BAB II 1. PENGERIIAN MANAJEMEN PERSONALIA Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan baliwa manajemen

  • View
    3

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB II 1. PENGERIIAN MANAJEMEN PERSONALIA Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan baliwa...

  • BAB II

    LANDASAN TEORI

    1. PENGERIIAN MANAJEMEN PERSONALIA

    Membicarakan dan membahas manajemen personalia, penulis

    mengemukakan beberapa pendapat para ahli tentang manajemen personalia

    sebagai berikut:

    Menurut Heidjrachman Rannpandojo dan Suad Husnan, Manajemen

    Personalia ialah perencaiiaan , pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan

    dari pengadaan, pengembanan pemberian kompensasi, pengintegrasian dan

    pemeliharaan tenaga kerja dengan raaksud untuk membantu, mecapai tujuan

    perusahaan, individu dan masyarakat. ( Suad, 1984 : 5 )

    Menurut Alex S. Nitisemito, Manajemen Personalia ialah suatu ilmu

    seni untuk melaksaiiakan antara lain: planning, organizing, controling sehingga

    efektivitas dan efisiensi personalia dapat ditingkatkan semaksimal mungkin

    dalam mencapai tujuan perusaliaan. ( Alex, 1986 : 10 )

    Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan baliwa manajemen

    personalia adalah suatu manajemen yang mencurahkan perhatiannya pada

    masalah karyawan dalam rangka pencapaian tujuan orang tersebut

    1.1 Fungsi-Fungsi Manajemen Personalia

    Dalam garis besarnya, defmisi-definisi tersebut menyatakan bahwa

    fungsi manajemen ada 2, yaitu: ( Suad, 1984 : 5 )

    11

    www.petra.ac.id http://dewey.petra.ac.id/dgt_directory.php?display=classification http://digilib.petra.ac.id//help.html

  • 12

    a. Fungsi-Fungsi Manajemen

    • Fungsi-fungsi manajemen terdiri dari:

    - Perencanaan

    Setiap manajer pastilah menyadari arti pentingnya perencanaan.

    Karenanya mereka perlu mencuralikan sebagian besar waktunya untuk

    fiingsi perencanaan ini. Untuk manajer personalia, perencanaan berarti

    menentukan terlebih daliulu program-program personalia yang akan

    membantu mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkaa Tentu

    saja penetapan tujuan ini akan memerlukan partisipasi aktif dari

    manajer personalia, sesuai dengan pengetahuannya di bidang sumber-

    sumber manusia (human resources).

    - Pengorganisasian

    Setelah apa yang akan dilakukan telah diputuskan, maka perlu dibuat

    oraganisasi untuk melaksanakannya. Organisasi merupakan suatu alat

    untuk mencapai tujuan. Jika perusahaan telah menetukan fungsi-fungsi

    yang harus dijalankan oleh para karyawan maka manajer personalia

    haruslah membentuk organisasi dengan merancang susunan dari

    berbagai hubungan antara jabatan, personalia dan faktor-faktor pisik.

    Karena rumitnya hubungan yang terjadi di antara jabatan-jabatan yang

    ada, maka banyak pimpinan perusahaan yang mengharapkan agar

    manajer personalia bisa memberikan saran untuk organisasi secara

    keseluruhan.

  • 13

    Pengarahan

    Kalau kita sudah mempunyai rencana dan sudah mempunyai organisasi

    untuk melaksanakan rencana tersebut, maka sudah selayaknya kalau

    fimgsi selanjutnya adalah melaksanakan pekerjaan tersebut Fungsi ini

    berarti mengusahakan agar karyawan mau bekerja sama dengan

    efektif

    Pengawasan

    Setelah fungsi-fungsi personalia dilaksanakan, maka langkah

    selanjutnya adalati pengawasan, yaitu mengamati dan membandingkan

    pelaksanaan dengan rencana dan mengadakan pengkoreksian apabila

    terjadi penyimpangan, atau kalau perlu menyesuaikan kembali rencana

    yang telah dibuat. Dengan demikian pengawasan adalah fimgsi

    manajemen yang menyangkut masalah pengaturan berbagai kegiatan

    sesuai dengan rencana personalia, yang dirumuskan sebagai dasar

    analisa dari tujuan organisasi yang fundamental.

    b. Fungsi-Fungsi Operasional

    Fungsi-fungsi operasional, yaitu:

    - Pengadaan

    Yaitu suatu fungsi yang mengusahakan untuk memperolah jumlah dan

    jenis karyawan yang tepat untuk mencapai tujuan perusahaan. Fungsi

    ini menyangkut tentang penentuan kebutuhan tenaga kerja dan

    penarikannya, seleksi serta penempatannya, Menetukan kebutuhan

    tenaga kerja menyangkut baik mutu maupun jumlah tenaga kerja.

  • 14

    Sedangkan seleksi dan penempatan menyangkut masalah memilih dan

    menarik tenaga kerja, pembahasan formulir-formulir lamaran, test

    psikologis dan wawancara.

    Pengembangan

    Sesudah kaiyawan diperoleh, sudali selayaknya kalau mereka

    dikembangkan. Pengembangan ini dilakukan untuk meningkatkan

    ketrampilan lewat latihan (training), yang diperlukan untuk dapat

    menjalankan tugas dengan baik. Kegiatan ini makin menjadi penting

    karena berkembangnya teknologi, dan makin kompleksnya tugas-tugas

    manajer.

