Click here to load reader

Data Pantun

  • View
    488

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of Data Pantun

Pantai Mersing kuala JohorPantainya bersih sangat mashyurPohonkan doa kita bersyukurNegara kita aman dan makmur

Orang tua patut diseganiBoleh mendapat ajarnasihatUlar yang bisa tidak beginiBisa lagi lidah yang jahat

Ramai orang menggali perigiAmbil buluh lalu diikatIlmu dicari tak akan rugiBuat bekalan dunia akhirat

Apa guna berkain batikKalau tidak dengan sucinya?Apa guna beristeri cantikKalau tidak dengan budinya

Berakit-rakit ke huluBerenang-renang ke tepianBersakit-sakit dahuluBersenang-senang kemudian

Buah cempedak diluar pagarAmbil galah tolong jolokkanSaya budak baru belajarKalau salah tolong tunjukkan

Pisang emas dibawa belayarMasak sebiji di atas petiHutang emas boleh dibayarHutang budi dibawa mati

Pak petani menanam padiMenanam padi di tengah sawahKalau ingin berterima kasihBerterimah kasih lah kepada allahBuah papaya di belah duaDi makan satu tinggal satu Jangan lupakan orang tuaAgar hidup mendapat restuBuah kelapa di belah tiga Di makan satu tinggal duaJangan lupakan orang tuaAgar kita masuk surga Buah papaya buah delimaHidup di hutan bewarna ungu Kalau ingin naik kelas limaRajinlah belajar setiap waktuBuh papaya di belah dua Di makan satu tinggal SatuJangan pernah berbuat dosamasuk neraka siapa yang membantuJika ada jarum yang patahJangan di simpan didalam petiJika ada kata yang salahJangan di simpan dalam hatiDuduk di teras menghadap ke luarKalau ada jarum yang patah

Jangan di simpan di dalam hati

Kalau ada kata yang salahJangan di simpan di dalam hatiTak kalah nyawah hampir melayangNapas pun singkat dada bergoyangMendalam seperti mabuk kepayangSiapa yang memandang berkata sayangKarya: Herli septariadiBuah apel di belah tiga Dimakan satu tinggal duaKalau ingin masuk surgeJangan lupa jasa orang tuaJika hendak ke SurabayaJangan lupa membeli bukuJika mau di sayang orang tuaRajinlah shalat lima waktuKalau hendak kepulau jawaJangan lupa naik perahuJika mau jadi anak solehaJangan lupa shalat lima waktuBuah durian di belah duaDimakan satu tinggal SatuJangan lupakan jasa orang tuaAgar hidup mendapat restuKalau suka main gitarMainlah di atas pagarKalau mau jadi anak yang pintarJangan suka malas belajarMelihat tokoh jualan bajuJika mau jadi orang yang pintarRajinlah belajar menuntut ilmuBuah pepeya di belah duaDimakan satu tinggal SatuJangan pernah berbuat dosaAkar kita dapat menyatuBaik-baik mengirai padiTakut mercik ke muka orangBiar pandai menjaga diriTakut nanti diejek orang

Pantun Nasehat Belajar

Ke hulu membuat pagarJangan terpotong batang durianCari guru tempat belajarSupaya jangan sesal kemudian

Mari kita tanam haliaAmbil sedikit buat juadahUsia muda jangan disiaNanti tua sesal tak sudah

Padi muda jangan dilurutKalau dilurut pecah batangHati muda jangan diturutKalau diturut salah datang

Cuaca gelap semakin redupMasakan boleh kembali terangBudi bahasa amalan hidupBarulah kekal dihormati orang

Orang Daik memacu kudaKuda dipacu deras sekaliBuat baik berpada-padaBuat jahat jangan sekali

Dayung perahu tuju haluanMembawa rokok bersama rempahKalau ilmu tidak diamalkanIbarat pokok tidak berbuah

Kalau kita menebang jatiBiar serpih tumbangnya janganKalau kita mencari gantiBiar lebih kurang jangan

Pinang muda dibelah duaAnak burung mati diranggahDari muda sampai ke tuaAjaran baik jangan diubahNaik layar sama si EgiAda halilintar di langit biruBelajar itu tidak bikin rugiOrang pintar jarang ditipu

Sambal pedas di SawojajarBeli ketupat nangkring di batuIngin cerdas ayo belajarBiar dapat rangking satuKayu cendana diatas batuSudah diikat dibawa pulangAdat dunia memang begituBenda yang buruk memang terbuang

Parang ditelak berbatang senaBelah buluh taruhlah temuBarang dikerja takkan sempurnaBila tak penuh menaruh ilmu

Kemuning ditengah balaiBertumbuh terus semakin tinggiBerunding dengan orang tak pandaiBagaikan alu pencungkil duri

Jalan-jalan ke kota BlitarJangan lupa membeli sukunJika kamu ingin pintarbelajarlah dengan tekun

makanan tersaji dipasang lampulampu menyinari di atas mejanaiklah haji bagi yang mampumemenuhi panggilan dari-NYA disini gunung disana gunung,ditengah-tengah pohon kelapa,janganlah adik merasa canggung,hanya karena belum berjumpa,

jalan-jalan ke madina,mampir ketoko cari cindramata, jangan pernah ada dusta,jika kamu seorang pecinta,

buah jeruk ada dimeja,ada pisau didalam laci,diri ini bukan pujangga,tapi ini letupan rindu hati,

beli telur diwarung jamu,disajikan pedagang ramah,ngga tau apa yang kau mau,tapi kupercaya semua pasti indah,

ada gula ada kopi,disimpan diatas lemari,rindu ini menari-nari,menanti sang pujaan hati,

jalan-jalan ke kota cinajangan lupa membeli dukukalau kamu masih cintabilang aj m ku I Love You

bila kucing skit peruttikus mnaribila eneng msih cemberutaku dag mau dtang kembalibikin kue malah bentat

akhirnya bikin agar-agarliat cewek berbaju ketatmata ngantuk langsung segarada ramli niup lilin

lilin mati dimakan lelemeskipun sule dipukulinyang penting awas ada sulePRIKITIW HAHAI

buah lontarjuga semanggiklo km pintarblz pantun ini

Jalan-jalan k parangtritistrus ketemu kaum nudisini adalah pantun romantiskhusus untuk kamu yang kudis

KUMPULAN PANTUN LUCU

Mengarang lagu lalu kunyanyikanUntuk menghibur si bunga pujaanAdakah sibunga merasa nyamanMari kita teruskan di pelaminan

masak rempah harus dikukusnasi goreng pakailah saosruginya nikah dengan politikuscuma dicontreng tiada dicoblos

Ikan tuna bukan di tambak,jangan masuk ke dalam petiKakek tertawa terbahak-bahak,melihat nenek pakek rok mini.

Makan duren di siang BolongLoe memang keren tapi syang lo pembohong

Ada buah manggisAda juga buah anggurAwalnya romantisPas tekdung malah kabur

Jangan takutJangan kawatirItu kentutBukan petir

kayu jati sedang di tatadiikat-ikat trus di gergajiSakitlah hati karna ptus cintaLebih parah sambil sakit gigi

Mata genit beradu pandangSenyum adik menggoda abangAyolah dik kita melayangMenuju negri jauh di sebrang

Ada cacing makan ikanudeh kenyang renang ke tangkiMau tau yang melelahkanpergi ke Bandung berjalan kaki

Jalan-jalan ke Kota ArabJangan lupa membeli kitabCewek sekarang tidak bisa diharapBodi bohai betis berkurap

Sebelum naik ke atas kasurjangan lupa baca bismillahsudah tidur nya "mendengkur"ngompol pula di celana.wwwwkkkkk

dijln ad tiang ListrikDiwarung ad hajatanEmang qmu CantIkTp syg Hat'Mu Kyak setan

Tiang listrik di tepi jalan...Di belakang ada selokan..Justru tau hatinya kayak setan,Maka tak ragu kau jadikan simpanan

jalan-jalan ke balikpapanjangan lupa membeli tasaku rela mati kecelakaanasalkan punya cewe duabelas

boleh seberang ketengah pulaukapal bercadik terbawa anginhati bimbang ditanah rantaumendengar adik hendak dikawin

Ada bobohoketemu betmenbiar mahoyang penting keren

ikan teri sedang dipindangikan tengiri dikasi garam biar awetAku pengen punya istri yg penyayangJuga istri yang tidak cerewet

kalau beringin patah didahanpotong saja biar tak kotor,kalau dingin tiada tertahan,nongkrong saja diatas kompor

Mengambil air di dalam perigiTali timbanya panjang sehastaJikalau kucing tak bergigiAlamat tikus berpesta pora

Terbaru dan Terbaik Home Advertisher Contact Disclaimer Privacy Policy Top of Form

Bottom of FormHome Pantun KUMPULAN PANTUN NASEHAT KUMPULAN PANTUN NASEHAT PANTUN NASEHAT - Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti "petuntun". Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Menurut Sutan Takdir Alisjahbana fungsi sampiran terutama menyiapkan rima dan irama untuk mempermudah pendengar memahami isi pantun. Ini dapat dipahami karena pantun merupakan sastra lisan.Meskipun pada umumnya sampiran tak berhubungan dengan isi kadang-kadang bentuk sampiran membayangkan isi. Sebagai contoh dalam pantun di bawah ini:Air dalam bertambah dalamHujan di hulu belum lagi teduhHati dendam bertambah dendamDendam dahulu belum lagi sembuhBeberapa sarjana Eropa berusaha mencari aturan dalam pantun maupun puisi lama lainnya. Misalnya satu larik pantun biasanya terdiri atas 4-6 kata dan 8-12 suku kata. Namun aturan ini tak selalu berlaku.

Berikut ini adalah Kumpulan Pantun Nasehat :

Pantun Nasehat

Pantai Mersing kuala JohorPantainya bersih sangat mashyurPohonkan doa kita bersyukurNegara kita aman dan makmur

Orang tua patut diseganiBoleh mendapat ajarnasihatUlar yang bisa tidak beginiBisa lagi lidah yang jahat

Ramai orang menggali perigiAmbil buluh lalu diikatIlmu dicari tak akan rugiBuat bekalan dunia akhirat

Apa guna berkain batikKalau tidak dengan sucinya?Apa guna beristeri cantikKalau tidak dengan budinya

Berakit-rakit ke huluBerenang-renang ke tepianBersakit-sakit dahuluBersenang-senang kemudian

Buah cempedak diluar pagarAmbil galah tolong jolokkanSaya budak baru belajarKalau salah tolong tunjukkan

Pisang emas dibawa belayarMasak sebiji di atas petiHutang emas boleh dibayarHutang budi dibawa mati

Pak petani menanam padiMenanam padi di tengah sawahKalau ingin berterima kasihBerterimah kasih lah kepada allahBuah papaya di belah duaDi makan satu tinggal satu Jangan lupakan orang tuaAgar hidup mendapat restuBuah kelapa di belah tiga Di makan satu tinggal duaJangan lupakan orang tuaAgar kita masuk surga Buah papaya buah delimaHidup di hutan bewarna ungu Kalau ingin naik kelas limaRajinlah belajar setiap waktuBuh papaya di belah dua Di makan satu tinggal SatuJangan pernah berbuat dosamasuk neraka siapa yang membantuJika ada jarum yang patahJangan di simpan didalam petiJika ada kata yang salahJangan di simpan dalam hatiDuduk di teras menghadap ke luarKalau ada jarum yang patah

