of 17 /17
Nama Kelompok: 1. Benget Oscar M 2. Muh. Amin Rais 3. Nur Azhanil 4. Rami Pratama P 5. Riyad Abdul Fahmy 6. Yakobus Yovan Febrian

Pantun Powerpoint

Embed Size (px)

Text of Pantun Powerpoint

Slide 1

PantunNama Kelompok:Benget Oscar MMuh. Amin RaisNur AzhanilRami Pratama PRiyad Abdul FahmyYakobus Yovan Febrian

Etimologi pantunPantun merupakan pengembangan lebih lanjut dari peribahasa banjar. Istilah pantun sendiri menurut brensetter sebagai mana yang di kutipkan winstead Berasal dari akar kata tun yang kemudian berubah menjadi tuntun yang artinya teratur / tersusun. Hampir mirip dengan tuntun adalah tonton dalam bahasa tagalog artinya berbicara menurut aturan tertentu.Sejarah pantunPada mulanya pantun merupakan senandung atau puisi rakyat yang di nyanyikan. Pantun pertama kali muncul dalam sejarah melayu dan hikayat-hikayat populer yang sejaman dan di sisipkan dalam syair-syair seperti syair ken tambuhan. Pantun dianggap sebagai bentuk karma dari kata jawa parik yang berarti pari, artinya pari bahasa atau pribahasa dalam bahasa melayu. Sastra lisan pantun yang pertma kali di bukukan oleh Hj. Ibrahim Datuk Kaya Muda, Riau.Pengertian dan tujuanPantun adalah snandung atau puisi rakyat di nyanyikan. Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan dan dalam bahasa Sundadikenal sebagai paparikan. Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris biladituliskan), bersajak akhir dengan pola a-b-a-b (tidak boleh a-a-a-a, a-a-b-b, atau a-b-b-a).Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yangtertulis

TUJUAN:

Wahana pemelihara bahasaMelatih Berfikir secara bergabunganMengeratkan hubungan antar kalangan masyarakatPeran pantunSebagai alat pemelihara bahasa Penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga aulur berfikirMelatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum sebelum berujarMelatih seorang berfikir asosiatifStruktur Pantun4-6 kata atau 8-12 Kata4 baris4 larikBerima a-b-a-bTerdiri dariTerdiri dariJenis pantun Dilihat Dari Bentuknya :Pantun BiasaContoh :Malam hari main kulintang Ditemani sobat tersayang Bagaimana hati tidak bimbang Kepala botak minta dikepang

Pantun Seloka (pantun berkait)Seloka ialah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja, karena pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait.Ciri-ciri seloka :Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga di bait kedua.Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga di bait ketiga.Dan seterusnya.Contoh : Taman melati di rumah-rumah (baris I) Ubur-ubur sampingan dua (baris II) Kalau mati kita bersama (baris III) Satu kubur kita berdua (baris IV)

TalibunTalibun adalah pantun yang jumlah barisnya lebih dari 4 baris dan satu bait pantun talibun harus genap tiap barisnya, misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya. Contoh pantun talibun 6 baris:Kalau anak pergi ke pekanYu beli belanak pun beliIkan panjang beli dahuluKalau anak pergi berjalanIbu cari sanak pun cariInduk semang cari dahulu

Pantun Kilat (karmina)Ciri-cirinya :Setiap bait terdiri dua baris.Baris pertama merupakan sampiran, baris kedua merupakan isi.Bersajak a-a.Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata.Contoh:Dahulu parang, sekarang besiDahulu sayang, sekarang benciDilihat Dari IsinyaPantun Anak-anak

Berdasarkan isi :Pantun Orang Muda / RemajaContoh:Naik Motor merknya HondaPergi sebentar kerumah HanapiBila cinta mekar di dadaSiang terkenang malam termimpi

Pantun Orang TuaContoh:Supaya tangan tidak terlukaJangan dikepit hulunya kapakSupaya Tuhan tidak murkaJangan sakiti Ibu dan Bapak

Pantun JenakaContoh:Ikan gabus di rawa-rawaIkan sepat nyangkut dijaringPerut sakit menahan tawaMelihat gigi palsu loncat ke piringPantun Teka-tekiContoh:Tuan puteri belajar menariDiajari oleh pak HarunKalau tuan bijak bestariApa yang naik tapi tak bisa turun

Kaidah ke bahasaan teks pantun Bahasanya indah,menggunakan bahasa kiasan rimanya a-b-a-b,1 baris terdiri dr 8-12 kata,1 bait 4 baris,menggunakan majas kiasan struktur kebahasaan pada sebuah pantun disebut juga struktur fisik. Struktur fisik tersebut mencakup diksi, bahasa kiasan, imaji, dan bunyi yang terdiri dari rima dan ritme. Diksi merupakan pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaanya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan.

Sekian Dari Kami