominasi di permukaan mukosa dan

    mengapa &g' disekresi dalam bentuk dimer &g'. Dimer &g' disekresikan dalam

     jumlah paling besar ke dalam jaringan mukosa. Sebagai contoh, sekitar g dimer 

    &g' di transportasikan melintasi epitel usus tiap harinya. Dimer &g' merupakan

    15

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    16/24

    mekanisme yang sangat penting untuk menghilangkan antigen yang potensial

    dengan cara non inflamasi. 'kibatnya, dimer &g' memiliki 7 antigen yang

    mengikat sel ) sel di setiap imunoglobulin sehingga mampu melintasi beberapa

    rantai antigen-antigen dan membuat aglutinasi di dalam lumen. Hal ini membuat

    cross-linked antigen terlalu besar untuk melintasi epitel dan mencegah akses ke

     jaringan submukosa melalui difusi pasif. Proses ini disebut sebagai pengecualian

    imun dan memberikan garis pertahanan pertama yang melindungi permukaan

    epitel mukosa.

    ransportasi &g' ke dalam lumen mukosa difasilitasi oleh rantai ! yang

    mengikat ) molekul &g' secara bersamaan. $antai ! mengikat dengan afinitas

    yang sangat tinggi yang dikenal sebagai komponen sekretori, yang disebut

     polymeric &g $eceptor p&g$ saat terikat pada membran sel pada permukaan

     basolateral sel epitel mukosa yaitu pada sisi sel kloset epitel pada jaringan sub

    mukosa atau interior tubuh. Setelah terikat, seluruh komplek yang mengandung

    dimer &g', rantai gabungan, dan komponen sekretori endositosit ke vesikula dan

    diangkat ke membran luminal dari sel epitel. Setelah meleati permukaan apikal

    sel epitel domain ekstraseluler, komponen sekretori dibelah dan disekresikan

     bersama dengan ikatan &g'. %omponen sekretori secara konsisten diedarkan

    dengan proses ini melalui sel epitel. Dengan demikian, komponen sekretori yang

    tidak terangkat juga dikeluarkan. &g' yang ditransportasikan ke lumen mukosa

    sering disebut sebagai sekretori &g' S-&g'.

    Setelah di lumen, S-&g' bebas untuk menggumpalkan antigen. 'ntigen

    yang teraglutinasi terlalu besar untuk berdifusi ke dalam tubuh atau ikatan

    antibodi akan memblok molekul yang normalnya akan berikatan dengan reseptor 

    di permukaan epitel sel misalnya patogen yang mengikut molekul. Pentingnya

    dimer &g' dapat terlihat pada pasien yang kekurangan isotipe antibodi. 0eberapa

     pasien menderita gangguan pernafasan berulang dan infeksi saluran pencernaan.

    Hal ini sering sulit didiagnosa karena &g#, meskipun tidak ada &g' di jaringan

    mukosa. Pada manusia, p&g# juga diangkut dengan mekanisme yang sama

    dengan efisiensi yang sama seperti S-&g'. "amun, &g' jauh lebih efektif untuk 

    16

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    17/24

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    18/24

     bakteri patogen lebih cenderung mengandalkan faktor virulensi untuk dapat

    memasuki jaringan sub epitel.

    1).  $egulasi rantai ! dan ekspresi komponen sekretori

    Pertanyaan lain tentang kespesifikan produksi antibodi mukosa yang

    mengatur ekspresi rantai !, yang penting untuk dimer &g' dan &g# pembentukan

     pentameric* $antai ! m$"' dinyatakan dalam perkembangan aal sel 0 dan sel

    dan mematikan sel saat mereka deasa. ranskripsi rantai ! terjadi dengan

    adanya &+), yang menginduksi remodeling kromatin dan memungkinkan interaksi

    faktor transkripsi dengan promotor rantai !. Dengan demikian, rantai ! hadir disebagian besar turunan sel 0 tanpa isotipe antibodi. "amun itu hanya

    dipertahankan saat mereka memproduksi &g' dan &g#. Pengetahuan rinci tentang

    regulasi transkripsi rantai ! masih belum diketahui.