Jangan di simpan di dalam hati

Kalau ada kata yang salahJangan di simpan di dalam hatiTak kalah nyawah hampir melayangNapas pun singkat dada bergoyangMendalam seperti mabuk kepayangSiapa yang memandang berkata sayangKarya: Herli septariadiBuah apel di belah tiga Dimakan satu tinggal duaKalau ingin masuk surgeJangan lupa jasa orang tuaJika hendak ke SurabayaJangan lupa membeli bukuJika mau di sayang orang tuaRajinlah shalat lima waktuKalau hendak kepulau jawaJangan lupa naik perahuJika mau jadi anak solehaJangan lupa shalat lima waktuBuah durian di belah duaDimakan satu tinggal SatuJangan lupakan jasa orang tuaAgar hidup mendapat restuKalau suka main gitarMainlah di atas pagarKalau mau jadi anak yang pintarJangan suka malas belajarMelihat tokoh jualan bajuJika mau jadi orang yang pintarRajinlah belajar menuntut ilmuBuah pepeya di belah duaDimakan satu tinggal SatuJangan pernah berbuat dosaAkar kita dapat menyatuBaik-baik mengirai padiTakut mercik ke muka orangBiar pandai menjaga diriTakut nanti diejek orang

Pantun Nasehat Belajar

Ke hulu membuat pagarJangan terpotong batang durianCari guru tempat belajarSupaya jangan sesal kemudian

Mari kita tanam haliaAmbil sedikit buat juadahUsia muda jangan disiaNanti tua sesal tak sudah

Padi muda jangan dilurutKalau dilurut pecah batangHati muda jangan diturutKalau diturut salah datang

Cuaca gelap semakin redupMasakan boleh kembali terangBudi bahasa amalan hidupBarulah kekal dihormati orang

Orang Daik memacu kudaKuda dipacu deras sekaliBuat baik berpada-padaBuat jahat jangan sekali

Dayung perahu tuju haluanMembawa rokok bersama rempahKalau ilmu tidak diamalkanIbarat pokok tidak berbuah

Kalau kita menebang jatiBiar serpih tumbangnya janganKalau kita mencari gantiBiar lebih kurang jangan

Pinang muda dibelah duaAnak burung mati diranggahDari muda sampai ke tuaAjaran baik jangan diubahNaik layar sama si EgiAda halilintar di langit biruBelajar itu tidak bikin rugiOrang pintar jarang ditipu

Sambal pedas di SawojajarBeli ketupat nangkring di batuIngin cerdas ayo belajarBiar dapat rangking satuKayu cendana diatas batuSudah diikat dibawa pulangAdat dunia memang begituBenda yang buruk memang terbuang

Parang ditelak berbatang senaBelah buluh taruhlah temuBarang dikerja takkan sempurnaBila tak penuh menaruh ilmu

Kemuning ditengah balaiBertumbuh terus semakin tinggiBerunding dengan orang tak pandaiBagaikan alu pencungkil duri

Jalan-jalan ke kota BlitarJangan lupa membeli sukunJika kamu ingin pintarbelajarlah dengan tekun

makanan tersaji dipasang lampulampu menyinari di atas mejanaiklah haji bagi yang mampumemenuhi panggilan dari-NYATerbaru dan Terbaik Home Advertisher Contact Disclaimer Privacy Policy Top of Form

Bottom of FormHome Pantun PANTUN JENAKA LUCU PANTUN JENAKA LUCU PANTUN JENAKA - Pantun bagi sebagian orang bisa menghibur, apalagi berikut ini bisa anda baca kumpulan pantun jenaka yang bisa membuat anda tertawa. Pantun Jenaka ini diambil dari berbagai sumber di internet. Pantun jenaka ini berisikan tentang semua pantun yang lucu nan menarik yang bikin anda tertawa serta bikin berubahnya suasana hati dari galau jadi ceria, cara menulis pantun tidak lah semudah yang kita bayangkan tetapi ada beberapa cara dalam penulisanya yaitu dengan memiliki empat faragraf yang mengambil akhiran A-A-A-A atau A-B-A-B.

KUMPULAN PANTUN LUCU

Mengarang lagu lalu kunyanyikanUntuk menghibur si bunga pujaanAdakah sibunga merasa nyamanMari kita teruskan di pelaminan

masak rempah harus dikukusnasi goreng pakailah saosruginya nikah dengan politikuscuma dicontreng tiada dicoblos

Ikan tuna bukan di tambak,jangan masuk ke dalam petiKakek tertawa terbahak-bahak,melihat nenek pakek rok mini.

Makan duren di siang BolongLoe memang keren tapi syang lo pembohong

Ada buah manggisAda juga buah anggurAwalnya romantisPas tekdung malah kabur

Jangan takutJangan kawatirItu kentutBukan petir

kayu jati sedang di tatadiikat-ikat trus di gergajiSakitlah hati karna ptus cintaLebih parah sambil sakit gigi

Mata genit beradu pandangSenyum adik menggoda abangAyolah dik kita melayangMenuju negri jauh di sebrang

Ada cacing makan ikanudeh kenyang renang ke tangkiMau tau yang melelahkanpergi ke Bandung berjalan kaki

Jalan-jalan ke Kota ArabJangan lupa membeli kitabCewek sekarang tidak bisa diharapBodi bohai betis berkurap

Sebelum naik ke atas kasurjangan lupa baca bismillahsudah tidur nya "mendengkur"ngompol pula di celana.wwwwkkkkk

dijln ad tiang ListrikDiwarung ad hajatanEmang qmu CantIkTp syg Hat'Mu Kyak setan

Tiang listrik di tepi jalan...Di belakang ada selokan..Justru tau hatinya kayak setan,Maka tak ragu kau jadikan simpanan

jalan-jalan ke balikpapanjangan lupa membeli tasaku rela mati kecelakaanasalkan punya cewe duabelas

boleh seberang ketengah pulaukapal bercadik terbawa anginhati bimbang ditanah rantaumendengar adik hendak dikawin

Ada bobohoketemu betmenbiar mahoyang penting keren

ikan teri sedang dipindangikan tengiri dikasi garam biar awetAku pengen punya istri yg penyayangJuga istri yang tidak cerewet

kalau beringin patah didahanpotong saja biar tak kotor,kalau dingin tiada tertahan,nongkrong saja diatas kompor

Mengambil air di dalam perigiTali timbanya panjang sehastaJikalau kucing tak bergigiAlamat tikus berpesta pora

Terbaru dan Terbaik Home Advertisher Contact Disclaimer Privacy Policy Top of Form

Bottom of FormHome Pantun Pantun Gombal Cinta Romantis (Lucu) Pantun Gombal Cinta Romantis (Lucu) Pantun Gombal - Kalau biasanya kita sering merayu cewek dengan kata kata romantis apakah masih manjur rayuannya :) Bagaimana kalau kita coba ngegombal dengan Pantun Gombal Cinta Romantis. Selain Pantun Gombal Romantis berikut ini ada juga beberapa pantun lucu terselip rayuan maut. Berikut ini kumpulan pantun gombal yang sudah dikumpulkan dari berbagai referensi.

Pantun Gombal Ikan lohan, di atas tungku. Daripada duduk jauhan, mendingan abang pangku. Duduk anteng, nungguin loyang. Abang ganteng, mau dong digoyang. Kuda sembrani, larinya kencang. Kalau berani, nyatain dong sekarang. Mata belo, ala komedian. Gue sama elo? maunya jadian. Pergi jalan-jalan, jam 11 harus balik. Ga ada penyesalan, kamulah yang terbaik. Artis ngondek, senyumannya membius. Ga masalah pendek, yang penting kamu religius. Ke salon creambath, biar aliran darah lancar. Bosen ah jadi sahabat, maunya jadi pacar! Makan semangka, makan kedondong. Kalau suka, nyatain dong. Beli ketan, beli kain songket. Biar udah mantan, kita tetep lengket. Lagi galau dihibur Upin Ipin. Bagaimana kalau kita tukeran Pin? Peras santan, di pinggir kali. Nelpon mantan? Boleh lah skali-kali. Bikin anak, di pojokan sekolah. Kalau mau enak, nikah dulu lah. Ubek-ubek peti, cari gunting. Saking cinta mati, neng rela bunting. Tiduran di tandu, berjam-jam. Hati merindu, mata sulit memejam. Main mata, mesem-mesem. Neng tetep cinta, biarpun abang keteknya asem. Jangan tanya, kapan lulus kuliah. Ga dapet anaknya, mamanya boleh lah. Potong sebahu, biar ga sendu. Kamu tahu? Aku rindu. Kotak amal, di goyang-goyang. Kemarin aku di ramal, jodohnya sama abang. Panasin mentega, karena mulai beku. Kamu mau ga, jadi imamku? Nangis-nangis, mobil kena srempet. Neng manis, mau dong dipepet. Pecahan genting, di bawah kursi. Betah meeting, karena si boss seksi. Namanya penjahat, polisi jadi inceran. Bosan jadi temen curhat, maunya pacaran. Hari Jumat, pada pake batik. Salam hormat, buat neng cantik. Nembak itik, langsung kena. Kamu cantik, hey nona! Ga punya pendirian, bikin jemu. Ga mau sendirian, maunya bobo sama kamu. Potong kuku, pendek-pendek. Hatiku beku, si abang mendadak ngondek. Malam Jumat, setan pada bertamu. Rinduku kumat, siang tadi ga bertemu. Tunda lapar, makan indomi. Hati menggelepar, cintapun bersemi. Cet tembok, engga rata. Hati neng di gembok, buat abang berkacamata. Ke Pondok Indah, liat mobil balapan. Di follow udah, jadian kapan? Ada odong-odong, nabrak tukang jamu. Mau dong, ditembak kamu. Miara kebo, di depan gerbang. Ga bisa bobo, kalau belum denger suara abang. Dipukulin sapu, gara-gara nyolong. Gapapa deh sepupu, yang penting kinclong. Kulit memerah, ditempel Salonpas. Yang baju merah, jangan sampai lepas. Turun bero, gara-gara kayang. Ga mau di panggil bro, maunya ayang. Beli kaldu, kotak-kotak. Aku rindu, sama abang botak. Ada gulali, ada klepon. Bisa kali, oper nomer telepon. Enam menit, sampai ke rusun. Neng genit, mau dong disun. Adu nyolot, adu bodong. Abang berotot, gendong dong. Buat ke Pensi, beli baju di Tebet. Jangan kegedean gengsi, ni abang udah ngebet. Minum jamu, sambil twitteran. Disenyumin kamu, bikin aku gemeteran. Beli kolak, sama pempek kapal selam. Please jangan nolak, cintaku udah dalam. Pake beha, punya si mama. Aku udah usaha, jadi tolong terima. Suara serak, gara-gara nelen peniti. Walau terpisah jarak, cintaku tak akan mati. Kuntilanak, kecebur got. Paling enak, dicium kegesek jenggot. Jinak-jinak, merpati. Kalau mau enak, kamu harus sabar menanti. Kembang kol, daun perdu. Kamu miskol, hatiku bergolak rindu. Ada brondong, kakinya mulus. Abang gondrong, mau dong dielus. Paling benci, sama plagiat. Biarpun banci, neng tetep minat. Ada ilmuwan, pake baju merah. Kalau ga jadi ketemuan, jangan marah. Pacaran di tempat sepi, kepalanya ketimpa kedondong. Jangan cuma cium pipi, bibir juga dong. Tukang sablon, asistennya tiga. Kenalan sama neng demplon, boleh ga? Ada kingkong, dari Kenya. Nanya dong, abang udah ada yang punya? Kondangan di Menteng, mesti pake batik. Abang ganteng, cocoknya sama neng yang cantik. Sarapan ayam panggang, di Kota Kembang. Jangan cuma pegang-pegang, kawinin dong bang. Belah duren, di dalam kamar. Abang keren, mau dong di lamar! Beli lobak, di pasar ikan. Gapapa deh neng yang nembak, asal kita balikan. Kutang merah, bawahnya rok mini. Gimana ga gerah, disenyumin abang dari tadi. Gali lobang pake jari, di cium abang, berasanya lima hari. source : blogadexme. Tiduran di tandu, di tengah dusun. Aku rindu, kapan dong di sun? Naik kuda, mendesah-desah. Kamu ada, tuk menepis semua gelisah. Jadi orang berada, kadang berat. Kamu selalu ada, walaupun aku melarat. Beli layang-layang, tokonya udah pindah. Senyum di wajahmu sayang, adalah yang terindah.Pantun Gombal Lainnya.. Latihan kayang, di atas meja makan. Senyummu sayang, sungguh menggetarkan. Jualan brownis, di jembatan layang. Hai neng manis, sini abang sayang. Lagi ngarsip, malahan ketumpahan lodeh. Dari pada sibuk gosip, kita jadian aja deh. Jalan ke Pamulang, sambil iseng rebus kerang. Aku ga mau pulang, kawini aku sekarang. Naro pita, di atas meja makan. Kalau cinta, buruan deh nyatakan. Boneka Cepot, di obral di gerobak. Jantung rasanya mau copot, saat kamu tembak. Ambil kayu, buat numbuk ketumbar. Jadian aja yu, aku udah ga sabar. Motong mangga, di buat acar. Eh tetangga, kapan ni jadiin aku pacar? Ke Simpang Lima, beli keran. Memang kita temen lama, tapi aku maunya pacaran. Makan pempek, sambil dipangku. Kamu apa engga capek, lari-lari di pikiranku? Badan kurus, mirip kaya papan. PDKT aja terus, nembaknya kapan? Nangkep kunang-kunang, dapet sepuluh. Aku senang, walau hanya bisa mencintaimu dari jauh. Duduk bersandar, ditumpukan bata. Biar muka standar, yang penting aku cintaa. Di tempat sepi, banyak memedi. Di cium di pipi, rasanya ga mau mandi. Taro buah-buahan, di atas bakul. Jangan jauh-jauhan, sini abang rangkul. Bersin-bersin, enaknya makan sup anget. Jangan putusin, aku udah sayang banget. Tidur di dipan, bikin badan sakit. Please kasih aku harapan, biarpun cuma sedikit. Mbok-mbok jamu, mejeng di depan santri. Gandeng kamu, kaya gandeng tangan putri. Enakan tidur di dipan, daripada di kursi. Biar kaya papan, menurut aku kamu seksi. Tari kejang, terkenal di Kenya. Neng rambut panjang, siapa namanya? Ada nanas, ditusuk-tusuk ahli nujum. Cuaca panas, langsung adem karna kamu tersenyum. Baru rasain, ketimpuk bata. Hati kamu didesain, untuk aku cinta. Kalung bling-bling, kotaknya kayu. Everytime I blink, I miss you. Jual itik, belum laku-laku. Hey cantik, menikahlah denganku! Jalan nyebrang, kakinya kaku. Maukah abang, menjadi imam-ku? Tatto kelabang, dipunggung Nunung. Rindu abang, udah segunung. Bikin kolak, biar lebih irit. Kalau sampe nolak, minimal masuk Rumah Sakit! Ke Pulau seberang, kunjungin Opa. Di gebet doang, pacarin ngapa. Makan acar, bibir dikulum. Kamu udah punya pacar, apa belum? Di sodok siku, saking kesal. Buatku, kamu spesial. Beli sikat, beli buah-buahan. Kamu itu malaikat, titipan Tuhan.Masih kurang ?? nih ada lagi sob...