    Kompensasi

    Fungsi ini dapat didefinisikan sebagai pemberian penghargaan yang

    adil dan layak terhadap para karyawan sesuai dengan sumbangan

    mereka untuk mencapai tujuan organisasi. Meskipun berbagai

    penelitian moral karyawan pada akhir-akhir ini menunjukkan

    kecenderungan berkurangnya arti pentingnya "monetary income", tapi

    walaupun demikian pemberian kompensasi (upah) tetap merupakan

    salali satu fungsi terpenting.

    Integrasi

    Meskipun kita telah memperoleh karyawan, mengembangkan mereka

    dan memberikan kompensasi yang wajar, namun masih ada problem

    yang sulit untuk diatasi yaitu integrasi. Hal ini menyangkut

    penyesuaian keinginan dari para kaiyawan dengan keinginan

    organisasi dan masyarakat Dengan demikian kita perlu memahami

  • 15

    perasaan dan sikap dari para karyawan untuk dipertimbangkan dalam

    pembuatan berbagai kebijaksanaan organisasi.

    Pemeliharaan

    Yaitu mempertahankan dan meningkatkan kondisi para karyawan yang

    telah ada. Fungsi ini tentu saja, mengharuskan dilaksanakannya

    keempat fungsi lainnya serta terus menerus. Tetapi pada fungsi ini

    perhatian akan dititikberatkan pada pemeliharaan kondisi pisik dari

    para karyawan (kesehatan dan keamanan) dan pemeliharaan sikap

    yang menyenangkan (program-program pelayanan karyawan).

    1.2 Sifat Manajemen Personalia

    Setiap organisasi dibentuk berdasarkan tujuan dasar tertentu. Sebagai

    hasil, tujuan suatu perusaliaaii industii adalah untuk menghasilkan dan menjuai

    barang dan jasa inilah memperoleh suatu penghasilan tertentu. Dalam setiap

    organisasi mungkin dan biasanya perlu untuk membedakan antai'a fungsi garis

    (line function) dan fungsi staff (staff'Junctions).

    Fungsi garis (line function) adalah setiap fungsi yang sangat penting

    dan menyumbangkan secara langsung pencapaian tujuan organisasi yang

    utama. Dalam perusaliaan industri, fungsi-fungsi yang biasa disebut sebagai

    fungsi garis adalah produksi, pemasaran dan keuangan (finance).

    Sedangkan fungsi staff (staff function) adalah fungsi yang tidak

    menyumbangkan secara langsung pencapaian tujuan dasar, tetapi

    melakukannya secara tidak langsung dengan membantu dan memberikan

    fasilitas kepada pelaksanaan fungsi garis.

  • 16

    2. PENGERHAN UPAH

    Menurut Basu Swastha dan Ibnu Sukotjo, Upah ialah imbalan jasa

    yang diberikan secara teratur dan dalam jumlah tertentu oleh perusahaan kepada

    para karyawan alas kontribusi tenaganya yang telah diberikannya untuk

    mencapai tujuan perusahaan. (Basu, 1988 : 267 )

    Menurut Hani Handoko, Upah ialah pemberian pembayaran finansial

    kepada karyawan sebagai balas jasa untuk pekerjaan yang dilaksanakan dan

    sebagai motivator pelaksanaan kegiatan di waktu yang akan datang. ( Hani,

    1993 : 218)

    Menurut Harold T. Amrine, John A. Ritchey, Oliver S. Hnlley,

    Sedyana, Upah secara luas ialah semua bentuk kompensasi yang dibayarkan

    perusahaan pada para karyawan. (Amrine, 1986 : 412 )

    Menurut Harsono, Upah adalah jumlah keseluruhan yang ditetapkan

    sebagai ganti jasa yang dikeluarkan oleh pekerja (Harsono, 1984 : 125 )

    Upah adalah sal all satu hal yang penting bagi setiap karyawan yang

    bekerja dalam suatu perusahaan. Upah diinginkan oleh setiap karyawan, karena

    dengan upah mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya Oleh sebab itu

    apabila upah yang diberikan perusahaan sesuai dengan hasil jerih payah

    mereka, maka karyawan akan merasa puas atas upali yang meeka terima.

    2.1. Peranan Upah

    Peranan upah dapat ditinjau dari duapihak, yaitu: (Hadi, 1982 : 177 )

  • 17

    1) Aspek Pemberi Kerja (Majikan atau Manajer).

    Upah merupakan unsur pokok dalam menghitung biaya produksi dan

    sekaligus merupakan komponen harga pokok yang sangat menentukan

    kelangsungan hidup perusahaan. Apabila pemberi kerja terlalu tinggi

    dapat mengakibatkaii harga pokok juga terlalu tinggi pula dan bila upah

    terlalu rendah mengakibatkaii perusahaan kesulitan mencari tenaga kerja.

    2) Aspek Penerima Kerja (Karyawan).

    Upah merupakan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

    Walaupun upali bukan merupakan satu-satunya motivasi karyawan dalam

    berprestasi tetapi dapat dikatakan bahwa upah merupakan salah satu

    motivasi penting yang ikut mendorong karyawan untuk berprestasi

    sehingga tinggi rendahnya upah yang diberikan akan mempengaruhi

    produktivitas maupun kesetiaan karyawan tersebut terhadap perusahaan.

    2.2 Faktor penting dalam penetapan upah

    Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat upah, yaitu: (

    Sondang, 1995 : 265)

    a) Tingkat upah dan gaji yang berlaku.

    Tingkat upah dan gaji yang berlaku umum itu tidak b