    0agian terakhir, melibatkan ekspresi p&g$ yang muncul pada permukaan

     basolateral sel epitel mukosa. #engapa diekspresikan pada sel-sel epitel jaringan

    mukosa* #engapa ada ekspresi yang lebih tinggi dari p&g$ di usus kecil dan besar 

    dibandingkan dengan saliva, lakrimal dan kelenjar susu atau paru* !aaban atas

     pertanyaan ini adalah sebagian besar tidak diketahui. #ungkin karena bakteri

    yang lebih banyak dalam usus meningkatkan kebutuhan transportasi &g' ke

    dalam lumen usus dibandingkan dengan situs mukosa lainnya. Persyaratan untuk 

     pengecualian imun dan kontrol dari kedua komensal dan mikroba patogen

    mungkin lebih besar di saluran pencernaan. 8kspresi konstitutif sel epitel usus

    manusia diamati )B minggu pasca kehamilan tetapi pada hean pengerat tidak 

    sampai disapih. Pada manusia, lebih dari A;E &g' yang ditemukan dalam sekresi

    usus berasal langsung dari mukosa, sedangkan pada kelinci dan hean pengerat

     berasal dari transfer hepatobilier. Perbedaan spesies penting untuk diperhatikan

    ketika menguji vaksin mukosa potensial pada hean model. #eskipun secara

    konstitutif menyatakan, p&g$ komponen sekretori dapat diatur oleh berbagai

    rangsangan termasuk infeksi, sitokin seperti &+7, "3 atau &3" gamma dan

    hormon. (leh karena itu mungkin baha sekresi &g' ke dalam lumen meningkat

    selama masa stres.

    18

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    19/24

    1.  0agaimana sub mukosa berbeda dari epitel *

    +eukosit banyak terdapat di baah lapisan epitel dan di atas daerah

    mukosa muskularis yang dikenal sebagai lamina propria. Selain itu, sel otot polos,

    limfatik, fibroblas dan pembuluh darah, lamina propria mengandung sel

    terutama 5D7> sel helper, sel 0 secara bebas tersebar, agregat atau single

    isolated folikel sel 0 dan sel-sel myeloid seperti makrofag dan D5. (rganisasi

     jaringan limfoid tidak selalu hadir dalam jaringan mukosa, melainkan diinduksi

     bila diperlukan. Sebagai contoh, di perut mengandung sangat sedikit limfosit pada

    individu yang sehat sedangkan pada orang-orang dengan gastritis yang diinduksioleh helicobacter pylori, mengandung banyak limfosit 0 dan . Hal ini juga terjadi

     pada paru sehat di mana limfosit jarang tetapi sel 'P5 seperti sel dendritik dan

    makrofag sangat banyak. &ni merupakan tanggung jaab sel 'P5 dan sel epitel

    untuk merekrut limfosit dan 0, meskipun respon imun yang berlebihan dapat

    menyebabkan immunopathology dan kerusakan jaringan. Sub mukosa jaringan

    limfoid menyediakan lingkungan yang penting di mana respon imun adaptif dapat

     berkembang. #eskipun, inisiasi respon imun berlangsung di kelenjar getah bening

    atau struktur limfoid terorganisir dalam #'+, respon imun efektor sering terjadi

    dalam sub mukosa. %ecuali pada saluran pencernaan, di sana terdapat struktur 

    limfoid terorganisir yang disebut patch Peyer PP yang berada di sepanjang usus

    kecil dan besar, yang secara struktural terkait dengan kelenjar getah bening.

     "eutrofil juga berperan dalam mengurangi kepadatan mikroba pada

     permukaan mukosa. "eutrofil adalah leukosit yang paling banyak dalam sirkulasi

    darah dan dengan cepat dikerahkan dari sumsum tulang dalam menanggapi

    infeksi. Sinyal inflamasi, seperti &+ = dan :-5S3, berkontribusi dalam pelepasan

    neutrofil. #obilisasi neutrofil juga melibatkan regulasi molekul retensi sumsum

    tulang 5C5$7 reseptor kemokin, yang biasanya neutrofil dibuat untuk 

    menanggapi kemokin 5C5+1) SD3-1 yang diproduksi oleh sel-sel stroma.