Teluk Bayur banyak ikan, penjual jamu berbaju batikDengan jujur kukatakan, kamu itu sungguh cantik

Jalan-jalan ke Pulau Samosir, pergi berlayar memanjakan mataHanya kepadamu aku naksir, maka kubawakan semilyar butiran cinta

Menyanyi cindai dengan lirih, selewat pagi buta terbitlah matahariMenyusur pantai berpasir putih, dan cinta suci kita pun berlari

Obeng gepeng, tersangkutnya di kawat berduriWalaupun seandainya kamu bopeng, bagiku kamu tetap bidadari

Mata melirik, pikiran melayangWalaupun seandainya kamu burik, aku tetap sayang

Makan bakwan, minumnya jus kuweniWalaupun seandainya kamu sudah tidak perawan, kamu tetap aku kawini

Masih mau lagi Pantun Gombal nya :) tunggu updatean selanjutnya.Baca juga yaa Kata Kata Romantis Rating: 4.5 out of 5 PANTUN NASIHAT Orang Jawa mencari benang,Mencari benang di atas bukit;Orang jauh jangan dikenang,Lama-lama jadi penyakit.

Orang mengail di Teluk Bulang,Apalah umpannya si kulit duku;Jangan bermain kekasih orang,Nyawa tersangkut di hujung kuku.

Patah jarum dalam peti,Buat menjahit kain bertimbun;Nasihat sepatah kurang dimengerti,Rupanya penawar beribu tahun.

Padi muda jangan dilurut,Kalau dilurut patah batangnya;Hati muda jangan diturut,Kalau diturut susah datangnya.

Bawa mari ke kedai Cina,Kerana itu buah dagangan;Hidup kita biar sempurna,Kerana dunia ini adalah tumpangan.

Beras kisar mudik ke hulu,Tanak pulut santan durian;Tak ada orang menyesal dahulu,Banyak orang menyesal kemudian.

Bukan tidak saya katakan,Merbuk biasa makan di papan;Bukan tidak saya katakan,Buah mabuk jangan dimakan.

Bukit Jertih berhutan buluh,Tempat raja pergi memburu;Minta selisih malaikat empat puluh,Janganlah saya diberi malu.

Orang hulu memalu nobat,Nobat dipalu kayu berangan;Fikir dahulu sebelum buat,Kalau dibuat menyesal jangan.

Angin teluk menyisir pantai, Hanyut rumpai di bawah titi;Biarlah buruk kain dipakai, Asal pandai mengambil hati.

Buah pelaga makan dikikir, Dibawa orang dari hulu; Sebarang kerja hendak difikir, Supaya jangan mendapat malu.

Hendak belayar ke Teluk Betong, Sambil mencuba labuhkan pukat;Bulat air kerana pembetung, Bulat manusia kerana muafakat.

Pakai baju warna biru, Pergi ke sekolah pukul satu;Murid sentiasa hormatkan guru , Kerana guru pembekal ilmu.

Jangan pergi mandi di lombong, Emak dan kakak sedang mencuci;Jangan suka bercakap bohong, Semua kawan akan membenci.

Jikalau tuan mengangkat peti , Tolong masukkan segala barang;Jikalau anak-anak bersatu hati . Kerja yang susah menjadi senang .

Asam kandis mari dihiris , Manis sekali rasa isinya ; Dilihat manis dipandang manis , Lebih manis hati budinya .

Selasih tumbuh di tepi telaga , Selasih dimakan si anak kuda;Kasih ibu membaa ke syurga, Kasih saudara masa berada.

Masuk hutan pakai sepatu, Takut kena gigitan pacat; Kalau kita selalu bersatu, Apa kerja mudah dibuat.

Orang haji dari Jeddah Buah kurma berlambak-lambakPekerjaan guru bukanlah mudah Bagai kerja menolak ombak

Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggahDari muda sampai ke tua Ajaran baik jangan diubah

Asal kapas menjadi benang Dari benang dibuat kain Barang yang lepas jangan dikenang Sudah menjadi hak orang lain

Kapal Anjiman disangka hantu Nampak dari Kuala AchehRosak iman kerana nafsu Rosak hati kerana kasih

Tingkap papan kayu bersegi Sampan sakat di Pulau AngsaIndah tampan kerana budi Tinggi darjat kerana bahasa

Bintang tujuh sinar berseri Bulan purnama datang menerpaAjaran guru hendak ditaati Mana yang dapat jangan dilupa

Parang tajam tidak berhulu Buat menetak si pokok RuBila belajar tekun selalu Jangan ingkar nasihat guru

Hari malam gelap-gelita Pasang lilin jalan ke tamanSopan santun budaya kita Jadi kebanggaan zaman berzaman

Pergi berburu sampai ke sempadan Dapat Kancil badan berjalurBiar carik baju di badan Asalkan hati bersih dan jujur

Dalam semak ada duri Ayam kuning buat sarangOrang tamak selalu rugi Macam anjing dengan bayang

Baik-baik mengirai padi Takut mercik ke muka orangBiar pandai menjaga diri Takut nanti diejek orang

Ke hulu membuat pagar Jangan terpotong batang durianCari guru tempat belajar Supaya jangan sesal kemudian

Padi muda jangan dilurut Kalau dilurut pecah batangHati muda jangan diturut Kalau diturut salah datang

Orang Daik memacu kuda Kuda dipacu deras sekaliBuat baik berpada-pada Buat jahat jangan sekali

Dayung perahu tuju haluan Membawa rokok bersama rempahKalau ilmu tidak diamalkan Ibarat pokok tidak berbuah

Kalau kita menebang jati Biar serpih tumbangnya janganKalau kita mencari ganti Biar lebih kurang jangan

Adik ke kedai membeli halia Emak memesan membeli laksaJadilah insan berhati mulia Baik hati berbudi bahasa

Pantai Mersing kuala Johor Pantainya bersih sangat mashyurPohonkan doa kita bersyukur Negara kita aman dan makmur

Tuan Mahmud bermain tombak,Dang Kasuma menangkap tupai;Kalau takut dilambung ombak,Jangan berumah di tepi pantai.

Sayang Musalmah memakai tudung,Tudung dipakai sebelah kiri;Apa dikenang kepada untung,Untung tak untung diri sendiri.

Ambil bertih dari hulu,Isi mari di dalam balang;Bersihkan laman kita dahulu,Baru bersihkan halaman orang.

Anak tiung anak ketitir,Anak balau terlompat-lompat;Barang dikendong habis tercicir,Barang dikejar haram tak dapat. PANTUN NASIHAT Orang Jawa mencari benang,Mencari benang di atas bukit;Orang jauh jangan dikenang,Lama-lama jadi penyakit.

Orang mengail di Teluk Bulang,Apalah umpannya si kulit duku;Jangan bermain kekasih orang,Nyawa tersangkut di hujung kuku.

Patah jarum dalam peti,Buat menjahit kain bertimbun;Nasihat sepatah kurang dimengerti,Rupanya penawar beribu tahun.

Padi muda jangan dilurut,Kalau dilurut patah batangnya;Hati muda jangan diturut,Kalau diturut susah datangnya.

Bawa mari ke kedai Cina,Kerana itu buah dagangan;Hidup kita biar sempurna,Kerana dunia ini adalah tumpangan.

Beras kisar mudik ke hulu,Tanak pulut santan durian;Tak ada orang menyesal dahulu,Banyak orang menyesal kemudian.

Bukan tidak saya katakan,Merbuk biasa makan di papan;Bukan tidak saya katakan,Buah mabuk jangan dimakan.

Bukit Jertih berhutan buluh,Tempat raja pergi memburu;Minta selisih malaikat empat puluh,Janganlah saya diberi malu.

