of 7 /7
  ABDUL KARIM S.Pd, M.Pd NAMA : JUNARI KELAS : I.A NIM : c_7432011.01026 SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM (YAPIS) DOMPU YAHUN AKADEMIK 2011/2012

Copy of Tahapan Menyimak

Embed Size (px)

Text of Copy of Tahapan Menyimak

ABDUL KARIM S.Pd, M.Pd NAMA KELAS NIM : : : JUNARI I.A c_7432011.01026

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM (YAPIS) DOMPU YAHUN AKADEMIK 2011/2012

KATA PENGANTAR Segala puji hanya milik allah yang telah banyak memberikan nikmat bagi kita sehingga dalam kesempatan ini saya dapat menyajkan sbuah makalah dihadapan pembaca. Shalawat serta salam tidak lupa tercurah kepada nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa al-islam dari zaman jahiliyyah menuju zaman yang alhamdulillah bisa kita rasakan sekarang ini. Adapun pembuatan makalah ini tidak terlepas dari pembinaan dan bimbingan dari pihak yang terkait yaitu dosen Abd karim S.Pd, M.Pd, yang telah memberikan tugas dan latihan kepada kami guna untuk memberikan pengetahuan. Serta saya juga berterimaksih kepada teman-teman saya yag telah banyak membantu saya dalam pembuatan makalah. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca,dan lebih lebih pada diri saya pribadi.

Wassalam

pemakalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berhubungan dengan manusia lainnya. Secara kodrat manusia akan selalu hidup bersama. Dalam kehidupan inilah terjadi interaksi dan komunikasi yang baik dengan alam lingkungan, dengan sesamanya maupun dengan Tuhannya. Tak ada yang lebih menjengkelkan daripada merasakan bahwa orang yang dekat dengan kita tidak mau mendengarkan apa yang kita sampaikan (Nichols 1997:5). Dalam hal ini, alat indera yang paling berperan besar adalah telinga. Telingalah yang mampu mendengar suara apapun, yang nantinya dapat kita kirim ke otak untuk seterusnya disampaikan atau diujarkan melalui alat ucap (mulut).Kegiatan mendengar ada unsur ketidaksengajaan, kebetulan, sambil lalu, dan tidak dicerna. Oleh karena itu, apa yang didengar mungkin tidak dimengerti sama sekali. Pada peristiwa mendengarkan ada unsur kesengajaan tetapi belum diikuti unsure pemahaman. Dan menyimak dapat dikatakan mencakup mendengar, mendengarkan dan disertai usaha pemahaman.Menyimak selalu digunakan dalam kehidupan manusia karena manusia selalu dituntut untuk menyimak, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dalam keluarga, manusia selalu dituntut untuk menyimak. Pemerolehan bahasa seorang anak juga berawal dari menyimak ujaran di lingkungan keluarga. Dalam pergaulan di masyarakat, kegiatan menyimak lebih banyak dilakukan daripada kegiatan berbahasa yang lain. Hal ini dibuktikan oleh Rivers (dalam Sutari, dkk. 1997 : 8), kebanyakan orang dewasa menggunakan 45% waktunya untuk menyimak, 30% untuk berbicara, 16% untuk membaca, dan 9% untuk menulis. Berdasarkan hal di atas terlihat bahwa keterampilan menyimak sangat berperan dalam kehidupan manusia di lingkungan masyarakat.

Oleh karena itu, kegiatan menyimak sangat penting untuk dipakai dalam kegiatan sehari-hari. Namun, hingga kini masih ada masyarakat yang belum bisa ataupun belum mengetahui bagaimana cara menyimak yang baik.

1.2. Perumusan Masalah Dalam pembahasan diatas dapat diambil sebuah rumusan masalah yaitu bagaimana menegtahui tahapan-tahapan menyimak menyimak menurut hunt 1981.

1.4. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah : Adapun tujuan dari perumasan masalah diatas yaitu untuk mendeskripsikan penegrtian tahapan menyimakm menurut hunt 1981.

BAB II PEMAHASAN

1.

Isolasi : pada tahap ini sang penyimak mencatat aspek-aspek individual kata lisan dan

memisahkan atau mengisolasikan bunyi-bunyi, ide-ide, fakta-fakta, organisasi-organisasi khusus. 2. Identifikasi : sekali stimulus tertentu telah dapat dikenal maka suatu makna atau identitas

pun diberikan kepada setiap butir yang berdikari itu. 3. Integrasi : kita mengintegrasikan atau menyatupadukan sesuatu yang kita dengan

informasi lain yang telah kita simpan dan rekam dalam otak kita. 4. Inspeksi : pada tahap ini, informasi baru yang telah kita terima dikontraskan dan

dibandingkan dengan segala informasi yang telah kita miliki mengenai hal tersebut. 5. Interpretasi : pada tahap ini, kita secara aktif mengevaluasi sesuatu yang kita dengar dan

menelusuri dari mana datangnya semua itu. 6. Interpolasi : selama tidak ada pesan yang membawa makna dalam dan member informasi,

tanggung jawab kitalah untuk menyediakan serta memberikan data-data dan ide-ide penunjang dar latar belakang pengetahuan dan pengalaman kita sendiri untuk mengisi serta memenuhi butir-butir pesan yang kita dengar. 7. Intropeksi : dengan cara merefleksikan dan menguji informasi baru, kita berupaya untuk

mempersonalisasikan informasi tersebut dan menerapkannya pada situasi kita sendiri Hunt; 1981: 18-9).

1. 2.

Isolasi : membuang atau menyampingkan. Identifikasi : cara mendata atau mencari tanda-tanda ucapan dari pembicara memiliki

simbol. 3. 4. 5. Integrasi : menggabungkan/penggabungan dari luar untuk mengambil ilmu pengetahuan Inspeksi : pemeriksaan/penilaian apa yang sampaikan dalam pembahasan ekstensif. Interpretasi : kemampuan mamahami harus dimiliki/memberikan tanggapan bahwa

aakan menjadi kajadian. 6. 7. Interpolasi : penyisipan/tugas kita sebagai penyimak untuk memasukan data/penilai. Intropeksi : mengoreksi/mengevaluasi proses pembicaraan yang bagus atau tidak.

BAB III PENUTUP a. Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa dalam tahapan menyimak membutuhkan pemahaman untuk memahami bunyi-bunyi atau ide,ide yang kemudian ide tersebut disatupadukan dengan apa yang kita dengar dengan informasi atau pengetahuan yang kita miliki serta kemudian di kelola menjadi data yang akan kita simpan dalam memori kita dan selanjutnya mengevaluasinya dengan mendengar lebuh lanjut mengenai apa yang didengar. b. Saran Semoga penulisan makalah yang kami buat ini dapat bermanfaat bagi pembaca,dan kami memohon kritikan dan saran apabila terjadi kesalahan atau ketidak cocokan tentang pembahasan diatas,lebih dan kurangnya kami mohon maaf. c. Daftar pustaka