    Setelah dilepaskan dari sumsum tulang neutrofil direkrut ke situs peradangan atau

    stres oleh kemokin 5C5+? &+? yang dihasilkan oleh sel-sel epitel aktif.

     "eutrofil cenderung mencari ke sisi basal sel epitel yaitu di sisi terjauh dari

    lumen. 3ungsi utama mereka adalah untuk memfagositosis dan membunuh

    19

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    20/24

     patogen dan mensekresi peptida antimikroba dan mediator inflamasi. "eutrofil

     juga mampu bermigrasi ke lumen dalam rangka untuk menfagositosis dan

    membunuh mikroorganisme, meskipun akumulasi neutrofil yang berlebihan dapat

    menyebabkan kerusakan jaringan yang tidak diinginkan, misalnya selama sepsis

    atau cedera paru akut.

    17.  !aringan limfoid yang tersusun di mukosa

    Selain populasi limfosit secara difus terdapat di seluruh epitel dan lamina

     propria jaringan mukosa, jaringan limfoid terorganisir terletak di pencernaan dan

    saluran pernapasan. 3olikel limfoid bertindak sebagai situs induktor yang

     bertanggung jaab untuk mendorong respon imun antigen spesifik didapat, dan

    termasuk PP dalam usus dan tonsil berhubungan dengan saluran pernapasan.

    0erbeda dengan pencernaan dan saluran pernapasan, saluran urogenital tidak 

    memiliki struktur limfoid terorganisir begitu juga kulit tetapi lebih bergantung

     pada kelenjar getah bening lokal untuk bertindak sebagai situs induktor. Struktur 

    dari folikel limfoid terorganisir di seluruh #'+ mirip dengan yang dijelaskan

    untuk kelenjar getah bening dan setiap situs induktor akan dibahas dalam bab

     jaringan spesifik berikutnya.

    3olikel limfoid terorganisir merupakan situs di mana limfosit dan 0

    yang prima oleh 'P5. %ronologi dari respon imun mukosa melibatkan kedua situs

    induktif dan jaringan efektor. Secara umum, jaringan mukosa adalah tempat

    dimana invasi patogen terjadi, misalnya epitel usus dimana bakteri menyerang

    atau epitel dari saluran nafas baah di mana virus bereplikasi. D5 mengenali

    sinyal bahaya dan proses patogen dari antigen spesifik dalam jaringan mukosa.'P5 ini kemudian berpindah ke situs induktif lokal seperti PP, tonsil dan kelenjar 

    getah bening regional. 3olikel limfoid D5 mempresentasikan antigen dan

    memberikan sinyal untuk limfosit. 'ktivasi sel 0 menyebabkan perkembangan

    folikel sel 0, menghasilkan pembentukan pusat germinal, dan diferensiasi menjadi

    sel plasma yang mensekresi antibodi. Setelah aktivasi, sel dan 0 bermigrasi dari

    situs induktif ke dalam sirkulasi lalu melintas ke jaringan efektor spesifik sel

    dan sel 0 akan memperoleh sinyal lebih lanjut kemudian melakukan fungsi

    20

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    21/24

    efektor mereka. Singkatnya, situs induktif adalah di mana antigen yang berasal

    dari jaringan mukosa merangsang dan mengaktifkan sel naif dan sel 0,

    sementara situs efektor adalah di mana sel dan 0-antigen spesifik melakukan

    fungsi efektor tersebut.

    Sebagai contoh, sel 5D?> akan mengenali adanya antigen pada

     permukaan sel epitel dalam konteks peptida komplek #H5 kelas 1, bersama-

    sama sinyal costimulatory diperlukan seperti ligasi 5D)? dan produksi &3"

    gamma lokal. Sinyal-sinyal ini akan mengaktifkan jaringan efektor yang akan

    menerima sinyal stimulasi yang diperlukan, &+7 dan :3 beta misalnya, untuk 

    merangsang sekresi &g' dalam jumlah banyak. 'natomi dari respon imun mukosa

    adalah seperti aktivasi limfosit dan proliferasi dibatasi oleh folikel limfoid

    terorganisir, sedangkan fungsi efektor dilakukan di situs efektor dengan cara yang

    terkontrol.