Orang hulu memalu nobat,Nobat dipalu kayu berangan;Fikir dahulu sebelum buat,Kalau dibuat menyesal jangan.

Angin teluk menyisir pantai, Hanyut rumpai di bawah titi;Biarlah buruk kain dipakai, Asal pandai mengambil hati.

Buah pelaga makan dikikir, Dibawa orang dari hulu; Sebarang kerja hendak difikir, Supaya jangan mendapat malu.

Hendak belayar ke Teluk Betong, Sambil mencuba labuhkan pukat;Bulat air kerana pembetung, Bulat manusia kerana muafakat.

Pakai baju warna biru, Pergi ke sekolah pukul satu;Murid sentiasa hormatkan guru , Kerana guru pembekal ilmu.

Jangan pergi mandi di lombong, Emak dan kakak sedang mencuci;Jangan suka bercakap bohong, Semua kawan akan membenci.

Jikalau tuan mengangkat peti , Tolong masukkan segala barang;Jikalau anak-anak bersatu hati . Kerja yang susah menjadi senang .

Asam kandis mari dihiris , Manis sekali rasa isinya ; Dilihat manis dipandang manis , Lebih manis hati budinya .

Selasih tumbuh di tepi telaga , Selasih dimakan si anak kuda;Kasih ibu membaa ke syurga, Kasih saudara masa berada.

Masuk hutan pakai sepatu, Takut kena gigitan pacat; Kalau kita selalu bersatu, Apa kerja mudah dibuat.

Orang haji dari Jeddah Buah kurma berlambak-lambakPekerjaan guru bukanlah mudah Bagai kerja menolak ombak

Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggahDari muda sampai ke tua Ajaran baik jangan diubah

Asal kapas menjadi benang Dari benang dibuat kain Barang yang lepas jangan dikenang Sudah menjadi hak orang lain

Kapal Anjiman disangka hantu Nampak dari Kuala AchehRosak iman kerana nafsu Rosak hati kerana kasih

Tingkap papan kayu bersegi Sampan sakat di Pulau AngsaIndah tampan kerana budi Tinggi darjat kerana bahasa

Bintang tujuh sinar berseri Bulan purnama datang menerpaAjaran guru hendak ditaati Mana yang dapat jangan dilupa

Parang tajam tidak berhulu Buat menetak si pokok RuBila belajar tekun selalu Jangan ingkar nasihat guru

Hari malam gelap-gelita Pasang lilin jalan ke tamanSopan santun budaya kita Jadi kebanggaan zaman berzaman

Pergi berburu sampai ke sempadan Dapat Kancil badan berjalurBiar carik baju di badan Asalkan hati bersih dan jujur

Dalam semak ada duri Ayam kuning buat sarangOrang tamak selalu rugi Macam anjing dengan bayang

Baik-baik mengirai padi Takut mercik ke muka orangBiar pandai menjaga diri Takut nanti diejek orang

Ke hulu membuat pagar Jangan terpotong batang durianCari guru tempat belajar Supaya jangan sesal kemudian

Padi muda jangan dilurut Kalau dilurut pecah batangHati muda jangan diturut Kalau diturut salah datang

Orang Daik memacu kuda Kuda dipacu deras sekaliBuat baik berpada-pada Buat jahat jangan sekali

Dayung perahu tuju haluan Membawa rokok bersama rempahKalau ilmu tidak diamalkan Ibarat pokok tidak berbuah

Kalau kita menebang jati Biar serpih tumbangnya janganKalau kita mencari ganti Biar lebih kurang jangan

Adik ke kedai membeli halia Emak memesan membeli laksaJadilah insan berhati mulia Baik hati berbudi bahasa

Pantai Mersing kuala Johor Pantainya bersih sangat mashyurPohonkan doa kita bersyukur Negara kita aman dan makmur

Tuan Mahmud bermain tombak,Dang Kasuma menangkap tupai;Kalau takut dilambung ombak,Jangan berumah di tepi pantai.

Sayang Musalmah memakai tudung,Tudung dipakai sebelah kiri;Apa dikenang kepada untung,Untung tak untung diri sendiri.

Ambil bertih dari hulu,Isi mari di dalam balang;Bersihkan laman kita dahulu,Baru bersihkan halaman orang.

Anak tiung anak ketitir,Anak balau terlompat-lompat;Barang dikendong habis tercicir,Barang dikejar haram tak dapat.

Kumpulan Pantun Asriadi Cintailah sesuatu itu karena Allah SWT. Supaya kamu tidak menyesal nantinya ok!!!

Skip to content Home Pantun Agama Pantun Nasehat Pantun Teka-Teki Tentang DirikuPantun Nasehat

Kalau keladi sudah ditanamJanganlah lagi meminta talasKalau budi sudah ditanamJanganlah lagi meminta balasKalau ada jarum yang patahJangan simpan dalam petiKalau ada kata yang salahJangan simpan dalam hatiHari panas jangan ke lautKalau ke laut kapal tergalangHati panas jangan diturutKalau diturut akal pun hilangJangan mengipas-ngipas arangKalau dikipas banyak baranyaJangan memanas-manaskan orangKalau panas banyak maraknyaKalau memagar rumpun bawangPagar dahulu lapis berlapisKalau mendengar pengaduan orangDengarkan dulu habis-habisKalau ranting sudah bertangkaiJanganlah dililit-lilit jugaKalau berunding sudah selesaiJangan diungkit-ungkit jugaJangan patahkan atap mengkuangAtap patah kumbangpun laluJangan patahkan cakap orangCakap patah orangnya maluJangan suka mencabut padiKalau dicabut hilang buahnyaJangan suka menyebut budiKalau disebut hilang tuahnyaJangan suka makan mentimunMentimun itu banyak getah nyaJangan suka banyak melamunMelamun itu tiada gunanyaKalau berkitab sambil menulisJangan sampai dawat terbuangKalau bercakap di dalam majelisJangan sampai mengumpat orangKalau kita tidak bersuluhJangan takut berjalan malamKalau kita tidak bermusuhJangan takut makan setalamKalau kita tidak bergalahJangan takut membentang kajangKalau kita tidak bersalahJangan takut ditantang orangBanyak sayur dijual di pasarBanyak juga menjual ikanKalau kamu sudah laparcepat cepatlah pergi makanKalau harimau sedang mengaumBunyinya sangat beriramaKalau ada ulangan umumMarilah kita belajar bersamaHati-hati menyeberangJangan sampai titian patahHati-hati di rantau orangJangan sampai berbuat salahManis jangan lekas ditelanPahit jangan lekas dimuntahkanMati semut karena manisanManis itu bahaya makanan.Buah berangan dari JawaKain terjemur disampaianJangan diri dapat kecewaLihat contoh kiri dan kananDi tepi kali saya menyinggahMenghilang penat menahan jeratOrang tua jangan disanggahAgar selamat dunia akhiratTumbuh merata pohon tebuPergi ke pasar membeli dagingBanyak harta miskin ilmuBagai rumah tidak berdindingPinang muda dibelah duaAnak burung mati diranggahDari muda sampai ke tuaAjaran baik jangan diubahAnak ayam turun sepuluhMati satu tinggal sembilanTuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguhSupaya engkau tidak ketinggalanAnak ayam turun sembilanMati satu tinggal delapanIlmu boleh sedikit ketinggalanTapi jangan sampai putus harapanAnak ayam turun delapanMati satu tinggal lah tujuhHidup harus penuh harapanJadikan itu jalan yang ditujuAda ubi ada talasAda budi ada balasSebab pulut santan binasaSebab mulut badan meranaJalan kelam disangka terangHati kelam disangka suciAkal pendek banyak dipandangJanganlah hati kita dikunciJalan-jalan ke kota baliJangan lupa beli buah dukuKalau besar jangan mencuriAgar orang menghargaimuBunga mawar bunga melatiKala dicium harum baunyaBanyak cara sembuhkan hatiBaca Quran paham maknanyaSebelum menggali buah bengkuangGalilah dahulu buah ketariSebelum mencari kesalahan orangCarilah dahulu kesalahan sendiriIlmu insan setitik embunTiada umat sepandai NabiKala nyawa tinggal diubunTurutlah ilmu insan nan matiKe hulu membuat pagar,Jangan terpotong batang durian;Cari guru tempat belajar,Supaya jangan sesal kemudian.Tiap nafas tiadalah kekalSiapkan bekal menjelang wafatTurutlah Nabi siapkan bekalDengan sebar ilmu manfaatHati-hati membeli rokokKarena rokok panjang-panjangHati-hati memilih cowokKarena cowok mata keranjangBikin kue dari buahBuahnya apel sama delimaBila engkau suka berdakwahDakwahlah seperti ulamaKayu cendana diatas batuSudah diikat dibawa pulangAdat dunia memang begituBenda yang buruk memang terbuangKemuning ditengah balaiBertumbuh terus semakin tinggiBerunding dengan orang tak pandaiBagaikan alu pencungkil duriParang ditetak kebatang senaBelah buluh taruhlah temuBarang dikerja takkan sempurnaBila tak penuh menaruh ilmuPadang tamu padang baiduriTempat raja membangun kotaBijak bertemu dengan jauhariBagaikan cincin dengan permataNgun Syah Betara SaktiPanahnya bernama Nila GandiBilanya emas banyak dipetiSembarang kerja boleh menjadiJalan-jalan ke kota Blitarjangan lupa beli sukunJika kamu ingin pintarbelajarlah dengan tekunDi gunung sana kau suka berliburDi gunung sini kau suka tertawaBila sudah masuk kuburHanya amal yang dibawaMenepuk air di bak mandi,terpercik muka sendiri.Bila ingin setiap waktumu berarti,jangan terjebak rutinitas sehari-hari.Mencari suatu lokasi tersembunyi,lebih mudah dari tempat yang tinggi.Ambilah jarak dari perilaku sehari-hari,biar lebih mudah menggaliBurung Glatik mati ditusukBuat apa cantik klo hatinya busukBandar Belawan di tanah DeliSungguh ramai orang berniagaTelah bertambah usia kiniMakin bijak dan waspadaEngku Nur membeli belah di pekanMembeli sirih dank kelapanyaJatah usia makin terkurangkanMarilah ingat kepada-NyaBandar Malaka indah bandarnyaSungguh elok bila dipandangSemakin matang dikau usianyaMakin eloklah pribadi dipandangMatahari terbit di KalimantanMembawa hangat indahnya nianInilah hari jadi Tuan TianSemoga membawa kebahagiaanSelamat Ulang Tahun ya! Pantun PendidikanJalan-Jalan Ke SawojajarDisana Banyak Batu KoralSekolah Tempat Qta BelajarBelajar Ilmu Serta MoralPergi Jalan-Jalan Ke PasarPergi Lgee Ke Tempat GadaiMari Qta Rajin BelajarRajin Belajar Supaya PandaiJika pergi ke padang datarJangan lupa pulang berlabuhJika kita kepingin pintarBelajarlah sungguh-sungguhJika ingin mendulang cadasJangan lupa palu bajaJika murid tumbuh cerdasGuru pun ikut bahagiaJika kamu pergi ke dusunJangan lupa bawa berasBelajarlah dengan tekunAgar kita naik kelasJika kita makan petaijangan lupa makan kerupukJika kita ingin pandaiRanjin-rajin baca bukuKehutan mencari rusaHendaklah membawa taliWahai anak-anak bangsaCepat bangun lekas mandiAndai ini hari rugiTentu mujur esok lusaJangan lupa gosok gigiSebab kamu anak bangsaHendaklah melempar jangkarKalau ada perahu singgahKalau anak bangsa pintarNegeri ini akan banggaMasak angsa dikualiBukan saja di perigiHendaklah kamu mengabdiDi pangkuan ibu pertiwiPergilah ke tepi kaliJangan lupa bawa guciBangkitlah anak pertiwiBangunlah negerimu iniJika kita pegang kuasMelukislah pada kertasJika anak bangsa cerdasBangsa pun berkualitasJika hendak kamu melamarJangan banyak tulis dihapusJika siswa rajin belajarSudah tentu pasti lulusBunga mawar berwarna merahsungguh indah walau diluardari pada kita marah-marahlebih baik kita nbelajarBuah masam asam rasanyakalau gula rasanya maniswalau dia jelek wajahnyatetapi mahir berbahasa inggrisbunga mawar bunga melatidi tanam di pinggir sunggairajin rajinlah kita mengajikelak tuanya menjadi pak hajijika pergi ke padang datarjangan lupa pulang berlabuhjika kita ingin pintarbelajarlah sungguh-sungguhburung GARUDA terbangnya tinggiterbang jauh tiada taraapa bila kamu sudah sukses nantijangan melupakan guru yang sudah berjasa.Buka puasa di Restoranjangan lupa ajak istrijangan sampai melupakan pendidikandan carilah ilmu sampai matibunga melati bunga mawarbelinya di toko bunga nitajika kalian ingin belajarbukalh telinga dan mataPantun PendidikanJika ingin mendulang cadasJangan lupa palu bajaJika murid tumbuh cerdasGuru pun ikut bahagiaJika kamu pergi ke dusunJangan lupa bawa berasBelajarlah dengan tekunAgar kita naik kelasJika kita makan petaijangan lupa makan kerupukJika kita ingin pandaiRanjin-rajin baca bukuKehutan mencari rusaHendaklah membawa taliWahai anak-anak bangsaCepat bangun lekas mandiAndai ini hari rugiTentu mujur esok lusaJangan lupa gosok gigiSebab kamu anak bangsaHendaklah melempar jangkarKalau ada perahu singgahKalau anak bangsa pintarNegeri ini akan banggaMasak angsa dikualiBukan saja di perigiHendaklah kamu mengabdiDi pangkuan ibu pertiwiPergilah ke tepi kaliJangan lupa bawa guciBangkitlah anak pertiwiBangunlah negerimu iniJika kita pegang kuasMelukislah pada kertasJika anak bangsa cerdasBangsa pun berkualitasJika hendak kamu melamarJangan banyak tulis dihapusJika siswa rajin belajarSudah tentu pasti lulusAnak sekolah pergi mengajiPergi mengaji hari lah pagiSungguh malang nasibku iniSejak aku di tinggal ibu tiriBunga mawar berwarna merahSungguh indah walau diluarDari pada kita marah-marahLebih baik kita belajarBuah masam asam rasanyaKalau gula rasanya manisWalau dia jelek wajahnyaTetapi mahir berbahasa inggrisBunga mawar bunga melatiDi tanam di pinggir sunggaiRajin rajinlah kita mengajiKelak tuanya menjadi pak hajiJika pergi ke padang datarJangan lupa pulang berlabuhJika kita ingin pintarBelajarlah sungguh-sungguhBurung Garuda terbangnya tinggiTerbang jauh tiada taraApa bila kamu sudah sukses nantiJangan melupakan guru yang sudah berjasa.Buka puasa di RestoranJangan lupa ajak istriJangan sampai melupakan pendidikanDan carilah ilmu sampai matiBunga melati bunga mawarBelinya di toko bunga nitaJika kalian ingin belajarBukalah telinga dan mataMatahari bersinar cerahPara nelayan mulai berlayarJika ingin masa depan mu cerahRajin-rajinlah belajarMinum susu kental manis,lebih enak pake es batu.Wahai adik jangan menangis,Apa yang bisa kakak bantuBuat apa beli ikanKalau tidak dipeliharaBuat apa beli Al-QuranKalau tidak suka dibacaAda jeruk diatas andongDimakannya hanya sepasiJadi anak jangan berbohongKelak dewasa bisa korupsiDaun hijau di puncak gunungBurung terbang berkicau riaJangan lupa menuntut ilmuPasti hidupmu akan bahagiaBuat apa makan mentimunLebih baik makan nasiBuat apa duduk melamunLebih baik kita mengaji Angkutan kota bewarna-warniPenuh sesak dalam kotaMenyebrang harus berhati-hatiJika lengah,celakalah kitaJangan suka makan mentimunMentimun itu banyak getahnyaJangan suka duduk melamunMelamun itu tak ada gunanyaSungguh cantik anak Pak cmatPakai baju apapun pantasKalau kamu ingin selamatPatuhilah rambu-rambu lalu lintassJalan-jalan kekota blitarJangan lupa beli sukunJika kamu ingin pintarBelajarlah dengan tekunAnak udang, udang jugaBolehkah jadi anak tenggiriAnak orang,orang jugaBolehkah jadi anak sendiriDaun terap diatas dulangAnak udang mati ditubaDalam kitab ada terlarangYang haram jangan dicobaKemana kancil akan di kejarLari cepat masuk pasarKalau mau jadi anak pintarRajin membaca banyak belajarJalan jalan ke kota banjarJangan lupa membeli kurmaKita harus rajin belajarAgar dapat ranking pertamaPergi sekolah pagi-pagiSampai lupa makan sarapanJika kamu tak mau rugiRaih lah ilmu pendidikanKalau kamu mau berlayarSilahkan saja naik perahuKalau kamu mau pintarJangan suka mengerutuBuat apa punya kukuKalau tak punya jariBuat apa punya bukuKalau tak dipelajariJika ingin mendulang cadasJangan lupa palu bajaJika murid tumbuh cerdasGuru pun ikut bahagiaJika kamu pergi ke dusunJangan lupa bawa berasBelajarlah dengan tekunAgar kita naik kelasJika kita makan petaiJangan lupa makan kerupukJika kita ingin pandaiRanjin-rajin baca bukuKehutan mencari rusaHendaklah membawa taliWahai anak-anak bangsaCepat bangun lekas mandiAndai ini hari rugiTentu mujur esok lusaJangan lupa gosok gigiSebab kamu anak bangsaHendaklah melempar jangkarKalau ada perahu singgahKalau anak bangsa pintarNegeri ini akan ramahMasak angsa di kualiBukan saja di perigiHendaklah kamu mengabdiDi pangkuan ibu pertiwiPergilah ke tepi kaliJangan lupa bawa guciBangkitlah anak pertiwiBangunlah negerimu iniJika kita pegang kuasMelukislah pada kertasJika anak bangsa cerdasBangsa pun berkualitasJika hendak kamu melamarJangan banyak tulis dihapusJika siswa rajin belajarSudah tentu pasti lulusBunga mawar berwarna merahSungguh indah walau diluarDari pada kita marah-marahLebih baik kita nbelajarBuah masam asam rasanyaKalau gula rasanya manisWalau dia jelek wajahnyaTetapi mahir berbahasa inggrisBunga mawar bunga melatiDi tanam di pinggir sunggaiRajin rajinlah kita mengajiKelak tuanya menjadi pak kyaiPak dani bawa adikMau diasah dijati baruJangan suka ganggu adikNanti dimarahi ibuAnak doah makan lepetMakan lepet sambil melompatKalau ingin cepat pintarRajin- rajin lah untuk belajarKalau ada sumur diladangBoleh kita numpang mandiKalau ada umur yang panjangBoleh kita bejumpa lagiPuisi cinta harus berjajarSeperti bunga-bunga terataiKalau kita rajin belajarCita-cita pasti tercapayJika hendak kamu melamarJangan banyak tulis dihapusJika siswa rajin belajarSudah tentu pasti lulusMatamu berbinar binarBagaikan terang rembulanKamu ngak pinter pinterPacaran aja kerjaanKamu itu sangat imutKamu selalu di hatikuKalau kamu kentutAku selalu pergi darimu

KUMPULAN PANTUN NASIHAT TERBARU 2014

Sungguh indah pintu dipahat, Burung puyuh di atas dahan Kalau hidup hendak selamat Taat selalu perintah Tuhan

Buat apa berbaju batik kalau Tidak pake selendangBuat apa berwajah cantik Kalau tidak mau sembahyang

Serigala suka makan garam Dia makan pakai tiga moncongRumah kumuh sangat seram Karena ada banyak pocong

Air dan api slalu berlawanan Langit dan bumi adalah berjauhanKalau hati penuh kedengkian Siapalah orang yang akan mau berteman

Kalau bulan rindukan mentari Tentu malam akan rindu siangKalau hati cinta Ilahi Tentu dirinya akan merasa tenang

Banyak bulan perkara bulan Tidak semulia bulan puasaBanyak tuhan perkara tuhan Tidak semulia Tuhan Yang Esa

Kehulu sungai gunakan rakit Dari bambu diikat kuatBila ucapku buatmu sakit Maaf darimu sangat kuharap

Beli lemari yang sudah diukir Ukirannya bagus dari daerah MagetanHidup di dunia janganlah kikir Orang kikir itu temannya SETAN

Pergi ke pasar beli bawang Beli bawang tidak pakai kulitHati hati lah jadi orang jadi orang janganlah suka pelit

Belatuk di atas dahan Terbang pergi ke lain pokokHidup mati ditangan Tuhan Kepada Allah kita bermohon

Kalau bulan rindukan mentari Tentu malam akan rindu siangKalau hati cinta Ilahi Tentu dirinya akan merasa tenang

Kera di hutan terlompat-lompat Si pemburu memasang jeratHina sungguh sifat mengumpat Dilaknat Allah dunia akhirat

Kapas dipintal menjadi benang Untuk dibuat si kain kafanBila jamuan kurang berkenan Mohon maaf kami ucapkan

Anak ayam turun sepuluh Mati seekor tinggal sembilanBangun pagi sembahyang subuh Minta doa kepada Tuhan

Kemuning di dlam semak Jatuh melayang ke dalam payaMeski ilmu setinggi tegak Tidak sembahyang apa gunanya

Pergi Haji ke Kota Mekah.. Jangan Lupa bawa Kedondong..Orang yang Rajin sedekah. . Insya aLLoh masuk Surga dong..

Pak gani sedang merawat sapi. banyak sapinya hanya ada empat.Mari bershalawat kepada nabi. semoga kita Di beri syapaat

Ada Tukang kayu membuat Peti Peti yang bagus berbahan kayu jatiMari bersihkan diri dan sucikan hati Jauhkan sifat dengki serta iri hati

Sungguhlah manis si buah nangka Makannya hati-hati karena ada getahnyaJauhkan diri untuk berburuk sangka Buruk sangka itu tdak baik akibatnya

Ada Anak gembala mncari rumput Tak peduli Panasnya terik disiang hariApabla malaikat IZRAIL dtang mnjemput Kmanakah tmpat kta akan berlari

Pergi kepasar membeli itik pulang nya sambil beli gergajiBuat apa punya pacar cantik kalau tidak pernah sering mengaji

Anak ayam turunnya lima Mati seekor tinggal empatKita hidup mesti beragama Supaya hidup tidaklah sesat

Harimau belang turun sekawan Mati ditikam si janda baluIlmu akhirat tuntutlah tuan Barulah sempurna segala fardu

Nyiur mudah luruh setandan Diambil sebiji lalu dibelahSudah nasib permintaan badan Kita dibawah kehendak

Dua tiga empat lima enam tujuh lapan sembilankita hidup takkan lama Jngan lupa siapkan bekalan

Terang bulan tarang bercahaya Cahaya memancar ke tanjung jatiJikalau hendak hidup bhagia Beramal ibadah sebelum mati

Anak ayam turun lapan Mati Seekor tinggal tujuhDuduk berdoa kepada Tuhan Supaya terang jalan seluyuh.