    1;.  Sitokin F sitokin di mukosa

    Profil sitokin dalam jaringan mukosa mencerminkan kebutuhan untuk 

     produksi antibodi yang luas terutama isotipe &g' dan kebutuhan untuk toleransi

    atau menolak, antigen oleh sel mukosa. Hal ini menyebabkan sitokin

    imunosupresif &+ 1B dan :3 beta dominan diekspresikan. %arena produksi

    antibodi &g' tinggi, sel 0 dibedakan faktor &+7 dan &+= juga secara signifikan

    menyatakan, terutama selama episode inflamasi Sebaliknya, beberapa sitokin h1

    konvensional juga mempromosikan mekanisme imun non-inflamasi pada mukosa.

    #isalnya, "3 diketahui dapat meningkatkan transkripsi babi yang arus lalu

    lintas &g' non inflamasi melalui sel epitel dan ke dalam lumen mukosa.

    &3" gamma dan "3 tidak secara konstitutif diekspresikan dalam jaringan

    mukosa, mereka juga tidak diekspresikan dalam jumlah besar setelah stimulasi,

    karena ini sitokin inflamasi yang sangat mungkin untuk menginduksi sejumlah

     besar immunopathology. #eskipun &3" gamma dan "3 adalah pusat untuk 

     pengembangan h 1 jenis respon imun, berlebih dari sitokin ini dapat

    menyebabkan aktivasi sel cytolytic makrofag, sel "%, 5+ dan merusak 

    struktur halus mukosa. #emang, produksi sitokin yang berlebihan dikaitkan

    dengan karakteristik immunopathology reaksi inflamasi serius, misalnya setelah

    21

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    22/24

    infeksi virus influen2a atau sindrom pernapasan akut parah S'$S. Selain itu,

    &3" gamma menyebabkan antibodi beralih isotipe &g: ti yang efisien pada

    memperbaiki pelengkap, yang juga menyediakan sinyal pro inflamasi untuk 

    leukosit. Selain itu, komplemen memiliki potensi melisiskan sel dengan

     pembentukan kompleks serangan membran. (leh karena itu, lingkungan sitokin

    dalam jaringan mukosa cenderung condong lebih ke arah fenotipe h) daripada

    fenotipe h1. "amun, perlu dicatat baha respon imun yang berlebihan bahkan

    h) diperantarai dapat menyebabkan peradangan yang berlebihan, seperti halnya

    selama reaksi alergi seperti pada eksaserbasi asma berat. abel =.; $incian

     penyakit radang umum mukosa terkait dengan h1 atau h) produksi sitokin.

    'dalah penting baha keseimbangan produksi sitokin dicapai dalam mukosa

    sehingga homeostasis dan normal fungsi fisiologis dipertahankan.

    Sel regulator adalah jenis sel lain yang penting penting untuk menjaga

    integritas mukosa. #ereka menyediakan mekanisme untuk toleransi bakteri

     patogen dan antigen non makanan hadir dalam lumen usus atau alergen potensial

     pada saluran pernapasan. %egagalan dalam sel peraturan atau produksi sitokin

     penekan imun menyebabkan peradangan yang tidak terkendali. &+ 1B gen hean

    habis, misalnya, secara spontan mengembangkan kolitis dan kurangnya toleransi

    mungkin terlibat dalam pengembangan og penyakit radang usus &0D. 0eberapa

    sub populasi sel regulator eksis diperkenalkan dalam bab dan termasuk h1,

    h, dan 5D7 > 5D); > diinduksi sel reg. #ereka didefinisikan oleh fenotip

    dan atau kemampuan mereka untuk menghasilkan sitokin peraturan seperti &+1B

    dan :3 beta. 3aktor mengatur induksi mereka, saat ini, kurang jelas tapi

    mungkin akan diatur oleh sitokin, produk makanan misalnya vitamin D dan

    sistem neuroendokrin.

    1=.  Patogen yang masuk melalui mukosa

    %ebanyakan antigen masuk ke dalam tubuh melalui permukaan mukosa.

    Sel yang terinfeksi akan tergantung pada patogen dan mukosa situs yang

    dimaksud.

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    23/24

    epitel dan menginfeksi makrofag. 0akteri ekstraseluler dan jamur baik meniru di

    ruang ekstraselular dekat dengan mukosa epitel sebagai organisme gratis atau

    khusus melekat menggunakan reseptor yang mengenali molekul permukaan sel

    manusia. $espon terhadap infeksi dapat dramatis, seperti diare, batuk atau bersin.