Daun terap di atas dulang Anak udang mati ditubaDalam kitab ada terlarang Yang haram janngan dicoba.

Bunga kenanga di atas kubur Pucuk sari pandan JawaApa guna sombbong dan takabur Rusak hati badan binasa

Burung pelatuk di atas dahan Terbang pergi ke lain pohonHidup mati ditngan tuhan Kepada Allah kita bermohon.

Sayang sayang buah kepayang Buah kepayang hendak dimakanMnusia hanya boleh merancang Kuasa Allah Menentukan

Kalau tuan pergi ke tuban Singgah semalam di DakaShalat itu perintah Tuhan JIKA INGkaR masuk Neraka

Asam kandis asam gelugur Asam nukleat asam sulfatMenangis dipintu kubur Teringat badan tidak shalat

Orang barat pergi mengaji Ke braga jalan ke pantiMeninggalkan shalat jadi berani Seperti raga tak akan mati

Kelapa tua dibelah belah Sudah dibelah lalu dikukurSungguh banyak nikmat Allah Sifat mulia pandai Bersyukur

Puisi & Kirim Puisi Kumpulan karya sastra, sastra Indonesia. Di sini puisi, puisi cinta, puisi Chairil Anwar, kumpulan puisi, contoh puisi, kata-kata cinta, kata-kata romantis, kata-kata bijak, kata-kata nasihat dll Home Profil Penyair Puisi Chairil Anwar Puisi Jalaluddin Rumi Post Pilihan (Mesti Dibaca) Kahlil Gibran Kirim Puisi"Karena sentuhan cinta seseorang menjadi penyair" ~ PlatoSelamat Datang di:www.PuisiKita.Com

--> Kirim Karya Puisi Anda di Sini 10/11/2011Kumpulan peribahasa Indonesia, kata pepatah, kata ibarat, kata ungkapan dan tamsil (abjad s) Berikut merupakan kumpulanperibahasa indonesia. Peribahasa dapat berupakata pepatah, kata-kata ibarat, kata-kata perumpamaan, kata-kata kiasan, kata-kata ungkapan, kata-kata tamsil dll.

Kumpulan peribahasa Indonesia ini di susun menurut abjad. Silahkan menujuke siniuntuk mendapatkan kumpulanperibahasa Indonesiaselengkapnya.

Sabung selepas hari petangArtinya: 1. Usaha yang penghabisan secara untung-untungan.2. Kalau untung semua kerugian akan kembali / tertutupi.

Sakit menimpa, sesal terlambatArtinya:Tidak ada gunanya menyesali sesuatu yang sudah terjadi.

Salah bunuh memberi bangun, salah cencang memberi pampasArtinya:Setiap kesalahan selalu diikuti dengan risiko ganti rugi untuk menghapus kesalahan tersebut.

Salah makan memuntahkan, salah tarik mengembalikanArtinya:1. Harus berani mengakui kesalahan.2. Harus selalu mau memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

Sambil berdendang biduk hilirArtinya: 1. Sambil mengerjakan sesuatu, pekerjaan lain juga tersambilkan.2. erentak mengerjakan dua atau lebih pekerjaan.

Sambil berdiang nasi masakArtinya: 1. Sambil mengerjakan sesuatu, pekerjaan lain juga tersambilkan.2. Mengerjakan dua atau lebih pekerjaan.

Sambil berlayar sambil menampanArtinya:Sambil bekerja, tetaplah berusaha untuk belajar menambah ilmu pengetahuan.

Sambil menyelam minum airArtinya:Mengerjakan suatu pekerjaan, dapat pula menyelesaikan pekerjaan atau masalah yang lain.

Sambil menyuruk, galas laluArtinya:Sambil melindungi diri dari bahaya namun keuntungan tetap tidak dilupakan.

Sampan ada pengayuh tidakArtinya:Kemauan ada, tetapi kemampuan (finansial) tidak ada untuk mencapai cita-cita.

Sarak serasa hilang, bercerai serasa matiArtinya:Suasana hati yang sangat rindu karena berpisah.

Satu orang makan nangka, semua kena getahnyaArtinya:Seorang yang berbuat salah, yang lain terbawa-bawa salah.

Sawah berpematang, ladang berbintalakArtinya:Segala sesuatu itu mempunyai batas.

Sayang akan garam sececah, kerbau seekor dibusukkanArtinya:Karena takut akan kerugian yang sedikit, akhirnya mendapat kerugian yang lebih besar.

Sayangkan anak tangan-tangani, sayangkan istri tinggal-tinggalkanArtinya: 1. Sesekali berpisah justru akan menambah timbulnya rasa rindu dan kasih sayang yang lebih besar.2. Jangan terlalu memanjakan anak dan istri.

Sayangkan kain, buangkan bajuArtinya:Harus memilih salah satu, tidak boleh mengambil atau memiliki keduanya sekaligus.

Sayang-sayang buah kepayang, dimakan mabuk dibuang sayangArtinya: 1. Bingung menghadapi perempuan cantik tapi berbahaya, diambil takut ditinggalkan tak sampai hati.2. Dalam keadaan serba salah.

Seayun bagai berbuaiArtinya:Seia sekata; sepenanggungan sependeritaan; senasib.

Sebab buah dikenal pohonnyaArtinya:Seseorang dikenal oleh orang lain atas hasil karyanya.

Sebagai abu di atas tanggulArtinya: 1. Orang yang tidak tetap kedudukannya.2. Kedudukan yang sangat sulit, dan mudah sekali jatuh.

Sebagai anjing terpanggang ekorArtinya:Seseorang yang ribut sekali, berteriak-teriak dan unjur anjar kesana kemari.

Sebagai gagak pulang ke benuaArtinya:Seseorang yang pulang dari perantauan, tetapi kepandaiannya tidak juga bertambah; masih bodoh juga.

Sebagai melihat asamArtinya:Sangat ingin akan sesuatu.

Sebelum ajal berpantang mati:Artinya: 1. Kehidupan dan kematian ditentukan oleh Tuhan.2. Jangan terlalu takut karena orang tidak akan mati sebelum tiba ajalnya.3. Teruslah berusaha sampai titik darah penghabisan.

Sebesar-besar bumi ditampar tak kenaArtinya:Orang yang sangat sial dalam kehidupannya.

Sebingkah tanah terbalik, sebatang pohon rebahArtinya:Bukti bahwa sesuatu itu sudah menjadi milik orang.

Seciap bagai ayam, sedencing bagai besiArtinya:Seia sekata; senasib sepenanggungan.

Sedepa jalan kemuka, setelempap jalan kebelakangArtinya: 1. Dalam mempertimbangkan sesuatu jangan hanya memandang manfaatnya saja, mudaratnya juga harus diperhitungkan.2. Selalu berhati-hati dalam sebarang pekerjaan.

Sedia payung sebelum hujan:1. Mengantisipasi masalah sebelum masalah tersebut itu terjadi. Terutama yang dimaksud adalah menabung dahulu selama bisa, atau selama hari muda. Nanti jika ada musibah sudah lebih mudah ditanggulangi.2. Harus selalu waspada sebelum segala sesuatu terjadi.

Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukitArtinya:Usaha / upaya kecil yang terus-menerus pasti akhirnya akan memberikan hasil.

Sedikit hujan banyak yang basahArtinya:Kecelakaan yang kecil tetapi jadi besar akibatnya.

Seekor kerbau berkubang, semua kena lulutnyaArtinya:Seorang yang berbuat salah, semua menanggung akibatnya.

Segan bergalah, hanyut serantauArtinya:Malas berusaha maka mundurlah dalam penghidupan.

Sehampir-hampir tepi kain, hampir juga tepi bebatArtinya:Sedekat-dekatnya dengan orang lain, lebih dekat juga dengan keluarga sendiri.

Sehari selembar benang, lama-lama jadi sehelai kainArtinya:Sedikit dikit lama2 menjadi banyak.

Seidas bagai benang, sebentuk bagai cincinArtinya:Dua orang yang sejodoh benar.

Seiring bertukar jalanArtinya:Maksud sama tapi caranya berbeda.

Sejengkal jadi sehastaArtinya:Perkara yang kecil dibesar-besarkan akhirnya jadi besar.

Sekali air besar, sekali tepian berubahArtinya:Sekali air besar, sekali tepian berubah: setiap ada pergantian pemimpin, (selalu) ada pergantian atau perubahan aturan.

Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percayaArtinya:Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya: sekali saja mengkhianati teman maka untuk selanjutnya anda tidak dipercayai lagi.

Sekali membuka pura, dua tiga utang terbayarArtinya: Satu kali melakukan pekerjaan, mendapatkan beberapa hasil (atau keuntungan) sekaligus.

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui jugaArtinya:Satu kali melakukan pekerjaan, mendapatkan beberapa hasil (atau keuntungan) sekaligus.

Sekali tepuk dua lalat

Artinya:Satu kali melakukan pekerjaan, mendapatkan beberapa hasil (atau keuntungan) sekaligus.

Selama air hilir, selama gagak hitamArtinya:Selama-lamanya.

Sendok berdegar-degar, nasi habis budi dapatArtinya:Kalau tak hati-hati mengerjakan sesuatu, kita boleh jadi mendapat malu.

Sendok besar tak mengenyangArtinya:Janji saja yang banyak, buktinya tidak ada.

Sendok dan periuk lagi berantukSuami - istri atau orang bersaudara juga dapat berselisih paham.

Seorang makan cempedak, semua kena getahnyaArtinya:Seorang yang berbuat kesalahan, semua mendapatkan nama jelek.

Sepandai-pandai membungkus yang busuk berbau jugaArtinya:Bagaimanapun disembunyikan maka perbuatan jahat itu akhirnya akan diketahui orang.

Sepandai-pandai tupai meloncat, jatuh jugaArtinya: Tidak ada orang yang sempurna, Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan/kejahatan/kegagalan.

Sepanjang-panjang tali tidak sepanjang mulut orangArtinya:Rahasia apabila telah diceritakan kepada orang lain sudah pasti tidak akan tersimpan lagi, pasti diketahui oleh banyak orang.

Sepasin dapat bersiangArtinya:Mendapatkan keuntungan yang tidak terduga.

Seperti air dengan kolamArtinya:Seorang yang selalu tenang dalam pembawaannya maupun tingkah lakunya.

Bagai air di daun talas:Artinya: 1. Ketidakcocokan antara dua orang, seperti air yang ditaruh di atas daun talas akan terpisah.2. Orang yang tidak mempunyai pendirian.

Seperti air pembasuh tanganArtinya:Pemberian yang kurang berharga atau murahan.

Seperti anai-anai bubusArtinya:Banyak sekali berduyun-duyun; berkeliaran kesana kemari.

Seperti anak ayam kehilangan indukArtinya: (digunakan untuk menggambarkan situasi di mana sebuah kelompok kehilangan pemimpinnya sehingga bingung dan tidak tahu harus melakukan apa.)Contoh: Sejak atasan kami berangkat ke Kairo, kami seperti anak ayam kehilangan induk.

Seperti anak sepat ketohoranArtinya:Barbaring-baring bermalas-malasan saja.

Seperti anak yang baru dibedungArtinya:Orang yang lurus tapi agak pandir; tak tahu berminyak air.

Seperti anjing bercawat ekorArtinya:Pergi atau menghindar karena merasa malu.

Seperti anjing berebut tulangArtinya:Orang yang memperebutkan harta / kedudukan dengan rakus, sehingga rasa kemanusiaannya sampai hilang.

Seperti anjing berjumpa pasirArtinya:Orang yang biasa bertabiat buruk / melakukan pekerjaan yang tidak senonoh selalu saja mengulangi tabiatnya / kelakuan yang tidak senonoh tersebut bila ada kesempatan.

Seperti anjing beroleh bangkaiArtinya:Sangat rakus.

Seperti anjing dengan kucingArtinya:(digunakan untuk menggambarkan dua orang yang saling bermusuhan dan tidak bisa didamaikan.)

Seperti anjing digosok kepala, menjungkit ekorArtinya:Orang yang tidak berbudi, bila dihormati malah menjadi sombong.

Seperti anjing kedahuluanArtinya:Niat hati hendak meminang anak gadis orang, kedahuluan oleh orang besar / orang kaya (lalu pulang dengan kecewa).

Seperti anjing mengunyah tulangArtinya:Orang yang terus menerus bersungut-sungut; menggerutu.

Seperti antah ditepi gantang, masuk tak genap keluar tak ganjilArtinya:Seseorang yang kehadirannya dianggap tidak berguna karena tidak penting (tidak kaya, tidak pandai, tidak berkedudukan, dllsbnya).

Seperti api dalam sekamArtinya:Hal jelek/rawan yang tersembunyi atau tadinya kecil lambat-laun akan muncul menjadi sesuatu bencana/peristiwa yang besar dalam konotasi negatif.

Seperti api makan ladang keringArtinya:Lekas sekali menjadi besar; misalnya pemberontakan, penyakit menular, isu tertentu.

Seperti aur ditarik sungsangArtinya:Perkara yang sukar sekali menyelesaikannya / mendamaikannya.

Seperti ayam beranak itikArtinya:Orang tua yang kuno yang mempunyai anak modern; tak dapat mengikuti / menyesuaikan diri dengan kehidupan / tindak tanduk anak.

Seperti ayam beroleh ubiArtinya:Sangat gembira sekali.

Seperti ayam dimakan tungauArtinya:Sangat gelisah.

Seperti ayam gadis bertelurArtinya:Tidak tetap datangnya.

Seperti ayam mengarang telurArtinya:(dikatakan kepada perempuan yang elok rupanya dan bersikap mengajak-ajak.)

Seperti ayam pulang ke pautanArtinya: 1. Perkawinan yang sudah sesuai sekali, sejodoh.2. Mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keahlian.

Seperti ayam termakan rambutArtinya:Mengeluarkan suara yang tak enak bunyinya; misalnya orang yang tidur mendengkur, penyanyi yang nada suaranya tak pas.

Seperti ayam, kais pagi makan pagi, kais petang makan petangArtinya:Sangat miskin.

Seperti bangau di ekor kerbauArtinya:Menurut saja, tak punya pendirian.

Seperti Belanda minta tanahArtinya:Tidak puas akan pemberian orang, selalu mau lebih lagi.

Seperti belut jatuh ke lumpurArtinya:Sangat gembira.

Seperti berdiang di abu dinginArtinya:Meminta pertolongan kepada orang yang miskin atau kepada orang yang memang tak dapat menolong.

Seperti berlindung di balik sehelai daunArtinya:Menyembunyikan sesuatu kesalahan secara bodoh sehingga semua orang tahu.

Seperti biduk dikayuh hilirArtinya:Menyuruh seseorang yang memang senang mengerjakan pekerjaan tersebut.

Seperti birah tidak beruratArtinya:Sangat malas, sebentar-bentar tidur.

Seperti birah tumbuh di tepi lesungArtinya:Subur; lekas menjadi besar.

Seperti bisai makan sepingganArtinya:Jangan makan terlau banyak nanti badan gemuk, hilang kecantikannya.

Seperti buah masak seulasArtinya:Hanya seorang saja dari kaum / kelompok / suku tersebut yang maju, yang lainnya masih bodoh-bodoh.

Seperti bujang jolong bekerja, gadis jolong bersubangArtinya:Orang yang baru saja kaya atau baru mendapat pangkat yang menyombongkan kelebihannya itu.

Seperti bujang jolong berkerisArtinya:Orang yang menyombongkan / melagakkan kelebihannya.

Seperti buku gaharuArtinya:Baru memperlihatkan kelebihannya / keunggulan bila memang sudah diperlukan.

Seperti bulan dipagar bintangArtinya:Permaisuri yang dikelilingi oleh istri pembesar atau pengantin yang dikelilingi gadis-gadis berpakaian indah-indah.

Seperti bunga kembang setamanArtinya:Pengantin yang dikelilingi oleh pagar ayu.

Seperti cacing kepanasanArtinya:Sangat resah gelisah, tidak tenang.

Seperti cendawan dimusim hujanArtinya:Tiba-tiba menjadi banyak sekali.

Seperti Cina karamArtinya:Keadaan / suasana yang terlalu ribut dan kacau balau.

Seperti Cina kebakaran jenggotArtinya:Keadaan / suasana yang terlalu ribut, kacau balau.

Seperti diiris-iris dengan sembiluArtinya:Suasana hati yang sangat pedih.

Seperti ditempuh gajah laluArtinya:Sesuatu hal yang buruk yang tak dapat ditutup-tutupi lagi.

Seperti elang menyongsong anginArtinya:Rupa yang gagah dan heat; tidak takut melawan musuh.

Seperti emas yang baru diupamArtinya:Sangat bagus sekali, misalnya dikatakan pada gadis yang manis rupanya kulitnya licin bersih.

Seperti embun di atas daunArtinya:Rapuh / goyah sekali, misalnya tentang kedudukan, pekerjaan, hubungan, dan lain sebagainya.

Seperti embun di ujung rumputArtinya:Sangat rapuh / goyah, misalnya tentang kedudukan, pekerjaan, hubungan, dllsbnya.

Seperti gergaji bermata duaArtinya:Memperoleh keuntungan dari dua belah pihak.

Seperti harimau menyembunyikan kukuArtinya:Orang yang tak mau menyombongkan kelebihannya (kepandaiannya, kekayaannya, dllsbnya).

Seperti hujan balik kelangitArtinya:Keadaan yang terbalik, misal orang yang pandai bertanya pada yang bodoh, orang yang kaya meminta pada yang miskin.

Seperti ikan dalam airArtinya:Merasa sangat senang sekali.

Artinya:Seperti ikan dalam belangaRezeki sudah di tangan, tak akan terlepas lagi.

Seperti itik mendengarkan gunturArtinya:Sangat senang sekali membayangkan keuntungan yang akan tiba.

Seperti itik pulang petangArtinya:Jalan beriring-iring.

Seperti jamur dimusim hujanArtinya:Sesuatu yang tiba-tiba menjadi banyak sekali.

Seperti janggut pulang ke daguArtinya:Sudah pada tempatnya, sudah sesuai.

Seperti jentayu rindukan hujanArtinya:Dikatakan kepada seseorang yang sangat merindukan kekasihnya.

Seperti katak dalam (di bawah) tempurung :Artinya: 1. Seseorang yang wawasannya kurang luas, bodoh, picik.2. Orang seperti ini penglihatannya tidak luas, luasnya bagaikan luas tempurung.

Seperti katak hendak menjadi lembuArtinya: 1. Jangan memimpikan sesuatu yang tidak mungkin; 2. orang kecil yang bercita-cita terlalu tinggi, akhirnya binasa oleh karena cita-citanya itu.

Seperti kelapa sompongArtinya:Anak gadis tidak perawan lagi.

Seperti kerbau dicucuk hidungArtinya:Orang bodoh yang selalu menurut.

Seperti kucing lepas senjaArtinya:Orang yang kalau sudah pergi tidak akan kembali lagi.

Seperti lalat mencari puruArtinya:Terlalu rakus mengejar keuntungan, sehingga tidak tahu malu lagi.

Seperti lipas kudungArtinya: Selalu sibuk, tangan hampir tak pernah berhenti bergerak untuk melakukan sesuatu.

Seperti membakar lalangArtinya:Memulainya mudah, namun menghentikannya sukar sekali.

Seperti menampalkan kersik ke buluhArtinya:Sia-sia saja mengajar orang yang bodoh tapi keras kepala.

Seperti menatang minyak penuhArtinya:Harus berhati-hati, salah sedikit dapat bencana.

Seperti mendapat durian runtuhArtinya:Mendapat keuntungan yang tidak terduga.

Seperti menggantang asapArtinya:Perbuatan yang sia-sia, tidak ada gunanya.

Seperti menggenggam bara, terasa hangat dilepaskanArtinya:Sesuatu yang dicoba-coba dahulu, bila tak suka / tak senang maka dilepaskan.

Seperti menghasta kain sarung artinya:Artinya: 1. Pekerjaan yang sia-sia;2. Pekerjaan yang tak kunjung sudah selesainya.

Seperti menghela rambut ditepung, rambut tak putus, tepung tidak terserakArtinya:Hati-hati sekali dalam menyelesaikan perselisihan agar tidak ada fihak yang merasa dirugikan.

Seperti meniup api di atas airArtinya:Mengerjakan pekerjaan yang hampir tak ada harapan untuk selesai.

Seperti negeri dialahkan garudaArtinya:Sangat sepi sekali.

Seperti nyawa ayamArtinya:Tidak dianggap penting.

Seperti orang buta baru melekArtinya: 1. Sangat gembira.2. Banyak tuntutan yang bukan-bukan.

Seperti orang buta kehilangan tongkatArtinya:Sangat bingung, kehilangan akal.

Seperti orang darat jolong menurunArtinya:Tercengang-cengang; canggung.

Seperti padi hampa, kepalanya mendongak (Seperti padi hampa, makin lama makin mendongak)Artinya:Orang yang tidak berpengetahuan biasanya malah suka menyombongkan diri; angkuh.

Seperti pinang dibelah duaArtinya:Dua orang atau dua hal yang sangat mirip satu sama lain. Biasa merujuk pada sepasang kembar.

Seperti pinang pulang ke tampuknyaArtinya:Cocok sekali; sudah sejodoh benar.

Seperti pipit menelan jagungArtinya: 1. Lelaki yang beristrikan perempuan yang derajatnya terlalu tinggi baginya.2. Orang yang diberikan jabatan terlalu tinggi baginya - sehingga bukan membahagiakan, justru menyusahkannya saja.

Seperti rusa masuk kampungArtinya:Tercengang-cengang melihat sesuatu yang baru pertama kali di lihat olehnya.

Seperti sayur dengan rumputArtinya:Perbedaannya sangat besar; sangat berbeda.

Seperti sayur tidak berbumbuArtinya: 1. Suasana hati yang hambar.2. Sesuatu yang tidak enak; tidak menarik.

Seperti seludang menolak mayangArtinya:(dikatakan kepada orang tua yang beranakkan pembesar, makin merasa kecil dirinya terhadap anaknya, lalu menjauhkan diri dari anaknya.)

Seperti sirih pulang ke gagangnyaArtinya:Sudah sejodoh; perjodohan sudah sesuai.

Seperti talam dua mukaArtinya:Seseorang yang mendapat keuntungan dari dua belah fihak yang berselisih.

Seperti telur di ujung tandukArtinya:Suatu keadaan yang sangat berbahaya, salah sedikit bisa celaka.