    #eskipun refleks ini aimto membersihkan patogen dari inangnya, mereka sering

    membantu untuk membantu penyebaran patogen ke orang lain. Selain itu, mukosa

    mungkin sebuah portal untuk masuk tetapi belum tentu organ target akhir.

    #isalnya, hepatitis 5 melintasi permukaan mukosa tetapi kemudian menargetkan

    hati. 5ontoh patogen yang menginfeksi jaringan mukosa yang ditunjukkan pada

    gambar =.1= dan akan dibahas lebih lanjut dalam bab-bab berikutnya.

    1@. Penyakit kekebalan jaringan mukosa

    Pentingnya regulasi kekebalan pada mukosa tidak lebih baik daripada

    ketika dicontohkan homeostasis jaringan rusak, sehingga menimbulkan

    immunopathology dan penyakit. $espon imun h1 dan h) dimediasi telah

    dikaitkan dengan penyakit jaringan mukosa. #isalnya, penyakit boes inflamasi

    dan penyakit 5rohn keduanya berhubungan dengan respon imun h1 dimediasi,

    yang menghasilkan immunopathology dan kerusakan pada saluran usus. Selain

    itu, penyakit ini mungkin hasil dari kurangnya immunoregulation yang

    memungkinkan reaksi kekebalan yang berlebihan untuk mengembangkan. Sebuah

    disregulasi di &+1B immunoregulatory sitokin telah dikaitkan dengan

     perkembangan penyakit. !aringan mukosa lainnya juga dapat dipengaruhi oleh

    h1 respon imun tergantung. #isalnya, penyakit paru obstruktif kronik,

     bronkiolitis dan pneumonia dapat semua mempengaruhi saluran pernapasan.

    Penyakit ini berhubungan dengan peningkatan kadar sitokin pro-inflamasi &3"

    gamma dan "3 dan dapat mengakibatkan kerusakan jaringan sel-dimediasi.

    %adang-kadang badai sitokin yang berlebihan, seperti yang diduga terjadi selama

    infeksi virus akut dengan influen2a atau sindrom pernapasan akut virus S'$S

    yang parah.

    Selain respon imun h1-diperantarai, immunopathology mukosa dapat

    dikaitkan dengan tanggapan h). Salah satu contoh yang paling dipelajari dari

    h) - penyakit diperantarai adalah asma alergi, yang mempengaruhi saluran udara

    23

  • 8/18/2019 KASUS ASKEP ICU

    24/24

    dari individu yang rentan. ampaknya jelas baha kejadian asma pada populasi

    0arat telah meningkat selama ;B tahun terakhir dan telah menyarankan baha ini

    adalah karena kurangnya regulasi imun. 'sma alergi terkait dengan sitokin h)

    &+7, &+; dan &+1, yang bekerja sama mendorong produksi antibodi &g8 dan

    merekrut sejumlah besar eosinofil pada saluran pernapasan. #enghasilkan induksi

    imun ini pelepasan histamin dan mediator inflamasi lainnya dan menyebabkan

     penyempitan saluran napas yang begitu khas serangan asma. $eaksi imun h)-

    diperantarai lain yang terkait dengan permukaan epitel termasuk alergi makanan

    dalam usus dan atopik dermatitis kulit.

    1?.  $ingkasan1. #ucosal 'ssociated +ymphoid issue #'+ memberikan pertahanan host

    dengan melaan patogen yang menyerang permukaan mukosa.

    ). !aringan mukosa terletak di daerah tubuh yang terpapar lingkungan luar, dan

    ditandai dengan adanya lapisan epitel dan produksi mukus atau lendir.

    . Pertahanan imun pada jaringan mukosa adalah berbagai lapisan, seperti

    mekanisme pertahanan fisika, kimia, humoral, dan seluler.

    7. Sekresi &g ' meleati lapisan epitel adalah komponen penting pertahanan host

    di area mukosa.;. Sub spesial dari sel yang ada dengan bagian mukosa, yang mana

    membedakan #'+ dari sistem imun spesifik.