Seperti tidak berjejak di bumiArtinya: 1. Orang yang sangat cepat larinya.2. Kepala pusing, badan terasa melayang; oleh sebab sakit atau oleh sebab mabuk.

Seperti tikus jatuh ke berasArtinya: 1. Tampak terlalu menikmati kelezatan hidup di dunia.2. Lelaki miskin beristrikan perempuan kaya.

Seperti udang dipanggangArtinya:Seseorang yang menjadi merah padam mukanya karena beroleh malu.

Seperti ular dicubit ekorArtinya: 1. Sangat marah.2. Menghadapi musuh dengan berani.

Seperti ular kena paluArtinya:Sangat marah namun tak dapat melawan.

Seperti unta menyerahkan diriArtinya:Penyerahan mutlak tanpa syarat, tunduk pada perintah.

Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium jugaArtinya:(digunakan untuk menggambarkan suatu kejahatan atau sesuatu yang ditutup-tutupi). Kejahatan tersebut tidak mungkin selamanya ditutupi. Suatu saat, akan terungkap juga.

Sepuluh batang bertindih yang di bawah juga yang kenaArtinya:Pihak manapun yang menang dalam perang saudara maka rakyat kecil jugalah yang tetap menderita / merasakan kesusahannya.

Sepuluh jung masuk pelabuhan, anjing bercawat ekor juaArtinya:Orang yang bebal dan dungu tetap tinggal bodoh juga, tak mau meniru walaupun telah banyak contoh yang diberikan.

Serigala berbulu dombaArtinya:Tampang bodoh, baik dan penurut, tetapi sebenarnya curang, jahat dan kejam.

Seringgit dua kupangArtinya:Sama saja.

Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna / Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak bergunaArtinya:Setiap tindakan atau perbuatan itu hendaknya dipikirkan dahulu baik-baik sebelum dikerjakan agar tidak timbul penyesalan di kemudian hari.

Sesat di ujung jalan surut ke pangkal jalanArtinya:Kalau pembicaraan telah menyimpang segeralah kembali ke pokok permasalahan semula.

Sesat surit terlangkah kembaliArtinya:Kalau sadar akan kesalahan segeralah perbaiki.

Sesayat sebelanga jugaArtinya: 1. Meskipun hanya sebagian yang hadir namun boleh dipadakan seakan semuanya hadir.2. Cukup qorum.3. Walaupun masih ada kekurangan namun dapat diterima juga.

Setajam-tajam pisau, masih lebih tajam lidahArtinya:Ucapan komentar (atau fitnah) seseorang bisa lebih menyakitkan daripada sebuah benda yang tajam sekalipun. Ibaratnya, sebuah luka masih bisa sembuh, tetapi luka di hati sangat sulit sembuh.

Setali tiga uangArtinya:Sama saja.

Setinggi-tinggi bola melambung, jatuhnya ke tanah juaArtinya: 1. Sejauh-jauhnya merantau akhirnya kembali ke kampung halaman juga.2. Setinggi-tingginya pangkat / kedudukan bila sudah pensiun / berhenti bekerja kembali jadi rakyat biasa.

Setinggi-tingginya bangau terbang, akhirnya ke pelimbahan (kubang) jugaArtinya: 1. Sejauh-jauhnya merantau akhirnya kembali ke kampung halaman juga.2. Setinggi-tingginya kedudukan / pangkat bila sudah pensiun / berhenti bekerja akan menjadi rakyat biasa juga.

Siang bermatahari, malam berbulanArtinya:Perkara yang sudah jelas sekali.

Siang berpanas, malam berembunArtinya:Sangat miskin, tidak mempunyai rumah dan harta benda lainnya.

Siapa cepat boleh dapat, siapa kemudian putih mataArtinya:Yang dahuluan datang itulah yang lebih dahulu mendapat pertolongan, yang datang belakangan boleh jadi tidak memperoleh apa-apa.

Siapa melompat, siapa patahArtinya:Siapa yang berbuat salah dialah yang menanggung akibatnya.

Siapa yang kena cubit, itulah yang merasa sakitArtinya:Hal yang sudah pasti, dan tidak perlu diberi tahu.

Siapa yang mau mengaku berak di tengah jalanArtinya:Tidak ada yang mau bertanggung jawab / mengakui bila telah terjadi perbuatan / kesalahan fatal.

Siapa yang menabur angin, akan menuai badaiArtinya:Dia yang berbuat, dia pula yang terkena akibat.

Siapa yang menggali lubang, akan terperosok lubang sendiriArtinya:Dia yang berbuat, dia pula yang terkena akibat.

Sia-sia menggiring angin, terasa ada tertangkap tidakArtinya:Jangan mengharapkan yang bukan-bukan karena akhirnya akan mengecewakan saja.

Sia-sia utang tumbuhArtinya:Karena terlalu berani tanpa pertimbangan / perhitungan yang matang maka hanya hutanglah yang diperoleh.

Sidingin tampal di kepalaArtinya: 1. Anak yang dapat menjadi kebanggaan orang tua.2. Obat jerih pelerai demam (kias).

Sigai sampai ke langitArtinya:Kalau hendak mengerjakan sesuatu pekerjaan hendaklah sampai tuntas.

Silap mata, pecah kepalaArtinya:Kalau tidak waspada maka bahaya akan selalu mengancam.

Sirih pulang ke gagang, pinang pulang ke tampukArtinya: Jodoh sudah sesuai benar.

Sudah beruban baru bergaumArtinya: 1. Orang tua yang pesolek seperti orang muda.2. Lupa umur.

Sudah besar maka hendak melandaArtinya:Karena sudah berkuasa, maka hendak berbuat sewenang-wenang.

Sudah biasa makan empingArtinya:Sudah banyak pengalaman.

Sudah busuk maka dipedaArtinya:Sudah terjadi kecelakaan / hal yang tidak diinginkan, baru dijalankan ikhtiar.

Sudah buta baru celikArtinya:Kepala pusing karena mendapatkan keuntungan yang tidak diduga-duga.

Sudah jadi abu arangArtinya:Telah rusak sama sekali, sehingga kecil sekali kegunaannya.

Sudah jatuh, tertimpa tangga pulaArtinya:(digunakan untuk menggambarkan kemalangan yang datang berturut-turut.)

Sudah ketengah makan apiArtinya:Sudah terlanjur; sukar ditarik kembali perkataan yang menyakiti hati orang lain.

Sudah makan baru bismillahArtinya:Melakukan pekerjaan tidak menurut aturannya, yang seharusnya dikerjakan terlebih dahulu dikerjakan kemudian.

Sudah masuk kedalam mulut harimauArtinya:Sudah jatuh ke tangan musuh.

Sudah seayun bagai berbuaiArtinya:Sudah sepakat untuk seia sekata.

Sudah tahu peria pahitArtinya: 1. Menyesal kemudian tidak ada gunanya.2. Sudah tahu akan buruk akibatnya, masih juga dikerjakan.

Sudah terantuk baru tengadahArtinya:Setelah menderita kerugian baru sadar.

Surga berada di telapak kaki ibuArtinya:Kebahagiaan berasal dari bakti anak kepada ibu.

Susu di dada tak dapat dielakkanArtinya:Nasib atau suratan azali itu tak dapat dihindari.

Di-posting oleh PuisiKita AJAKAN IdaMenembus sudah cayaUdara tebal kabutKaca hitam lumutPecah pencar sekarangDi ruang lengang lapangMari ria lagiTujuh belas tahun kembaliBersepeda sama gandenganKita jalani ini jalan

Ria bahgiaTak acuh apa-apaGembira-girangBiar hujan datangKita mandi-basahkan diriTahu pasti sebentar kering lagi.

Februari 1943

Puisi Oleh: Chairil Anwar

BERCERAI Kita musti berceraiSebelum kicau murai berderai.

Terlalu kita minta pada malam ini.

Benar belum puas serah-menyerahDarah masih berbusah-busah.

Terlalu kita minta pada malam ini.

Kita musti berceraiBiar surya kan menembus oleh malam di perisai

Dua benua bakal bentur-membentur.Merah kesumba jadi putih kapur.

Bagaimana?Kalau IDA, mau turut mengaburTidak samudra caya tempatmu menghambar

7 Juni 1943

Puisi oleh: Chairil Anwar

BUAT GADIS RASID Antaradaun-daun hijaupadang lapang dan teranganak-anak kecil tidak bersalah, baru bisa lari-larianburung-burung merduhujan segar dan menyebarbangsa muda menjadi, baru bisa bilang akuDanangin tajam kering, tanah semata gersangpasir bangkit mentanduskan, daerah dikosongiKita terapit, cintaku- mengecil diri, kadang bisa mengisar setapakMari kita lepas, kita lepas jiwa mencari jadi merpatiTerbangmengenali gurun, sonder ketemu, sonder mendarat- the only possible non-stop flightTidak mendapat.

1948

Puisi Oleh: Chairil Anwar

KENANGAN untuk Karinah Moordjono

KadangDi antara jeriji itu-itu sajaMereksmi memberi warnaBenda usang dilupaAh! Tercebar rasanya diriMembumbung tinggi atas kiniSejenakSaja. Halus rapuh ini jalinan kenangHancur hilang belum dipegangTerhentakKembali di itu-itu sajaJiwa bertanya: Dari buahHidup kan banyakan jatuh ke tanah?Menyelubung nyesak penyesalan pernah menyia-nyia

19 April 1943

Puisi Oleh: Chairil Anwar

CINTAKU JAUH DI PULAU Cintaku jauh di pulau,gadis manis, sekarang iseng sendiri.

Perahu melancar, bulan memancar,di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.dngin membantu, laut terang, tapi terasadku tidak kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,di perasaan penghabisan segala melajuAjal bertakhta, sambil berkata:Tujukan perahu ke pangkuanku saja.

Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!Perahu yang bersama kan merapuh!Mengapa Ajal memanggil duluSebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,Kalau ku mati, dia mati iseng sendiri

1946

Puisi Oleh: Chairil Anwar

DENDAM Berdiri tersentakDari mimpi aku bengis dielak

Aku tegakBulan bersinar sedikit tak nampak

Tangan meraba ke bawah bantalkuKeris berkarat kugenggam di hulu

Bulan bersinar sedikit tak nampak

Aku mencariMendadak mati kuhendak berbekas di jari

Aku mencariDiri tercerai dari hati

Bulan bersinar sedikit tak tampak

13 Juli 1943

Puisi oleh: Chairil Anwar

SEMANGAT ~ Chairil Anwar Kalau sampai waktukukutahu tak seorang kan merayuTidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu!

Aku ini binatang jalangDari kumpulan terbuang

Biar peluru menembus kulitkuAku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlariBerlari

Hingga hilang pedih dan peri.

Dan aku lebih tidak perduliAku mau hidup seribu tahun lagi.

Maret 1943

Puisi Oleh: Chairil Anwar

SUARA MALAM Dunia badai dan topan -Manusia mengingatkan: Kebakaran di HutanJadi ke manaUntuk damai dan reda?Mati.Barang kali ini diam kaku sajadengan ketenangan selama bersatumengatasi suka dan dukakekebalan terhadap debu dan nafsu.Berbaring tak sedarSeperti kapal pecah di dasar lautanjemu dipukul ombak besar.Atau ini.Peleburan dalam Tiadadan sekali akan menghadap cahaya...Ya Allah! Badanku terbakar segala samar.Aku sudah melewati batas.Kembali? Pintu tertutup dengan keras.

Februari 1943

Puisi Oleh: Chairil Anwar